• Tidak ada hasil yang ditemukan

ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN pdf

N/A
N/A
YUNASAR YUNASAR

Academic year: 2024

Membagikan "ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN pdf"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Nama: Yunasar NIM : 190702028

UJIAN KOMPREHENSIF METODELOGI STUDI ISLAM

ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN

1. Konsep Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas

Pada dasarnya paradigma dalam ilmu pengetahuan dan ilmu Islam adalah menemui kesamaan-kesamaan. Dimana dalam sejarah yang ada bahwa ilmu pengetahuan ini berawal dari sebuah pemikiran-pemikiran cendekiawan muslim yang menghasilkan suatu peradaban pengetahuan dalam Islam itu sendiri. Namun dengan adanya perkembangan zaman tersebut maka ilmu pengetahuanpun berkembang begitu pesat tanpa adanya kontrol dari agama Islam sendiri yang mengakibatkan adanya ilmu pengetahuan yang tidak beretika.

Sehingga seiring dengan berputarnya waktu menimbulkan stigma mengenai adanya ilmu surga dengan ilmu yang berlumuran dosa yakni ilmu pengetahuan yang liberal. Dengan begitu seakan-akan terjadi pembedaan dari kedua ilmu tersebut. Dari fenomena tersebut muncullah sebuah cendekiawan muslim yang mengkritisi mengenai fenomena tersebut dengan memunculkan gagasan Islamisasi pengetahuan.

Ilmu pengetahuan lebih memusatkan pada nilai-nilai kebenaran yang sifatnya empiris. Dimana nilai-nilai empiris ini menjadi pondasi awal dalam ilmu pengetahuan menilai kebenaran. Kebenaran empiris inilah yang menjadi patokan dalam ilmu pengetahuan. Sedangkan kebenaran ilmu pengetahuan ini ironis dengan kebenaran yang ada di agama. Dimana nilai kebenaran yang ada di agama ini selain mengarahkan pada nilai kebenaran empiris tapi juga menilai kebenaran dari nilai dogma atau kepercayaan terhadap sesesuatu yang sifatnya terkadang sangat irasional.

Nilai kebenaran inilah yang seakan akan menjadi sebuah pembatas atau pembeda antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam inilah yang menjadikannya sebagai pembeda dalam suatu ruang. Dari pembedaan inilah yang menimbulkan

(2)

beberapa tokoh Islam mencoba untuk berusaha mengintegrasikan nilai-nilai yang ada di Islam dengan kaidah-kaidah ilmu pengetahuan.

Islamisasi pengetahuan ini juga diawali dengan adanya keresahan dan kekecewaan pada kaum muslim dalam melihat fenomena betapa pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan yang tidak didasari sebuah nilai-nilai agama khususnya agama Islam. Dalam hal ini agama Islam. Sehingga perkembangan ilmu pengetahuanpun bisa menjadikan seseorang menjadi sekuler. Dengan terjadinya sekuler ini kedua tokoh tersebut ingin mengembalikan ilmu pengetahuan pada nilai- nilai agama.

Nilai-nilai agama disini diartikan suatu yang fundamental dalam perkembangan ilmu pengetahuan apapun. Nilai-nilai agama dijadikan sebagai pondasi dasar dalam ilmu pengetahuan. Diantara pemikiran kedua tokoh tersebut mempunyai tawaran yang berbeda dalam konsep Islamisasi ilmu pengetahuan.

Syed M.Naquib Al-Attas menawarkan dua opsi dalam melakukan Islamisasi ilmu pengetahuan. Pertama, dengan melakukan pemisahan konsep-konsep kunci yang membentuk kebudayaan dan peradaban Barat. Kedua, dengan memasukan konsep kunci Islam ke dalam setiap cabang ilmu pengetahuan masa kini yang relevan.

Dalam hal ini Ismail Raji Al-Faruqi juga menawarkan dua Konsep dalam melakukan Islamisasi ilmu pengetahuan. Yakni tauhid, integrasi kebenaran Islam dan ilmu pengetahuan, dan ayatisasi atau pemberian ayat-ayat terhadap ilmu pengetahuan.

Dari kedua konsep yang ditawarkan oleh para tokoh tersebut dilatarbelakangi oleh pemikiran yang bebeda pula. Dimana Syed Naquib Al-Attas melihat situasi kondisi umat muslim dengan melihat kondisi external umat muslim itu sendiri yakni proses degradasi dan kemunduran-kemunduran yang dialami oleh kaum muslim yang salah satunya disebabkan oleh orang-orang Barat dan budaya Barat seperti halnya westernisasi atau hidup kebarat-baratan dan sekulerisasi atau pembedaan antara kehidupan didunia dengan agama.

Sedangkan Ismail Raji Al-Faruqi Lebih melihat pada faktor internal kaum muslim itu sendiri. Dimana peradaban dan kejayaan umat muslim kini perlu

(3)

dipertanyakan sehingga bagaimana bisa mencapai peradaban dan kejayaan kaum muslim yakni dengan cara Islamisasi ilmu pengetahuan.

2. Dalam Perspektif Sejarah Sosial Pendidikan Islam

Berawal dari sebuah pandangan bahwa ilmu pengetahuan yang berkembang pada saat ini telah terkontaminasi pemikiran barat sekuler dan cenderung ateistik yang berakibat hilangnya nilai-nilai religiusitas dan aspek kesakralannya. Di sisi lain, keilmuan Islam yang dipandang bersentuhan dengan nilai-nilai teologis, terlalu berorientasi pada religiusitas dan spiritualitas tanpa memperdulikan betapa pentingnya ilmu-ilmu umum yang dianggap sekuler. Menyebabkan munculnya sebuah gagasan untuk mempertemukan kelebihan-kelebihan diantara keduanya sehingga ilmu yang dihasilkan bersifat religius dan bernafaskan tauhid. Gagasan ini kemudian dikenal dengan istilah Islamisasi ilmu pengetahuan.

Islamisasi ilmu pengetahuan adalah respon terhadap perkembangan zaman, dan merupakan upaya dalam mewujudkan tata kehidupan yang Islami.Langkah ini sebenarnya bukan dalam rangka sekedar mengunggulkan umat Islam.Namun lebih sebagai solusi atas krisis peradaban modern yang sampai hari ini belum ada solusinya.Islam adalah satu-satunya harapan untuk menjawab semua kecemasan atas krisis modernisme menuju kehidupan yang religius, berkemajuan dan berkeadaban.

Program Islamisasi ilmu pengetahuan merupakan pekerjaan berat dan harus dikerjakan dengan melibatkan berbagai unsur yang mampu menembus rintangan- rintangan linguistik, rasial, sosial-ekonomi, gender, bahkan religius, karena ini bukanlah pekerjaan yang mudah, tidak sekedar memberikan label Islam atau ayatisasi terhadap pengetahuan modern. Tetapi dibutuhkan kerja keras dari orang-orang yang mampu mengidentifikasi pandangan hidup Islam sekaligus mampu memahami budaya peradaban barat sehingga apa yang menjadi cita-cita bersama bisa teralisasi sesuai dengan yang diinginkan

3. Upaya Islamisasi Ilmu Pengetahuan Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam

(4)

Pada dasarnya Islamisasi ilmu pengetahuan merujuk pada usaha memurnikan dan melepaskan konstruksi ilmu pengetahuan dari pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan Islam. Islamisasi tidak hanya sekedar kegiatan ayatisasi dan pelabelan Islam terhadap suatu ilmu, namun lbih kepada proses membina dan membangun metodologi yang tepat berdasarkan konsep Islam, sehingga ilmu pengetahuan yang muncul akan mengikuti konstruksi yang telah digariskan oleh Islam yang berasal dari Tuhan yang maha Esa.

Dalam kajian ilmu, Islamisasi ilmu pengetahuan menjadi penting dalam pendidikan dengan lebih menampilkan ajaran-ajaran Islam yang relevan dalam pengembangan pendidikan saat ini, mengingat semakin berkurangnya nilai-nilai Islam yang menjadi acuan dalam proses pendidikan bangsa ini. Pengertian Islamisasi ilmu pengetahuan ini secara jelas diterangkan oleh Al-Attas, yaitu: pembebasan manusia dari tradisi magis, mitologis, animistis, kultur nasional (yang bertentangan dengan Islam) dan dari belenggu paham sekuler dirinya terhadap pemikiran dan bahasa juga pembebasan dari control dorongan fisiknya yang cenderung sekuler dan tidak adil terhadap hakikat diri atau jiwanya, sebab manusia dalam wujud fisiknya cenderung lupa terhadap hakikat dirinya yang sebenarnya dan berbuat tidak adil terhadapnya.

Gagasan Islamisasi ilmu pengetahuan muncul pada saat diselenggarakan sebuah konfrensi dunia yang pertama tentang pendidikan muslim di Mekkah pada tahun 1977. adapun salah satu gagasan yang direkomendasikan adalah menyangkut Islamisasi Pengetahuan. Gagasan ini antara lain dilontarkan oleh Muhammad Naquib Al-Attas dan Ismail Raji Al-Faruqi.

Islamisasi ilmu pegetahuan adalah pembebasan umat Muslim dari nilai-nilai ilmu pengetahuan yang bertentangan dengan pandangan hidup Islam. Dalam bahasa Al-Attas, Islamisasi Ilmu pengetahuan adalah Dewesternisasi ilmu pengetahuan (Dewesternitation of knowledge).

Implikasi dari Islamisasi ilmu pengetahuan pada aspek kelembagaan adalah terbentuknya lembaga independent yang mengintegrasikan pengembangan keilmuan agama dan umum, rumusan kurikulum dalam Islamisasi ilmu demikian, lembaga memiliki kurikulum yang aktual, responsive terhadap tuntutan permasalahan

(5)

kontemporer. Artinya lembaga akan melahirkan lulusan yang visioner, berpandangan integrative, proaktif dan tanggap terhadap masa depan serta tidak dikhotomis dalam keilmuan. Implikasi terhadap pendidik adalah pendidik ditempatkan pada posisi yang selayaknya, artinya kompetensi dan profesionalitas yang mereka miliki dihargai sebagaimana mestinya.

Pada akhirnya Islamisasi ilmu pengetahuan Al-faruqi juga berpengaruh pada pengembangan dasar-dasar filosofis pendidikan Islam. Hal ini dapat dilihat dari perhatian serius yang ditunjukan oleh Al-Faruqi dalam konstruksi pemikirannya dan konsens terhadap masalah pengembangan pendidikan Islam dan kritiknya terhadap pendidikan Islam. Al Faruqi juga secara aktif berusaha mensosialisasikan pokok-pokok pikirannya melalui konsep islamisasi ilmu pengetahuan tentang bagaimanan merekonstruksi konsep dasar pendidikan Islam yang ideal dengan menawarkan konsep-konsep metodologi pemikiran pendidikan Islam modern yang merupakan perpaduan sistem pendidikan Islam klasik dengan system pendidikan modern, kemudian menawarkan suatu metodologi alternative tentang studi yang berbasis tauhid dan peradaban Islam.

(6)

DAFTAR PUSTAKA

Iswati. (2017). Upaya Islamisasi Ilmu Pengetahuan Dan Implikasinya. At-Tajdid, Volume. 1, No. 1 Januari-Juni 2017.

Muksin. (2019). Islamisasi Ilmu Pengetahuan Dalam Perspektif Sejarah Sosial Pendidikan Islam. Al-Ibrah, Vol. 4 No. 2 Desember 2019.

Sholeh. (2017). Islamisasi Ilmu Pengetahuan (Konsep Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi Dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas). Jurnal Al-Hikmah, Vol. 14, No. 2, Oktober 2017 .

Referensi

Dokumen terkait

Dari penelitian tentang konsep Islamisasi Ilmu pengetahuan Ismail Raji al Faruqi diperoleh hasil (1) Konsep Islamisasi ilmu pengetahuan menurut Ismail Raji al Faruqi yaitu

Dari fenomena di atas muncul problematika dikalangan umat muslim pada umumnya dan cenkiawan muslim pada khususnya, yaitu apakah ilmu pengetahuan yang berkembang telah

Islamisasi ilmu pengetahuan menurut al- Attas, yaitu Pembebasan manusia dari tradisi magis, mitologis, animistis, kultur-nasional (yang bertentangan dengan Islam) dan

Para ulama’ muslim yang ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan baik agama maupun non agama juga muncul pada masa ini.. Pesatnya perkembangan peradaban juga didukung oleh kemajuan

Islamisasi bukan sekedar melakukan kritik terhadap budaya dan peradaban global Barat, tetapi juga mentransformasi bentuk-bentuk lokal supaya sesuai dengan worldview Islam

Berdasarkan inti pemikiran Mulyadhi Kartanegara tentang islamisasi ilmu tersebut, penulis melihat tiga relevansi islamisasi ilmu dengan pengembangan ilmu pengetahuan

Oleh karena itu, gagasan Islamisasi tidak hanya melakukan kritik terhadap ilmu pengetahuan modern, tetapi juga berusaha memasukkan nilai- nilai Islam yang universal untuk

Dan tujuan dari islamisasi sains adalah berupaya memecahkan masalah-masalah yang timbul karena perjumpaan antara Islam dengan sains modern sebelumnya atau akibat dikotomi