• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Istriku tercinta yang selalu memberikan motivasi 2. Bapak dan Ibu yang telah memberi segalanya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "1. Istriku tercinta yang selalu memberikan motivasi 2. Bapak dan Ibu yang telah memberi segalanya"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan sebagai Salah Satu Syarat guna Meraih Gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar

MUHTAR K. 10533 6633 10

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FEBRUARI 2014

(2)

Nama Mahasiswa : MUHTAR

Stambuk : K. 10533 6633 10

Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pembimbing I : Dra. Munirah, M.Pd.

Judul : Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi melalui

Penerapan Strategi Neigborhood Walk Siswa Kelas VII SMPN 6 Tombolo Pao Kabupaten Gowa

Konsultasi Dosen Pembimbing

No Hari/Tanggal Uraian Perbaikan Tanda Tangan

Makassar, Juni 2013 Mengetahui

Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Dra. Munirah,M.Pd NBM. 951 576 Nama Mahasiswa : MUHTAR

Stambuk : K. 10533 6633 10

Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pembimbing I : Dra. Munirah, M.Pd.

Judul : Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi melalui

Penerapan Strategi Neigborhood Walk Siswa Kelas VII SMPN 6 Tombolo Pao Kabupaten Gowa

Konsultasi Dosen Pembimbing

No Hari/Tanggal Uraian Perbaikan Tanda Tangan

Makassar, Juni 2013 Mengetahui

Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Dra. Munirah,M.Pd NBM. 951 576 Nama Mahasiswa : MUHTAR

Stambuk : K. 10533 6633 10

Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pembimbing I : Dra. Munirah, M.Pd.

Judul : Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi melalui

Penerapan Strategi Neigborhood Walk Siswa Kelas VII SMPN 6 Tombolo Pao Kabupaten Gowa

Konsultasi Dosen Pembimbing

No Hari/Tanggal Uraian Perbaikan Tanda Tangan

Makassar, Juni 2013 Mengetahui

Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Dra. Munirah,M.Pd NBM. 951 576

(3)

Nama Mahasiswa : MUHTAR

Stambuk : K. 10533 6633 10

Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pembimbing I : Tarman, S.Pd., M.Pd.

Judul Skripsi : Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi melalui

Penerapan Strategi Neigborhood Walk Siswa Kelas VII SMPN 6 Tombolo Pao Kabupaten Gowa

Konsultasi Dosen Pembimbing

No Hari/Tanggal Uraian Perbaikan Tanda Tangan

Makassar, Juni 2013 Mengetahui

Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Dra. Munirah,M.Pd NBM. 951 576 Nama Mahasiswa : MUHTAR

Stambuk : K. 10533 6633 10

Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pembimbing I : Tarman, S.Pd., M.Pd.

Judul Skripsi : Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi melalui

Penerapan Strategi Neigborhood Walk Siswa Kelas VII SMPN 6 Tombolo Pao Kabupaten Gowa

Konsultasi Dosen Pembimbing

No Hari/Tanggal Uraian Perbaikan Tanda Tangan

Makassar, Juni 2013 Mengetahui

Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Dra. Munirah,M.Pd NBM. 951 576 Nama Mahasiswa : MUHTAR

Stambuk : K. 10533 6633 10

Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pembimbing I : Tarman, S.Pd., M.Pd.

Judul Skripsi : Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi melalui

Penerapan Strategi Neigborhood Walk Siswa Kelas VII SMPN 6 Tombolo Pao Kabupaten Gowa

Konsultasi Dosen Pembimbing

No Hari/Tanggal Uraian Perbaikan Tanda Tangan

Makassar, Juni 2013 Mengetahui

Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Dra. Munirah,M.Pd NBM. 951 576

(4)

Mahasiswa yang bersangkutan : Nama Mahasiswa : MUHTAR

Stambuk : K. 10533 6633 10

Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Judul : Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi melalui Penerapan Strategi Neigborhood Walk Siswa Kelas VII SMPN 6 Tombolo Pao Kabupaten Gowa

Setelah diperiksa dan diteliti ulang, skripsi ini dinyatakan telah memenuhi persyaratan untuk diujikan di hadapan Tim Penguji Ujian Skripsi Fakultas

keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Makassar, Juni 2013 Disetujui Oleh

Pembimbing I Pembimbing II

Dra. Munirah, M.Pd Tarman, S.Pd., M.Pd.

Mengetahui,

Universitas Muhammadiyah Makassar Ketua Jurusan Pendidikan

Dekan FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia

Dr. Andi Syukri Syamsuri, M.Hum Dra. Munirah,M.Pd

NBM: 858 625 NBM. 951 576

ii Mahasiswa yang bersangkutan : Nama Mahasiswa : MUHTAR

Stambuk : K. 10533 6633 10

Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Judul : Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi melalui Penerapan Strategi Neigborhood Walk Siswa Kelas VII SMPN 6 Tombolo Pao Kabupaten Gowa

Setelah diperiksa dan diteliti ulang, skripsi ini dinyatakan telah memenuhi persyaratan untuk diujikan di hadapan Tim Penguji Ujian Skripsi Fakultas

keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Makassar, Juni 2013 Disetujui Oleh

Pembimbing I Pembimbing II

Dra. Munirah, M.Pd Tarman, S.Pd., M.Pd.

Mengetahui,

Universitas Muhammadiyah Makassar Ketua Jurusan Pendidikan

Dekan FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia

Dr. Andi Syukri Syamsuri, M.Hum Dra. Munirah,M.Pd

NBM: 858 625 NBM. 951 576

ii Mahasiswa yang bersangkutan : Nama Mahasiswa : MUHTAR

Stambuk : K. 10533 6633 10

Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Judul : Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi melalui Penerapan Strategi Neigborhood Walk Siswa Kelas VII SMPN 6 Tombolo Pao Kabupaten Gowa

Setelah diperiksa dan diteliti ulang, skripsi ini dinyatakan telah memenuhi persyaratan untuk diujikan di hadapan Tim Penguji Ujian Skripsi Fakultas

keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Makassar, Juni 2013 Disetujui Oleh

Pembimbing I Pembimbing II

Dra. Munirah, M.Pd Tarman, S.Pd., M.Pd.

Mengetahui,

Universitas Muhammadiyah Makassar Ketua Jurusan Pendidikan

Dekan FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia

Dr. Andi Syukri Syamsuri, M.Hum Dra. Munirah,M.Pd

NBM: 858 625 NBM. 951 576

ii

(5)

Nama : MUHTAR

Nim :K. 10533 6633 10

Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Judul : Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi melalui Penerapan Strategi Neigborhood Walk Siswa Kelas VII SMPN 6 Tombolo Pao Kabupaten Gowa

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dengan ini menyatakan bahwa:

Skripsi yang saya ajukan di depan Tim penguji adalah asli hasil karya sendiri.

Bukan ciplakan dan tidak dibuatkan oleh siapapun.

Demikianlah pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.

Makassar, Juni 2013

MUHTAR

Nim:K. 10533 6633 10

v

(6)

Nama : MUHTAR

Nim :K. 10533 6633 10

Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut:

1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesainya skripsi ini, saya akan menyusun sendiri skripsi ini (tidak dibuatkan oleh siapapun).

2. Dalam penyusunan skripsi ini saya akan selalu melakukan konsultasi dengan pembimbing yang telah ditetapkan oleh pimpinan fakultas.

3. Saya tidak akan melakukan penjiplakan (plagiat) dalam menyusun skripsi ini.

4. Apabila saya melanggar perjanjian ini seperti pada butir 1,2, dan 3, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran.

Makassar, Juni 2013 Yang membuat perjanjian

MUHTAR

Nim: K. 10533 6633 10

Diketahui oleh, Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Dra. Munirah,M.Pd NBM. 951 576

vi

(7)
(8)

vii

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, maka apabila kamu selesai dari sesuatu urusan

kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya kamu berharap

PERSEMBAHAN

Setetes peluh dan sebentuk karya kecil ini kupersembahkan untuk:

1. Istriku tercinta yang selalu memberikan motivasi 2. Bapak dan Ibu yang telah memberi segalanya

untukku

3. Keluarga besarku yang telah memberi dukungan moral dan spiritual

4. Sahabat-sahabatku yang selalu memberi

semangat dan menciptakan sebuah persahabatan yang indah untuk selalu kukenang dalam

hidupku

5.

Guru dan almamaterku yang telah memberi ilmu

dan pengalaman berharga dalam hidupku

(9)

viii

Skripsi. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakutas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh Munirah dan Tarman.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi melalui penerapan strategi neighborhood walk siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tombolopao Kabupaten Gowa.

Jenis penelitian ini penelitian tindakan kelas (classroom action research).

Prosedur penelitian dimulai dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.

Kegiatan penelitian tindakan kelas ini dilaksakanakan di kelas VII SMP Negeri 6 Tombolopao Kabupaten Gowa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tombolopao Kabupaten Gowa, serta proses kegiatan belajar mengajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya keterampilan menulis puisi, berupa strategi, situasi belajar, kondisi siswa dan alat evaluasi yang diperoleh melalui observasi, catatan lapangan dan unjuk kerja. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan data aktivitas siswa dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif.

Hasil penelitian yang diperoleh, bahwa hasil tes keterampilan menulis puisi siswa melalui strategi neighborhood walk setelah dilakukan pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan, hal ini dapat dilihat dari meningkatnya skor rata-rata siswa selama penelitian ini dilakukan yaitu 56,34 pada siklus I dan 77,89 pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa strategi yang diterapkan mampu meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa dari siklus I siswa yang tuntas 21,05% dibawah standar ketuntasan 75 %, kemudian pada siklus II mengalami peningkatan yakni 94,74% melewati standar minimum ketuntasan 75%, strategi neighborhood walk efektif digunakan dalam keterampilan menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tomboloapo, Kabupaten Gowa.

Kata Kunci : Kemampuan, hasil belajar keterampilan menulis, strategi neighborhood walk

(10)

ix

Alamin, oleh karena rahmat dan hidayah-Nya jualah sehingga penulis masih diberikan kekuatan dan kesehatan dalam melaksanakan aktivitas keseharian penulis. Salawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad saw, sosok teladan pemimpin sejati umat Islam.

Skripsi yang berjudul “Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi melalui Penerapan Strategi Neigborhood Walk Siswa Kelas VII SMPN 6 Tombolo Pao Kabupaten Gowa” ini diselesaikan dengan upaya yang sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah, mulai dari awal penyusunan proposal penelitian sampai selesainya skripsi ini disusun.

Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari segi penulisan, maupun dari struktur kalimatnya. Hal ini tentu disebabkan karena keterbatasan kemampuan yang penulis miliki. Oleh sebab itu, penulis dengan rendah hati senantiasa mengharapkan saran dan kritikan yang sifatnya membangun dari semua pihak, demi kesempurnaan isi skripsi ini.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa, penyusunan skripsi ini tidak mungkin dapat terwujud tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, sudah sepatutnyalah jika pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada:

Munirah dan Tarman sebagai pembimbing/konsultan, yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan motivasi, bimbingan kepada penulis, sejak dari penyusunan proposal penelitian, hingga selesainya skripsi ini ditulis.

Teristimewa kepada Ayahanda dan Saudara penulis, yang telah membesarkan dan melimpahkan kasih sayang yang tak terhingga, memberikan nasehat kepada penulis

(11)

x

Syamsuri sebagai Dekan FKIP, Munirah sebagai Ketua Jurusan, dan para Dosen Jurusan Pendidikan Guru Bahasa dan Sastra Indonesia yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan.

Sahabat seperjuangan penulis, Abd. Azis, Nurdin, Yahya, yang telah banyak memberikan sumbangan pemikiran, serta semua teman-teman penulis yang tidak sempat penulis sebutkan namanya satu persatu.

Tidak ada imbalan yang dapat diberikan oleh penulis, selain memohon kepada Allah swt. Semoga segala bentuk kebaikan yang pernah dilakukan dan segala bantuan yang telah diberikannya senantiasa mendapat pahala disisi Allah swt. Amin.

Akhirnya, dengan segala kerendahan hati, penulis senantiasa mengharapkan kritikan dan saran dari berbagai pihak, selama saran dan kritikan tersebut sifatnya membangun, demi kesempurnaan skripsi ini, karena penulis yakin bahwa suatu persoalan tidak akan berarti sama sekali tanpa adanya kritikan.

Semoga segala persoalan yang diangkat oleh penulis dalam skripsi ini dapat menjadi sesuatu yang berarti bagi generasi penerus bangsa, baik di masa sekarang, maupun di masa yang akan datang. Dengan selesainya skripsi ini, mudah-mudahan dapat memberi manfaat bagi para pembaca, terutama bagi diri penulis pribadi.

Nun Walkalami Wama Yas’urun,

Billahi Fii Sabilil Haq, Fastabikul Khaerat.

Gowa, Juni 2013 Penulis,

Muhtar

(12)

xi

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

LEMBAR PENGESAHAN ... iv

SURAT PERNYATAAN ... v

SURAT PERJANJAIAN ... vi

MOTO... vii

ABSTRAK ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI... xi

DAFTAR TABEL... xii

BAB I PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penelitian... 6

D. Manfaat Penelitian... 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, DAN HIPOTESIS TINDAKAN ... 7

A. Kajian Pustaka... 7

B. Kerangka Pikir... 20

C. Hipotesis Tindakan... 22

(13)

xii

BAB III METODE PENELITIAN ... 23

A. Jenis Penelitian ... 23

B. Lokasi dan Subjek Penelitian ... 23

C. Fokus Penelitian ... 23

D. Prosedur Penelitian... 24

E. Instrumen Penelitian... 28

F. Teknik Pengumpulan Data ... 31

G. Teknik Analisis Data ... 32

H. Indikator Keberhasilan Penelitian ... 34

BAB IV DATA PENILITIAN DAN PEMBAHASAN ... 35

A. Data Penelitian ... 35

B. Pembahasan ... 44

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 47

A. SIMPULAN... 47

B. SARAN ... 48

DAFTAR PUSTAKA ... 50

LAMPIRAN... 53

(14)

xii

Tabel 2. Instrumen Lembar Penilaian Menulis Puisi Siswa... 30 Table 3. Data Tingkat Penguasaan Menulis Puisi Siswa ... 33 Tabel 4. Persentase Skor dan Kategori Hasil Belajar Berdasarkan Skala

Lima Norma Absolute ... 34 Tabel 5. Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa pada

Siklus I... 37 Tabel 6. Distribusi Frekuensi dan Persentase Nilai Hasil Belajar Menulis

Puisi Siklus I... 38 Tabel 7. Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Menulis Puisi Siswa pada

Siklus I... 39 Tabel 8. Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa pada

Siklus II ... 42 Tabel 9. Distribusi Frekuensi dan Persentase Nilai Hasil Belajar Menulis

Puisi Siklus II ... 43 Tabel 10. Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Menulis Puisi Siswa pada

Siklus II ... 44

(15)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tantangan perkembangan global kini dan esok bukanlah rangkaian tantangan yang bersifat kompermistis terhadap dunia Pendidikan. Tantangan utamanya adalah bagaimana sistem pendidikan diberbagai negara dapat menghasilkan generasi hari esok yang memiliki kecerdasan majemuk dan berkembang secara harmonis dan optimal memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relavan dan bervariasi.

Pendidikan adalah upaya sadar seorang manusia untuk meningkatkan kemampuan dirinya dalam menghadapi zaman yang menuntut kita untuk selalu siap menghadapinya. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dan dirumuskan dalam UU NO 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS) yaitu:

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peseerta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Tujuan pendidikan tersebut, harus dipahami dan disadari oleh seluruh segmentase pendidikan agar pendidikan lebih terarah pada tujuan tersebut dalam melakukan aktifitas pendidikan khususnya di SMP. Pendidikan Bahasa Indonesia merupakan salah satu alat yang penting untuk mencapai tujuan pendidikan nasional antara lain: 1) Menanamkan, memupuk dan mengembangkan perasaan

1

(16)

satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa, 2) Memupuk dan mengembangkan kecakapan berbahasa Indonesia lisan dan tulisan, 3) Memupuk dan mengembangkan kemampuan untuk berfikir dinamis, rasional dan praktis, 4) Memupuk dan mengembangkan kemampuan untuk memahami, menggunakan dan menikmati keindahan bahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan.

Dasar dari pembelajaran bahasa Indonesia adalah pembelajaran keterampilan berbahasa yaitu keterampilan-keterampilan yang ditekankan pada keterampilan reseptif (membaca menyimak) dan keterampilan produktif (menulis- berbicara). Kedua keterampilan berbahasa terebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain tetapi dapat dibedakan. Keterampilan yang satu bergantung pada keterampilan yang lain, dengan demikian siswa diharapkan mampu memiliki keterampilan berbahasa yang lengkap.

Begitu pula halnya dengan pembelajaran apresiasi sastra bertujuan agar siswa mampu berekspresi dan mengapresiasi sastra melalui kegiatan mendengarkan, menonton, membaca, dan melisankan hasil sastra berupa dongeng, puisi, dan drama pendek, serta menuliskan pengalaman dalam bentuk cerita dan puisi ini berarti bahwa siswa diharapkan mampu berapresiasi sastra secara aktif dan kreatif.

Kegiatan mengapresiasi sastra sangat bermanfaat bagi siswa. Manfaat berapresiasi sastra pada siswa adalah agar mampu secara kreatif melakukan pengenalan realitas, pengembangan kemampuan berbahasa, pengembangan kemampuan memahami bentuk-bentuk hubungan sosial maupun pengembangan kemampuan memahami diri sendiri dan orang lain.

(17)

Salah satu keterampilan bersastra yang diajarkan di SMP adalah keterampilan menulis puisi. Bahkan keterampilan ini sudah diajarkan sejak siswa berada pada tingkat sekolah dasar. Hal itu dilakukan karena menulis puisi merupakan salah satu keterampilan bersastra yang diharapkan dapat dikuasai seseorang. Ahmadi (1990:2) menyatakan bahwa melalui pengajaran menulis, guru bahasa Indonesia dapat membantu siswa untuk merentang dan memperluas dunia mereka untuk hidup lebih memiliki makna.

Aktivitas menulis karya sastra merupakan suatu bentuk manifestasi kemampuan dan keterampilan bersastra paling akhir dikuasai pelajar bahasa setelah kemampuan mendengarkan, berbicara, dan membaca. Dibandingkan tiga kemampuan berbahasa yang lain, kemampuan menulis karya sastra lebih sulit dikuasai. Hal itu disebabkan kemampuan menulis karya sastra menghendaki penguasaan berbagai unsur kebahasaan dan unsur luar bahasa itu sendiri yang akan menjadi isi tulisan.

Salah satu jenis tulisan karya sastra yang diajarkan di SMP adalah menulis puisi yang diajarkan pada kelas VII. Kenyataan menunjukkan bahwa pembelajaran keterampilan menulis, termasuk menulis puisi masih kurang memuaskan, khususnya siswa di SMP Negeri 6 Tombolopao Kabupaten Gowa.

Beberapa siswa lainnya masih bingung mau menulis tentang apa, bahkan tidak jarang ada beberapa siswa tidak mau menulis. Kelas yang dipilih adalah kelas VII, karena kelas ini merupakan salah satu kelas yang termasuk heterogen dari beberapa kelas di sekolah tersebut. Keadaan siswanya sangat bervariasi, ada yang memang pintar dalam hal menulis puisi, ada juga yang sedang atau biasa–biasa

(18)

saja, bahkan ada yang sama sekali tidak mampu memunculkan ide-ide menulis sebuah puisi . Informasi tersebut diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan di sekolah SMP Negeri 6 Tombolopao Kabupaten Gowa.

Hasil pengamatan yang dilakukan peneliti pada siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tombolopao Kabupaten Gowa pada bulan desember 2012 bahwa penyebabnya ada beberapa hal, yang pertama kurang tepatnya strategi yang digunakan, sehingga hasil yang diharapkan tidak mencapai KKM, terbukti dari data absen nilai guru bahasa dan sastra Indonesia tentang menulis puisi dari 21 siswa hanya 5 orang swiswa yang mencapai nilai KKM. Dalam memberikan pelajaran pada siswa, guru hanya menjelaskan saja di depan kelas artinya strategi yang pembelajaran yang digunakan guru bersifat monoton sehingga siswa menjadi jenuh dan tidak termotivasi mengikuti pelajaran. Ketika menerapkan strategi terkadang guru hanya menerapkan satu jenis strategi secara berulang-ulang tanpa adanya variasi, sehingga siswa tidak termotivasi untuk belajar menulis puisi.

Menurut Suparno (2008:1.4), ketidaksukaan tak terlepas dari pengaruh lingkungan keluarga masyarakatnya, serta pengalaman pembelajaran menulis atau mengarang yang kurang memotivasi dan merangsang minat. Smith (dalam Suparno 2008:1.4) mengatakan bahwa pengalaman belajar menulis yang dialami siswa di sekolah tidak terlepas dari kondisi gurunya sendiri. Selain kurang tepatnya strategi yang digunakan guru pengetahuan siswa tentang kosakata tidak cukup disamping masih banyak siswa yang tidak mampu membedakan makna konotasi dan denotasi.

Salah satu alternatif solusi dalam menyelesaikan masalah pada siswa kelas VII SMPN 06 Tombolopao Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa adalah menggunakan strategi dalam pembelajaran menulis puisi yang sesuai dengan

(19)

pendekatan kontekstual. Pendekatan ini dapat dilakukan dengan mengajak siswa langsung berinteraksi dengan objek tulisan. Strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran menulis puisi yang kontekstual adalah strategi pembelajaran neighborhood walk. Strategi pembelajaran neighborhood walk merupakan strategi pembelajaran yang berupaya mengenalkan dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media dan sumber pembelajaran sehingga siswa lebih termotivasi untuk belajar karena berhadapan langsung dengan sumber belajar tersebut. Dengan strategi ini diyakinkan siswa akan lebih termotivasi untuk belajar, siswa akan lebih mudah melahirkan kosakata-kosakata karena berhadapan langsung dengan objek pembelajaran.

Penelitian dengan menggunakan strategi pembelajaran neighborhood walk pernah dilakukan oleh Halimah (2008) dengan judul penelitian Peningkatan Kemampuan Menulis Laporan dalam Bentuk Karangan Deskripsi Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Campalagian Melalui Penerapan Strategi Neighborhood Walk.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan kemampuan menulis puisi melalui penerapan strategi neighborhood walk siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tombolopao Kabupaten Gowa?

(20)

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan strategi neighborhood walk dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi melalui penerapan siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tombolopao Kabupaten Gowa

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Manfaat teoritis

a. Memberikan sumbangan pengetahuan yang berarti bagi pengembangan pendidikan khususnya untuk mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia b. Untuk mengetahui secara nyata tentang efektifitas penerapan strategi

neighborhood walk dalam peningkatan kemampuan menulis puisi.

2. Manfaat praktis

a. Bagi guru bidang studi Bahasa dan Sastra Indonesia: Penelitian diharapkan dapat memberikan masukan bagi guru untuk meningkatkan pembelajaran menulis puisi dengan menerapkan strategi neighborhood walk.

b. Bagi siswa: diharapkan agar siswa lebih aktif dalam mengembangkan kemampuan berpikirnya dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi pada pembelajaran menulis puisi.

c. Bagi sekolah: agar dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah dalam mencapai keberhasilan pendidikan.

(21)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, DAN HIPOTESIS

A. Kajian Pustaka 1. Pengertian Menulis

Menulis adalah suatu proses, menulis mencakup serangkaian kegiatan melalui dari penemuan gagasan atau topik yang akan di bahas sampai menulis buram akhir. Proses ini mencakup beberapa tahap, yaitu tahap persiapan atau prapenulisan, tahap penulisan dan tahap revesi. Pada tahap prapenulisan memikirkan dan mengerjakan berbagai kegiatan sebelum kegiatan menulis di mulai. Pada tahap penulisan, pengembangan gagasan,memecahkan topik kedalam subtopik, memberikan uraian dan sebagainya dalam wujud rangkaian kata, rangkaian kalimat.

Tarigan(dalam Munirah, 2007:1) mengemukakan bahwa menulis merupakan keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkumunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Ambo Enre (1994:2) mengatakan bahwa menulis merupakan kemampuan mengungkapkan pikiran dan juga perasaan dalam tulisan yang efektif

Menulis merupakan suatu bentuk komunikasi yang tidak langsung untuk menyampaikan gagasan penulis kepada pembaca dengan menggunakan media bahasa yang dilengkapi dengan unsur suprasegmental (Munirah, 2007:2).

Stephen King (dalam Rimang, 2012:61) mengemukakan menulis adalah menciptakan, dalam suatu penciptaan seseorang mengarahkan tidak hanya semua pengetahuan, daya, dan kemampuannya saja, tetapi ia sertakan seluruh jiwa dan

7

(22)

nafas hidupnya. Sedangkan menurut Santoso (2010:6.14), menulis merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menghasilkan sebuah tulisan.

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (1995:1075) dikemukakan pengertian menulis adalah melahirkan pikira atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan pengertian menulis adalah kegiatan menuangkan isi pikiran, perasaan dan kehendak kepada orang lain dalam bentuk simbol-simbol grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang di pahami oleh seseorang sehingga orang lain mengerti dan memahami bahasa dan grafik tersebut secara tertulis.

2. Tujuan Menulis

Dalam kegiatan menulis/mengarang pada umumnya orang mempunyai tujuan tertentu. Apakah mereka menulis/mengarang untuk kesenangan, untuk memberi informasi, atau untuk mempengaruhi pembaca dan lain-lain.

Setiap penulis tidak hanya diharuskan memilih suatu pokok pembicaraan yang cocok dan serasi, tetap juga harus menentukan siapa pembaca karya itu dan apa maksud dan tujuannya. Sehubungan dengan tujuan penulisan suatu tulisan.

Hugo Hartig dalam Tarigan (dalam Syafruddin,2012:13) merangkum tujuan penulisan sebagai berikut:

1. Tujuan penugasan. Pada tujuan ini, sebenarnya penulis menulis sesuatu karena ditugasi. Misalnya, siswa ditugasi merangkum, membuat laporan, dan sebagainya.

2. Tujuan altrulistik. Penulis bertujuan menerangkan, menghindarkan kedukaan, ingin menolong para pembaca memahami, menghargai perasaan, ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan.

(23)

3. Tujuan persuasif. Penulis bertujuan meyakinkan para pembaca akan kebenaran yang diutarakan.

4. Tujuan penerangan. Penulis bertujuan memberikan informasi atau keterangan/

penerangan kepada pembaca.

5. Tujuan pernyataan diri. Penulis bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri kepada pembaca melalui tulisannya, pembaca dapat memahami sang penulis.

6. Tujuan kreatif. Penulis bertujaun agar para pembaca dapat memiliki nilai artistik, atau nilai kesenian. Penulis tidak hanya memberikan informasi, tetapi pembaca terharu tentang hal yang dibacanya.

7. Tujuan pemecahan masalah. Dalam tulisan ini, penulis berusaha memecahkan suatu masalah yang dihadapi. Penulis berusaha memberikan kejelasan kepada para pembaca tentang cara pemecahan suatu masalah.

Jelasnya bahwa menulis adalah hal yang kompleks karena selain harus mengemukakan gagasan atau ide dengan jelas, juga harus menerapkan kaidah bahasa tulis dengan tepat. Kaidah bahasa tulis yang dimaksudkan ialah dapat menata organisasi karangan, menggunakan ejaan. Semua aspek tersebut diperlukan di dalam kegiatan tulis-menulis dengan bebagai tujuan.

3. Ciri-Ciri Tulisan yang Baik

Agar maksud dan tujuan penulis tercapai, yaitu pembaca memberikan responsi yang diinginkan oleh penulisannya, maka mau tidak mau dia harus menyajikan tulisan yang baik. Adapun cirri-ciri tulisan yang baik yang dikemukakan di atas, Enre (dalam Odazzander 2011) mengatakan bahwa ciri-ciri tulisan yang baik ada enam hal, yaitu:

(24)

1. Tulisan yang baik selalu bermakna, yaitu harus mampu menyatakan sesuatu yang mempunyai makna bagi sesorang dan memberikan bukti terhadap apa yang dikatakan itu.

2. Tulisan yang baik selalu jelas, yaitu jika pembaca tulisan itu ditujukan dapat membacanya dengan kecepatan yang tepat dan menangkap maknanya sesudah itu berusaha dengan cara yang wajar.

3. Tulisan yang baik selalu baik dan utuh, yaitu jika pembaca dapat mengikutinya dengan mudah karena ia diorganisasikan dengan jelas menurut suatu perencanaan dan karena bagian-bagiannya dihubungkan satu dengan yang lain, baik dengan perataraan pola yang mendasarinya atau dengan kata atau prase penghubung.

4. Tulisan yang baik selalu ekonomis, yatu penulis tidak akan membiarkan pembaca hilang dengan sia-sia, sehingga membuang semua kata yang berlebihan dari tulisannya.

5. Tulisan yang baik selalu mengikuti kaidah gramatika, di sini biasa juga disebut tulisan yang menggunakan bahasa yang baku, yaitu bahasa yang dipakai oleh kebanyakan anggota masyarakat yang berpendidikan dan mengharapkan orang lain juga menggunakannya dalam komunikasi formal atau informal, khususnya yang dalam bentuk tulisan.

6. Tulisan yang baik selalu ada penyelesaian akhir. Jika semua ciri-ciri di atas telah terpenuhi, maka harus ada penyelesaian akhir dari tulisan tersebut.

Penyelesaian akhir berfungsi agar tulisan yang telah dihasilkan tidak mengambang sehingga membuat pembaca kecewa.

(25)

Tulisan yang baik adalah tulisan yang mampu menarik minak para pembaca untuk membaca tulisan tersebut. Menurut Tugino (2012), tips agar tulisan kita bagus, yaitu:

1. Pilihlah sebuah judul yang menarik 2. Telitilah bahan atau materi artikel 3. Original

4. Konsisten

5. Pemilihan keyword yang tepat 6. Saling terhubung

Setelah melihat ciri-ciri tulisan yang dikemukakan oleh beberapa ahli di atas,maka dapat disimpulkan bahwa penulisan yang baik sesuai kaidah dapat menciptakan komunikasi secara efektif antara penulis dan pembaca pembaca tulisan itu.

4. Pengertian puisi

Secara etomologis, kata puisi berasal dari bahasa yunani, poema yang berarti membuat, poetitis yang artinya perbuatan. Dalam bahasa inggris, puisi di ambil dari kata poem atau poetri. Dengan demikian puisi dapat diartikan sebagai membuat atau pembuatan. Dari berbagai literatur di temukan pula beberapa pengartian puisi yang dikemukakan oleh pakar. Ada yang sependapat ada pula yang berbeda pendapat.

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (1995) dikemukakan pengertian puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, mantra rima serta penyusunan larik dan bait.Sedangkan puisi bebas, adalah puisi yang tidak terikat oleh sejumlah larik dan bait serta jumlah suku kata di setiap larik.

(26)

Puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif) (Rimang 2011:31). Puisi adalah bentuk karya yang tersaji secara monolog, menggunakan kata-kata yang indah dn kaya akan makna Kosasih (2008:31). Aminuddin (2008:5), pengertian puisi adalah karya seseorang yang menciptakan dunianya sendiri. Lebih lanjut menurut Hakim (2006:14) bahwa puisi merupakan curahan perasaan seseorang yang dilahirkan melalui perantara bahasa yang artistik.

Menurur Sayuti (2003:3), secara sederhana puisi dapat dirumuskan sebagai

“sebentuk pengucapan bahasa yang memperhitungkan adanya aspek bunyi-bunyi

di dalamnya, yang mengungkapkan pengalaman imajinatif, emosional, dan intelektual penyair yang ditimba dari kehidupan indiidual dan sosialnya; yang diungkapkan dengan teknik pemilihan tertentu, sehingga puisi itu mampu membangkitkan pengalaman tertentu pula dalam arti pembaca atau pendengar- pendengarnya;.

Berdasarkan pendapat di atas dapat penulis disimpulkan, puisi adalah ungkapan isi pikiran, perasaan dan kehendak penulis yang disampaikan melalui bahasa iamjinasi yang diberi irama.

5. Tahap-tahap menulis puisi

Menurut Aminuddin (2008:23), langkah-langkah awal dalam penulisan puisi dapat dilakukan sebagai berikut:

1. Tentukan tema dan topiknya

(27)

Seandainya kamu ingin menulis puisi tema tertentu (keindahan, keTuhanan, dan kasih saying) yang diperhatikan adalah hal-hal yang berkaitan dengan hal yang akan kamu tulis. Jika bertema keindahan, topik-topiknya tentang gunung yang menghijau, laut biru, udara segar, matahari pagi yang cerah, dan suasananya.

2. Mengembangkan imajinasi

Setelah kamu menentukan topik, misalnya gunung, renungkanlah hal-hal yang terdapat dalam gunung tersebut, lalu membayangkan dan menghubung- hubungkannya dengan rasamu.

3. Menuangkan ide

Hasil imajinasi itulah yang kamu tulis dengan memperhatikan pilihan kata, majs, rima, atau ungkapan agar keindahan bahasa puisi yang kamu tulis dapat tercapai.

Biasanya judul puisi mengemukakan ide tentang sesuatu. Boleh tentang sesuatu yang terjadi, boleh nama orang, boleh nama tempat, boleh suatu benda atau boleh juga suatu waktu dan suatu masa.

6. Unsur-unsur puisi

Menurut Waluyo (dalam Kosasih, 2008:32), secara garis besar unsure- unsur puisi terbagi menjadi dua macam, yakni:

1. Unsur Fisik

a. D iksi (Pemilihan Kata)

Kata-kata yang digunakan dalam puisi merupakan hasil pemilihan yang sangat cermat. Kata-katanya merupakan hasil pertimbangan, baik makna,

(28)

susunan bunyinya, maupun hubungan kata-kata dengan kata-kata lain dalam baris dan baitnya.

b. Pengimajinasian

Pengimajinasian dapat didefinisikan sebagai kata atau susunan kata yang dapat menimbuljkan khayalan atau imajinasi.

c. Kata Konkret

Untuk membangkitkan imajinasi pembaca, kata-kata harus diperkonkret atau diperjelas. Jika penyair mahir memperkonkret kata, pembaca seolah- olah melihat, mendengar, atau merasakan apa yang dilukiskan oleh penyair.

d. Bahasa Figuratif (Majas)

Majas (figurative language) adalah bahasa yang digunakan oleh penyair untuk mengatakan sesuatu dengan membandingkan benda atau kata lain.

e. Rima/Ritma

Rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi.

f. Tata Wajah (Tifografi)

Tipografi merupakan pembeda yang penting antara puisi, prosa, dan drama. Larik-larik puisi tidak berbentuk paragraph, tetapi bait.

2. Unsur Batin a. Tema

Tema puisi merupakan gagasan utama penyair dalam puisinya.

b. Perasaan

Puisi merupakan karya sastra yang paling mewakili ekspresi perasaan penyair. Ekspresi dapat berupa kerinduan, kegelisahan, atau pengagungan kekasih, alam, atau Sang Khalik.

(29)

c. Nada dan Suasana

Dalam menulis puisi, penyair mempunayai sikap tertentu terhadap pembaca, antara lain menggurui, menasihati, mengejek, menyindir, atau bersikap lugas hanya menceritakan sesuatu kepada pembaca. Sikap penyair kepada pembaca disebut nada puisi. Adapun suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi. Suasana adalah akibat yang ditimbulkan oleh puisi terhadap jiwa pembaca.

7. Penilaian Menulis Puisi

Menurut Suhendi (carakaha.blogspot.com/2011/04), hal-hal yang dinilai pada penulisan puisi yaitu:

1. Isi

a) Selaras dengan tema : isi dari pada puisi tersebut hanya mengandung satu tema dan isinya tidak keluar dari tema.

b) Mengandung pesan, harapan aktual dan berguna : mampu menyatakan sesuatu pesan dan harapan bagi seseorang dan memberikan bukti terhadap yang ada dalam puisi tersebut c) Sesuai dengan jenisnya

d) Utuh dan tuntas : isi diorganisasikan dengan jelas menurut suatu perencanaan dan bagian-bagiannya dihubungkan satu dengan lainnya .

2. Diksi dan gaya bahasa

a) Mencerminkan kekayaan perbendaharaan kata : dalam puisi tersebut menggunakan berbagai kata-kata baik yang mengandung arti maupun mengandung nilai

b) Bervariatif dan sesuai dengan konteks : menggunakan ragam gaya bahasa yang sifatnya sebagai pendukung untuk memperjelas makna.

(30)

c) Menggunakan kata kiasan, unik, simbolis: kata-kata yang digunakan dalam puisi tersebut menggunakan kata konotasi d) Bergaya bahasa secara variatif: menggunakan gaya bahasa

yang beragam 3. Rima

a) Berima sesuai dengan criteria : irama puisi tersebut ditentukan atas golongan puisi tersebut apakah termasuk puisi modern puisi lama.

b) Terpola secara teratur :

c) Berirama secara variatif : mengandung paduan bunyi yang bervariatif sehingga mampu menumbuhkan kemerduan, kesan suasana serta nuansa makna tertentu

4. Struktur baris dan bait

a) Tersusun sesuai aturan : struktur baris dan bait tersusun dalam rangka mendukung satu kesatuan pokok pikiran

b) Terpola secara teratur dan konsisten : susunan baris dan bait itu selalu konsisten

8. Strategi Neighborhood Walk

Strategi ialah kegiatan yang diperoleh guru dalam proses mengajar dan belajar, yang dapat memberikan kemudahan atau fasilitas kepada para siswa menuju kepada pencapaian tujuan pengajaran (Tumpu, 1999:66)

Dalam bahasa Inggris, Neighborhood berarti lingkungan, walk berarti jalan. Jadi, strategi Neighborhood walk dalam menulis puisi yaitu menulis puisi sambil jalan-jalan di lingkungan sekitar.

Neighborhood walk merupakan strategi pembelajaran yang berupaya mengenalkan dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media dan sumber pembelajaran (Halimah, 14:2004). Strategi neighborhood walk menuntut aktivitas

(31)

belajar siswa secara aktif. Siswa dalam kegiatan belajar akan dibawa ke luar kelas (lingkungan) dan menjadikan lingkungan tersebut sebagai sumber, tempat, dan media belajar Prasetyo (dalam Halimah,2004).

Neighborhood walk sebagai suatu strategi pembelajaran dilandasi oleh teori konstruktivisme. Teori ini memandang bahwa anak belajar melalui interaksi dengan orang lain dan benda-benda atau objek yang ada di sekitarnya. Ketika anak berinteraksi, mereka membentuk pemahaman tentang bagaimana dunia atau ingkungan dan orang itu berinteraksi. Menurut Vigotsky (dalam Pranita, 2010) konstruktivisme sosial oleh adalah bahwa belajar bagi anak dilakukan dalam interaksi dengan lingkungan sosial maupun fisik.

Sagala (2003:88) mengemukakan bahwa konstruktivisme merupakan landasan perpikir pendekatan kontekstual, yaitu pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit) dan tidak dengan tiba-tiba. Esensinya adalah bahwa siswa harus menemukan dan mentransformasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain dan apabila dikehendaki informasi itu menjadi milik mereka sendiri. Dengan dasar ini pembelajaran harus menjadi proses mengonstruksi bukan menerima pengetahuan.

Dalam pandangan konstruktivisme, strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan.

Untuk itu, tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan: (1) menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa; (2) memberikan kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri; dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar.

(32)

Sebagai suatu strategi pembelajaran, neighborhood walk merupakan strategi pembelajaran yang didasari pembelajaran yang berpendekatan kontekstual. Belajar menulis puisi dengan memanfaatkan lingkungan merupakan cara belajar yang nyata, yang merupakan salah satu ciri pembelajaran dengan pendekatan konteksual.

Pembelajaran kontekstual adalah konsep pembelajaran yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Hal ini menurut Nurhadi dan Agus Gerrad Senduk (2003:31) dilakukan dengan melibatkan komponen utama pembelajaran kontekstual yang efektif meliputi konstruktivisne (contructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). Pembelajaran kontekstual tersebut dapat muncul dalam pembelajaran menulis puisi dengan strategi neighborhood walk.

Pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dengan penggunaan strategi neighborhood walk memerlukan panduan pelaksanaan pembelajaran. Panduan tersebut terbagi menjadi tiga bagian, yaitu (1) tahap penyusunan rencana pembelajaran, (2) taha pelaksanaan pembelajaran, dan (3) tahap pengevaluasian pembelajaran.

Dalam pelaksanaan pembelajaran, pembelajaran menulis puisi dengan strategi neihghborhood walk dipadukan dengan pendekatan proses dalam menulis.

Pendekatan proses dalam menulis adalah kegiatan menulis yang meliputi beberapa

(33)

tahap kegiatan. Suparno (2008:1.14) mengemukakan sebagai proses, menulis merupakan serangkaian aktivitas yang terjadi dan melibatkan beberapa fase yaitu fase prapenulis (persiapan), penulisan (pengembangan), dan pascapenulisan (telaah dan revisi atau penyempurnaan tulisan). Fase prapenulis, pada tahap ini kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa adalah menentukan objek pengamatan melalui curah pendapat. Setelah itu, guru mengajak siswa untuk berjalan-jalan ke luar ruangan (lingkungan sekitar sekolah) untuk melihat secara langsung objek yang akan menjadi sumber tulisan. Kemudian guru meminta siswa untuk mengidentifkasi dan mengelompokkan objek yang diamati pada format yang telah disediakan.

Fase penulisan, kegiatan pembelajaran adalah siswa mulai menulis puisi berdasarkan catatan kecil selama mengadakan perjalanan di luar kelas. Penulisan juga dengan memperhatikan unsur-unsur puisi. Setelah selesai menulis puisi, siswa kemudian membaca puisi yang telah dibuatnya, sedangkan temannya yang lain memberikan umpan balik.

Fase pascapenulisan, kegiatan ini terdiri atas dua bagian yaitu penyuntingan dan perbaikan (revisi). Tahap penyuntingan, yang dilakukan siswa adalah menemukan kesalahan yang ada pada puisi siswa lain. Pencarian dan pengoreksian kesalahan ditekankan pada unsur-unsur puisi. Kegiatan penyuntingan dilakukan antarsiswa. Kemudian secara individu, siswa menuliskan kembali tulisan yang telah melalui proses penyuntingan dengan memasukkan isi yang baru dan perubahan hasil penuntingan yang telah dilakukan oleh temannya.

Tahap terakhir adalah evaluasi, berisi kegiatan memeriksa kembali apakah pekerjaan siswa sudah selesai. Setelah itu, siswa memublikasikan puisinya yang

(34)

dibuatnya di depan kelas. Pemublikasian tulisan dilakukan dengan cara membacakannya di depan kelas dengan intonasi yang tepat dan jelas.

Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran menulis puisi dengan strategi neighborhood walk menggunakan evaluasi proses dan hasil. Evaluasi proses dilakukan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi dan portofolio. Sedangkan penilaian hasil dilakukan dengan cara menilai aspek-aspek pembentuk puisi. Untuk memudahkan pelaksanaan evaluasi hasil, digunakan pedoman penilaian hasil tulisan berupa laporan siswa.

B. Kerangka Pikir

Berdasarkan kajian pustaka yang mendasari PTK ini, maka disusunlah kerangka fikir penelitian ini yaitu pembelajaran keterampilan bersastra terutama pembelajaran keterampilan menulis puisi di SMP dengan menggunakan strategi neihghborhood walk. Guna mencapai tujuan tersebut diperlukan bahan pembelajaran yang disertai dengan penerapan strategi neihghborhood walk.

Penerapan strategi neihghborhood walk ini diyakini dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi bagi siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tombolopao Kabupaten Gowa khususnya dalam pembelajaran berbicara.

Melalui penerapan strategi neihghborhood walk proses belajar mengajar dilakukan melalui beberapa langkah agar dapat menggunakan strategi ini secara efektif maka ada beberapa tahap atau langkah-langkah yang harus dilakukan oleh siswa yaitu: Guru menyajikan materi secukupnya, siswa menentukan objek (lingkungan pengamatan), menentukan tema, topik dan judul berdasarkan objek, siswa dan guru mengadakan perjalanan mengelilingi lingkungan sekolah dengan

(35)

membuat catatan-catatan kecil setiap hal yang dianggap menarik. Setelah kegiatan mengelilingi lingkungan sekolah selesai, siswa kembali masuk ke kelas menulis sebuah puisi berdasarkan objek yang diamati.

Dengan menggunakan langkah-langkah strategi neihghborhood walk maka peserta didik mampu menulis puisi, meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa serta meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa. Bagan kerangka fikir penerapan strategi neihghborhood walk adalah sebagai berikut.

Bagan Kerangka Pikir Kemampuan

Mendengarkan

Kemampuan Berbicara

Kemampuan Membaca

Kemampuan Menulis

Penerapan strategi neihghborhood walk

Analisis

Kemampuan Menulis Puisi Siswa Meningkat Pembelajaran Bahasa

Indonesia KTSP

2006

(36)

C. Hipotesis Tindakan

Adapun hipotesis tindakan pada penelitian ini adalah jika strategi neihghborhood walk diterapkan, kemampuan menulis puisi siswa kelas VII SMPN 6 Tombolopao Kabupaten Gowa dapat meningkat.

(37)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang sering disebut Classroom Action Research. Jenis penelitian ini mampu menawarkan cara dan prosedur guru untuk memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme guru dalam proses belajar mengajar di kelas dengan melihat berbagai indikator keberhasilan, proses dan hasil pembelajaran yang terjadi pada siswa. Jenis Penilitian Tindakan Kelas (PTK) yang digunakan pada penelitian ini adalah model penelitian tindakan kelas yang dikemukakan oleh Arikunto, dkk. (2008:16), yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refkleksi.

B. Lokasi dan Subjek Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 6 Tombolopao Semester Genap Tahun Pelajaran 2012/2013. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada bulan April sampai Juni 2013.

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tombolopao Tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 19 siswa, 6 laki-laki dan 13 perempuan.

C. Fokus Penelitian

Karena input dari penelitian ini adalah siswa, maka peneliti akan meneliti peningkatan kemampuan menulis puisi melalui penerapan strategi neigborhood walk siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tombolopao Kabupaten gowa. Selama ini hasil kemampuan menulis puisi siswa tidak mencapai nilai KKM yang diharapkan

23

(38)

guru karena kurang tepatnya strategi pembelajaran yang digunakan guru dalam mengajar.

D. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian ini dilakukan berdasarkan model penelitian tindakan kelas yang dikemukakan oleh Arikunto, dkk. (2008:16), yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refkleksi. Pelaksanaan penelitian berlangsung dalam bentuk siklus. Pelaksaan penelitian ini dapat dilihat pada gambar 1.

Perencanaan

Pelakanaan

SIKLUS I

Pengamatan Refleksi

Perencanaan

SIKLUS

II

Pelaksanaan

Pengamatan Refleksi

Mengalami Peningkatan

(39)

Keterangan gambar

1. Perancanaan: Menyusun rencana tindakan yang dikembangkan dalam pembelajaran. Pembelajaran ini disusun secara refleksi untuk mengantisifasi berbagai pengaruh yang timbul di lapangan, sehingga penelitian dapat dilaksanakan secara reflektif dan kolaboratif antara peneliti dan guru kelas.

2. Tindakan: Peraktek pembelajaran nyata berdasarkan rencana tindakan yang telah disusun bersama peneliti dan guru sebelumnya. Tindakan ini dimasukkan untuk memperbaiki keadaan atau kegiatan pembelajaran di kelas yang belum sesuai dengan yang diharapkan.

3. Observasi: Tahap observasi adalah mengamati seluruh proses tindakan dan pada saat selesai tindakan, fokus observasi adalah aktivitas guru dan siswa.

Aktivitas guru dapat diamati mulai pada awal pembelajaran, saat pembelajaran dan akhir pembelajaran.

4. Refleksi: Dilakukan untuk mengkaji dan merenungkan kembali informasi awal berkenaan dengan adanya ketidak sesuaian dengan praktek pembelajaran.

Tujuannya untuk merumuskan formulasi awal yang kemudian akan dituangkan kedalam rencana awal tindakan. Refleksi berikutnya dilakukan pada setiap akhir pelaksanaan tindakan. Refleksi lanjutan ini dilakukan secara bersama (kolaboratif) antara peneliti dan guru, untuk menemukan bahan perbaikan untuk rencana tindakan selanjutnya.

(40)

Siklus I

Pada siklus ini langkah awal yang akan dilakukan adalah menyiapkan materi pelajaran yang akan diajarkan.

1. Tahap Perencanaan (Planning) a. Melakukan observasi di kelas VII

b. Melakukan kurikulum SMP Negeri 6 Tombolopao

c. Melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing atau guru mata pelajaran yang bersangkutan mengenai rencana teknis penelitian.

d. Membuat perangkat pembelajaran untuk setiap pertemuan yang meliputi perencanaan pelaksanaan pembelajaran (RPP)

e. Membuat lembaran observasi untuk mengamati kondisi pembelajaran di dalam dan luar kelas ketika pelaksanaan pembelajaran berlangsung.

f. Lembar kegiatan siswa.

2. Tahap Tindakan

Pada tahap ini dilakukan tindakan yakni penerapan strategi neihghborhood walk.

a. Mengimplementasikan tindakan sesuai dengan perencanaan awal.

b. Memberikan tugas membuat puisi.

3. Observasi dan Evaluasi

Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah mengamati setiap aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi yang memuat faktor yang diamati, yaitu :

a. Siswa yang hadir saat proses pembelajaran berlangsung

(41)

b. Siswa yang aktif pada saat pembahasan materi.

c. Siswa yang mengerjakan latihan soal tepat pada waktunya.

d. Siswa yang masih perlu bimbingan dalam mengerjakan soal.

e. Siswa yang aktif bertanya.

f. Siswa yang melakukan kegiatan lain saat pembelajaran berlangsung g. Siswa yang sering keluar masuk kelas.

4. Tahap Refleksi

Hasil yang diperoleh pada tahap observasi dan evaluasi, selanjutnya dikumpulkan dan dievaluasi. Refleksi yang dimaksud adalah pengkajian terhadap keberhasilan atau kegagalan pencapaian tujuan sementara. Hasil analisis data yang dilaksanakan pada tahap ini akan dipergunakan sebagai acuan untuk menentukan tindakan pada siklus berikutnya dalam rangka pencapaian tujuan akhir. Untuk itu, refleksi dalam penelitian ini akan dilakukan setiap akhir tindakan dan akhir siklus.

Siklus II

1. Tahap Perencanaan (Planning)

a. Melanjutkan tahap perencanaan yang telah dilakukan pada siklus I.

b. guru menyusun rencana baru untuk ditindak lanjuti, antara lain mengawasi siswa lebih tegas lagi dan memberikan arahan atau motivasi kepada siswa yang kurang memperhatikan pelajaran atau tidak aktif

2. Tahap Tindakan

Pada tahap ini dilakukan tindakan yakni penerapan strategi neihghborhood walk.

a. Melanjutkan strategi neihghborhood walk.

(42)

b. Siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas diberikan bimbingan secara langsung.

3. Observasi dan Evaluasi

Tahap observasi siklus II ini adalah melanjutkan kegiatan pada siklus I yang dilaksanakan pada saat proses belajar mengajar.

4. Tahap Refleksi

Pada tahap refleksi umumnya langkah-langkah yang dilakukan pada siklus II seperti halnya yang dilakukan pada siklus I yaitu:

a. Menilai dan mengamati perkembangan hasil belajar siswa dan nilai tes akhir siklus II.

b. Mengamati dan mencatat perkembangan-perkembangan atau hal-hal yang dialami oleh siswa selama berlangsungnya proses belajar mengajar.

c. Menarik beberapa kesimpulan dari hasil analisis refleksi dan keseluruhan data yang telah diperoleh selama dua siklus.

E. Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini digunakan 2 macam instrumen penilitian, yaitu:

1. Observasi

Observasi atau pengamatan dilakukan untuk mengamati kesesuaian antara pelaksanaan tindakan dan perencanaan yang telah disusun dan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan tindakan dapat menghasilkan perubahan yang sesuai dengan yang dikehendaki. Pedoman observasi bertujuan untuk memperhatikan

(43)

aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Adapun tabel instrumen lembar observasi yaitu sebagai berikut:

Tabel 1. Instrumen Lembar Observasi

No. Uraian Kegiatan

Pertemuan Rata-

rata Persentase I II III IV

1

Siswa yang hadir saat proses pembelajaran berlangsung

2 Siswa yang aktif pada saat pembahasan materi.

3

Siswa yang mengerjakan latihan soal tepat pada waktunya.

4

Siswa yang masih perlu bimbingan dalam mengerjakan soal.

5 Siswa yang aktif bertanya.

6

Siswa yang melakukan kegiatan lain saat

pembelajaran berlangsung 7 Siswa yang sering keluar

masuk kelas.

2. Portofolio

Portofolio yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kumpulan semua hasil kegiatan menulis puisi yang telah dilakukan oleh siswa yang diberikan setiap selesai siklus.

(44)

Tabel 2. Intrumen Lembar Penilain Menulis Puisi Siswa

Aspek Penilaian Skor Kriteria Penilaian

ISI 25 Amat Baik: Selaras dengan tema, mengandung pesan, harapan aktual dan berguna, sesuai dengan jenisnya, utuh dan tuntas

20 Baik: Cukup selaras dengan tema, Cukup mengandung pesan, harapan cukup aktual dan cukup berguna, Cukup sesuai dengan jenisnya, utuh dan tuntas

15 Cukup Baik: Kurang selaras dengan tema, sedikit mengandung pesan, harapan kurang aktual dan berguna, kurang utuh dan tuntas

10 Kurang: Tidak selaras dengan tema, tidak mengandung pesan, harapan tidak aktual dan tidak berguna, tidak sesuai dengan jenisnya, tidak utuh dan tidak tuntas

DIKSI DAN GAYA BAHASA

25 Amat Baik: Mencerminkan kekayaan perbendaharaan kata, Bervariatif dan sesuai dengan konteks, Menggunakan kata kiasan, unik, simbolis, Bergaya bahasa secara variatif

20 Baik: Cukup mencerminkan perbendaharaan kata, Cukup bervariatif dan sesuai dengan konteks, cukup menggunakan kata kiasan, unik, simbolis, cukup bergaya bahasa secara variatif

15 Cukup Baik: Kurang mencerminkan kekayaan perbendaharaan kata, kurang bervariatif dan kurang sesuai dengan konteks, kurang menggunakan kata kiasan, unik, simbolis, Kurang bergaya bahasa secara variatif

10 Kurang: Tidak mencerminkan kekayaan

(45)

perbendaharaan kata, Tidak bervariatif dan tidak sesuai dengan konteks, tidak menggunakan kata kiasan, unik, simbolis, Tidak bergaya bahasa secara variatif

RIMA 25 Amat Baik: Berima sesuai dengan kriteria, Terpola secara teratur, Berirama secara variatif

20 Baik: Rima cukup sesuai dengan kriteria, Pola cukup teratur, Irama cukup variatif

15 Cukup Baik: Rima kurang sesuai dengan kriteria, Pola kurang teratur, Irama kurang variatif

10 Kurang: Rima tidak sesuai dengan kriteria, Pola tidak teratur, Irama tidak variatif

STRUKTUR BARIS DAN

BAIT

25 Amat Baik: Tersusun sesuai aturan, Terpola secara teratur dan konsisten

20 Baik; Cukup tersusun sesuai aturan, Pola cukup teratur dan konsisten

15 Cukup Baik: Kurang tersusun sesuai aturan, Pola kurang teratur dan tidak konsisten

10 Kurang: Tidak tersusun sesuai aturan, Pola tidak teratur dan tidak konsisten

F. Teknik Pengumpulan Data

Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui tes dengan memberikan tugas menulis puisi dan pedoman observasi. Observasi dilakukan untuk mengamati latar dan suasana berlangsungnya tindakan pembelajaran menulis puisi melalui strategi neighborhood walk. Aspek-aspek yang diamati berupa butir-butir sasaran observasi, yaitu:

a. Siswa yang hadir saat proses pembelajaran berlangsung

(46)

b. Siswa yang aktif pada saat pembahasan materi.

c. Siswa yang mengerjakan latihan soal tepat pada waktunya.

d. Siswa yang masih perlu bimbingan dalam mengerjakan soal.

e. Siswa yang aktif bertanya.

f. Siswa yang melakukan kegiatan lain saat pembelajaran berlangsung g. Siswa yang sering keluar masuk kelas.

G. Teknik Analisis Data

Adapun tehnik analisis data dalam penelitian ini adalah:

a. Analisis secara kualitatif artinya data yang diperoleh dari pelaksanaan observasi akan di analisis secara kualitatif.

b. Analisis secara kuantitatif artinya data hasil belajar bahasa Indonesia siswa akan dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif.

Statistik deskriptif dimaksudkan untuk mendeskripsikan secara verbal tentang kemampuan menulis puisi siswa setelah diadakan tes. Adapun statistik deskriptif yang dimaksud adalah sebagai berikut dengan rumus:

ℎ 100%

Selanjutnya data ditafsirkan menggunakan tingkat penguasaan sebagai berikut :

(47)

Table 3. Data Tingkat Penguasaan Menulis Puisi Siswa

No. Interval Tingkat Penguasaan

1. 90% - 100% Baik sekali

2. 80% - 89% Baik

3. 70% - 79% Cukup

4. < 70% Kurang

Tarigan (1990 : 155) Keterangan :

 Kategori sangat baik, apabila tingkat penguasaan siswa mencapai minimal 90 %.

 Kategori baik, apabila tingkat penguasaan siswa mencapai 80% - 89%

 Kategori cukup, apabila tingkat penguasaan siswa mencapai 70%- 79%

 Kategori kurang, apabila tingkat penguasaan siswa mencapai

<70%

Skor hasil belajar selanjutnya dianalisis dengan menggunakan penilaian norma absolut dengan skala lima norma absolut Nurkancana dalam (Warniati, 2005) yaitu sebagai berikut :

(48)

Tabel 4. Persentase skor dan kategori hasil belajar berdasarkan skala lima norma absolut.

No. Persentase Skala/Tingkat Penguasaan Kategori 1.

2.

3.

4.

5.

90–100 80–89 65–79 55–64 0–54

Sangat Tinggi Tinggi

Sedang Rendah

Sangat Rendah Sumber : Nurkancana (1986)

H. Indikator Keberhasilan Penelitian

Indikator keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas (classroom action research) ini adalah setelah diterapkan strategi neighborhood walk, maka kualitas menulis puisi mengalami peningkatan. Kualitas ini ditandai dengan terjadinya peningkatan keaktifan fisik, keaktifan mental sedangkan kualitas kemampuan siswa dalam menyelesaikan menulis puisi ditandai dengan meningkatkan skor rata rata dengan memperhatikan ketuntasan belajar siswa. Adapun teknik analisis kualitatif akan digunakan kategori ketuntasan belajar siswa dapat dikategorikan yaitu seorang siswa disebut telah tuntas hasil belajarnya bila 75% siswa telah mencapai nilai minimum 70 dari nilai maksimum 100.

(49)

BAB IV

DATA PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Data Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus pada siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tombolopao Kabupaten Gowa, semester II tahun pelajaran 2012/2013.

Setiap siklus terdiri dari empat kali pertemuan pembelajaran dan diakhiri dengan tes akhir siklus. Metode pelaksanaannya mengikuti prinsip kerja PTK yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.

Data hasil penelitian berupa nilai hasil belajar yang diperoleh melalui instrumen tes, pada akhir siklus I dan II, sedangkan data observasi berupa aktivitas belajar siswa selama pembelajaran berlangsung diperoleh dengan menggunakan instrumen observasi model ekslusif. Data tersebut ditabulasikan lalu diskoring dan dihitung nilai frekuensi dan persentasenya yang secara detail dapat dilihat pada lembar lampiran hasil penelitian.

1. Data Penelitian Siklus I

a. Tahap Perencanaan (Planning) 1) Melakukan observasi di kelas VII.

2) Menelaah kurikulum SMP Negeri 6 Tombolopao.

3) Melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing atau guru mata pelajaran yang bersangkutan mengenai rencana teknis penelitian.

4) Membuat perangkat pembelajaran untuk setiap pertemuan yang meliputi perencanaan pelaksanaan pembelajaran (RPP). Lampiran I

35

(50)

5) Membuat lembaran observasi untuk mengamati kondisi pembelajaran di kelas ketika pelaksanaan pembelajaran berlangsung. Lampiran II

6) Lembar kegiatan siswa,

b. Tahap tindakan

Pada tahap ini dilakukan tindakan yakni penggunaan strategi pembelajaran neighborhood walk dalam kelas.

1) Guru menyajikan materi secukupnya,

2) siswa menentukan objek (lingkungan pengamatan), menentukan tema, topik dan judul berdasarkan objek,

3) siswa dan guru mengadakan perjalanan mengelilingi lingkungan sekolah dengan membuat catatan-catatan kecil setiap hal yang dianggap menarik.

4) siswa kembali masuk ke kelas menulis sebuah puisi berdasarkan objek yang diamati.

5) Guru memberikan evaluasi.

6) Guru bersama murid menyimpulkan materi pelajaran.

7) Guru menutup pelajaran c. Tahapan Observasi

Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah mengamati setiap aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi. Hasil observasi murid dapat dilihat pada tabel di berikut ini.

(51)

Tabel 5. Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa pada Siklus I No. Uraian Kegiatan

Pertemuan Rata-

rata Persentase I II III IV

1

Siswa yang hadir saat proses pembelajaran berlangsung

15 15 16 18 16,00 84,21

2 Siswa yang aktif pada saat

pembahasan soal. 7 7 8 10 8,00 42,11

3

Siswa yang mengerjakan latihan soal tepat pada waktunya.

10 12 12 15 12,25 64,47

4

Siswa yang masih perlu bimbingan dalam mengerjakan soal.

11 9 9 8 9,25 48,68

5 Siswa yang aktif bertanya. 5 7 8 8 7 36,84

6

Siswa yang melakukan kegiatan lain saat

pembelajaran berlangsung

8 6 5 4 5,75 30,26

7 Siswa yang sering keluar

masuk kelas. 6 4 3 3 4 21,05

Berdasarkan data pada tabel di atas diperoleh gambaran mengenai aktivitas belajar siswa pada siklus I, dimana dari 19 siswa, siswa yang hadir saat proses pembelajaran berlangsung rata-rata 16,00 atau sebesar 84,21%, siswa yang aktif pada saat pembahasan soal rata-rata 8,00 atau sebesar 42,11%, siswa yang mengerjakan latihan soal tepat pada waktunya rata-rata 12,25 atau sebesar 64,47%, siswa yang masih perlu bimbingan dalam mengerjakan soal rata-rata 9,25

(52)

atau sebesar 48,68%, siswa yang aktif bertanya rata-rata 7,00 atau sebesar 36,85%, siswa yang melakukan kegiatan lain saat pembelajaran berlangsung rata- rata 5,75 atau sebesar 30,26%, dan siswa yang sering keluar masuk kelas rata-rata 4,00 atau sebesar 21,05%.

Adapun nilai tes hasil belajar menulis puisi siswa SMP Negeri 6 Tombolopao Kabupaten Gowa, setelah pembelajaran melalui strategi neighborhood walk pada siklus I secara detail dapat dilihat pada lampiran 3.1.

Selanjutnya, jika nilai hasil belajar tersebut dikelompokkan berdasarkan skala deskriptif maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase nilai hasil belajar sebagaimana disajikan pada tabel berikut.

Tabel 6. Distribusi Frekuensi dan Persentase Nilai Hasil Belajar Menulis Puisi Siklus I

No. Tingkat Penguasaan Kategori Frekuensi Persentase

1. 90–100 Sangat Tinggi - -

2. 80–89 Tinggi 1 5,26

3. 65–79 Sedang 4 21,05

4. 55–64 Rendah 4 21,05

5. 0–54 Sangat Rendah 10 52,64

Jumlah 19 100

Keterangan :

 Kategori sangat rendah, apabila nilai hasil belajar menulis puisi siswa berada pada interval nilai 0 - 59.

(53)

 Kategori rendah, apabila apabila nilai hasil belajar menulis puisi siswa berada pada interval nilai 60 - 69.

 Kategori sedang, apabila nilai hasil belajar menulis puisi siswa berada pada interval nilai 70 - 79.

 Kategori tinggi, apabila nilai hasil belajar menulis puisi siswa berada pada interval nilai 80 - 89.

 Kategori sangat tinggi, apabila nilai hasil belajar menulis puisi siswa berada pada interval nilai 90 - 100.

Berdasarkan data pada tabel 6 di atas, dapat dikemukakan bahwa dari 19 siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tombolopao Kabupaten Gowa 10 siswa atau 52,64% hasil belajarnya dalam kategori sangat rendah, 4 siswa atau 21,05% nilai hasil belajarnya berada dalam kategori rendah, 4 siswa atau 21,05% nilai hasil belajarnya dalam kategori sedang, 1 siswa atau 5,26% nilai hasil belajarnya dalam kategori tinggi, tak seorang pun siswa yang nilai hasil belajarnya berada dalam sangat tinggi.

Untuk melihat persentase ketuntasan belajar menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tombolopao Kabupaten Gowa setelah diterapkan strategi neighborhood walk pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 7 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Menulis Puisi Siswa pada Siklus I

Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

0–69 Tidak tuntas 15 78,95

70–100 Tuntas 4 21,05

Gambar

Tabel 2. Instrumen Lembar Penilaian Menulis Puisi Siswa........................ 30 Table 3
Tabel 1. Instrumen Lembar Observasi
Tabel 2.  Intrumen Lembar Penilain Menulis Puisi Siswa
Table 3. Data Tingkat Penguasaan Menulis Puisi Siswa
+7

Referensi

Dokumen terkait

Simpulan Berdasarkan hasil penelitian pengembangan dan pembahasan media pembelajaran video animasi teks laporan hasil observasi kelas VII SMP Ahmad Dahlan Kota Jambi, dapat