BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Karya tulis matematika mengusung permasalahan dalam berbagai aspek matematika. Materi yang dituangkan yakni berupa persoalan matematika, baik berupa hasil observasi maupun hasil- hasil penelitian yang disajikan dalam karya tulis matematika. Gagasan-gagasan itu merupakan gambaran perkembangan ilmu pengetahuan yang terekam dalam tulisan matematika.
Dengan kata lain, karya tulis matematika merupakan karangan yang menyajikan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah dan ditulis dengan metodologi yang tepat.
Menulis sebuah karya tulis ilmiah bisa dibilang susah-susah gampang. Karya tulis ilmiah terdiri dari pendahuluan, isi dan penutup. Menulis sebuah karya ilmiah haruslah sistematis, yang paling penting kamu harus mengetahui masalah apa yang ingin kamu tulis dan bagaimana cara
menyelesaikan masalah tersebut
Ketika menulis karya ilmiah, latar belakang merupakan komponen yang penting. Latar belakang diperlukan ketika kamu ingin menulis makalah, jurnal, skripsi, bahkan proposal.
Dengan menuliskan latar belakang yang kuat, karya tulis ilmiah mu akan lebih kompeten dan tidak mudah terbantahkan. Latar belakang bagian yang menjelaskan topik penelitian yang ingin kamu bahas dan mengapa kamu memilih topik itu.
Dalam menuliskan latar belakang, ada beberapa komponen yang harus dipenuhi oleh penulis.
Dari komponen ini diharapkan akan meningkatkan minat pembaca penelitian kamu. Selebihnya dari latar belakang lah akan ditentukan apakah kamu mampu dalam menyajikan atau
menyampaikan sebuah logika. Selain itu di sini bisa terlihat apakah kamu mampu dalam
menyampaikan pikiran kamu melalui sebuah tulisan. Dalam penulisan karya ilmiah, tidak jarang banyak penulis yang kebingungan dalam menulis latar belakang. Latar belakang mencakup banyak informasi, dan membutuhkan uraian yang panjang, hal ini bisa menghilangkan minat pembaca karya ilmiah
.
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja isi dan komponen dalam penyusunan latar belakang masalah 2. Bagaimana cara membuat latar belakang
3. Bagaimana tips menulis latar belakang C. Tujuan
1. Untuk mengetahui bagian-bagian terdapat dalam latar belakang 2. Untuk mengembangkan gagasan pikiran dalam penulisan karya tulis 3. Untuk mengasah kemampuan seseorang melalui karya tulis
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Latar Belakang Masalah
Menulis sebuah karya tulis ilmiah bisa dibilang susah-susah gampang. Karya tulis ilmiah terdiri dari pendahuluan, isi dan penutup. Menulis sebuah karya ilmiah haruslah sistematis, yang paling penting kamu harus mengetahui masalah apa yang ingin kamu tulis dan bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut.
Dengan begitu, kamu tidak akan bingung selama penulisan karya ilmiah. Ketika menulis karya ilmiah, kamu juga harus seobjektif mungkin, karena karya ilmiah dibuat bukan
berdasarkan emosi sang penulis.
Ketika menulis karya ilmiah, latar belakang merupakan komponen yang penting. Latar belakang diperlukan ketika kamu ingin menulis makalah, jurnal, skripsi, bahkan proposal.
Dengan menuliskan latar belakang yang kuat, karya tulis ilmiah mu akan lebih kompeten dan tidak mudah terbantahkan. Lalu, apa yang dimaksud dengan latar belakang? Bagaimana cara menulis latar belakang yang baik? Simak tulisan berikut ya!
Menurut Dr Ratna Puspitasari, M.Pd. dalam karyanya berjudul LATAR BELAKANG PERMASALAHAN DALAM PENELITIAN menyatakan bahwa latar belakang masalah adalah informasi yang tersusun sistematis berkenaan dengan fenomena dan masalah problematik yang menarik untuk di teliti.
Latar belakang masalah adalah bagian yang menjelaskan topik penelitian yang ingin kamu bahas dan mengapa kamu memilih topik itu.
Contohnya, dalam membuat makalah kamu harus menjelaskan mengapa kamu harus membuat karya ilmiah itu. Kalau dalam proposal acara, mengapa kamu harus mengadakan acara itu.
Dengan begitu, para pembaca akan paham dengan maksud dan tujuan kamu menulis karya ilmiah. Selain itu tulis latar belakang dengan sebaik mungkin sehingga meningkatkan minat pembaca karya ilmiah mu.
Biasanya, latar belakang juga membahas penelitian sebelumnya yang topiknya serupa.
Dari situ kamu bisa juga menulis apa saja yang belum dibahas dalam penelitian sebelumnya, dan apa saja perbedaan yang ada antara penelitian sebelumnya dan penelitian kamu.
Dalam karya ilmiah, tidak ada patokan seberapa panjang latar belakang penelitian mu, hal ini bergantung pada seberapa panjang masalah yang akan dijabarkan. Agar lebih memahami cara menyusun latar belakang yang baik, Grameds dapat membaca buku Panduan Penyusunan Skripsi, Tesis Dan Disertasi oleh Prof. Dr. Ir. Dermawan Wibisono, M.Eng. yang menjabarkan cara penulisan mulai dari latar belakang hingga kesimpulan.
B. Isi latar belakang masalah
Secara garis besar, isi dari latar belakang dalam karya tulis ilmiah adalah : 1. Data atau fakta yang ada
Hal ini akan menjadi acuan dalam penulisan latar belakang. Dengan data atau fakta yang kamu peroleh, kamu harus menjabarkan masalah apa yang akan kamu bahas. Tentu saja data ini nantinya akan dibandingkan dengan teori-teori yang ada atau standar keilmuan. Jika berbeda, disitulah letak permasalahannya.
2. Analisis
Berisi analisis terhadap permasalahan yang ada sampai jelas.
3. Mengapa harus diteliti?
Dari analisis tersebut seharusnya bisa menghasilkan sebuah kesimpulan awal mengapa proyek tersebut bisa dan harus diteliti lagi?
Kemudian menurut Sugiyono 1999:302 yang menyebutkan bahwa latar belakang masalah berisi tentang sejarah / alur / peristiwa yang sedang terjadi pada proyek penelitian. Namun dalam proyek
penelitian tersebut benar-benar ada masalah atau penyimpangan-penyimpangan yang bisa dilihat dari standar keilmuan atau peraturan yang ada.
Karena adanya penyimpangan atau ketidakberesan tersebutlah kemudian sebuah proyek penelitian bisa untuk diteliti. Dalam latar belakang masalah juga terdapat analisis sehingga sebuah masalah menjadi lebih jelas dan dapat diterima baik oleh pembaca.
Melalui analisis ini juga, peneliti harus mampu menjelaskan tentang penyimpangan atau
ketidaksesuaian yang terjadi dan mengapa harus ditelili lebih jauh lagi. Sedangkan menurut Huesin Umar, 2001:238 menyebutkan bahwa isi latar belakang masalah adalah sebuah informasi tentang suatu masalah dan atau peluang yang dapat dipermasalahkan agar ditindaklanjuti lewat penelitian, termasuk hal-hal yang melatarbelakanginya.
Dalam menulis latar belakang masalah karya tulis ilmiah juga kamu harus memiliki banyak referensi agar topik atau masalah yang ingin disampaikan tidak hanya terpatok pada satu pandangan, buku Teori & Pratik Menulis Karya Tulis Ilmiah oleh Zainal Aqib memiliki beberapa referensi yang dapat Grameds gunakan sebagai contoh untuk mengembangkan karya tulis ilmiah yang sedang kamu buat.
C. Komponen latar belakang masalah
Dalam menuliskan latar belakang, ada beberapa komponen yang harus dipenuhi oleh penulis.
Dari komponen ini diharapkan akan meningkatkan minat pembaca penelitian kamu. Selebihnya dari latar belakang lah akan ditentukan apakah kamu mampu dalam menyajikan atau menyampaikan sebuah logika. Selain itu di sini bisa terlihat apakah kamu mampu dalam menyampaikan pikiran kamu melalui sebuah tulisan. Berikut adalah beberapa komponen dari latar belakang yaitu:
o Menuliskan bidang atau permasalahan yang diminati dengan jelas
o Menetapkan konteks dengan memberikan tulisan singkat dari bahan literatur terdahulu yang penulis pilih. Namun, harus dipastikan untuk memilih literatur yang sesuai dengan permasalahan yang akan kamu bahas.
o Tuliskan hipotesis dari masalah yang kamu bahas dalam latar belakang.
o Alasan dalam memilih permasalahan atau topik penelitian.
Dalam menulis sebuah hipotesis karya ilmiah, harus dibangun berdasarkan argumentasi kuat yang pada umumnya sudah dijabarkan terlebih dahulu di latar belakang masalah. Oleh sebab itu, sangat penting untuk membuat latar belakang sekuat mungkin, agar tidak memberikan kesan hipotesis yang ingin dicari tiba-tiba muncul tanpa adanya arugementasi yang kuat. Buku berjudul Metode Peneitian Kuantitatif Pengembangan Hipotesis Dan Pengujiannya Menggunakan Smartpls oleh Paulus Insap Santoso akan membantu Grameds dalam melakukan pengembangan hipotesis yang ada pada penelitian karya ilmiah kamu.
D. Cara membuat latar belakang
Dalam penulisan karya ilmiah, tidak jarang banyak penulis yang kebingungan dalam menulis latar belakang. Latar belakang mencakup banyak informasi, dan membutuhkan uraian yang panjang, hal ini bisa menghilangkan minat pembaca karya ilmiah mu.
Supaya karya ilmiah kamu tidak membosankan, coba tulislah sebuah cerita yang membangun tentang topik pilihanmu. Namun, pastikan cerita yang kamu tulis tidak melebar ke topik yang lainnya, sehingga pembaca akan mengerti cerita dan masalah yang akan kamu bahas.
Untuk menulis latar belakang yang efektif, kamu harus menghindari beberapa kesalahan umum.
Simak beberapa kesalahan umum dalam menulis latar belakang di bawah ini:
1. Menuliskan latar belakang haruslah sistematis, jangan menulisnya secara acak Kalau kamu
membahas tema tidak secara kronologis, nantinya akan membuat para pembaca kebingungan.
Tulislah latar belakangmu dengan teratur dan rapi.
Pada penulisan penelitian, terdapat perbedaan cara penulisan latar belakang antara kuantitatif dan kualitatif, dimana logika induktif digunakan pada penelitian kualitatif sedangkan logika deduktif
dapat digunakan untuk penelitian kuantitatif. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memperhatikan dan menulis latar belakang secara sistematis. Grameds dapat membaca buku Sistematika Penulisan Karya Ilmiah oleh Nova Oktavia, SKM., MPH. untuk memahami lebih dalam mengenai penulisan karya ilmiah.
2. Jangan menulis secara ambigu
Hal ini bisa terjadi jika kamu hanya menjelaskan topikmu secara setengah-setengah. Bagaimana untuk menghindari hal ini? Coba saja posisikan bahwa dirimu adalah seorang pembaca yang belum paham sama sekali tentang topikmu. Dengan begitu, kamu akan bisa menulis latar belakangmu secara jelas.
3. Pusatkan tema yang kamu bahas
Jangan membahas topik yang tidak relevan dengan penelitian. Fokuskan pada aspek-aspek penting dalam penelitian seperti, tulis perbedaan atau kesenjangan yang ada dengan literatur sebelumnya, tuliskan hal-hal baru yang akan kamu bahas dalam penelitian dan jelaskan mengapa penelitian kamu sangat penting untuk dilakukan. Dengan begitu, pembaca akan tertarik dengan karya ilmiahmu.
Selain ketiga hal di atas, kesalahan yang paling sering dilakukan adalah menulis latar belakang terlalu panjang atau terlalu pendek. Cobalah untuk menuliskan poin-poin penting dalam penelitian mu, namun tuliskan secara ringkas, tidak perlu bertele-tele.
Lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut:
Misalkan saja judul penelitiannya adalah: ‘Ideologi dan Kebudayaan dalam Anime Attack on Titan.’
Latar belakang yang ditulis harus berisi jawaban dari pertanyaan: Mengapa ideologi dan kebudayaan? Mengapa anime Attack on Titan? Selain itu tuliskan dengan jelas objek yang diteliti, permasalahan yang akan dibahas, dan solusi dari permasalahan tersebut. Jangan lupa untuk menuliskan penelitian terdahulu jika memang ada, lalu tuliskan juga perbedaan antara penelitian terdahulu dan penelitian mu sekarang.
E. Tips Menulis Latar Belakang Masalah
Dalam memulai sebuah penelitian, kamu dapat melihat masalah yang ada di lingkungan sekitar kamu sehari-hari dan mengembangkannya menjadi sebuah topik penelitian. Buku berjudul Cara Mudah Menulis Karya Ilmiah oleh Natanael, M.pd ini dapat membantu membimbing kamu di setiap langkah dalam penulisan karya ilmiah.
Jika kamu masih bingung bagaimana memulai sebuah penelitian, cobalah tips berikut:
1. Observasi: coba lihat di sekelilingmu, atau coba telusuri media sosial. Dari situ kamu bisa menemukan sebuah masalah yang mungkin menarik minat kamu.
2. Identifikasi: setelah menemukan masalah tersebut, coba cari tahu lebih dalam. Apakah masalah tersebut memiliki dampak yang besar atau kecil, dan sebagainya.
3. Analisis: selanjutnya, cari tahu bagaimana permasalahan tersebut, apakah kamu menemukan solusinya atau tidak.
4. Kesimpulan: buatlah kesimpulan dari masalah yang kamu temukan, tulis juga hipotesis mu secara singkat dan jelas.
F. Contoh latar belakang masalah 1. Contoh Latar belakang makalah
Judul: Pemanfaatan Internet untuk Transaksi Jual Beli
Dewasa ini, perkembangan teknologi dan internet sudah semakin canggih. Dengan adanya internet, hampir semua aktivitas bisa dilakukan, seperti bercengkrama dengan teman yang ada di benua lain, memesan taksi, hingga melakukan jual beli. Tidak hanya jual beli antar kota saja, namun bisa sampai mencakup antar negara dengan cara yang mudah dan biaya yang murah.
Dengan begitu, tidak sedikit perusahaan-perusahaan yang turut menawarkan berbagai produk dan jasanya lewat internet. Mulai dari menyediakan jasa pengiriman barang, kebutuhan sandang pangan, dan sebagainya. Ketika sebuah barang atau jasa sudah dipasarkan melalui internet, maka semua pengguna internet di dunia bisa melihat produk tersebut.
Dalam melakukan transaksi jual beli ini, sudah ada platform yang bernama E-Commerce. Di Indonesia sendiri, E-Commerce sudah merebak sejak tahun 2010. Bahkan, Indonesia telah dinobatkan sebagai negara dengan adopsi E-Commerce tertinggi di dunia pada tahun 2019.
Pengguna internet mulai dari usia 16-65 tahun pernah bertransaksi melalui E-Commerce. Hingga saat ini, sudah banyak sekali pilihan E-Commerce di Indonesia, mulai dari Bukalapak, Shopee, Tokopedia, Lazada. Dsb. Bertransaksi melalui E-Commerce jadi lebih mudah bagi kedua belah pihak, pihak pembeli maupun penjual.
Dengan adanya E-Commerce, para penjual tidak perlu mengeluarkan uang terlalu banyak seperti yang biaya sewa toko, pegawai, dll. Dari sisi pembeli, pembeli tidak perlu repot-repot datang ke toko untuk berbelanja. Melalui E-Commerce, transaksi jual beli menjadi lebih mudah dan cepat untuk para pengguna internet di seluruh dunia.
2. Latar belakang proposal
Judul: Proposal Kegiatan dalam Memperingati 17 Agustus di RW 13
17 Agustus adalah hari kemerdekaan negara kita, negara Indonesia. Sudah sepatutnya, sebagai warga negara Indonesia kita turut berbangga dan memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia.
Dengan ikut meramaikan hari kemerdekaan Indonesia, diharapkan semakin besar rasa
nasionalisme untuk negeri ini. Hal ini akan membangkitkan ingatan kita akan besarnya jasa para pahlawan yang bersatu melawan penjajah tanpa memandang suku, ras, maupun agama yang dianut.
Maka dari itu, sangat diharapkan bagi warga RW 13 untuk ikut memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia. Mengingat bahwa acara 17 Agustus memang diadakan setiap tahunnya di RW 13.
Berbagai acara akan digelar dalam memperingati hari kemerdekaan ini seperti, gotong royong, upacara bendera, dan juga lomba-lomba untuk anak-anak hingga orang dewasa. Dari acara ini diharapkan bisa semakin mempererat hubungan antar warga RW 13.
3. Latar belakang jurnal
Judul: Polisemi Verba Toru dalam Kalimat Bahasa Jepang
Polisemi adalah suatu kata atau frasa yang memiliki makna lebih dari satu. Polisemi dalam bahasa Jepang disebut Tagigo. Polisemi tidak hanya terdapat pada satu kelas kata saja, tetapi hampir semua kelas kata memiliki polisemi.
Salah satunya adalah verba toru yang memiliki beberapa arti seperti mengambil, memiliki, mendapatkan, dan sebagainya yang akan dijabarkan penjelasannya di dalam penelitian ini. Kata yang berpolisemi, jika dilihat di dalam kamus, makna pertama yang tertulis merupakan makna yang sebenarnya, sedangkan makna kedua dan selanjutnya adalah makna perluasan.
Kepemilikan makna yang lebih dari satu inilah yang sering menimbulkan kekeliruan dalam menerjemahkan frasa atau kalimat. Hal yang sering terjadi dalam penerjemahan bahasa
Indonesia ke dalam bahasa Jepang ataupun sebaliknya yaitu penggunaan aturan bahasa Jepang yang tidak sesuai. Tidak jarang penerjemahannya menggunakan aturan bahasa Indonesia.
Masalah seperti ini mungkin disebabkan oleh kurangnya pengetahuan makna dasar dari suatu kata, maupun makna perluasannya. Selain itu, mungkin para pembelajar bahasa Jepang tidak meninjau kembali perubahan dan perbedaan makna dari suatu kata atau frasa.
Untuk mengurangi kesalahan dalam penerjemahan bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jepang atau sebaliknya, maka penulis ingin menjelaskan perubahan dan perbedaan makna dari suatu kata yang berpolisemi.
Salah satu kata yang ingin dianalisis oleh penulis yaitu verba toru. Selain itu, penulisan dari penelitian ini bertujuan untuk memberitahu bahwa verba toru tidak hanya memiliki arti
‘mengambil’ tetapi memiliki banyak makna. Hasil dari penulisan makalah ini diharapkan dapat menjadi muatan dalam pelajaran bahasa Jepang.
Selain itu, secara teoritis dapat menambah pemahaman dan pengetahuan tentang verba toru yang memiliki banyak makna. Dan juga, penulisan dari makalah ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan dalam menerjemahkan bahasa Jepang ke dalam bahasa Indonesia maupun sebaliknya.
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
Karya tulis matematika merupakan karangan yang menyajikan fakta umum yang dapat
dibuktikan kebenarannya secara ilmiah dan ditulis dengan metodologi yang tepat. Ketika menulis karya ilmiah, latar belakang merupakan komponen yang penting. Latar belakang diperlukan ketika kamu ingin menulis makalah, jurnal, skripsi, bahkan proposal. Dengan menuliskan latar belakang yang kuat, karya tulis ilmiah mu akan lebih kompeten dan tidak mudah terbantahkan.
Latar belakang bagian yang menjelaskan topik penelitian yang ingin kamu bahas dan mengapa kamu memilih topik itu
B. Saran
Dengan makalah ini diharapkan kepada pembaca agar dapat lebih mengetahui tentang proses penyusunan latar belakang. Namun, dengan adanya keterbatasan dalam penulisan makalah ini, kepada pembaca diharapkan untuk membaca lagi terkait Metodologi Penelitian Tindakan Kelas pada sumber referensi lain untuk mengetahui lebih lanjut dan lebih dalam.
Kami mengaharapkan kritik dan saran apabila ada kesalahan dari segi teori maupun penulisan
Daftar Pustaka
https://www.bing.com/
(DOC) KARYA TULIS ILMIAH MATEMATIKA | sona fitra - Academia.edu https://www.bing.com/
https://www.gramedia.com/