Zat Tunggal
dan Zat Campuran
Mapel IPA
Tema 9 Kelas 5 SD/MI
Zat Tunggal dan Zat Campuran
Materi
Zat Tunggal (Zat Murni)
Zat Campuran
Unsur Senyawa
Homogen
Heterogen
Larutan
Koloid Suspensi
Materi adalah segala sesuatu yang
menempati ruang dan mempunyai massa.
Zat Tunggal
Zat tunggal merupakan zat yang terdiri atas zat-zat dengan sifat yang sama atau materi sejenis. Contoh benda termasuk dalam zat tunggal adalah emas 24 karat, garam, gula, dan air.
Zat Campuran
Zat Campuran adalah zat yang terdiri dari gabungan dari dua atau lebih zat tunggal yang berbeda. Campuran dapat dibedakan menjadi campuran homogen dan campuran heterogen.
Zat Tunggal
Zat tunggal dapat berupa unsur dan senyawa.
a. Unsur adalah zat kimia yang tak dapat dibagi lagi menjadi zat yang lebih
sederhana. Ada dua jenis unsur, yaitu unsur logam dan nonlogam. contoh unsur logam adalah perak, besi, emas, dan platina.
Adapun contoh unsur nonlogam antara lain hidrogen, oksigen, nitrogen, dan karbon.
b. Senyawa adalah zat tunggal yang terbentuk dari beberapa unsur. contoh unsur senyawa adalah garam, air, dan gula.
1. Campuran Homogen
Campuran homogen merupakan campuran yang zat penyusunnya tercampur sempurna/merata. Pada campuran homogen, zat penyusunnya tidak dapat dibedakan.
Contoh: air garam, sirop, udara, dan perunggu
Zat Campuran
2. Campuran Heterogen
Campuran heterogen merupakan campuran yang zat penyusunnya tidak tercampur sempurna/merata. Pada campuran heterogen, zat penyusunnya masih dapat dibedakan.
Contoh: campuran air dengan kopi, cat, air dengan tepung, obat batuk , dan air dengan pasir
Air garam Air sirup
Obat batuk Air kopi
Air mineral merupakan materi berbentuk cairan. Air
mineral termasuk zat tunggal yang berupa senyawa. Air mineral tidak memiliki rasa dan bau. Air sangat penting bagi kehidupan manusia. Manusia membutuhkan 8 liter air mineral dalam satu hari satu malam. Air mineral
“AQUADA” membantu kita mencukupi kebutuhan tubuh akan 8 liter air.
Membandingkan Zat Tunggal dan Campuran
Minuman ringan manis sama dengan air mineral.
Minuman ringan manis adalah materi yang berbentuk cairan. Akan tetapi, minuman ringan manis bukan zat tunggal, minuman ringan manis merupakan zat
campuran homogen.
Secangkir kopi adalah materi yang berbentuk cairan dan merupakan zat campuran. Akan tetapi, secangkir kopi tumbuk bukan zat campuran
homogen seperti minuman ringan manis, melainkan zat campuran heterogen.
Membandingkan Zat Tunggal dan Campuran
Membedakan Campuran Homogen dan Campuran Heterogen
Adonan bakwan yang terdiri atas tepung terigu dan sayuran tidak tercampur secara merata. Materi dalam adonan sifat dan bentuknya masih kelihatan.
Berdasarkan ciri adonan tersebut, dapat kamu
ketahui bahwa adonan bakwan yang siap digoreng merupakan zat campuran heterogen.
Alkohol 70% terdiri atas campuran dua materi, yaitu alkohol murni dan air. Alkohol 70% merupakan zat campuran homogen
Membedakan Campuran Homogen dan Campuran Heterogen
Segelas kopi pada gambar merupakan perpaduan tiga materi, yaitu air, gula putih, dan bubuk kopi. Perhatikan dasar gelas pada adonan kopi tersebut. Dalam dasar gelas tampak adanya endapan kopi yang tidak larut sempurna dengan air dan gula.
Berdasarkan ciri adonan kopi tersebut dapat kamu pahami bahwa air kopi termasuk zat campuran heterogen.
Segelas teh manis pada gambar merupakan perpaduan tiga materi yaitu air, teh, dan gula putih. Perpaduan antara air, gula, dan teh pada gelas tampak tercampur merata atau sempurna. Materi (air, teh, dan gula putih) tidak memisah.
Berdasarkan ciri teh manis tersebut dapat kamu pahami bahwa teh manis termasuk zat campuran homogen.
Komponen Penyusun Campuran
Komponen campuran dapat berupa :
Zat padat dengan zat padat, misalnya gula pasir dengan kopi
Zat padat dengan zat cair, misalnya gula pasir dengan air
Zat padat dengan gas, misalnya debu di udara
Zat cair dengan zat cair, misalnya alkohol dengan air
Zat cair dengan gas, misalnya air di udara saat hujan
Gas dengan gas, misalnya udara yang merupakan campuran dari bermacam-macam gas.
Komponen Penyusun Campuran
Berdasarkan ciri-ciri campuran, baik campuran homogen maupun campuran heterogen dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut.
1. Campuran tersusun atas dua atau lebih unsur atau senyawa.
2. Campuran dapat dipisahkan menjadi zat-zat penyusunnya.
3. Perbandingan massa zat-zat penyusunnya tidak tetap.
4. Sifat campuran sama dengan sifat zat-zat penyusunnya.