• Tidak ada hasil yang ditemukan

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG "

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1

Perihal Pengembangan Institut Teknologi Sumatera(ITERA)

di Provinsi Lampung

Oleh :

Prof. Dr. Wawan Gunawan A. Kadir, MS.

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Bandung, Juli 2014

(2)

2

BAB 1 LATAR BELAKANG DAN KRONOLOGI PERKEMBANGAN INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA (ITERA)

1.1 Rasionalisasi Pendirian ITERA

Saat ini Indonesia hanya memiliki 2 (dua) Institut Teknologi yang diunggulkan, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya; kedua institut tersebut terletak di Pulau Jawa. Di satu sisi, kedua perguruan tinggi tersebut saat ini kapasitasnya sudah melebihi daya tampung maksimalnya, sedang di sisi lain, kebutuhan akan lulusan dari institut teknologi di tingkat nasional semakin meningkat. Atas dasar kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan untuk menambah jumlah institut teknologi di Indonesia, dalam rangka peningkatan dan pemerataan kualitas SDM pada tingkat nasional.

Sehubungan hal tersebut, pemerintah merencanakan pendirian Institut Teknologi di Sumatera dan di Kalimantan. Institut Teknologi di Sumatera akan dirintis pendidriannya serta dikembangkan dan dibina oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan kualitas minimal setara dengan ITB. Pembangunan sebuah Institut Teknologi di Sumatera juga dikaitkan dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Peningkatan kemampuan SDM dan IPTEK nasional menjadi salah satu dari 3 (tiga) strategi utama pelaksanaan MP3EI. Hal ini dikarenakan pada era ekonomi berbasis pengetahuan, mesin pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada kapitalisasi hasil penemuan menjadi produk inovasi. Salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan MP3EI tergantung pada upaya cerdas dan efektif para aktor inovasi dari unsur akademisi/peneliti, dunia usaha/industri, masyarakat, legislator, dan pemerintah. Beberapa pemikiran berikut harus diupayakan dalam perencanaan dan pemanfaatan secara cerdas potensi anak bangsa dalam rangka membangun Indonesia maju dan bermartabat, antara lain:

a. Menciptakan SDM yang memiliki kompetensi, berkepribadian luhur, berharkat dan bermartabat melalui pendidikan sains teknologi, pranata sosial dan humaniora yang berkualitas;

b. Optimalisasi sumber daya manusia berpendidikan S2 dan S3 yang telah ada, dan menambah 7.000-10.000 PhD di bidang sains dan teknologi secara bertahap dan terencana sampai tahun 2014;

c. Pengadaan laboratorium berstandar international baik di bidang ilmu-ilmu dasar maupun terapan di perguruan tinggi, lembaga litbang LPK dan LPNK serta pusat riset swasta, untuk kepentingan kemakmuran bangsa;

d. Kerjasama internasional yang mendorong pemahaman dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemanfaatan berbagai best practices yang sudah dikembangkan di berbagai negara.

Dalam konteks strategi utama pelaksanaan MP3EI, peran sumberdaya manusia yang berpendidikan menjadi kunci utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Oleh karena itu, tujuan utama di dalam sistem pendidikan dan pelatihan untuk mendukung hal tersebut di atas haruslah bisa menciptakan sumberdaya manusia yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan sains dan teknologi. Upaya percepatan pembangunan nasional, khususnya dalam bidang sains, teknologi dan seni, memerlukan kesiapan penyediaan sumberdaya manusia yang unggul.

Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki program pendirian institut teknologi negeri di Sumatera. Penyusunan proposal pendirian telah dilakukan pada tahun 2011. Institut Teknologi di Sumatera tersebut telah ditetapkan akan berlokasi di Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Status penyelenggaraan perguruan tinggi tersebut akan ditetapkan melalui Peraturan Presiden. Berkenaan dengan rencana tersebut, berdasarkan penugasan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maka pada tahap awal (sambilmenunggu selesainya pembangunan infrastruktur kampus), pengembangan dan penyelenggaraan dilaksanakan oleh Institut Teknologi Bandung (SK Mendikbud No.060/P/2012)yang bekerjasama dengan beberapa Pemerintah Daerah di Sumatera.

(3)

1.2 Visi dan Misi ITERA Visi

Menjadi perguruan tinggi yang unggul, bermartabat, mandiri, d

perubahan yang mampu meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia dan dunia dengan memberdayakan potensi yang ada di wilayah Sumatera

Misi

Berkonstribusi pada pemberdayaan potensi yang ada di wilayah Sumatera khususnya, dan Indonesia serta dunia melalui keunggulan dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,

Tujuan

Memajukan, mengembangkan dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, ilmu kemanusiaan, untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk Sumatera khususnya, dan bangsa Indonesia sejalan dengan dinamika masyarakat Indonesi

menjunjung tinggi nilai-nilai sosial, kemanusiaan, dan lingkungan melalui wahana Tridharma perguruan tinggi.

Dengan penugasan ITB untuk melahirkan

menjadi perguruan tinggi dengan reputasi dan yang kualitas mendekati ITB.

1.3 Proses Pengembangan

Pembangunan kampus ITERA dilaksanakan diatas lahan Pemprov Lampung yang mempunyai sertipikat tanah hak pakai (nomor 2 tahun 2014)

pemerintah Propinsi Lampung (SK Gubernur Lampung nomor G/405/BX/HK/2014) di desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan.

tanah milik Pemprov Lampung akan dibalik namakan me Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

panjang sejak 2012, sertifikat tanah hak pakai milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan selesai sekitar 2 (dua) bulan kedepan

Lampung.

Gambar 1.1

3

Menjadi perguruan tinggi yang unggul, bermartabat, mandiri, dan diakui dunia, serta memandu perubahan yang mampu meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia dan dunia dengan memberdayakan potensi yang ada di wilayah Sumatera dan sekitarnya.

Berkonstribusi pada pemberdayaan potensi yang ada di wilayah Sumatera khususnya, dan Indonesia serta dunia melalui keunggulan dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan ilmu kemanusiaan.

Memajukan, mengembangkan dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, ilmu kemanusiaan, untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk Sumatera khususnya, dan bangsa Indonesia sejalan dengan dinamika masyarakat Indonesia serta masyarakat dunia, dengan tetap nilai sosial, kemanusiaan, dan lingkungan melalui wahana Tridharma

Dengan penugasan ITB untuk melahirkan Institut Teknologi Sumatera (ITERA), diharapkan ITERA an tinggi dengan reputasi dan yang kualitas mendekati ITB.

ITERA dilaksanakan diatas lahan Pemprov Lampung yang mempunyai sertipikat tanah hak pakai (nomor 2 tahun 2014) seluas 285 Ha yang merupakan hibah dari (SK Gubernur Lampung nomor G/405/BX/HK/2014) di desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan. Pada masa mendatang sertipikat Pemprov Lampung akan dibalik namakan menjadi sertipikat tanah hak pakai milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan setelah melalui prose4s yang panjang sejak 2012, sertifikat tanah hak pakai milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan edepan.Gambar 1.1 memperlihatkan lokasi kampus ITERA di Provinsi

Gambar 1.1Lokasi Kampus ITERA di Provinsi Lampung

n diakui dunia, serta memandu perubahan yang mampu meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia dan dunia dengan

Berkonstribusi pada pemberdayaan potensi yang ada di wilayah Sumatera khususnya, dan Indonesia serta dunia melalui keunggulan dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dalam

Memajukan, mengembangkan dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, ilmu kemanusiaan, untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk Sumatera khususnya, dan bangsa a serta masyarakat dunia, dengan tetap nilai sosial, kemanusiaan, dan lingkungan melalui wahana Tridharma

, diharapkan ITERA

ITERA dilaksanakan diatas lahan Pemprov Lampung yang mempunyai yang merupakan hibah dari (SK Gubernur Lampung nomor G/405/BX/HK/2014) di desa Sabah Pada masa mendatang sertipikat njadi sertipikat tanah hak pakai milik dan setelah melalui prose4s yang panjang sejak 2012, sertifikat tanah hak pakai milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memperlihatkan lokasi kampus ITERA di Provinsi

(4)

4 1.3.1 Infrastruktur

Pemilihan lokasi pembangunan kampus ITERA ditentukan dari beberapa parameter sebagai landasan penilaian kelayakan lokasi, yaitu:

- aksesibilitas

- kebijakan dan potensi pengembangan wilayah - kondisi fisik lahan

- infrastruktur kawasan - sarana pelayanan publik

Tim ITB melakukan survey untuk dapat menentukan lokasi dengan melakukan perbandingan kondisi dan situasi calon lokasi di ke dua alternatif lokasi (Sumatera Selatan dan Lampung). Berdasarkan survey dan analis pada kedua alternatif lokasi, dilakukan pemilihan lokasi dengan menggunakan metode pembobotan. Masing-masing alternatif lokasi diberikan nilai sesuai dengan tabel kriteria yang telah dibuat oleh tim ITB; dari hasil perhitungan, lokasi Banyuasin di Provinsi Sumatera Selatan memperoleh nilai yang lebih rendah dibandingkan lokasi Sukarame di Provinsi Lampung. Hasil penilaian tersebut diserahkan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk diberikan keputusan penunjukan lokasi Kampus Institut Teknologi Sumatera.Berdasarkan SK Mendikbud No.060/P/2012, Institut Teknologi di Sumatera tersebut telah ditetapkan akan berlokasi di Sabah Balau, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Pengembangan pembangunan kampus ITERA dilakukan melalui beberapa tahapan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran yang tersedia. Secara umum, terdapat beberapa tahapan utama dalam pengembangan kawasan kampus ITERA.

Tahap I

Pembangunan tahap I akan difokuskan pada kebutuhan dasar kampus yaitu gedung administrasi dan infrastruktur dasar seperti antara lain jalan, drainase, penyediaan air bersih, listrik, dan komunikasi.

Selaian itu pada tahap ini akan dilakukan pembangunan fasilitas untuk kebutuhan TPB seperti kelas, laboratorium.

Tahap II

Pembangunan akan difokuskan pada pembangunan gedung fakultas dan program studi; selain itu pembangunan infrastruktur dasar kampus tetap dilanjutkan.

Tahap III

Direncanakan mulai dibangun student center dan beberapa gedung program studi; teknologi umum sudah mulai dibangun pada tahap ini.

Tahap IV

Gedung convention center dan fasilitas olah raga seperti stadion, lintasan atletik, dan kolam renang akan dibangun pada tahap ini.

Tahap V

Pada tahap ini dilakukan pembangunan gedung pelengkap seperti pusat pengabdian masyarakat, pusat inkubasi, ruang hijau, dan gedung parkir.

Sampai dengan bulan Juli tahun 2014, beberapa gedung dan infrastruktur yang telah dibangun di atas lahan kampus ITERA adalah sebagai berikut:

- Gerbang Utama Kampus Itera -Gedung Venue Timur

- Gedung Venue Barat - Infrastruktur Jaringan Jalan

(5)

5

Gambar 1.2berikut ini memperlihatkan denah kampus ITERA dan bagian kampus yang telah terbangun sampai dengan bulan Juli tahun 2014.

Gambar 1.2: Denah Kampus ITERA

(6)

6

Gambar 1.3 berikut ini memperlihatkan beberapa gedung dan infrastruktur yang telah terbangun di atas lahan Kampus ITERA yang telah terbangun sampai dengan bulan Juli tahun 2014.

Gerbang Kampus ITERA

Venue 1

(7)

7

Gambar 1.3: Beberapa Gedung dan Infrastruktur Yang Telah Terbangun Sampai Dengan Bulan Juli 2014

Venue 2

Infrastruktur Jalan

(8)

8 1.3.2 Akademik

Memperhatikan lingkup keilmuan yang ada pada pendidikan tinggi di Indonesia, serta khususnya kondisi dan potensi yang ada di ITB, dalam mengembangkan dan mendirikan Fakultas/Sekolah dan Program Studi di Institut Teknologi Sumatera, tentu akan ada adaptasi terhadap kondisi, kebutuhan, dan potensi sumber daya di Sumatera. Prodi-prodi yang akan dikembangkan akan memiliki nama yang mungkin sama tetapi dengan karakteristik rinci yang berbeda dengan yang ada di ITB saat ini.

Namun budaya dan karakter pengembangan keilmuan yang dimiliki ITB yang kuat tentunya akan tetap diadopsi dan diadaptasikan pada Institut Teknologi Sumatera dengan memperhatikan kearifan dan budaya masyarakat setempat.

Pembangunan Program Studi di masing-masing fakultas di Institut Teknologi Sumatera akan dilakukan secara bertahap dengan pertimbangan prioritas akan kebutuhan Sumber Daya Manusia di lingkungan lokal maupun nasional. Disamping itu pula yang menjadi pertimbangan adalah kesiapan akan infrastruktur dan sumber daya pendukung lainnya, untuk itu nantinya tidak akan dilaksanakan sekaligus. Prodi-prodi yang menjadi Sains Dasar serta Teknologi Dasar akan diprioritaskan terlebih dahulu.

Program akademik di Institut Teknologi Sumatera yang dikaji dan direncanakan akan didasarkan pada pertimbangan bahasan di atas. Hal ini mencakup Fakultas dan Program Studi (Prodi) yang akan dibuka, fakultas yang akan melingkupi prodi, program riset dan inovasi yang direncanakan, termasuk pengembangan Innovation & Techno Park. Fakultas dan Prodi di ITERA akan dibuka secara bertahap dan direncanakan mempunyai 5 (lima) fakultas dan sejumlah program studi yang terdiri atas:

I. Fakultas Sains

1. Program Studi Matematika

2. Program Studi Fisika (sudah dimulai pada tahun akademik 2012-2013) 3. Program Studi Kimia

4. Program Studi Farmasi

II. Fakultas Teknologi Sumberdaya Hayati 1. Program Studi Biologi

2. Progrm Studi Teknik pangan

3. Program Studi Bio-System (Teknik Pertanian/Perkebunan) 4. Program Studi Rekayasa Hayati (Bio Engineering)

III. Fakultas Teknologi Sumberdaya Kebumian 1. Program Studi Teknik Pertambangan

2. Program Studi Teknik Perminyakan

3. Program Studi Teknik Sumberdaya Air Tanah 4. Program Studi Teknik Panas Bumi

5. Program Studi Teknik Geofisika (sudah dimulai pada tahun akademik 2012-2013)

6. Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika (sudah dimulai pada tahun akademik 2012-2013) IV. Fakultas Teknologi Industri

1. Program Studi Teknik Kimia 2. Program Studi Teknik Mesin

3. Program Studi Teknik Elektro (sudah dimulai pada tahun akademik 2012-2013) 4. Program Studi Teknik Informatika (sudah dimulai pada tahun akademik 2013-2014) 5. Program Studi Teknik Industri

6. Program Studi Teknik Fisika

V. Fakultas Perencanaan dan Pengembangan Infrastruktur & Kewilayahan 1. Program Studi Teknik Sipil (sudah dimulai pada tahun akademik 2013-2014) 2. Program Studi Arsitektur

3. Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (sudah dimulai pada tahun akademik 2012-2013) 4. Program Studi Teknik Lingkungan

(9)

9

Berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 146/P/2012, Institut Teknologi Bandung diberikan tugas untuk melaksanakan penerimaan mahasiswa baru pada program studi yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung untuk pemenuhan kebutuhan tenaga sarjana di Indonesia. Mahasiswa baru sebagai dimaksud di atas selanjutnya akan menjadi mahasiswa Institut Teknologi Sumatera.

Kegiatan akademik Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dimulai pada tahun akademik 2012-2013 dengan jumlah mahasiswa sebanyak 57 (lima puluh tujuh) orang dengan rincian sebagai berikut:

- 6 mahasiswa Prodi Fisika

- 14 mahasiswa Prodi Teknik Elektro - 10 mahasiswa Prodi Teknik Geofisika

- 13 mahasiswa Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota - 14 mahasiswa Prodi Teknik Geodesi dan Geomatika

Pada tahun akademik 2013-2014 mahasiswa ITERA angkatan 2013 berjumlah 44 mahasiswa terbagi dalam:

- 1 mahasiswaProdi Fisika

- 10 mahasiswaProdi Teknik Elektro - 9 mahasiswaProdi Teknik Geofisika

- 7 mahasiswaProdi Teknik Geodesi dan Geomatika - 5 mahasiswaProdi Perencanaan Wilayah dan Kota - 4 mahasiswaProdi Teknik Informatika

- 8 mahasiswaProdi Teknik Sipil

Untuk mencapai kualitas pendidikan yang dicanangkan, kurikulum ITERA disusun berdasarkan kurikulum yang diterapkan di ITB. Berdasarkan MOU antara Pemprov Lampung (Kepala Dinas Pendidikan Pemprov. Lampung) dengan Institut Teknologi Bandung (Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi/Ketua LPPM ITB), untuk tahun akademik 2012-2013Dinas Pendidikan Provinsi Lampung memberikan bantuan dalam bentuk subsidi kepada 42 (empat puluh dua) mahasiswa dengan rincian sebanyak 22 mahasiswa mendapat subsidi penuh dan 20 mahasiswa mendapat subsidi 50 %. Untuk tahun akademik 2013-2014, Pemprov. Lampung memberikan subsidi untuk 70 mahasiswa asal Lampung angkatan 2012 (44 mahasiswa) dan angkatan 2013 (26 mahasiswa). Pada tahun kelima sejak Perpres pendirian ITERA disahkan, yaitu pada Tahun 2019 direncanakan jumlah mahasiswa ITERA mencapai 5000 orang untuk seluruh Prodi di atas yang dibuka secara bertahap.

Jika penyelenggaraan perkuliahan pada tahun akademik 2012-2013 dan tahun akademik 2013-2014 dilaksanakan di kampus ITB Jatinangor, maka pada tahun akademik 2014-2015, penerimaan dan perkuliahan TPB untuk mahasiswa baru angkatan 2014 akan diselenggarakan di kampus ITERA.Mulai awal Januari 2015, direncanakan angkatan 2012 dan angkatan 2013 akan memulai perkuliahannya di kampus ITERA jika bangunan yang akan dibangun untuk ruang kuliah dan peralatan laboratorium bisa selesai pada akhir tahun 2014.

Pada tahun 2012, ITERA mendapat jatah dosen untuk mengikuti tes penerimaan pegawai negeri sipil.

Berdasarkan hasil test, CPNS yang diterima di lingkungan Kemendikbud untuk ITERA berjumlah 13 orang terdiri 5 dosen untuk Program Studi Fisika, 2 dosen untuk Program Studi Teknik Elektro, 1 dosen untuk Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika, 1 dosen untuk Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, 1 dosen untuk matakuliah Matematika, 1 dosen untuk matakuliah Kimia, 1 dosen untuk matakuliah Bahasa Indonesia, 1 dosen untuk matakuliah bahasa Inggris.Dalam pelaksanaan perkuliahan, beberapa dosen purnabakti ITB dan dosen ITB dilibatkan untuk memberikan kuliah di Kampus Jatinagor. Pada rekrutmen Tahun 2014 telah diajukan ke Dikti sebanyak 32 dosen tambahan.

1.4 Permasalahan yang Dihadapi

Dalam perkembangan pendirian ITERA muncul beberapa permasalahan yang perlu dipecahkan, yaitu:

- Pengembangan infrastruktur (gedung perkuliahan, laboratorium dan failitas lainnya) yang dilakukan secara bertahap sesuai dengan anggaran yang dialokasikan pada setiap tahun-nya.

(10)

10

- Transisi pelaksanaan proses akademik dari Kampus Jatinangor ke Kampus ITERA di Lampung yang dimulai pada Tahun 2014, termasuk kemungkinan pelibatan dosen terbang dari ITB (diprioritaskan dosen purnabakti ITB).

BAB 2PROGRES KEMAJUAN KEGIATAN ITERA PADA SAAT INI (POSISI JULI 2014) Berikut ini disampaikan progress kemajuan kegiatan ITERA sampai dengan awal bulan Juli 2014:

- Permasalahan tanah ITERA sudah dapat dinyatakan hampir selesai. Sertipikat tanah sekarang dalam proses balik nama dari PemerintahProvinsi Lampung ke KementerianPendidikandanKebudayaan. Proses ini diperkirakan akan selesai dalam waktu dekat ini (1-2 bulan).

- Peraturan Presiden (Perpres)mengenai status ITERA sekarang dalam proses sedang diusulkan melalui Kementerian PendayagunaanAparaturNegara danReformasiBirokrasi. Perpres ITERA diperkirakan akan bisa selesai sebelum Oktober 2014.

- Posisi kerjadari Tim Pendirian ITERA saatiniadalah bersiapuntuk proses penerimaan angkatan baru 2014 yang direncanakan akan kuliah di Kampus Itera Lampung mulai bulan Agustus 2014.

- WRAM ITB atasnamaRektor ITB telahmengeluarkan SK No. 070/2012 tentangMahasiswaBaru Program SarjanaInstitutTeknologi Sumatera tahunAkademik 2012/2013 dan SK No. 071/2013 tentangMahasiswaBaru Program SarjanaInstitutTeknologi Sumatera tahunAkademik 2013/2014.

- Mulai awal Januari 2015, direncanakan Angkatan 2012 dan 2013 akan memulai kuliahnya di Kampus ITERA di Lampung. Semua kegiatan operasional (administrasi/akademis) pada saat sekarang semua mengarah pada persiapan semua mahasiswa akan sudah kuliah di kampus ITERA Lampung.

- Permasalahanpenting yang dihadapisaatiniadalah: status mahasiswa ITERA angkatan 2014, sertaklarifikasi status mahasiswaangkatan 2012 dan 2013 karena ITERA belumberdirihinggasaatini.

BAB 3 ANALISA KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DARI OPSI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN ITERA

3.1 Opsi Pengembangan Kelembagaan ITERA

Berkenaan dengan belum jelasnya status formal kelembagaan ITERA yang berimplikasi pada belum adanya pengakuan legal atas eksistensi mahasiswa, pengajar, staf non-akademik, bangunan dan infrastruktur serta seluruh kegiatan akademik terkait, maka sangat perlu dirumuskan opsi pengembangan kelembagaan formal ITERA. Dalam hal ini, terdapat tiga opsi yang dapat diusulkan, yakni:

1. Memproses Perpres ITERA untuk mendorong secepatnya pendirian ITERA sebagai lembaga pendidikan legal yang mandiri

2. Memproses usulan PDD sebagai skema pembinaan ITERA oleh ITB secara sementara (minimal 5 tahun ke depan)

3. Memproses usulan skema pengelolaan kampus ITERA Lampung oleh ITB (skema Multi Kampus)

Mengingat saat ini telah dilakukan penerimaan mahasiswa Angkatan 2012, 2013, serta akan diterimanya mahasiswa baru Angkatan 2014, sangat penting untuk segera diambil keputusan tentang opsi mana yang dipilih untuk segera diimplementasikan. Kejelasan status legal kelembagaan ITERA ini selanjutnya akan menjadi dasar bagi setiap penetapan keputusan atas berbagai hal terkait dengan

(11)

11

status kemahasiswaan, pengelolaan aset, pengelolaan keuangan, hubungan antar lembaga, dan lain- lain.

3.2 Analisa Kelebihan dan Kekurangan

Analisa ini bertujuan memahami posisi masing-masing dari ketiga opsi sebagai dasar pengambilan keputusan tentang opsi terbaik. Dalam hal ini, analisa akan dilakukan dalam dua sudut pandang, yakni dalam sudut pandang kepentingan Institut Teknologi Bandung sebagai lembaga yang selama ini ditugaskan dalam pengembangan awal ITERA, serta dalam sudut pandang kepentingan ITERA sendiri sebagai lembaga pendidikan yang diharapkan menciptakan pengembangan kapasitas pendidikan teknik secara nasional.

3.2.1 Analisa kelebihan-kekurangan: sudut pandang ITB

Analisa kelebihan dan kekurangan dalam sudut pandang ITB ini melakukan identifikasi terhadap potensi keuntungan atau kerugian/beban yang akan diperoleh atau ditanggung oleh ITB sebagai dampak dari pemilihan setiap opsi dapat dilihat pada Tabel 3.1 berikut ini.

Tabel 3.1 Identifikasi Kelebihan-Kekurangan: Sudut Pandang ITB

Opsi Kelebihan Kekurangan

1

Setelah Perpres terbit, secara formal ITB tidak memiliki beban dalam upaya pengembangan ITERA, sehingga sumberdaya ITB bisa difokuskan pada pengembangan internal ITB

Pada periode sebelum Perpres terbit, status mahasiswa tidak jelas dan rawan gugatan.

Sebagai lembaga pembina awal, ITB akan termasuk dalam fokus gugatan.

Tidak ada kepastian kapan Satker terbentuk, sehingga ITB akan tetap diminta untuk membina

Mengingat keterbatasan SDM dan infrastruktur ITERA saat ini, ITB kemungkinan besar akan tetap mendapat beban untuk menjalankan

ITERA hingga 5-10 tahun ke depan 2 • Status legal mahasiswa dan kampus ITERA

menjadi jelas, sehingga posisi ITB sebagai pembina awal menjadi aman

• Aspek administrasi (akademik dan keuangan) akan lebih mudah dan lancar dibawah pengelolaan ITB

• Ada jaminan kualitas pendidikan oleh ITB

ITB memiliki peran dalam meletakkan dasar yang kokoh bagi pengembangan ITERA sebagai kampus teknik masa depan dengan kualitas tinggi

ITB mendapat beban tambahan selama periode pembinaan ITERA dibawah skema PDD

3 • Status legal mahasiswa dan kampus ITERA menjadi jelas, sehingga posisi ITB sebagai pembina awal menjadi aman

• Dukungan gedung dan infrastruktur tahap awal di Lampung relatif siap

• Aspek administrasi (akademik dan keuangan) akan lebih mudah dan lancar

• Ada jaminan yang konsisten atas kualitas pelaksanaan tridharma oleh ITB

• Pengembangan ke depan sesuai konsep pengembangan ITB multi kampus, dimana Kampus Lampung memberi peluang penyediaan ruang yang memadai untuk menambah peran ITB dalam peningkatan kapasitas pendidikan teknik secara nasional

Fokus pengembangan ITB akan terpecah ke lebih banyak kampus baru

(12)

12

3.2.2 Analisa Kelebihan-Kekurangan: Sudut Pandang ITERA (Kepentingan Nasional)

Selain dalam sudut pandang ITB, analisa kelebihan dan kekurangan juga penting dilihat dari sudut pandang ITERA yang mewakili kepentingan nasional dalam konteks pengembangan kapasitas pendidikan teknik berkualitas secara nasional. Bagian ini melakukan identifikasi terhadap potensi keuntungan atau kerugian/beban yang akan diperoleh atau ditanggung oleh ITERA cq Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai dampak dari pemilihan setiap opsi, sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 3.2berikut ini.

Tabel 3.2 Identifikasi Kelebihan-Kekurangan: Sudut Pandang ITERA (Kepentingan Nasional)

Opsi Kelebihan Kekurangan

1

Rencananya Perpres akan dipercepat dengan target peresmian oleh Presiden pada akhir Agustus 2014. Penetapan Perpres ini akan menjamin komitmen Pemerintah dalam pembiayaan dan pengembangan ITERA sebagai lembaga pendidikan tinggi yang independen.

Pada periode sebelum Perpres terbit, status mahasiswa tidak jelas dan berada di luar ITB

Pada periode sebelum Perpres terbit, sangat rawan digugat oleh pihak lain secara eksternal dan internal

Tidak ada kepastian waktu kapan Satker terbentuk

Jika Satker terbentuk, belum ada SDM untuk menjalankan Satker tersebut

Belum ada SDM utk membangun infrastruktur fisik ITERA

Kurangnya dosen untuk melaksanakan proses akademik ITERA

Tidak ada jaminan kontrol kualitas (dll) ITERA oleh ITB karena Satker ITERA merupakan lembaga di luar ITB

2 • Status Mahasiswa ITERA menjadi jelas

Dukungan gedung dan infrastruktur tahap awal di Lampung relatif siap

Aspek legal kampus ITERA Lampung menjadi jelas

Aspek administrasi (akademik dan keuangan) akan lebih mudah dan lancar

Ada jaminan kualitas pendidikan oleh ITB

• Ada kontrol langsung ITB terhadap tridharma PT

Tersedia SDM (dosen dan non-dosen) untuk menjalankan tridharma pada periode pembinaan

Tersedia SDM untuk pengembangan infrastruktur fisik kampus pada periode pembinaan

Status ITERA di bawah skema PDD ITB

kemungkinan akan memperlambat Perpres yang berimplikasi pada keterbatasan pembiayaan oleh Pemerintah

3 • Status Mahasiswa ITERA menjadi jelas

• Aspek legali kampus ITERA Lampung menjadi jelas

• Aspek administrasi (akademik dan keuangan) akan lebih mudah dan lancar karena

bergabung dengan sistem ITB

• Ada jaminan kualitas pendidikan oleh ITB

• Ada jaminan kontrol langsung ITB terhadap tridharma PT

• Tersedia SDM (dosen dan non-dosen) untuk menjalankan tridharma

• Tersedia SDM untuk pengembangan infrastruktur fisik kampus

Kemungkinan menurunnya rasa memiliki dari Pemerintah dan Masyarakat Lampung terhadap Kampus ITERA.

(13)

13 BAB 4 REKOMENDASI

Beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan dalam memilih opsi terbaik dari sudut pandang Institut Teknologi Bandung adalah:

1. Jika opsi mendorong Perpres yang dipilih, maka akan bisa timbul masalah legalitas status kampus ITERA dan status mahasiswanya manakala Perpres terlambat terbitnya. Kondisi tersebut akan menjadi semakin rumit bilamana pembentukan SATKER berdasarkan Perpres juga mengalami keterlambatan. Di sisi lain, keberadaan SATKER di masa awal/transisi juga akan bisa mengurangi keleluasaan ITB untuk melakukan pembinaan ITERA. Periode pembinaan ITERA dan SATKER oleh ITB diharapkan minimal 5 tahun agar diperoleh waktu yang memadai untuk menciptakan iklim akademik sesuai dengan standar yang diharapkan.

2. Penetapan skema PDD merupakan opsi yang paling memungkinkan guna mengatasi potensi kasus legalitas Kampus ITERA di Lampung. Sedangkan persoalan status bagi mahasiswa ITERA, perlu dilakukan addendum terhadap SK WRAM ITB atas nama Rektor ITB (No. 070/2012 & 071/2013) sehingga mahasiswa ITERA berstatus sebagai mahasiswa kerjasama ITB dan Pemprov Lampung.

Kejelasan status mahasiswa ITERA ini penting manakala terjadi kasus pada mahasiswa ITERA (DO ataupun UNDRI), dan wisuda (sementara hingga saat ini ITERA belum berdiri). Opsi skema PDD bisa dipilih bila mendapat dukungan diskresi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdikbud, berdasarkan surat DirJen Dikti yang pernah disampaikan tentang bentukan skema PDD ini. Bila tidak mendapatkan bantuan penerbitan SK Mendikbud untuk PDD tersebut, akan sulit mengusulkan PDD.

3. Opsi pengembangan Kampus ITERA di Provinsi Lampung sebagai bagian dari Kampus ITB (Multi Kampus) merupakan opsi yang memiliki potensi keuntungan sekaligus tantangan permasalahan cukup besar. Keuntungan yang dapat diperoleh ITB adalah tersedianya ruang kampus yang ideal untuk memenuhi kebutuhan ruang untuk pengembangan kapasitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat ITB. Namun demikian, terdapat tantangan besar yang akan dihadapi dalam aspek pembiayaan pembangunan, penyediaan SDM baik dosen maupun Tenaga Kependidikan dan sumber daya manusia lainnya, serta aspek pembangunan kampus baru pada umumnya, sehingga fokus dan energi ITB akan terpecah.

Dengan memperhatikan uraian di atas, didasari oleh tujuan utama untuk menjaga kepentingan mahasiswa ITERA yang sudah memulai proses akademik serta tercapainya tujuan semula meningkatkan kapasitas pendidikan tinggi bidang teknik di wilayah Sumatera, maka opsi pengembangan skema PDD merupakan pilihan terbaik.

Namun demikian, jika terbitnya Perpres ITERA merupakan suatu hal yang dipastikan akan terjadi dalam beberapa waktu yang akan datang, dan jika civitas akademika ITB berkomitmen untuk tetap menjadi bagian dari pengembangan ITERA sebagai Perguruan Tinggi Teknik yang berkualitas tinggi, maka perlu diupayakan agar Perpres tersebut dijabarkan dalam peraturan operasional yang secara formal mengakomodasi peran ITB dalam pembinaan dan pengembangan ITERA di masa mendatang.

Referensi

Dokumen terkait

Research is a disciplined attempt to address or solve problems through the collection and analysis of primary data for the purpose of description, explanation,

Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Kur2013- S3-Aeronotika dan Astronotika Halaman 4 dari 10 Template Dokumen ini adalah milik Direktorat Pendidikan - ITB Dokumen ini adalah