• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLIKASI PEMBINAAN MENEJERIAL ADMINISTRASI KEPALA MADRASAH OLEH SUPERVISI PENDIDIKAN TERHADAP KINERJA GURU DALAM MENGAJAR DI MADRASAH ALIYAH BINAAN SE-KOTA BANDA ACEH

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "IMPLIKASI PEMBINAAN MENEJERIAL ADMINISTRASI KEPALA MADRASAH OLEH SUPERVISI PENDIDIKAN TERHADAP KINERJA GURU DALAM MENGAJAR DI MADRASAH ALIYAH BINAAN SE-KOTA BANDA ACEH"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Copyright © Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Vokasi (JP2V)

130 IMPLIKASI PEMBINAAN MENEJERIAL ADMINISTRASI KEPALA MADRASAH OLEH

SUPERVISI PENDIDIKAN TERHADAP KINERJA GURU DALAM MENGAJAR DI MADRASAH ALIYAH BINAAN SE-KOTA BANDA ACEH

Mahyuddin1

Diterima : 19 Februari 2021 Disetujui : 26 Februari 2021

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hubungan kinerja menejerial administrasi Kepala Madrasah oleh supervisi pendidikan terhadap kinerja guru di Madrasah Aliyah binaan penulis di Kota Banda Aceh. Subyek penelitian tindakan sekolah ini adalah Kepala Madrasah di Madrasah Aliyah binaan penulis di Kota Banda Aceh. Jumlah Kepala Madrasah adalah 3 orang dari 3 Madrasah Aliyah di Kota Banda Aceh. Penelitian Tindakan Madrasah ini dilaksanakan pada bulan September sampai bulan November Tahun pelajaran 2019/2020 semester Ganjil. Metodologi penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Madrasah (PTM) terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdiri dari satu kali pertemuan. Pada setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Prosedur penelitian terdiri dari pra penelitian, perencanaan siklus satu, pelaksanaan tindakan siklus satu, pengamatan siklus satu, refleksi siklus satu, perencanaan siklus dua, pelaksanaan tindakan siklus dua, pengamatan siklus dua dan refleksi siklus dua. Teknik pengumpulan data yaitu mengumpulkan nilai observasi. Data observasi dilakukan dengan memeriksa hasil kerja Kepala Madrasah dan guru dalam memenejerial adminitrasi sekolah. Data observasi dianalisis dengan cara skala likert. Hal ini terlihat pada kegiatan penilaian sikap Kepala Madrasah dalam menyusun menejerial administrasi yang baik pada siklus I dalam katagori cukup dengan rata-rata 69 dan mengalami peningkatan di siklus II dalam katagori baik dengan rata-rata 87. Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan bahwa ke-lima Kepala Madrasah tersebut sudah tuntas dalam menyusun menejerial administrasi yang baik. Ini menunjukkan adanya peningkatan mutu dalam penyusunan menejerial administrasi yang baik di Madrasah Aliyah Binaan di Kota Banda Aceh.

Kata kunci: Menejerial Administrasi, Kepala Madrasah, Kinerja Guru.

1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Salah satu jalur pendidikan formal yang perlu mendapat perhatian yaitu pendidikan Sekolah Dasar. Dilihat dari berbagai segi, secara umum dapat dikatakan bahwa kondisi lembaga-lembaga pendidikan sekolah dasar di Indonesia khususnya Madrasah Aliyah binaan penulis di Kota Banda Aceh, yang mana Madrasah Aliyah tersebut merupakan binaan penulis selaku supervisor MA di Kota Banda Aceh tersebut ternyata masih jauh dari apa yang diharapkan. Padahal Pendidikan MA merupakan pendidikan yang mempersiapkan anak untuk masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Namun pada kenyataannya, berbagai krisis dan masalah kehidupan yang akhir-akhir ini dialami oleh bangsa kita telah memposisikan siswa dalam kondisi rawan pelayanan atau perlakuan pendidikan yang kurang baik, perawatan, kesehatan, serta gizi dan makanan. Jika berbagai krisis kehidupan tersebut tidak segera tertangani, maka sangat mungkin bangsa Indonesia akan kehilangan suatu generasi unggul.

(Sholehudin, 2000).

Sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab yang cukup besar dalam mempersiapkan peserta didik yang berkualitas. Sehubungan dengan hal tersebut Kepala Madrasah memiliki volume kerja yang sangat besar hal ini sesuai dengan pernyataan Supriadi (Mulyasa, 2003) menyatakan bahwa: Erat hubungannya antara mutu Kepala Madrasah dengan berbagai aspek kehidupan sekolah seperti disiplin sekolah, iklim budaya sekolah, dan menurunnya perilaku nakal peserta didik. Dengan demikan sangat jelas apabila ingin meningkatkan kualitas peserta didik semenjak dini maka salah satunya ditentukan oleh

(2)

kinerja menejerial administrasi sekolah Kepala Madrasah.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat dijelaskan kembali bahwa mutu pembelajaran di kelas salah satunya ditentukan juga oleh mutu Kepala Madrasah. Walaupun yang berhubungan langsung dengan siswa di kelas adalah guru, tetapi guru tersebut berhubungan langsung dengan Kepala Madrasah dan di bawah manajemen sekolah.

Supaya lebih jelas, dalam penelitian yang bertemakan: "Identifikasi Faktor-faktor Kemampuan Manajerial Dan Implikasinya Terhadap Program kinerja Kepala Madrasah. Kemampuan menejerial administrasi sekolah adalah seperangkat keterampilan teknis dalam melaksanakan tugas sebagai manajer sekolah untuk mendayagunakan segala sumber yang tersedia untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien. Kemampuan menejerial administrasi sekolah ini ditekankan kepada:

1. Kemampuan pengembangan pengajaran/akademik adalah seperangkat keterampilan teknis yang digunakan untuk menyelenggaran proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan sekolah yang telah ditetapkan.

2. Kemampuan kepemimpinan adalah seperangkat keterampilan teknis dalam melaksanakan tugas sebagai pimpinan sekolah untuk mempengaruhi/mengajak staf bekerja secara maksimal untuk kepentingan sekolah.

3. Kemampuan pembaharuan/inovasi adalah seperangkat keterampilan teknis dalam upaya melaksanakan pembaharuan pendidikan dan proses belajar mengajar di sekolah, baik gagasan yang berasal dari atasan maupun gagasan yang berasal dari staf sekolah.

Kepala Madrasah memiliki tanggung jawab terhadap sekolah secara keseluruhan, sedangkan guru memiliki tanggung jawab terhadap proses belajar mengajar yang dilakukan karena baik buruknya peserta didik banyak bergantung pada pendidiknya yaitu guru. Apalagi guru Sekolah Menengah Atas, di mana peserta didik merupakan cikal bakal masa depan dan rentan terhadap pengaruh dari luar sehingga membutuhkan guru yang memiliki kemampuan bagus baik di bidang akademik maupun sosial. Karena semakin beratnya tanggung jawab guru Sekolah Menengah Atas, maka diperlukan kompetensi yang lebih baik dari guru tersebut. Guru yang memiliki kompetensi baik akan menciptakan suasana belajar yang berkualitas dan nyaman. kompetensi guru dapat muncul atas dorongan dari guru itu sendiri maupun dorongan dari luar, dorongan dari diri sendiri sifatnya akan kembali lagi pada masing-masing individu tetapi dorongan dari luar dalam suatu organisasi akan menimbulkan keseragaman. Dorongan dari luar diantaranya dari Kepala Madrasah selaku pemimpin atau atasan dari guru tersebut Kepala Madrasah memiliki kewajiban untuk memunculkan dan meningkatkan kompetensi guru, karena hal itu merupakan bagian dalam kinerianya. Kinerja Kepala Madrasah sebagai manajer dapat diwujudkan dalam 3 keterampilan diantaranya secara konsep, teknik dan hubungan manusiawi dengan guru. Sebagaimana dinyatakan oleh Paul Hersey Cs. (Wahjosumidjo, 2003) menyatakan bahwa:

Dalam rangka pelaksanaan tugas-tugas menejerial administrasi sekolah paling tidak diperlukan tiga macam bidang keterampilan yaitu: technical, human dan conceptual. Ketiga keterampilan menejerial administrasi sekolah tersebut berbeda-beda sesuai dengan tingkat kedudukan manajer dalam organisasi. Manajer dapat dibedakan menjadi tiga jenjang, yaitu: top manager, middle manager dan supervisory manager.

Berdasarkan tugas-tugas menejerial administrasi sekolah yang disebutkan di atas, maka cukup jelas bahwa Kepala Madrasah sangat berperan penting dalam meningkatkan kualitas sekolah terutama kualitas peserta didik, dan kepada gurulah kemampuan menejerial administrasi sekolah tersebut dapat diterapkan karena guru merupakan badan dari komponen sekolah yang berada dibawah manajemen sekolah. Dengan perlakukan yang adil dan tepat di dalam sistem menejerial administrasi Kepala Madrasah, kinerja guru akan berjalan dengan lebih baik.

Berdasarkan uraian materi dan fenomena di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tindakan madrasah dengan topik inti “Implikasi Pembinaan Menejerial Administrasi Kepala Sekolah oleh Supervisi Pendidikan Terhadap Kinerja Guru dalam Mengajar di Madrasah Aliyah Binaan Se-Kota Banda Aceh Tahun Pelajaran 2019/2020.

1.2. Tujuan Penelitian 1.2.1. Tujuan Umum

Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hubungan kinerja menejerial administrasi Kepala Madrasah oleh supervisi pendidikan terhadap kinerja guru di Madrasah Aliyah binaan penulis di Kota Banda Aceh.

(3)

1.2.2. Tujuan Khusus

Adapun tujuan khusus yang ingin dicapai oleh penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai kinerja menejerial administrasi sekolah oleh Kepala Madrasah di Madrasah Aliyah binaan penulis di Kota Banda Aceh.

b. Untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai kinerja guru di Madrasah Aliyah binaan penulis di Kota Banda Aceh.

c. Untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai berapa besar hubungan kinerja menejerial administrasi Kepala Madrasah oleh supervisi pendidikan terhadap kinerja guru di Madrasah Aliyah binaan penulis di Kota Banda Aceh.

2. LANDASAN TEORITIS

2.1. Konsep Dasar Kinerja Manajerial Kepala Madrasah 2.1.1. Kepala Madrasah Sebagai Manajer

Sudah seharusnya bahwa dalam suatu organisasi terdapat manajemen. Manajemen pada hakikatnya merupakan suatu proses merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, memimpin, dan mengendalikan usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dikatakan suatu proses, karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan.

Ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan dari definisi tersebut, yaitu proses, mendayagunakan seluruh sumber organisasi dan pencapaian tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

a. Proses, adalah suatu cara yang sistematik dalam mengerjakan sesuatu. Manajemen sebagai suatu proses, karena semua manajer bagaimanapun juga dengan ketangkasan dan keterampilan yang khusus, mengusahakan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain:

1) Merencanakan, dalam arti Kepala Madrasah harus benar-benar memikirkan dan merumuskan dalam suatu program tujuan dan tindakan yang harus dilakukan;

2) Mengorganisasikan, berarti bahwa Kepala Madrasah harus mampu menghimpun dan mengkoordinasikan sumber daya manusia dan sumber-sumber material sekolah, sebab keberhasilan sekolah sangat bergantung pada kecakapan dalam mengatur dan mendayagunakan sebagai sumber dalam mencapai tujuan;

3) Memimpin, dalam arti Kepala Madrasah mampu mengarahkan dan mempengaruhi seluruh sumber daya manusia untuk melakukan tugas-tugasnya yang esensial. Dengan menciptakan suasana yang tepat Kepala Madrasah membantu sumber daya manusia untuk melakukan hal- hal yang paling baik;

4) Mengendalikan, dalam arti Kepala Madrasah memperoleh jaminan, bahwa sekolah berjalan untuk mencapai tujuan. Apabila terdapat kesalahan di antara bagian-bagian yang ada di sekolah tersebut, Kepala Madrasah harus memberikan petunjuk dan merumuskan.

b. Sumber daya suatu sekolah, meliputi: dana, perlengkapan, informasi, maupun sumber daya manusia, yang masing-masing berfungsi sebagai pemikir, perencana, pelaku serta pendukung untuk mencapai tujuan.

c. Mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Berarti bahwa Kepala Madrasah berusaha untuk mencapai tujuan akhir yang bersifat khusus (specific ends). Tujuan akhir yang spesifik ini berbeda-beda antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lain. Tujuan ini bersifat khusus dan unik. Namun apa pun tujuan spesifik dari organisasi tertentu, manajemen adalah merupakan proses, melalui manajemen tersebut tujuan dapat dicapai.

2.1.2. Pengertian Kinerja Manajerial Kepala Madrasah

Prawirosentono (2001) menjelaskan pengertian tentang kinerja yaitu: Hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum, sesuai dengan moral maupun etika.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, "Kinerja" berarti sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan atau kemampuan kerja (Balai Pustaka, 1985), sedangkan Hadari Nawawi (1998), menggunakan istilah "karya", yaitu hasil pelaksanaan suatu pekerjaan, baik yang bersifat fisik/material maupun nonfisik/material. Penilaian karya atau kinerja setiap pekerjaan menyangkut kemampuan

(4)

pekerjaan yang bersangkutan dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya.

Menurut Mamduh M. Hanafi (1997) Manajemen dapat didefinisikan sebagai: "Proses merencanakan, mengorganisir, mengarahkan dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumber daya organisasi", dan manajer didefinisikan sebagai: "orang yang melakukan kegiatan manajemen atau keiatan proses manajemen".

Sedangkan yang dimaksud dengan menejerial administrasi sekolah adalah seperti yang dikemukakan oleh Akdon (2002) dalam penelitiannya yang berjudul: "Identifikasi Faktor-Faktor Kemampuan Manajerial yang Diperlukan Dalam Implementasi School Based Management (SBM) Dan Implikasinya Terhadap Program Pembinaan. Kepala Madrasah" bahwa: Kemampuan menejerial administrasi sekolah adalah seperangkat keterampilan teknis dalam melaksanakan tugas sebagai manajer sekolah untuk mendayagunakan segala sumber yang tersedia untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien.

2.1.3. Tiga jenis keterampilan Manajerial Kepala Madrasah

Dalam menjalankan kinerja menejerial administrasi sekolah nya, Kepala Madrasah memiliki tiga jenis keterampilan. Untuk lebih jelasnya, Paul Hersey Cs. (Wahjosumidjo, 2003) menyatakan bahwa:

Dalam rangka pelaksanaan tugas-tugas menejerial administrasi sekolah paling tidak diperlukan tiga macam bidang keterampilan, yaitu: technical, human dan conceptual. Ketiga keterampilan menejerial administrasi sekolah tersebut berbeda-beda sesuai dengan tingkat kedudukan manajer dalam organisasi.

Hersey membedakan tiga macam jenjang manajer, yaitu: manajer tingkat atas (top manager), manager tingkat menengah (middle manager) dan manager tingkat bawah (supervisory manager).

Masing-masing jenjang manajer memerlukan tiga keterampilan tersebut. Untuk manager tingkat atas, keterampilan yang dominan adalah konseptual (conceptual Skill). Sedang manager tingkat menengah hubungan manusia (l) mempunyai peranan yang paling besar. Kemampuan teknik (technical Skill) atau operasional sangat diperlukan manager tingkat bawah.

Demikian pula peranan Kepala Madrasah sebagai manajer sangat memerlukan ketiga macam keterampilan tersebut. Dari ketiga bidang keterampilan tersebut, human skills merupakan keterampilan yang memerlukan perhatian khusus dari para Kepala Madrasah, sebab melalui human skills seorang Kepala Madrasah dapat memahami isi hati, sikap dan motif orang lain, mengapa orang lain tersebut berkata dan berperilaku.

2.2. Kinerja Manajerial Kepala Madrasah di Madrasah Aliyah

Sebagai pengelola/manajer, Kepala Madrasah mempunyai tugas untuk mengamankan pelaksanaan rencana kerja yang telah disusun sebelumnya, menggerakkan semua guru dan staf TU untuk dapat bekerja optimal. Selain itu Kepala Madrasah juga berkewajiban melakukan pemantauan apakah pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana atau peraturan yang berlaku. Berdasarkan pedoman penilaian kinerja Madrasah Aliyah oleh Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Pendidikan Sekolah Menengah Atas Tahun 2004, ada berbagai aspek yang harus dikuasai oleh Kepala Madrasah sebagai berikut:

a. Aspek kemampuan menyusun program 1) Belum memiliki program secara tertulis.

2) Memiliki proram, tetapi tidak jelas arah/sasarannya.

3) Memiliki program secara tertulis dengan arah sasaran yang jelas tetapi tidak sesuai dengan kondisi Madrasah Aliyah.

4) Memiliki struktur organisasi dengan struktur yang jelas, disertai dengan uraian tugas tetapi penunjukan personalianya tidak sesuai dengan kemampuan yang bersangkutan.

5) Memiliki struktur organisasi dengan struktur dan uraian tugas yang jelas, serta penunjukan personalianya sesuai dengan kemampuan yang bersangkutan.

b. Aspek kemampuan menyusun organisasi/kepegawaian di MA 1) Belum memiliki organisasi pelaksana tugas di Madrasah Aliyah.

2) Memiliki organisasi, tetapi tidak terstruktur dengan jelas.

3) Memiliki struktur organisasi dengan struktur yang jelas, tetapi tidak disertai uraian tugas.

4) Memiliki struktur organisasi dengan struktur yang jelas, disertai dengan uraian tugas tetapi penunjukan personalianya tidak sesuai dengan kemampuan yang bersangkutan.

5) Memiliki struktur organnisasi dengan struktur dan uraian yang jelas, serta penunjukan personalianya sesuai dengan kemampuan yang bersangkutan.

(5)

c. Aspek kemampuan menggerakkan staf

1) Belum pernah melakukan upaya, menggerakkan staf yang sedang melaksanakan tugas.

2) Ada upaya menggerakkan staf, tetapi hanya insidental (tidak terprogram).

3) Ada upaya menggerakkan staf secara terprogram, tetapi tidak memiliki catatan hasilnya.

4) Ada upaya menggerakkan staf secara terprogram, memiliki bukti catatan hasil, tetapi tidak ada evaluasi untuk peningkatan kinerja.

5) Ada upaya menggerakkan staf secara terproram, memiliki bukti catatan hasil, serta melakukan evaluasi untuk peningkatan staf.

d. Aspek kemampuan mengoptimalkan sumber daya MA

1) Belum ada program pemanfaatan sumber daya dan belum ada pelaksanaan.

2) Ada proram pemanfaatan sumber daya, tetapi belum ada pelaksanaan.

3) Ada program dan pelaksanaan, belum optimal.

4) Ada program dan pelaksanaan optimal, ada evaluasi tapi belum ada analisis.

5) Ada program, pelaksanaan optimal, ada evaluasi, ada analisis ada program tindak lanjut pemanfaatan sumber daya.

2.3. Konsep Dasar Kinerja Guru di Madrasah Aliyah (MA) 2.3.1. Pengertian Kinerja

Prawirosentono (1992) menjelaskan pengertian tentang kinerja yaitu:

Hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum, sesuai dengan moral ataupun etika.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, "Kinerja” berarti sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan atau kemampuan kerja (Balai Pustaka, 1985), sedangkan Hadari Nawawi (1998), menggunakan istilah "karya", yaitu hasil pelaksanaan suatu pekerjaan, baik yang bersifat fisik/material maupun nonfisik/material. Penilaian karya atau kinerja setiap pekerjaan menyangkut kemampuan pekerjaan yang bersangkutan dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya.

Kinerja merupakan kegiatan dalam melakukan sesuatu dan orang yang kerja ada kaitannya dengan mencari nafkah atau bertujuan untuk mendapatkan imbalan atas prestasi yang telah diberikan atas kepentingan organisasi. Pada hakikatnya orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan atas dorongan atau motivasi tertentu. Kebutuhan dipandang sebagai penggerak atau pembangkit perilaku, sedangkan tujuan berfungsi mengarahkan perilaku.

2.3.2. Kinerja Guru Madrasah Aliyah (MA)

Guru merupakan tokoh yang paling penting dalam pendidikan, hal ini dikarenakan guru berhubungan langsung dengan konsumen utama pendidikan yaitu peserta didik. Guru yang baik akan menjalankana kinerjanya secara profesional walaupun benar dan resikonya cukup berat, termasuk guru Madrasah Aliyah (MA). "Kinerja guru" adalah seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan guru pada waktu dia memberikan pelajaran kepada siswanya. Kinerja guru dapat dilihat saat melaksanakan interaksi belajar mengajar di kelas termasuk bagaimana dia mempersiapkannya (Rochman Natawijaya, 1999).

Kinerja guru dapat dilihat dari aspek kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru, yang dikenal dengan istilah kompetensi guru", yang meliputi hal-hal berikut:

a. Menguasai bahan atau materi pembelajaran, yang pada dasarnya berupa bahan bidang studi dalam kurikulum sekolah dan bahan pengayaan/penunjang bidang studi;

b. Mengelola program belajar mengajar, dengan cara merumuskan tujuan instruksional/pembelajaran, menggunakan proses instruksional dengan tepat, melaksanakan program belajar mengajar, mengenal kemampuan anak didik serta merencanakan dan melaksanakan program remedial;

c. Mengelola kelas, dengan menciptakan suasana kondusif bagi berlangsungnya proses belajar mengajar;

d. Menggunakan media/sumber, dengan mampu mengenal, memilih, dan menggunakan pendukung pembelajaran, berupa alat bantu, perpustakaan, teknologi komputer, atau laboratorium secara baik sesuai dengan kebutuhan;

e. Menguasai landasan kapendidikan, sebagai landasan berpijak dan bertindak edukatif di setiap situasi dalam usaha mengelola interaksi belajar mengajar;

(6)

f. Mengelola interaksi belajar mengajar, merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh guru dalam upaya transformasi pengetahuan dan internalisasi nilai kepada peserta didik. Keterampilan guru, metode mengajar, sarana, dan alat atau teknologi pendukung merupakan komponen penting bagi keberhasilan pengelolaan;

g. Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran rnerupakan kemampuan untuk mengenali potensi siswa, menganalisis, dan menggunakan data hasil belajar siswa sebagai umpan balik bagi setiap siswa;

h. Mengenal fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan di sekolah merupakan pemahaman mengenai fungsi dan peranan program ini untuk kepentingan proses belajar mengajar;

i. Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah merupakan kemampuan untuk melakukan kegiatan administratif seperti pencatatan dan pelaporan hasil belajar siswa.

j. Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil penelitian guru keperluan pengajaran, merupakan kemampuan untuk memahami hal-hal yang berkaitan dengan penalaran untuk menumbuhkan penalaran siswa dan mengembangkan proses belajar mengajar. (Sadirman, 2001).

2.4. Pengaruh Kinerja Manajerial Kepala Madrasah terhadap Kinerja Guru

Kepala Madrasah sebagai manajer memiliki tugas yang cukup kompleks sekaligus sebagai pihak yang memiliki kedudukan strategis untuk memajukan sekolah. Wahjosumidjo (2002) yang mengemukakan bahwa:

Seorang pimpinan harus mampu mendorong timbulnya kemampuan yang kuat dengan penuh semangat dan percaya diri kepada para guru, staf dan siswa memberikan bimbingan dan mengarahkan para jasa dan staf.

Selaku manajer bagi sekolahnya, Kepala Madrasah memiliki peran besar dalam mengembangkan kualitas kinerja guru berkaitan dengan tanggung jawab Kepala Madrasah dalam hal pembinaan staf yang dalam hal ini tujuannya diharapkan pada peningkatan kualitas kinerja para guru. Berkenaan dengan ini, Wahdjosumidjo (1999) mengemukakan bahwa tanggung jawab Kepala Madrasah dalam rangka pembinaan manusia diarahkan untuk hal-hal berikut:

1. Mencapai tujuan sekolah

2. Membantu anggota secara individual untuk memperoleh kedudukan dan standar penampilan kerja kelompok

3. Memaksimalkan pengembangan karir anggota;

4. Mempersatukan antara tujuan individu dengan tujuan organisasi

Peranan kunci Kepala Madrasah untuk bekerjasama dengan para guru secara efektif, adalah:

1. Identifikasi staf, merupakan pengenalan terhadap kualitas, harapan, motivasi, dan keahlian mereka sesuai dengan tugas/kedudukan yang akan diberikan;

2. Penempatan, bertujuan untuk mencari kepastian secara maksimal mengenai kesesuaian antara pribadi staf yang bersangkutan;

3. Penyesuaian diri atau disebut induksi, bertujuan untuk membantu staf yang baru memiliki jabatan/tugas untuk memahami tanggung jawabnya;

4. Penilaian staf, prosesnya berkaitan dengan masalah waktu (when), tujuan (why), aspek yang dinilai (what), dan alat penilaian (who);

5. Perbaikan staf, melibatkan teknik dan prosedur yang direncanakan untuk meningkatkan penampilan dan efektivitas guru, yang pelaksanaannya dapat berupa supervisi pelatihan inservice, kunjungan kelas, observasi, atau perpustakaan profesional. (Wahdjosumidjo, 1999).

Berdasarkan uraian di atas, sangat jelas bahwa ada keterkaitan antara kinerja menejerial administrasi sekolah Kepala Madrasah dengan kinerja para guru di sekolah tidak terkecuali Madrasah Aliyah (MA). Dalam menjalankan kinerja menejerial administrasi sekolah nya, Kepala Madrasah Menengah Atas dapat melakukan pendekatan individual yang ekstra terhadap para guru terutama menyangkut motivasi guru dalam mengajar. Hal ini dikarenakan usia anak Madrasah Aliyah (MA) yang masih rentan dengan masalah sehingga membutuhkan kesabaran dari para guru. Dengan adanya manajemen yang bagus dari Kepala Madrasah, secara otomatis akan membentuk kinerja guru yang bagus pula yang pada akhirnya anak akan merasa nyaman di sekolah.

(7)

3. METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan yang dilaksanakan dalam proses belalar mengajar, oleh sebab itu metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Madrasah (PTM), dengan rancangan model siklus yang terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah binaan di Kota Banda Aceh pada tahun pelajaran 2019/2020 dalam kurun waktu 3 bulan yaitu dari bulan September s.d November 2019 pada semester ganjil. Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah 3 orang guru dari 3 Madrasah Aliyah binaan di Kota Banda Aceh.

4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Siklus I

Kegiatan diawali dengan mendiskusikan tentang permasalahan yang dihadapi dalam menyusun menejerial administrasi yang baik melalui kelompok yang dilajutkan dengan penyampaian informasi tentang cara menyusun menejerial administrasi yang baik serta memberikan contoh model menejerial administrasi yang baik. Masing-masing kelompok mengkaji contoh model menejerial administrasi yang baik yang diberikan, kemudian menetapkan format menejerial administrasi yang baik yang digunakan.

Setelah menyepakati format yang digunakan Kepala Madrasah mulai menyusun menejerial administrasi yang baik dalam kelompok sekolah masing-masing. Hasil pengamatan/observasi Kepala Madrasah dalam menyusun menejerial administrasi yang baik pada siklus pertama adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Data Hasil Observasi Menejerial Administrasi Kepala Madrasah (siklus I) No Nama Kepala

Madrasah

Aspek

Skor Nilai Kategori Bahan Kerjasama Aktivitas Presentasi

1 Riadhi, S.Pd 3 4 4 3 14 70 C

2 Alfin Nur, LC 2 3 4 3 12 60 C

3 Muzakkar Usman,

S.Ag., M. Pd 3 4 5 4 16 70 C

Rata-Rata 70

Sedangkan hasil penelitian menejerial administrasi yang baik dan telah disusun oleh Kepala Madrasah sebagai berikut: Data yang diperoleh dari hasil observasi dari siklus I ini, dari hasil penilaian terhadap menejerial administrasi yang baik yang disusun oleh Kepala Madrasah dalam katagori cukup dengan rata-rata 70. Berdasarkan hasil observasi yang diperoleh pada Siklus I, maka peneliti ingin melanjutkan penelitian pada siklus II. Dikarenakan penilaian menejerial administrasi yang sudah ditetapkan oleh peneliti kurang dari nilai indiaktor pencapaian yaitu 70. Maka dengan ini peneliti ingin melanjutkan penelitiannya ke siklus II. Pada siklus II, peneliti mengharapkan adanya peningkatan penilaian menejerial administrasi yang lebih baik dibandingkan dengan siklus I.

4.2. Hasil Penelitian Siklus II

Pada siklus II kegiatan yang dilakukan adalah mendiskusikan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam penyusunan menejerial administrasi yang baik di siklus pertama. Peneliti menjelaskan lebih rinci tentang cara penyusunan menejerial administrasi yang baik untuk memperbaiki kekurangan pada siklus sebelumnnya.

Format menejerial administrasi yang baik yang digunakan sesuai dengan format yang disepakati pada siklus I sehingga kegiatan selanjutnya adalah menyusun menejerial administrasi yang baik yang dibimbing oleh peneliti dan dibantu oleh Kepala Madrasah yang sudah mampu menyusun menejerial administrasi yang baik dengan katagori baik. Yang dilanjutkan dengan mempresentasikan menejerial administrasi yang baik yang telah disusun.

Dari hasil observasi terhadap Kepala Madrasah pada siklus II ini banyak mengalami perubahan yang sangat signifikan bahkan Kepala Madrasah lebih meningkatkan kerjasamanya. Hasil observasi siklus II dapat disajikan sebagai berikut:

(8)

Tabel 2. Data hasil observasi (siklus II) No Nama Kepala

Madrasah

Aspek

Skor Nilai Kategori Bahan Kerjasama Aktivitas Presentasi

1 Riadhi, S.Pd 4 5 4 4 17 90 A

2 Alfin Nur, LC 4 4 4 4 16 85 B

3 Muzakkar Usman,

S.Ag., M. Pd 5 5 5 4 19 95 A

Rata-Rata 90

Sedangkan hasil penelitian menejerial administrasi yang baik dan telah disusun oleh Kepala Madrasah sebagai berikut: Data yang diperoleh dari hasil observasi dari siklus I ini, dari hasil penilaian terhadap menejerial administrasi yang baik yang disusun oleh Kepala Madrasah dalam katagori baik dengan rata-rata 90. Berdasarkan hasil observasi yang diperoleh pada Siklus II, maka peneliti mencukupkan penelitian pada siklus II, hal ini dilakukan karena penilaian dalam penyusunan menejerial administrasi Kepala Madrasah telah memenuhi nilai pencapaian indikator yang ditetapkan oleh peneliti yaitu lebih dari 70.

4.3. Pembahasan Atas Hasil Penelitian

Pembahasan hasil penelitiain merupakan suatu kajian terhadap hasil temuan yang ada hubungannya lengan jawaban permasalahan penelitian yang telah dinyatakan dalam bab sebelumnya.

Adapun pembahasan hasil penelitian akan diuraikan sebagai berikut.

1. Gambaran Kinerja Manajerial Kepala Madrasah di 3 MA Binaan

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa untuk skor rata-rata variabel X (Kinerja Manajerial Administarsi sekolah oleh Kepala Madrasah) adalah sebesar 3,13. Ini menunjukan bahwa Kinerja Manajerial Administarsi sekolah oleh Kepala Madrasah di 3 Madrasah Aliyah (MA) binaan termasuk pada kategori sangat baik. Variabel kinerja menejerial administrasi sekolah Kepala Madrasah ini terbagi menjadi 4 indikator, yaitu: merumuskan visi dan misi Madrasah Aliyah (MA), merumuskan program tahunan, merumuskan program semester, mekanisme evaluasi pelaksanaan program yang sistematis.

Untuk pembahasan tiap indikator variabel kinerja menejerial administrasi sekolah Kepala Madrasah di 3 Madrasah Aliyah (MA) binaan penulis adalah sebagai berikut:

a. Aspek Penyusunan Program

Aspek penyusunan program mempunyai skor rata-rata yang sangat baik. Untuk indikatornya dapat dirinci sebagai berikut:

1) Kinerja menejerial administrasi sekolah Kepala Madrasah diperlihatkan dengan merumuskan visi dan misi Madrasah Aliyah (MA) dengan sangat baik. Hal ini berarti, visi dan misi Madrasah Aliyah (MA) yang ada pada masing-masing masing Madrasah Aliyah (MA) telah dilaksanakan dengan sangat baik oleh para Kepala Madrasah bekerjasama dengan para guru Madrasah Aliyah (MA). Visi merupakan acuan pokok bagi semua kegiatan yang dilakukan di Madrasah Aliyah (MA). Oleh karena itu selain merumuskan, visi juga harus disosialisasikan kepada semua pihak yang terlibat dalam proses penelenggaraan Madrasah Aliyah (MA), seperti Kepala Madrasah, Guru, Staf TU, Orang Tua, Komite Sekolah dan stake holder lainnya. Misi adalah jalan atau cara yang dipilih untuk melakukan aktivitas dalam rangka menuju atau mewujudkan visi. Oleh karenanya, dalam menetapkan dan merumuskan misi, perlu dilandasi oleh nilai-nilai dasar dan keyakinan dasar.

2) Rata-rata penyusunan program tahunan telah dilaksanan dengan sangat baik. Hal tersebut berarti Kepala Madrasah selalu menyusun program pembelajaran Madrasah Aliyah (MA) dengan sangat baik.

3) Rata-rata penyusunan program semester dalam kateori yang baik. Hal tersebut menggambarkan bahwa Kepala Madrasah bersama-sama dengan guru membuat program catur wulan dengan baik.

4) Mekanisme evaluasi pelaksanaan program yang dilakukan oleh Kepala Madrasah dalam kategori yang sangat baik. Hal tersebut menunjukan bahwa Kepala Madrasah selalu melaksanakan evaluasi terhadap program pembelajaran di 3 Madrasah Aliyah (MA) binaan.

(9)

b. Aspek Penyusunan Organisasi/kepegawaian di Madrasah Aliyah (MA)

Penyusunan organisasi/kepegawaian di Madrasah Aliyah (MA) yang dilakukan oleh Kepala Madrasah, termasuk dalam kategori baik. Untuk indikatornya dapat dirinci sebagai beitikut.

1) Rata-rata kinerja Kepala Madrasah dalam menyusun susunan kepegawaian mendapat berada dalam kategori sangat baik. Hal tersebut berarti Kepala Madrasah telah mampu menyusun susunan kepegawaian yang ada di Madrasah Aliyah (MA) tersebut .

2) Rata-rata Kemampuan Kepala Madrasah dalam mengadakan kepegawaian pendukung seperti psikolog anak dan pakar pendidikan berada dalam kategori baik. Hal tersebut menandakan bahwa Kepala Madrasah telah melakukan kerjasama dengan psikolog anak atau pakar pendidikan guna menunjang pelayanan di anak didik.

3) Rata-rata kemampuan Kepala Madrasah dalam menyusun kepanitiaan untuk kegiatan temporer dalam kategori sangat baik. Hal tersebut menandakan bahwa Kepala Madrasah telah mampu menyusun kepanitiaan untuk kegiatan yang bersifat temporer dengan sangat baik.

4) Rata-rata Kepala Madrasah dalam melakukan evaluasi program kegiatan belajar mempunyai dalam kategori sangat baik. Hal tersebut berarti Kepala Madrasah selalu melakukan evaluasi program kegiatan belajar dengan sangat baik.

c. Aspek Menggerakan Staf

Kinerja menejerial administrasi sekolah Kepala Madrasah dalam kemampuannya menggerakan staf mempunyai skor rata-rata yang sangat baik. Untuk indokatornya memberikan arahan yang dinamis, bekerjasama dalam penyusunan program dan memberikan penghargaan dan peringatan diuraikan sebagas berikut

1) Rata-rata Kepala Madrasah Menengah Atas memberikan arahan yang dinamis kepada para guru mempunyai dalam kategori sangat baik. Hal tersebut berarti Kepala Madrasah selalu memberikan arahan yang dinamis sesuai dengan kebutuhan dengan sangat baik.

2) Rata-rata Kepala Madrasah untuk bekerjasama dalam penyusunan program bersama-sama dengan guru dalam kategori sangat baik. Hal tersebut berarti Kepala Madrasah selalu bekerjasama dengan para guru untuk menyusun program pembelajaran.

3) Rata-rata Kepala Madrasah dalam memberikan penghargaan dan peringatan kepada para guru berada dalam kategori baik. Hal tersebut berarti Kepala Madrasah sering memberikan penghargaan kepada para guru yang berprestasi, namun selain itu Kepala Madrasah juga sering memberikan peringatan kepada guru yang dianggap melanggar peraturan.

d. Aspek Mengoptimalkan Sumber Daya Madrasah Aliyah (MA)

Kinerja menejerial administrasi sekolah Kepala Madrasah dalam mengoptimalkan sumber daya Madrasah Aliyah (MA) mempunyai skor rata-rata yang sangat baik. Untuk indikatornya memanfaatkan sumber dana milik Madrasah Aliyah (MA), memanfaatkan sarana dan prasarana Madrasah Aliyah (MA) secara optimal, merencanakan pengadaan sarana yang diperlukan, merawat sarana dan prasarana Madrasah Aliyah (MA), memanfaatkan SDM secara optimal dan perencanaan pengembangan guru Madrasah Aliyah (MA), diuraikan sebagai berikut:

1) Rata-rata Kepala Madrasah dalam memanfaatkan sumber dana milik Madrasah Aliyah (MA) mempunyai skor rata-rata yang baik Hal tersebut berarti Kepala Madrasah sering memanfaatkan sumber dana milik Madrasah Aliyah (MA) dengan baik, walaupun dalam kenyataannya sumber dana yang dimiliki oleh beberapa Madrasah Aliyah (MA) sangat minim, hal tersebut berdampak pula kepada penyediaan fasilitas yang seadanya.

2) Rata-rata Kepala Madrasah dalam memanfaatkan sarana dan prasarana Madrasah Aliyah (MA) secara optimal mempunyai skor rata-rata yang baik. Hal tersebut manggambarkan bahwa Kepala Madrasah sering memanfaatkan sarana dan prasarana yang telah tersedia secara optimal sebagai penunjang pembelajaran anak didik dengan baik.

3) Rata-rata Kepala Madrasah dalam merencanakan pengadaan sarana yang diperlukan mempunyai skor rata-rata yang sangat baik. Hal tersebut bararti Kepala Madrasah selalu melakukan perencanaan dalam pengadaan sarana yang diperlukan dalam proses pembelajaran Madrasah Aliyah (MA) dengan sangat baik Kegiatan pengadaan sarana Madrasah Aliyah (MA) dapat dilakukan sesuai dengan perencanaan yang matang. Namun sebelurn sarana Madrasah Aliyah (MA) diadakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, Madrasah Aliyah (MA) (Depdiknas:

2003) yaitu:

(10)

a. Melakukan analisis GBOKB- Madrasah Aliyah (MA) dengan maksud untuk mengetahui hubungan antara kemampuan-kemampuan yang akan dicapai, jenis kegiatan yang akan dilakukan dan sarana Madrasah Aliyah (MA) yang dibutuhkan.

b. Mencatat sarana yang sudah ada yang masih dapat digunakan.

c. Mencatat sarana yang belum ada dan diperlukan untuk melaksanakan KBM.

d. Merencanakan pengadaan sarana Madrasah Aliyah (MA) yang akan digunakan dengan membeli, membuat sendiri, memanfaatkan lingkungan atau mengembangkan sarana yang telah ada di Madrasah Aliyah (MA), dengan mempertimbangkan dana yang tersedia.

4) Rata-rata Kepala Madrasah dalam merawat sarana dan prasarana yang ada di Madrasah Aliyah (MA) mempunyai skor rata-rata yang sangat baik. Hal tersebut berarti Kepala Madrasah selalu merawat sarana dan prasarana yang ada dengan sangat baik.

5) Rata-rata Kepala Madrasah dalam memanfaatkan sumber daya manusia secara optimal mempunyai skor rata-rata yang sangat baik. Hal tersebut menggambarkan bahwa Kepala Madrasah selalu memanfaatkan sumber daya manusia yang ada pada organisasi Madrasah Aliyah (MA) secara optimal.

6) Rata-rata Kepala Madrasah dalam usaha pengembangan guru Madrasah Aliyah (MA) mempunyai skor rata-rata yang sangat baik. Hal tersebut menggambarkan bahwa Kepala Madrasah selalu berusaha untuk mengadakan pengembangan kompetensi guru Madrasah Aliyah (MA). Program pembinaan dan pengembangan guru tersebut, disusun sedemikian rupa sehingga setiap pelaksanaan pembinaan mempunyai dampak yang positif bagi guru dalam meningkatkan kemampuannya yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar.

2. Gambaran Kinerja Guru Sekolah Dasar di 3 Madrasah Aliyah (MA) Binaan

Berdasarkan hasil penelitian, menunjukan bahwa skor rata-rata untuk variabel Y (Kinerja Guru) adalah sebesar 3,09. Hal ini menunjukan bahwa kinerja Guru di 3 Madrasah Aliyah (MA) binaan berada dalam kategori sangat baik. Adapun kecenderungan umum dari tiap-tiap aspek variabel Kinerja Guru di 3 Madrasah Aliyah (MA) binaan akan diuraikan sebagai berikut:

a. Aspek Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran

Aspek kompetensi pengelolaan pembelajaran mempunyai skor rata-rata yang sangat baik. Untuk indikatornya meliputi penyusunan rencana pembelajaran, pelaksanaan interaksi belajar, penilaian prestasi belajar peserta didik dan pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian belajar peserta didik, dirinci sebagai berikut:

1) Rata-rata kompetensi pengelolaan pembelajaran dalam penyusunan rencana pembelajaran berada dalam kategori sangat baik. Hal tersebut menujukan bahwa para guru selalu menyusun rencana pembelajaran dengan sangat baik. Perencanaan kegiatun belajar mengajar meliputi: a) perencanaan tahunan, b) perencanaan semester, dan c) perencanaan yang diruangkan dalam bentuk satuan kegiatan mingguan dan harian.

2) Rata-rata kompetensi pengelolaan pembelajaran dalam pelaksanaan interaksi belajar ada pada kategori sangat baik. Hal tersebut menunjukan bahwa para guru Madrasah Aliyah (MA) selalu melaksanakan interaksi belajar dengan anak didik dengan sangat baik.

3) Rata-rata kompetensi pengelolaan pembelajaran dalam penilaian prestasi belajar peserta didik ada pada kategori baik. Hal tersebut menunjukan bahwa para guru Madrasah Aliyah (MA) sering melakukan penilaian terhadap prestasi belajar peserta didik dengan baik. Guru melaksanakan penilaian mengacu pada kemampuan yang hendak dicapai dalam satu kesatuan kegiatan yang direncanakan dalam tahapan waktu tertentu dengan memperhatikan prinsip penilaian yang telah ditentukan. Penilaian tersebut dilakukan bersama-sama dengan kegiatan belajar mengajar. Jadi kegiatan penialaian tidak harus secara khusus dibuat, tetapi ketika kegiatan belajar dan bermain berlangsung guru dapat sekaligus melakukan penilaian.

4) Rata-rata kompetensi pengelolaan pembelajaran dalam pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian belajar peserta didik berada dalam kategori sangat baik. Hal terebut menunjukan bahwa para guru Madrasah Aliyah (MA) selalu melaksanakan usaha tindak lanjut terhadap hasil penilaian belajar peserta didik dengan sangat baik. Pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian belajar ini memberikan umpan balik kepada para guru dan kepala Madrasah Aliyah (MA), sehingga atas dasar umpan balik tersebut, dapat dilakukan usaha perbaikan.

(11)

b. Aspek Kompetensi Pengembangan dan Pembinaan Guru Madrasah Aliyah (MA)

Aspek kompetensi pengembangan dan pembinaan guru Madrasah Aliyah (MA), mempunyai skor rata-rata yang sangat baik. Untuk indikatornya mengikuti penataran-penataran, supervisi oleh pejabat terkait, dan pembinaan serta pengembangan individual, diuraikan sebagai berikut:

1) Rata-rata kompetensi pengembangan dan pembinaan guru Madrasah Aliyah (MA) dalam mengikuti penataran-penataran berada dalam kategori sangat baik. Hal tersebut menunjukan bahwa para guru selalu ingin mengikuti penataran-penataran yang menunjang profesi pekerjaannya dengan sangat baik. Pengembangan dan pembinaan guru Madrasah Aliyah (MA) bertujuan agar para guru sebagai pelaksana bimbingan memiliki kompetensi, yaitu: a) menguasai pengetahuan dasar konseptual tentang bimbingan beserta ilmu-ilmu penunjangnya. b) memiliki keterampilanketerampilan yang diperlukan bagi pelaksanaan layanan bimbingan di sekolah.

2) Rata-rata kompetensi pengembangan dan pembinaan guru Madrasah Aliyah (MA) dalam supervisi oleh pejabat terkait berada dalam kategori sangat baik. Hal tersebut menunjukan bahwa para guru selalu di supervisi oleh pejabat terkait dengan sangat baik.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjamin terlaksananya proses pembelajaran/layanan bimbingan secara tepat. Hal tersebut juga dilakukan untuk memantau, menilai, memperbaiki, meningkatkan dan mengembangkan proses pembelajaran layanan bimbingan anak didik.

3) Rata-rata kompetensi pengembangan dan pembinaan guru Madrasah Aliyah (MA) dalam pembinaan dan pengembangan individual berada dalam kategori sangat baik. Hal tersebut menunjukan bahwa para guru selalu mengikuti pembinaan dan pengembangan individu dengan sangat baik. Program pembinaan dan pengembangan tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga setiap kegiatan pembinaan mempunyai dampak positif bagi para guru yang bersangkutan.

c. Aspek Kompetensi Penguasaan Akademik

Aspek kompetensi penguasaan akademik mempunyai skor rata-rata yang sangat baik, yaitu sebesar 3,28. Untuk indikatornya memberikan pemahaman wawasan kependidikan dan penguasaan bahan kajian akademik, diuraikan sebagai berikut:

1) Rata-rata kompetensi penguasaan akademik dalam pemahaman wawasan kependidikan berada dalam kategori sangat baik. Hal tersebut menunjukan bahwa para guru selalu menggunakan wawasan kependidikannya dalam menghadapi anak didik dengan sangat baik.

2) Rata-rata kompetensi penguasaan akademik dalam penguasaan bahan kajian akademik berada dalam kategori sangat baik. Hal tersebut menunjukan bahwa para guru selalu menguasai bahan kajian akademik dengan sangat baik.

d. Aspek Kompetensi Pemberian Layanan Bimbingan Pribadi Sosial kepada Siswa.

Aspek kompetensi pemberian layanan bimbingan pribadi sosial kepada siswa mempunyai skor rata-rata yang sangat baik yaitu sebesar 3.42. Untuk indikatornya pelayanan pengumpulan data anak, pelayanan informasi, pelayanan konseling dan pelayanan penempatan serta pelayanan tindak lanjut, diuraikan sebagai berikut:

1) Rata-rata kompetensi pemberian layanan pengumpulan data anak berada dalam kategori sangat baik. Hal tersebut menunjukan bahwa Para guru selalu mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan pribadi siswa dengan sangat baik. Pelayanan pengumpulan data tersebut merupakan usaha untuk mengumpulkan data selengkap mungkin mengenai segala aspek kepribadian dan kehidupan anak Madrasah Aliyah (MA) dan keluarga.

2) Rata-rata kompetensi pemberian layanan informasi berada dalam kategori sangat baik. Hal tersebut menunjukan bahwa para guru selalu memberikan informasi yang berkaitan dengan kepentingan anak didik dengan sangat baik. Pelayanan informasi tersebut bertujuan untuk menyajikan informasi yang diperlukan oleh anak, orang tua, dan kepala Madrasah Aliyah (MA) atau lembaga lain yang memerlukannya. Informasi tersebut meliputi: a) Informasi pendidikan, b) Informasi sosial dan c) Informasi media pendidikan.

3) Rata-rata kompetensi pemberian layanan konseling berada dalam kategori sangat baik. Hal tersebut menunjukan bahwa para guru selalu memberikan layanan konseling kepada setiap siswa di 3 Madrasah Aliyah (MA) Binaan dengan sangat baik. Tujuan diadakannya konseling ialah untuk memberi bantuan yang intensif dalam membina kemampuan, bakat, minat dan dapat memecahkan kesulitan dan kelainan khusus yang dihadapinya.

(12)

4) Rata-rata kompetensi pemberian layanan penempatan berada dalam kategori sangat baik. Hal tesebut menunjukan bahwa para guru selalu memberikan pelayanan tentang penempatan anak dalam jenjang pendidikan selanjutnya dengan sangat baik. Pelayanan penempatan tersebut dimaksudkan untuk menempatkan anak didik dalam kelompok sesuai dengan bakat dan minatnya.

Mengingat sasaran program bimbingan di Madrasah Aliyah (MA) adalah anak-anak yang masih sangat muda, maka pelayanan ini hanya terbatas pada saran-saran kepada orang tua.

5) Rata-rata kompetensi pemberian layanan tindak lanjut berada dalam kategori sangat baik. Hal tersebut menunjukan bahwa para guru memberikan tindak lanjut atas semua hasil evaluasi anak didik dengan sangat baik. Pelayanan tindak lanjut ini ditujukan kepada mereka yang telah mendapat pelayanan dari program bimbingan. Metode yang digunakan dalam pelayanan tindak lanjut ini, harus dibedakan antara anak yang sudah berhasil dengan anak yang belum sepenuhnya berhasil.

3. Kontribusi Kinerja Manajerial Kepala Madrasah terhadap Kinerja Guru di 3 Madrasah Aliyah (MA) Binaan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel X (kinerja menejerial administrasi sekolah Kepala Madrasah) secara signifikan berpengaruh terhadap variabel Y (kinerja guru dalam mengajar). Hal ini ditandai dengan perolehan angka korelasi sebesar 0,21, dimana angka tersebut berdasarkan kriteria yang dikemukakan oleh Sugiyono (2004) termasuk dalam kateori rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang lemah dengan arah positif antara kinerja menejerial administrasi sekolah Kepala Madrasah (variabel X) dengan kinerja guru dalam mengajar di 3 Madrasah Aliyah (MA) binaan.

Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Kinerja Manajerial administrasi sekolah oleh Kepala Madrasah dengan Kinerja Guru dalam mengajar di 3 Madrasah Aliyah (MA) binaan penulis.

5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan

Berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh dari hasil pengolahan dan analisis data penelitian ini, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Kinerja Manajerial administrasi sekolah oleh Kepala Madrasah di 3 Madrasah Aliyah (MA) binaan penulis termasuk dalam kategori sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan dengan menggunakan teknik Weighted Means Score (WMS) dengan nilai rata-rata baik. Hal ini berarti bahwa kinerja menejerial administrasi sekolah oleh kepala di 3 Madrasah Aliyah (MA) binaan penulis dalam keadaan yang baik, kondisi ini terlihat dan indikator-indikator kinerja kepala Madrasah Aliyah (MA) yang mempunyai kecenderungan positif, yaitu: sudah dapat merumuskan visi dan misi Madrasah Aliyah (MA), merumuskan program tahunan, merumuskan program semester dan mempunyai mekanisme evaluasi pelaksanaan program secara sistematis.

2. Kinerja Guru dalam mengajarpun juga termasuk dalam kategori sangat baik. Hal ini terlihat pada hasil perhitungan dengan menggunakan Weighted Means Score (WMS) menunjukkan nilai rata- rata baik. Artinya, kinerja yang ditunjukan oleh para Guru di 3 Madrasah Aliyah (MA) binaan penulis sangat baik.

5.2. Saran

Berdasarkan hasil temuan penelitian, maka pada kesempatan kali ini peneliti akan mengemukakan beberapa saran kepada pihak-pihak yang terkait dalam penelitian ini. Guru-guru di 3 Madrasah Aliyah (MA) binaan penulis sebagai pendidik yang langsung berhubungan dengan anak didik, alangkah baiknya jika setiap guru mampu memahami bagaimana melakukan pengelolaan pembelajaran secara menyenangkan tetapi tidak terlepas dari unsur pendidikannya. Oleh karena itu hendaknya para pendidik senantiasa melakukan usaha pengembangan kompetensi akademik, seperti mengikuti seminar, lokakarya, atau mencari informasi mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan proses pembelajaran di Madrasah Aliyah (MA) baik melalui media elektronik maupun media masa. Dengan demikian para pendidik diharapkan mampu mengetahui dengan jelas apa saja yang menjadi kebutuhan anak didiknya di lingkungan tempat dia mengajar.

(13)

6. DAFTAR PUSTAKA

[1] Agus Tulus. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Airlangga.

[2] Akdon, (2002). Identifikasi Faktor-Faktor Kemampuan Manajerial Yang Diperlukan Dalam Implementasi School Based Management (SBM) Dan Implikasinya Terhadap Program Pembinaan Kepala Madrasah. Bandung: Jumai Adpend UPI.

[3] Ali, M. (2004). Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung: ANGKASA

[4] Arifin, E. ( 2003). Dasar-Dasar Penulisan Karangan llmiah. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

[5] Arikunto, S. (2002), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta.

[6] Depdiknas. (2003). Program Kegiatan Belajar di Sekolah Dasar. Jakarta.

[7] Margono, S. (2004). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

[8] Mulyasa, E. (2003), Menjadi Kepala Madrasah Profesional dalam Konteks Menyukseskan Manajemen Berbasis Sekolah dan Kurikulum Berbasis Kompetensi, Bandung: PT. Remaja Nakarya.

[9] Oteng Sutisna. (1983). Administrasi Pendidikan: Dasar Teoritis untuk Praktek Profesional.

Bandung: Angkasa.

[10] Santoso, S. (2002). Pendidikan di Sekolah Dasar. Jakarta: Citra Pendidikan.

[11] Solehuddin, M. (2000). Konsep Casar Pendidikan Prasekolah. Bandung: Fakultas Ilmu Pendidikan UPI.

[12] Subino. (2001). Bimbingan, Rancangan, Pelaksanaan, Analitik dan Penulisan. Bandung: ABA Yapari.

[13] Sudjana, N. (1991). Tuntunan Penuhsan Karya llmiah. Bandung: Sinar Baru.

[14] Sugiarto, D.S. (2000). Metode Statistik Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

[15] Sugiyono. (1997). Statistik Untuk Penelitian. Bandung: ALFABETA.

[16] ________. (2002). Metode Penelitian Administrasi. Bandung: ALFABETA.

[17] ________. (2003). Metode Penelitian Administrasi. Bandung: IKAPI.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian diperoleh persepsi guru mengenai kepemimpinan kepala madrasah saat ini berkategori cukup baik (46,43%), iklim organisasi berkategori baik (50,00%), dan kinerja

Data hasil penelitian yang penulis lakukan implementasi supervisi akademik kepala sekolah dalam manajemen kelas belum optimal namun sudah cukup baik, Perencanaan,

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan ketiga guru kelas, kepala sekolah dapat dilihat sudah melaksanakan supervisi dalam pelaksanaan program kerja guru di MTsN 2 Banda

Artikel ini bertujuan untuk melihat strategi kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Gorontalo,

Kepala sekolah merupakan jabatan tertinggi di sekolah selain sebagai pemimpin juga sebagai supervisor.Peran supervisi Kepala Sekolah sangat penting dalam sebuah

Seharusnya kemenag tidak terlalu banyak memberikan tugas kepada kepala sekolah supaya kepala sekolah bisa melaksanakan semua perannya disekolah, dengan tujuan kepala sekolah bisa

Jurnal Pendidikan Tambusai 9995 Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Interaksi Sosial terhadap Kompetensi Supervisi Kepala Madrasah Aliyah Se-Kabupaten Kampar Ismail1, Hasnah

Perencanaan Supervisi Klinis Kepala Sekolah dalam Pembinaan Kinerja Guru di SMAN 12 Banda Aceh Berdasarkan hasil observasi dan wawancara kepala sekolah SMAN 12 Banda Aceh bahwa dalam