Tinjau Film Jagal
Dyah Prajnyandari13/351857/SA/17153Film Jagal
adalah film dokumenter yang dibuat oleh sutradara asal Amerika Serikat yang bernama
YosuaOppenheimer. Filmini telah terjadiikut sertadalambeberapafilm festivalpada tahuN2012. Film ini diputar di Telluride
FilmFestival dan Toronto
InternasionalFilmFestival.
Film Jagal
dirilis di Indonesia pada tahun 2012. Film ini menceritakan tentang sekelompok pembunuhmassal yang mengadakan reka ulang kejadian
pembunuhan yang mereka lakukan pada orang-orang yang diprioritaskan komunis juga etnis Tionghoa.Pada film ini, terdapat tokoh Anwar yang merupakan salah satu pembunuh pada masa itu.Anwar dikenal sebagai seorang preman yang sadis di Medan. Dalam film ini Anwar sempatmemperagakan pembunuhan yang ia lakukan. Ia lebih senang membunuh orang dengan kawatkarena dengan itu darah tidak banyak keluar dari tubuh korban. Film ini juga menyajikan saat iniAnwar bercerita tentang masa lalunya tanpa merasa sedikit bersalah. Ia peragakan pembunuhannya,dansetelah ituiamerasamenekankanmakaiaakanminum- minumdanmengonsumsiekstasi agar melupakan pembunuhan yang baru saja dilakukannya.
Anwar terkesan banggadengan apa yang dia lakukan pada masa itu. Terkadang ia sempat bermimpi dihantui oleh korban-korban yang telah ia bunuh diri. Namun, seiring berjalannya proses pembuatan film, terlihat padaakhirnya Anwar sadar bahwa apa yang dia lakukan pada masa itu salah dan dia menyesal.Pada awalnya Anwar bermaksud membuat film yang mengulas tentang pembunuhanyang terjadi pada masa itu, bukan film dokumenter. Namun, pada akhirnya dibuatlah filmtersebut sebagai film dokumenter. Pengambilan gambarnya cukup menarik. Terdapat pulagambar penari-penari di sebuah perbukitanyang membuat sedikit rasa humor dalam film tersebut.Segi cerita dalam film ini pun menarik. Cerita tentang pembunuhan pada sekitar tahun 1965-1966 dalam kacamata seorang pembunuh. Hal yang menarik dalam film ini adalah teknik-teknik pembunuhan yangdilakukan oleh Anwar terinspirasi dari film-film aksi dari baratyang ia tonton.Hal menarik lainnya adalah saat Anwar pada akhir film tersebut mulai menyadari dan menyesal atas perbuatan buruknya di masa lalu.