• Tidak ada hasil yang ditemukan

Isu seputar istilah "ADAPT"

N/A
N/A
Dodi Tri Putra Sitompul 2004113327

Academic year: 2023

Membagikan "Isu seputar istilah "ADAPT""

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

ADAPTASI

(2)

Lingkungan merupakan suatu sistem kompleks yang berada diluar individu yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dari

organisme.

Lingkungan digolongkan atas lingkungan

abiotik dan biotik. Lingkungan abiotik terdiri

dari suhu, udara, cahaya, atmosfer, unsur hara, mineral, air, tanah, api, dan lainnya. Sedangkan lingkungan biotik terdiri dari makhluk hidup

diluar lingkungan abiotik seperti manusia, hewan, dan tumbuhan.

Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021

(3)

Lingkungan bersifat dinamis dalam artian berubah- ubah setiap waktu (misal : pasang dan surut, musim kemarau dan penghujan, dan lain-lain). Perubahan tersebut akan berbeda-beda menurut waktu, tempat dan keadaan organisme itu sendiri. Dengan adanya

perubahan-perubahan tersebut maka organisme akan terpengaruh dan untuk dapat atau memungkinkan

hidup, organisme akan melakukan adaptasi.

Adaptasi adalah setiap bentuk dari organisme atau bagiannya yang memungkinkan organisme itu hidup pada keadaan lingkungan tertentu (Penyesuaian diri terhadap perubahan lingkungan hidupnya).

Adaptasi juga bermakna setiap sifat atau bagian yang dimiliki organisme yang berfaedah bagi kelanjutan

hidupnya pada perubahan keadaan di sekeliling habitatnya.

(4)

Adaptasi dikatakan juga merupakan

kemampuan individu untuk mengatasi keadaan lingkungan dan merupakan sumber-sumber

alam lebih baik untuk mempertahankan hidupnya dalam relung yang diduduki.

Ini berarti bahwa setiap organisme mempunyai sifat adaptasi untuk hidup pada berbagai macam keadaan lingkungan

Jadi adaptasi adalah kemampuan individu

untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.

Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021

(5)

Setiap individu dalam suatu ekosistem akan mengalami adaptasi terhadap

lingkungannya yang telah berubah

Pengertian mengenai adaptasi dapat

bersifat Dinamik yang merupakan suatu proses penyesuaian diri kepada suatu proses, dalam rangka penyesuaian diri kepada suatu sistem, istilah lain yang mirip dengan pengertian ini adalah

perubahan yang bersifat responsif.

(6)

Klasifikasi

Adaptasi

Morfologi Fisiologi

Tingkah Laku

Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021

(7)

Adaptasi Morfologi

Penyesuaian makhluk hidup

melalui perubahan bentuk organ tubuh untuk kelangsungan

hidupnya.

(8)

Bentuk Paruh Burung

Paruh bebek berbentuk melebar dan

memiliki gerigi untuk menyaring makanan dari air atau lumpur.

Paruh elang tajam, kuat, runcing, agak membengkok untuk mengoyak makanan berupa daging.

Paruh ayam pendek, tebal dan runcing

untuk mematuk makanan berupa biji-bijian.

Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021

(9)

Bentuk Paruh Burung

Paruh pelikan panjang dan berkantung besar pada bagian bawah untuk menyimpan ikan.

Paruh kolibri panjang, kecil, dan runcing untuk mengambil madu dari bunga.

(10)

Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021

(11)
(12)

Tipe Mulut Serangga

Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021

(13)

Tumbuhan Hidrofit

Habitat di air

Berdaun lebar dan tipis

Lapisan kutikula yang tipis dan mudah ditembus air.

Contoh: teratai

Tumbuhan Xerofit

Habitat di daerah sedikit air Berdaun tebal dan berduri

untuk mengurangi penguapan Memiliki lapisan lilin tebal

Contoh: kaktus

(14)

Adaptasi Fisiologi

Penyesuaian makhluk hidup

melalui fungsi kerja organ-organ tubuh untuk bisa bertahan hidup.

Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021

(15)

Sistem Pencernaan Khusus pada hewan Ruminansia

Hewan

Ruminansia

(pemakan rumput) memiliki rute

pencernaan dan enzim khusus untuk mencerna rumput-rumputan yang selnya

berdinding sel selulosa.

(16)

TUMBUHAN BERBUNGA MENGHASILKAN MADU

Tumbuhan berbunga yang penyerbukkannya memerlukan bantuan serangga biasanya akan menghasilkan madu untuk menarik perhatian serangga.

Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021

(17)

Adaptasi Tingkah Laku

Penyesuaian tingkah laku makhluk hidup terhadap lingkungan tempat

hidupnya

(18)

MIMIKRI

 Mimikri adalah perubahan warna kulit hewan sesuai lingkungan tempat ia tinggal.

 Apabila bunglon tinggal di daun yang hijau, tubuhnya akan berwarna hijau seperti daun.

 Hal ini menyebabkan bunglon terhindar dari pemangsanya.

Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021

(19)

autotomi

 Autotomi adalah pemutusan bagian tubuh pada hewan untuk menjaga dirinya dari serangan musuh.

 Contohnya pada cecak, ekornya yang lepas akan bergerak sehingga perhatian pemangsa beralih ke ekor tersebut dan cecak dapat

menyelamatkan diri dari pemangsa.

(20)

Hibernasi

Pada musim dingin

banyak hewan berdarah panas membutuhkan energi tambahan untuk menjaga suhu tubuhnya, tetapi makanan sangat langka.

Mereka melakukan hibernasi adalah tidur panjang pada musim dingin.

Misalnya pada tikus, landak, beruang dan lain-lain

Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021

(21)

Estivasi

Hewan yang hidup di daerah gurun dan pada musim kemarau bisa mengalami

kekurangan air . Mereka melakukan estivasi yaitu tidur panjang di musim kemarau.

Misalnya pada kadal, katak, keong, dan lain- lain

(22)

Perilaku

Reproduksi

Dalam perilaku reproduksi, biasanya seekor hewan jantan bertarung dengan jantan lain, agar dapat menguasai si betina dan dapat melakukan perkawinan untuk berkembang biak.

Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021

(23)

Munculnya Paus ke Permukaan Air

Paus merupakan hewan mamalia yang hidup di air.

Mereka bernapas dengan paru-paru. Untuk menghirup udara yang mengandung oksigen, hewan tersebut

muncul ke permukaan air.

(24)

Pengeluaran Cairan Tinta

Cumi-cumi dan gurita akan menyemprotkan tintanya dan berenang menjauh jika dalam keadaan bahaya.

Hal ini dilakukan untuk mengecoh lawan sehingga lawan tidak bisa mengetahui keberadaannya karena lingkungan sekitarnya menjadi gelap.

Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021

(25)

SUKSESI

(26)

Komunitas yang terdiri dari berbagai populasi bersifat dinamis dalam interaksinya yang berarti dalam ekosistem mengalami perubahan

sepanjang masa.

Perkembangan ekosistem menuju kedewasaan dan keseimbangan dikenal sebagai suksesi

ekologis atau suksesi.

Suksesi terjadi sebagai akibat dari modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau

ekosistem.

Proses suksesi berakhir dengan sebuah

komunitas atau ekosistem klimaks atau telah tercapai keadaan seimbang (homeostatis).

Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021

(27)

Di alam ini terdapat dua macam suksesi,

yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder

(28)

Contoh yang terdapat di Indonesia adalah terbentuknya suksesi di Gunung Krakatau yang pernah meletus pada tahun 1883.

Di daerah bekas letusan gunung Krakatau mula-mula muncul pioner berupa lumut kerak (liken) serta tumbuhan lumut yang tahan

terhadap penyinaran matahari dan kekeringan.

Tumbuhan perintis itu mulai mengadakan pelapukan pada daerah permukaan lahan, sehingga terbentuk tanah sederhana.

Bila tumbuhan perintis mati maka akan mengundang datangnya pengurai.

Zat yang terbentuk karena aktivitas penguraian bercampur dengan hasil pelapukan lahan membentuk tanah yang lebih kompleks

susunannya.

Dengan adanya tanah ini, biji yang datang dari luar daerah dapat tumbuh dengan subur. Kemudian rumput yang tahan kekeringan pun tumbuh.

Bersamaan dengan itu tumbuhan herba pun tumbuh menggantikan tanaman pioner dengan menaunginya.

Kondisi demikian tidak menjadikan pioner subur tapi sebaliknya.

Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021

(29)

Sementara itu, rumput dan belukar dengan akarnya yang kuat terus mengadakan pelapukan lahan.

Bagian tumbuhan yang mati diuraikan oleh jamur sehingga keadaan tanah menjadi lebih tebal.

Kemudian semak tumbuh. Tumbuhan semak menaungi rumput dan belukar maka terjadilah kompetisi.

Lama kelamaan semak menjadi dominan kemudian pohon mendesak tumbuhan belukar sehingga

terbentuklah hutan. Saat itulah ekosistem disebut mencapai kesetimbangan atau dikatakan ekosistem

mencapai klimaks, yakni perubahan yang terjadi sangat kecil sehingga tidak banyak mengubah ekosistem itu.

(30)

Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021

(31)

FAKTOR-FAKTOR

PEMBATAS

(32)

Antara organisme dan lingkungan terjalin hubungan yang erat dan bersifat timbal balik. Tanpa lingkungan organisme tak mungkin ada dan sebaliknya tanpa organisme

lingkungan tak berarti apa-apa.

Ada persyaratan dalam mengatur kehidupan organisme

pertama adalah lingkungan itu harus dapat mencukupi kebutuhan minimum dari kehidupan.

kedua adalah lingkungan itu tidak dapat mempengaruhi hal yang bertentangan dengan kehidupan organisme.

Semua hewan dan tumbuhan cenderung untuk tumbuh reproduksi dan mati, sampai dikurangi oleh pengaruh lingkungan atau faktor yang mula-mula menghentikan pertumbuhan dan penyebaran dari organisme, hal inilah yang disebut faktor pembatas.

Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021

(33)

Hukum Minimum Liebieg

Dalam keadaan tertentu, suatu organisme harus

memiliki bahan-bahan yang penting yang diperlukan untuk pertumbuhan dan berkembang biak agar dapat bertahan dan hidup.

Kebutuhan dasar atau keperluan dasar dari organisme sangatlah bervariasi antara jenis dan keadaan.

“Dengan kondisi yang mantap, bahan penting yang tersedia berada dalam jumlah yang paling mendekati minimum yang diperlukan “ disebut dengan pembatas (Justus Van Liebieg, 1840) yang dikenal dengan

Hukum Minimum Liebieg” atau dengan kata lain,

pertumbuhan suatu tanaman/organisme tergantung pada jumlah bahan makanan yang disediakan baginya dalam jumlah minimum”.

(34)

Contoh untuk perairan :

Pada suatu danau kadar CO

2

merupakan faktor pembatas, maka produktivitas akan seimbang dengan kadar CO

2

yang tersedia, apabila

cahaya, nitrogen dan air cukup tersedia.

Apabila di suatu tempat terjadi angin ribut, maka kadar CO

2

akan berubah diikuti oleh zat-zat lain, maka dalam hal ini produktivitas tidak hanya

bergantung pada kadar CO

2

saja, tetapi juga unsur-unsur lain yang keseimbangannya

berubah

Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021

(35)

Hukum Toleransi Shelford

Kehadiran dan keberhasilan suatu organisme untuk bertahan dan hidup tergantung pula kepada lengkapnya kebutuhan yang diperlukan, termasuk unsur-unsur lingkungan yang kompleks.

Ketiadaan dan kegagalan suatu organisme dapat dikendalikan oleh kekurangan atau kelebihan secara kualitatif atau kuantitatif dari pada salah satu atau

beberapa faktor yang mungkin mendekati batas-batas toleransi organisme tersebut.

Suatu faktor atau beberapa faktor tersebut dikatakan penting apabila pada suatu waktu tertentu faktor-faktor itu sangat mempengaruhi hidup dan perkembangan tumbuh-tumbuhan, karena terdapat dalam batas minimum, maksimum dan

optimum menurut batas-batas toleransi dari tumbuhan tersebut. Dan dikenal dengan “Hukum Toleransi Shelford” (V.E. Shelford, 1913).

Dengan kata lain “ organisme memiliki minimum, maksimum ekologis dengan kisaran diantaranya merupakan batas-batas toleransi”.

(36)

Faktor pembatas sebetulnya melibatkan keadaan kurang atau lebih misalnya temperatur, cahaya dan pH yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat merupakan faktor pembatas

Contoh :

Untuk menyatakan derajat toleransi sering dipakai istilah : steno (sempit) dan euri (luas)

Misal : stenohaline eurihaline steno thermal eurithermal, dsb Contoh pada telur ikan salmon :

Berkembang 0 – 12 0C Optimum 4 0C

Kategori stenothermal

Contoh pada katak :

Berkembang 0 – 300C Optimum 22 0C Kategori eurithermal

Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021

(37)

Konsep Gabungan dari Faktor Pembatas

Keadaan yang bagaimanapun yang mendekati atau melampaui batas-batas toleransi dinamakan sebagai yang membatasi atau faktor pembatas.

Jadi organisme dapat dikendalikan di alam oleh

pertama, jumlah dan keanekaragaman material dimana

terdapat suatu kebutuhan minimum dan faktor-faktor fisik yang kritis.

kedua, batas-batas toleransi organismemya sendiri terhadap keadaan tersebut dan komponen-komponen lingkungan lainnya.

Jika suatu organisme mempunyai batas toleransi yang lebar untuk suatu faktor yang relatif mantap dan dalam jumlah yang sedang dalam lingkungannya, faktor itu tidak mungkin membatasi. Sebaliknya, apabila suatu organisme diketahui mempunyai batas-batas toleransi tertentu untuk suatu faktor yang juga beragam dalam lingkungannya, maka faktor tersebut pantas untuk dikaji dengan cermat, karena mungkin membatasi.

(38)

Misal : kadar O

2

yang banyak dan konstan

terdapat di udara, maka O

2

bukan merupakan faktor pembatas untuk organisme daratan

Tetapi di ekosistem perairan, kadar O

2

sering

berubah-ubah dan dalam konsentrasi yang kecil maka oksigen merupakan faktor pembatas

untuk organisme perairan

Keterangan : Gambar-gambar dari Internet

Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021

(39)

Faktor pembatas pada ekosistem akuatik

☼ Temperatur / suhu :

air mempunyai sifat sebagai stabilisator temperatur karena sifatnya yg bipolar (dua kutub).

Walaupun temperatur air kurang bervariasi tetapi tetap merupakan faktor limit karena organisme air daerah toleransinya sempit (stenotermal).

Perubahan temperatur akan mengubah pola sirkulasi, stratifikasi dan gas terlarut sehingga akan sangat

mempengaruhi kehidupan dalam air.

Badan air yg besar dapat mempengaruhi iklim daerah sekitar, karena air merupakan stabilisator temperatur.

Suhu (temperatur), dimana organisme pada ekosistem perairan lebih sempit toleransinya daripada organisme daratan yang ekivalen misalnya invertebrata air dan invertebrata darat, dsb

(40)

☼ Transpirasi

Daya tembus cahaya dalam air dipengaruhi oleh zat yg terlarut dan tersuspensi.

Cahaya yg menembus air akan berkurang intensitasnya dan berubah komposisi spektrumnya sesuai dengan

kedalaman.

Cahaya merah hanya dapat menembus 4 m, sedang biru dapat sampai 70 m.

☼ Turbiditas / kekeruhan

sangat dipengaruhi oleh banyak sedikitnya lumpur dan pasir halus dalam air. Sering merupakan faktor limit.

Apabila kekeruhan dan warna air disebabkan oleh organisme hidup, dapat dipakai sebagai indikasi produktivitas perairan.

Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021

(41)

☼ Arus

Dapat merupakan faktor limit yg penting terutama di sungai. Arus juga dapat mempengaruhi distribusi gas terlarut, garam, dan

makanan serta organisme dalam air.

Arus dapat berfungsi sebagai faktor pembatas, misalnya perbedaan organisme di sungai dan danau. Organisme yang hidup di sungai akan mampu hidup di arus yang deras dengan penyesuaian secara morfologi dan fisiologinya. Artinya punya toleransi terhadap

derasnya arus.

☼ Gas terlarut dalam air

Keadaan yg mempengaruhi kelarutan gas dalam air yaitu :

temperatur

konsentrasi garam terlarut (mengurangi kelarutan gas dalam air)

kelembaban udara (kelarutan gas besar pada udara kering) derajat kejenuhan

gerakan air (makin cepat, kelarutan gas makin besar)

Gas-gas atmosfir, misal kelarutan gas O2, CO2 dan lainnya yang dapat diperoleh oleh organisme perairan sangat bervariasi dari waktu ke waktu, dari tempat satu ke tempat lainnya, karena

kelarutennya dipengaruhi oleh misalnya suhu dan kadar garam.

(42)

☼ Oksigen terlarut

Sumber oksigen terlarut dalam air adalah ;

udara melalui difusi dan agitasi (pergerakan) air

Fotosintesis, yg dipengaruhi oleh : densitas tanaman, banyaknya cahaya, dan lama penyimpanan. Dalam air terdapat oxygen pulse karena adanya perbedaan kecepatan fotosintesis siang dan malam.

Pengurangan oksigen terlarut dapat dipengaruhi oleh :

respirasi organisme

penguraian zat organik oleh mikroorganisme.

Banyaknya oksigen yg digunakan

mikroorganisme dan untuk oksidasi senyawa organik dalam air diketahui dengan mengukur atau uji BOD.

reduksi oleh gas lain

pelepasan oksigen terlarut secara otomatis yg dipengaruhi temperatur dan derajat

kejenuhan

adanya zat besi, maka oksigen akan dipakai untuk oksidasi

Nur El Fajri Smt Gnp 2020-2021

(43)

☼ Karbondioksida terlarut berasal dari :

udara (sangat sedikit)

air tanah

dekomposisi zat organik

respirasi organisme

dari senyawa kimia dalam air [Ca(HCO3)2, Mg(HCO3)2]

☼ Garam biogenik dalam air

Hampir pada semua ekosistem air tawar, nitrat dan fosfat merupakan faktor limit.

☼ Na dan K

Na dan K biasanya terdapat dalam konsentrasi kecil

☼ Ca dan Mg

Merupakan ion-ion terbanyak dalam air tawar. Ca banyak dalam bentuk karbonat. Mg penting untuk pembentukan klorofil.

☼ Fosfor

terdapat dalam bentuk fosfat. Sering merupakan faktor kritis karena penting untuk transfer energi (ATP).

Referensi

Dokumen terkait