PENDAHULUAN
Pertanyaan Penelitian
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan latar belakang permasalahan yang terdapat pada latar belakang, maka pertanyaan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana implementasi konsep keluarga sakinah mawadah warahmah yang dilakukan masyarakat Yosorejo? Peneliti berharap dapat memperkaya dan menambah wawasan keilmuan bagi masyarakat luas untuk lebih memahami konsep keluarga sakinah mawadah warahmah.
Penelitian Relevan
9 Asral Puadi, “Peran Pasangan Dalam Membangun Keluarga Sakinah” (Skripsi, Jakarta, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, 2008). Salah satu langkah awal membentuk keluarga sakinah mawadah warahmah adalah dengan memahami makna dan prinsipnya. Masyarakat Yosorejo menerapkan konsep keluarga sakinah mawadah warahmah melalui beberapa cara mulai dari aspek keagamaan hingga materil.
Faktor ekonomi merupakan salah satu hal terpenting dalam mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah. Prinsip ini termasuk dalam konsep keluarga sakinah mawaddeh warahmah yang dibahas dalam penelitian ini.
LANDASAN TEORI
Pengertian Pernikahan
Istilah nikah dari bahasa arab adalah حاكنلا, ada juga yang mengatakan nikah menurut istilah fiqh, ada yang menggunakan kata nikah dan kata zawaj. Pernikahan menurut Pasal 1 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan berarti ikatan batin dan ikatan lahiriah.
Dasar Hukum Pernikahan
Maksud ayat ini ialah di antara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah menciptakan untuk kamu pasangan (suami isteri) dari jenis kamu sendiri, supaya hati kamu cenderung kepadaNya dan hati kamu menjadi tenang kerananya. Allah jadikan hubungan psikologi suami isteri sangat kuat, yang kadangkala melebihi hubungan dengan orang terdekat (ibu bapa). Maksudnya: “Dan nikahkanlah orang-orang yang membujang di antara kamu dan orang-orang yang berhak (menikah) dari hamba-hamba sahaya kamu yang lelaki dan hamba-hamba sahaya kamu yang perempuan.
Maksud ayat ini ialah mengahwini orang yang belum berkahwin atau berkahwin dan kamu mempunyai hak perwalian mereka. Bersabda, "Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka dia tidak mengikuti jalanku".
Rukun dan Syarat Pernikahan
Yang dimaksud dengan rukun perkawinan adalah hakikat perkawinan, sehingga tanpa salah satu rukun maka perkawinan tidak dapat terlaksana. Yang dimaksud dengan syarat adalah sesuatu yang wajib ada dalam suatu perkawinan, tetapi bukan merupakan hakekat perkawinan itu sendiri. Untuk dapat mempunyai calon suami bagi calon pengantin, maka calon suami harus memenuhi syarat-syarat sesuai syariat Islam sebagai berikut :.
9 Rizky Perdana Kiay Demak, “Rukun dan Perjanjian Pranikah Berdasarkan Hukum Islam di Indonesia,” Lex Privatum VI, No. 3) Tidak menjadi mahram dengan calon istri. Kehadiran saksi dalam sebuah pernikahan merupakan suatu kebutuhan yang wajib hadir dan tidak boleh terlewatkan, saksi harus hadir dan menyaksikan langsung akad nikah serta menandatangani akta nikah. Berikut syarat-syarat saksi dalam kontrak sebagai berikut.
Hak dan Kewajiban Suami Istri
Suami yang cuai dalam menyediakan keperluan isteri boleh dipaksa melalui mahkamah.
Konsep Keluarga Sakinah Mawadah Warahmah
- Pengertian Keluarga Sakinah Mawadah Warahmah
- Ciri-ciri Keluarga Sakinah Mawadah Warahmah
- Kriteria Keluarga Sakinah Mawadah Warahmah
- Faktor Terbentuknya Keluarga Sakinah Mawadah
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa keluarga sakinah mawadah warahmah mengandung makna keluarga yang penuh dengan rasa damai, tenteram, saling mencintai dan peduli terhadap anggota keluarga. Menurut Sita Chadija, keluarga sakinah mawadah warahmah adalah keluarga yang didirikan atas dasar perkawinan yang sah yang mampu memberikan kasih sayang kepada anggota keluarganya sehingga mempunyai rasa aman, damai, tenteram, dan bahagia dalam mencapai kesejahteraan. di akhirat. . Sedangkan menurut Quraish Shihab, keluarga sakinah adalah keluarga yang mempunyai nilai-nilai kedamaian, kenyamanan dan cinta kasih dalam keluarga.
Rumah tangga yang didirikan atas dasar Al-Quran dan Sunnah. Asas yang paling utama dalam membina keluarga sakinah ialah rumahtangga yang dibina atas ketaqwaan, berpandukan Al-Quran dan Sunnah, bukan semata-mata atas kasih sayang. Suami sebagai ketua keluarga bertanggungjawab memastikan setiap ahli keluarganya mematuhi peraturan dan memainkan peranannya dalam keluarga agar keluarga sakinah dapat dibentuk. Oleh itu, pasangan yang ingin membina keluarga sakinah tidak boleh mengabaikan ibu bapa ketika memilih pasangan, terutama anak lelaki mestilah mendapat restu kedua ibu bapa kerana perkahwinan tidak akan mematahkan tanggungjawabnya terhadap kedua ibu bapa.
Sebagai bentuk keluarga sakinah atau keluarga ideal, harus dipenuhi kriteria-kriteria yang meliputi: pertama, keteguhan niat, kedua, keteguhan dalam tujuan perkawinan, ketiga, keteguhan dalam pembentukan keluarga, dan keempat, keteguhan dalam mencapai kualitas dalam pembentukan keluarga. dari hasil pernikahan. Suatu perkawinan wajib (wajib) dilangsungkan di hadapan keluarga sakinah sesuai dengan syarat ajaran Islam, sehingga persahabatan antara dua orang yang berlainan jenis didahului dengan perkawinan yang terpuji di sisi Allah. Keluarga sakinah dapat terbentuk apabila didalamnya terdapat mahabbah.Secara alamiah seseorang tertarik pada lawan jenis terutama karena alasan fisik.
Dalam keluarga sakinah ini terdapat mawaddah, yaitu dua insan berlainan jenis yang saling jatuh cinta, bukan hanya karena pertimbangan kebutuhan biologisnya saja, namun yang terpenting adalah pertimbangan kepribadiannya, dan lain sebagainya. Keluarga sakinah mengandung rahmah yang merupakan sifat ketuhanan karena bersumber dari Yang Maha Rahman dan Rahim yang diberikan kepada setiap hamba-Nya yang diberkati. Dalam hal ini peneliti mencoba menjelaskan pengertian dan penerapan keluarga sakinah mawaddah warahmah di masyarakat Yosorejo.1.
Teknik Analisis Keabsahan Data
Hal ini memungkinkan kami memperoleh data yang berkaitan dengan subjek penelitian, seperti foto buku pernikahan dan foto keluarga, yang dapat meningkatkan validitas penelitian. Observasi merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi disertai dengan pencatatan terhadap kondisi atau perilaku objek sasaran.6 Metode ini digunakan peneliti untuk mengamati tindakan dan perilaku keluarga yang menjadi subjek penelitian dalam pembentukan sakinah. , keluarga mawaddah, warahmah. Hal lain yang digunakan untuk memeriksa dan membandingkan data adalah sumber, metode, peneliti, dan teori.
Teknik ini digunakan peneliti agar tidak terjadi kesalahan dalam ekstraksi data sehingga data saling sinkron.
Teknik Analisis Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Sejarah Singkat Pembentukan Kelurahan Yosorejo
Pada tahun 1938 datang kembali kelompok penjajahan kedua yaitu dari Wonogiri, Sragen, Boyolali yang menetap di Bedeng no. Ditempatkan 21 B sejumlah 88 KK dibawah pimpinan Bpk. Rais, di Bedeng 21 C, sejumlah 150 KK dipimpin oleh Bapak. Atmosentono, dan di Bedeng 21 D sejumlah 151 KK dipimpin oleh Bapak. Abdurrahman. Pada tahun yang sama, pengurus desa belum dibentuk/diangkat, hanya dibentuk pemimpin Bedeng baru (Kepala Bedeng) dan dibantu oleh staf administrasi dan Jagabaya. Pada tahun 1981, Desa Yosodadi berubah status menjadi kecamatan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979, yaitu dengan susunan pemerintahan sebagai berikut.
Sesuai dengan kemajuan Otonomi Daerah dan kemajuan pembangunan wilayah Kota Metro, maka Peraturan Daerah Kota Metro Nomor 25 Tahun 2000 tanggal 16 Desember 2000 diperluas menjadi 5 kecamatan dan 22 kelurahan, salah satunya adalah “ Kecamatan Yosorejo”, yang merupakan hasil pemekaran wilayah Kecamatan Yosodadi. Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah pada pasal 2 huruf B yang menyatakan : Desa Yosodadi dimekarkan menjadi 3 desa, Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tanggal 16 Desember 2000 merupakan momen bersejarah dalam sejarah berdirinya Desa Yosorejo, dengan kepala desa pertama yaitu Ibu Aryanti 1 Zoeliana, BA.
Kondisi Umum Kependudukan
Visi dan Misi Kelurahan Yosorejo
Pemahaman Masyarakat Yosorejo tentang Keluarga Sakinah
- Pemahaman tentang Konsep Sakinah
- Pemahaman tentang Konsep Mawaddah
- Pemahaman tentang Konsep Rahmah
Menjaga etika terhadap lansia juga dapat menjadi sarana tercapainya keharmonisan dan kedamaian dalam keluarga. Untuk itu Pak Luki dan Bu Wulan selalu menjadi teladan bagi anak-anaknya dengan selalu menjaga hubungan baik dengan orang tua dan mertuanya. Senada dengan Pak Suwanto, Pak Romi juga menekankan pentingnya menjaga keimanan dan ketakwaan untuk menghadirkan ketentraman dalam keluarga.
Pak Romi menambahkan, kedamaian dalam rumah tangga juga bisa dicapai dengan menjaga hubungan baik dengan lingkungan. Pak Romi mengatakan, mawaddah (cinta) adalah sikap menerima apa adanya terhadap seseorang yang menjadi pasangan kita. Melalui ayat tersebut, Allah menciptakan rasa cinta dan kasih sayang kepada manusia agar kehidupan berumah tangga dapat mengalir dalam suasana yang akrab.
Perasaan cinta ini menyebabkan seseorang berusaha memberikan kebaikan, kekuatan dan kebahagiaan kepada orang lain dengan cara yang lemah lembut dan sabar. Warahmeh juga berarti ampunan, rahmat, rezeki dan anugerah terbesar dari Allah SWT kepada keluarga yang tetap menjaga rasa cinta, kasih sayang dan kepercayaan. 14. Pak Luki mengatakan cinta (rahmah) adalah perasaan yang menimbulkan keinginan untuk membahagiakan orang yang dicintai.
Beliau mengatakan bahwa prinsip cinta dalam pernikahan adalah “Aku ingin menikah denganmu karena aku ingin membahagiakanmu”. Pemahaman mereka telah melahirkan keluarga ideal yang mampu menjaga perdamaian serta memiliki rasa cinta dan kasih sayang. Unsur cinta dan kasih sayang harus hadir untuk saling melengkapi agar pasangan bisa saling membahagiakan.
Implementasi Konsep Keluarga Sakinah Mawadah
- Menjaga Kualitas Ibadah Keluarga
- Menanamkan Akhlak Terpuji kepada Anak
- Saling Memotivasi Antar Anggota Keluarga
- Menerapkan Pola Hidup Sehat Sesuai dengan Syariat
Penerapan keluarga sakinah mawadah warahmah yang dilakukan Pak Suwanto sesuai dengan ciri yang diungkapkan Sahli, yaitu terciptanya kehidupan religius dalam keluarga. Dalam sebuah keluarga, ibadah memegang peranan penting untuk mempengaruhi kehidupan seseorang karena agama merupakan pilar dalam kehidupan. Kepuasan psikologis yang diterima seorang anak dalam sebuah keluarga menentukan bagaimana ia akan bereaksi terhadap lingkungan.
Namun di sisi lain, Pak Luki mengatakan, motivasi dalam keluarga tidak hanya diberikan saat perekonomian sedang buruk. Saling memberikan motivasi dalam keluarga seperti yang dilakukan masyarakat Yosorejo bertujuan untuk mencegah terjadinya perselisihan, terutama ketika kondisi perekonomian keluarga sedang terpuruk. Pak Suwanto mengatakan, menerapkan pola hidup sehat dalam keluarga merupakan salah satu cara suami istri harus selalu menjaga makanan halal.
Terkait dengan keluarga sakinah mawaddah angelmah, menjaga kesehatan keluarga merupakan salah satu faktor internal dalam pembentukannya. Dalam praktiknya, masyarakat Yosorejo menerapkan konsep keluarga sakinah mawadah warahmah melalui berbagai cara mulai dari aspek keagamaan hingga materil. Peneliti selanjutnya sebaiknya melakukan penelitian terkait pembentukan keluarga sakinah mawaddah warahmah yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
Analisis Perkembangan Keluarga Sakinah pada Pasangan Pranikah di Kantor Agama Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. Skripsi, Perguruan Tinggi Islam Semarang, 2013. Implementasi Syariat Islam dalam Terciptanya Keluarga Sakinah (Studi Kasus pada Masyarakat di Kecamatan Danau Teluk Seberang Kota Jambi).” Al-Risala: Jurnal Hukum Islam dan Ilmu Sosial 11 , no .Faktor-Faktor Pembentuk Kebahagiaan Dalam Keluarga (Konteks Budaya Jawa dan Pengaruh Islam).Naskah Publikasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2014.
PENUTUP
Saran
Kajian tersebut dapat berupa peraturan pemerintah mengenai pedoman keluarga sakinah, mawaddah, warahmah serta hambatan dan tantangan mengenai pembentukan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah di masyarakat. “Peran Keluarga dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa (Studi di SD Negeri 22 Mengkudu Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas).” PMIS- Jurnal Skripsi UNTAN 1, no.