• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indah Lestari -14030062P.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Indah Lestari -14030062P.pdf"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Perumusan Masalah

Tujuan Penelitian

  • Tujuan Umum
  • Tujuan Khusus

Manfaat penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Tingkat pengetahuan

Kebersihan diri merupakan perawatan diri yang dilakukan untuk menjaga kesehatan baik fisik maupun psikis (Hidayat, 2009). Ha : Ada hubungan umur, pendidikan, sumber informasi dan pekerjaan dengan pengetahuan kebersihan diri lansia di Lingkungan I Desa Panyanggar Kecamatan Padangsidimpuan Utara Tahun 2016. Ho : Tidak ada hubungan dengan umur, pendidikan, sumber informasi dan pemaparan pengetahuan lansia tentang Personal Hygiene di Lingkungan I Desa Panyanggar Kecamatan Padangsidimpuan Utara Tahun 2016.

Hasil penelitian mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan lansia tentang personal higiene di lingkungan 1. Berdasarkan uji statistik diperoleh nilai p= 0,001 (p < 0,05) yang berarti Ho ditolak Ha diterima Terdapat hubungan antara umur dengan pengetahuan personal higiene di kelurahan 1 kecamatan. Panyanggar pada tahun 2016. Berdasarkan uji statistik diperoleh nilai p = 0,001 (p < 0,05) yang berarti Ho ditolak, Ha diterima, ada Hubungan pendidikan dengan pengetahuan lansia tentang personal higiene di Lingkungan 1 , Desa Panyanggar, 2016.

Berdasarkan uji statistik diperoleh nilai p=0,001 (p<0,05) yang berarti Ho ditolak, Ha diterima, ada hubungan Sumber Informasi dengan Kebersihan Diri di Lingkungan 1 Kecamatan Panyanggar Tahun 2016. Berdasarkan uji statistik diperoleh nilai p= 0,002 (p<0,05) yang berarti Ho ditolak, Ha diterima, ada hubungan antara pengetahuan kerja dengan personal higiene di Lingkungan 1 Desa Panyanggar Tahun 2016. JUDUL : Faktor Pengaruh Pengetahuan Lansia Terhadap Personal Hygiene di Lingkungan I Desa Panyanggar Kecamatan Padangsidimpuan Utara.

Tabel 3.2 Defenisi Operasional No Variabel Defenisi
Tabel 3.2 Defenisi Operasional No Variabel Defenisi

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan

Lansia

  • Tanda – Tanda Pada Lansia
  • Tipe Lansia

Lansia (lanjut usia) adalah seseorang yang berusia 60 tahun ke atas. Lanjut usia merupakan sekelompok orang yang mengalami proses perubahan bertahap dalam kurun waktu beberapa dekade (Notoadmodjo, 2007). Pada lansia akan terjadi proses dimana kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau menggantikan dan mempertahankan fungsi dari kerusakan yang terjadi menjadi hilang. Penuaan merupakan suatu proses alami yang melibatkan penurunan kondisi fisik, psikologis dan sosial yang saling berinteraksi.

Usia tua merupakan suatu peristiwa yang pasti dialami oleh semua orang yang dikaruniai umur panjang, tidak ada seorangpun yang dapat menghindari terjadinya hal tersebut. Jos Masdani (psikolog dari Universitas Indonesia), usia merupakan kelanjutan masa dewasa antara usia 65 tahun hingga kematian. Koesoemanto Setyonegoro, lanjut usia digolongkan menjadi tiga kelompok, yaitu 70-75 tahun (muda tua); usia 75-80 tahun (tua); lebih dari 80 tahun (sangat tua).

Kesimpulan dari sebaran umur menurut beberapa ahli adalah yang kita sebut lanjut usia adalah mereka yang berumur 65 tahun atau lebih (Nugroho, 2008).

Personal Hygiene Lansia

  • Defenisi
  • Tujuan Personal Hygiene

Jenis-jenis Personal Hygiene Lansia

  • Kebersihan Mulut dan Gigi
  • Kebersihan Kulit dan Badan
  • Kebersihan Kepala dan Rambut
  • Kebersihan Kuku
  • Kebersihan Mata
  • Kebersihan Telinga

Penelitian dilaksanakan pada tahun 2016 di Area 1 Desa Panyanggar Kecamatan Padangsidimpuan Utara. Penyebabnya adalah lansia belum memiliki pengetahuan tentang kebersihan diri dan tingkat pendidikan yang masih rendah di Wilayah I Desa Panyanggar. Jika α ≤ 0,05 maka Ho ditolak. Ha diterima (ada hubungan antara umur, pendidikan, sumber informasi, profesi dan pengetahuan tentang personal higiene pada lansia. Berdasarkan uji statistik diperoleh nilai p = 0,001 (p<0,05) artinya Ho ditolak Ha Ada diasumsikan ada hubungan antara umur dengan pengetahuan personal higiene.

Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti dengan judul “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Lanjut Usia Tentang Kebersihan Diri Dan Lingkungan 1 Desa Panyanggar Kecamatan Padangsidimpuan Utara Tahun 2016”, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan dan saran sebagai berikut. Dan berdasarkan uji statistik diperoleh nilai p= 0,001 (p<0,05) yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima, terlihat ada hubungan antara umur dengan pengetahuan personal higiene. Dan berdasarkan uji statistik diperoleh nilai p= 0,001 (p<0,05) yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat diketahui ada hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan personal higiene.

Dan berdasarkan uji statistik diperoleh nilai p= 0,001 (p<0,05) yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima, terlihat ada hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan tentang personal higiene. Dan berdasarkan uji statistik diperoleh nilai p= 0,002 (p<0,05) yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima, terlihat ada hubungan antara pengetahuan kerja dengan personal higiene. Nama saya Indah Lestari Harahap Stikes Aufa Royhan Padangsidimpuan. Saat ini saya sedang melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengetahuan lansia tentang personal higiene di Lingkungan 1 Desa Panyanggar Kecamatan Padangsidimpuan Utara pada tahun 2016.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Personal Hygiene

Dampak yang sering timbul pada masalah Personal Hygiene pada Lansia . 23

  • Dampak Psikososial

Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang akibat tidak menjaga kebersihan diri dengan baik. Sering terjadi gangguan fisik. Masalah sosial yang berkaitan dengan kebersihan diri adalah kekhawatiran akan kebutuhan akan kenyamanan, kebutuhan untuk dicintai dan dicintai, kebutuhan akan harga diri, aktualisasi diri dan kekhawatiran dalam berinteraksi sosial (Andarmoyo, 2012).

Kerangka Konsep

Hipotesis Penelitian

Desain dan Metode Penelitian

Sebaliknya jika α > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak (tidak ada hubungan antara umur, pendidikan, sumber informasi, pekerjaan dan pengetahuan personal higiene pada lansia. Sesuai dengan hasil penelitian Erika , diperoleh nilai p = 0,002 (p < 0,05) terdapat hubungan antara umur dengan kebutuhan dasar kebersihan diri di Desa Salemba Purwokarto RT 3. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa dari 50 responden, sebagian besar responden berpendidikan lebih rendah dari SLTA sebanyak 35 responden (70%) dan sebagian kecil > SLTA berpengetahuan baik sebanyak 2 responden (4%). Berdasarkan uji statistik diperoleh nilai p = 0,001 (p < 0,05) yang berarti Ho ditolak, Ha diterima, ada hubungan pendidikan dengan pengetahuan personal higiene.

Sejalan dengan hasil penelitian Erdayanti diperoleh nilai p = 0,676 (p < 0,05). Tidak ada hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan dan sikap lansia terhadap pemenuhan personal higiene di panti jompo Darma Bakti Panjang Surakarta. Berdasarkan uji statistik diperoleh nilai p = 0,001 (p < 0,05) yang berarti Ho ditolak, Ha diterima, terdapat hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan personal higiene. Hasil survei tidak sesuai dengan teori, mayoritas responden yang berpengetahuan luas tidak menerima informasi dari keluarga. Hal ini dikarenakan responden tersebut lebih banyak mendapatkan sumber informasi dari keluarganya ketika melakukan personal higiene. Sejalan dengan hasil penelitian Novi diperoleh nilai p = 0,003 (p < 0,05) menunjukkan bahwa ada hubungan antara pekerjaan dengan pengetahuan tentang perilaku sehat pada lansia bidang personal higiene di keperawatan Bright. rumah Senja di Kecamatan Bangetayu.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Lansia dengan Perilaku Lansia dalam Memenuhi Personal Hygiene di Pantai Wreda Darma Bakti Panjang Surakarta Universitas Muhammadiyah.

Waktu dan Tempat Penelitian

  • Waktu Penelitian
  • Lokasi Penelitian

Populasi dan Sampel

  • Populasi
  • Sampel

Apabila ingin meneliti seluruh unsur yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitian tersebut adalah penelitian populasi (Arikunto, 2006).

Alat Pengumpulan Data

  • Data Primer
  • Data Sekunder
  • Teknik Pengukuran Instrumen
  • Uji Validitas

Aspek pengukuran penelitian ini didasarkan pada jawaban responden terhadap pernyataan yang diberikan dan disesuaikan dengan skor yang ada. Penilaian dalam penelitian ini dibagi menjadi 3 kategori (baik, cukup, kurang baik) berdasarkan jawaban yang diperoleh dari responden. . Validitas digunakan untuk menguji kesesuaian item-item dalam daftar pertanyaan dalam mendefinisikan suatu daftar variabel. Daftar pertanyaan ini biasanya mendukung kelompok variabel tertentu. Instrumen pengukuran diuji validitasnya oleh Yuni Eriska di Salambue kabupaten Padangsidimpuan Tenggara dengan karakteristik yang sama sehingga peneliti tidak perlu melakukan validitas dengan skor 0,70.

Prosedur Pengumpulan Data

Defenisi Operasional

Pengolahan Data

Berikan kode pada setiap data yang telah dikumpulkan untuk mendapatkan entri data dalam tabel. Berikan skor pada setiap jawaban yang diberikan kepada responden. Jawaban benar mendapat nilai 1 dan jawaban salah mendapat nilai 0, kemudian hitunglah skor jawaban pertanyaan yang diberikan. Untuk memudahkan analisis data, pengolahan data dan penarikan kesimpulan maka data dimasukkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan memberikan skor terhadap pernyataan yang diberikan kepada responden.

Analisa Data

HASIL PENELITIAN

Univariat

Dari Tabel 4.3 di atas terlihat mayoritas responden berdasarkan sumber informasi adalah keluarga sebanyak 40 (80%), dan lebih sedikit sumber informasi berdasarkan tenaga kesehatan sebanyak 4 (8%). Dari tabel 4.4 di atas terlihat mayoritas responden adalah wiraswasta sebanyak 37 orang (74%) dan sebagian kecil merupakan PNS sebanyak 2 orang (4%). Dari Tabel 4.5 di atas terlihat mayoritas responden yang berpengetahuan buruk sebanyak 39 orang (78%) dan yang berpengetahuan paling sedikit sebanyak 2 orang (4%).

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Sumber Informasi Lansia Tentang Personal Hygiene Di Lingkungan 1 Kelurahan Panyanggar Kecamatan Padangsidimpuan Utara Tahun 2016
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Sumber Informasi Lansia Tentang Personal Hygiene Di Lingkungan 1 Kelurahan Panyanggar Kecamatan Padangsidimpuan Utara Tahun 2016

Bivariat

Berdasarkan tabel 4.7 diatas terlihat yang berpendidikan SLTA, pengetahuan baik hanya 6 orang (12%), kurang 35 orang (70%), >. Berdasarkan tabel 4.8 diatas terlihat sumber informasi media elektronik yang berpengetahuan baik tidak ada, tidak sama sekali dan kurang dari 6 orang (12%), sumber informasi keluarga yang berpengetahuan baik tidak ada cukup 7 orang (14%). ) dan kurang dari 33 orang (66). %), dan sumber informasi dari tenaga kesehatan yang berpengetahuan baik sebanyak 2 orang (4%), cukup sebanyak 2 orang (4%) dan kurang dari tidak sama sekali. Berdasarkan tabel 4.9 diatas terlihat bahwa petani yang berpengetahuan baik tidak ada, hanya 2 orang (4%), dan kurang dari 9 orang (18%), pengusaha yang berpengetahuan baik tidak ada, hanya 7 orang (14 orang). %), dan kurang dari 30 orang, orang (60%), dan PNS yang berpengetahuan baik sebanyak 2 orang (4%), tidak ada sama sekali dan kurang dari tidak sama sekali.

Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Hubungan Pendidikan Lansia Terhadap Pengetahuan Tentang Personal Hygiene Di Lingkungan 1 Kelurahan Panyanggar Kecamatan Padangsidimpuan Utara Tahun 2016
Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Hubungan Pendidikan Lansia Terhadap Pengetahuan Tentang Personal Hygiene Di Lingkungan 1 Kelurahan Panyanggar Kecamatan Padangsidimpuan Utara Tahun 2016

Keterbatasan Peneliti

Hasil survei menunjukkan mayoritas berusia 60-74 tahun sebanyak 32 responden (64%), dan minoritas berusia 45-59 tahun sebanyak 1 responden (2%). Hal ini disebabkan karena lansia yang berusia 75 hingga 89 tahun kurang memperhatikan kebersihan diri dan pada usia tersebut lansia sudah malas untuk menjaga kebersihan diri akibat perubahan fisiologis yang terjadi seiring bertambahnya usia. Hasil survei menunjukkan bahwa dari 50 responden, mayoritas responden mendapatkan sumber informasi dari keluarga kurang berpengetahuan.

0,565 (p<0,005) tidak terdapat hubungan antara sumber informasi dengan personal higiene dengan body image pada lansia di Desa Janggan Kecamatan Poncol Kabupaten Maketan. Dari hasil penelitian terlihat bahwa dari 50 responden, mayoritas bekerja adalah wiraswasta dengan pengetahuan kurang sebanyak 30 responden (60%) dan sebagian kecil PNS yang berpengetahuan baik sebanyak 2 responden. (4%). Berdasarkan uji statistik diperoleh nilai p = 0,002 (p < 0,05) yang berarti Ho ditolak, Ha diterima, terdapat hubungan antara pekerjaan dengan pengetahuan pribadi.

Kami berharap para responden lebih aktif terlibat dalam penyuluhan kesehatan dan edukasi kepada petugas kesehatan agar dapat memperoleh lebih banyak informasi dan menambah pengetahuannya mengenai penerapan personal higiene.

PEMBAHASAN

Hubungan Pendidikan Terhadap Pengetahuan Tentang Personal Hygiene

Hasil penelitian ini sejalan dengan teori, dimana responden yang berpengetahuan baik ditemukan memiliki pendidikan lebih dari SLTA dibandingkan dengan mereka yang berpendidikan lebih rendah. Dengan pendidikan yang tinggi, seseorang akan cenderung mendapatkan informasi, baik dari orang lain maupun dari media massa.

Hubungan Sumber Informasi Terhadap Pengetahuan Tentang Personal

Informasi yang diterima dari petugas kesehatan dapat berupa pendidikan kesehatan, informasi yang diterima dari media massa berupa surat kabar, majalah, televisi, radio, internet.

Hubungan Pekerjaan Terhadap Pengetahuan Tentang Personal Hygiene di

Hasil penelitian ini sesuai dengan teori bahwa PNS mempunyai pengetahuan lebih baik terhadap pekerjaannya dibandingkan pengusaha dan petani. Dimana pekerjaan yang sering berinteraksi dengan orang lain mempunyai pengetahuan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan orang tanpa adanya interaksi dengan orang lain.

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Sehingga kami dapat melakukan penelitian lebih detail dan memberikan informasi yang lebih baik mengenai kebersihan diri. Saryono.(2011).Kebutuhan dasar di hari tua.Yogyakarta:Nuha Medika Wahjudi.(2012).Keperawatan geronik dan geriatri, edisi 3.Jakarta: EGC. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan Edisi Ketiga, Jakarta: EGC. 2011). Pengetahuan, sikap dan perilaku manusia. Yogyakarta: Nuha Medika.

Penelitian ini merupakan salah satu kegiatan dalam menyelesaikan tugas akhir di Stikes Aufa Royhan Padangsidimpuan. Saya mengharapkan kesediaan Anda untuk berpartisipasi dalam penelitian ini dan saya menjamin identitas dan kerahasiaan jawaban yang Anda berikan dan hanya akan digunakan untuk penelitian ini.

Gambar

Tabel 3.2 Defenisi Operasional No Variabel Defenisi
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Lansia Tentang Personal Hygiene Di Lingkungan 1 Kelurahan Panyanggar Kecamatan Padangsidimpuan Utara Tahun 2016
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Lansia Tentang Personal Hygiene Di Lingkungan 1 Kelurahan Panyanggar Kecamatan Padangsidimpuan Utara Tahun 2016
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Sumber Informasi Lansia Tentang Personal Hygiene Di Lingkungan 1 Kelurahan Panyanggar Kecamatan Padangsidimpuan Utara Tahun 2016
+6

Referensi

Dokumen terkait

Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Sanitasi Lingkungan Tabel 3 Distribusi Responden berdasarkan Tingkat Sanitasi Lingkungan Santri di Ponpes Al- Aziziyah Samarinda Tahun