ADAPTASI
Lingkungan merupakan suatu sistem kompleks yang berada diluar individu yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dari
organisme.
Lingkungan digolongkan atas lingkungan
abiotik dan biotik. Lingkungan abiotik terdiri
dari suhu, udara, cahaya, atmosfer, unsur hara, mineral, air, tanah, api, dan lainnya. Sedangkan lingkungan biotik terdiri dari makhluk hidup
diluar lingkungan abiotik seperti manusia, hewan, dan tumbuhan.
Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021
Lingkungan bersifat dinamis dalam artian berubah- ubah setiap waktu (misal : pasang dan surut, musim kemarau dan penghujan, dan lain-lain). Perubahan tersebut akan berbeda-beda menurut waktu, tempat dan keadaan organisme itu sendiri. Dengan adanya
perubahan-perubahan tersebut maka organisme akan terpengaruh dan untuk dapat atau memungkinkan
hidup, organisme akan melakukan adaptasi.
Adaptasi adalah setiap bentuk dari organisme atau bagiannya yang memungkinkan organisme itu hidup pada keadaan lingkungan tertentu (Penyesuaian diri terhadap perubahan lingkungan hidupnya).
Adaptasi juga bermakna setiap sifat atau bagian yang dimiliki organisme yang berfaedah bagi kelanjutan
hidupnya pada perubahan keadaan di sekeliling habitatnya.
Adaptasi dikatakan juga merupakan
kemampuan individu untuk mengatasi keadaan lingkungan dan merupakan sumber-sumber
alam lebih baik untuk mempertahankan hidupnya dalam relung yang diduduki.
Ini berarti bahwa setiap organisme mempunyai sifat adaptasi untuk hidup pada berbagai macam keadaan lingkungan
Jadi adaptasi adalah kemampuan individu
untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.
Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021
Setiap individu dalam suatu ekosistem akan mengalami adaptasi terhadap
lingkungannya yang telah berubah
Pengertian mengenai adaptasi dapat
bersifat Dinamik yang merupakan suatu proses penyesuaian diri kepada suatu proses, dalam rangka penyesuaian diri kepada suatu sistem, istilah lain yang mirip dengan pengertian ini adalah
perubahan yang bersifat responsif.
Klasifikasi
Adaptasi
Morfologi Fisiologi
Tingkah Laku
Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021
Adaptasi Morfologi
Penyesuaian makhluk hidup
melalui perubahan bentuk organ tubuh untuk kelangsungan
hidupnya.
Bentuk Paruh Burung
Paruh bebek berbentuk melebar dan
memiliki gerigi untuk menyaring makanan dari air atau lumpur.
Paruh elang tajam, kuat, runcing, agak membengkok untuk mengoyak makanan berupa daging.
Paruh ayam pendek, tebal dan runcing
untuk mematuk makanan berupa biji-bijian.
Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021
Bentuk Paruh Burung
Paruh pelikan panjang dan berkantung besar pada bagian bawah untuk menyimpan ikan.
Paruh kolibri panjang, kecil, dan runcing untuk mengambil madu dari bunga.
Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021
Tipe Mulut Serangga
Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021
Tumbuhan Hidrofit
Habitat di air
Berdaun lebar dan tipis
Lapisan kutikula yang tipis dan mudah ditembus air.
Contoh: teratai
Tumbuhan Xerofit
Habitat di daerah sedikit air Berdaun tebal dan berduri
untuk mengurangi penguapan Memiliki lapisan lilin tebal
Contoh: kaktus
Adaptasi Fisiologi
Penyesuaian makhluk hidup
melalui fungsi kerja organ-organ tubuh untuk bisa bertahan hidup.
Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021
Sistem Pencernaan Khusus pada hewan Ruminansia
Hewan
Ruminansia
(pemakan rumput) memiliki rute
pencernaan dan enzim khusus untuk mencerna rumput-rumputan yang selnya
berdinding sel selulosa.
TUMBUHAN BERBUNGA MENGHASILKAN MADU
Tumbuhan berbunga yang penyerbukkannya memerlukan bantuan serangga biasanya akan menghasilkan madu untuk menarik perhatian serangga.
Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021
Adaptasi Tingkah Laku
Penyesuaian tingkah laku makhluk hidup terhadap lingkungan tempat
hidupnya
MIMIKRI
Mimikri adalah perubahan warna kulit hewan sesuai lingkungan tempat ia tinggal.
Apabila bunglon tinggal di daun yang hijau, tubuhnya akan berwarna hijau seperti daun.
Hal ini menyebabkan bunglon terhindar dari pemangsanya.
Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021
autotomi
Autotomi adalah pemutusan bagian tubuh pada hewan untuk menjaga dirinya dari serangan musuh.
Contohnya pada cecak, ekornya yang lepas akan bergerak sehingga perhatian pemangsa beralih ke ekor tersebut dan cecak dapat
menyelamatkan diri dari pemangsa.
Hibernasi
Pada musim dingin
banyak hewan berdarah panas membutuhkan energi tambahan untuk menjaga suhu tubuhnya, tetapi makanan sangat langka.
Mereka melakukan hibernasi adalah tidur panjang pada musim dingin.
Misalnya pada tikus, landak, beruang dan lain-lain
Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021
Estivasi
Hewan yang hidup di daerah gurun dan pada musim kemarau bisa mengalami
kekurangan air . Mereka melakukan estivasi yaitu tidur panjang di musim kemarau.
Misalnya pada kadal, katak, keong, dan lain- lain
Perilaku
Reproduksi
Dalam perilaku reproduksi, biasanya seekor hewan jantan bertarung dengan jantan lain, agar dapat menguasai si betina dan dapat melakukan perkawinan untuk berkembang biak.
Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021
Munculnya Paus ke Permukaan Air
Paus merupakan hewan mamalia yang hidup di air.
Mereka bernapas dengan paru-paru. Untuk menghirup udara yang mengandung oksigen, hewan tersebut
muncul ke permukaan air.
Pengeluaran Cairan Tinta
Cumi-cumi dan gurita akan menyemprotkan tintanya dan berenang menjauh jika dalam keadaan bahaya.
Hal ini dilakukan untuk mengecoh lawan sehingga lawan tidak bisa mengetahui keberadaannya karena lingkungan sekitarnya menjadi gelap.
Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021
SUKSESI
Komunitas yang terdiri dari berbagai populasi bersifat dinamis dalam interaksinya yang berarti dalam ekosistem mengalami perubahan
sepanjang masa.
Perkembangan ekosistem menuju kedewasaan dan keseimbangan dikenal sebagai suksesi
ekologis atau suksesi.
Suksesi terjadi sebagai akibat dari modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau
ekosistem.
Proses suksesi berakhir dengan sebuah
komunitas atau ekosistem klimaks atau telah tercapai keadaan seimbang (homeostatis).
Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021
Di alam ini terdapat dua macam suksesi,
yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder
Contoh yang terdapat di Indonesia adalah terbentuknya suksesi di Gunung Krakatau yang pernah meletus pada tahun 1883.
Di daerah bekas letusan gunung Krakatau mula-mula muncul pioner berupa lumut kerak (liken) serta tumbuhan lumut yang tahan
terhadap penyinaran matahari dan kekeringan.
Tumbuhan perintis itu mulai mengadakan pelapukan pada daerah permukaan lahan, sehingga terbentuk tanah sederhana.
Bila tumbuhan perintis mati maka akan mengundang datangnya pengurai.
Zat yang terbentuk karena aktivitas penguraian bercampur dengan hasil pelapukan lahan membentuk tanah yang lebih kompleks
susunannya.
Dengan adanya tanah ini, biji yang datang dari luar daerah dapat tumbuh dengan subur. Kemudian rumput yang tahan kekeringan pun tumbuh.
Bersamaan dengan itu tumbuhan herba pun tumbuh menggantikan tanaman pioner dengan menaunginya.
Kondisi demikian tidak menjadikan pioner subur tapi sebaliknya.
Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021
Sementara itu, rumput dan belukar dengan akarnya yang kuat terus mengadakan pelapukan lahan.
Bagian tumbuhan yang mati diuraikan oleh jamur sehingga keadaan tanah menjadi lebih tebal.
Kemudian semak tumbuh. Tumbuhan semak menaungi rumput dan belukar maka terjadilah kompetisi.
Lama kelamaan semak menjadi dominan kemudian pohon mendesak tumbuhan belukar sehingga
terbentuklah hutan. Saat itulah ekosistem disebut mencapai kesetimbangan atau dikatakan ekosistem
mencapai klimaks, yakni perubahan yang terjadi sangat kecil sehingga tidak banyak mengubah ekosistem itu.
Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021
FAKTOR-FAKTOR
PEMBATAS
Antara organisme dan lingkungan terjalin hubungan yang erat dan bersifat timbal balik. Tanpa lingkungan organisme tak mungkin ada dan sebaliknya tanpa organisme
lingkungan tak berarti apa-apa.
Ada persyaratan dalam mengatur kehidupan organisme
pertama adalah lingkungan itu harus dapat mencukupi kebutuhan minimum dari kehidupan.
kedua adalah lingkungan itu tidak dapat mempengaruhi hal yang bertentangan dengan kehidupan organisme.
Semua hewan dan tumbuhan cenderung untuk tumbuh reproduksi dan mati, sampai dikurangi oleh pengaruh lingkungan atau faktor yang mula-mula menghentikan pertumbuhan dan penyebaran dari organisme, hal inilah yang disebut faktor pembatas.
Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021
Hukum Minimum Liebieg
Dalam keadaan tertentu, suatu organisme harus
memiliki bahan-bahan yang penting yang diperlukan untuk pertumbuhan dan berkembang biak agar dapat bertahan dan hidup.
Kebutuhan dasar atau keperluan dasar dari organisme sangatlah bervariasi antara jenis dan keadaan.
“Dengan kondisi yang mantap, bahan penting yang tersedia berada dalam jumlah yang paling mendekati minimum yang diperlukan “ disebut dengan pembatas (Justus Van Liebieg, 1840) yang dikenal dengan
“Hukum Minimum Liebieg” atau dengan kata lain,
“pertumbuhan suatu tanaman/organisme tergantung pada jumlah bahan makanan yang disediakan baginya dalam jumlah minimum”.
Contoh untuk perairan :
Pada suatu danau kadar CO
2merupakan faktor pembatas, maka produktivitas akan seimbang dengan kadar CO
2yang tersedia, apabila
cahaya, nitrogen dan air cukup tersedia.
Apabila di suatu tempat terjadi angin ribut, maka kadar CO
2akan berubah diikuti oleh zat-zat lain, maka dalam hal ini produktivitas tidak hanya
bergantung pada kadar CO
2saja, tetapi juga unsur-unsur lain yang keseimbangannya
berubah
Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021
Hukum Toleransi Shelford
Kehadiran dan keberhasilan suatu organisme untuk bertahan dan hidup tergantung pula kepada lengkapnya kebutuhan yang diperlukan, termasuk unsur-unsur lingkungan yang kompleks.
Ketiadaan dan kegagalan suatu organisme dapat dikendalikan oleh kekurangan atau kelebihan secara kualitatif atau kuantitatif dari pada salah satu atau
beberapa faktor yang mungkin mendekati batas-batas toleransi organisme tersebut.
Suatu faktor atau beberapa faktor tersebut dikatakan penting apabila pada suatu waktu tertentu faktor-faktor itu sangat mempengaruhi hidup dan perkembangan tumbuh-tumbuhan, karena terdapat dalam batas minimum, maksimum dan
optimum menurut batas-batas toleransi dari tumbuhan tersebut. Dan dikenal dengan “Hukum Toleransi Shelford” (V.E. Shelford, 1913).
Dengan kata lain “ organisme memiliki minimum, maksimum ekologis dengan kisaran diantaranya merupakan batas-batas toleransi”.
Faktor pembatas sebetulnya melibatkan keadaan kurang atau lebih misalnya temperatur, cahaya dan pH yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat merupakan faktor pembatas
Contoh :
Untuk menyatakan derajat toleransi sering dipakai istilah : steno (sempit) dan euri (luas)
Misal : stenohaline eurihaline steno thermal eurithermal, dsb Contoh pada telur ikan salmon :
Berkembang 0 – 12 0C Optimum 4 0C
Kategori stenothermal
Contoh pada katak :
Berkembang 0 – 300C Optimum 22 0C Kategori eurithermal
Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021
Konsep Gabungan dari Faktor Pembatas
Keadaan yang bagaimanapun yang mendekati atau melampaui batas-batas toleransi dinamakan sebagai yang membatasi atau faktor pembatas.
Jadi organisme dapat dikendalikan di alam oleh
pertama, jumlah dan keanekaragaman material dimana
terdapat suatu kebutuhan minimum dan faktor-faktor fisik yang kritis.
kedua, batas-batas toleransi organismemya sendiri terhadap keadaan tersebut dan komponen-komponen lingkungan lainnya.
Jika suatu organisme mempunyai batas toleransi yang lebar untuk suatu faktor yang relatif mantap dan dalam jumlah yang sedang dalam lingkungannya, faktor itu tidak mungkin membatasi. Sebaliknya, apabila suatu organisme diketahui mempunyai batas-batas toleransi tertentu untuk suatu faktor yang juga beragam dalam lingkungannya, maka faktor tersebut pantas untuk dikaji dengan cermat, karena mungkin membatasi.
Misal : kadar O
2yang banyak dan konstan
terdapat di udara, maka O
2bukan merupakan faktor pembatas untuk organisme daratan
Tetapi di ekosistem perairan, kadar O
2sering
berubah-ubah dan dalam konsentrasi yang kecil maka oksigen merupakan faktor pembatas
untuk organisme perairan
Keterangan : Gambar-gambar dari Internet
Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021
Faktor pembatas pada ekosistem akuatik
☼ Temperatur / suhu :
air mempunyai sifat sebagai stabilisator temperatur karena sifatnya yg bipolar (dua kutub).
Walaupun temperatur air kurang bervariasi tetapi tetap merupakan faktor limit karena organisme air daerah toleransinya sempit (stenotermal).
Perubahan temperatur akan mengubah pola sirkulasi, stratifikasi dan gas terlarut sehingga akan sangat
mempengaruhi kehidupan dalam air.
Badan air yg besar dapat mempengaruhi iklim daerah sekitar, karena air merupakan stabilisator temperatur.
Suhu (temperatur), dimana organisme pada ekosistem perairan lebih sempit toleransinya daripada organisme daratan yang ekivalen misalnya invertebrata air dan invertebrata darat, dsb
☼ Transpirasi
Daya tembus cahaya dalam air dipengaruhi oleh zat yg terlarut dan tersuspensi.
Cahaya yg menembus air akan berkurang intensitasnya dan berubah komposisi spektrumnya sesuai dengan
kedalaman.
Cahaya merah hanya dapat menembus 4 m, sedang biru dapat sampai 70 m.
☼ Turbiditas / kekeruhan
sangat dipengaruhi oleh banyak sedikitnya lumpur dan pasir halus dalam air. Sering merupakan faktor limit.
Apabila kekeruhan dan warna air disebabkan oleh organisme hidup, dapat dipakai sebagai indikasi produktivitas perairan.
Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021
☼ Arus
Dapat merupakan faktor limit yg penting terutama di sungai. Arus juga dapat mempengaruhi distribusi gas terlarut, garam, dan
makanan serta organisme dalam air.
Arus dapat berfungsi sebagai faktor pembatas, misalnya perbedaan organisme di sungai dan danau. Organisme yang hidup di sungai akan mampu hidup di arus yang deras dengan penyesuaian secara morfologi dan fisiologinya. Artinya punya toleransi terhadap
derasnya arus.
☼ Gas terlarut dalam air
Keadaan yg mempengaruhi kelarutan gas dalam air yaitu :
temperatur
konsentrasi garam terlarut (mengurangi kelarutan gas dalam air)
kelembaban udara (kelarutan gas besar pada udara kering) derajat kejenuhan
gerakan air (makin cepat, kelarutan gas makin besar)
Gas-gas atmosfir, misal kelarutan gas O2, CO2 dan lainnya yang dapat diperoleh oleh organisme perairan sangat bervariasi dari waktu ke waktu, dari tempat satu ke tempat lainnya, karena
kelarutennya dipengaruhi oleh misalnya suhu dan kadar garam.
☼ Oksigen terlarut
Sumber oksigen terlarut dalam air adalah ;
udara melalui difusi dan agitasi (pergerakan) air
Fotosintesis, yg dipengaruhi oleh : densitas tanaman, banyaknya cahaya, dan lama penyimpanan. Dalam air terdapat oxygen pulse karena adanya perbedaan kecepatan fotosintesis siang dan malam.
Pengurangan oksigen terlarut dapat dipengaruhi oleh :
respirasi organisme
penguraian zat organik oleh mikroorganisme.
Banyaknya oksigen yg digunakan
mikroorganisme dan untuk oksidasi senyawa organik dalam air diketahui dengan mengukur atau uji BOD.
reduksi oleh gas lain
pelepasan oksigen terlarut secara otomatis yg dipengaruhi temperatur dan derajat
kejenuhan
adanya zat besi, maka oksigen akan dipakai untuk oksidasi
Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021
☼ Karbondioksida terlarut berasal dari :
udara (sangat sedikit)
air tanah
dekomposisi zat organik
respirasi organisme
dari senyawa kimia dalam air [Ca(HCO3)2, Mg(HCO3)2]
☼ Garam biogenik dalam air
Hampir pada semua ekosistem air tawar, nitrat dan fosfat merupakan faktor limit.
☼ Na dan K
Na dan K biasanya terdapat dalam konsentrasi kecil
☼ Ca dan Mg
Merupakan ion-ion terbanyak dalam air tawar. Ca banyak dalam bentuk karbonat. Mg penting untuk pembentukan klorofil.
☼ Fosfor
terdapat dalam bentuk fosfat. Sering merupakan faktor kritis karena penting untuk transfer energi (ATP).