• Tidak ada hasil yang ditemukan

INTERAKSI SOSIAL JAMA’AH SALAFIYYAH pdf

N/A
N/A
Dzulfikar Akbar

Academic year: 2024

Membagikan "INTERAKSI SOSIAL JAMA’AH SALAFIYYAH pdf"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

INTERAKSI SOSIAL JAMA’AH SALAFIYYAH

(Studi Kasus Pada Mahasiswa Jama’ah Salafiyyah di Universitas Sumatera Utara)

Disusun oleh

Nama : Rais Zuwaradan

NIM : 050901012

DEPARTEMEN SOSIOLOGI

FAKULATAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2010

(2)

ABSTRAK

Dengan banyaknya perbedaan pemahaman dan pemikiran di kalangan masyarakat terutama di lingkungan akademis atau universitas dapat menciptakan berbagai macam pola prilaku di tengah-tengah kehidupan mahasiswa, tentunya hal itu berlaku juga bagi masyarakat perbedaan ini juga telah menciptakan suatu realisasi untuk membentuk suatu komunitas atau disebut juga sebagai kelompok sosial, dari sekian banyak kelompok sosial di lingkungan Universitas Jama’ah Salafiyyah sepertinya memberikan nuansa baru karena dari segi pola interaksinya jama’ah ini membawa simbolitas yang mereka pakai dalam kehidupan sehari-hari.di samping itu juga peneliti tertarik mengkaji makna yang terdapat di dalam pola prilaku Jama’ah Salafiyyah. Hal ini sebenarnya bermaksud untuk melihat lebih jauh bagaimana sebenarnya keberadaan Jama’ah Salafiyyah di dalam berinteraksi dan apa tanggapan mahasiswa yangt lain di luar jama’ah ini terhadap keberadaan mereka.

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus (case study) yang bersifat deskriftif karena mengacu pada objek studi yang diamati situasi dan prilakunya. Studi kasus adalah tipe pendekatan dalam penelitian yang penelaahannya terhadap dilakukan secara mendalam, mendetail, dan kompeherensif. Lokasi penelitian adalah di Universitas Sumetera Utara dengan menspesialisasikannya di tempat-tempat biasa yang dijadikan sebagai tempat berkumpul oleh para informan, seperti di masjid dan musholla-musholla fakultas di universitas. Di dalam penelitian ini yang menjadi sumber data utama adalah sebanyak tiga belas orang informan terdiri dari mahasiswa anggota Jama’ah Salafiyyah dan mahasiswa yang bukan anggota Jama’ah Salafiyyah dan sesuai sesuai dengan karekteristik yang telah ditentukan sebelumnya oleh peneliti, guna memperoleh informasi dalam bentuk data yang sesuai dengan permasalahan peneliti.

Dari hasil penelitian yang di lakukan terhadap informan yang dalam kasus ini adalah Jama’ah Salafiyyah. Ditemukan sebuah realitas sosial mengenai bagaimana Jama’ah Salafiyyah terbentuk. Peneliti ini menemukan gambaran bagaimana pola interaksi sosial yang berlangsung antar sesama Jama’ah Salafiyyah antara lain, mengenai bagaimana pola interaksi sosial (lokasi pertemuan), komunikasi, ikatan solidaritas kelompok, konflik dan reaksi mereka terhadap kelompok lain.selain pola interaksi, di temukan pula interaksi simbolis dalam Jama’ah Salafiyyah, dimana simbol-simbol yang mereka bawa adalah pencerminan dari tindakan sosial yang mereka terima dan yakini dari ajaran Salafiyyah. Interaksi simbolis ini lebih kepada penekanan makna nilai dan norma di antara sesama mereka dan dengan simbol ini tercipta pula kesenjangan bahkan konflik laten di antara Jama’ah Salafiyyah dengan mahasiswa lainnya.

(3)

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat ilahi Rabbi Alloh SWT,karena atas rahmat dan karunianya yang senantiasa menyertai penulis untuk dapat menyusun tugas akhir perkuliahan ini yaitu skripsi,yang berjudul Interaksi Sosial jama’ah Salafiyyah (studi kasus pada mahasiswa Universitas Sumatera Utara).kemudian solawat serta salam penulis hadiahkan kepada Nabi Muhammad SAW,yang mana beliau telah memberikan inspirasi tentang kesabaran dan kegigihan kepada penulis di dalam beraktivitas sehari-hari.Akhirnya penulis juga tidak lupa mencurahkan terima kasih sebesar-besarnya kepada kedua orang tua yang tercinta, kepada sang ayah Ibnu Hamdani, yang senantisa mengutamakan anaknya dari dirinya sendiri,kepada sang Ibu Nur laila yang selalu kutanamkan dalam hidupku prinsip perjalanan hidupnya,yang kurindukan kasih sayang dan do’anya.kepada saudara ku abangda Lukman Hakim Lubis,yang selalu memberikan motivasi apa artinya hidup, kepada saudariku kakanda Afrida yanti lubis,yang senantisa memberikan nasehat kepada penulis.tentang pentingnya hidup dengan cinta, tanpa mereka penulis tidak bisa menatap masa depan dengan semangat hidup.

Skripsi ini ditulis untuk memenuhi syarat guna memperoleh gelar sarjana dari Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.Universitas Sumatera Utara.Dalam penulisan ini, penulis banyak mengalami hambatan.hal ini di sebabkan oleh keterbatasan pengetahuan,pengalaman,dan materi penulisan.akan tetapi berkat kesabaran dan ketabahan diri dan juga dukungan penuh dari teman-teman dan sahabat yang selalu

(4)

memberikan motivasi dan sarana fasilitas di dalam menyelesaikian skripsi ini,dan atas dukungan itu semua penulis Alhamdulillah bisa menyelesaikan skiripsi ini. Memang habislah sampah di tepi kali kalau disapu dengan sapu lidi..memang insaplah hamba dalam diri ternyata hidup ini tidak harus sendiri...selama dalam penulisan skripsi ini,penulis banyak menerima bantuan,kritikan,saran,motivasi,serta dukungan dan do’a dari berbagai pihak,oleh karena itu penulis menyampaikan banyak terimakasih kepda semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini.

Diantara mereka yang berjasa ,menurut penulis yang disungguhi ucapan terimakasih adalah antara lain:

1. Bapak Prof.DR. M.Arif Nasution, MA.selaku Dekan Fakultas Ilmu sosial Dan ilmu politik,universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Prof. DR. Badaruddin Rangkuti, M.SI,selaku Ketua Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumetera Utara.

3. Ibu Dra. Rosmaini, M.Si sebagai dosen pembimbing penulis, yang telah membimbing penulis dengan penuh kesabaran sampai penulis bisa menyelesaikan skripsi ini.

Dimana dengan begitu banyak kesibukan beliau masih sempat membimbing penulis dengan penuh keikhlasan,dengan meluangkan waktunya yang tersisa.

4. Kepada seluruh dosen Sosiologi dan dosen Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik yang telah memberikan materi selama penulis menjalani perkuliahan di FISIP USU.

5. Kepada Bang Manan dengan seluruh masukan membangunnya.

(5)

6. Kepada Tulang Hasanuddin parinduri yang aku banggakan,Nantulang Mariani daulay teman bercerita, Bang Adi Umarto,Bang Rudi,Indra selaku teman satu kamar,Ade irma..yang selalu betingkah dirumah.he-he.

7. Kepada Ust. Drs. M.Said Luwib selaku sahabat dan sekaligus pembimbing rohani penulis,yang selalu ada jika penulis membutuhkannya.

8. Kepada Bouk Maimunah sekeluarga yang selalu membantu penulis dalam kesulitan di kota medan.

9. Kepada masyarakat sahabat sekampung di Hutanauli, kampung halaman yang kuc intai di situ ada sungai danau kolam semoga tetap dalam keadaan aman dan tentram.

10. Kepada teman-teman di musholla ngeleseh group, ada Bang Dedeks Ardiansyah Assalafiyyah, Zulkarnain Bancin Assyahwati, Andika Sahputera Assalfi, Ibnu Tawakkal yang Tsiqoh, Mirza Sembiring Assalafi, Jaka Pratama aktivis dari Khurosan, Saipul Arifin alias Cak Ipoel, Mas Suyadi Medok FC,dan buat adek-adek yang banyak membantu terutama Ikram ”Hamidich” Angkat, yang sudah banyak berkeluh kesah sama penulis, Riski Khoiri Albinjai, Afwan, Ismuhar Ramadhon, Haikal ada deh, Burhan, Purwanto, Ali,Alimul Hadi,Frie,dan banyak lagi, semoga semuanya tetap semangat.

11. Buat teman-teman Departemen Sosiologi, hampir lupa sama mereka, ada Ahmad Jailani, Riana Ningrum, Katub,Tiara Lara Sati, Yanti, Ita, Muhammad Muhadi, Habibi, Anriand Hermad, Pridolin, Frengklin, Indra, Nia Ramadani, adek kelas Rian, Darma.Gibran dan yang lainnya.

(6)

12. Buat seluruh informan penelitian terutama Jama’ah Salafiyyah yang telah meluangkan waktu bagi penulis untuk berdiskusi dan mewawancarai mereka, semoga mereka tetap dalam kebaikan.

13. Kepada seluruh teman-teman Facebook Bung Lubis, yang senantiasa memberikan komentar di dunia maya.

Di sini penulis telah mencurahkan segala kemampuan,tenaga,pikiran serta waktu dalam menyelesaikan skripsi ini, namun demikian penulis masih menyadari banyak kekurangan di dalamnya,oelh karena itu dengan segala kerendahan hati sebagai manusia biasa penulis mengharapkan saran dan masukan yang sehat dan membangun dari para pembaca.Besar harapan penulis kiranya skiripsi ini dapat memiliki manfaat bagi pembaca.

Medan,11 Maret 2010 Penulis

Rais Zulwardan

(7)

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR BAGAN ... ix

BAB I PENDAHULUAN... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Perumusan Masalah ... 7

1.3 Tujuan Penelitian ... 8

1.4 Manfaat Penelitian ... 8

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 9

2.1 Interaksi Sosial ... 9

2.2 Tindakan Sosial... 12

2.3 Interaksionalisme Simbolik ... 13

2.4 In Group dan Out Group ... 16

2.4.1 In Group ... 16

2.4.2 Out Group ... 17

2.5 Dakwah Jama’ah Salafiyyah ... 18

2.6 Defenisi Konsep ... 20

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 23

3.1 Jenis Penelitian ... 23

3.2 Lokasi Penelitian ... 24

3.3 Informan Penelitian... ... 24

(8)

3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 25

3.5 Interpretasi Data ... 26

3.6 Keterbatasan Penelitian ... 27

3.7 Jadwal kegiatan Penelitian ... 28

BAB 1V DESKRIPSI LOKASI DAN INTRPRETASI DATA ... 29

4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian ... 29

4.2 Deskripsi Jama’ah Salafiyyah ... 31

4.3 Kelompok-kelompok Jama’ah Salafiyyah... 38

4.4 Dakwah Salafiyyah di Indonesia ... 40

4.5 Konflik Di Dalam Jama’ah Salafiyyah ... 43

4.6 Dakwah Salafiyyah di Kota Medan ... 45

4.7 Dakwah Salafiyyah di Universitas Sumatera Utara ... 49

4.7.1 Profil Informan Anggota Jama’ah Salafiyyah ... 54

4.7.1.1 Informan Kunci ... 54

4.7.1.2 Informan Biasa ... 68

4.7.2. Informan di Luar Komunitas Jama’ah Salafiyyah ... 77

4.8 Interaksi sosial Jama’ah Salafiyyah Di Universitas Sumatera Utara... 84

4.8.1. Interaksi sosial Jama’ah Salafiyyah di Berbagai Fakultas ... 87

4.8.1.1 Jama’ah Salafiyyah Di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ... 87

4.8.1.2 Jama’ah Salafiyyah Di Fakultas Ekonomi ... 89

4.8.1.3 Jama’ah Salafiyyah Di Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam ... 91

4.8.1.4 Jama’ah Salafiyyah Di Fakultas Sastra ... 92

4.8..1.5 Jama’ah Salafiyyah Di Fakultas Teknik ... 93

4.8.1.6 Jama’ah Salafiyyah Di Fakultas Kedoketeran ... 94

(9)

4.8.2 Interaksi Simbolis Jama’ah Salafiyyah ... 95

4.9 Analisis Interaksi Sosial Jama’ah Salafiyyah ... 97

4.10 Analisis Interaksi Sosial Jama’ah Salafiyyah Di Universitas Sumatera Utara ... 102

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. ... 106

5.1.Kesimpulan... 106

5.2.Saran. ... 108 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(10)

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1 Jadwal Kegiatan ... 28

(11)

DAFTAR BAGAN

Halaman Bagan 1 Kelompok Jama’ah Salafiyyah ... 40

(12)

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 1 Denah Kampus USU ... 31

(13)

ABSTRAK

Dengan banyaknya perbedaan pemahaman dan pemikiran di kalangan masyarakat terutama di lingkungan akademis atau universitas dapat menciptakan berbagai macam pola prilaku di tengah-tengah kehidupan mahasiswa, tentunya hal itu berlaku juga bagi masyarakat perbedaan ini juga telah menciptakan suatu realisasi untuk membentuk suatu komunitas atau disebut juga sebagai kelompok sosial, dari sekian banyak kelompok sosial di lingkungan Universitas Jama’ah Salafiyyah sepertinya memberikan nuansa baru karena dari segi pola interaksinya jama’ah ini membawa simbolitas yang mereka pakai dalam kehidupan sehari-hari.di samping itu juga peneliti tertarik mengkaji makna yang terdapat di dalam pola prilaku Jama’ah Salafiyyah. Hal ini sebenarnya bermaksud untuk melihat lebih jauh bagaimana sebenarnya keberadaan Jama’ah Salafiyyah di dalam berinteraksi dan apa tanggapan mahasiswa yangt lain di luar jama’ah ini terhadap keberadaan mereka.

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus (case study) yang bersifat deskriftif karena mengacu pada objek studi yang diamati situasi dan prilakunya. Studi kasus adalah tipe pendekatan dalam penelitian yang penelaahannya terhadap dilakukan secara mendalam, mendetail, dan kompeherensif. Lokasi penelitian adalah di Universitas Sumetera Utara dengan menspesialisasikannya di tempat-tempat biasa yang dijadikan sebagai tempat berkumpul oleh para informan, seperti di masjid dan musholla-musholla fakultas di universitas. Di dalam penelitian ini yang menjadi sumber data utama adalah sebanyak tiga belas orang informan terdiri dari mahasiswa anggota Jama’ah Salafiyyah dan mahasiswa yang bukan anggota Jama’ah Salafiyyah dan sesuai sesuai dengan karekteristik yang telah ditentukan sebelumnya oleh peneliti, guna memperoleh informasi dalam bentuk data yang sesuai dengan permasalahan peneliti.

Dari hasil penelitian yang di lakukan terhadap informan yang dalam kasus ini adalah Jama’ah Salafiyyah. Ditemukan sebuah realitas sosial mengenai bagaimana Jama’ah Salafiyyah terbentuk. Peneliti ini menemukan gambaran bagaimana pola interaksi sosial yang berlangsung antar sesama Jama’ah Salafiyyah antara lain, mengenai bagaimana pola interaksi sosial (lokasi pertemuan), komunikasi, ikatan solidaritas kelompok, konflik dan reaksi mereka terhadap kelompok lain.selain pola interaksi, di temukan pula interaksi simbolis dalam Jama’ah Salafiyyah, dimana simbol-simbol yang mereka bawa adalah pencerminan dari tindakan sosial yang mereka terima dan yakini dari ajaran Salafiyyah. Interaksi simbolis ini lebih kepada penekanan makna nilai dan norma di antara sesama mereka dan dengan simbol ini tercipta pula kesenjangan bahkan konflik laten di antara Jama’ah Salafiyyah dengan mahasiswa lainnya.

(14)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Salah satu sifat alamiah manusia adalah kecendrungannya terhadap kehidupan bersama atau berkelompok , sehingga dapat dinilai kelompok sosial merupakan suatu gejala yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena sebagian besar kegiatan manusia berlangsung di dalamnya (Sunarto, 2004).

Banyaknya kelompok sosial mempunyai citra tersendiri di tengah masyarakat, karena dengan adanya kelompok sosial suatu penilaian di dalam masyarakat dapat diketahui keberadaannya, ditambah lagi masyarakat pun telah memiliki tanggapan dan penilaian tersendiri terhadap kelompok sosial yang ada di sekitarnya. Meskipun demikian, keberadaan kelompok sosial adalah sesuatu yang alamiah, yang tumbuh di tengah masyarakat itu sendiri, seperti institusi - institusi terendah dalam masyarakat yaitu keluarga hingga kepada institusi yang sifatnya membentuk kelembagaan sosial yang berorientasi pada kepentingan bersama dan cita-cita yang diinginkan sehingga banyak dijumpai di dalam masyarakat kelompok-kelompok sosial dalam suatu orientasi kepentingan bersama, seperti Koperasi Unit Desa, Kelompok Tani, keluarga buruh dan sebagainya (Gunawan, 2007).

Keberadan kelompok sosial bukan hanya terdapat pada masyarakat luas, pada lembaga pendidikan pun, juga terdapat banyak kelompok sosial, terutam di perguruan

(15)

tinggi atau universitas. Di universitas berbagai kelompok sosial dijumpai, baik yang bersifat nasional, primordial maupun relijius (keagamaan). Kelompok sosial itu terbentuk sesuai dengan keinginan dan latar belakang mahasiswa yang memasukinya. Salah satu diantara kelompok sosial tersebut adalah Jama’ah Salafiyyah. Jama’ah Salafiyyah adalah suatu kelompok sosial keagamaan. Kelompok ini sudah berkembang di berbagai pendidikan terutama di perguruan tinggi atau universitas –universitas besar negara ini, salah satu di antaranya adalah Universitas Sumatera Utara (USU).

Universitas Sumatera Utara (USU), merupakan sebuah perguruan tinggi negeri yang terbesar di Sumatera Utara. Di dalamnya terdapat berbagai golongan dan kelompok sosial. Perangkat itu terdiri dari jajaran tenaga pengajar (dosen) dan pelajar (mahasiswa).

Sehingga di universitas ini tumbuh berbagai organisasi dan kelompok sosial yang dipelopori oleh barisan dosen dan mahasiswa. Ditambah lagi masa peralihan Orde Baru ke Era Reformasi yang sangat menjunjung tinggi nilai demokrasi, keberadaan kelompok sosial di universitas ini semakin berkembang. Banyak juga kelompok sosial itu bersifat organisasi. Organisasi-organisasi yang terdapat di Universitas Sumatera Utara pada umumnya bersifat nasional dan primordial, akan tetapi belakangan ini organisasi yang bersifat religi (keagamaan) juga tumbuh di dalamnya seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Semua orientasi organisasi ini bergerak kepada struktur motivasi pendidikan mahasiswa yang dihiasi oleh norma dan nilai tersendiri di dalam organisasi tersebut (http//www organisasi pelajar.com /usu /kamis/7/2009

Di Universitas Sumatera Utara, Jama’ah Salafiyyah mengalami perkembangan.

Banyaknya mahasiswa yang memasuki Jama’ah Salafiyyah, hal ini sebenarnya tidak ).

(16)

luput dari latar belakang dari proses pencarian kebenaran dalam Islam, ditambah maraknya kajian-kajian agama di universitas pasca berakhirnya Orde Baru. Memasuki Era Reformasi, kebebasan berpendapat kembali digalakkan, baik melalui komunikasi sosial maupun agama. Dalam dunia pendidikan pun terjadi perubahan dalam mencari pengetahuan yaitu meningkatnya kebebasan dalam semua aspek horizontal pendidikan.

Gerakan ajaran Jama’ah Salafiyyah adalah berupa gerakan dakwah. Akan tetapi, dakwah Jama’ah Salafiyyah berbeda dari gerakan dakwah Islam lainnya. Ajaran Jama’ah Salafiyyah berorientasi pada pemurnian aqidah atau ajaran Islam, yang sesuai dengan kitab suci umat Islam yaitu Al Qur'an dan Hadist yang menurut mereka ajaran Islam sekarang sudah terlalu diperluas sehingga banyak bercampur dengan adat, budaya dan nilai yang datang dari luar agama Islam. Menurut Jama'ah Salafiyyah, kebanyakan ajaran Islam saat ini bukan ajaran Islam yang sebenarnya, melainkan telah dimasuki bid’ah (hal yang baru dalam agama) yang mengakibatkan pengkaburan pada ajaran Islam yang sebenarnya.

Jama’ah Salafiyah sangat berbeda dari kelompok Islam lainnya. Hal ini disebabkan karena latar belakang yang berbeda meskipun sepintas ada kemiripan dengan ajaran Islam lainnya, diantaranya adalah organisasi Muhammadiyah. Akan tetapi, dari segi latar belakang Jama’ah Salafiyyah sangat berbeda dari Muhammadiyah. Ajaran Jama’ah Salafiyyah sangat banyak dipengaruhi oleh ideologi Syekh Muhammad bin Abdul Wahab1

1Syekh Muhammad bin Abdl Wahab adalah pembaharu ajaran Islam abad ke-18 dari Najd, sekarang wilayah Arab Saudi. Lihat Syekh Muhammad bin Abdul Wahab dan Ajarannya oleh Syekh Ja'far Subhari

. Sedangkan Muhammadiyah lebih dipengaruhi oleh pemikiran Syekh Muhammad Abduh Jamaluddin Al Afgani dan Syekh Rasyid Ridho. Adapun kesamaan

(17)

kedua kelompok sosial ini adalah sama-sama memberantas penyakit TBS (tahayul, bid’ah, sesat) dalam masyarakat Islam. Tetapi belakangan diketahui orientasi pergeraka Muhammadiyah lebih kepada modernisasi, sedangkan Jama’ah Salafiyyah hanya pada orientasi nilai Islam (Sairin,1995: 21).

Perbedaan Jama’ah Salafiyyah dengan kelompok sosial lainnya sangatlah terlihat jelas terutama dari segi kehidupan sosial sehari-hari. Dari segi berbusana, mereka mempunyai penampilan yang berbeda dengan masyarakat lainnya. Kaum pria identik dengan penampilan celana di atas mata kaki (celana gantung) dan memelihara jenggot.

Sedangkan kaum wanita cenderung berpakaian lebar, dan berwarna gelap yang menutupi seluruh tubuh. Disamping itu, ada juga diantaranya yang mereka yang memakai cadar (menutup sebagian wajah). Perbedaan ini tampak sangat bertolak belakang dengan cara berpakaian masyarakat pada umumnya. Dari sinilah tampak jelas perbedaan Jama’ah Salafiyyah dari komunitas lainnya. Dan dari segi pergaulan mereka lebih cendrung bergaul sesama mereka (satu jama’ah).

Pergaulan dan komunikasi Jama'ah Salafiyyah terasa lain bahkan asing, karena sikap dan tingkah laku mereka yang dibalut oleh nilai religi (norma agama) berupa praktik keagamaan yang masih asing bagi masyarakat Islam lainnya, terutama masyarakat awam. Dari sinilah terjadi kesenjangan antara Jama'ah Salafiyyah dan komunitas umat Islam lainnya.

(18)

Secara historis, Jama’ah Salafiyyah masuk ke Indonesia pada tahun 80-an, meskipun ada sebagian sejarawan mengatakan pada abad ke-182

Keberadaan Jama’ah Salafiyyah di dunia pendidikan khususnya di universitas mempunyai corak ragam tersendiri karena bagaimanapun kelompok sosial ini harus bisa berdampingan dengan kelompok sosial lainnya melalui interaksi dan pendekatan sosial.

Namun keberadaan Jama’ah Salafiyyah selalu mempunyai masalah dengan komunitas lainnya. Sehingga nampak seakan menciptakan kesenjangan dalam hubungan sosial.

. Tetapi secara resmi, Jamaa’ah Salafiyyah masuk ke Indonesia pasca kemerdekaan, bersamaan dengan dibukanya Lembaga Pengkajian Bahasa Arab (LPBA) di Jakarta. Belakangan lembaga ini berganti nama menjadi Lembaga Ilmu Islam dan Sastera Arab (LIPIA), yang dibiayai oleh pemerintah Arab Saudi. Melalui lembaga inilah diperkenalkan pemikiran-pemikiran ulama dari Arab Saudi yang beraliran Salafi Wahabi. LIPIA merupakan cabang dari Universitas Muhammad Ibnu Saud di Riyadh, Arab Saudi. Universitas Muhammad Ibnu Saud membuka cabang ketiga di Jakarta setelah sebelumnya di Djibuti (Pakistan) dan Mauritania atas persetujuan pemerintah Indonesia (Iqbal M, 2008).

Pembukaan cabang ketiga di Indonesia ini terkait dengan gerakan penyebaran ajaran Wahabi yang berwajah Salafi ke seluruh dunia yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi pasca melonjaknya harga minyak dunia pertengahan 1970-an. Ajaran Salafi ini pun berkembang di Indonesia hingga sekarang. Perkembangannya diawali dari dunia pendidikan yang berkembang ke berbagai universitas. Hal ini juga didukung oleh banyaknya guru-guru Salafi yang bersentuhan dengan dunia pendidikan.

2 Sejarawan telah mencatat Panglima Paderi Tunaku Imam Bonjol adalah penganut paham Salafi Wahabi yang mengkritisi kaum adat pada abad ke-18 di Sumatera Barat

(19)

Beberapa kasus yang terdapat di berbagai daerah yang menunjukkan penolakan terhadap Jama’ah Salafiyyah seperti pembakaran pesantren Salafi di Nusa Tenggara Barat, dokrin Wahabi dan sebagainya. Begitu juga di universitas, meskipun jama’ah ini berkembang di dunia pendidikan, akan tetapi masih ada komunitas dalam dunia pendidikan yang melarang kajian Jama’ah Salafiyyah seperti yang terjadi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara. Kasus-kasus ini menunjukkan adanya penolakan terhadap Jama’ah Salafiyyah.

Ajaran Salafiyyah sebenarnya bukanlah hal yang asing di tengah masyarakat.

Istilah Salafiyyah sebenarnya sudah banyak dikenal masyarakat Islam terutama pada masyarakat santri (pelajar Islam), walau hanya sebatas pemahaman bukan pada ajaran. Di kalangan masyarakat NU (Nahdatul Ulama) sistem pendidikan Islam klasik (pondok pesantren) disebut sebagai pendidikan Salafi karena merujuk kepada metode pendidikan terdahulu. Oleh karena itu istilah Salafi hanya masyarakat santrilah kebanyakan yang tahu, sedangkan masyarakat awam tidak begitu mengetahui istilah itu. Mereka lebih mengetahui istilah santri, kiyai, ustads sebagai orang yang paham akan ajaran agama.

Kaum Wahabilah yang mempopulerkan istilah Jama'ah Salafiyyah sebagi gelar untuk golongannya. Hal ini disebabkan istilah Wahabi sudah banyak tidak disenangi oleh sebagian besar masyarakat Islam3

3 Lihat I'tikad Ahlussunnah wal Jama'ah, KH. Sirajuddin Abbas

. Dapat dilihat dari berbagai kegiatan agama yang mereka lakukan selalu membawa nama Salafiyyah, baik itu yang bersifat pendidikan, pola tingkah laku, maupun dalam bentuk karya-karya ilmiah mereka (http//:www.salafimodern.com/diakses 01/12/2009).

(20)

Perkembangan Jama’ah Salafiyyah dapat dikatakan meningkat dari tahun ketahun, terutama di Universitas Sumatera Utara. Banyaknya jumlah mahasiswa yang mamasuki ajaran Salafiyyah pada setiap rutinitas dakwah yang mereka adakan menjadi indicator penting untuk melihat peningkatan ini. Ada daya tarik tersendiri yang mereka berikan.

Mereka mampu menjelaskan agama dengan pola berpikir yang masuk akal namun tidak menyalahi aturan agama yang ada. Dari segi pola tingkah laku, mahasiswa yang mengikuti ajaran Salafiyyah dapat dilihat banyak yang berubah terutama dari segi tingkah laku, berbusana dan nilai-nilai kesehariannya. Sehingga dari satu sisi dapat menciptakan kesenjangan bagi komunitas mahasiswa lainnya. Dari sinilah penulis tertarik meneliti tentang pola interaksi sosial Jama’ah Salafiyyah, khususnya di Universitas Sumatera Utara (USU).

1.2Perumusan Masalah

Dari pemaparan latar belakang di atas, adapun yang menjadi rumusan masalah yang akan diangkat adalah

1. Bagaimana interaksi sosial antar sesama mahasiswa anggota Jama’ah Salafiyyah di Universitas Sumatera Utara ?

2. Bagaimanakah interkasi sosial mahasiswa Jama’ah Salafiyyah dengan mahasiswa yang bukan anggota Jama’ah Salafiyyah di Universitas Sumatera Utara ?

Referensi

Dokumen terkait