JAMAN PENJAJAHAN BELANDA
JAMAN PENJAJAHAN BELANDA
IDENTITAS
NAMA : DELLA RAMADHANA
TEMPAT TANGGAL LAHIR : BUNGUR,20-10-2006 JENIS KELAMIN : PEREMPUAN
ANAK KE : 1
HOBBY : JALAN - JALAN SEKOLAH : SMK NEGERI 1 :BATUMANDI
ALAMAT : BUNGUR,RT 2
Belanda dianggap menjajah Indonesia selama 3,5.
Banyak hal mempercayai hal tersebut namun ada sebagian orang yang menyangkal lamanya
penjajahan tersebut. Ucapan Bung Karno “Indonesia dijajah selama 350 tahun” semata – mata hanya
untuk menaikkan semangat patriotisme rakyat Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan
AWAL KEDATANGAN BELANDA
Belanda pertama kali mendarat di Indonesia yaitu di pelabuhan Banten dengan empat buah kapal yang dipimpin oleh Kapten Pieter Keyzer dan Cornelsi de
Houtman pada 23 Juni 1596.
Belanda pertama kali mendarat di Indonesia yaitu di pelabuhan Banten dengan empat buah kapal yang dipimpin oleh Kapten Pieter Keyzer dan Cornelsi de
Houtman pada 23 Juni 1596.
Awal Kedatangan Belanda ke Indonesia (1596 – 1601)
Kedatangan kapal Cornelis de Houtman dan awak kapalnya semula disambut dengan
baik oleh para pribumi Banten.
Namun, sambutan baik ini disalah artikan oleh Cornelis de Houtman yang justru bertindak kasar kepada pribumi Banten yang menawarkan keramah
tamahan kepada mereka
.Tujuan Belanda ke Indonesia semula murni untuk berdagang rempah – rempah, mengambil keuntungan besar
dari penjualan rempah – rempah yang sangat di butuhkan di Eropa. Namun
pada perkembangannya tujuan tersebut berubah dari yang semula
berdagang dan selanjutnya memonopoli perdagangan hingga
menjajah Indonesia.
Kedatangan Belanda ke Banten bertepatan dengan rencana penyerangan Banten ke Palembang. Banten meminta Belanda meminjamkan kapalnya untuk dipergunakan sebagai
tambahan kapal pengangkut pasukan Banten untuk
penyerangan ke Palembang. Namun rencana tersebut ditolak oleh Belanda dengan alasan mereka datang ke Banten untuk berdagang dan akan kembali ke Belanda setelah selesai
melakukan transaksi perdagangan.
Pada waktu panen, harga lada akan lebih murah.
Hal ini membuat Mangkubumi Jayanegara marah.
Yang lebih parah adalah suatu malam Belanda membawa dua kapal dari Banten yang penuh
dengan lada dan memindahkan ke kapalnya.
Karena kepergok melakukan hal tersebut, Belanda kemudian menembaki kota Banten.
Atas kejadian ini mengakibatkan rakyat Banten sangat marah. Beberapa dari tentara Banten
menyerbu ke kapal Belanda dan selanjutnya menangkap kapten Houtman beserta delapan anak kapalnya. Houtman baru dilepaskan dengan tebusan 45.000 Gulden serta diusir dari tanah Banten pada 2
Oktober 1596.
Dua tahun kemudian tepatnya pada 1 Mei 1598, rombongan pedagang dari Belanda berangkat dipimpin oleh Jacob van Neck dibantu van Waerwijk dan van Heemskerck
tiba di Banten pada 28 November 1598.
Pribumi Banten menerima dengan baik karena sikap Belanda berbeda dengan pada
saat kedatangan Houtman.
bahkan permohonan mereka untuk bertemu dengan Sultan pun dikabulkan. van neck membawakan piala berkaki emas sebagai tanda
persahabatan dengan Sultan Banten, Sultan Abdul Mafakhir.
Mangkubumi Jayanegara kemudian membujuk van Neck untuk membantu melakukan penyerangan ke Palembang atas pembalasan
kematian Sultan Muhammad dengan janji memberikan dua kapal penuh lada. Awalnya van Neck menyetujui tapi dengan syarat satu
kapal diberikan di awal dan satu kapal diberikan setelah perang sedangkan Mangkubumi menghendaki pembayaran dilakukan sekaligus
setelah perang.
Van Neck membawa pulang tiga kapal yang penuh dengan muatan, sementara dua pembantunya yaitu van Waerwijk dan van Heemskerck melakukan pelayaran lagi untuk
mencapai wilayah Maluku dengan lima buah kapal.