• Tidak ada hasil yang ditemukan

INFLASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA PERIODE 2010 2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "INFLASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA PERIODE 2010 2019"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

INFLASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA PERIODE 2010 2019

ANALYSIS OF THE EFFECT OF ISLAMIC COMMERCIAL BANK

FINANCING AND INFLATION ON ECONOMIC GROWTH IN INDONESIA 2010 2019 PERIOD

Yola Yolanda, Amir Machmud

Universitas Pendidikan Indonesia

Jl. Dr. Setiabudi No.229, Isola, Kec. Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat 40154 [email protected], [email protected]

Nabilah Yusof

Fakulti Syariah dan Undang-Undang USIM Malaysia Bandar Baru Nilai, 71800 Nilai, Negeri Sembilan Malaysia

[email protected]

Naskah diterima 16 Juli 2021, di-review 23 Oktober 2021, disetujui 28 November 2021

Abstract: This study aims to analyze the effect of Islamic commercial bank financing on the analysis of financial development in Indonesia, and to analyze the effect of inflation on financial development in Indonesia. This research method is multivariate cointegration and error correction model (ECM). Research uses time series data using Time series data starts from 2010 to 2019 with a total of 40 data (n), the data is sourced from the financial services authority (OJK). The findings in this study indicate that Islamic commercial bank financing has a significant effect on economic growth in Indonesia. The coefficient value of -0,122 indicates that every 1% economic growth will reduce the economic growth index in Indonesia by 0.122%. Meanwhile, inflation has a positive and insignificant effect on economic growth in Indonesia.

The coefficient value of 0.028 indicates that every 1% increase in inflation has no effect on the increase in the financial development index in Indonesia by 0.028%. It is fitting for the government in this case to encourage the development of Islamic banking to be proven to have contributed to economic growth through regulations that can support the acceleration of Islamic banking to the national economy.

Keywords: Islamic Bank Financing, Inflation, Economic Growth

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembiayaan bank umum syariah terhadap pengembangan keuangan di Indonesia, dan menganalisis pengaruh inflasi terhadap pengembangan keuangan di Indonesia, Metode dalam penelitian ini adalah kointegrasi multivariat dan model koreksi kesalahan (ECM), Penelitian ini menggunakan data time series yang dimulai dari tahun 2010 sampai tahun 2019 dengan jumlah data (n) sebanyak 40, data tersebut bersumber dari otoritas jasa keuangan (OJK). Temuan pada penelitian bahwa pembiayaan bank umum syariah berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Nilai koefisien sebesar -0,122 menunjukkan bahwa setiap kenaikan pertumbuhan ekonomi 1% maka akan menurunkan angka indeks pertumbuhan ekonomi di Indonesia sebesar 0,122 %. Sementara itu, inflasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Nilai koefisien sebesar 0,028 menunjukkan bahwa setiap kenaikan inflasi sebesar 1%, maka tidak berpengaruh terhadap kenaikan indeks pengembangan keuangan di Indonesia sebesar 0,028%. Sudah sepatutnya pemerintah dalam hal ini mendorong perkembangan perbankan syariah yang terbukti memberikan kontribusi terhadap petumbuhan ekonomi melalui regulasi yang dapat memicu akslerasi perbankan syariah terhadap perekonomian nasional.

(2)

PENDAHULUAN

P

ertumbuhan ekonomi merupakan suatu alat yang menjadi pengukuran prestasi dari suatu perkembangan perekonomian pada suatu Negara (Sukirno, 2013). Pertumbuhan ekonomi menjadi semakin penting untuk dikaji, mengingat tiap-tiap negara akan selalu berusaha untuk meningkatkan target ekonomi tersebut sebagai takaran kesuksesan negara dalam kurun waktu yang panjang. Mengingat setiap negara akan selalu

berusaha untuk meningkatkan target ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi semakin penting untuk dikaji (Sari & Kaluge, 2018).

Perekonomian Indonesia Sejak 1999 mengalami proses recovery dan tumbuh dari pertumbuhan ekonomi negatif menjadi tumbuh antara 4-6%

di tahun-tahun berikutnya. Indonesia mengalami trend pertumbuhan ekonomi yang positif yang sebelumnya mengalami krisis ekonomi dan keuangan pada tahun 1997-1998.

Gambar 1: Grafik Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2010-2020

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS) 2020

Gambar diatas menggambarkan naik turunya pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Tentunya keadaan tersebut terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhinya yaitu pembiayaan bank umum syariah.

Kajian dari Zirek, D., et all (2016) mengungkapkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara lembaga keuangan syariah dengan pertumbuhan ekonomi. Peningkatan

dana pihak ketiga, aktiva dan pembiayaan bank syariah mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi. Dalam jangka penjang, perkembangan ekonomi juga merespon searah terhadap penerapan instrumen kebijakan moneter syariah.

Kajian Hasan dan Dridi (2010) mengungkapkan bahwa ada sumbangan perbankan syariah terhadap stabilisasi kondisi pasar keuangan dan perekonomian lebih besar daripada sumbangan yang diberikan.

(3)

Gambar 2: Grafik perkembangan ASSET, PYD dan DPK

Sumber :(Otoritas Jasa Keuangan, 2020)

Industri perbankan syariah di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat dalam aset, pembiayaan, dan dana pihak ketiga.

Seluruh indikator kinerja industri perbankan syariah mengalami peningkatan (Otoritas Jasa Keuangan, 2020). Total aset perbankan syariah di Indonesia per juni 2020 sebesar Rp545,4 triliun naik 9,22 persen. Total pembiayaan yang disalurkan melalui perbankan syariah per juni 2020 sebesar Rp377,5 triliun atau naik 10,13 persen. Sedangkan total ketiga dana pihak industri perbankan syariah sebesar Rp430,2 triliun naik 8,99 persen (Otoritas Jasa Keuangan, 2020).

Pada masa sebelum dan pasca krisis ekonomi di tahun 1998 bank syariah hadir melengkapi keberadaan bank konvensional dalam sistem ganda perekonomian Indonesia. Dalam rentang tahun 1992-2016 perkembangan pembiayaan bank syariah tumbuh sebesar 61.98% per tahun. Perkembangan pembiayaan bank syariah melampaui perkembangan kredit dari bank konvensional. Dalam rentang waktu 1992-2016 perkembangan kredit bank konvensional tumbuh

sebesar 18.22% per tahun. (Setiawan, 2020).

Selain pembiayaan bank umum syariah faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, menurut (Indriyani, 2017) dan (Susanto, 2018) yaitu tingkat inflasi. Hal ini juga di dukung dari hasil penelitian yang dilakukan oleh (Haryati &

dkk, 2014).

Menurut Sukirno (2003) dalam suatu negara, inflasi sangat mempengaruhi stabilitas perekonomian negara tersebut karena, tingkat inflasi yang tinggi mempengaruhi tingkat produksi dalam negeri, melemahkan produksi barang ekspor. Tingkat inflasi yang tinggi menurunkan produksi karena harga menjadi tinggi dan permintaan akan barang menurun sehingga produksi menurun. Kemudian inflasi menyebabkan terjadinya kenaikan harga barang dan kenaikan harga upah buruh, maka kalkulasi harga pokok meninggikan harga. Beriikut ini grafik yang menunjukan inflasi di Indonesia 3 tahun terakhir yakni tahun 2018-2020 berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS):

(4)

Gambar 3: Grafik Perbandingan Tingkat Infalsi Tahun ke Tahun 2018-2020

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) 2020

Dapat dilihat dari gambar diatas tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2020 terhadap Juni 2019) sebesar 1,96 persen. Sementara tingkat inflasi dari tahun ke tahun pada juni 2019 ke juni 2018 sebesar 3,28 persen. Kemudian dapat dilihat untuk juni 2018 terhadap Juni 2017 masing-masing sebesar 3,28 persen dan 3,12 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu:

kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,47 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,13 persen; kelompok transportasi sebesar 0,41 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,13 persen; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,28 persen (BPS, 2020).

KERANGKA KONSEPTUAL Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu tolak ukur sebagai keberhasilan pembangunan

Pertumbuhan ekonomi dapat diukur dari tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sedangkan untuk ruang lingkup nasional dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) untuk lingkup wilayah. Selain dipengaruhi faktor internal, pertumbuhan ekonomi di suatu Negara dapat juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama setelah era ekonomi yang semakin mengglobal. Secara internal ada tiga komponen utama yang menentukan pertumbuhan ekonomi tersebut adalah pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Menurut Pertumbuhan ekonomi adalah suatu kondisi yang terjadi adanya perkembangan GNP potensial yang mencerminkan adanya pertumbuhan output perkapita dan meningkatnya standar hidup di masyarakat. Menurut Sukirno (2010) Teori Schumpeter menekankan tentang pentingnya peranan pengusaha di dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi. Schumpeter menyatakan makin tinggi tingkat kemajuan suatu ekonomi semakin terbatas kemungkinan untuk mengadakan inovasi yang baru.

(5)

Pembiayaan Bank Umum Syariah

Menurut (Rama, 2013) menyatakan bahwa bank syariah merupakan bank yang mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan deposito kemudian dana yang terkumpul akan di investasikan pada sector ekonomi yang diperbolehkan secara syariah. Kemudian pembiayaan bank umum syariah itu sendiri menurut (Baehaqy & Cahyono, 2020) pembiayaan perbankan syariah adalah penyediaan dana yang diperuntukan untuk pihak nasabah yang nantinya mewajibkan nasabah yang dibiayai untuk mengembalikan uang yang telah dipinjamkan atau tagihan tersebut sesuai dengan waktu kesepakatan yang telah ditentukan dengan imbalan atau bagi hasil. Sedangkan

Inflasi

Inflasi Menurut Sukirno (2006) Inflasi tarikan permintaan, yaitu Inflasi ini biasanya terjadi pada masa perekonomian berkembang dengan pesat. Kesempatan kerja yang tinggi menciptakan tingkat pendapatan yang tinggi dan selanjutnya menimbulkan pengeluaran yang melebihi kemampuan ekonomi mengeluarkan barang dan jasa. Sedangkan Inflasi desakan biaya, yaitu Inflasi yang berlaku pada masa perekonomian berkembang dengan pesat dan tingkat pengangguran sangat rendah. Apabila perusahaan-perusahaan masih menghadapi permintaan yang bertambah, mereka akan berusaha menaikkan produksi dengan cara memberikan gaji dan upah yang lebih tinggi kepada pekerjanya. Langkah ini membuat biaya produksi meningkat, yang akhirnya menyebabkan kanaikan harga berbagai barang.

Secara umum Inflasi dapat diartikan sebagai proses kenaikan harga-harga umum Barang- barang secara terus menerus. Sedangkan Sukirno (2010) mendefinisikan inflasi sebagai proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian. Berdasarkan definisi mengenai inflasi di atas maka dapat disimpulkan bahwa inflasi merupakan kecenderungan naiknya harga barang secara umum dan terjadi secara terus- menerus.

Kajian Terdahulu

rtyDahduli (2009) menyelidiki keefektifan konsep perbankan dan keuangan Islam dan menyimpulkan bahwa selain larangan tradisional, bank syariah harus mewaspadai penipuan bermoral dan perilaku penjualan yang egois yang terjadi di lembaga keuangan Barat. yang hanya melindungi kepentingan bank dan bonus yang dibayarkan kepada manajemen. Selain itu dan dengan mendiskusikan praktik perbankan negara maju di abad ke-19, telah disimpulkan bahwa kontrak PLS (bagi hasil dan kerugian) Islam akan membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan kekuatannya mengarahkan dana ke industri yang menguntungkan yang meningkatkan arus kas bank. dan kepercayaan pasar.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan data time series yang dimulai dari tahun 2010 sampai tahun 2019 dengan jumlah data (n) sebanyak 40, Data tersebut bersumber dari otoritas jasa keuangan (OJK). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kointegrasi multivariat dan model koreksi kesalahan (ECM), Penelitian ini

(6)

menggunakan dua variabel yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia, Hal ini mengacu pada beberapa penelitian terkait pengaruh pembiayaan bank umum syariah dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi yaitu:

𝑌 = {𝑋1,X2} (1)

Berdasarkan persamaan fungsi tersebut, dapat diturunkan model analisis regresi berganda sebagai berikut:

𝑙𝑜𝑔𝑌 = 𝛼0 + 𝛼1𝑋1 + 𝛼2𝑙𝑜𝑔𝑋2 + ε𝑡 (2) Dimana :

α0 = konstanta

α1 – α3 = nilai koefisien variabel independen εt = error term

Persamaan 3 termasuk ECt-1, untuk mengintegrasikan dinamika jangka pendek dalam fungsi neraca transaksi berjalan jangka panjang sehingga model koreksi kesalahan (ECM) digunakan sebagai berikut:

∆𝑙𝑜𝑔𝑌 = 𝛼0 + 𝛼1∆𝑋1 + 𝛼2∆𝑙𝑜𝑔𝑋2 + 𝐸𝐶𝑡−1 (3) Dimana :

ECt-1 = Term koreksi kesalahan pada satu periode

Estimasi model penelitian melibatkan tiga langkah, yaitu: pertama, pengujian akar unit (unit root test) menghindari kesalahan dalam hasil regresi, Uji akar unit yang digunakan adalah augmented dickey- fuller (ADF), Kedua, variabel diintegrasikan dalam urutan yang sama, kemudian dilakukan pengujian kointegrasi dengan menggunakan analisis residual based test, Ketiga, variabel kointegrasi, kemudian kita dapat menentukan model koreksi kesalahan (ECM), Analisis data penelitian sepenuhnya menggunakan bantuan aplikasi pengolahan data Eviews 10.

PEMBAHASAN DAN HASIL Uji Akar Uniryrt

Uji akar unit penting dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kemungkinan terjadinya kesalahan regresi yang akan menunjukkan t-statistik dan f-statistik yang mengakibatkan kesimpulan yang salah, Jadi, data time series harus stasioner atau dalam kasus non-stasioneritas, metodologi yang tepat harus diterapkan untuk mengoreksi, Penelitian ini menggunakan uji Augmented Dickey-Fuller (ADF) untuk uji akar unit,

Tabel 1 : hasil uji akar unit melalui metode augmented dickey-fuller (ADF) Test variabel

augmented dickey-fuller (ADF) Test

level first difference

Prob.* hasil Prob.* hasil

Pertumbuhaneko 0.8147 Tidak Stasioner 0.0124 Stasioner

Pembiayaan 0.3847 Tidak Stasioner 0.0019 Stasioner

Inflasi 0.3039 Tidak Stasioner 0.0019 Stasioner

Berdasarkan Tabel 1, Berdasarkan hasil uji akar unit dengan ADF-Test dapat diamati bahwa pada level, variabel pembiayaan inflasi memiliki nilai probabilitas >0,05 yang berarti variabel tersebut tidak stasioner pada tingkat level,

pertama (first different) yang menunjukkan bahwa keseluruhan prob.* stasioner pada first difference dan dapat digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pembiayaan bank umum syariah dan inflasi

(7)

Tabel 2 : Hasil Regresi

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 3.097225 0.356965 8.676558 0.0000

PEMB_BUS -0.122068 0.028338 -4.307606 0.0001

INFLASI 0.028589 0.046127 0.619793 0.5392

R-squared 0.361867 F-statistic 10.49082

Adjusted R-squared 0.327373 Prob(F-Statistik) 0.000246

utara” yang menyatakan inflasi tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh (Setiawan 2020);(Susanto 2018) yang menyatakan terjadi hubungan yang positif antara inflasi denga pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan hasil diatas , diketahui nilai F-statistic sebesar 10.49082 dengan prob. 0.0002

< α = 0.05 yang menunjukkan secara simultan semua variabel independen yaitu pembiayaan bank umum syariah dan inflasi berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Kemudian untuk koefisien determinasi (R2) sebesar 0.361867 atau 36,18 persen, yang menandakan bahwa pembiayaan bank umum syariah dan inflasi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sebesar 63,82 persen merupakan faktor lain yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Hasil diatas pada table 2 menunjukkan bahwa pembiayaan bank umum syariah (X1) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Nilai koefisien sebesar -0,122 menunjukkan bahwa setiap kenaikan pertumbuhan ekonomi 1% maka akan menurunkan angka indeks pertumbuhan ekonomi di Indonesia sebesar 0,122 %. Hasil ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Baehaqy and Cahyono 2020).

Sementara itu, inflasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Nilai koefisien sebesar 0,028 menunjukkan bahwa setiap kenaikan inflasi sebesar 1%, maka tidak berpengaruh terhadap kenaikan indeks pengembangan keuangan di Indonesia sebesar 0,028%. Hal ini di dukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Kalsum 2013) dengan judul “pengaruh pengangguran dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi di sumatera

Tabel 3 : diagnostic model

Diagnostic model Hasil Prob*

Normalitas 0.831 0.659

Multikolinieritas 1.002

Heteroskedastisitas 2.898 0.234

Autokorelasi 4.321 0.054

Dari tabel 3 diatas dapat disimpulkan bahwa model berdistribusi normal dengan probability sebesar 0.659912, probability >0,05 maka data tersebut berdistribusi normal. Model bebas dari masalah multikolinieritas dari hasil

uji regresi diatas maka dapat di simpulkan bahwa variabel independen tidak terjadi multikolinearitasdikarena hasil nilai VIF <10. Selain itu, model bebas dari masalah heteroskedastisitas melalui uji white hetersocedastisity test, dapat

(8)

dilihat pada kolom nilai signya lebih besar dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas. Terakhir, uji serial correlation LM test menegaskan bahwa model bebas dari masalah autokorelasi.

PENUTUP Kesimpulan

Simpulan Berdasarkan hasil pembahasan maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh secara signifikan antara pembiayaan bank umum syariah terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Kemudian terjadi pengaruh stidak signifikan antara inflasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Adapun saran- saran yang dapat diberikan oleh penulis, yaitu, Sudah sepatutnya pemerintah dalam hal ini mendorong perkembangan perbankan syariah yang terbukti memberikan kontribusi terhadap petumbuhan ekonomi melalui regulasi yang dapat memicu akslerasi perbankan syariah terhadap perekonomian nasional..

Saran

Bank Indonesia sebagai otoritas moneter di Indonesia diharapakan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai perbaikan syariah, baik itu dari sisi operasional maupun produk-produk yang ditawarkan. Tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu peneliti menyarankan bagi para peneliti selanjutnya agar dapat menggabungkan negara- negara yang telah menerapkan sistem keuangan islam dengan periode penelitian yang lebih panjang agar nantinya kesimpulan yang didapat

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Abduh. Muhamad and Azmi Omar. Mohd, (2012),"Islamic banking and economic growth: the Indonesian experience", International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, Vol. 5.

Baehaqy, Hasymi Nur, and Eko Fajar Cahyono.

2020. “Pengaruh Pembiayaan Perbankan Konvensional Dan Pembiayaan Perbankan Syariah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Pada Tahun 2008-2018.” Jurnal Ekonomi Syariah Teori Dan Terapan 6 (6).

BPS. 2020. “STATISTIK Perkembangan Indeks Harga Konsumen / Inflasi,” no. 50.

Dahduli, Mahmoud S., (2009), “Islamic Banking and Economic Development”, working paper series, Available at SSRN: http://ssrn.

com/abstract=1616624 or http://dx.doi.

org/10.2139/ssrn.

Furqani, Hafas and Mulyany, Ratna (2009),

“Islamic banking and economic growth:

empirical evidence from Malaysia”, Journal of economic cooperation and development, Vol. 30.

Haryati, Deni Sri, and dkk. 2014. “Analisis Inflasi Pra Dan Pasca Krisis Moneter Dalam Perekonomian Indonesia.” Economics Development Analysis Journal 3 (2): 393–401.

https://doi.org/10.15294/edaj.v3i2.3848.

Hasan, Maher and Jemma Dridi (2010), The Effects of the Global Crisis on Islamic and Conventional Banks: A Comparative Study, International Monetary Fund WP/10/201,

(9)

Indriyani, Siwi. 2017. “Dwi-Analisis Pengaruh Inflasi.

Pdf.” Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) 5 (1):

1–5. https://doi.org/10.35137/jmbk.v4i2.37.

Kalsum, Umi. 2013. “Pengaruh Pengangguran Dan Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Sumatera Utara.” Journal of Chemical Information and Modeling 53 (9).

Mohd, Abduh. Muhamad and Azmi Omar. 2012.

“Islamic Banking and Economic Growth:

The Indonesian Experience.” ", International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management 5.

Otoritas Jasa Keuangan. 2020. “Snapshot Perbankan Syariah Indonesia Juni 2020.”

Otoritas Jasa Keuangan, 1–6. https://www.

ojk.go.id/id/kanal/syariah/berita-dan- kegiatan/publikasi/Pages/Snapshot- Perbankan-Syariah-Juni-2020.aspx.

Baehaqy, H. N., & Cahyono, E. F. (2020). Pengaruh Pembiayaan Perbankan Konvensional dan Pembiayaan Perbankan Syariah terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia pada Tahun 2008-2018. Jurnal Ekonomi Syariah Teori Dan Terapan, 6(6).

BPS. (2020). STATISTIK Perkembangan Indeks Harga Konsumen / Inflasi. (50).

Haryati, D. S., & dkk. (2014). Analisis Inflasi Pra Dan Pasca Krisis Moneter Dalam Perekonomian Indonesia. Economics Development Analysis Journal, 3(2). https://doi.org/10.15294/

edaj.v3i2.3848

Indriyani, S. (2017). Dwi-Analisis pengaruh inflasi.

pdf. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE),5(1).

https://doi.org/10.35137/jmbk.v4i2.37

Otoritas Jasa Keuangan. (2020). Snapshot Perbankan Syariah Indonesia Juni 2020.

Otoritas Jasa Keuangan, 1–6. Retrieved from https://www.ojk.go.id/id/kanal/syariah/

berita-dan-kegiatan/publikasi/Pages/

Snapshot-Perbankan-Syariah-Juni-2020.aspx Rama, A. (2013). Perbankan Syariah Dan

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Signifikan:

Jurnal Ilmu Ekonomi, 2(1). https://doi.

org/10.15408/sjie.v2i1.2372

Sari, A. C. P., & Kaluge, D. (2018). Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Asean Member Countries Pada Tahun 2011-2016. Jurnal Ilmiah Bisnis Dan Ekonomi Asia, 11(1). https://doi.

org/10.32812/jibeka.v11i1.26

Setiawan, I. (2020). Analisis Peran Perbankan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia : Bank Syariah Versus Bank Konvensional. 8(1).

Susanto, S. (2018). Pengaruh Inflasi, Tingkat Suku Bunga, Dan Nilai Tukar Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. JEBI | Jurnal Ekonomi Bisnis Indonesia, 12(01).

https://doi.org/10.36310/jebi.v12i01.27 Sari, Agatha Christy Permata, and David

Kaluge. 2018. “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Asean Member Countries Pada Tahun 2011-2016.”

Jurnal Ilmiah Bisnis Dan Ekonomi Asia 11 (1).

https://doi.org/10.32812/jibeka.v11i1.26.

Setiawan, Iwan. 2020. “Analisis Peran Perbankan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia : Bank Syariah Versus Bank Konvensional” 8 (1).

(10)

Sukirno, Sadono. 2013. Makro Ekonomi: Teori Pengantar. Edisi Ketiga. Penerbit Rajawali Pers. Jakarta.

Susanto, Susanto. 2018. “Pengaruh Inflasi, Tingkat Suku Bunga, Dan Nilai Tukar Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.” JEBI | Jurnal Ekonomi Bisnis Indonesia 12 (01).

https://doi.org/10.36310/jebi.v12i01.27.

Zirek, D., Celebi, F., & Hassan, M. K. (2016). The Islamic Banking and Economic Growth Nexus:

A Panel VAR Analysis for Organization of Islamic Cooperation (OIC) Countries. Journal of Economic Cooperation & Development, 37 (1).

Referensi

Dokumen terkait

Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur untuk mengetahui pengaruh antara variabel inflasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap variabel ekspor secara langsung

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel inflasi, BI Rate, pertumbuhan pembiayaan dan ukuran bank terhadap pembiayaan bermasalah sektor UKM pada

Dengan kata lain, hal ini berarti bahwa secara bersama-sama variabel-variabel bebas yang meliputi tingkat inflasi, dan pertumbuhan ekonomi mempunyai pengaruh yang

Dengan kata lain, hal ini berarti bahwa secara bersama-sama variabel-variabel bebas yang meliputi tingkat inflasi, dan pertumbuhan ekonomi mempunyai pengaruh yang

Sehingga dapat disimpulkan bahwa jika inflasi naik/tinggi maka pertumbuhan ekonomi akan tetap karena variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap

Pengaruh Inflasi, Saham Syariah, Sukuk, Reksadana Syariah dan Asuransi Syariah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Berdasarkan pada hasil penelitian diperoleh bahwa inflasi,

Variabel nilai tukar dan inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada jangka pendek namun signifikan pada jangka panjang, sedangkan variabel nilai impor

Jadi pengaruh Saham syariah, sukuk dan reksadana syariah terhadap pertumbuhan ekonomi hanya 46,2% sedangkan pengaruh variabel lain 53,8% KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian regresi