PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Diunduh dari https://www. Hukumonline.com/berita/read/step-step-penting-dalam-Restraction-Utang-Akibat-covid-19?page=2. Apa dampak pandemi Covid-19 terhadap nasabah Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang S Parman Kota Bengkulu.
TujuanPenelitian
Transaksi di Bank Syariah Indonesia Cabang S Parman Kota Bengkulu dapat dilakukan pada jam kerja. Penerapan kebijakan relaksasi yang dilakukan Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang S Parman Kota Bengkulu mengambil langkah-langkah sebagai berikut.
Manfaat Penelitian
Penelitian Terdahulu
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan pembiayaan bermasalah restrukturisasi warung mikro di BSM KCP Pemalang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mekanisme restrukturisasi pembiayaan Murabahah pada BPRS Bumi Artha Sampang Cilacap.
TINJAUAN TEORI
Kebijakan Relaksasi
Debitur yang dimaksud adalah debitur yang kesulitan memenuhi kewajibannya kepada bank karena debitur atau usaha debitur terkena dampak langsung maupun tidak langsung dari penyebaran Covid-19. Kebijakan stimulus yang dimaksud adalah penilaian terhadap kualitas kredit/pembiayaan/penyediaan dan lain-lain hanya berdasarkan keakuratan pembayaran pokok dan bunga kredit/pembiayaan dana lainnya dengan plafon sampai dengan 10 miliar; Ketentuan pemulihan ini dapat diterapkan di Bank tanpa memandang batas plafon pemberian kredit/pembiayaan atau jenis debiturnya.
Bank dapat memberikan kredit/pembiayaan khusus sesuai POJK ini, dengan penetapan kualitas kredit/pembiayaan dana lainnya dilakukan secara terpisah dengan kualitas kredit/pembiayaan lain sebelumnya. Kebijakan pelonggaran utang merupakan terminologi keuangan yang umum digunakan dalam industri perbankan yang berarti upaya untuk meningkatkan operasional kredit bagi debitur yang mengalami kesulitan dalam menjalankan kinerjanya. Pembatalan hutang yang dilakukan oleh debitur harus mendapat persetujuan dari kreditur, dimana tanggal jatuh tempo pelunasan, pengurangan atau pengurangan tunggakan bunga, tambahan waktu pelunasan kredit merupakan persetujuan kreditur, yang mengharuskan debitur untuk menuruti kehendak debitur. debitur dengan itikad baik, kreditur.
UMKM
Usaha Mikro merupakan unit usaha yang mempunyai kekayaan maksimal Rp50 juta, tidak termasuk tanah dan bangunan dengan penjualan tahunan maksimal Rp300 juta. 50 juta sampai dengan maksimal Rp 500 juta tidak termasuk tanah dan bangunan yang usahanya mempunyai penjualan tahunan lebih dari Rp 300 juta sampai dengan maksimal Rp. Usaha menengah adalah perusahaan yang mempunyai kekayaan bersih lebih dari Rp 500 juta sampai dengan maksimal Rp 100 miliar dengan penjualan tahunan lebih dari Rp 2,5 miliar sampai dengan maksimal Rp 50 miliar.13.
Kontribusi usaha mikro, kecil dan menengah terhadap PDB di Indonesia sekitar 60% pada tahun 1999, dengan kontribusi usaha kecil dan mikro masing-masing sebesar 42% dan 18%. Pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sangat penting dan strategis dalam membayangkan perekonomian masa depan, khususnya dalam undang-undang tentang penguatan struktur perekonomian nasional. Usaha Kecil Menengah yang disingkat UKM adalah suatu istilah yang mengacu pada jenis usaha kecil yang mempunyai kekayaan bersih tidak lebih dari Rp 200 juta tidak termasuk tanah dan bangunan, tempat usaha dan badan usaha itu berdiri sendiri.
Dampak
Hal ini juga dapat dimanfaatkan pada saat krisis akibat pandemi Covid-19, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya dengan cepat dan mudah. Penyakit ini berasal dari wilayah Wuhan di China, dan kini penyakit tersebut telah menyebar ke banyak negara, termasuk Indonesia. Bank syariah adalah bank yang melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas bank umum syariah dan bank keuangan syariah (UU RI No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah pasal 1 ayat 7).
Prinsip Equity Adanya sistem operasi bagi hasil dan bagi hasil inilah yang menjadi pembeda antara bank syariah dan bank konvensional. Asas perdamaian Salah satu tujuan didirikannya bank syariah adalah menciptakan keseimbangan sosial ekonomi masyarakat untuk mencapai perdamaian. Oleh karena itu, produk bank syariah harus mencerminkan pandangan dunia Islam atau sesuai dengan prinsip dan kaidah muamalah Islam.
Jenis dan Pendekatan Penelitian
Pendekatan Normatif, yaitu metode pendekatan terhadap suatu permasalahan yang didasarkan pada hukum Islam, baik yang bersumber dari Al-Quran, as-Sunnah, maupun pendapat peneliti. Pendekatan deskriptif kualitatif yaitu dengan melakukan observasi dan wawancara dengan tujuan menghasilkan informasi lisan dan tertulis tentang apa yang menjadi subjek penelitian. Data yang diperoleh setelah dianalisis kemudian dideskripsikan agar mudah dipahami orang lain. 4 Melalui pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan data deskriptif kualitatif, baik berupa uraian tertulis dari sumber yang diteliti maupun dalam bentuk informasi lisan dan tertulis. dari sumber yang diteliti5.
Waktu dan Lokasi Penelitian
Informan Penelitian
Alasan dipilihnya 3 orang tersebut karena sesuai dengan pertimbangan di atas dan juga sebagai bahan perbandingan dengan apa yang disampaikan oleh informan dari Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang S Parman Kota Bengkulu.
Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
Dalam hal ini sumber data sekunder berupa data dokumentasi atau data lain serta buku, jurnal atau dokumentasi yang berkaitan dengan penelitian sebagai penunjang. Wawancara (Interview), teknik wawancara atau wawancara adalah suatu teknik dalam pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan secara bebas namun tetap terarah, artinya dalam melakukan wawancara penelitian tetap berpedoman pada pertanyaan yang telah disusun. Wawancara dilakukan oleh salah satu pegawai Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang S Parman Kota Bengkulu dan 3 orang nasabah BSI KC S Parman Kota Bengkulu.
Dokumentasi, yaitu dalam hal ini penulis menggunakan metode dokumentasi untuk mencari data otentik sebagai pelengkap.
Tehnik Analisis Data
Pengumpulan Informasi Data diperoleh dari wawancara, studi pustaka, observasi dan observasi, data yang dikumpulkan masih bersifat mentah sehingga perlu dilakukan pemilihan antara data yang penting dan tidak relevan. Data yang diperoleh di lapangan cukup banyak sehingga perlu dilakukan pencatatan secara cermat dan rinci. Data yang direduksi akan memberikan gambaran yang jelas dan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data lebih lanjut dan melakukan pencarian jika diperlukan.
Dengan reduksi, peneliti merangkum, mengambil data penting, membuat kategorisasi, berdasarkan huruf besar, huruf kecil, dan angka. Setelah reduksi data, langkah selanjutnya adalah memberikan kesimpulan dan mengambil keputusan dalam penelitian kualitatif, yang dapat dilakukan dalam bentuk: uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, dan lain-lain. Namun jika kesimpulan tersebut memang didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten ketika peneliti kembali ke lapangan untuk mengumpulkan data.
Sistematika Penulisan
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Mekanisme Pengajuan Produk Pembiayaan Warung Mikro
Sebagai lembaga intermediasi, Bank Syariah Indonesia mempunyai peluang untuk mengembangkan bisnis keuangan mikro untuk tujuan yang produktif dan serbaguna mengingat besarnya potensi pasar keuangan mikro. Pembiayaan Warung Mikro Bank Syariah Indonesia merupakan pembiayaan perbankan bagi nasabah perorangan atau badan usaha yang bergerak di bidang UMKM untuk membiayai kebutuhan usahanya melalui pembiayaan ekuitas. Bank syariah menggunakan media akad wakalah dalam penerapannya dengan memberikan kewenangan kepada nasabah untuk membeli barang tersebut.
Nasabah datang ke bank untuk mengisi formulir permohonan pembiayaan dari micromarketing atau Bank Syariah Indonesia. Pemeriksaan ini dilakukan oleh pengelola dan berfungsi untuk mengetahui kelancaran rekam jejak apakah pembiayaan dilakukan oleh calon nasabah di bank lain. Proses akad ini dapat dilakukan di calon nasabah dan juga dapat dilakukan di kantor BSI KC S Parman.
Hasil Penelitian
Kemudian wawancara yang dilakukan penulis berikut ini dengan Bapak Hermen, beliau merupakan nasabah Bank Syariah Indonesia KC S Parman Kota Bengkulu yang menjalankan usahanya di Pematang. Gubernur, usaha Pak Hermen berupa pengisian air mineral. Wawancara dengan Bpk. Kepada Faisal Riza selaku Group Head Micro Relationship Manager Bank Syariah Indonesia Cabang S Parman Kota Bengkulu. Terlihat dari wawancara dengan informan diatas, setelah terbitnya baik peraturan pemerintah, peraturan Otoritas Jasa Keuangan maupun peraturan yang ditetapkan oleh Bank Syariah Indonesia sendiri, Bank Syariah Indonesia cabang S Parman mengikuti peraturan yang ada.
Bank Syariah Indonesia Cabang di S Parman lebih fokus melayani nasabah untuk mendapatkan keringanan biaya cicilan sehingga pelaku usaha dibandingkan usaha mikro tetap bisa beroperasi meski belum bisa segera pulih seperti sebelum pandemi. Namun di sisi lain, kebijakan pelonggaran yang dilakukan Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang S Parman Kota Bengkulu sangat membantu pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM). Cabang Syariah Indonesia S Parman Kota Bengkulu, kemudian Bank Syariah Indonesia melakukan survei terhadap nasabah yang mengajukan permintaan pelonggaran. Jika benar perusahaan memperbolehkan relaksasi, maka BSI tidak mempersulit proses relaksasi tersebut. Proses pelonggarannya bisa dikatakan sangat mudah, karena dari pihak bank mempermudah proses administrasi.
Pembahasan
Karena keadaan itulah nasabah pembiayaan toko mikro Bank Syariah Indonesia Cabang S Parman Kota Bengkulu mengajukan pencairan kredit. Berdasarkan perkembangan penyakit Covid-19 dan kondisi nasabah tersebut, Bank Syariah Indonesia Cabang Kota Bengkulu memberikan restrukturisasi atau pelepasan pembiayaan kepada pembiayaan nasabah yang terkena dampak Covid-19 sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan pemerintah melalui Badan Keuangan. Otoritas Layanan. . Kebijakan relaksasi yang diterapkan oleh Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang S Parman Kota Bengkulu telah terlaksana dengan baik sebagaimana diatur oleh pemerintah melalui Peraturan Kantor Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 11/POJK.03/2020 tentang stimulus perekonomian nasional sebagai kebijakan countercyclical dampak penyebaran penyakit virus corona 2019 (Covid-19).
Informasi mengenai kebijakan relaksasi Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang S Parman Kota Bnegkulu dengan cepat memberikan informasi mengenai relaksasi kredit seperti yang dikeluarkan pemerintah melalui OJK bagi nasabah pembiayaan toko mikro yang kesulitan membayar angsuran karena berkurangnya pendapatan karena jatuh tempo. setelah dampak pandemi ini. Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang S Parman Kota Bengkulu memberikan kebijakan untuk memudahkan nasabah dalam mengajukan relaksasi sesuai dengan peraturan pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia nomor 11/POJK.03/2020. Proses pengajuan restrukturisasi atau relaksasi kredit sangat mudah dan tidak memberatkan nasabah, cukup mengisi formulir permohonan relaksasi kredit kemudian diserahkan ke Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang S Parman Kota Bengkulu, kemudian Bank Syariah Indonesia melakukan survey apakah pantas atau tidak untuk mendapatkan relaksasi, maka pelanggan menunggu baterainya atau diterima.
PENUTUP
Saran
Kebijakan relaksasi yang diterapkan oleh Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang S Parman Kota Bengkulu sudah cukup baik, namun Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang S Parman Kota Bengkulu sebaiknya mempersiapkan strategi yang lebih tepat kedepannya apabila 'pandemi atau force majeure kembali terjadi. . Peningkatan SDM yang ada pada Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang S Parman Kota Bengkulu kembali terlihat pada saat nasabah pembiayaan mengajukan relaksasi tim verifikasi Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang S Parman Kota Bengkulu sedikit kurang tanggap. karena keterbatasan dari karyawan itu sendiri. Erlina Pancareni, Manajemen Pembiayaan Bermasalah Restrukturisasi Warung Mikro Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Pemalang, Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Purwokerto pada tahun 2017.
Prinsip kehati-hatian perbankan dalam pembiayaan syariah sebagai upaya menjaga tingkat kesehatan bank syariah. Mekanisme Restrukturisasi Pembiayaan Murabahah di BPRS Bumi Artha Sampang Cilacap, Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Purwokerto 2017. Diakses pada 28 Maret 2021 pukul 12.09 https://www.cermati.com/artikel/memahamit-pengerian-umkm-characteristics-dhe-roli-.