• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis Gulma pada Tanaman Kedelai dan Cara Mengatasinya

N/A
N/A
Ferlita Lipogena

Academic year: 2024

Membagikan "Jenis Gulma pada Tanaman Kedelai dan Cara Mengatasinya"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1. Ferlita Lipogena (202182011) 2. Nurmila Manur

(202182017)

3. Desmiara Simanjuntak (202182028)

4. Juhair Ripamole (202182018) 5. Alisye Hehanussa

(202182002)

Jenis-Jenis Gulma, Permasalahan dan Cara Mengatasinya Pada Tanaman Kedelai

KELOMPOK 9 :

(2)

Tanaman Kedelai

Kedelai merupakan tanaman pangan mempunyai nilai gizi relatif tinggi dibanding polowijo lainnya, teritama protein, lemak, vitamin maupun mineral lainnya. Selain sebagai bahan pangan kedelai digunakan sebagai bahan dasar industri kosmetik, obat-obatan, keju dapa pakan ternak.

Di kawasan Asia indonesia merupakan negara penghasil kedelai terbesar ketiga setelah Cina dan India, dan Negara terbesar keenam di dunia (FAO, 1977 cit Sarwanto Wudianto (1999). Namun produktivitasnya masih rendah yaitu 1,1 ton per hektar. Walaupun secara teoritis jika tanpa hambatan apapun produktivitas kedelai di Indonesia maksimum 3-3,5 ton/ha.

Rendahnya hasil tersebut disebabkan oleh banyak faktor diantaranya adalah pengelolaan jasad pengganggu khususnya gulma yang belum optimal.

(3)

Gulma

Gulma merupakan tumbuhan yang mengganggu pertumbuhan tanaman budidaya atau merugikan kepentingan manusia sehingga manusia berusaha untuk mengendalikannya ( Sambodo 2010;

Klikoda, et al. 2015).

Keberadaan gulma pada tanaman kedelai mengakibatkan terjadinya kompetisi pemanfaatan hara, air, cahaya, dan ruang tumbuh (Umiyati, U dan Kurniadie 2016; Gultom et al. 2017). Tidak jarang beberapa spesies gulma menghasilkan metabolit sekunder yang mampu menghambat pertumbuhan tanaman budidaya, atau yang biasa disebut sebagai peristiwa alelopati.

Menurut Moenandir (1993) cit. Hendrival et al., (2014) kerugian yang di akibatkan oleh gulma pada pertanaman kedelai mencapai 80%. Semakin lama gulma berada pada areal pertanaman akan mengakibatkan jumlah daun semakin berkurang.

(4)

Jenis-Jenis Gulma

Gulma pada lahan pertanaman kedelai di antaranya yaitu:

Alang-alang (Imperata cylindrica)

Paku resam (Dicranopteris linearis)

Babadotan (Ageratum

houstonianum)

Teki (Cyperus rotundus)

Rumput belulang (Eleusine indica L.) Gaertn

Akasia (acacia milii)

Jenis gulma meliputi gulma rumput (grasses), gulma golongan tekian (sedges) dan gulma golongan berdaun lebar (broad leaves) (Caton et al. 2011)

(5)

Gulma alang-alang (Imperata cylindrica)

Alang-alang merupakan gulma golongan rumput yang sangat merugikan petani. Kelompok gulma ini ditandai dengan ciri utama yaitu tulang daun sejajar dengan tulang daun utama, berbentuk pita dan terletak berselang –seling pada ruas batang.

Batang berbentuk silindris, beruas, dan berongga. Akar gulma golongan ini termasuk akar serabut.

Tumbuhan ini merupakan daya adaptasi yang tinggi, sehinggah mudah tumbuh di mana-mana dan sering menjadi gulma yang merugikan petani. Gulma ini dapat berpoduktif secara vegetatif dan generatif atau tumbuh pada jenis tanah yang beragam.

(6)

GULMA PAKU RESAM (Dicranopteris linearis)

Paku resam adalah tanaman yang termasuk ke dalam golongan paku pakuan yang berukuran besar dan sering ditemui tumbuh di tebing-tebing atau pegunungan.

Tumbuhan ini sering dianggap sebagai tanaman liar atau gulma. Tanaman ini dikenal sebagai tanaman invasif karena tumbuhnya mendominasi permukaan tanah, menyebabkan tanaman lain terhambat pertumbuhannya. Paku resim bisa tumbuh di hampir semua daerah yang beriklim tropis dan sub tropis, di daerah Asia dan Asia Pasifik. Tanaman resam menyukai tempat yang teduh dan lembab, biasanya tebing dan ketinggian 200 meter sampai 1500 meter di atas permukaan laut.

(7)

Gulma babadotan (Ageratum houstonianum)

Tanaman babadotan memiliki kemampuan untuk beradaptasi pada berbagai kondisi karena memiliki biji yang sangat kecil dan ringan, serta dapat bertahan hingga 12 bulan dengan suhu optimun untuk perkecambahan 20-50 ˚C. Tanaman babadotan banyak ditemukan disekitar pekarangan rumah dan sering dianggap sebagai gulma yang mengganggu.

Kehadiran gulma babadotan memiliki dampak negatif bagi tanaman pokok atau tanaman budidaya. Misalnya dapat mempengaruhi produksi (kuantitas) hasil panen, menurunkan kualiatas (mutu) hasil panen, meningkatkan baiaya pemeliaharaan.

(8)

GULMA TEKI

(Cyperus rotundus)

Rumput teki merupakan gulma golongan teki- tekian. Rumput teki tersebar luas di daerah tropis dan subtropis, tumbuh hampir disemua jenis tanah, ketinggian, kelembaban tanah dan pH, namun tidak di tanah dengan kadar garanm tinggi. Tanaman ini diketahui bisa bertahan pada suhu tertinggi dalam bidang pertanian.

Tanaman ini termasuk kedalam tanaman liar yang sulit dibasmi karena menghasilkan umbi yang membuat tanaman ini sangat cepat beregenerasi. Produksi umbi dan rimpang merupakan faktor penting pada spesies ini sebagai gulma. Umbi menawarkan mekanisme reproduksi aseksual dan merupakan unit penyebaran utama yang bisa bertahan dalam kondisi ekstrim. Umbi membuat tanaman sulit dikendalikan, karena hanya herbisida translokasi yang berpotensi efektif dalam membasmi tanaman spesies ini (Gleason, 2008)

(9)

Rumput belulang (Eleusine indica L.) Gaertn

Rumput belulang merupakan gulma golongan rerumputan, termasuk rumput semusim berdaun pita, dan berumpun rapat. Akar yang dimiliki adalah perakaran dangkal namun cukup lebat dan sangat kuat menjangkar pada tanah.

Perbambiakannya terutama melalui biji dan dapat menghasilkan biji 140.000 biji setiap musimnya dan mudah menyebar terbawa angin maupun alat pertanian. Batang dan daun gulma ini tumbuh mendatar di tanah sehingga sulit untuk melakukan pengendalian dengan cara penyiangan (Wilcox, 2012)

(10)

AKASIA

(acacia milii)

Akasai merupakan tanaman yang paling dikenal karena toleransinya terhadap kekeringan. Tanaman ini bersifat abadi, meranggas, dan termassuk dalam famili Fabaceae dan seiring pertumbuhannya, ia dimulai sebagai semak tetapi akhirnya tumbuh menjadi pohon kecil

pohon ini memiliki kepadatan daun yang tinggi disertai rumpun kecil bunga warnah putih dan menghasilkan polong berbiji sepanjang 4-7 cm.

(11)

Pengendalian

 Pencegahan (preventif)

Merupakan usaha pengendalian gulma melalui upaya-upaya pencegahan diantaranya:

1. Pemberishan lahan dari gulma sebelum membudidayakan tanaman.

2. Penyeleksian atau pemisahan biji gulma yang mungkin ikut tercampur di benih atau yang melekat pada alat-alat pertanian.

3. Penggunaan pupuk kandang yang sudah matang guna mencegah kontaminasu biji gulma.

4. Pencegahan pengankutan tanaman, tanah maupun benda yang memberikan potensi pemindahan biji gulma maupun gulma ke lahan budidaya.

(12)

 Pengendalian secara fisik/mekanik

Merupakan pengendalian gulma yang dilakukan oleh petani dengan alat-alat pertanian melalui kegiatan pengolahan tanah, pembabatan (pemangkasan), penggenangan, pembakaran dan penggunaan mulsa.

 Pengendalian secara kimiawi

Pengendalian gulma cara kimiawi dengan menggunakan herbisida.

Cara ini efektif dilakukan karena dapat menghemat waktu dan tenaga, namun penggunaan herbisida secara terus menerus pada lahan pertanian berdampak merugikan seperti terjadinya pergeseran guulma domminan, resistensi beberapa jenis gulma, gangguan kesehatan pemakai serta keracunan pada tanaman an hewan peliharaan.

(13)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

(4) Terdapat interaksi antara jenis dan populasi gulma dalam mempengaruhi persentase penutupan gulma 4, 8, dan 12 MST, bobot kering gulma pada 12 MST, jumlah daun tanaman karet pada

: STUD1 CARA PENGENDALIAN GULMA TERHADBP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine.. nax (L.. DAFTAR

Teknik Pengendalian Gulma dan Pengelolaan Tanah Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai.. Hasil Analisis

Penelitian tentang kemelimpahan jenis-jenis gulma tanaman wortel pada sistem pertanian organik perlu dilakukan dengan tujuan mengetahui jenis- jenis gulma dominan

Indeks keanekaragaman (H’) dengan nilai sedang .Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tanaman kedelai (Glycine max L.) dengan pola penanaman dan waktu pencabutan

Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa hubungan antara periode bergulma dengan periode bebas gulma pada komponen bobot kering biji tanaman kedelai menunjukkan

RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glicyne Max L) AKIBAT APLIKASI KOMPOS BEBERAPA JENIS GULMA DAN PUPUK ANORGANIK TUNGGAL (N, P, K) PADA..

Pada periode bersih gulma diketahui bahwa tanaman kedelai membutuhkan pengendalian gulma selama 6 MST agar dominasi tanaman tercapai sehingga kehilangan hasil