• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ilmu Pengetahuan Pada Masa Daulah Abbasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Ilmu Pengetahuan Pada Masa Daulah Abbasi"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Pendahuluan

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah S. W. T.

Yang telah memberi rahmat dan karunianya kepada saya untuk

menyelwsaikan makalah ini.

Pembuatan makalah ini bertujuan untuk menginspirasi

pembacanya tentang ulama’ dan ilmuan muslim yang sangat

berpengaruh besar terhadapdunia.

(3)

Daftar isi

Pendahuluan ...I

Daftar Isi

...II

A . Ilmu Pengetahuan Pada Masa Sasulullah, Khulafaurrasyidin, Dan Daulah Umayyah

...1

B . Ilmu Pengetahuan Pada Masa Daulah

Abbasiah...1

C . Tokoh Ilmuan Muslim Yang Berperan Dalam Pengembangan ilmu Pengetauan

(4)

A . Ilmu Pengetahuan Pada Masa Rasulullah,

Khulafaurrasyidin, Dan Daulah Umayyah

Pada masa Rasulullah S A W, Ilmu Pengetahuan di peroleh dari wahyu yang diturunkan kepada Beliau dan Hadist – Hadist. Setelah itu, Para Shohabat langsung menghafalnya.

Sedangkan , pada masa Khulafaurrasyidin, Al Qur’an di bukukan, karena banyak penghafal Al Qur’an yang Mati Syahid di medan perang. Al-Qur’an tersebut kemudian di bukukan oleh Zaid Bin Tsabit.

Pada masa Daulah Umayyah, Ilmu Pengetahuan mulai berkembang pesat, karena adanya gerakan gerakan ilmiah. Gerakan tersebut berpusat Kota Kufah dan Basrah, Irak.

B . Ilmu Pengetahuan Pada Masa Daulah Abbasiah

Masa Abbasiyah menjadi tonggak puncak peradaban Islam. Khalifah-khalifah Bani Abbasiyah secara terbuka mempelopori perkembangan ilmu pengetahuan dengan mendatangkan naskah-naskah kuno dari berbagai pusat peradaban sebelumnya untuk kemudian diterjemahkan, diadaptasi dan diterapkan di dunai Islam. Para ulama’ muslim yang ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan baik agama maupun non agama juga muncul pada masa ini. Pesatnya perkembangan peradaban juga didukung oleh kemajuan ekonomi imperium yang menjadi penghubung dunua timur dan barat. Stabilitas politik yang relatif baik terutama pada masa Abbasiyah awal ini juga menjadi pemicu kemajuan peradaban Islam

1. Gerakan penerjemahan

(5)

Pelopor gerakan penerjemahan pada awal pemerintahan daulah Abbasiyah adalah Khalifah Al-Mansyur yang juga membangun Ibu kota Baghdad. Pada awal penerjemahan, naskah yang diterjemahkan terutama dalam bidang astrologi, kimia dan kedokteran. Kemudian naskah-naskah filsafat karya Aristoteles dan Plato juga diterjemahkan. Dalam masa keemasan, karya yang banyak diterjemahkan tentang ilmu-ilmu pragmatis seperti kedokteran. Naskah astronomi dan matematika juga diterjemahkan namun, karya-karya berupa puisi, drama, cerpen dan sejarah jarang diterjemakan karena bidang ini dianggap kurang bermanfa’at dan dalam hal bahasa, Arab sendiri perkembangan ilmu-ilmu ini sudah sangat maju.

Pada masa ini, ada yang namanya Baitul hikmah yaitu perpustakaan yang berfungsi sebagai pusat pengembagan ilmu pengetahuan. Pada masa Harun Ar-Rasyid diganti nama menjadi Khizanah al-Hikmah (Khazanah kebijaksanaan) yang berfungsi sebagai perpustakaan dan pusat penelitian. Pada masa Al-Ma’mun ia dikembangkan dan diubah namanya menjadi Bait al-Hikmah, yang dipergunakan secara lebih maju yaitu sebagai tempat penyimpanan buku-buku kuno yang didapat dari Persia, Bizantium, dan bahkan dari Ethiopia dan India. Direktur perpustakaannya seorang nasionalis Persia, Sahl Ibn Harun. Di bawah kekuasaan Al-Ma’mun, lembaga ini sebagai perpustakaan juga sebagai pusat kegiatan study dan riset astronomi dan matematika.

2.

Dalam bidang filasafat

Pada masa ini pemikiran filasafat mencakup bidang keilmuan yang sangat luas seperti logika, geometri, astronomi, dan juga teologia. Beberapa tokoh yang lahir pada masa itu, termasuk diantaranya adalah Al-Kindi, Al-farobi, Ibnu Sina dan juga Al-Ghazali yang kita kenal dengan julukan Hujjatul Islam.

3.

Perkembangan Ekonomi

(6)

4.

Dalam bidang Keagamaan

Di bawah kekuasaan Bani Abbasiyah, ilmu-ilmu keagamaan mulai dikembangkan. Dalam masa inilah ilmu metode tafsir juga mulai berkembang, terutama dua metode penafsiran, yaitu Tafsir bir Ra’i dan Tafsir bil Ma’tsur. Dalam bidang hadits, pada masa ini hanya merupakan penyempurnaan, pembukuan dari catatan dan hafalan para sahabat. Pada masa ini pula dimulainya pengklasifikasian hadits, sehingga muncul yang namanya hadits dhaif, maudlu’, shahih serta yang lainnya.

Sedangkan dalam bidang hukum Islam karya pertama yang diketahui adalah

Majmu’ al Fiqh karya Zaid bin Ali (w.122 H/740 M) yang berisi tentang fiqh Syi’ah Zaidiyah. Hakim agung yang pertama adalah Abu Hanifah (w.150/767). Meski diangap sebagai pendiri madzhab Hanafi, karya-karyanya sendiri tidak ada yang terselamatkan. Dua bukunya yang berjudulFiqh al-Akbar (terutama berisi artikel tentang keyakinan) dan

Wasiyah Abi Hanifahberisi pemikiran-pemikirannya terselamatkan karena ditulis oleh para muridnya.

Selain itu, pada masa DaulahnAbbasiah juga Muncul Ilmuan Ilmuan dan Ulama Ulama besar dalam bidang Agama dan Pengetahuan di antaranya , yaitu :

C . Tokoh Ilmuan Muslim Yang Berperan Dalam

Pengembangan ilmu Pengetauan

a

. Abu Hanifah (Imam Hanafi)

Nu’man bin Tsabit bin Zuta bin Mahan at-Taymi (bahasa Arab:تباثنبنامعنلا), lebih dikenal dengan nama Abū Ḥanīfah, (bahasa Arab:ةفينحوب) (lahir di Kufah, Irak pada 80 H / 699 M — meninggal di Baghdad, Irak, 148 H / 767 M) merupakan pendiri dari Madzhab Hanafi. Abu Hanifah juga merupakan seorang Tabi’in, generasi setelah Sahabat nabi, karena dia pernah bertemu dengan salah seorang sahabat bernama Anas bin Malik, dan meriwayatkan

hadis darinya serta sahabat lainnya.[3]

Imam Hanafi disebutkan sebagai tokoh yang pertama kali menyusun kitab fiqh berdasarkan kelompok-kelompok yang berawal dari kesucian (taharah), salat dan seterusnya, yang kemudian diikuti oleh ulama-ulama sesudahnya seperti Malik bin Anas, Imam Syafi’i, Abu Dawud, Bukhari, Muslim dan lainnya.

b. Imam Malik

(7)

c. Imam Syafi’i

Nama lengkap nya adalah Muhammad Ibnu Idris Bin Abbas Bin Usman Asy Syafi’i. Beliau lahir di Palestina tahun 767 M. Menurut riwayatnya, Beliau telah Hafal AlQur’an pada Usia 9 tahun dan pada umur 10 tahun, beliau telah hafal semua hadist dalam Kitab Al Muwaththa karya Imam Malik.

Dalam mengajar ilmu Fiqih, Imam Syafi’i berpedoman kepada Al Qur’an , Hadist,Ijma’, dan Qiyas. Buku karya Imam Syafi’i adalah Ar Risalah, Al ‘Um

d. Imam Ghazali

Nama lengkap nya adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali. Beliau lahir di Iran tahun 1058 M. Beliau adalah tokoh yang terkenal dalam ilmu Tafsir, Fiqih, Filsafat, dan Akhlaq. Karena keluasaan Ilmunya, beliau mendapat gelar Hujjatul Islam. Karya Beliau Adalah : Thafut Al Falsifah, Huluqul Muslim, dan Ihya’ ulumudin

e. Ibnu Sina

Nama lengkap nya adalah Abu Ali Husaini bin Abdullah Ibnu Sina. Beliau lahir di Uni Sofiet tahu n 980 M. Beliau sudah hafal Al . Quran pada usia 10 tahun. Pada usia 16 tahun, beliau sudah menguasai ilmu Biologi dan Kedoktran, sehingga Pada usia 17 tahun beliau di panggil untuk mengobati sampai sembuh.Karya beliau di antaranya adalah Al Qanun Fi Ttabib., dan Lin lain.

f. Al Farabi

(8)

h. Jabir Bin Hayyan

Nama lengkap nya adalah Abu Abdullah Jabir Ibn Hayyan Al Kufi As Sufi. Beliau lahir pada tahun 721 M / 103 H. Karya tulis nya tak kurang dari 100 kitab. Di antaranya adalah Book of Compotition of Alchemy (diterjemahkan dalam bahasa ltin).

j. Alkhawrizmi

(9)

Kesimpulan

“ Belajarlah hari ini untuk hidup seribu tahun

yaang akan dtang” , begitulah kata pepatah.

Namun bukan hanya untuk hidup seribu tahun

saja, ilmu tersebut dapat di sebarkan sehingga

mengubah dunia.

***SEKIAN***

***TERIMA KASIH***

(10)

Referensi

Dokumen terkait

3. Mengelompokan tokoh-tokoh ilmuwan muslim masa bani Umayyah.. 4.10 Merekonstruksi sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan sampai masa Umayyah dan masa Abbasiyah untuk

Kemajuan umat Islam pada zaman klasik (abad ke-7-13 M) dalam bidang kebudayaan dan peradaban yang didukung bukan saja dalam bidang ilmu agama Islam: tafsir, fiqih,

Bait al-Ḥikmah memiliki daya dorong, baik langsung maupun tidak langsung, yang cukup besar dan luas terhadap kemajuan kebudayaan dan peradaban pada masa Abbasiyah

Islamisasi pengetahuan ini juga diawali dengan adanya keresahan dan kekecewaan pada kaum muslim dalam melihat fenomena betapa pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan

Di masa perkembangan atau setelah memperoleh kemerdekaan, umat Islam juga memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya memajukan bangsa dan negara. Peran-peran tersebut antara

Umat Islam pada masa itu sudah menjadi pelopor kemajuan dunia karena kegigihan dan ketekunannya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan budaya.. Jadi,

Di zaman Al Mansur bermulalah masa jaya dan masa perkembangan ilmu pengetahuan yang oleh karenanya Daulah Abbasiyah mencapai zaman keemasan, begitupun di zaman