PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan tentang benar dan salah, tetapi juga menyangkut proses pembiasaan perilaku yang baik agar peserta didik mampu melakukannya. Dalam praktiknya, pendidikan moral berkaitan dengan kriteria ideal dan sumber karakter baik dan buruk, sedangkan pendidikan karakter berkaitan dengan operasional metode, strategi, dan teknik pengajaran.6 Karakter tidak diwariskan, tetapi merupakan sesuatu yang terus menerus dibangun hari demi hari melalui pemikiran. dan tindakan., pikiran demi pikiran, tindakan demi tindakan. Karakter siswa yang baik merupakan perwujudan nilai-nilai agama yang luhur dalam menanamkan perilaku yang baik dan positif, karena dalam tataran agama Islam, siapa pun yang memiliki nilai-nilai agama diyakini memiliki karakter.
Program orientasi merupakan salah satu program yang dilaksanakan di SMP Negeri 7 Jember untuk membangun karakter siswa. Berkaitan dengan penjelasan di atas, peneliti ingin mengkaji lebih dalam mengenai penerapan model pembelajaran pembentukan kebiasaan dalam pembentukan karakter siswa di SMPN 7 Jember. Dari wacana tersebut peneliti tertarik untuk mengkaji permasalahan tersebut, sehingga peneliti mengambil judul “Implementasi model pembelajaran pembentukan kebiasaan dalam pembentukan karakter siswa pada pembelajaran PAI di SMPN 7 Jember pada tahun ajaran”.
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan tentang pengembangan karakter siswa melalui metode pembiasaan, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan. Memperkaya referensi bagi yang ingin mengembangkan penelitian yang sama khususnya mengenai model pembelajaran pembentukan kebiasaan dalam membentuk karakter siswa.
Definisi Istilah
Manusia ideal adalah manusia yang berakhlak baik, kuat jasmani dan tangguh, jujur, cinta tanah air, berakal budi, beriman kuat kepada Allah, dan sebagainya. Sedangkan dalam penelitian ini dengan membentuk karakter siswa dimaksudkan bahwa karakter religius, disiplin dan toleransi dapat memberikan pengaruh positif terhadap kebiasaan yang dilakukan siswa setiap hari, baik di sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial. . Jadi, yang dimaksud dalam ijazah ini dengan Implementasi model pengajaran pembentukan kebiasaan dalam pembentukan karakter siswa pada mata kuliah PAI di SMPN 7 Jember tahun ajaran 2017/2018 adalah praktek penerapan atau penggunaan metode pengenalan, yang dilakukan beberapa kali dengan tujuan membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang layak dimuliakan oleh Allah SWT.
Sistematika Pembahasan
Dalam hal ini akan disajikan pembahasan penelitian-penelitian terdahulu dan kajian teori yang meliputi metode pembiasaan dan pembentukan karakter peserta didik. Selanjutnya skripsi ini diakhiri dengan daftar pustaka dan beberapa lampiran untuk mendukung pemenuhan data skripsi.
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Penelitian Terdahulu
Lokasi Penelitian
Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengkaji pihak sekolah apakah penggunaan metode ini memberikan dampak yang kuat terhadap pembentukan karakter Islami siswa.
Subyek Penelitian
Siswa: dikumpulkan dari ± 1050 siswa yang tersebar di 30 kelas di SMPN 7 Jember, peneliti memilih berdasarkan teknik tujuan untuk subjek penelitian ini siswa yang aktif mengikuti ekstra tartil dan tahfidz al-Qur'an karena peneliti percaya bahwa siswa, yang aktif mengikuti ekstra agama lebih cenderung menggali informasi terkait kegiatan pembiasaan keagamaan di sekolah.
Teknik Pengumpulan Data
Observasi partisipatif, dalam observasi ini peneliti terlibat aktif dalam aktivitas sehari-hari orang yang diteliti. Dalam hal ini peneliti hanya berperan sebagai pengamat, yaitu peneliti datang ke lokasi penelitian, namun peneliti tidak terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Agar hasil observasi dapat terekam dengan baik, peneliti menggunakan instrumen perekam observasi dan instrumen perekam aktivitas (foto).
Metode ini menggunakan pengamatan mandiri atau penginderaan langsung terhadap suatu objek, keadaan, situasi, proses, atau perilaku. Observasi dilakukan terhadap kejadian-kejadian yang berkaitan dengan penerapan model pembelajaran adiktif untuk membentuk karakter siswa. Wawancara terstruktur artinya peneliti mengetahui secara pasti informasi yang diperoleh dan telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan tertulis yang juga telah disiapkan alternatif jawabannya. B.
Wawancara semi-terstruktur lebih bebas dibandingkan jenis wawancara pertama, mengungkap permasalahan secara lebih terbuka ketika narasumber dimintai pendapat dan gagasannya. Dalam hal ini peneliti mengajukan serangkaian pertanyaan terstruktur dan kemudian mengeksplorasinya satu per satu untuk memperoleh informasi lebih lanjut. Tujuannya adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka dan jawaban yang diperoleh mencakup seluruh variabel, dengan informasi yang lengkap dan mendalam.
44 Sugiyono, Metode Penelitian., 233 . apa dampak penerapan model pembelajaran pembentukan kebiasaan terhadap pembentukan karakter religius, disiplin dan toleransi. Metode dokumenter adalah suatu metode pengumpulan data yang digunakan untuk mencari informasi tentang suatu hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulensi rapat, memo, agenda, dan lain-lain. Jadi peneliti akan mengkaji dokumen tersebut secara keseluruhan untuk menghindari kemungkinan hilangnya data, karena peneliti adalah instrumen yaitu pengumpul data.
Data yang dapat diperoleh dengan menggunakan teknik ini adalah: 1) Sejarah berdirinya SMP Negeri 7 Jember 2) Visi, misi dan tujuan SMP Negeri 7 Jember 3) Struktur organisasi SMP Negeri 7 Jember 4) Data guru dan siswa SMP Negeri 7 Jember 5) Struktur SMP Negeri 7 Jember.
Analisis Data
Keabsahan Data
Hasil penelitian ini adalah: 1) penerapan model pembelajaran pembentukan kebiasaan dalam pembentukan karakter religius berdasarkan hasil perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi strategi guru, mulai dari memaksakannya dan siswa membiasakan diri melaksanakannya hingga menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan berulang kali. Di antara berbagai metode pengajaran, pembentukan kebiasaan merupakan salah satu metode yang paling tua. Dari berbagai model pembelajaran, Habit Forming merupakan salah satu model pembelajaran yang cocok untuk pengembangan karakter.5 Habit adalah sesuatu yang secara sadar dilakukan berulang-ulang untuk mencapai sesuatu.
Pada buku 68 Model Pembelajaran Inovatif Kurikulum 2013 penjelasan mengenai perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi model pembelajaran adiktif tidak dijelaskan secara rinci dalam penerapan model pembelajaran. Oleh karena itu, model pembelajaran adiktif atau biasa dikenal dengan metode pembiasaan merupakan suatu cara yang digunakan pendidik untuk membiasakan peserta didik melakukannya secara berulang-ulang sehingga menjadi suatu kebiasaan yang sulit dihilangkan dan terbawa hingga usia tua. Langkah-langkah dalam model pembelajaran adiktif antara lain; (1) pembiasaan siswa biasanya dilakukan secara terus menerus dan diperlukan seseorang yang dapat menjadi teladan atau teladan, (2) guru harus mengajak dan bekerja sama untuk melakukan pekerjaan tersebut. 15.
Oleh karena itu, dapat kita simpulkan bahwa ini adalah model pembelajaran pembentuk kebiasaan atau biasa disebut dengan metode pembiasaan. Beberapa alasan dilakukannya penelitian pada situs ini adalah karena ingin mengetahui lebih jauh tentang model pembelajaran pembentukan kebiasaan yang digunakan di sekolah negeri yang merupakan sekolah kebanyakan.
Tahap-tahap Penelitian
Setelah mendapat izin, peneliti mulai melakukan survei dan penilaian lapangan untuk mengetahui lebih jauh latar belakang subjek penelitian, lingkungan pendidikan, dan lingkungan sosial. Setelah semuanya selesai mulai dari perancangan penelitian hingga pemilihan informan, peneliti mempersiapkan peralatan penelitian sebelum terjun ke lapangan, mulai dari alat tulis seperti pensil, pulpen, buku catatan, kertas, dan lain-lain.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Obyek Penelitian
Penyajian Data dan Analisis
Penerapan Model Addictive Learning untuk Membentuk Karakter Religius Siswa di SMP Negeri 7 Jember. Merencanakan model pembelajaran adiktif untuk membentuk karakter religius siswa di SMP Negeri 7 Jember. Penerapan model pembelajaran adiktif untuk membentuk karakter religius siswa di SMP Negeri 7 Jember.
Evaluasi Model Pembelajaran Pembiasaan Dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa di SMP Negeri 7 Jember. Penerapan model pembelajaran pembentukan kebiasaan dalam pembentukan karakter disiplin siswa di SMP Negeri 7 Jember a. Penerapan model pembelajaran pembentukan kebiasaan dalam pembentukan karakter disiplin siswa di SMP Negeri 7 Jember.
Evaluasi model pembelajaran pembentukan kebiasaan dalam pembentukan karakter disiplin siswa di SMP Negeri 7 Jember. Penerapan Model Pembelajaran Habit Forming dalam Pembentukan Karakter Toleran Siswa di SMP Negeri 7 Jember. Merencanakan model pembelajaran pembentuk kebiasaan dalam membentuk karakter toleran siswa di SMP Negeri 7 Jember.
Penerapan model pembelajaran adiktif untuk membentuk karakter toleran siswa di SMP Negeri 7 Jember. Evaluasi Model Pembelajaran Adiktif Untuk Membentuk Karakter Toleransi Siswa di SMP Negeri 7 Jember. Penerapan model pembelajaran adiktif untuk membentuk karakter disiplin siswa di SMP Negeri 7 Jember.
Implementasi model kebiasaan belajar dalam pembentukan karakter religius siswa SMP Negeri 7 Jember tahun pelajaran 2017/2018. Implementasi model pengajaran pembentukan kebiasaan dalam membentuk karakter disiplin siswa di SMP Negeri 7 Jember tahun pelajaran 2017/2018. Implementasi model kebiasaan belajar dalam membentuk karakter toleran siswa di SMP Negeri 7 Jember tahun pelajaran 2017/2018.
Pembahasan Temuan
PENUTUP
Kesimpulan
Hal ini dapat dilihat dari hasil perencanaan yang diawali dengan strategi guru dalam menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang berkaitan dengan kepribadian Islami dengan akhlakul karimah, aqidah dan syariah. Evaluasi penerapan model pembelajaran pembentukan kebiasaan dalam pembentukan karakter religius dalam kehidupan sehari-hari sudah sesuai dengan program pembiasaan yang mengharapkan siswa melakukan hal tersebut secara berulang-ulang. Dapat kita simpulkan bahwa perencanaan yang serius dalam pelaksanaannya diawali dengan pemaksaan, walaupun hal ini tidak diawali dari kesadaran siswa, namun diperlukan proses jangka panjang, berkesinambungan dan berkesinambungan agar terbentuknya karakter pribadi.
Hal ini dibuktikan dengan terlaksananya pembentukan karakter disiplin melalui hal-hal sederhana seperti menyapa pagi hari dan hadir tepat waktu, menghadiri upacara, mengenakan hijab bagi siswi saat belajar PAI, menyelesaikan tugas tepat waktu dan menaati peraturan sekolah. . Evaluasi kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi siswa, namun guru banyak menemui kesulitan dalam mendisiplinkan siswa. Singkatnya, jika siswa terbiasa menjalankan disiplin dari rumah, maka akan mudah untuk mematuhi aturan disiplin sekolah.
Dapat kita simpulkan bahwa hasil penelitian, dengan merencanakan kegiatan sebagai contoh yang baik, memberikan siswa pembinaan perdamaian, penghargaan terhadap perbedaan dan individu, serta kesadaran. Kegiatan ini dilaksanakan menanamkan sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, kebangsaan, suku, pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang berbeda dengan dirinya.
Saran-saran
“Penerapan model pembelajaran pembentukan kebiasaan dalam pembentukan karakter siswa pada pembelajaran PAI di SMPN 7 Jember Tahun Pelajaran 2017/2018.” Pada awalnya merupakan pilihan SMPN 3 Jember dan pada tahun 1986 berubah menjadi SMPN 7 Jember yang terletak di Jalan Cendrawasih 22 Slawu Patrang. Visi SMP Negeri 7 Jember tentang pembentukan karakter siswa, sedangkan misi SMP Negeri 7 Jember terkait pembentukan karakter adalah poin 2,3,5 dan 7.
101 Meja Siswa 7E Milik 102 Kursi Siswa 7E Milik 103 Meja Guru Milik Ruang Guru 104 Kursi Guru Milik Ruang Guru 105 Lemari di Ruang Guru Milik 106 Ruang Komputer Mengisi ruang guru Milik lemari .