Laporan Kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2015 menggambarkan capaian kinerja pada tahun 2015 dibandingkan dengan tujuan yang telah ditetapkan pada awal tahun, beserta analisisnya. Laporan Kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2015 merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Maksud dan Tujuan
Tugas dan Fungsi KKP
Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan; dan kelompok jabatan fungsional serta didukung oleh 14 UPT. Pusat Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan; dan kelompok jabatan fungsional serta didukung oleh 19 UPT.
Keragaan SDM KKP
Pegawai KKP tersebar di 10 satuan kerja Tingkat I dengan komposisi pegawai sebagai berikut: Sekretariat Jenderal 595 orang. Selain itu, komposisi jumlah pegawai KKP menurut tingkat pendidikan adalah sebagai berikut: S-3 175 orang atau 1,61%;
Potensi dan Permasalahan Pembangunan KP
Potensi
Data produksi pakan pelet mandiri saat ini tercatat sebesar 35.000 ton dari 1,3 juta ton (2,7%) total pakan ikan yang digunakan untuk menghasilkan 2,6 juta ton ikan air tawar. Diperkirakan pada tahun 2019, dengan target produksi ikan air tawar sebesar 6,5 juta ton, dapat dihasilkan pakan pelet mandiri sebanyak 592 ribu ton dari 5,92 juta ton (10%) dari total kebutuhan pakan.
Permasalahan
- Sistematika Penyajian Laporan Kinerja
- VISI
- MISI
- TUJUAN
Kedaulatan yaitu mewujudkan pembangunan kelautan dan perikanan yang berdaulat, mendukung kemandirian perekonomian dengan menjaga sumber daya kelautan dan perikanan, serta mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan. Sejahtera yaitu terciptanya masyarakat kelautan dan perikanan yang sejahtera, maju, mandiri dan berkepribadian berbudaya.
BAB II
Menerjemahkan arahan presiden tersebut, KKP telah menyusun Rencana Strategis KKP 2015-2019 melalui Peraturan Kementerian KP nomor 45 Tahun 2015 tentang Perubahan Peraturan Kementerian KP nomor 25 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Kementerian KP. KKP 2015-2019. Salah satu misi pembangunan nasional terkait pembangunan kelautan dan perikanan adalah menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang mandiri, maju, tangguh, dan berlandaskan kepentingan nasional.
PERENCANAAN KINERJA
SASARAN STRATEGIS
Stakeholder Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan.. terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan target sebesar 70%. pada tahun 2015 menjadi 87% pada tahun 2019.
12 ] Laporan Kinerja KKP 2015
Penetapan Kinerja KKP Tahun 2015
14 ] Laporan Kinerja KKP 2015
Tujuan program adalah mewujudkan pemanfaatan wilayah laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil secara tertib dan berkelanjutan, dengan tujuan untuk meningkatkan persentase pemanfaatan sumber daya kelautan, pesisir, dan pulau-pulau kecil. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kepatuhan dan ketertiban pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan, dengan tujuan memastikan perairan Indonesia bebas dari IUU fishing dan kegiatan yang merusak sumber daya kelautan dan perikanan. Tujuan dari program ini adalah untuk mempersiapkan ilmu pengetahuan, pengetahuan dan teknologi sebagai landasan kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan, dengan tujuan untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan oleh para pemangku kepentingan.
Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan.
16 ] Laporan Kinerja KKP 2015
Pengukuran Kinerja KKP Tahun 2015
Capaian kinerja KKP pada tahun 2015 tergolong baik, hal ini ditandai dengan tercapainya NPSS (Strategic Target Achievement Value) pada sistem BSC dengan nilai sebesar 110,84%. Dalam mengelola kinerjanya, KKP telah menggunakan BSC sebagai alatnya dan didukung dengan sistem pelaporan melalui www.kinerjaku.kkp.go.id.
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Tidak tercapainya SS dalam terwujudnya pengelolaan SDKP yang partisipatif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan disebabkan oleh tidak tercapainya empat indikator.
20 ] Laporan Kinerja KKP 2015
22 ] Laporan Kinerja KKP 2015
Analisis dan Evaluasi Kinerja
Pengukuran capaian kinerja KKP dimulai secara berurutan dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, perspektif proses internal, perspektif pelanggan, dan perspektif pemangku kepentingan. Untuk keperluan KKP, indeks kompetensi dan integritas pegawai tahun 2015 adalah seperti tabel di bawah ini. Jika kita bandingkan realisasi sebesar 92,33% dengan tujuan jangka menengah sebesar 94%, maka untuk mencapai nilai tersebut hanya diperlukan sedikit peningkatan seperti peningkatan kompetensi pegawai dan pencapaian kinerja individu, kondisi ini berimplikasi pada... kompetensi dan integritas ASN. di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah berorientasi pada peraturan yang ada.
Indikator Persentase unit kerja yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan terstandar merupakan indikator baru.
24 ] Laporan Kinerja KKP 2015
Sasaran Strategis: Terkelolanya Anggaran Pembangunan Secara Efisien dan
Nilai kinerja anggaran diperoleh dengan menghitung aspek pelaksanaan yang terdiri dari penyerapan anggaran, konsistensi, pencapaian produk dan tingkat efisiensi. Nilai kinerja aspek manfaat diperoleh dari hasil perkalian nilai hasil pengukuran prestasi dan bobot kinerja aspek manfaat. Penyampaian capaian produksi secara berkala (bulanan) dari seluruh Satuan Kerja pengelola APBN KKP pada tahun berjalan.
Pada tahun 2015, KKP mendapatkan Opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan dengan paragraf penjelasan mengenai laporan keuangan tahun buku 2014.
26 ] Laporan Kinerja KKP 2015
Berlakunya Peraturan Menteri KP No. 1 Tahun 2015 yaitu pembatasan penangkapan tiga jenis ikan penting perikanan yaitu Lobster Panulirus spp., Kepiting (Scyla spp.), dan Kepiting (Portunus pelagicus spp.). Telah terbit Peraturan Menteri KP Nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Trawl dan Jaring Sinyal di WPP Republik Indonesia. Terbitnya Peraturan Menteri KP nomor 4 Tahun 2015 tentang Larangan Penangkapan Ikan di WPP-NRI 714 (Laut Banda) pada bulan Oktober s.d.
Pada tahun 2015, telah dilakukan penanaman jalur pantai sepanjang 2,64 km, rekayasa hibrida sepanjang 14,16 km, dan penanaman 3,6 juta batang mangrove melalui pelaksanaan rehabilitasi kawasan pesisir Pantura Jawa.
28 ] Laporan Kinerja KKP 2015
Konservasi jenis hiu ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 59/PERMEN-KP/2014 tentang Larangan Keluaran Hiu Koboi (Carcharhinus longimanus) dan Hiu Martil (Sphyrna spp.) dari Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Republik Indonesia ke luar wilayah Negara Republik Indonesia. Untuk tujuan tersebut digunakan 2 (dua) indikator untuk mengukur keberhasilan. 1) Persentase penyelesaian tindak pidana KP secara bertanggung jawab dan tepat waktu. Dibandingkan target tahun 2019 sebesar 87%, pencapaian tahun 2015 sebesar 82,35% menunjukkan bahwa target kepatuhan hingga periode renstra sangat mungkin tercapai.
Pada tahun 2015, operasional kapal pengawasan terkait Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dilakukan di seluruh WPP-NRI dengan rata-rata 277 hari berlayar di Wilayah Barat dan 257 hari berlayar di Wilayah Timur.
30 ] Laporan Kinerja KKP 2015
Pembinaan juga dilakukan terhadap 1.488 Pokmaswas dan dilantik 60 PPNS Perikanan serta 100 Polsus PWP3K. 2) Jumlah pulau-pulau kecil mandiri (PPK). Pulau-pulau mandiri merupakan pulau-pulau kecil yang berupaya memanfaatkan potensi kelautan dan perikanan yang ada melalui pengembangan sentra kelautan dan perikanan terpadu berbasis pulau-pulau kecil, sehingga diharapkan dapat menciptakan peluang investasi, meningkatkan produksi perikanan tangkap, meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah khususnya di pulau-pulau kecil, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pulau-pulau kecil. Kegiatan yang telah dilakukan CCP untuk membentuk PPK mandiri adalah pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di wilayah PPK dan/atau perbatasan yang melibatkan seluruh Eselon I CCP, kementerian/lembaga lain, daerah. pemerintah, BUMN dan masyarakat.
WPP 718 meliputi wilayah Laut Aru, Laut Arafuru, dan Laut Tomini Bagian Timur yang pengelolaannya telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 54 Tahun 2014 tentang Rencana Pengelolaan WPPNRI 718.
32 ] Laporan Kinerja KKP 2015
34 ] Laporan Kinerja KKP 2015
Skema kredit program yang dapat digunakan untuk perikanan adalah Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). 3) Produksi perikanan (dalam jutaan ton). Dibandingkan produksi perikanan tahun 2014, produksi perikanan tahun 2015 meningkat sebesar 13%, dan dibandingkan target produksi akhir RPJMN tahun 2019 sebesar 39,97 juta ton, pencapaian saat ini mencapai 60,02%. Pengelolaan perikanan hasil tangkapan sampingan lebih menekankan pada pengendalian dan keberlanjutan, sehingga peran akuakultur menjadi jantung dalam upaya menggandakan produksi perikanan secara nasional.
Selama periode 2011-2015, produksi perikanan budidaya menunjukkan tren positif dengan rata-rata peningkatan sebesar 22,17%.
36 ] Laporan Kinerja KKP 2015
Produksi sementara budidaya perikanan pada tahun 2015 masih didominasi oleh rumput laut yaitu sebesar 11,68 juta ton atau mencapai 66,87% dari total produksi budidaya, sedangkan ikan mencapai 28,95%… dan udang sebesar 4,18% dari total produksi. Dari target produksi garam lokal sebesar 3,3 juta ton, mampu menghasilkan 2,92 juta ton pada akhir masa tanam tahun 2015 (mencapai 88,35% dari target). Meskipun produksi garam rakyat pada tahun ini tidak tercapai, namun jumlahnya dibandingkan realisasi tahun 2014 mengalami peningkatan yaitu dari 2,5 juta ton pada tahun 2014, pada tahun 2015 menjadi 2,9 juta ton atau meningkat sebesar 16%.
Nilai ekspor produk perikanan mengalami penurunan sebesar 14,87% pada tahun 2015 dibandingkan nilai ekspor tahun 2014 yang mencapai 4,64 miliar USD.
38 ] Laporan Kinerja KKP 2015
Secara kumulatif, nilai ekspor produk perikanan Indonesia periode Januari-Desember 2015 sebesar US$3,95 miliar (data sementara sampai dengan Desember 2015) atau 67,41%. Pasar AS diduga kuat terkena dampak berkurangnya pasokan bahan baku produk tuna Thailand dari Indonesia. Pasca moratorium izin kapal eks asing, pasokan ikan Indonesia ke Thailand turun tajam. menunjukkan bahwa impor ikan Thailand dari Indonesia setelah Moratorium Kapal Eks Asing berjumlah kurang dari 10.000 ton per bulan, sedangkan impor ikan Thailand dari Indonesia sebelum kebijakan ini rata-rata di atas 17.000 ton.
Jika kita bandingkan pencapaian nilai ekspor produk perikanan tahun 2015 dengan target jangka menengah tahun 2019, maka keadaan tahun 2015 mencapai 41,4% dari target.
40 ] Laporan Kinerja KKP 2015
Pada tahun 2015, target konsumsi ikan nasional ditetapkan sebesar 40,9 kg/kapita. Realisasi sementara konsumsi ikan nasional sebesar 41,11 kg/kapita atau 100,51%. Kinerja tersebut pada tahun 2015 meningkat sebesar 7,79% dibandingkan konsumsi ikan nasional pada tahun 2014 yaitu sebesar 38,14 kg/kapita. Pada tahun 2015, tingkat konsumsi ikan di seluruh provinsi di Indonesia melebihi 20 kg/kapita.
Kampanye Gemarikan terus dilakukan terutama di daerah yang konsumsi ikannya masih rendah. B.
42 ] Laporan Kinerja KKP 2015
Misalnya dengan disahkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 75 Tahun 2015 tentang “Jenis dan Tarif Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Kelautan dan Perikanan” pada 7 Oktober 2015. PP Baru No. Hal ini menggantikan PP Nomor 58 Tahun 2002 tentang PNBP Bidang Penelitian Kelautan dan Perikanan serta PP Nomor 19 Tahun 2006 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 60 Tahun 2002 tentang PNPB Bidang Kelautan dan Perikanan. Sejahtera artinya pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan adalah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Dalam kaitan ini, PKC senantiasa memberikan perhatian penuh kepada seluruh pemangku kepentingan kelautan dan perikanan, yaitu nelayan, pembudi daya ikan, pengolah/pemasar hasil perikanan, petambak garam, dan masyarakat kelautan dan perikanan lainnya.
44 ] Laporan Kinerja KKP 2015
Untuk mengukur indikator tersebut digunakan salah satu variabel berupa Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan publik KKP yang sudah menggunakan sistem pelayanan publik elektronik (ePP-KKP) yang diukur secara berkala setiap triwulan. Penilaian ePP-KKP menggunakan skala 1-100 dengan nilai A-D, kemudian diubah menjadi skala 1-10 dengan nilai yang sama. Prosedur Pelayanan, Persyaratan Pelayanan, Kejelasan Petugas Pelayanan, Disiplin Petugas Pelayanan, Integritas Pelayanan, Keterampilan Petugas, Kecepatan Pelayanan, Keadilan dalam Menerima Pelayanan, Kesopanan dan Keramahan Petugas, Kewajaran Biaya Pelayanan, Keamanan Biaya Pelayanan , Transparansi Pelayanan, Kenyamanan Lingkungan dan Pengelolaan Keluhan Masyarakat.
Penilaian Independen Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) sebesar 70,51 dari target mencakup dua penilaian yaitu leverage dan hasil;
46 ] Laporan Kinerja KKP 2015
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2016), terlihat pada tahun 2015 terdapat 5 provinsi yang memiliki nilai tukar nelayan dibawah 100, yaitu provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bengkulu dan DKI Jakarta . Sedangkan dibandingkan tahun 2014, terdapat pergeseran provinsi yang nilai NTN-nya di bawah 100. Sedangkan pada tahun 2015, terdapat 6 provinsi yang nilai NTN-nya di bawah 100, yaitu Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Barat . Kalimantan dan Sulawesi Barat.
Mulai tahun 2015, KKP membebaskan Pajak Hasil Perikanan (PHP) untuk kapal ikan berukuran 10 GT ke bawah, sebagaimana tertuang dalam Surat KKP kepada Gubernur, Bupati, dan Walikota seluruh Indonesia, Nomor B.622/MENKP/.
48 ] Laporan Kinerja KKP 2015
Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani ikan (It) dengan indeks harga yang dibayarkan oleh petani ikan (Ib). NTPi merupakan indikator tingkat kemampuan/daya beli petani ikan, sehingga dapat digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan relatif masyarakat budidaya ikan dan merupakan ukuran kemampuan/daya. Berdasarkan hasil pemantauan harga di 33 provinsi di Indonesia oleh BPS, rata-rata NTPi periode Januari–Desember 2015 sebesar 99,66 atau mencapai 97,71% dari target tahunan, dan 96,76% dari target akhir RPJMN sebesar 103.
Rencana aksi peningkatan NTPi antara lain: (i) pengembangan pakan mandiri melalui penyediaan bahan baku, pengujian laboratorium, penyediaan mesin pelet, pengembangan laboratorium nutrisi pakan dan pembinaan kepada peternak; (ii) pengembangan teknologi bioflok untuk menurunkan rasio konversi pakan/FCR guna meningkatkan efisiensi pakan dan produktivitas budidaya perikanan; dan (iii) mengembangkan budidaya laut untuk meningkatkan/mengarahkan budidaya rumput laut dengan input produksi rendah, termasuk melalui pengembangan pusat pembibitan.
50 ] Laporan Kinerja KKP 2015
Pertumbuhan PDB Perikanan (%)
Pertumbuhan PDB perikanan pada tahun 2015 menunjukkan peningkatan yang lebih besar dibandingkan PDB nasional dan PDB pertanian. Perikanan, pertanian dan pertumbuhan PDB nasional selama periode 2011-2015. Laju pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan PDB nasional yang hanya mencapai 4,79 persen pada tahun 2015.
52 ] Laporan Kinerja KKP 2015
KINERJA ANGGARAN
Bantuan dari nelayan berupa: perahu, peralatan penangkapan ikan, prasarana penangkapan ikan, bantuan kelautan dari Sekaya dan bantuan penangkapan ikan PUMM (Pengembangan Usaha Mina Mandiri); Berdasarkan data realisasi anggaran OMSPAN Kementerian Keuangan, realisasi anggaran KPBU hingga akhir tahun 2015 mencapai nilai Rp atau 86,96%.
54 ] Laporan Kinerja KKP 2015
Pengelolaan kinerja
BAB IV
Program dan Kegiatan
58 ] Laporan Kinerja KKP 2015