Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis (1) pengaruh motivasi, pengembangan karir dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai secara parsial dan simultan (2) variabel yang paling dominan mempengaruhi kinerja pegawai pada Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Coding Kabupaten Majene . Penelitian ini dilakukan di Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Sandi Kabupaten Majene, pada November 2019.
PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Apakah ada pengaruh secara parsial/terpisah motivasi, pengembangan karir dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Komunikasi, Informatika, Statistika dan Encoding Kabupaten Majene? Variabel manakah yang paling dominan pengaruhnya terhadap kinerja pegawai pada Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Encoding Kabupaten Majene?
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel kedisiplinan, motivasi dan pengembangan karir secara parsial berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Selain itu, Agusta et al. (2013) melakukan penelitian tentang pengaruh pelatihan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan.
Manajemen Sumber Daya Manusia
- Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Menurut Handoko dalam Subekhi dan Jauhar (2012), perencanaan sumber daya manusia adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi tuntutan bisnis dan lingkungan pada organisasi di masa depan dan untuk memenuhi tuntutan tenaga kerja yang ditimbulkan oleh kondisi tersebut. Perencanaan sumber daya manusia berkaitan dengan penentuan kebutuhan tenaga kerja masa depan untuk mengisi berbagai posisi dan melakukan berbagai aktivitas.
Motivasi Kerja 1 Pengertian Motivasi
- Manfaat dan Tujuan Motivasi
- Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi
Kata motivasi dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang menimbulkan dorongan atau semangat dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu. Tanggung jawab, motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang untuk bekerja dengan baik dan cermat untuk menghasilkan sesuatu yang berkualitas.
Pengembangan Karir
- Pengertian Pengembangan Karir
- Bentuk Pengembangan Karir
Tujuan pengembangan karir adalah untuk menyesuaikan kebutuhan karyawan dengan peluang karir yang tersedia dalam suatu organisasi atau otoritas publik. Bentuk Pengembangan karir yang sebenarnya tergantung pada jalur karir yang direncanakan oleh masing-masing organisasi.
Mutasi
Dari pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa pengembangan karir merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk meningkatkan kemampuan pegawai dalam merencanakan karir pada masa kini dan masa yang akan datang. Bagaimana suatu organisasi atau instansi pemerintah menentukan jenjang karir setiap pegawai tergantung pada kebutuhan dan situasi organisasi, namun umumnya seringkali melalui mutasi, pendidikan dan pelatihan, serta promosi.
Pendidikan dan Pelatihan
Promosi
- Dimensi Pengembangan Karir
- Kepuasan Kerja
- Pengertian Kepuasan Kerja
- Implementasi Kepuasan Kerja
- Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja
- Kinerja Pegawai
- Pengertian Kinerja Pegawai
- Penilaian Kinerja
- Tujuan Penilaian Kinerja
- Dimensi Kinerja Pegawai
- Hipotesis Penelitian
- Defenisi Opersional Variabel
Hipotesis awal bahwa variabel motivasi kerja, pengembangan karir, kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Coding Kabupaten Majene. Di Dinas Komunikasi, Informatika dan Sandi Kabupaten Majene 3 terdapat pengaruh positif dan signifikan antara motivasi, pengembangan karir dan kepuasan kerja serta kinerja pegawai.
Motivasi (X 1 )
Pengembangan Karir (X 2 )
Kepuasan Kerja (X 3 )
- Desain Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Enkripsi Kabupaten Majene yang berjumlah 40 orang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder dengan sumber data sebagai berikut.
Teknik Pengumpulan Data
- Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas dan Reabilitas
Menurut Singarimbun dan Efendi (1989), validitas mengacu pada sejauh mana suatu instrumen mengukur apa yang hendak diukur. Instrumen yang digunakan dalam penelitian dapat dikatakan valid atau sahih apabila dapat mengukur apa yang hendak diukur dan dapat mengungkapkan informasi dari variabel yang diteliti secara teratur. Dasar penentuan uji validitas seperti yang dilakukan oleh Janti (2014) dalam penelitiannya adalah jika nilai korelasi Pearson > tabel r.
Selain itu juga dapat membandingkan nilai signifikansi hasil korelasi dengan signifikansi 5%, sehingga jika kurang dari 5% maka item dinyatakan valid atau valid (Tiro dan Sukarna, 2012). Suatu instrumen dapat dikatakan handal (reliable) jika alat ukur tersebut mengarah pada stabilitas atau konsistensi, dimana tingkat reliabilitas menunjukkan sejauh mana alat ukur tersebut dapat diandalkan dan dipercaya, sehingga hasil pengukuran tetap konsisten jika dilakukan pengukuran berulang kali. dibuat. gejala yang sama, dengan alat ukur yang sama. Apabila instrumen tersebut konsisten, berarti instrumen tersebut dapat digunakan karena hasil yang diberikan tetap sama jika diukur kembali terhadap variabel dan kondisi yang sama.
Nasution (2002), menjelaskan bahwa suatu alat ukur dikatakan reliabel jika alat untuk mengukur suatu gejala pada waktu yang berbeda selalu menunjukkan hasil yang sama.
Uji Asumsi Dasar a. Uji Homogenitas
Uji Asumsi Klasik a. Uji Autokorelasi
- Hasil Penelitian
- Gambaran Umum Objek Penelitian
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah terdapat penyimpangan dari asumsi klasik heteroskedastisitas, yaitu varian dari residual untuk semua observasi dalam model regresi. Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan dari asumsi klasik multikolinearitas, yaitu adanya hubungan linier antar variabel bebas dalam model regresi. Analisis linier berganda dilakukan untuk melihat pengaruh variabel bebas (X) yang ditunjukkan oleh motivasi (X1), pengembangan karir (X2) dan kepuasan kerja (X3) terhadap variabel terikat (Y) yang ditunjukkan oleh kinerja karyawan. .
Kemudian untuk mengetahui pengaruh faktor motivasi (X1), pengembangan karir (X2) dan kepuasan kerja (X3) terhadap variabel dependen yaitu kinerja karyawan (Y) dilakukan uji t secara parsial. Dengan tingkat signifikan a = 5% dan dengan derajat kebebasan (k) dan (n-k-I), dimana n adalah jumlah pengamatan dan k adalah variabel bebas. F < 5% maka Ho ditolak dan HI diterima yaitu pada saat yang sama variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
F > 5% Maka Ho diterima dan H1 ditolak yaitu pada saat yang sama variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
Kepala Dinas
Penyusunan rencana strategis, program kerja tahunan, program jangka panjang, dan program jangka menengah untuk pelaksanaan kewenangan di bidang Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Coding; Pelaksanaan rencana strategis, program kerja tahunan, program jangka panjang dan program jangka menengah untuk pelaksanaan kewenangan di bidang Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Perkodean; Pengendalian dan pemantauan pelaksanaan renstra, program kerja tahunan, program jangka panjang dan program jangka menengah atas pelaksanaan kewenangan di bidang Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Perkodean;
Evaluasi pelaksanaan renstra, program kerja tahunan, program jangka panjang, dan program jangka menengah dari otoritas di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Sandi; Pelaporan hasil pelaksanaan renstra, program kerja tahunan, program jangka panjang dan program kewenangan jangka menengah di bidang komunikasi dan informatika, statistika dan persandian; Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan mengenai pelaksanaan rencana strategis, program kerja tahunan, program jangka panjang dan program kewenangan jangka menengah di bidang komunikasi dan informatika, statistika dan koding;
Sekretaris
Sekretariat Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Sandi terdiri dari Subbagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris : .. a) Subbagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan. Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Kepala Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi, Pelaporan dan Keuangan mempunyai fungsi membantu sekretaris dalam melaksanakan pengelolaan urusan perencanaan, evaluasi, pelaporan dan keuangan, termasuk. Penyusunan Rencana Kerja (Renja), Renstra Perangkat Daerah, RKA Perangkat Daerah, DPA Perangkat Daerah, Penetapan Kinerja, LAKIP, LPPD;.
Bidang Pemberdayaan Tekhnologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Pemberian rekomendasi izin usaha, penetapan tarif izin usaha dan jasa usaha di bidang radio dan televisi; Setiap divisi dipimpin oleh seorang Division Head yang melapor dan bertanggung jawab kepada Division Head. Memberikan rekomendasi izin usaha untuk penetapan tarif dan layanan usaha serta pengawasan peredaran film, rekaman video dan sejenisnya;
Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan penerbitan rekomendasi izin usaha dan penetapan tarif jasa usaha di bidang telekomunikasi dan elektronika;
Bidang Pelayanan Media dan Informasi Publik
- Karakteristik Responden
- Deskripsi Variabel Penelitian
- Analisis Deskriptif
- Uji Validitas dan Reliabilitas
- Uji Asumsi Dasar A. Uji Normalitas
80% responden menyatakan setuju, dan tidak ada responden yang menyatakan tidak setuju, tidak setuju atau sangat tidak setuju. Sebanyak 72% responden menyatakan setuju, 5% responden menjawab tidak setuju, kemudian tidak ada responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju. Pada item empiris ketujuh terdapat hubungan yang baik antar rekan kerja, dimana 7% responden menyatakan sangat setuju, 90% responden setuju, 2% responden menjawab tidak setuju, kemudian tidak ada responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
Pada item empiris kedelapan terdapat hubungan yang baik antar rekan kerja, dimana 7% responden menyatakan sangat setuju, 90% responden setuju, 2% responden menjawab tidak setuju, kemudian tidak ada responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju. Pada item empiris kelima, pegawai dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, dimana 75% responden menyatakan setuju, 25% responden menyatakan tidak setuju, kemudian tidak ada responden yang menyatakan sangat setuju, tidak setuju dan sangat setuju. tidak setuju. tidak setuju. Pada item empiris keenam, pegawai dalam organisasi memiliki disiplin yang tinggi dimana 60% responden menyatakan setuju, 37% responden menyatakan tidak setuju, kemudian tidak ada responden yang menyatakan sangat setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju.
Pada item empiris kedelapan, pegawai selalu memaksimalkan kemampuannya dalam bekerja, dimana 57% responden menyatakan setuju, 47% responden menyatakan tidak setuju, kemudian tidak ada responden yang menyatakan sangat setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju.
P Plot Normalitas
- Uji Asumsi Klasik A. Uji Multikolinearitas
Uji Heteroskedastisitas
Berdasarkan gambar diketahui bahwa titik-titik tidak membentuk pola yang jelas dan sebagian besar berada di bawah 0 pada sumbu Y sehingga tidak terjadi heteroskedastisitas. Dasar pengambilan keputusan uji Glejser adalah jika (Sig) antara variabel bebas dan residual absolut lebih besar dari 0,05.
Uji Autokorelasi
Uji Autokorelasi
- Uji Analisis Regresi Linear Berganda
- Uji Hipotesis A. Uji t (Uji Parsial)
Analisis linier berganda dilakukan untuk melihat pengaruh variabel bebas (X) yang ditunjukkan oleh motivasi, pengembangan karir dan kepuasan kerja terhadap variabel terikat (Y) yang ditunjukkan oleh kinerja karyawan. Nilai ini sangat kecil sehingga kinerja harus didukung oleh motivasi, pengembangan karir dan kepuasan kerja. Nilai koefisien regresi motivasi (X1) sebesar 1,101 yang berarti ada pengaruh positif kompetensi terhadap kinerja pegawai sebesar 1,101 sehingga jika diberi skor motivasi.
Koefisien regresi pengembangan karir (X2) sebesar 1,188 artinya terdapat pengaruh positif pengembangan karir terhadap kinerja pegawai sebesar 1,188, sehingga apabila skor pengembangan karir meningkat sebesar 1 poin maka akan diikuti dengan peningkatan pendapatan pegawai. skor. kinerja sebesar 1.188 poin. Nilai koefisien regresi kepuasan kerja (X3) sebesar 0,675 artinya pengaruh positif kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan sebesar 0,675, sehingga jika skor kepuasan kerja meningkat 1 poin maka akan diikuti dengan peningkatan skor kinerja pegawai sebesar 0,675 poin. Pada penelitian ini digunakan taraf signifikan α = 0,05 dengan N = 40 sehingga diperoleh ttabel sebesar 1,683, nilai t variabel motivasi (3,693) > ttabel (1,683), sehingga variabel motivasi berpengaruh signifikan terhadap pertunjukan.
Pada penelitian ini digunakan taraf signifikan α = 0,05 dengan N = 40 sehingga t tabel sebesar 1,683, nilai t variabel pengembangan karir (2,064) > ttabel (1,683) sehingga variabel pengembangan karir berpengaruh signifikan pengaruh pada kinerja.
Uji F
Pengujian Secara Dominan (Uji Beta)
- Pembahasan Hasil Penelitian
- Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai
- Pengaruh Pengembangan Karir Terhadap Kinerja Pegawai
- Kepuasan Kerja
- Saran
- Keterbatasan Penelitian
Berdasarkan uraian yang disajikan menggambarkan bahwa motivasi, pengembangan karir dan kepuasan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Komunikasi, Informatika dan Koding Kabupaten Majene. Infomedia Humanika Solutions Jakarta yang memberikan hasil pengembangan karir berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Terdapat pengaruh secara parsial motivasi, pengembangan karir dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Komunikasi, Informatika dan Sandi Kabupaten Majene dengan Sig.
Terdapat pengaruh secara simultan motivasi, pengembangan karir dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Komunikasi, Informatika dan Sandi Kabupaten Majene dengan Sig. Berdasarkan hasil nilai standardized beta diketahui bahwa diantara variabel yang meliputi motivasi, pengembangan karir dan kepuasan kerja yang paling besar pengaruhnya terhadap kinerja pegawai pada Dinas Komunikasi, Informatika dan Sandi Kabupaten Majene adalah motivasi (0,439 ). Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Tata Usaha Pusat Universitas Padjadjaran Bandung (Studi Pada Jurusan Administrasi Umum UNPAD).
PENGARUH MOTIVASI, PENGEMBANGAN KARIR DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PELAYANAN KOMUNIKASI INFORMASI, STATISTIK DAN CRYPRYING DI KABUPATEN MAJENE.
Kuesioner
- Pengembangan Karir
- Kepuasan Kerja
- Kinerja
- Uji Normalitas
Organisasi tempat karyawan bekerja memperhatikan jenjang karir karyawan apabila terjadi tekanan kerja dan pembinaan lebih lanjut.
Uji Multikolinearitas
Uji Autokorelasi
Uji Beta
Uji Determinasi