• Tidak ada hasil yang ditemukan

Infras SOP 005 HAULING OVERBURDEN

N/A
N/A
Rahman Uqe

Academic year: 2025

Membagikan "Infras SOP 005 HAULING OVERBURDEN"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

HAULING OVERBURDEN

STANDART OPERATING PROCEDURE

DIBUAT DIPERIKSA DISETUJUI NOMOR PROSEDUR

B B M 1 1 M I N S O P 0 0 6

Mine Eng Mine Spv. KTT

HAULING OVERBURDEN

TANGGAL EFEKTIF :

REVISI : 1 Oktober 2024

1. TUJUAN DAN RUANG LINGKUP

Tujuan dari prosedur kerja ini ialah memberikan panduan untuk mengangkut material overburden insitu ke waste area yang sudah ditentukan.

Prosedur ini relevan untuk semua kegiatan pengangkutan overburden dalam operasi penambangan batubara.

Prosedur ini meliputi semua aspek kegiatan termasuk produksi, keselamatan, lingkungan dan quality dan quantity.

2. DEFINISI

2.1. Overburden

Overburden adalah lapisan tanah penutup yang terletak di atas dan di antara lapisan batubara.

3. REFERENSI

3.1. Undang-undang No. 03 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara

3.2. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 1827 K Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik.

3.3. PERMEN ESDM No 26 tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang Baik dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara

3.4. Manual Manajemen

3.5. Registrasi Aspek & Dampak LK3 3.6. Registrasi Program Perbaikan LK3 4. TEKS PROSEDUR

4.1. PERMULAAN

4.1.1. Menentukan type dump truck

Tipe dump truck harus sesuai/seimbang dengan jenis dan type excavator. Sebagai acuan yang ideal, kapasitas dump truck = 4 x kapasitas bucket excavator.

PT. BUMI BARITO MINERAL BBM-MIN-SOP006 1

(2)

HAULING OVERBURDEN

4.1.2. Menentukan jumlah dump truck

 Perlu adanya Bundwall jalan dan drainage jalan.

 Jumlah dump truck harus mampu melayani kapasitas produksi excavator.

Jumlah dump truck = waktu edar dump truck: waktu edar excavator.

 Sebagai acuan di lapangan, jumlah dump truck dalam satu fleet harus diusahakan tidak lebih dari 5 unit.

 Jika dump truck yang dibutuhkan dalam satu fleet lebih dari 5 unit segera diskusikan dengan engineering untuk mencari dumping area alternative yang bisa mengurangi kebutuhan dump truck.

 Jalan yang dilewati DT diusahakan memenuhi standar grade jalan <12% dan tidak banyak undulasi permukaan.

4.1.3. Menentukan jarak angkut

 Jarak angkut harus diusahakan antara 500 m s/d 1000 m.

 Apabila jarak angkut lebih dari 1000 m segera diskusikan dengan engineering untuk mencari dumping area alternative yang lebih dekat.

4.2. PENGANGKUTAN MATERIAL 4.2.1. Secara umum

 Sabuk pengaman dan alat pelindung diri (APD) harus digunakan.

 Semua rambu harus dipatuhi.

 Lakukan pengecekan unit atau “pre start check list” sebelum mengoperasikan unit.

 Apabila dump truck mengalami masalah “steering, brake, tyre, seat belt” maka unit tidak boleh dioperasikan dan segera dilaporkan ke supervisor.

 Jika hujan menyebabkan jalan angkutan menjadi licin maka dump truck harus segera diparkir di tempat yang aman.

 Jika jalan angkutan berdebu, berkabut lampu hazard harus dinyalakan.

 Selalu melakukan kontak posistif dengan setiap orang yang bekerja disekitarnya.

 Prioritaskan dump truck bermuatan.

 Jaga jarak aman antar unit minimal 50 meter.

 Batas kecepatan maksimum di dalam pit adalah 40 km/jam.

 Penempatan lighting plant bagi pekerja malam tidak menyebabkan pandangan operator menjadi silau dan penerangan setiap aktifitas terang.

 Perlu dilakukan penyiraman ketika jalan Berdebu dan menyiram secara putus- putus di area jalan menanjak/menurun.

4.2.2. Persiapan

 Pengawas infras harus memastikan jalur jalan dalam kondisi baik dan aman.

 Driver harus mengetahui jalur jalan yang harus dilalui.

 Jalur jalan harus dilengkapi dengan rambu yang diperlukan.

 Kedua sisi jalan harus dilengkapi dengan tanggul pengaman sesuai dengan standar dan kodisi disekitarnya.

4.2.3. Dump truck loading material

PT. BUMI BARITO MINERAL BBM-MIN-SOP006 2

(3)

HAULING OVERBURDEN

 Pengawas infras harus memastikan muatan material sesuai dengan kapasitas Dump Truck

 Pengawas infras perlu memastikan jenis material yang terloading dalam Dump Truck.

 Pengawas harus mematuhi Kaidah Good Mining Practice serta SOP yang berlaku sesuai K3LH.

 Gunakan transmisi sesuai dengan kondisi jalan.

 Kecepatan dump truck disesuaikan dengan kondisi jalan dan lalu lintas.

 Dilarang mendahului dump truck lain kecuali dalam kondisi tertentu.

 Jarak beringan minimal 50 meter

 Gunakan ”retarder” untuk pengereman saat berlangsung pengangkutan dari loading point ke dumping point.

 ”Service Brake” hanya digunakan saat kondisi tertentu / emergency.

 Untuk menghindari kerusakan ban/tyre diusahakan untuk tidak menginjak ceceran material besar di jalan.

4.2.4. Untuk menghindari terjadinya ceceran Dump truck mengangkut material

 Material tidak diperbolehkan memindah transmisi di tanjakan

 Mengurangi kecepatan pada saat melewati tikungan.

 Ikuti jalur jalan yang telah ditentukan / tidak mencuri jalur jalan unit lain.

4.2.5. Dump truck dumping material

 Pastikan area manuver dumping aman

 Pastikan saat melakukan dumping di posisi yang datar

 Pastikan jarak dumping 3 meter dari bibir dumping, jika dumping beda tinggi

 Pastikan posisi Vessel dalam keadaan tertutup setelah melakukan dumpingan

 Pengawas infras memastikan adanya dozer/grader di area dumping 4.2.6. Dump truck kosong kembali ke loading point

 Ikuti jalur jalan yang telah ditentukan / tidak mencuri jalur jalan unit lain.

 Gunakan transmisi sesuai dengan kondisi jalan.

 Kecepatan dump truck disesuaikan dengan kondisi jalan dan lalu lintas.

 Dilarang mendahului dump truck lain kecuali dalam kondisi tertentu.

 Jarak beriringan minimal 50 meter

 Gunakan ”retarder” untuk pengereman saat berlangsung pengangkutan dari loading point ke dumping point.

 ”Service Brake” hanya digunakan saat kondisi tertentu / emergency.

 Untuk menghindari kerusakan ban/tyre diusahakan untuk tidak menginjak ceceran material besar di jalan

4.3. PERAWATAN JALAN ANGKUT

 Pengawas tambang secara berkelanjutan memonitor kondisi jalan.

 Lebar jalan diusahakan minimal 3,5 kali lebar alat angkut terbesar.

 Grade jalan tidak melebihi 12%.

PT. BUMI BARITO MINERAL BBM-MIN-SOP006 3

(4)

HAULING OVERBURDEN

 Grader secara berkala meratakan jalan yang bergelombang.

 Setiap air yang mengalir ke jalur jalan harus dapat dialirkan melalui drainase di sepanjang jalur jalan tersebut.

 Untuk menghindari penyempitan jalan akibat sisa material dari grader, lakukan pembersihan dengan menggunakan excvator kecil.

 Hindari pembuatan jalan dengan tikungan tajam.

5. DIAGRAM ALIR

Tidak berlaku dalam prosedur ini prosedur

6. LAMPIRAN

PT. BUMI BARITO MINERAL BBM-MIN-SOP006 4

Referensi

Dokumen terkait