Green MANUFACTUR
KELOMPOK 2 :
Puan Maryam Leaongso (202172001)
Sari Gentry Habayasya Kilian (202172095)
Ricky Aditya (202172037)
Indikator kinerja
lingkungan manufaktur
Indicator manufaktur berkelanjutan adalah kemapanan yang bermakna mampu mendefinisikan dan menentukan batasan-batasan, selalu berada dalam lintasan jejak yang tetap atau konsisten, dan selalu memberbaiki kinerjanya.
Sebagian besar para pebisnis setiap harinya menggunakan indicator-indicator keberlanjutan yang familiar untuk
melakukan seluruh kegiatannya, seperti; kegiatan
penjualan, kegiatan pembiayaan, kegiatan penilaian
kinerja pegawai dan penilaian terhadap kepuasan
konsumen
Terdapat 18 (delapanbelas) indicator kuantifatif untuk menilai kinerja lingkungan kegiatan manufaktur guna memudahkan pengendalian
kegiatan operasional manufaktur yang ramah lingkungan atau
manufaktur berkelanjutan, dan atau manufaktur hijau. Kedelapanbelas indicator kuantitatif tersebut adalah indicator yang disarankan oleh
Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).
Organization for Economic Cooperation and Development (OECD)
mendefinisikan “manufaktur berkelanjutan” sebagai kreatifitas atau kreasi dalam membuat produk manufaktur dengan menggunakan
proses-proses yang minimum menimbulkan dampak negative terhadap
lingkungan hidup.
Series 1 Series 2
0 5 10 15 20
Item 1 Item 2 Item 3
Metode Analisis Perancangan
Manufaktur Hijau
Metode analisis perancangan manufaktur hijau diperlukan untuk menilai derajat perbaikan yang diharapkan dari
parameter-parameter tertentu untuk dapat mencapai tolok ukur nilai ekoefisiensi yang tinggi pada kegiatan dan
lingkungan manufaktur.
Metode analisis ini difokuskan mulai dari estimasi terhadap perameter seperti; survei pasar yang mengharapkan
adanya nilai-nilai daur ulang yang terdapat pada produk, dan dampak lingkungan yang akan terjadi pada hasil daur hidup produk secara keseluruhan. Parameter parameter yang diukur tersebut termasuk hubungannya dengan hal yang tercermin pada interaksi antara faktor biaya yang ditimbulkan dengan manfaat yang diperoleh dari
pelaksanaan konsep manufaktur hijau
Metode Analisis Perancangan Manufaktur Hijau
Analisis menggunakan metode penyaringan (screening); yaitu dengan cara mempersempit atau memperkecil jumlah alternatif pilihan penggunaan desain produk alternatif.
1.
Analisis menggunakan metode penilaian (assessment); yaitu dengan cara memprediksi performa yang diharapkan dari hasil rancangan yang bersifat obyektif.
2.
Metode analisis biaya untuk membandingkan biaya produksi yang diharapkan dengan daya guna yang dapat diberikan oleh beberapa alternatif desain produk yang telah dirancang.
3.
Analisis metode pengambilan keputusan yang digunakan untuk memilih di
antara berbagai alternatif bilamana metode analisis biaya terlalu rumit untuk digunakan, maka dapat digunakan teknik analisis hirarkhi, sistem saran dari para ahli/pakar, dan atau menggunakan metode optimalisasi.
4.
Terdapat 4 (empat) metode analisis yang umum digunakan oleh
pengusaha pada manufaktur yang sudah menerapkan manajemen
ekologi industri yaitu:
Hubungan antara tujuan pengelolaan manufaktur hijau dengan ukuran-ukuran dan manfaat bagi manufaktur dapat
dijelaskan pada tabel berikut.
Hubungan antara tujuan pengelolaan manufaktur hijau dengan ukuran-ukuran dan manfaat bagi manufaktur dapat
dijelaskan pada tabel berikut.
Guna menciptakan sistem manufaktur yang memiliki visi berwawasan lingkungan maka
diharapkan adanya suatu infrastruktur informasi yang dapat menopang sistem perancangan
ekologi industri yaitu; data dasar tentang produk, proses produksi dan data tentang
karakteristik manufaktur yang diperlukan untuk dapat disimpan di dalam suatu data base
yang dapat diperbarui secara periodik.
6 tahap proses
pengembangan produk
1. Pembentukan ide (Ideasi)
Tahap awal proses pengembangan produk dimulai dengan menghasilkan ide produk baru. Tahap ide awal adalah saat melakukan curah pendapat tentang konsep produk berdasarkan kebutuhan pelanggan, harga, dan riset pasar.
Ada baiknya untuk mempertimbangkan faktor-faktor berikut saat memulai konsep produk baru:
Target pasar: Target pasar adalah profil konsumen yang menjadi dasar pembuatan produk Anda. Profil konsumen harus diidentifikasi di awal untuk membuat konsep produk terkait target pasar.
Produk yang ada: Saat memiliki konsep produk baru, ada baiknya mengevaluasi portofolio produk yang ada. Apakah sudah ada produk yang memecahkan masalah serupa? Jika ya, apakah konsep baru tersebut cukup berbeda untuk dijalankan? Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dapat memastikan keberhasilan konsep yang baru.
Fungsi: Meskipun belum memerlukan laporan terperinci tentang fungsi produk, Anda harus memiliki gambaran umumnya. Pertimbangkan tampilan dan nuansa produk serta alasan seseorang tertarik membelinya.
Analisis SWOT:Menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman produk di awal proses dapat membantu membangun versi terbaik dari konsep baru produk Anda. Analisis ini memastikan produk berbeda dari pesaing dan mengatasi kesenjangan pasar.
Metode SCAMPER: Untuk menyempurnakan ide, gunakan metode curah pendapat seperti SCAMPER yang melibatkan substitusi, penggabungan, adaptasi, modifikasi, penggunaan lain, eliminasi, atau penataan ulang konsep produk.
Untuk memvalidasi konsep produk, pertimbangkan untuk mendokumentasikan ide dalam bentuk kasus bisnis. Cara ini
memungkinkan semua anggota tim memiliki pemahaman yang jelas tentang fitur produk awal dan tujuan peluncuran produk
6 tahap proses
pengembangan produk
2. Definisi produk
Setelah menyelesaikan kasus bisnis dan mendiskusikan target pasar serta fungsi produk, inilah saatnya menentukan produk. Tahap ini juga disebut sebagai penilaian atau pengembangan konsep, dan fokus pada penyempurnaan strategi produk.
Selama tahap definisi produk, Anda harus menentukan spesifikasi, termasuk:
Analisis bisnis: Analisis bisnis terdiri dari pemetaan strategi distribusi, strategi ecommerce, dan analisis pesaing yang lebih mendalam. Langkah ini bertujuan mulai membangun peta jalan produk yang ditentukan dengan jelas.
Nilai manfaat: Nilai manfaat adalah masalah yang diatasi produk. Pertimbangkan perbedaannya dengan produk lain di pasaran. Nilai ini dapat berguna untuk riset pasar dan untuk mengembangkan strategi pemasaran.
Metrik keberhasilan: Sangat penting untuk menjelaskan metrik keberhasilan di awal sehingga Anda dapat mengevaluasi dan mengukur keberhasilan setelah produk diluncurkan. Adakah metrik utama yang ingin diamati? Ini bisa berupa KPI dasar seperti nilai pesanan rata-rata, atau sesuatu yang lebih spesifik seperti gol yang ditetapkan secara khusus yang relevan dengan organisasi Anda.
Strategi pemasaran: Setelah mengidentifikasi nilai manfaat dan metrik keberhasilan, mulailah melakukan curah pendapat tentang strategi pemasaran yang sesuai kebutuhan Anda. Pertimbangkan kanal yang diinginkan untuk mempromosikan produk, misalnya media sosial atau postingan blog. Meskipun strategi ini mungkin perlu direvisi, tergantung produk jadi, ada baiknya untuk memikirkan hal ini saat menentukan produk untuk mulai merencanakan di awal.
Setelah ide-ide ini ditentukan, inilah saatnya mulai membangun produk standar yang layak (MVP) dengan prototipe awal.
6 tahap proses
pengembangan produk
4. Desain awal
Selama fase desain awal, pemangku kepentingan proyek bekerja sama untuk menghasilkan mockup produk berdasarkan prototipe MVP. Desain harus dibuat dengan mempertimbangkan audiens target dan melengkapi fungsi utama produk.
Desain produk yang berhasil mungkin memerlukan beberapa iterasi untuk mendapatkan hasil yang tepat, dan melibatkan komunikasi dengan distributor untuk mendapatkan bahan yang diperlukan.
Untuk menghasilkan desain awal, Anda akan:
Mencari bahan: Mencari bahan memainkan peran penting dalam merancang mockup awal. Ini dapat mencakup bekerja dengan berbagai vendor dan memesan atau membuat bahan sendiri. Karena beragam bahan bisa berasal dari berbagai tempat, Anda harus mendokumentasikan penggunaan bahan di tempat bersama sebagai referensi jika diperlukan nanti.
Terhubung dengan pemangku kepentingan: Komunikasi yang erat harus dijaga selama fase desain untuk memastikan desain awal sesuai rencana. Bagikan laporan progres setiap minggu atau setiap hari untuk menyampaikan pembaruan dan mendapatkan persetujuan sesuai kebutuhan.
Menerima umpan balik awal: Ketika desain selesai, mintalah umpan balik awal dari manajemen senior dan pemangku kepentingan proyek. Anda kemudian dapat merevisi desain produk sesuai kebutuhan hingga desain akhir siap
dikembangkan dan diimplementasikan.
Setelah desain disetujui dan siap diserahkan, lanjutkan ke fase validasi untuk pengujian akhir sebelum meluncurkan produk.
6 tahap proses
pengembangan produk
5. Validasi dan pengujian
Untuk meluncurkan produk baru, Anda harus memvalidasi dan mengujinya terlebih dahulu. Tahap ini memastikan bahwa setiap bagian dari produk, mulai pengembangan hingga pemasaran, berfungsi secara efektif sebelum dirilis ke publik.
Untuk memastikan kualitas produk, lakukan hal berikut:
Pengembangan dan pengujian konsep: Anda mungkin berhasil merancang prototipe, tetapi tetap harus mengatasi
masalah yang muncul saat mengembangkan konsep. Ini melibatkan pengembangan perangkat lunak atau produksi fisik dari prototipe awal. Lakukan uji fungsi dengan meminta bantuan anggota tim dan penguji beta untuk memastikan
kualitas pengembangan.
Pengujian front-end: Selama tahap ini, ujilah fungsi front-end terkait risiko kode pengembangan atau kesalahan yang berdampak langsung pada konsumen. Ini mencakup pemeriksaan fungsi ecommerce dan memastikannya stabil untuk peluncuran.
Uji pemasaran: Sebelum mulai memproduksi produk akhir, uji rencana pemasaran terkait fungsi dan kesalahan. Ini saatnya untuk memastikan bahwa semua kampanye disiapkan dengan benar dan siap diluncurkan.
Setelah pengujian awal selesai, Anda siap memulai produksi konsep produk akhir dan meluncurkannya ke basis pelanggan.
6 tahap proses
pengembangan produk
5. Validasi dan pengujian
Untuk meluncurkan produk baru, Anda harus memvalidasi dan mengujinya terlebih dahulu. Tahap ini memastikan bahwa setiap bagian dari produk, mulai pengembangan hingga pemasaran, berfungsi secara efektif sebelum dirilis ke publik.
Untuk memastikan kualitas produk, lakukan hal berikut:
Pengembangan dan pengujian konsep: Anda mungkin berhasil merancang prototipe, tetapi tetap harus
mengatasi masalah yang muncul saat mengembangkan konsep. Ini melibatkan pengembangan perangkat lunak atau produksi fisik dari prototipe awal. Lakukan uji fungsi dengan meminta bantuan anggota tim dan penguji
beta untuk memastikan kualitas pengembangan.
Pengujian front-end: Selama tahap ini, ujilah fungsi front-end terkait risiko kode pengembangan atau kesalahan yang berdampak langsung pada konsumen. Ini mencakup pemeriksaan fungsi ecommerce dan memastikannya stabil untuk peluncuran.
Uji pemasaran: Sebelum mulai memproduksi produk akhir, uji rencana pemasaran terkait fungsi dan kesalahan.
Ini saatnya untuk memastikan bahwa semua kampanye disiapkan dengan benar dan siap diluncurkan.
Setelah pengujian awal selesai, Anda siap memulai produksi konsep produk akhir dan meluncurkannya ke basis
pelanggan.
6 tahap proses
pengembangan produk
6. Komersialisasi
Sekarang saatnya mengomersialkan konsep yang melibatkan peluncuran produk dan mengimplementasikannya di situs web Anda.
Sekarang Anda telah menyelesaikan desain dan menguji kualitas pengembangan dan strategi pemasaran. Anda harus yakin dengan iterasi akhir dan siap memproduksi produk akhir.
Pada tahap ini, Anda harus mengerjakan:
Pengembangan produk: Ini adalah pembuatan fisik produk yang akan dirilis ke pelanggan. Tahapan ini mungkin memerlukan produksi atau pengembangan tambahan untuk konsep perangkat lunak. Berikan tim prototipe
akhir dan iterasi MVP untuk menghasilkan produk dengan spesifikasi yang benar.
Implementasi ecommerce: Setelah produk dikembangkan dan siap diluncurkan, tim pengembangan akan mulai meluncurkan materi ecommerce. Ini mungkin memerlukan pengujian tambahan untuk memastikan produk jadi berfungsi seperti yang dimaksudkan selama fase pengujian front-end sebelumnya.
Produk akhir sudah diluncurkan. Yang tersisa hanyalah mengukur kesuksesan dengan metrik kesuksesan awal yang
Anda dapatkan.
6 tahap proses
pengembangan produk
6. Komersialisasi
Sekarang saatnya mengomersialkan konsep yang melibatkan peluncuran produk dan mengimplementasikannya di situs web Anda.
Sekarang Anda telah menyelesaikan desain dan menguji kualitas pengembangan dan strategi pemasaran. Anda harus yakin dengan iterasi akhir dan siap memproduksi produk akhir.
Pada tahap ini, Anda harus mengerjakan:
Pengembangan produk: Ini adalah pembuatan fisik produk yang akan dirilis ke pelanggan. Tahapan ini mungkin memerlukan produksi atau pengembangan tambahan untuk konsep perangkat lunak. Berikan tim prototipe
akhir dan iterasi MVP untuk menghasilkan produk dengan spesifikasi yang benar.
Implementasi ecommerce: Setelah produk dikembangkan dan siap diluncurkan, tim pengembangan akan mulai meluncurkan materi ecommerce. Ini mungkin memerlukan pengujian tambahan untuk memastikan produk jadi berfungsi seperti yang dimaksudkan selama fase pengujian front-end sebelumnya.
Produk akhir sudah diluncurkan. Yang tersisa hanyalah mengukur kesuksesan dengan metrik kesuksesan awal yang
Anda dapatkan.
daur hidup produk
Kata produk berasal dari bahasa Inggris yakni product yang diartikan sesuatu yang diproduksi oleh tenaga kerja atau sejenisnya. Bentuk kerja dari kata produk, yaitu produce, yang merupakan serapan dari bahasa Latin produce(re), yang berarti untuk memimpin atau membawa sesuatu
untuk maju.
Sedangkan dalam istilah, produk merupakan bentuk fisik barang yang ditawarkan dengan
seperangkat citra dan jasa yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan. Perusahaan umumnya harus mengadaptasi strateginya sepanjang waktu, dalam hal ini strategi yang berkaitan dengan produk demi kelangsungan hidup produk tersebut.
Salah satu konsep yang sangat bermanfaat dalam memberikan pemahaman mengenai implikasi
strategik dari perubahan-perubahan tersebut terhadap strategi pemasaran adalah konsep Daur
Hidup Produk (Product Life Cycle). Daur Hidup Produk merupakan konsep yang penting dalam
pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu
produk.
daur hidup produk
Secara umum, Daur Hidup Produk adalah perjalanan hidup suatu produk, mulai dari produk
diperkenalkan ke pasar sampai produk tersebut mati. Setiap produk yang diluncurkan ke pasar pasti memiliki usia tertentu. Terkadang, usianya sangat singkat dan terkadang sangat panjang.
Panjang pendeknya usia suatu produk ini tergantung dari kemampuan manajemen perusahaan untuk mengelola produk tersebut.
Tidak jauh berbeda dengan manusia yang memiliki batas usia tertentu, mulai dari bayi hingga meninggal dunia. Tidak sedikit manusia meninggal dalam usia bayi dan tidak sedikit pula
meninggal dalam usia relatif pajang.
Adapun yang menjadi perbedaan adalah manusia memiliki usia yang terbatas sedangkan produk
tidak. Usia kehidupan ini kita kenal dengan daur hidup atau apabila kita artikan ke produk, yaitu
daur hidup produk. Daur hidup produk yang artinya merupakan perjalanan hidup suatu produk
mulai dari produk dijual di pasar sampai produk tersebut mati.
Tahapan-tahapan dalam Daur Hidup Produk
Tahap Perkenalan (introduction)
Suatu periode pertumbuhan penjualan yang lambat saat produk diperkenalkan ke pasar. Pada tahap ini belum ada laba karena banyaknya biaya untuk memperkenalkan produk. Pada tahap perkenalan (introduction), barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual
umumnya barang baru (betul-betul baru). Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. Promosi yang dilakukan memang harus agresif dan
menitikberatkan pada merek penjual. Selain itu, distribusi barang tersebut masih terbatas dan laba yang diperoleh masih rendah.
Tahap pertumbuhan (growth)
Suatu periode penerimaan pasar yang cepat & peningkatan laba yang mengesankan. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. Di sini, pesaing sudah mulai memasuki pasar, sehingga
persaingan menjadi lebih ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan
distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya. Dalam tahap ini, produk mulai dikenal konsumen dan
mengalami kenaikan volume penjualan.
Tahapan-tahapan dalam Daur Hidup Produk
Tahap kedewasaan (maturity)
Suatu periode penurunan dalam pertumbuhan penjualan karena produk itu telah
mencapai penerimaan sebagian besar pembeli potensial. Laba stabil atau menurun karena peningkatan pengeluaran pemasaran untuk mempertahankan produk
dalam persaingan.
Tahap penurunan (decline)
Periode saat penjualan menunjukkan arah menurun dan laba menipis. Biasanya tahap-tahap ini ditandai dimana kecepatan pertumbuhan penjualan atau
penurunannya menjadi nyata. Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan
tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya dapat beroperasi
pada pasar tertentu yang sangat terbatas.
Thank
You