edisi 06 tahun 2021
MARITIM INF
mencalonkan kembali
indonesia
menjadi anggota
dewan imo
kolom R edaksi
susunan pengurus penanggung jawab Direktur Jenderal Perhubungan Laut Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Lautpengarah
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktur Kepelabuhanan Direktur Perkapalan dan Kepelautan
Direktur Kenavigasian
Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai redaktur pelaksana
Wisnu Wardana redaktur
Sriyadi penyunting/editor
Silo Darmono Putri Mayan Kalingi
staf redaksi Presti Febriana Khrisna Dwi Nugraha
Khairil Nur Wibowo Kandi Tri Astuti Jonius A Saragih
Anik Vianti Desain Grafis & Fotografer
Tim Desain Grafis Devinta Citradini
Abdurahman Achmad Luthfi
sekretariat Rustam Hidayat
Gilang Septian Ibrahim Pilpala Roland Junior alamat redaksi
Gedung Karya Lt. 20. Kementerian Perhubungan Jl. Medan Merdeka Barat No.8. Jakarta 10110
021 – 3847118 ext. 4135 [email protected] @djplkemenhub151
Ditjen Perhubungan Laut dan Fan Page PERHUBUNGAN LAUT
ADALAH luar biasa peran Indonesia dalam posisi sebagai anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) Kategori C.
Sejumlah inisiatif Indonesia diadopsi resolusi majelis umum organisasi dunia tersebut.
Salah satu kontribusi Indonesia adalah inisiatif membantu pelaut di tengah ber bagai kendala akibat pandemi Covid-19. Bantuan itu bermanfaat dalam penguatan menjaga keberlang sungan distribusi logistik global.
Inisiatif lainnya yang dilakukan Indonesia yaitu, berkontribusi memastikan penegakan peraturan dan standar dalam keselamatan dan k eamanan maritim, serta perlindungan lingkungan laut.
Tahun depan keanggotaan Indonesia di kategori itu akan berakhir. Dunia tentu mem- butuh kan Indonesia untuk kembali berperan aktif dengan berbagai gagasan berspektrum global.
Dalam konteks itu, maka Indonesia patut mendapat dukungan lagi untuk kembali men- jadi anggota Dewan IMO kategori C periode 2022-2023.
“Indonesia siap menjadi anggota Dewan IMO, untuk terus berkontribusi memajukan sektor maritim dan pelayaran yang aman, selamat, dan juga ramah lingkungan,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Selasa (30/11/2021).(Wisnu)
Peran Besar Indonesia
di Dewan IMO Kategori C
susunan pengurus penanggung jawab Direktur Jenderal Perhubungan Laut Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
pengarah
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktur Kepelabuhanan Direktur Perkapalan dan Kepelautan
Direktur Kenavigasian
Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai redaktur pelaksana
Wisnu Wardana redaktur
Sriyadi penyunting/editor
Silo Darmono Putri Mayan Kalingi
staf redaksi Presti Febriana Khrisna Dwi Nugraha
Khairil Nur Wibowo Kandi Tri Astuti Jonius A Saragih
Anik Vianti Desain Grafis & Fotografer
Tim Desain Grafis Devinta Citradini Abdurahman Achmad Luthfi
sekretariat Rustam Hidayat
Gilang Septian Ibrahim Pilpala Roland Junior alamat redaksi
Gedung Karya Lt. 20. Kementerian Perhubungan Jl. Medan Merdeka Barat No.8. Jakarta 10110
021 – 3847118 ext. 4135 [email protected] @djplkemenhub151
PERHUBUNGAN LAUT
Indonesia kembali mencalonkan diri sebagai anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) kategori C. Kali ini untuk periode
“Indonesia siap menjadi anggota Dewan IMO, untuk terus berkontribusi memajukan sektor maritim dan pelayaran yang aman, selamat, dan juga ramah ling- kungan,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Selasa (30/11/2021).
mencalonkan kembali
indonesia
menjadi anggota
dewan imo
Selama menjadi anggota Dewan IMO Kategori C, Indonesia menurutnya, telah melakukan sejumlah inisiatif bagi kemajuan sektor maritim global. Seperti contohnya di masa pandemi, Indonesia menginisiasi diadopsinya resolusi majelis umum, untuk membantu para pelaut mengatasi tantangan dan kendala yang dihadapi akibat pandemi Covid-19.
Mengingat para pelaut berperan penting menjaga keberlangsungan distribusi logistik secara global.
“Untuk melindungi keselamatan pelaut, kami berkomitmen mendukung kelancaran proses pergantian dan pemu- la ngan kru kapal, dengan menyediakan sebelas pelabuhan di Indonesia untuk melakukan kegiatan Crew Changes,” ucap Menhub.
Inisiatif lainnya yang dilakukan Indonesia yaitu, berkontribusi memas- ti kan penegakan peraturan dan standar
dalam keselamatan dan keamanan maritim, serta perlindungan lingkungan laut.
Misalnya saja, untuk peningkatan keamanan pelayaran lintas internasional, Indonesia telah menerapkan skema pemisa han lalu lintas di Selat Sunda dan Lombok, yang dilanjutkan dengan melaku kan pemeliharaan navigasi internasional.
“Selanjutnya, Indonesia juga terus melakukan upaya perlindungan lingkungan laut, pencegahan polusi dan pengurangan emisi di bidang pelayaran, melalui pemanfaatan energi terbarukan,”
kata dia.
Sebagai negara maritim terbesar di dunia, disebutkan Menhub, Indonesia memiliki posisi strategis, yaitu berada di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia yang menjembatani Asia dan Australia.
Oleh karena itu, sektor maritim
memegang peran utama dalam meng- hubungkan nusantara, dalam rangka mendukung mobilitas orang maupun barang, serta dalam rangka melancarkan konektivitas maritim global.
Di dalam keanggotaan IMO, Indonesia masuk dalam kategori C yang merupakan perwakilan dari negara-negara yang mempunyai kepentingan khusus dalam angkutan laut dan mencerminkan pembagian perwakilan yang adil secara geografis, bersama dengan Singapura, Turki, Cyprus, Malta, Moroko, Mesir, Meksiko, Malaysia, Peru, Belgia, Chile, Philipina, Denmark, Afrika Selatan, Jamaika, Kenya, Thailand, Liberia dan Bahama.
“Dengan menjadi anggota Dewan IMO, eksistensi Indonesia mendapat penga kuan dunia untuk turut menentukan kebijakan
di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran, serta perlindungan lingkungan maritim,” tuturnya.
Untuk itu, sebagai langkah persiapan menuju pemilihan pada Sidang Majelis IMO ke-32 pada 6-15 Desember 2021, di London, Inggris, Kementerian Perhubu- ngan berupaya menggalang dukungan dari negara-negara anggota IMO dengan menggelar acara resepsi diplomatik.
Acara Resepsi Diplomatik ter sebut dihadiri oleh sejumlah Duta Besar dari negara-negara anggota IMO, yaitu:
Dubes Tunisia Riadh Dridi, Duta Besar Mozambique Belmiro Jose Malate, Duta Besar Kamboja Iv Heang, Duta Besar Fiji Amenatave Vakasavuwaqa Yauvoli, dan perwakilan dari negara Iraq, Malaysia, Myanmar, Thailand, Vietnam, Yaman, Iran, Bangladesh, Nigeria, Singapura, dan
Peluncuran “Hospitable SPIRIT” ini dipimpin Plt. Direktur Jenderal Per hu- bungan Laut, Arif Toha, bertepatan dengan penyelenggaraan kegiatan Diseminasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di Lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang diikuti oleh para Direktur, Kepala Bagian, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) beserta perwakilan dari Sekretariat Jenderal dan Inspektorat Jenderal baik secara luring maupun dengan daring.
“Hospitable SPIRIT” berarti Jiwa yang Melayani dan ini merupakan hasil buah pemikiran bersama yang dirumuskan oleh para Duta Pelayanan Publik di ling- ku ngan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, sehingga sangat mencerminkan nilai layanan yang menjadi kebutuhan masyara kat,” kata Arif Toha.
ditjen hubla luncurkan Service Value
“Hospitable Spirit”
Dalam rangka memberikan pedoman pelaksanaan fungsi pelayanan Publik, Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut meluncurkan “Hospitable
SPIRIT” sebagai service value pelayanan publik dilingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bertempat di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (30/11/2021).
Lebih detil, dia menjelaskan bahwa
“Hospitable SPIRIT” sebagai service value pelayanan publik di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut setidak nya memiliki enam makna, yaitu Hospitable berarti melayani dengan hati, ramah, hangat, bersahabat, melalui penerapan senyum, salam, sapa, sopan dan santun (5S) secara konsisten, Safe dan Secure berarti mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan demi mewujud kan zero accident.
Selanjutnya Pleasant dan Comfort, yang berarti menghadirkan lingkungan dan area pelayanan publik yang menyenangkan, nyaman, modern, dan lengkap.
Integrity berarti membangun hubungan dengan pengguna jasa atas dasar kepercayaan, kejujuran, dan transpa- ransi, Responsive berarti cepat, tanggap
dan solutif akan kebutuhan dan kendala pengguna jasa.
“Kemudian Integrated dan Traceable yang berarti sistem pelayanan terintegrasi, mampu telusur, informatif, mutakhir, dan mudah di akses oleh pengguna jasa,” ujar Arif.
Menurutnya, sebagai ASN dan Abdi negara, jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Apalagi pelayanan publik di bidang transpotasi laut sangat dinamis, di mana masing-masing daerah memiliki karakter dan permasalahan yang berbeda-beda.
Jenderal Perhubungan Laut dapat melakukan internalisasi makna dan tujuan dari Hospitable SPIRIT, sehingga setelah pelaksanaan kegiatan ini, kita mampu melaksanakan pelayanan publik yang prima sebagai wujud nyata kita untuk memenuhi sasaran reformasi birokrasi.
Selain itu, Arif juga berpesan kepada para insan Perhubungan Laut baik di ting- kat pusat maupun Unit Pelaksana Teknis untuk dapat bahu membahu mewujudkan pelayanan publik yang prima dengan melaksanaan nilai Hospitable SPIRIT namun tetap menerapkan Core Values
“BerAKHLAK” (Berorientasi Pelayanan,
“Namun demikian, hal itu harus menjadi tantangan sendiri bagi jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, sehingga kita harus tetap melakukan layaran terbaik yaitu bekerja dengan hati, di mana dalam melakukan pelayanan perlunya menata hati, menekan ego dan tidak arogan saat bertemu dengan penggguna jasa,” urainya.
Untuk itu, melalui kegiatan Diseminasi Peningkatan Kualitas Pelayan Publik
Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) dan Employer Branding Aparatur Sipil Negara (ASN)
“Bangga Melayani Bangsa”.
“Hal ini juga sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa ASN harus memegang teguh nilai-nilai dasar, mempunyai semboyan yang sama dalam melaksanakan tugasnya dan harus mempunyai orientasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,”
kemenhub integrasikan perizinan bidang
Salvage dan pekerjaan bawah air dengan oss
Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal
Perhubungan Laut melalui Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) tengah melakukan pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIMKPLP) untuk proses perizinan bidang Salvage dan Pekerjaan Bawah Air dapat dilaksanakan dengan online system untuk percepatan perizinan di
Lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut agar dapat
diintegrasikan dengan Online Single Submission (OSS) di
bawah koordinasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM).
Dunia digital termasuk di dalam nya SIMKPLP menjadi satu keharusan di era 4.0 sebagai bentuk layanan perizinan Salvage dan Pekerjaan Bawah Air Berbasis Aplikasi (online system) yang merupakan sebuah terobosan dalam meningkatkan pelayanan di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut khususnya Direktorat KPLP dalam rangka percepatan pelayanan perizinan bidang Salvage dan Pekerjaan Bawah Air.
Oleh karena itu, KPLP melaksanakan upacara pembukaan kegiatan Penerapan SIMKPLP yang berlangsung di Jakarta secara langsung dan virtual.
Direktur KPLP, Ahmad mengung- kapkan bahwa SIMKPLP diluncurkan dalam rangka mendorong pengembangan Perusahaan Salvage dan/atau Pekerjaan Bawah Air menuju Revolusi Industri 4.0, serta sosialisasi pelayanan berbasis Online System yang pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2018 Tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara
Elektronik dan Permenhub Nomor PM 89 Tahun 2018 Tentang Tentang Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Sektor Perhubungan Di Bidang Laut.
“Saya ingin menyampaikan bahwa Pelayanan Perizinan Salvage/Pekerjaan Bawah Air Pada SIM KPLP akan ter- integrasi dengan OSS di BKPM yang akan kita terapkan dan nantinya kita sama- sama melaksanakan proses perizinan dari awal hingga izin dapat diterima, hal inilah yang mendasari kegiatan ini dilaksana- kan,” ujar Ahmad, di Jakarta, Kamis (11/11/2021).
Ahmad menegaskan, untuk itu pihak- nya terus melakukan upaya perbaikan pada pelayanan publik dan perizinan seluruhnya untuk dilaksanakan melalui SIMKPLP yang selanjutnya akan dilaksanakan peluncuran Online Single Submission (OSS) berbasis risiko.
“Upaya-upaya tersebut dilakukan agar iklim usaha di Indonesia semakin kondusif, Presiden juga manyatakan bahwa peningkatan iklim usaha di negara kita semakin kondusif yang memudahkan usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah untuk memulai usaha, serta meningkatkan kepercayaan investor untuk mem buka lapangan kerja se banyak-banyaknya sehingga menjadi kontribusi dalam per- ekenomian nasional yang terdampak selama Covid-19,” tuturnya.
Dia mengungkapkan, setelah diterbit- kannya Undang-Undang Cipta kerja Nomor 11 Tahun 2021 dan beberapa Turunan nya khususnya dengan diterbit- kannya Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Per izinan Berusaha Berbasis Risiko, Di rektorat Jenderal Perhubungan Laut telah berupaya menyelenggarakan Layanan Per izinan bidang Salvage dan Pekerjaan Bawah Air melalui SIMKPLP secara efektif dan efisien guna meningkatkan kinerja Direktorat KPLP. (khrisna)
upt dan bup ditjen hubla
inaportnet
Teken Pakta Integritas Jelang Penerapan
Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut teken Pakta Integritas Penerapan Inaportnet. Pakta Integritas ini diikuti oleh sejumlah Pelabuhan dalam hal ini merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Direktorat Jenderal
Perhubungan Laut beserta BUP (Badan Usaha
Pelabuhan) terkait.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubu ngan Laut, Arif Toha dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan acara penandatanganan pakta integritas sebagai komitmen bersama dalam pene- rapan Inaportnet.
“Dengan dilaksanakannya penandatanganan Pakta Integritas Penerapan Inaportnet hal ini me- nunjukkan kesungguhan dan komitmen semua jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan seluruh pemangku kepentingan di Pelabuhan dalam mewujudkan penerapan Inaportnet,” kata Arif, di Jakarta, Senin (29/11/2021).
Dia berpesan, dalam penerapan aplikasi Inaportnet nanti, aspek yang pertama harus dijunjung tinggi adalah komitmen, yaitu bagai- mana seluruh stakeholder yang terlibat dapat patuh ter hadap standar operasional prosedur yang ber- laku. “Tanpa komitmen yang kuat dari seluruh pihak, harus diingat bahwa sistem ini menjadi rujukan utama untuk pelayanan kapal dan barang di pelabuhan,” ujarnya.
Tujuan dan manfaat dari Implementasi Inaportnet adalah transparansi dalam pelayanan operasional kapal dan barang di pelabuhan serta sebagai sarana
pengendalian, pengawasan dan pelaksa- naan kegiatan di pelabuhan. Inaportnet diharapkan menjadi rujukan utama dalam pelaksanaan digitalisasi pelabuhan.
1. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Lhokseumawe dan Kuala Enok;
2. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Kuala Cinaku, Tembilahan, Tanjung Balai Asahan, Selat Panjang, Malahayati, Pangkalan Susu, Muara Sabak, Meulaboh, Sibolga, Bakauheni, Anggrek, Muntok, Gunung Sitoli, Probolinggo, Kuala Tungkal, Kuala Langsa, Bengkalis, Sabang;
3. Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas I Tanjung Uban dan Manggar;
4. Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Sangatta;
5. Kepala Kantor Distrik Navigasi Kelas I Belawan, Dumai, Palembang, Samarinda, Bitung, Tanjung Pinang;
6. Kepala Kantor Distrik Navigasi Kelas II Sabang;
7. Kepala Kantor Distrik Navigasi Kelas III Sibolga;
8. Direktur Utama PT Samudera Siak;
9. General Manager PT Pelindo (Persero) Cabang Tembilahan, Lhokseumawe, Tanjung Balai Asahan, Selat Panjang, Malahayati, Meulaboh, Sabang, Gunung Sitoli, Sibolga, Muara Sabak, Jambi, Muntok, Tanjung Pinang, Manggar,
Probolinggo, Sangatta, Gorontalo;
10. Komisaris Badan Usaha Pelabuhan PT Bandar Bakau Jaya;
11. Direktur Utama PT Anggrek Gorontalo Internasional Terminal;
12. Direktur Utama PT Delta Artha Bahari Nusantara;
13. Direktur Utama PT Sarana Lintas Bahari;
14. Direktur Utama PT Paiton Energy;
15. Direktur Utama PT Jawa Tower;
16. Direktur Utama Badan Usaha Pelabuhan
17. PT. Jasa Armada Indonesia , Cabang Muara Sabak;
18. Direktur Badan Usaha Pelabuhan PT.
Dire Pratama Cabang Sangatta;
19. Kepala Cabang Badan Usaha Pelabuhan PT. Adhi Guna Putera, Pangkalan Susu;
20. Kepala Cabang Badan Usaha Pelabuhan PT. Peteka Karya Samudera Lhokseumawe;
21. Kepala Unit Manajemen Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS). (Silo)
Perwakilan dari UPT Ditjen Hubla beserta
BUP yang tandatangani Pakta Integritas:
“Oleh karena itu, seluruh proses permohonan pelayanan kapal dan barang harus menggunakan Aplikasi ini secara konsisten. dan yang harus kita ingat apli kasi ini berkolaborasi dengan Kementerian/Lembaga serta pelaksa- naannya diawasi langsung oleh KPK dan Kemenkomarves untuk itu implementasi wajib dilaksanakan dengan baik dan sesuai,” ujar Arif.
Selanjutnya, aspek kedua yang harus tetap dijaga adalah koordinasi, yaitu bagaimana setiap pihak yang berkepen- tingan dapat saling bahu-membahu untuk mewujudkan tujuan implementasi dari Inaportnet yang tentunya melibatkan banyak pihak dan instansi terkait.
“Oleh karena itu, saya ingatkan kembali agar kita bisa terus saling menghormati dan menghilangkan ego sektoral demi ke- pentingan khalayak yang lebih luas, serta terus meningkatkan koordinasi yang su- dah terjalin baik selama ini,” ungkapnya.
Aspek terakhir yang tetap harus di jaga adalah integritas untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dan terus berinovasi agar dapat membuat Aplikasi Inaportnet memiliki manfaat lebih dari apa yang telah dicapai sekarang.
“Untuk itu, saya minta kepada pemang- ku kepentingan agar tetap berpikiran ter- buka, dinamis, dan selalu mengikuti per- kembangan dunia kepelabuhanan dan teknologi penunjangnya, agar kita selalu siap untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt Mugen Sartoto mengungkapkan dalam
rangka penerapan sistem Inaportnet di Pelabuhan telah dilakukan beberapa tahapan yaitu Training of Trainers (TOT) kepada para operator dari Kantor KSOP dan UPP untuk tahap awal pada tanggal 22-26 Maret 2021. “Kemudian Uji Coba infrastruktur, Uji Coba Sistem BUP, Sistem Integration Tes (SIT), Refreshmen dan Sosiali sasi ke pengguna jasa di- lakukan bertahap ke 23 Pelabuhan pada tanggal 8 September – 18 November 2021.
Dan Rencana go live aplika si 2021 akan dilaksana kan pada tanggal 8 Desember 2021 di Pekanbaru,” ungkapnya.
Penerapan sistem Inaportnet hingga tahun 2020 telah dilaksanakan pada 54 Pelabuhan. Penerapan Inaportnet tahap selanjutnya pada tahun 2021 akan diterap- kan pada 23 (Dua Puluh Tiga) pelabuhan yakni 3 (tiga) pelabuhan KSOP kelas III, 18 (Delapan Belas) Pelabuhan KSOP Kelas IV, 2 (Dua) Pelabuhan UPP Kelas I, 1(satu) Pelabuhan UPP Kelas II.
“Penerapan Inaportnet tahun ini juga mengikutsertakan 8 (delapan) Distrik Navigasi untuk ikut serta karena pengem- bangan tahun 2021 mengkolaborasikan inaportnet dengan kenavigasian dalam hal penerbitan billing VTS,” ungkapnya.
Penandatanganan Pakta juga diikuti oleh 11 (Sebelas) Badan Usaha Pelabuhan yang nantinya akan terlibat langsung dalam kegiatan pergerakan kapal dan barang melalui Inaportnet,” ungkap Capt Mugen.
“Kepala Kantor KSOP, Distrik Navigasi, UPP, Direktur Utama dan General Manager BUP agar melanjut- kan penandatanganan pakta integritas Penera pan Inaportnet untuk jajaran nya masing– masing dan melaporkannya kepada Dirjen Hubla,” tutupnya. (Silo)
Untuk itu, perlu adanya inovasi untuk terus memberikan pelayanan prima demi menjawab harapan masyarakat luas pada umumnya dan pelaku bisnis pelayaran pada khususnya.
Hal inilah yang mendasari Kemen- terian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direk torat Lalu Lintas dan Angkutan Laut mewujudkan pelayanan digital dengan meluncur kan Aplikasi Sistem Informasi Persetujuan Penggunaan Kapal Asing (SIJUKA) yang mulai disosialisasikan.
“Inovasi dalam perkembangan dan peningkatan kinerja serta pelayanan yang memadai, salah satunya dengan pelayanan berbasis digital sehingga kita mampu memberikan solusi terbaik ter- hadap setiap permasalahan serta mampu merespons setiap tantangan dan peru- bahan dengan baik,” kata Direktur Lalu Lintas dan Ang kutan Laut, Capt Mugen Sartoto saat membuka Kegiatan Sosialisasi
kemenhub sosialisasikan
Aplikasi sijuka
Tantangan di bidang transportasi laut selalu dinamis mengikuti perkembangan bisnis pelayaran di dunia yang semakin hari semakin kompleks.
SIJUKA di Lombok, Selasa (23/11/2021).
SIJUKA diharapkan dapat mewujud- kan efisiensi waktu pelayanan dan trans- paransi dalam pengajuan Persetujuan Penggunaan Kapal Asing (PPKA).
PPKA adalah persetujuan berusaha yang diberikan kepada Perusahaan Ang ku tan Laut Nasional yang me ng ope rasikan kapal asing di wilayah per airan Indonesia untuk melakukan kegiatan lain yang tidak termasuk kegiatan mengangkut pe num pang dan/atau barang sebagaima- na tercantum dalam Peraturan Menteri Per hu bungan Nomor PM 2 Tahun 2021 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pem- berian Persetujuan Penggunaan Kapal Asing untuk Kegiatan Lain di Wilayah Perairan Indonesia yang tidak termasuk Kegiatan Meng angkut Penumpang dan Barang.
Prinsip aplikasi SIJUKA mengubah pe- layanan PPKA yang semula manual ber- alih menjadi digital berbasis web.(Mayan)
Ini merupakan sebuah sistem yang di- bangun Direktorat Jenderal Perhubungan Laut cq Direktorat Kenavigasian, yang mengintegrasikan data dari Vessel Traffic Services (VTS) dan Stasiun Radio Pantai (SROP) serta berbagai sumber lainnya, guna melaksanakan pengawasan lalu- lintas pelayaran di perairan Indonesia.
I-Motion diluncurkan dalam acara Simpo sium di Bidang Telekomunikasi Pe- layaran Dengan Tema “Sinergitas Penga- wasan Maritim Mewujudkan Keselamatan dan Keamanan Pelayaran”.
Pelaksanaan kegiatan simposium di bidang telekomunikasi pelayaran tahun 2021 ini adalah sebagai forum diskusi antarKementerian /Lembaga yang memi- liki tugas di bidang pengawasan maritim untuk membahas kesiapan sumber daya pengawasan maritim yang dimiliki dan kolaborasi dalam pelaksanaan tugas pe- ngawasan maritim, serta isu-isu strategis terkini terkait keselamatan dan keamanan pelayaran.
“Sinergi antarKementerian dan Lembaga harus dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing - masing dalam koridor peraturan perun- dang-undangan yang berlaku,” katanya.
Dengan perkembangan teknologi informasi, di mana masing-masing Kementerian dan Lembaga memiliki sistem pe ngawa san maritim dengan
spesifikasi yang berbeda disesuaikan dengan kebutuhan nya, pertukaran data dan informasi antar Kementerian dan Lem- baga merupakan suatu keharusan untuk mengoptimalkan pengawasan di wilayah perairan nusantara.
“Pada kesempatan ini, saya selaku Men- teri Perhubungan dengan bangga memper- kenalkan, Indonesian Integrated Monito ring System On Navigation (I-Motion) . Direktorat Jenderal Perhubungan laut, memiliki VTS dan stasiun radio pantai pada masing–
masing Distrik Navigasi yang memiliki fungsi dalam pengawasan lalu–lintas pe- layaran dalam mewujudkan keselamatan pelayaran,” urainya.
Menhub mengemukakan, Indonesia merupakan negara kepulauan dengan dua pertiga luas lautan dan memiliki posisi strategis bagi jalur pelayaran dunia.
Secara hukum, indonesia telah ditetap- kan sebagai negara maritim yang tertuang pada United Nations Convention On The Law Of The Sea (UNCLOS) 1982.
Sebagai negara maritim, Indonesia tentu- nya harus memiliki sistem pengawasan yang kuat di wilayah perairan salah satu- nya I-Motion yang hari ini di resmi kan dalam rangka menjaga kedaulatan dan mewujudkan keselamatan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim.
(Khrisna)
kemenhub luncurkan sistem integrasi
kenavigasian i-motion
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
hari memperkenalkan Indonesian Integrated
Monitoring System On Navigation (I-Motion),Rabu (1/12/2021).
G
una meningkatkan peran Pelabuhan Labuan Bajo dalam meningkatkan perekonomian, Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melaksanakan penandatanganan perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Negara (BMN) dalam rangka penyediaan infrastruktur pada KSOP Kelas III Labuan Bajo dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero).Turut hadir dan disaksikan Sekretari s Jenderal Kementerian Perhubungan; Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Pendanaan dan Keuangan; Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Kemen terian Keuangan; Direktur Pengelolaan Ke- kayaan Negara dan Sistem Informasi, Kementerian Keuangan; Direktur Utama Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN); Para Pejabat di Lingkungan Kementerian Perhubungan; Direktur Kepelabuhanan; Kepala Kantor KSOP Kelas III Labuan Bajo; dan Direktur PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
“Atas nama Direktorat Jenderal Perhu- bungan Laut Kementerian Perhubungan, saya menyambut baik adanya kerja sama ini, yang dilaksanakan dalam rangka pe- ningkatan peran pelabuhan dalam men- dukung kegiatan perekonomian setempat serta penyediaan dan pengembangan infrastruktur logistik secara memadai dan merata di Pelabuhan Labuan Bajo,” kata
kemenhub
tingkatkan peranan pelabuhan labuan bajo dengan skema ksp bmn
Perhubungan Laut, Arif Toha, Rabu (8/11/2021). Arif mengungkapkan objek KSP (Kerja Sama Pemanfaatan) yang akan dikerjasamakan selama kurun waktu 50 tahun, terdiri dari Dermaga, Trestle, Causeway dan Tanah Hasil Reklamasi atau Container Yard.
“Saya berharap, dengan dilaksanakan- nya Perjanjian KSP BMN ini, dapat se ma kin mengoptimalkan penyediaan, pe n gem bangan dan pengelolaan infrastru ktur Pelabuhan Labuan Bajo,”
ungkapnya.
Selain itu, KSP ini juga diharapkan dapat meningkatkan kontribusi yang di peroleh dari pengelolaan Pelabuhan Labuan Bajo, baik bagi Pemerintah melalui PNBP maupun pendapatan jasa kepelabuhanan.
Pelabuhan Labuan Bajo memiliki peran penting sebagai pintu masuk utama bagi para wisatawan yang ingin melakukan wisata bahari. “Terlebih, wilayah Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas yang telah dicanangkan oleh Pemerintah,”
ungkapnya.
Saat ini Pelabuhan Labuan Bajo menjadi Pelabuhan khusus wisata setelah beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo meres- mi kan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Labuan Bajo yang dibangun untuk memi- sahkan kegiatan logistik dengan ang kutan penumpang yang sebelumnya bercampur
Inaportnet Berhasil Tingkatkan efektivitas, efisiensi, dan transparansi pelayanan kapal dan barang di pelabuhan
e r i
Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Dharma Wanita Persatuan
(DWP) Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan
(UPP) Kelas III Padang Tikar melakukan soft launching Program Sudut Baca pada sekolah PAUD/
TK Al-Mubtadi sebagai PAUD/TK binaan, Senin
(22/11/2021).
Dorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, Kementerian
Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut meluncurkan kapal perintis KM Sabuk Nusantara 76 yang resmi melayani pelayaran Gorontalo – Ternate pergi pulang (PP), Senin (6/11/2021).