Arsitektur Islam
Dosen : A. Hildayanti S.T.,M.T
Nama kelompok 1 :
Rika Nur Aliah (60100122001)
Puti Nabila Ikhsan (60100122049)
Nabila Zhaqitzfa Arsyka (60100122052)
Siti Aisyah Khumairah (60100122058)
Andi Lutfia Ulfa (60100122056)
ISLAMIC CENTER BREBES
Penerapan konsep ArsitekturIslam pada perancangan bangunan Islamic Center Kabupaten Brebes berpedoman pada teori
ArsitekturIslam dari Nangkula Utaberta.
Guna menentukan penerapan teori
ArsitekturIslam pada perancangan Islamic Center, maka dilakukan analisis terhadap
prinsip-prinsip ArsitekturIslam, yang
kemudian disimpulkan menjadi kriteria- kriteria perancangan yang akan diterapkan
pada Islamic Center.
Nilai Habluminallah pada perencanaan tapak
1. . Nilai pengingatan kepada Allah Swt
Membuat rencana tapak yang dapat merespon potensi dan kondisi alam di
lingkungan sekitar tapak. Ini adalah salah satu cara untuk senantiasa mengingat
kepada Allah Swt, karena Allah Swt memiliki kuasa yang besar untuk mengatur alam dan seisinya. Segala rahmat maupun azab yang diturunkan oleh Allah kepada
hambanya, selalu mengingatkan kita untuk selalu berdoa kepadanya. Perwujudan pembuatan tapak yang dapat merespon segala kondisi alam di sekitar, adalah suatu bentuk doa kita kepada Allah, agar bisa selalu terhindar dari azab dan marabaya-
Nya. Prinsip ini diterapkan dengan memberikan vegetasi di sekeliling area tapak. Sisi tapak yang berdekatan dengan jalan diberikan vegetasi yang dapat menyerap polusi udara. Permukaan lantai pada tapak menggunakan paving block dan rerumputan
untuk mengantisipasi air hujan agar dapat menyerap ke dalam tanah sehingga
kondisi air tanah tetap terjaga. Di sepanjang area sirkulasi dalam tapak diberikan
papan penanda yang bertuliskan kaligrafi asmaul husna sebagai bentuk pengingatan kepada Tuhan.
Gambar
2. Nilai pengingat akan Kerendahan Hati
Prinsip ini di realisasikan agar keberadaan tapak tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Selain itu perencanaan tapak juga dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna untuk mobilisasi kegiatan di dalam area
tapak. Prinsip ini diterapkan dengan meletakkan main entrance di sisi selatan tapak dan side entrance di sisi utara tapak guna mempermudah akses bagi masyarakat sekitar dan masyarakan umum. Area parkir diletakkan di dekat main entrance dan side entrance. Terdapat pemisahan jalur akses bagi pengguna kendaraan dan pejalan
kaki guna memberikan kenyamanan pengguna dalam bermobilisasi dan berkegiatan di dalam area tapak. Penerapan prinsip ini bertujuan agar tidak memberikan kesan
eksklusif, melainkan dapat memberi kesan mengundang masyarakat untuk
mengunjungi Islamic Center. Prinsip ini diterapkan dengan membuat pagar yang tidak massif dan tidak terlalu tinggi di sekeliling area tapak. Area masuk/entrance
pada tapak tidak menggunakan pintu gerbang sehingga masyarakat tidak segan untuk mengunjungi Islamic Center.
Gambar
Nilai Habluminallah pada
penataan massa bangunan
1. Nilai pengingatan kepada Ibadah Ritual
Prinsip ini diterapkan pada penataan massa bangunan menjelaskan tentang tata massa bangunan yang dapat membuat pengguna
senantiasa menjalani setiap kegiatan dengan niat ibadah. Prinsip ini diterapkan dengan membuat massa bangunan masjid menjadi massa yang dominan dan menjadi point of interest. Tiap massa bangunan
diintegrasikan dengan fungsi peribadatan dengan membuat jalur sirkulasi menuju masjid untuk memudahkan pengguna dalam
melaksanakan ibadah.
Gambar
Penerapan Habluminallah Pada Tampilan Bangunan
1. Nilai pengingatan akan Kerendahan Hati
Tampilan prinsip ini pada bangunan secara garis besar ditunjukkan dengan tampilan berkesan sederhana dan tidak menimbulkan kontras terhadap lingkungan sekitar.
Prinsip ini diterapkan dengan menggunakan bentuk dasar segi empat pada bentuk ruang dan massa. Kesan sederhana diwujudkan dengan menggunakan warna putih sebagai warna dasar dan warna cokelat sebagai warna aksen bangunan. Kedua warna
tersebut dapat memberikan kesan sederhana dan elegan pada bangunan. Elemen
estetis pada bangunan ditambahkan dengan memberikan ornamentasi geometris yang tersusun dari garis-garis dan raut atau bentuk yang dikenali dalam bidang geometri, seperti bentuk persegi, lingkaran, dan segitiga. Bentuk ornamentasi geometri banyak
dijumpai pada bangunan Islami sehingga ornamentasi ini sering diidentikkan sebagai onamentasi Islam.
Gambar
2. Nilai pengingatan kepada Allah Swt Nilai ini diterapkan pada tampilan
bangunan, yang secara garis besar
menjelaskan tentang pemanfaatan potensi alam sebagai elemen perancangan
bangunan dan mempengaruhi pengguna untuk mengingat Tuhan. Prinsip ini
diterapkan dengan memanfaatkan cahaya matahari sebagai sumber pencahayaan
alami, dan angin sebagai sumber
penghawaan alami dengan memberikan bukaan lebar serta penggunaan dinding
kaca/curtain wall. Ornamentasi kaligrafi qufi yang berisi asmaul husna dan ayat-ayat Al- Qur'an ditambahkan sebagai bentuk
pengingatan kepada Tuhan.
3. Nilai pengingatan kepada Kematian
Diterapkan pada tampilan bangunan yang menjelaskan tentang perancangan bangunan yang ramah terhadap lingkungan. Penerapan prinsip ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari keberadaan
bangunan. Prinsip ini diterapkan dengan menggunakan material alami maupun
material ramah lingkungan pada bangunan. Material yang digunakan di antaranya yaitu batu-bata merah, batu alam, kaca anti radiasi, genteng tanah liat, serta
panel kayu pada tampilan bangunan.
Kesimpulan
dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat tiga poin penting dalam penerapan konsep Arsitektur Islam pada perancangan bangunan. Pertama, Arsitektur Islam
mengedepankan efisiensi dalam perancangan, sehingga semua aspek perancangan menjadi fungsional dan tidak menimbulkan kemubaziran. Kedua, Arsitektur Islam mengedepankan kesederhanaan dalam arti bangunan tidak menjadi dominan atau mencolok terhadap lingkungan sekitar yang dapat menimbulkan kesan kemewahan atau kesombongan. Ketiga, Arsitektur Islam memperhatikan kondisi lingkungan sekitar
baik lingkungan masyarakat maupun lingkungan alami, sehingga perancangan bangunan menjadi adaptif terhadap lingkungan dan tidak menimbulkan dampak
negatif di masa yang akan datang. Arsitektur Islam dilandasi oleh nilai-nilai yang
terdapat dalam islam tidak mempunyai representasi bentuk khusus. Arsitektur islam mempunyai bahasa arsitektur yang berbeda, tergantung dari konteks lokasi dan fungsi
bangunan yang akan didirikan tersebut.