MAKALAH
PERTUMBUHAN EKONOMI ERA GLOBALISASI
DISUSUN OLEH
KARISMA INDAH PARAWANSA (2133211035)
DOSEN PENGAMPU UPIK DJANIAR.S.Sos.,MM
PRODI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUPANG 2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa, yang atas berkah dan rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Pertumbuhan Ekonomi Era Globalisasi".
Makalah ini disusun untuk para pembaca dapat memperluas pengetahuan tentang bagaimana daur hidup atau siklus hidup sebuah produk dan juga untuk memenuhi sebagian tugas mata kuliah Perekonomian Indonesia.
Penulis berharap supaya makalah ini dapat membantu pembaca atau menjadi reverensi pembaca untuk menyelesaikan tugas mengenai pertumbuhan ekonomi era globalisasi.Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari makalah ini, baik dari materi maupun teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan. Terima kasih.
Kupang,15 Desember 2022
Karisma Indah Parawansa
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...
DAFTAR ISI...
BAB I PENDAHULUAN...
1.1 Latar Belakang...
1.2 Rumusan Masalah...
1.3 Tujuan...
BA II PEMBAHASAN...
2.1
Sejarah Dan Perkembangan Globalisasi Ekonomi...
2.2
Hakikat Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi...2.3 Ekonomi Global...
2.4 Perekonomian Indonesia Saat Ini...
2.5 Strategi Indonesia Menghadapi Globalisasi Ekonomi...
BAB III PENUTUP...
3.1 Kesimpulan...
DAFTAR PUSTAKA ...
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
Pertumbuhan ekonomi dunia semakin meningkat diakibatkan adanya persaingan global pada negara-negara yang sedang berkembang. Negara berkembangan harus memiliki keterampilan dan inovasi dalam menjalankan sistem perekonomian negara agar mampu bersaing dan berkontribusi secara langsung. Tingkat pertumbuhan ekonomi sebuah engara tentu tidak hanya terbentuk dari manajemen pengelolan sumber daya alam yang profesional namun juga harus didukung dengan kualitas sumber daya manusia yang dapat memberikan solusi dan inovasi dalam setiap perkembangan sektor ekonomi yang dihasilakan.
Dinamika perekonomian dunia dewasa ini ditandai oleh semakin tingginya volume aktifitas kegiatan ekonomi masyarakat. Adanya penambahan populasi, berdampak pada semakin tingginya permintaan input produksi dan tuntutan produk akhir yang ramah lingkungan merupakan ciri dalam perkembangan kegiatan ekonomi masyarakat. Konsep liberalisasi dan globalisasi perekonomian dunia pada satu sisi mampu meningkatkan percepatan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat secara luas, namun di sisi lain juga dapat mengakibatkan tergerusnya kualitas lingkungan. Maka diperlukan upaya sterategis dan sistematis dalam membanguan ekonomi yang berkelanjutan dengan dasar nilai-nilai kearifan lokal masyarakat. Tingkat Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diidentifikaskan berdasarkan kualifikasi dari tikat kemajuan negara sebagaimana disebut sebagai negara maju, berkembang dan miskin.
Negara maju secara umum menguasi sektor produktif yang akhrinya mendorong dalam laju pertumbuhan ekonomi secara global. tedapatnya tenaga ahli yang profesional dan teknologi memadai medukung bagi negara maju untuk tumbuh ke arah yang lebih baik.
Sedagkan pada negara berkembang memiliki kelemahankelemaham yang berdampak pada kesulutan dalam membanguan ekonominya. Hal ini juga didukung oleh kurangnya tenaga hali profesional dalam pengelolan sumber daya alam hingga tidak dapat diberdayakan secara maksimal. Oleh karenanya bagi negaranegara terbelakang memperbolahkan negara- negara maju untuk mengelola sumber daya alam mereka dalam bentuk hubungan kerja sama. Namuan demikian ternyata negara maju malah memanfaatkan kondisi tersebut untuk memperoleh keuntugan yang sebesarbesarnya tanpa menghiraukan akibatnya yakni berupa
kondisi lingkungan yang semakin rusak. Hal ini menjadikan tantangan serta hambatan yang dihadap oleh negara-negara terbelakang. Secara global dunia ini hanya dikuasai oleh segelintir negara-negara kaya. Mereka hanya memanfaatkan kualitas sumber daya alam dari negara-negara terbelakang untuk dikembangkan demi memperolah keuntungan pribadi.
Selanjutnya, bahan baku yang diperoleh dari negara-negaa terbelakang diolah menjadi produk jadi kemudian dijual kembali. Pembangunan ekonomi menjadi sesuatu yang mahal bagi negara-negara terbelakang.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana sejarah dan perkembangan globalisasi ekonomi 2. Apa hakikat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi 3. Bagaimana proses ekonomi global
4. Bagaimana perekonomian indonesia saat ini
5. Bagaimana Strategi indonesia menghadapi globalisasi ekonomi
1.3 TUJUAN
1. Untuk mengetahui sejarah dan perkembangan globalisasi ekonomi 2. Untuk mengetahui hakikat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi 3. Untuk mengetahui proses ekonomi global
4. Untuk mengetahui perekonomian indonesia saat ini
5. Untuk mengetahui Strategi indonesia menghadapi globalisasi ekonomi
BAB II PEMBAHASAN
2.1 SEJARAH DAN PERKEMBANGAN GLOBALISASI EKONOMI
Globalisasi ekonomi adalah salah satu bentuk inovasi yang tidak terbatas yang terjadi pada sektor perdagangan internasional. Meskipun awalnya perdagangan internasional sudah terjadi lebih dulu selama ribuan tahun. Namun dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan.Saat ini, inovasi tidak hanya terbatas pada sektor teknologi canggih, lebih jauh lagi inovasi sudah menjadi fenomena global yang mempengaruhi hampir semua sektor kehidupan.
Dalam kurun waktu 25 tahun terakhir, globalisasi di bidang ekonomi telah mengalami pertumbuhan sangat pesat. Globalisasi telah membuat lalu lintas perdagangan barang dan jasa pada lintas negara menjadi lebih terbuka.Hal ini terjadi karena biaya transportasi dan komunikasi menjadi lebih rendah. Penyebabnya adalah berkurangnya hambatan dalam berbagai aspek, seperti pergerakan barang, jasa, tenaga kerja, modal, dan ilmu pengetahuan.
Secara teoritis, globalisasi perdagangan akan meningkatkan jumlah perdagangan antar negara dengan meningkatnya spesialisasi dan efisiensi. Hal ini karena negara yang mempunyai keunggulan daya saing produknya akan terus meningkatkan produksi dan daya saingnya.
Di sisi lain, globalisasi juga telah berperan dalam mempengaruhi tingkat kesejahteraan dan kehidupan sosial-ekonomi pada banyak negara di dunia. Dalam berbagai literatur, terdapat dua pandangan berbeda mengenai dampak positif dan negatif globalisasi perdagangan terhadap tingkat kesejahteraan suatu negara. Peningkatan penggunaan kecepatan data dalam internet merupakan inti dari globalisasi dan ekonomi digital dalam menghubungkan seluruh moda dunia. Saat ini penggunaannya telah tumbuh 45 kali lebih besar sejak tahun 2005.
Beberapa ahli memperkirakan bahwa fenomena ini akan meningkat sembilan kali dalam lima tahun ke depan. Kondisi ini tentu diiringi dengan meningkatnya jumlah pengguna arus informasi, penelusuran (searching), komunikasi, video, transaksi, dan lalu lintas intracompany.
Meski globalisasi ekonomi sudah meluas sejak munculnya perdagangan antar negara, pertumbuhannya naik drastis dalam kurun 20–30 tahun terakhir. Salah satu penyebabnya adalah berkat kerangka kerja General Agreement on Tariffs and Trade dan Organisasi Perdagangan Dunia. Semua negara pun perlahan menghapus hambatan perdagangan dan membuka akun lancar dan akun modalnya.
2.2 HAKIKAT PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI
Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang strategis merupakan dasar dari terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran bangsa. Untuk menwujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa maka harus ada hubungan yang sistemik antara pemerintah dan warga negara dalam menjalankan sistem ekonomi yang diinginkan yakni sisem ekonomi berlandaskan akan nilai-nilai dasar negara Pancasila. Pertumbuhan ekonomi secara umum dapat diartikan sebagai bentuk berubahan atau kemajuan ekonomi suatu negara yang lebih baik pada satu periode dengan dibuktikan meningkatnya pendapatan nasional. Pertumbuhan ekonomi merupakan proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang.
Pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai kenaikan GDP/GNP tanpa memandang apakah kenaikan tersebut lebih besar atau lebih kecil dari tingkat pertumbuhan penduduk, dan apakah terjadi perubahan struktur ekonomi atau tidak. Pertumbuhan ekonomi di Indonnesia dari tahun 1961-2018 mengalami perkembangan naik turun secara sistematis. Hal ini sebagaimana laporan analisis dari katadata.co.id yang diambil dari badan pusat statistik menunjukkan bahwa melambatnya konsumsi domestik yang berimbas terhadap lesunya dunia usaha membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2017 di bawah target APBN-P 2017. Secara kumulatif, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sepanjang triwulan I-III 2017 tumbuh 5,03% dari yang ditargetkan sebesar 5,2%. Sedangkan pada 2018 ekonomi Indonesia ditargetkan tumbuh 5,4%. Sejak 1961, ekonomi Indonesia secara umum selalu mengalami pertumbuhan dan hanya dua kali mengalami kontraksi. Pertumbuhan PDB Indonesia tertinggi dicatat pada 1968 atau awal era Orde Baru, yakni mencapai 10,92%. Sementara di era reformasi, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicatat pada 2007, yaitu sebesar 6,35%.
Namun, ekonomi Indonesia juga pernah mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif, yakni pada 1963 di era Orde Lama dan pada 1998 saat terjadi krisis finansial Asia.
Terjadinya krisis yang dibarengi dengan aksi kerusuhan di seluruh tanah air membuat ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sangat dalam hingga -13,13%..
Hal ini menggambarkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia melangalami pertumbuhan secar sistematis walapun tidak diimbangi dengan pembentukan kualitas sumber daya manusia yang profesional. Pemerintah dalam pemenuhan pertumbuhan ekonomi hanya bedasar pada objektifitas dalam membanguan kualitas ekonomi namun tidak diimbangi dengan pembentukan atau pembangunan kualitas sumber daya manusia yang profesional.
Pembangunan ekonomi akan menjadi tolak ukur pertumbuhan ekonomi apabila diimbagi dengan pembanguan kualitas sumber daya manusia yang profesional. Maka dari itu pembentukan kualitas sumber daya manusia tentu harus juga diprioritaskan agar capaian dalam pembanguan ekonomi bisa dikelola dengan baik, dalam hal ini campur tangan pemerintah juga diperlukan agar terbentuk sinergisitas yang berkelanjutan dan optimal. Upaya untuk menjaga tingkat pertumbuhan yang efisien diperlukan adanya campur tangan pemerintah. Pembangunan ekonomi secara umum dapat dipahami sebagai proses terintegrasi dalam membentuk struktur ekonomi negara secara dinamis dan berkelanjutan. Pembangunan ekonomi merupakan bentuk proyeksi pemerintah dalam menjalankan sistem ekonomi pada satu periode kepemimpinan.
Pembangunan ekonomi sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk suatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang.
Terdapat beberapa unsur-unsur dalam pembangunan ekonomi diantaranya adalah 1) Pembangunan sebagai suatu proses. artinya bahwa pembangunan merupakan suatu
tahap yang harus dijalani oleh setiap masyarakat atau bangsa,
2) Pembangunan sebagai perubahan sosial. Masyarakat sebagai pelaku dalam perubahan sosial dimana secara langsung atau tidak langsung perubahan sosial akan berdampak pada kelancaran pembangunan atau bahkan menghambat pembanguna,
3) Pembangunan sebagai suatu usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita.
Sebagai suatu usaha, pembangunan merupakan tindakan aktif yang harus dilakukan oleh suatu negara dalam rangka meningkatkan pendapatan perkapita,
4) Peningkatan pendapatan perkapita harus berlangsung dalam jangka panjang.
2.3 EKONOMI GLOBAL
Ekonomi global berbeda dengan Ekonomi Nasional karena yang terlibat didalamnya adalah beraneka macam negara. Dewasa ini, dunia ekonomi sedang dalam proses menuju ekonomi global atau lebih terkenal dengan istillah globalisasi. peningkatan integrasi antar negara dapat diliihat melalui adanya perkembangan dramatis dalam arus penyeberangan barang, jasa juga modal dari suatu negara kenegara lain.Dengan demikian istilah globalisasi sesungguhnya secara sederhana dipahami sebagai suatu proses pengintegrasian eikonomi nasional bangsa-bangsa kedalam suatu sistem ekonomi global .
Pengaruh globalisasai saat ini tentu berdampak di berbagai sektor kehidupan sosial masyarakat baik sektor pendidikan, kesehatan, politik, sosial budaya maupun ekonomi.
Globalisasi dapat dimaknai dengan berbagai pemahaman tergantung dari sudat mana memahami makna globalisasi. Banyak perdebatan yang membahas tentang adanya dampak globalisasi khusunya pada negara berkembang. Adanya globalisasi akan menjadikan negara tersebut justru akan menjadi negara yang kaya semakin kaya, atau justur menjadikan negara yang miskan akan semakian miskin dalam menghadapi era globalisasi.
Adanya globalisasi juga berdampak pada kondisi sosial kemasyarakatan warga negara.
kondisi sosial kemasarakatan dalam globalisasi terikat oleh tiga dimensi dalam globalisasi yakni ekonomi, politik dan kultural. Globaliasi ekonomi berdampak pada adanya perkembangan pada berbagai kondisi pasar-pasar ekonomi global, perdagangan bebas, dan pertukaran barang dan jasa. Globalisasi politik memiliki peran pada globaliasi dunia yakni terjadinya dominasi peran organisasi internasional dalam mengatur negara di bawah kendali PBB dan Uni Eropa yang mengakibatkan munculnya politik Global. Globalisasi kultural merupakan perkembangan kondisi sosial masyarakat pada ranah teknologi dan informasi secara global, model globalisasi ini menjadi konsep pemahaman tentang warga negara global.
Ekonomi global di bangun berdasarkan konsep globalisasi yang berkembangan di dunia saat ini. ekonomi global bersumber pada nilai pemberdayaan ekonomi mayarakata secara global. ekonomi global mengalami revolusi dalam jangka waktu 150 tahun. Beberapa dekade pasca Perang Dunia II merupakan periode perluasan perusahaan nasional ke pasar global. Dua dekade yang lalu, konsep pemasaran global bahkan belum diciptakan. Sekarang, pemasaran
global merupakan hal yang amat penting, bukan hanya untuk merealisasikan potensi sukses sepenuhnya dari sebuah bisnis, tetapi bahkan demi kelangsungan hidup sebuah bisnis. Sebuah perusahaan yang gagal untuk merambah pasar global akan menghadapi bahaya kehilangan pasar domestik dari pesaingnya, global corporations yang mempunyai biaya lebih rendah, mempunyai pengalaman lebih banyak, memproduksi barang lebih baik dan secara keseluruhan, lebih berharga di mata konsumen.
Tentu tidak menutup kemungkinan setiap negara melakukan kejarsama internasinal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negaranya, yang pada faktanya kerjasama internasional dengan model investasi malah menjadikan negara pemberi infestasi menjadi negara semakini maju dengan memanfaatkan investasi pada Negara yang berkembang dengan mengambil semua sumber daya alam yang ada. ekonomi global memiliki ciri-ciri khas, sebagai berikut:
1. Deregulasi korporasi dan gerakan modal yang tidak terbatas Privatisasi dan komodifikasi (commodification) atas berbagai jasa pelayanan publik dan aspek- aspek lain dari barang-barang milik bersama komunitas dan masyarakat global (global and community commons) seperti sebagian besar air dan sumber-sumber hayati (genetic resources),
2. Pengintegrasian dan pengubahan (conversion) berbagai perekonomian nasional menjadi perekonomian yang sepenuhnya bertumpu pada produksi berorientasi ekspor (export oriented production) yang secara sosial dan lingkungan sangat berbahaya.
3. Pengembangan tingkat pertumbuhan berlebihan (hyper growth) dan eksploitasi tanpa batas atas sumbersumber daya planet bumi, semata-mata demi memacu laju pertumbuhan tersebut.
4. Peningkatan konsentrasi korporasi secara dramatis,
5. Penghancuran program-program nasional yang mencakup bidang sosial, kesehatan, dan lingkungan.
6. Penyeragaman kebudayaan global dan pengembangan secara intensif atas konsumerisme bebas tanpa kekangan (unbridle consumerism) Memasuki abad ke
21 perkembangan ekonomi global mengalami peningkatan dan penurunan yang signifikan dibandingkan di tahuntahun berikutnya. berdasarkan laporan Bank Indonesia pada tahun 2004 bahwa pertumbuhan ekonomi dunia belum sepenuhnya mendorong kenaikan pada laju pertumbuhan volume perdagangan dunia yang diakibatkan adanya konflik global seprti halnya berjangkitnya wabah SARS, meningkatnya proteksionisme perdagangan dan gagalnya perundingan WTO di Cancun, Mexico.
Namun demikian pada tahun 2003 ekonomi global mengalami petumbuhan yang baik hal ini didasarkan pada kelompok negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang tanda-tanda pemulihan ekonomi semakin jelas, sementara di kawasan Eropa yang mengalami pertumbuhan yang sangat rendah di semester 1, di semester 2 mulai menunjukan peningkatan seiring meningkatnya kinerja global. Di kelompok negaranegara berkembang, wilayah Asia Pasifik terutama Cina, Vietnam dan India menunjukkan peertumbuhan yang paling tinggi diikuti kawasan Afrika dengan dukungan permintaan domestik dan ekspor. Khusus bagi negara ASEAN, kecuali Singapura dan Korea Selatan, meningkatnya perekonomian terutama masih didukung oleh konsumsi domestik. Dengan demikian agar negara Indonesia mampu meningkatkan lajut pertumbuhan dan pembangunan perekonomian negara secara global maka harus dilakukaan upaya dan strategi yang sistematis dan terintegrasi di setiap lini bidang kehidupan masyarakat dengan konsep pendidikan ekonomi kewarganegaraan yang bersumber pada nilai-nilai jati diri bangsa.
2.4 PEREKONOMIAN INDONESIA SAAT INI
Ekonomi Indonesia saat ini optimis pertumbuhan ekonomi yang meningkat.dengan pertumbuhan dan pendapatan nasional yang semakin meningkat kita dapat melihat perkembangan dan kemajuan kita pada negara lain. dengan pendapatan nasional per tahun indonesia mampu memberikan kemajuan.ekonomi makro yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi saat satu pertumbuhan ekonomi itu dapat dilihat dengan permintaan domestik masih akan menjadi penopang utama kinerja perekonomian. Selain itu, ekspor dan impor, serta investasi.
Di lihat dari sedikit perekonomian makro dibidang perbankan ini dapat kita rasakan pertumbuhan ekonomi itu Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang triwulan I-2011 masih akan tumbuh tinggi, yakni di kisaran 6,4 persen. Sehingga, sepanjang tahun ini, perekonomian Indonesia diproyeksikan tumbuh di kisaran 6-6,5 persen.
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengungkapkan hal itu dalam rapat kerja dengan Komisi XI (membidangi keuangan dan perbankan) DPR, Senin (14/2). “Prospek perekonomian ke depan akan terus membaik dan diperkirakan akan lebih tinggi,” kata Darmin.
Dia mengatakan, permintaan domestik masih akan menjadi penopang utama kinerja perekonomian. Selain itu, ekspor dan impor, serta investasi, juga akan tumbuh pesat. Ia menambahkan, Indonesia sudah melalui tantangan yang di 2010. Dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik di tahun lalu, yakni 6,1 persen, akan mempermudah mencapai target pertumbuhan di 2011. Meski demikian, inflasi tinggi masih akan menjadi tantangan serius di tahun ini.
Pendapat Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini menempati urutan ke-18 dari 20 negara yang mempunyai PDB terbesar di dunia. Hanya ada 5 negara Asia yang masuk ke dalam daftar yang dikeluarkan oleh Bank Dunia. Kelima negara Asia tersebut adalah Jepang (urutan ke-2), Cina (urutan ke-3), India (urutan ke-11), Korea Selatan (urutan ke-15).
Indonesia yang kini mempunyai PDB US$700 miliar, boleh saja bangga. Apalagi, dengan pendapatan perkapita yang mencapai US$3000 per tahun menempatkan Indonesia di urutan ke- 15 negara-negara dengan pendapatan perkapita yang besar.
Adanya lembaga – lembaga swadaya masyarakat, seperti Dompet Dhu’afa, bekerja sama dengan Institut Kemandirian yang berusaha mencetak kaum muda berpotensi meenjadi hebat sebagai pejuang ekonomi adalah cara salah satu membuat pemerataan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh semakin banyak rakyat Indonesia.
Sinergi antar kementrian harus dibuat semakin solid dan saling mendukung sehingga tidak tumpang tindih dan lebih banyak bermanfaat bagi masyarakat. Kampanye pembentuka jiwa kewirausahaan , seperti seminar bertaraf internasional adalah salah satu jalan membangkitkan potensi jiwa – jiwa pejuang ekonomi yang pantang menyerah dan penuh kreativitas tinggi.
Dampak Globalisasi ekonomi positif dan dampak globalisasi negatif menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam dunia usaha. Ketika kita berfikir menjadi pengusaha dan memanfaatkan setiap peluang usaha yang kita miliki sebenarnya saat itu kita masuk kedalam
sebuah sistem ekonomi dan yang paling populer adalah sistem ekonomi kapitalis yang menjadi bagian integral dari proses globalisasi. Ada banyak pengertian globalisasi yang secera umum mempunyai kemiripan salah satu pengertian globalisasi adalah proses yang melintasi batas negara di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain .
Sebagaimana sebuah sistem globalisasi ekonomi mempunyai dampak positif dan juga dampak negatif, terlepas dari pendapat pro globalisasi ekonomi dan kontra globalisasi ekonomi kita akan mencoba menelaah secara sederhana dampak postif globalisasi ekonomi dan dampak negatif globalisasi ekonomi.
Dampak positif globalisasi ekonomi ditilik dari aspek kreatifitas dan daya saing dengan semakin terbukanya pasar untuk produk-produk ekspor maka diharapkan tumbuhnya kreatifitas dan peningkatan kualitas produksi yang disebabkan dorongan untuk tetap eksis ditengah persaingan global, secara natural ini akan terjadi manakala kesadaran akan keharusan berinivasi muncul dan pada giliranya akan menghasilkan produk-produk dalam negeri yang handal dan berkualitas.
Disisi lain kondisi dimana kapababilitas daya saing yang rendah dan ketidakmampuan Indonesia mengelola persaingan akan menimbulkan mimpi buruk begi perekonomian negeri ini, hal ini akan mendatangkan berbaga dampak negatif globalisasi ekonomi seperti membajirnya produk-produk negeri asing seperti produk cina yang akhirnya mamatikan produksi dalam negeri, warga negara Indonesia hanya akan menjadi tenaga kasar bergaji murah sedangkan pekerjaan pekerjaan yang membutuhkan skill akan dikuasai ekspatriat asing, dan sudah barang tentu lowongan pekerjaan yang saat ini sudah sangat sempit akan semakin habis karena gelombang pekerja asing.
Dampak positif globalisasi ekonomi dari aspek permodalan, dari sisi ketersediaan akses dana akan semaikin mudah memperoleh investasi dari luar negeri. Investasi secara langsung seperti pembangunan pabrik akan turut membuka lowongan kerja. hanya saja dampak positif ini akan berbalik 180 derajat ketika pemerintah tidak mampu mengelola aliran dana asing, akan terjadi justru penumpukan dana asing yang lebih menguntungkan pemilik modal dan rawan menimbulkan krisis ekonomi karena runtuhnya nilai mata uang Rupiah. Belum lagi ancaman dari semakin bebas dan mudahnya mata uang menjadi ajang spekulasi. Bayangkan saja jika sebuah investasi besar dengan meilbatkan tenaga kerja lokal yang besar tiba2 ditarik karena dianggap kurang prospek sudah barang tentu hal ini bisa memengaruhi kestabilan ekonomi.
Dampak positif globalisasi ekonomi dari sisi semakin mudahnya diperoleh barang impor yang dibutuhkan masyarakat dan belum bisa diproduksi di Indonesia, alih tehnologi juga bisa terbuka sangat lebar, namun kondisi ini juga bisa berdampak buruk bagi masyarakat karena kita cenderung hanya dijadikan objek pasar, studi kasus seperti produksi motor yang di kuasai Jepang, Indonesia hanya pasar dan keuntungan penjualan dari negeri kita akan dibawa ke Jepang memperkaya bangsa Jepang. Dampak positif globalisasi ekonomi dari aspek meningkatnya kegiatan pariwisata, sehingga membuka lapangan kerja di bidang pariwisata sekaligus menjadi ajang promosi produk Indonesia.
Globalisasi dan liberalisme pasar dikampayekan oleh para pengusungnya sebagai cara untuk mencapai standar hidup yang lebih tinggi, namun bagi para penentangnya globalisasi hanya kedok para kapitalis yang akan semakin melebarnya ketimpangan distribusi pendapatan antar negara kaya dengan negara berkembang dan miskin. Penguasaan kapital yang lebih besar dengan menciptakan pasar global terutama di dunia ketiga yang diyakini tidak akan mampu memenuhi standar tinggi produk global akan membuka peluang terjadinya penumpukan kekayaan dan monopoli usaha dan kekuasaan politik pada segelintir orang. So pilihan akan kembali ke kita mana yang kita pilih Dampak Globalisasi ekonomi positif atau dampak globalisasi negatif.
2.5 STRATEGI INDONESIA MENGHADAPI GLOBALISASI EKONOMI
Beberapa perusahaan menganggap persaingan di era globalisasi adalah tantangan yang bisa dijadikan peluang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Berdasarkan analisa Faisal Basri berjudul Peta Perekonomian Indonesia Memasuki Era Digital yang dikutip dari tulisan Dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.
Setidaknya ada top 7 skill yang harus dipersiapkan oleh SDM di Indonesia menyongsong persaingan globalisasi ekonomi:
a. Complex Problem Solving
Ketika sebuah negara mampu menghasilkan inovasi melalui pemanfaatan teknologi, bisa dikatakan bahwa telah mendukung globalisasi ekonomi. Teknologi juga dimanfaatkan untuk membuat prediksi di lingkungan yang kompleks dengan cara melakukan penelitian dan kajian dari pengetahuan tertentu. Meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa dengan masuknya globalisasi,
akan semakin banyak masalah yang akan dihadapi. Namun dengan adanya inovasi serta sistem operasi produk barang dan jasa yang kompleks, maka akan selalu ada solusi dari setiap permasalahan.
b. Critical Thinking
Tingkat pendapatan global dapat berdampak nyata bagi kualitas hidup populasi masyarakat dunia. Hal ini karena teknologi menghasilkan harga murah dengan keuntungan jangka panjang dalam efisiensi dan produktivitas.Dengan teknologi, biaya transportasi dan komunikasi akan menurun, logistik dan rantai pasokan global lebih efektif, dan biaya perdagangan akan berkurang. Semua ini akan membuka pasar baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi.Hal tersebut adalah contoh pemikiran kritis dari sebuah proses intelektualitas aktif dan terampil sebagai panduan untuk keyakinan dalam tindakan. Secara umum, ini didasarkan pada nilai intelektual universal.
c. Creativity
Teknologi mengakibatkan permintaan akan pekerja terampil meningkat sementara permintaan pekerja dengan pendidikan rendah menurun. Dalam hal ini, teknologi merupakan salah satu alasan utama mengapa pendapatan tidak mengalami kenaikan, bahkan menurun bagi sebagian besar penduduk di negara-negara berpenghasilan tinggi.
d. People Management
Manajemen SDM menegaskan pada konteks seseorang yang mampu mengarahkan pada hasil kuat dan berkelanjutan. Caranya adalah dengan meningkatkan keterlibatan sumber daya manusia yang bekerja untuk mereka. Sehingga hal ini berdampak langsung pada pekerja kelas bawah.
e. Coordinating with Other
Teknologi di era globalisasi sektor ekonomi begitu krusial, sehingga membutuhkan bantuan yang efektif untuk meningkatkan skala keuntungan ekonomi. Karena itu dibutuhkan keterampilan berkoordinasi yang baik. Cakupannya adalah kapasitas untuk mengatur, dan menghubungkannya dengan keseluruhan alur kerja mencakup penanganan krisis, rintangan atau interupsi yang tak terduga.
f. Emotional Intelligence
Digitalisasi memiliki kemampuan untuk memacu setiap informasi yang diterima oleh masyarakat. Sehingga setiap orang bisa mendapatkan berbagai informasi baik yang bersifat lokal dan internasional.Di satu sisi hal ini bisa membuat manusia mendapatkan informasi yang diperlukan. Namun di sisi lain akan menjadi beban berlebih atas seluruh proses informasi yang diterima oleh setiap manusia atau masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan kecerdasan emosional yang mengidentifikasi dan mengelola tingkat emosional orang lain.
g. Judgement and Decision Making
Keputusan yang baik membutuhkan tujuan yang jelas, terukur, spesifik, realistis dan disepakati oleh beberapa pendukung. Tidak banyak perusahaan yang siap menghadapi kondisi ini. Hanya perusahaan yang didukung oleh infrastruktur yang memadai, sistem yang efektif, serta manajemen yang baik memungkinkan untuk bersain di era ini.Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan evaluasi desain dan sistem yang selama ini berjalan. Jangan pernah berhenti untuk adaptasi dengan berbagai perkembangan ekonomi global dan persaingan digital seperti misalnya penggunaan aplikasi pembukuan keuangan.
Salah satu caranya yang paling sederhana adalah dengan memiliki catatan keuangan bisnis yang baik sebagai dasar bisnis yang kuat. Jurnal adalah software akuntansi dan software inventaris barang yang akan membantu Anda dalam mencatat serta menganalisa keuangan bisnis.
BAB III PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Upaya pertumbuhan dan pembangunan ekonomi menjadi tolak ukur bersama yang harus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan tarap kehidupan masyarakat. Peningkatan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi harus dilakukan secara strategis dan sistematis dalam bentuk pembedayaan masyarakat melalu pendidikan ekonomi kewarganegaraan yang berorientasi pada Program entreprenuer, pengembangan unit usaha, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi dan informasi. Pertumbuhan dan pembangun ekonomi menjadi isu strategis bagi seluruh warga negara dunia dalam mengembagkan konsep ekonomi di era global. Peran pendidikan ekonomi kewarganegaraan menjadi dasar utama dalam memberikan wawasan warga negara untuk berpartisipasi dalam bidang ekonomi sehingga dapat mewujudkan laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Globalisasi membawa banyak pengaruh dalam kehidupan kita ,baik sebagai individu maupun dalam kehidupan bermsyarakat,berbangsa dan bernegara. Perubahan dari globalisasi tersebut di satu sisi dapat membawa kemajuan,namun di sisi lain dikhawatirkan akan menghancurkan atau sekurang-kurangnya mengikis negara bangsa (nationstate). Dampak kemajuan suatu negara akibat adanya globalisasi salah satunya yaitu semakin baiknya pertumbuhan perekonomiannya.
Ekonomi Indonesia saat ini optimis pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Dengan pertumbuhan dan pendapatan nasional yang semakin meningkat kita dapat melihat perkembangan dan kemajuan kita pada negara lain. dengan pendapatan nasional per tahun Indonesia mampu memberikan kemajuan.
Dampak positif globalisasi ekonomi ditilik dari aspek kreatifitas dan daya saing dengan semakin terbukanya pasar untuk produk-produk ekspor maka diharapkan tumbuhnya kreatifitas dan peningkatan kualitas produksi yang disebabkan dorongan untuk tetap eksis ditengah persaingan global, secara natural ini akan terjadi manakala kesadaran akan keharusan berinivasi muncul dan pada giliranya akan menghasilkan produk-produk dalam negeri yang handal dan berkualitas.
Disisi lain kondisi dimana kapababilitas daya saing yang rendah dan ketidakmampuan Indonesia mengelola persaingan akan menimbulkan mimpi buruk begi perekonomian negeri
ini, hal ini akan mendatangkan berbaga dampak negatif globalisasi ekonomi seperti membajirnya produk-produk negeri asing seperti produk cina yang akhirnya mamatikan produksi dalam negeri, warga negara Indonesia hanya akan menjadi tenaga kasar bergaji murah sedangkan pekerjaan pekerjaan yang membutuhkan skill akan dikuasai ekspatriat asing, dan sudah barang tentu lowongan pekerjaan yang saat ini sudah sangat sempit akan semakin habis karena gelombang pekerja asing.
Pemuda sebagai pemegang estafet kepemimpinan nasional bangsa Indonesia harus mempunyai pemikiran yang visioner dan strategis serta kontributif dalam mewujudkan kemajuan bangsa. Indonesia berjaya bukanlah hal yang mustahil. Kita mempunyai berbagai sumber daya yang mendukung transformasi Indonesia menjadi negara maju. Namun, kita jangan hanya terlena dan mengandalkan potensi sumber daya alam semata. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah membenahi dan menyiapkan SDM. Jika dibaratkan Indonesia gemilang adalah gedung bertingkat, maka SDM adalah pondasinya. Maka agar perekonomian Indonesia semakin maju, perlu ada perbaikan di sistem pendidikannya, supaya SDM di Indonesia dapat bersaing dengan SDM negara lain.
DAFTAR PUSTAKA
Dhani Kurniawan, “Strategi Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi,” Gema Eksos, vol. 6, no. 1, pp. 1–15, 2010.
D. Kurniawan, “Strategi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi,” pp. 100–148, 2007.
Boediono, “Teori Pertumbuhan Ekonomi,” Seri Sinop. Pengantar Ilmu Ekon. no. 2, 1998. [5]
Arsyad Lincolin, Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta: STIE YKPN, 1997.
Schumpeter J, The Theory of Economic Development. An Inquiry into Profits, Capital, Credit, Interest and the Business Cycle. Harvard U, 1934.
M. P. dan S. C. S. Todaro, Pembangunan Ekonomi Edisi Ke Sembilan. Jakarta: Erlangga, 2008.
Lisda L. Asi, “Organisasi Dan Manajemen Dalam Era Ekonomi Global,” Organ. Dan Manaj.
Dalam Era Ekon. Glob., vol. 7, no. 3, pp. 1– 6, 2010.
https://www.academia.edu/36134968/
Ekonomi_Indonesia_dalam_Era_Globalisasi
https://www.jurnal.id/id/blog/globalisasi-ekonomi-yang-terjadi-dalam-10-tahun-terakhir/
#:~:text=Dalam%20kurun%20waktu%2025%20tahun,dan%20komunikasi%20menjadi
%20lebih%20rendah.