• Tidak ada hasil yang ditemukan

Industri Minyak Goreng - Studi Kelayakan Bisnis

N/A
N/A
Maisa Dlmmm

Academic year: 2024

Membagikan "Industri Minyak Goreng - Studi Kelayakan Bisnis"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

INDUSTRI MINYAK GORENG

“MINYAK GORENG MB (MILIK BERSAMA)”

Disusun Oleh :

Nama : 1. 22844/ Maisa Nurhayati Dalimunthe 2. 22717/ Yulisa Nurvera Silaban 3. 22764/ Ridho Kukuh Syahputra 4. 22803/Kasyfil Akhyar Wiharjo 5. 227304/ Beni Nurul Fauzi

6. 22832/ M. Radjasyah Lubis 7. 22807/ Eko Manogari Harianja 8. 22729/ Yohanes Woda Malibata Minat : STIK

Mata Kuliah : Studi Kelayakan Bisnis Dosen Pengampu : Ir. Listiyani, MP.

JURUSAN TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN STIPER YOGYAKARTA

2023

(2)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Jenis Usaha

Usaha yang kami rintis adalah industri Minyak Goreng dengan merk Minyak Goreng MB (Milik Bersama).

1.2 Nama Pemilik

Usaha bisnis ini merupakan usaha bersama dirintis oleh delapan orang yaitu:

1. Maisa Nurhayati Dalimunthe 2. Yulisa Nurvera Silaban 3. Ridho Kukuh Syahputra 4. Kasyfil Akhyar Wiharjo 5. Beni Nurul fauzi

6. M. Radjasyah Lubis

7. Eko Manogari Harianja 8. Yohanes Woda Malibata 1.3 Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak kelapa sawit di dunia. Produksi minyak kelapa sawit yang sangat tinggi menjadikan Indonesia sebagai negara produsen utama minyak kelapa sawit dunia. Perkembangan rata- rata konsumsi minyak goreng sawit pada tingkat rumah tangga di Indonesia periode 2015–2020 menunjukkan peningkatan sebesar 2,32% per tahun.

Walaupun terjadi kenaikan konsumsi minyak goreng, akan tetapi produksi minyak goreng masih mampu memenuhi kebutuhan konsumsi tersebut.

Minyak goreng merupakan salah satu bahan pokok yang dibutuhkan hamper setiap hari, khususnya bagi para ibu guna keperluan masak –memasak.

Minyak kelapa sawit mengandung vitamin E sebanyak 11% dari asupan harian yang dianjurkan. Warna pigmen kemerahan minyak tersebut adalah senyawa karotenoid yaitu antioksidan yang dapat diubah menjadi vitamin A oleh tubuh.

(3)

1.4 Deskripsi Umum Bisnis

Bisnis industri yang kami tawarkan adalah minyak goreng yang berasal dari buah kelapa sawit, yang diolah dari CPO hasil pengolahan dipabrik kelapa sawit. Rencana minyak goreng ini akan diedarkan kekios – kios maupun ke supermarket yang beredar dimanapun.

1.5 Tujuan Dan Potensi Usaha

Pada dasarnya, tujuan didirikannya usaha ini untum memenihu kebutuhan pelanggan yang sedang mencari minyak gireng dengan kualitas yang bagus dan juga berdampak baik untuk kesehatan. Potensi usaha ini kedepannya adalah semakin meningkatnya jumlah konsumen minyak goreng dari kelapa sawit ini, maka diharapkan akan terbuka kesempatan untuk melakukan ekspansi atau memperluas usaha dengan membuka cabang cabang didaerah yang cukup strategis.

1.6 Keunikan Pelayanan

Keunikan pelayanan yang ditawarkan adalah kita menjual minyak goreng ini dengan harga yang terjangkau serta mendapatkan kualitas ataupun dampak yang baik bagi tubuh konsumen.

(4)

BAB II

ASPEK PEMASARAN 2.1 Analisis Pasar

Aspek pasar merupakan sebuah aspek yang sangat penting dalam memulai sebuah usaha untuk mengetahui kondisi pasar dan permintaan dari produk yang akan ditawarkan.

Segmentasi, Targeting dan Positioning - Segmentasi Pasar

Sasaran pasar konsumen produk minyang goreng “MB” adalah konsumen segmen menengah ke bawah.

- Target Pasar

Target pasar yang dituju adalah Masyarakat, industri mikro kecil seperti kios/toko, supermarket.

- Positioning

Menciptakan minyak goreng dengan harga yang terjangkau namun dengan kualitas yang baik seperti minyak goreng yang sudah besar namanya.

2.2 Permintaan

a. Omset Penjualan

Minyak Goreng 1 liter seharga Rp. 12.000,- dan terjual sebanyak 45 sachet minyak goreng “MB”/ liter. Maka, perkiraan penjualan perhari pada setiap kios yaitu:

= Rp. 12.000,- x 45 cup = Rp. 540.000,-/hari

= Rp. 540.000,- x 30 hari = Rp. 16.200.000,-/bulan Maka, perkiraan omset penjualan pertahun:

= Rp. 16.200.000,- x 12 bulan = Rp. 194.400.000,-/tahun

(5)

b. Volume Penjualan

Perkiraan Volume Penjualan Periode Penjualan

(unit)

Harga/Unit (Rp/Unit)

Volume Penjualan

Tahun ke 1 16.200 Rp. 12.000,- Rp. 194.400.000,- Tahun ke 2 17.820 Rp. 12.000,- Rp. 213.840.000,- Tahun ke 3 19.440 Rp. 12.000,- Rp. 233.280.000,- *Estimasi kenaikan permintaan 10% pertahun

c. Penjualan Hasil Produksi

Penjualan hasil produksi Minyak Goreng “MB” ditujukan kepada:

- Masyarakat kalangan menengah kebawah - Masyarakat daerah sekitar

- Para pedagang d. Pesaing

Pesaing industri minyak goreng tentu pada bidang yang sama yaitu penyedia minyak goreng dari kelapa sawit. Namun, Minyak goreng yang kami miliki diupayakan harganya tetap lebih murah namun dengan kualitas yang baik dibanding dengan produk minyak goreng lain yang beredar dipasar.

e. Harga

Dengan harga Rp. 12.000,- per 1 liter sachet Minyak Goreng yang sudah menjangkau konsumen dari kalangan manapun terutama dengan target pasar yang dituju yaitu warga sekitar dan pedagang.

2.3 Strategi Pemasaran

Produk yang kami tawarkan lebih ditujukan kepada masyarakat kalangan menengah kebawah, juga para pedagang dengan kualitas dan mutu yang baik namun dengan harga yang relatif terjangkau.

Adapun strategi pemasaran yang akan dilakukan yaitu:

a. Mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Setempat.

b. Melakukan program promosi sales call taitu menawarkan produk secara langsung kepada Masyarakat sekitar.

(6)

c. Produk minyak goreng akan dijual secara langsung ke masayarakat sekitar sentra industri dan melalui perantara berupa agen dan toko-toko/kios-kios

(7)

BAB III ASPEK TEKNIK 3.1 Desain Produk

 Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi :

Ketersediaan Bahan Baku untuk kebutuhan Milik Bersama industri pengolahan minyak goreng sangat tersedia baik di lingkungan sekitar Milik Bersama. Selain itu untuk mendukung operasional Milik Bersama industri minyak goreng, terdapatnya industri-industri kecil pengolah minyak kelapa disekitar lokasi yang berjumlah 20 unit. Keberadaan Milik Bersama industri diharapkan dapat mengoptimalkan usaha-usaha dari IKM-IKM pembuat minyak kelapa yang ada. Mengelompoknya IKM dalam Milik Bersama akan meningkatkan kemampuan serta mempermudah dalam pembinaan IKM.

3.2 Kebutuhan Bahan Baku

 Bahan baku

- Crude Palm Oil (CPO)

3.3 Kendaraan

Kami menggunakan truk yang digunakan untuk operasional usaha.

3.4 Keunggulan

Keunggulan produk kami dengan produk pesaing adalah minyak goreng kami diperkaya dengan Vitamin E, Pro Vitamin A Omega-6 dan Omega-9 yang dapat membantu menurunkan kolesterol jahat LDL dan menaikkan kolesterol baik HDL. Selain panasnya tetap stabil sehingga masakan matang luar dalam, minyak goreng Bimoli juga jernih dan tidak mudah susut.

3.5 Bangunan

Kami memilih lokasi pabrik di Jl. Glagahsari No.66, Warungboto, Kec.

Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 554433.

(8)

BAB IV ASPEK SDM 4.1 Aspek SDM

Menurut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Yogyakarta (2016), Milik Bersama industri minyak goreng, akan dikelola oleh lembaga pengelola Milik Bersama, berupa Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD). UPTD memberikan layanan yang bersifat teknis bagi pelaku IKM, berupa pelatihan dan peningkatan keterampilan; dukungan produksi; dukungan 18 pemasaran dan layanan bisnis; Jasa konsultasi pengembangan usaha terkait diferensiasi pengembangan produk maupun jasa, regulasi maupun aturan yang menjadi ciri khas Milik Bersama IKM; jasa penelitian dan pengembangan teknik dan teknologi; Penguasaan terhadap standar industri dan penerapannya.

Pembentukkan UPTD Milik Bersamaindustri minyak goreng di Kecamatan Umbulharjo sesuai Surat Pernyataan Bupati Sleman nomor 510/0349/perdagangan/2016 bulan Maret 2016. UPTD akan dipimpin oleh seorang kepala UPTD dibantu oleh minimal dua orang staf yang masing-masing akan bertanggungjawab pada bagian produksi dan bagian pemasaran/pameran.

(9)

BAB V

ASPEK KEUANGAN 5.1 Aspek Keuangan

Adapun sumber dana awal untuk menjalankan usaha sentra industri ini dari APBN Dana Alokasi Khusus. Selanjutnya selama tiga tahun berturut-turut akan didanai oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai. Berikut perhitungan analisis kelayakan investasi sentra industri minyak goreng “Milik Bersama”.

Diketahui :

Investasi Usaha = Rp. 1.547.000.000

Umur Ekonomi = 5 Tahun

Pada Umur 5 Tahun Usaha masih laku terjual = Rp. 500.000.000

Bunga diperkirakan = 2%

Pajak = 10%

Pendapatan :

Perkiraan Produksi/Hari = 500 liter

Jika dalam satu bulan 20 kali produksi maka = 10.000 liter/bulan Produksi dalam satu tahun = 120.000 liter/tahun

Harga = Rp. 12.000/liter

Penerimaan = Rp.1.440.000.000/Tahun

Perkiraan Biaya Produksi = Rp. 750.000.000/Tahun Pendapatan Sebelum pajak = Rp. 690.000.000/Tahun Perkiraan Pajak = Rp. 69.000.000/Tahun

atau 10%

Pendapatan Setelah Pajak (EAT) = Rp. 621.000.00

(10)

BAB VI PENUTUP 6.1 Antisipasi Masa Depan

1. Inovasi Produk: Industri minyak goreng akan terus berinovasi dalam mengembangkan produk yang lebih sehat dan berkelanjutan. Minyak goreng yang rendah lemak jenuh, bebas trans fat, dan sumber berkelanjutan akan menjadi tren utama di masa depan.

2. Respons Terhadap Keberlanjutan: Tuntutan konsumen terhadap produk yang ramah lingkungan akan mendorong perusahaan minyak goreng untuk mengurangi jejak karbon mereka, mendukung sumber daya berkelanjutan, dan memperhatikan praktik produksi yang berkelanjutan.

3. Perubahan Gaya Hidup Konsumen: Perubahan dalam gaya hidup dan kebiasaan makan konsumen akan memengaruhi permintaan terhadap minyak goreng. Permintaan untuk produk organik, non-GMO, dan makanan berbahan dasar nabati akan terus tumbuh.

4. Regulasi Ketat: Regulasi terkait dengan penggunaan minyak goreng dalam makanan, termasuk batas penggunaan asam lemak trans, akan memengaruhi industri. Bisnis harus bersiap untuk mematuhi regulasi yang ketat.

5. Teknologi dan Otomatisasi: Perkembangan teknologi dalam proses produksi dan manufaktur akan membantu perusahaan mengoptimalkan efisiensi produksi dan meminimalkan limbah.

6. Kualitas dan Keamanan Produk: Kesadaran akan kualitas dan keamanan produk akan menjadi faktor kunci dalam mendukung kepercayaan konsumen. Perusahaan harus fokus pada pengujian dan pemantauan kualitas produk mereka.

6.2 Kesimpulan

Industri minyak goreng adalah sektor yang penting dalam dunia makanan dan memainkan peran sentral dalam kehidupan sehari-hari konsumen. Dalam beberapa dekade terakhir, industri ini telah mengalami perkembangan signifikan, baik dalam hal variasi produk, proses produksi, dan respons terhadap perubahan dalam preferensi konsumen dan tuntutan keberlanjutan. Bisnis

(11)

industri minyak goreng memiliki potensi pertumbuhan yang kuat, tetapi juga dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama terkait dengan perubahan gaya hidup, regulasi, dan isu-isu lingkungan. Oleh karena itu, kesadaran akan perubahan pasar dan inovasi akan menjadi kunci untuk kelangsungan bisnis dalam industri minyak goreng.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam bab ini penulis akan menguraikan secara ringkas Profil perusahaan, Biodata pemilik usaha, Struktur usaha, Aspek pasar, Keunggulan produk, Gambaran produk, Target dan

Dalam melakukan kajian perlu dilakukan penilaian dari aspek-aspek yang mendukung layak atau tidak layaknya, seperti aspek pasar, aspek pemasaran, aspek keuangan, aspek

Tahapan penting yang perlu dilakukan di awal adalah melakukan suatu studi kelayakan terhadap usaha tersebut yang mencangkup aspek pasar dan pemasaran, manajemen, keuangan,

Jadi pengertian studi kelayakan bisnis adalah penelitian yang menyangkut berbagai aspek baik itu dari aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, aspek pasar dan pemasaran, aspek

Analisis kelayakan pendirian industri meliputi aspek pasar dengan meramalkan jumlah permintaan dan strategi pemasaran, aspek teknik dengan menganalisis lokasi dan

Studi kelayakan peroyek atau bisnis adalah penelitihan yang menyangkut berbagai aspek baik itu dari aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis

Analisis kondisi pasar saat ini, meliputi ; • Perkembangan permintaan & penawaran produk • Perkembangan harga misal 3 thn terakhir • Karakteristik konsumen yg dituju baik

Aspek Kelayakan Bisnis Aspek Hukum Aspek Lingkungan Aspek Pasar dan Pemasaran Aspek Teknis dan Teknologi Aspek Manajemen dan Sumber Daya Manusia Aspek Keuangan... Aspek Pasar dan