LAPORAN REFLEKSI KASUS
NAMA MAHASISWA : CATHARINA SUHARTTINI
NIM : P07124321101
HARI/ TANGGAL : RABU/ 6 OKTOBER 2021
KASUS : IMUNISASI PENTABIO DAN IPV SERTA DETEKSI
DINI PERTUMBUHAN
1. Deskripsi
Bayi A usia 2 bulan datang ke Puskesmas Tempel II untuk melakukan imunisasi Pentabio dan IPV serta menanyakan perkembangan anaknya sesuai dengan usianya. Datang pada hari Rabu, 6 Oktober 2021 pada pukul 10.00 WIB. Bayi A masuk ke ruang periksa, kemudian dilakukan anamnesa. Berdasarkan pengkajian Riwayat penyakit sekarang Ibu mengatakan anak/keluarga tidak pernah menderita penyakit seperti TBC, Hepatitis B, DM, jantung, dll.
Riwayat prenatal dan perinatal Bayi A lahir pada usia kehamilan 36 minggu 6 hari secara SC ditolong oleh dokter di RSU Sakinah Idaman, BB lahir 2450 gram, TB lahir 49 cm LK 32 cm LILA 10 cm dengan komplikasi ibu. Riwayat spasing 18 bulan dengan hasil pengukuran ketebalan lahir 0,9 cm dan ibu merasakan kesakitan diarea abdomen, sehingga dilakukan SC segera. Bayi lahir dengan keadaan premature. Riwayat imunisasi Vit K dan HB0 tanggal 10- 8-2021 dan BCG 1-9-2021. Riwayat pemberian nutrisi ASI setiap 2 jam lama menyusu 15-30 menit. Tidak ada Riwayat alergi pada Bayi A. pemeriksaan umum KU: Baik, kesadaran composmentis, N: 140x/menit, R: 48 x/menit, S: 36,6 0C, BB: 4,6 kg, PB: 55 cm, LK 38 cm, LILA 13 cm. Pemeriksaan fisik postur, tonus, dan aktivitas: posisi tungkai dan lengan fleksi, bergerak aktif. Kepala ubun-ubun: tidak bengkak, belum menutup, hematom tidak ada, simetris, rambut: bersih, mata: simetris konjungtiva merah muda, sclera putih, tidak ada secret, hidung: bersih, sekret tidak ada, pernafasan cuping hidung tidak ada. Mulut: bibir lembab, bibir, gusi, langit-langit utuh dan tidak ada bagian yang terbelah,isapan kuat bayi kuat. Dada: bentuk simetris, tidak ada tarikan dinding dada. Abdomen: perut bayi datar, gerakan sesuai irama nafas. Ekstrimitas :gerak aktif dan simetris.Yang menarik dari kasus tersebut adalah:
a. Apa saja faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang pada Bayi A?
b. Bagaimana dampak late preterm pada pertumbuhan Bayi A?
c. Bagaimana cara menstimulasi pertumbuhan late preterm pada Bayi A?
2. Emosi Pribadi terhadap Kasus
Saya puas dapat melakukan pemeriksaan pada Bayi A dan memberikan edukasi sehingga memberikan KIE pada Bayi A.
3. Evaluasi
Mampu melakukan pemeriksaan terhadap Bayi A sehingga ibu pasien mampu mengungkapkan keluhan dan perasaan yang ada sehingga permasalahan bisa diketahui.
Dengan demikian diharapkan permasalahan dapat ditangani sebaik-baiknya.
4. Analisis
Perlu dibuat grup ibu yang memiliki bayi dalam social media, agar sesame ibu dapat berbagi pengalaman yang dialami selama menstimulasi bayinya dan mengingatkan jadwal imunisasi.
5. Kesimpulan
Asuhan kebidanan yang diberikan sudah cukup lengkap meliputi edukasi, solusi, dan pemberian terapi obat untuk meminimalisir KIPI.
6. Tindak Lanjut
Perlu memaukkan pengetahuan tentang stimulasi tumbuh kembang dan imunisasi kepada kelompok diskusi ibu yang memiliki bayi di sosial media selama pandemic Covid- 19 ini.
Pembimbing klinik Pembimbing Akademik Mahasiswa,
Merry Juwita, S.ST
Nanik Setyawati, SST., M.Kes Catharina Suhartini