Laporan Tugas Mandiri
Agama dan Kebudayaan dalam Prespketif Islam
Nama : Brilian Kesumanegara Kelas : Islam-B (klp 3-4) NPM : 2106737923 Program Studi : Akuntansi
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis
Hubungan antara agama dan kebudayaan selalu terjadi pertengkaran antara pendapat para ilmuwan. terutama para ilmuwan sosiologi dan antropologi dengan para ahli agama. Para sosiolog atau antropolog selalu mengatakan bahwa agama itu menjadi bagian dari kebudayaan.
Menurut mereka, kebudayaan adalah keseluruhan hasil karya manusia.
Kalangan para sosiolog atau antropolog, seperti Kuncoroningrat, memasukkan kebudayaan itu ke dalam 7 unsur Salah satu unsur dari kebudayaan itu adalah religi atau sistem kepercayaan. Unsur-unsur kebudayaan itu adalah sistem religi, sistem organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, mata pencaharian, dan sistem teknologi.
Lebih lanjut, Kuncoroningrat juga menjelaskan bahwa kebudayaan bisa berubah.
Sistem kepercayaan itu juga berubah dari kepercayaan menyembah batu, kepercayaan menyembah roh nenek moyang leluhur, menyembah patung-patung, menyembah Allah subhanahuwata'ala. Hal ini yang menyebabkan Beliau mengatakan dalam perspektif antropologi bahwa agama itu menjadi bagian dari kebudayaan. Sosiolog lain yang mengatakan demikian adalah Clifford Geertz, dia menyatakan bahwa agama itu sebenarnya tidak lebih dari sistem kebudayaan.
Pengertian bahwa agama itu menjadi bagian dari kebudayaan ini sudah tentu ditolak oleh kaum beragama karena itu melecehkan agama atau mendustakan agama. Agama menurut agamawan merupakan buatan Tuhan, turun langsung dari Tuhan melalui Rasul-Nya.
Sementara kebudayaan adalah buatan manusia. Sebenarnya, kebudayaan memiliki banyak sekali definisi. Namun, terdapat beberapa ciri utama yang ada di dalam kebudayaan.
Ciri kebudayaan yang pertama adalah hasil karya cipta dan karsa manusia. Kedua, kebudayaan itu dipengaruhi oleh masyarakat dan lingkungan, baik lingkungan geografis maupun lingkungan sosiologis. Ketiga, kebudayaan itu bersifat dinamis atau selalu berubah setiap saat. Keempat, kebudayaan itu dipengaruhi oleh sumber-sumber. Kelima, subjek atau pelaku budaya itu sendiri.
Salah satu alat untuk menyebarkan dan menyampaikan ajaran-ajaran Islam atau ajaran- ajaran agama adalah bahasa atau simbol-simbol. Selain menghasilkan simbol, agama juga menghasilkan ritual-ritual penyembahan Tuhan. Dalam Islam kemudian dibakukan ritual, yaitu syahadat, sholat, zakat, puasa, dan, haji. Ritual-ritual agama yang dilakukan secara terus- menerus inilah yang akhirnya menjadi kebudayaan. Membudayakan sedekah itu bukan berarti menjadikan ajaran agama tentang sedekah ini sebagai kebudayaan. Namun, perilaku bersedekah itu menjadi praktek hidu yang membudaya di kalangan umat Islam