ISSN 14 12 -3525
, .
' . nd . . . : } ~ ~ ~roceedinu· .
:INational . lndustrial Engineering Conference ·
lldiSirill Ellileeri• ill Cllllelilile lid lllnleltess 11lld :
... ...,. . =--==
.. J .
-'Y'~~. .
{"~_;, 2"d National Industrial Engineering Conference
DAFTARISI
Identitlkasi Variabei-Variabel Dominan Yang Mempengarubi Performansi 001 Industri Kecil Konveksi (Penelitian Survey Di Bukittinggi)
Muhibbullah Azfa Manik, Imelda Susanti, Dedi Arman
Prosedur Multi Objektif untuk Keputusan Pemilihan Formasi Sel Manufaktur
008 Rika Ampuh Hadiguna, MochanunadHatta
Holistic Ergonomic Design as a Strategy To Integrate Occupational Health -
017Safety System Management Into the Enterprise Management System
Adnyana Manuaba
Feasibility Study Approach for Information Technology Investments
023 Benny LiantoAnaUsis Kesenjangan Kualitas Pelayanan Jasa Grage Transport Dengan 029 Menggunakan Metode Servqual Dan
Importance-PerformanceAnalysis
(Studi Banding dengan Mitra Transport)
Melina Hermawan, Yenni M. Djajalaksana, Devi Then
Implementasi
CCC-r Chartpada lndustri Keramik di P.T. Platinum Ceramics
043Industry Ltd.
Jani Rahardjo, Felecia, dan Herman Kustiawan
Aplikasi AHP Dalam Penentuan Bobot Kelayakan Peningkatan Keandalan
055Mesin Sebagai Dasar Optimasi Alokasi Keandalan
Denny Aryo
Integrating TQM With Market-Based Learning Organization Approach in
064Educational Setting
Tatik Suryani,Djuwari
Penerapan Metode Besafe Untuk Analisis Keamanan Peralatan Bermain Di Tk
074Widya Merti
(X)Markus Hartono, Arie Kismanto, Lim Febri
Perancangan Peta Kendali Proses Yang Ekonomis Deugau Memperhatikan 086 Program Perawatan Preventif
Dina Natalia Prayogo
Perancangan Sistem lnformasi Manajemen di Perusahaan Tabu Budi
095Purnomo, Surabaya
Lina Kristiana, Lisa Mardiono, Jerry Agus
Optimasi Penggunaan PLC Penggerak Tangan Robot Dengan
Flag BiJ 108 Wiyono, Musabbikhab, Slamet Pambudi~~
~2nd National Industrial Engineering Conference
Penentuan Prioritas Program Pelatihan dengan Menggunakan Metoda
119 Training Function Deployment (Studi Kasus Bagian Pengembangan Karir danDiklat
diPT. BANK JABAR)
Hendang Setyo Rukmi, Nurhayati Ma'mun Tunggal Mardiono, dan Eviarty Mutia Kania
Analisis Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Produktivitas Kerja
131Penjahit Tas Dengan Pendekatan Fungsi Produksi
Coo~Douglas ( Studi Kasus: Sentra Kerajinan Tas Kelurahan Trate Kab. Gresik) Eko Budi Leksono dan Irawan Tonnudi
Integrasi SWOT, Balanced Scorecard, dan QFD sebagai AJternatif
142Pengukuran Kinerja Perbankan
Denny Aryo, Lisa Mardiono, dan Daniel Arga S.
lntegrasi
Internal dan Eksternal dalam Network Collaborative Enterprise 155 Joniarto ParungAnalisis Postural Stress Pada Pekerja Bangunan Dengan Mcnggunakan 161
MetodeOWAS
Hendra Harsanto, Bambang Tjitro S, Anton Tjahyoanggoro
Pengurangan Downtime Mcsin Di PT.
XDengan Perancangan Agitector Pada
172 Hopper MesinPuspo Utomo
Perbaikan Metode Dan Peralatan Kerja Dengan Pendekatan Ergonomi Di
181lndustri Petis Udang "Pattimura"
Markus Hartono ,Sritomo W, Melinda
Sistem Produksi Bersih: Suatu AJternatif Bagi Perusahaan yang Ramah 190 Llngkungan
Bayu Airlangga Putra
Pemberdayaan Tim Kerja Dalam
TQMMelalui Kepemimpinan
201 TTansformasional Yang Menstimulasi Kecerdasan EmosionalTatik Suryani dan Bagus Suminar
Penerapan Metode P-C-P untuk MenJngkatkan Kualitas Layanan: Studi Kasus 210 di
Restoran Ayam Goreng Mama Surabaya
Theresia Pawitra dan Rosita Meitha
Service Quality in Higher Education: Developing Quality Education through 219 s.tisfaction
Yudl Sutarso
US1llan Perbalkan Konsep Rancangan Kursi Kuliab Yang Ergonomis (Kasus: 231
Badan Pengelola Lingkungan Kampus Yayasan Gunadarma) Yi.S'o'llcrahman Nuril dan Rakhma Oktavina
- ~
~
2nd National Industrial Engineering ConferenceOptimasi Penjadwalan
KasirBatu Plaza
242Evy Herowati
Penentuan Jumlah Teller yang Optimal dengan Menggunakan Teori Antrian
254 Dwi Sulisworo, Indah PratiwiQuality Function Deployment untuk Perbaikan Kualitas Pelayanan Jasa
263Pengiri:man Paket Pos
Dwi SuJisworo dan Endah Utami
Implementasi Quality Function Deployment untuk Perancangan Produk Kursi
274Bambu dengan Evaluasi Ergonomi Antropometri dan Biomekanik
Sritomo Wignjosoebroto, I wan Van any dan A.A. Alit Triadi
lmplikasi Electronic Data Interchange (EDI) terhadap Kinerja Pengiriman 286
Brigita Meylianti S.Perancangan Sistem Pengaturan Rute: Studi Kasus di Sebuah Ekspedisi
297 Amelia, Rosita Meitba dan Guruh IndiartoFormulating a Mixed Integer Programming Model to Solve Multiple Machine 308 Plant Location Problems
Stefanus Soegiharto
Analisis Pengaruh Antar Faktor Pada Manajemen Produksi Dengan Modified
319Nested Model dan SWOT Analysis Sebagai Input Pada Perencanaan Strategi
Perusahaan Lisa Mardiono
Perancangan Posisi Kerja dan Alat bantu Kerja dengan Menggunakan Analisis
335Biomekanik (Studi
kasusdi industri Kopi Bubuk)
Jerry Agus Arlianto, Budi Gautama P, Elo Liliana
Analisis Ekultas Merck
&Ekuitas Pelanggan Pada Consumer Goods
347 Rosita Meitba, Theresia Pawitra, Sofianti, SituarnyAnalysis of Quantity Discount Model from both Seller's and Buyer's Point-of-
357View
Setiadi Lesmana
CNC Retrofitting And Rebuilding Machine Tools (Tbe IE-ITB Experience)
368 Satria DarsaData Envelopment Analysis: lnstrumen Alternatif Pengukuran Tingkat
371Efisiensi Unit-Unit Usaha
Barnbang Budiarto
lmplementasi "Culture Print Building" Dalam Upaya lnternalisasi Nilai-NUai
381Dasar Budaya Organisasi: Studi Kasus pada PT "X" di Surabaya
Drs.ec. Johny Rusdiyanto, MM
'4\...
,y-.,. 2"d National Industrial Engineering Conference
Design of Cellular Manufacturing Systems with Manual Materials Lifting Consideration
Setiadi Lesrnana
Designing the Framework of Measurement System for Multidimensional Performance in Modern Organisation
Elkana Timothy Yoe
390
403
~~
~~ 21d National Industrial Engineering ConferencePerancangan Peta Kendall Proses Yang Ekonomi s Dengan Memperbatikan Program Perawatan Preventif
Dina Natalia Prayogo
Jurusan Teknik.lndustri - FakuJtas Teknik Universitas Surabaya
E-mail: us6144laN.rolf.ubaya.ac.id Abstrak
Perancangan peta kendali kualitas proses sangat dipengaruhi oleh pergeseran mean dan variabilitas yang terjadi dalam proses produksi. Umumnya, pergeseran proses tersebut disebabkan o/eh keausan atau umur dari peralatan produksi. Hal ini meo/ebabkan lama waktu proses dalam kondisi terkendali akan mengikuti distribusi yang terkait dengan /aju kerusakan. Penyebab variansi proses yang terdeteksi ini seharusnya dapat diidenti.fikasi dan dieliminasi dengan menggunakan pet a kendali.
Penggunaan petl kendali variabel,
x
danS
2, atau,x
dan R, untuk memonitor mean dan variabilitas proses produksi akan menghasilkan proses yang terkendali dengan baik Namun, terdapat kelemahan da/am penerapan kombinasi dari peta kendalix
dan R, terutama untuk ukuran sampel yang cukup besar Penelitian terakhir banyak membahas perancangan peta kendali yang ekonomis untuk waktu pergeseran proses yang mengikuti distribusi eksponential, akibat laju kegagalan fasilitas produksi yang konstan. Namun, da/am perancangan peta kenda/i tersebut belum mempertimbangkan program perawatan preventif dari peralatan yang umumnya memi/iki mekanisme kegagalan non-eksponential atau laju kerusakan yang meningkat, seiring dengan pertambahan umur pakai pera/atan tersebut.Pada makalah ini akan dibahas perancangan peta kenda/i proses,
x
danS
2, dengan memperhitungkan kebijakan perawatan preventifyang dilal .. :ukan dalam proses produksi. Di samping itu dibahas pula ana/isis sensitivitas ekspektasi total biaya dalam menjalankan program perawatan preventif terhadap perubahan besarnya pergeseran mean dan varians proses yang diakbatkan oleh kegagalan dari fasilitas produksi. Hasil pene/itian menunjukkan bahwa dibandingkan kebijakan perawatan preventif non-periodik, kebijakan perawatan preventif secara periodik menghasilkan total biaya yang /ebih rendah me/a lui perancangan parameter peta kendali proses yang ekonomis.Kata kuncl: peta kendali, pergeseran proses, perawatan preventif.
1. Pendabuluan
Pengendalian kualitas proses produksi sangat diperlukan untuk menghasilkan kualitas produk sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan. Salah satu alat yang cukup efektif adalah peta kendali. Perancangan peta kendali kualitas proses sangat dipengaruhi oleb pergeseran mean dan variabilitas yang tetjadi dalam proses produksi. Umumnya, pergeseran proses tersebut disebabkan oleb keausan atau umur dari peralatan produksi. Hal iru menyebabkan lama waktu proses dalam kondisi terkendali akan mengikuti distribusi yang terkait dengan laju kerusakan yang meningkat.
Penggunaan peta kendali variabel,
x
danS
2, atau, .\: dan R , untuk memonitor mean dan variabilitas proses produksi akan menghasilkan proses yang terkendali dengan baik (Duncan, 1986). Jika mean proses bergeser oleh karena penyebab yang terdeteksi, maka umumnya varians proses juga akan terpengaruh. Hal ini tampak pada interpretasi dari peta kendaliS
2 atau R yang didasarkan pada peta kendali ."C • Namun, terdapat kelemahan dalam~ ~
~ t'd National Industrial Engineering Conference
penerapan k>mbinasi dari peta kendall
x
dan R , terutama untuk ukuran sampel yang cukup besar (lebih dari 5 unit).PeneUtian terakhir banyak membahas perancangan peta kendali yang ekonomis untuk waktu pergeseran proses yang mengikuti distribusi eksponential, akibat laju kegagalan fasilitas produksi yang konstan (Ho and Case, 1994). Di samping itu, Chung and Vhen, 1993, telah mengemukakan dua algoritma untuk perancangan parameter peta kendali
x
dan R , dimana waktu terjadinya pergeseran proses mengikuti distribusi Exponential. Namun. dalam perancangan peta kendali tersebut belum mempertimbangkan program perawatan preventif dari peralatan dengan yang umumnya memiliki mekanisme kegagt.lan non-eksponential atau laju kerusakan yang meningkat, seiring dengan pertambahan umur pakai peralatan tersebut Karena semakin tinggi tingkat keausan peralatan, maka semakin besar pula kemungkinan terjadinya kegagalan sistem tersebut. Penyebab variansi proses yang terdeteksi, yang dapat terjadi dalam proses produksi seharusnya dapat diidentifikasi dan dieliminasi dengan menggunakan peta kendali. Huang and Chiu, 1995, mengombinasikan penentuan kuantitas produksi yang ekonomis dengan perawatan preventif, tetapi tidak membahas perancangan peta kendali dalam kaitannya dengan tetjadinya pergeseran proses produksi.Pada makalah ini akan dibahas perancangan peta kendall proses,
x
danS
2 , dengan memperhitungkan keb9akan perawatan preventif yang dilakukan dalam proses produksi.Program perawatan preventif dapat dilakukan melalui penggantian komponen, penggantian pelumas, atau pengaturan fasilitas produksi yang perlu dilakukan sebelum tetjadi kegagalan.
Hal ini peril dilakukan untuk meningkatkan keterandalan sistem dalam jangka panjang yang dipandang lebih efiSien dibandingkan dengan perbaikan yang baru dilakukan setelah terjadi kerusakan. Di samping itu dibahas pula analisis sensitivitas terhadap ekspektasi total oaya dalam menjalankan program perawatan preventif terhadap perubahan besamya pergeseran mean dan varians proses yang diakibatkan oleh kegagalan dari fasilitas produksi.
Penulisan makalah ini disusun sebagai berikut. Pada bagian berikut dibahas pengembangan model perancangan peta kendall yang ekonomis dengan memperhitungkan program perawatan preventif yang terkait dengan distribusi laju kerusakan fasilitas produksi.
Selanjutnya penerapan model diillustrasikan dalam contoh numerik beserta pembahasan analisis sensitivitas ekspektasi total biaya terhadap perubahan besamya pergeseran mean dan varians proses.
2. PENGEMBANGAN MODEL
Perancangan peta kendali yang ekonomis memperhatikan program perawatan preventif dalam sistem produksi. Ada 2 (dua) hal yang mendcrong pihak perusahaan untuk menjalankan program perawatan preventif, yaitu:
a. Perawatan preventif dapat mencegah sistem dari keausan atau kerusakan.
b. Untuk mencapai keunggulan bersaing dan meningkatkan profit, maka perlu dilakukan usaha untukmeminimalkan total biaya melalui pengurangan frekuensi tetjadinya pergeseran proses serta memperpanjang lama waktu proses dalam kondisi terkendali. Hal ini dapat dicapai jika keterandalan system ditingkatkan melalui program perawatan preventif.
2.1 Notasi dan Asumsi
Jika E(T) merupakan ekspektasi panjang siklus, yang merupakan interval waktu dari proses produksi dimu1ai sampai teljadinya pergeseran proses akibat kegagalan atau kerusakan, dan
J'~
-f~ 2'1d National Industrial Engineering ConferenceE( C) merupakan ekspektasi total biaya per sik.lus, maka berikut ini akan diturunkan fonnulasi untuk E(T) dan E( C) untuk 2 (dua) kebijakan operasional, yaitu:
a. Kebijakan I: Perawatan preventif non-periodik b. Kebijakan IT: Perawatan preventif periodik
Yang selanjutnya akan dievaluasi ekspektasi total biaya per satuan waktu, E(C)/E( T).
Beberapa asusmsi yang digunakan dalam perancangan peta kendali adalah:
1. Karakteristik kualitas dari basil produksi diasumsikan berdistribusi Normal,
N(p., a
2)2. Texjadinya pergeseran mean proses dengan penyebab terdeteksi dari J.L ke J1
±
8.a
selanjutnyamempengaruhi perubahan varians proses dari
d
ke at, climanaa
12 >a 2• 3. Batas kendali untuk peta kendalix
adalah J1 ± k1. a I.[;,; k
1 ~ 0.Batas kendali atas untuk peta kendali S2 adalah k~a2; k2 ~ 1.
Batas kendali bawah untuk peta kendali S2 adalah 0.
4. Proses diasumsikan mulai dengan kondisi terkendali dengan kualitas yang dapat diterima sesuai dengan spesifikasi. Lama waktu proses dalam kondisi terkendall mengikuti distribusi dengan laju kerusakan meningkat
5. Proses dimonitor melalui pengambilan sampel random sebanyak n unit pada waktu ~ ; j
=l, 2, .... Jika
J;
j = 1, 2, ... , tidak semuanya sama, berarti kebijakan I, perawatan preventif non-periodik yang clijalankan, sebaliknya jika t 1=
'l' , untuk semua j, maka kebijakann,
perawatan preventif perioclik yang dijalankan. Jika proses dalam kondisi terkendali saat ~. maka perawatan preventif dijalankan. Setiap kali dilakukan perawatan preventif, maka biaya yang clikeluaranem.
Biaya perawatanem,
termasuk pengeluaran yang terkait dengan pengaturan atau penggantian komponen untuk skala kecil.Diasumsikan bahwa perawatan tidak dapat mengembalikan proses dari konclisi tidak terkendali ke kondisiterkendali. Jadi biaya perawatan Cm seharusnya tidak lebih mahal dari biaya perbaikan ~.
6. Lama waktu yang cliperlukan untukpengambilan sampel dan plot ke peta kendali
x
danS
2 , dapat diabaikan7. Jika pergeseran proses terdeteksi, maka proses dikembalikan ke konclisi terkendall melalui perbaikan dengan biaya perbaikan Cr
8. Proses produksi dihentikan selama kegiatan pencarian sumber penyebab pergeseran proses yang terdeteksi, implementasi perawatan preventif dan proses perbaikan.
Selanjutnya diformulasikan besarnya probabilitas suatu titik sampel jatuh di luar batas kendali, jika proses dalam kondisi terkendali dan probabilitas terdeteksinya pergeseran proses pada sampel berikutnya dengan peta kendali
x
dan S2 , sebagai berikut:Probabilitas titik sampel jatuh di luar batas peta kendali
x ,
jika proses dalam koodisi terkendali adalah:(1) Jika pergeseran proses terjadi, maka probabilitas akan terdeteksi pada sampel berikutoya dengan peta kendall
x
adalah:Pz = <tJ..8.£a l a. - k
1a /
CYt)+ <A._- 8.J-;,a!
CYt-"'a/
CYt ) (2)Probabilitas titik sampel jatuh di luar batas peta kendall S2 > jika proses dalam kondisi terkendali adalah:
as2
=1-x;_,(n-l)ki
(3)Jika pergeseran proses terjadi, mak:a probabilitas akan terdeteksi pada sampel berikutnya dengan peta kendali S2 adalah
~ 2 =
1-X-
1(n-1)/cid I cf
(4)Jadi probabilitas peta kendall
x
dan/atau S2 mengindikasikan type I error adalalta =a:;
+G s2-ax.as
2 (5)dan probabilitas pergeseran proses terdeteksi pada peta kendall
x
dan/atau S2 adalah:P
=
Px+
Ps2 - PxPs2 (6)Probabilitas pergeseran proses tidak terdeteksi pada sampel berikutnya dengan peta kendali
x
dan/atau S2 adalah:
fJ
=1-PNotasi yang digunakan dalam pengembangan model adalah:
Tcz : ekspektasi waktu pencarian type I error
T,. :
ekspektasi waktu untuk menemukan penyebab pergeseran proses dan perbaikan Tm : ekspektasi waktu perawatan preventifCa : biaya pencarian type I error
cr : biaya menemukan penyebab perges eran proses dan perbaikan em: biaya perawatan preventif
c1 : biaya kualitas per satuan waktu saat proses terkendali
c0 : biaya kualitas per satuan waktu saat proses tidak terkendali c 1 :biaya tetap tiap pengambilan sampel
cv :biaya variabel untuk per unit sampel 2.2 Perancangan Parameter Peta Kendali
(7)
Berikut ini dibahas pengembangan model untuk penentuan parameter peta kendali
x
dan S2 yang dapat meminimumkan ekspektasi total biaya per satuan waktu, E( C)IE(T). Parameter model yang ditentukan adalah:I. Ukuran sample, n, dan waktu pengambilan sampel, 't" •
2. Koefisien batas kendali untuk peta kendali
x
dan S2 , I<! dan k2.3. Probabilitas type I error,
a,
dan probabilitas terdeteksinya pergeseran proses, P.Baik untuk perawatan preventif dengan Kebijakan I dan Kebijakan IT.
Kebijakan 1: Perawatan Preventif non-periodik
Pada kebijakan I, untuk menjarnin bahwa suatu pergeseran proses dapat terjadi daJam suatu interval dari suatu siklus, maka interval pengambilan sampel dapat dinyatakan sebagai berikut:
t
= {8(j}tl;
J
8(-t" )tl =
t; jika j ~ 't"jika IS j S
(f -I)
(8)
Di mana:
()(1) =
1 dan(){J ) =
2,3, ... ;r merupakan deret konvergen, dan-r
adalah bilangan mteger tertentu.Ekspektasi total waktu siklus, E(T) terdiri dari komponen waktu:
l. Ekspektasi waktu proses dalam kondisi terkendali
~
}~
, ':td National Industrial Engineering Conference.. Tj
E(t
1) =='L J t.dF
1(t)
(9);=IT;-1
Dimana: T1
= ft.t;
j=
1,2, ... dan10
= 0.t .. l
2. Ekspektasi waktu pencarian type I error sampai dengan proses dimulai kembali.
oo Tj
E(ta)=a. Ta 'L J(j-l)dF At)
(LO);~tr1_1
3. Ekspektasi waktu untuk perawatan preventif
E(tm) = Tm r f [v -1)+ I k.f3' (1- f3)]dF
1(t)
(11).FITj-1 k=O
4. Ekspektasi waktu mulai terjadi sampai terdeteksinya pergeseran proses
.. Tj
E(ts)= L J L(T
1+.t-t)/3k(l-/3)1F J (t)
(12)}=IT;-I
5. Ekspektasi waktu untuk menemukan penyebab pergeseran dan perbaikan proses
E(tr)= Tr
(13)Jadi ekspektasi total panjang siklus adalah
E(T) = E(t
1)+ E(tJ+ E(tm )+ E(t. , )+ E(tr)
(14) Sedangkan ekspektasi total biaya per siklus, E(C), terdiri dari 6 (enam) komponen biaya, yaitu:1. Ekspektasi biaya pengambilan sampel per siklus
E(C,, )= (c 1 + ncv )E(N)
( 15)Di mana: E(N)
=
ekspektasi frekuensi sampling per siklusE(N) = ~~JJ{j -1)+ 1 ~(k+ 1)/3.t (1- f3)JdFAt)
(16)2. Ekspektasi biaya peroduksi selama proses ter kendali per siklus
.. Tj
E(C
1 )=
c1
E(~)=
c1'L J tdF
1(t)
}=IT;-!
( 17) 3. Ekspektasi biaya pengujian type I error per siklus:
T
E(Ca)=aeaf J(j-1)dF
1(t)
j•l lj ...
(18) 4. Ekspektasi biaya produksiselama proses tidak terkendali per siklus:
E(CJ=
c.,E(T,) = c,~ X[~ (7j,. -1)~• (1- p)}FA1)
( 19)5. Ekspektasi biaya perawatan preventif per siklus:
E(C,.. )= c.,E(M)= c,.. [E(N)-1]
(20)Di mana: E(M)
=
ekspektasi perawatan preventif per siklus, sampling terakhir tidak dilakukan perawatan karena proses diketemukan dalam kondisi tidak terkendali6. Ekspektasi biaya pencarian penyebab dan perbaikan per siklus:
E(C,)=c,
(21)~~ 1'
f~ -;td National Industrial Engineering Conference
Jadi ekspektasi total biaya per siklus adalah:
E(C) = E(C,)+ E(C, )+ E(Ca)+ E(C,)+ E(C,. )+ E(C,)
(22)Kebijakan II: Perawatan prevent
if
periodikEkspektasi total waktu siklus, E(f) terdiri dari komponen waktu:
I. Ekspektasi waktu proses dalam kondisi terkendali
E(t;) = d.B 1(1- ,8) + ll F(t
1 )] (23)2. Ekspektasi waktu pencarian type I error sampai dengan proses dimulai kembali.
E(ta)=a.T
11(1-F(t
1))1F(tJ
(24)3. Ekspektasi waktu untuk perawatan preventif
E(t,.) = T"' (8 1 (1- ,8)+
[1-F(tl )]1 F(tl )}
(25) 4. Ekspektasi waktu untuk menemukan penyebab pergeseran dan perbaikan prosesE(tr)= Tr
(26)Jadi ekspektasi total panjang siklus adalab
E(T)=E(t;)+E(t
11)+E(tJ+E(t,)
(27)Sedangkan ekspektasi total biaya per siklus, E(C), terdiri dari 6 (enam) komponen biaya, yaitu:
l. Ekspektasi biaya pengambilan sampel per siklus
E(C, .) = {(c
1+ ncJf3 1(1- /3)+ 11 F(t
1 )]} (28) 2. Ekspektasi biaya peroduksi selama proses ter kendali per siklusE(C, )~ c,t,(Jli(l- Jl)+ l/ F(t,))-cf,-! F(<)dr ]F(t,)
(29)3. Ekspektasi biaya pengujian type I error per siklus:
E(C
11 )= aC
11[l- F(t
1 ) ] /F(tl)
(30)4. Ekspektasi biaya produksi selama proses tidak terkendali per siklus:
E(C.) ~c+- [ F(<)d< ]F(t,)
(31)5. Ekspektasi biaya perawatan preventif per siklus:
E(C"' )=
c"'{fi l (l- /3)+ [1- F(t
1)]1 F(tl )}
(32)6. Ekspektasi biaya pencarian penyebab dan perbaikan per siklus:
E(CJ=c,
(33)Jadi ekspektasi total biaya per siklus ada1ah:
E(C)= E(CJ+ E(C,)+ E(Ca)+E(CJ+E(C"' )+E(C,)
(34)Oleh karena ekspektasi total biaya per satuan waktu, E(C)/E(T) baik untuk kebijakan perawatan preventif non-periodik maupun perawatan preventif periodik, merupakan fungsi non-linier yang tergantung pada fungsi distribusi dari pergeseran dalam proses produksi, maka penentuan minimasi ekspektasi to1al biaya per satuan waktu dapat dilakukan dengan bantuan software Mathcad.
3. Contob Numerik dan Analisis Basil
Berikut ini diilustrasikan penerapan model peta kendali yang ekonomis dengan memperhatikan kebijakan perawatan preventif dalam sistem produksi, di mana pergeseran proses mengikuti distribusi Weibull, dengan fungsi distribusi:
F(t) =
l-exp(-/.t0 ) ; t > 0, scale parameter, I., dan shape parameter,v .
""~
f"""' ~ ~d National Industrial Engineering ConferenceParameter yang digunakan da1am model:
L. Ekspektasi waktu pencarian type I error, Ta
=
0.5 jam2. Ekspektasi waktu untuk menernukan penyebab pergeseran proses dan perbaikan,
T, = ljam
3. Ekspektasi waktu perawatan preventif,Tm
=
0.75 jam4. Biaya tetap tiap pengambilan sampel, c 1
=
Rp.S.l48,-5. Biaya variabel untuk per unit sample, c.
=
Rp.l.455,50 6. Biaya pencarian type I error, ca=
Rp.l31.040,-7. Biaya menemukan penyebab pergeseran proses dan perbaikan, c,
=
Rp.280.800,- 8. Biaya perawatan preventif, em=
Rp.l77 .840,-9. Biaya kua1itas per satuan waktu saat proses terkendali, c; =Rp.14.040,- l 0. Biaya kualitas per satuan waktu saat proses tidak terkendali, co
=
Rp.224 .640 ,-Di samping itu untuk ule parameter,
A.,
shape parameter,v,
dan mean, J.l dari distribusi Weibull, serta besamya variansi proses awal dan setelah texjadi pergeseran,a ,
dan Oj,seperti ditunjukkan pada Tabel l. berikut ini.
Hasil perentuan ukuran sampel, n, interval perawatan preventif, t~, koefisien batas kendali untuk peta kendali i , dan §, yaitu k1, dan ~, serta minimum ekspektasi total biaya per satuan waktu, E(C)IE(T) untuk Kebijakan I: Perawatan preventif non-periodik dan Kebijakan II: Perawatan preventif periodik ditunjukkan pada Tabel 2 dan Tabel 3 berikut ini.
Tabe1 2. Hasil perhitunj an untuk Kebijak.an 1: Perawatan preventif non-pe riodik No. n {unit) t1 {jam) kl kz E{C)/Em Rp. /jam
I. 13 7.29 2.55 1.28 70.518,24
2. 11 3.93 2.55 1.21 101.827 44
3. 14 13.48 2.63 1.28 48.641 58
4. 14 4.35 2.03 1.13 93.941 64
5. 16 6.89 2.18 1.13 71.604,00
6. 23 32.44 2.10 1.13 31.749 12
7. 7 3.19 2.78 1.51 99.010 08
8. 9 13.14 2.93 1.43 44.516 16
9. 10 25.06 3.00 1.43 31.363 02
Nilai optimal, 't" = 2
.,J-.
~
t'd National Industrial Engineering ConferenceTabe13 H ast pe ttungan '1 rh' un tuk K b"e 1} • aka n Ll : P erawatan prevenll pen ·r 'odik No. n (unit) t1 (jam) k kl E(C)/Em Rp. /jam
l. 14 4.84 2.63 1.21 67.029 30
2. 12 2.71 2.48 1.21 97.224 66
3. 15 8.49 2.70 1.21 46.558,98
4. 16 2.94 1.88 1.13 88.182,90
5. 19 4.54 2.03 1.13 67.015,26
6. 25 18.76 2.10 1.13 30.969 90
7. 8 2.19 2.78 1.43 91.128,96
8. 11 835 3.08 1.36 41.953 86
9. 11 15.12 3.08 1.36 30.101 76
Berdasarkan basil perhltungan yang clitunjukkan pada Tabel 2 dan Tabel 3, tampak bahwa perancangan peta kendali
x,
dan 82, secara signifikan clipengaruhl oleh mean pergeseran proses yang texjadi. Pada kondisi yang sama, dapat disimpulkan bahwa ekspektasi total biaya per satuan waktu, E(C)IE(T), untuk Kebijakan I lebih besar dibandingkan dengan Kebijakan II. Jadi kebijakan perawatan preventif lebih ekonomis dan praktis untuk cliterapkan.Selanjutnya dengan menggunakan Kebijakan perawatan preventif, dilakukan perancangan I:Btas kendall untuk peta kendali i , dan
S,
dengan menggunakan kombinasi nilai pergeseran mean proses,8 ,
dan varians proses setelah terjadi pergeseran, <11 , seperti ditunjukkan pada Tabel 4. rerikut ini.T b a e 14 H as1 per 1tungan untu • ana '1 h' k
r
ISIS·
sens1IIV1tas mo e pa a e d 1 d K bIJ< "ak an II No. 8 Oj n (unit) t1 (jam) k, kl E(C)/E(T) Rp. /jaml. 0.4 1.50 24 8.74 2.03 1.06 49947.30
2. 0.4 2.06 16 8.51 2.78 1.21 46617.48
3. 0.4 2.50 12 835 2.85 1.36 45634.68
4. 0.5 1.50 22 8.76 2.03 1.06 49575.24
5. 0.5 2.06 15 8.49 2.70 1.21 46558.98
6. 0.5 2.50 12 836 2.85 1.36 45604.26
7. 0.6 1.50 23 8.60 1.95 1.13 48997.26
8. 0.6 2.06 15 8.37 2.55 1.28 46491.12
9. 0.6 2.50 12 8.37 2.85 1.36 45566.82 10. 0.8 1.50 20 8.53 1.95 1.21 47967.66
II. 0.8 2.06 14 8.40 2.48 1.28 46261.80 12. 0.8 2.50 12 8.39 2.85 1.36 45484.92 13. 1.0 1.50 17 8.47 2.21 1.28 47043.36 14. 1.0 2.06 13 8.43 2.48 1.28 46025.46 15. 1.0 2.50 II 8.38 2.78 1.36 45381.96
16. 2.0 1.50 8 8.32 2.40 1.81 44614.44
17. 2.0 2.06 9 8.33 2.55 1.58 44829.72
18. 2.0 2.50 8 8.32 2.63 1.51 44981.82
Berdasarkan basil pengujian statistik non-parametrik dengan Kruskal Wallis Test, ditunjukkan bahwa pergeseran mean proses berpengaruh secara significant terhadap ukuran sampel, interval perawatan preventif, penentuan batas kendali untuk peta kendali
5,
dan besarnya minimum ekspektasi total biaya per satuan waktu. Sedangkan besarnya varians proses setelah terjldi pergeseran berpengaruh terhadap seluruh basil kecuali pada batas kendali untuk peta kendall ~- Secara umurn dapat disimpulkan bahwa semakin besar nilai pergeseran mean proses dan varians proses, diperlukan peta kendall dengan batas kendali yang semakin Iebar serta interval untuk melakukan perawatan preventif yang semakin singkat dengan ukuran sampel yang semakin kecil untuk meminimumkan ekspektasi total biaya pe satuan waktu~~
+..,...""'"' t'd National Industrial Engineering Conference4. Kesimpulan
Perancangan peta kendali yang ekonomis dengan memperhatikan kebijakan perawatan preventif telah dikembangkan dalam makalah ini. Berdasarkan hasil penerapan model minimasi ekspektasi total biaya per satuan wak:tu, ditunjukkan bahwa kebijakan perawatan preventif secara periodik lebih baik dibandingkan dengan kebijakan perawatan preventif yang dilakukan non-periodik. Minimasi ekspektasi total biaya per satuan waktu diperoleh dengan interval perawatan preventif yang semakin lama untuk batas kendali dari peta kendali
x ,
dan~ yang semak:in Iebar. Disamping itu besarnya pergeseran mean dan varians proses juga berpengaruh terhadap perancangan peta kendali yang ekonornis. Hal ini mempengaruhi penentuan ukuran sampel, interval untuk melakukan perawatan preventif, dan batas kendali dari peta kendali.
5. Referensi
1. Chung, K.J., and Chen, S.L., 1993, "An algorithm for the detennination of optimal design parameters of joint
x,
dan R control charts", Computers and Industrial Engineerng, Vol.24, No.2, pp. 291- 301.
2. Duncan, A.J., 1986, Quality Control and Industrial Statistics, Fifth Edition, [rwin, Homewood, IL.
3. Ho, C., and Case, K., 1994, "Economic design of control charts: a literature review for 1981- 1991", Journal of Quality Technology, Vol. 26, No. l, pp. 39 -53.
4. Huang, B.S., and Chiu, H.N., 1995, "The quality management of the imperfect production process under two monitoring policies", International journal of Quality and Reliability Management, Vol. 12, No.3, pp. 19- 3L.
5. Montgomery, d.C., 1996, Introduction to statistical Quality Control, Second Edition, John Wiley and Sons, New York.