PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
LANDASAN TEORI
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam
Sesuai dengan apa yang tercantum dalam kamus besar bahasa Indonesia di atas, upaya guru pendidikan agama Islam adalah salah satunya dengan mendorong, membimbing, membimbing dan membina peserta didik agar dapat memahami ajaran hukum Islam yang berdasarkan Al-Qur’an. dan hadits secara keseluruhan, hargailah dan pada akhirnya anda bisa mengamalkannya dan menjadikan islam sebagai pedoman dalam hidup. Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa upaya adalah segala bentuk usaha yang dilakukan oleh guru/pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan tujuan untuk mencapai tujuan siswa agar dapat mempunyai pengetahuan tentang setiap mata pelajaran yang dipelajarinya.
Pengertian Pembelajaran
Pengertian pembelajaran adalah suatu perpaduan yang meliputi unsur manusia, bahan, peralatan, alat dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Kemp beliau menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien.” 11.
Pendidikan Agama Islam
Pendidikan agama Islam adalah suatu usaha untuk mengembangkan dan mendidik peserta didik agar senantiasa memahami ajaran Islam secara utuh kemudian menghayati tujuan-tujuannya dan pada akhirnya mampu mengamalkan dan menjadikan Islam sebagai pedoman hidup.” 16. Sesuai dengan itu. dengan definisi di atas mengenai pentingnya pendidikan agama Islam, maka teori di bawah ini juga mengungkapkan bahwa 17Samrin, pendidikan agama Islam dalam sistem pendidikan nasional Indonesia, dalam Jurnal Al-Ta'dib, Vol.
Pendidikan agama Islam merupakan isu penting dalam setiap pembahasan kehidupan umat Islam, yang pada dasarnya dapat dipahami dalam tiga aspek. Berangkat dari pengertian di atas yang menjelaskan tujuan pendidikan agama Islam untuk mengubah perilaku individu peserta didik, berikut ini ditekankan. Pendidikan agama Islam merupakan sarana untuk memajukan peradaban, mengembangkan masyarakat dan menciptakan generasi yang mampu berbuat banyak untuk kepentingannya sendiri.” 21.
Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Metodologi pendidikan agama Islam dalam penerapannya banyak memuat wawasan keilmuan pendidikan yang sumbernya dapat ditemukan dalam Al-Quran dan Al-Hadits. Dalam proses pendidikan agama Islam, metode menduduki kedudukan yang sangat penting dalam upaya mencapai tujuan, karena metode merupakan sarana pemberian makna terhadap materi pelajaran yang disusun dalam kurikulum pendidikan sedemikian rupa sehingga dapat dipelajari oleh peserta didik. dipahami atau diserap. menuju wawasan fungsional ke dalam perilaku mereka. Dalam proses pendidikan Islam, suatu metode dikatakan cocok apabila mengandung nilai-nilai intrinsik dan ekstrinsik yang sesuai dengan materi pelajaran serta dapat digunakan secara fungsional untuk mewujudkan nilai-nilai ideal yang terkandung dalam tujuan pendidikan.
Kedua, mempunyai nilai pendidikan yang mengacu pada petunjuk Al-Qur'an, dan ketiga, berkaitan dengan motivasi dan disiplin sesuai ajaran Al-Qur'an yang disebut dengan reward dan punishment ( tsawab wa'iqab)") 25. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa metodologi pengajaran agama Islam adalah suatu metode atau jalan yang harus ditempuh oleh para peserta didik untuk dapat memahami, meyakini, menguasai dan mengamalkan setiap ajaran agama. agama Islam dengan benar sesuai perintah Allah SWT.
Metode Demonstrasi
Menurut Muhibbin Syah dalam Anas, metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan memperlihatkan objek, peristiwa, aturan dan rangkaian kegiatan, baik secara langsung maupun dengan menggunakan media pengajaran, yang relevan dengan pokok bahasan atau objek yang disajikan. , sesuai pendapat Majid di atas, untuk mengungkapkan. Tujuan utama penggunaan metode demonstrasi dalam proses belajar mengajar adalah untuk memperjelas pemahaman konsep dan menunjukkan (mengilustrasikan) cara melakukan sesuatu atau proses terjadinya sesuatu. Dilihat dari tujuan penggunaannya, dapat dikatakan bahwa metode demonstrasi bukanlah suatu metode yang dapat dilaksanakan secara mandiri dalam PMB, karena merupakan alat yang membantu memperjelas apa yang dijelaskan secara lisan dan tekstual.” 29 .
Fungsi metode demonstrasi adalah sebagai strategi pengajaran yang digunakan untuk melaksanakan metode pengajaran tertentu seperti metode ceramah. Untuk menggunakan metode demonstrasi dengan benar dan efektif, guru harus menggunakan beberapa langkah yang harus dipahami yang terjadi mulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan langkah akhir yang diikuti siswa dan diakhiri dengan evaluasi. Sebagai salah satu metode pembelajaran yang sangat terkenal dalam dunia pendidikan, pembelajaran sekaligus praktek metode demonstrasi mempunyai beberapa manfaat, antara lain:
Kajian Penelitian Terdahulu
Octa Pitali Jasenco (Skripsi, 2019) dengan judul “Upaya guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar PAI siswa di SMP Negeri 4 Kota Bengkulu”.35. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya guru PAI SMP Negeri 4 kota Bengkulu dalam meningkatkan motivasi belajar PAI siswa. Mastura Ika (Skripsi, 2018) berjudul “Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Untuk Mengembangkan Pengendalian Diri Remaja Di SMK Negeri 3 Kota Bengkulu”.36.
Dalam penelitian ini Mastura Ika menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya guru PAI dalam mengembangkan pengendalian diri remaja di SMK Negeri 3 Kota Bengkulu. Hasil penelitian ini adalah upaya guru PAI dalam mengembangkan pengendalian diri pada remaja di SMK Negeri 3 Kota Bengkulu diimplementasikan dalam proses pembelajaran PAI dan kegiatan keagamaan di sekolah. Dewi Nikmatul Baroroh (Skripsi, 2019) berjudul “Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengembangkan Akhlak Siswa di SDN 70 Putri Hijau Bengkulu Utara”.37.
Kerangka Berpikir
Persamaan dan perbedaan tesis penulis dengan tesis Dewi Nikmatul Baroroh adalah sama-sama mendalami upaya guru PAI dan sama-sama menggunakan penelitian kualitatif. Sedangkan perbedaannya, penulis membahas tentang upaya guru meningkatkan pengetahuan siswa dalam pembelajaran zakat melalui metode demonstrasi, sedangkan tesis Dewi Nikmatul Baroroh membahas tentang upaya guru PAI dalam mengembangkan akhlak siswa yang subjek penelitiannya adalah di sekolah dasar. , dan dalam penelitian ini subjeknya adalah siswa SMP.
METODOLOGI PENELITIAN
- Setting Penelitian
- Subjek dan Informan Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Observasi
- Wawancara
- Dokumentasi
- Teknik keabsahan data
- Teknik Analisis Data
Upaya guru PAI untuk meningkatkan pengetahuan siswa kelas VIII SMP Negeri 45 Seluma dalam pembelajaran PAI tentang zakat. Media pendukung bagi guru PAI pada saat mengajarkan pembelajaran PAI materi zakat dalam upaya meningkatkan kewaspadaan pada siswa kelas VIII. Hambatan/hambatan guru PAI dalam meningkatkan pengetahuan zakat siswa kelas VIII dengan menggunakan metode demonstrasi pada saat pembelajaran.
Menurut siswa, upaya apa yang dilakukan guru untuk menambah pengetahuan ketika mengajarkan materi zakat PAI dengan metode demonstrasi. Berikut hasil wawancara dengan Saudara Dayat mengenai upaya apa saja yang dilakukan guru dalam menambah ilmu pada saat mengajarkan materi zakat PAI dengan metode demonstrasi. Upaya guru PAI untuk meningkatkan pengetahuan zakat siswa saat mengajar kelas VIII di SMP Negeri 45 Seluma yaitu.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Penyajian Hasil Penelitian
Pembelajaran PAI khususnya materi zakat yang proses pembelajarannya membutuhkan penjelasan teoritis dan praktis secara langsung tentu memerlukan media yang benar-benar mendukung. Disini kita akan membahas terlebih dahulu media apa yang digunakan sebagai upaya menambah pengetahuan siswa pada saat menerapkan metode demonstrasi pada pembelajaran PAI materi zakat agar siswa kelas VIII mudah memahaminya dan dilanjutkan dengan media apa yang menurut anda paling tepat digunakan saat mengajarkan pelajaran PAI materi zakat dengan metode demonstrasi. Kemudian wawancara dengan Ibu Eli Setia mengenai media apa yang paling tepat digunakan pada saat pembelajaran PAI materi zakat dengan metode demonstrasi menjelaskan hal tersebut. Saat saya mengajarkan pelajaran PAI khususnya materi zakat, saya menggunakan metode demonstrasi dan berusaha menjelaskan materi semaksimal mungkin.
Oleh karena itu, perlu adanya berbagai upaya yang harus dilakukan oleh guru atau tenaga pengajar untuk mengatasi kendala-kendala yang terjadi pada saat pembelajaran berlangsung. Menurut siswa, apakah upaya guru dalam mengajarkan materi zakat PAI dengan metode demonstrasi meningkatkan pengetahuan Anda? Di bawah ini adalah hasil wawancara dengan Weli mengenai kendala yang mereka hadapi saat mengajarkan materi zakat dengan metode demonstrasi.
Pembahasan Hasil Penelitian
Penulis melakukan survei awal untuk mengetahui kendala apa saja yang ditemui ketika guru menggunakan metode demonstrasi dalam pembelajaran materi zakat. Kedua, media pendukung guru PAI dalam mengajarkan pembelajaran PAI materi zakat dalam upaya menambah pengetahuan siswa kelas VIII, guru mengungkapkan media yang dapat digunakan seperti infocus, buku cetak, gambar orang berzakat dan benda, yang dapat digunakan siswa sebagai bahan praktik. Ketiga, hambatan/hambatan guru PAI dalam upaya peningkatan pengetahuan zakat siswa kelas VIII dengan metode demonstrasi, dari adanya beberapa kendala yang terjadi pada saat pembelajaran misalnya masih terdapat siswa.
Oleh karena itu, dari pendapat yang dikemukakan oleh guru PAI dan jawaban siswa di atas, maka penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran PAI khususnya materi zakat merupakan upaya nyata dari pihak guru, karena metode yang digunakan dalam materi tersebut. diajarkan tidak hanya memperjelas Teori saja, namun dapat juga sekaligus digunakan sebagai praktek dan memilih metode mengajar yang sesuai dengan materi yang diajarkan merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh guru. Guru memutuskan untuk menggunakan metode demonstrasi sebagai metode yang digunakan dalam pembelajaran PAI tentang materi zakat. Adanya semua manfaat tersebut tidak lepas dari usaha dan kerja keras guru sebagai pendidik yang mempunyai tanggung jawab di dunia dan akhirat untuk mencari solusi terbaik dalam pengajarannya, maka pembelajaran PAI materi zakat dengan metode demonstrasi pada VIII. SMP Negeri 45 selalu terlaksana dengan baik dan dapat menambah pengetahuan siswa.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Selalu penuh perhatian dan menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan guru untuk menunjang proses pembelajaran. Untuk dapat menggunakan metode demonstrasi khususnya materi yang memerlukan teori dan praktek seperti materi zakat, dan usahakan selalu memilih metode pengajaran yang tepat sesuai dengan materi yang ingin diajarkan, karena metode yang tepat dapat membuat siswa lebih semangat dan memahami materi yang diajarkan dengan lebih mudah. Diharapkan para siswa selalu giat belajar dan selalu semangat hingga mencapai tujuan yang diimpikan.
Penggunaan Metode Demonstrasi dan Media Film untuk Meningkatkan Aktivitas Pembelajaran dan Kinerja Pembelajaran Sistem Rem. Pendidikan Agama Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia dalam Jurnal Al-Ta'dib, Vol.