• Tidak ada hasil yang ditemukan

JENIS-JENIS TUMBUHAN PAKU DI KAWASAN WISATA BAYANG SANI KECAMATAN BAYANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "JENIS-JENIS TUMBUHAN PAKU DI KAWASAN WISATA BAYANG SANI KECAMATAN BAYANG"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1

JENIS-JENIS TUMBUHAN PAKU DI KAWASAN WISATA BAYANG SANI KECAMATAN BAYANG

KABUPATEN PESISIR SELATAN

Nora Yuni,Nursyahra, Abizar.

Pogram Studi Pendidikan Biologi, Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumatera Barat

[email protected]

ABSTRACT

Fern is one of the plants that can be found in the forest and is a group of low level plants with a high level of species diversity. Ferns thrive in temperate climates; they are easily found in the forests. On the side of the road, in the trunk or growing on the soil. Bayang sani’s waterfall is a tourist place with a fairly high humidity that makes lots of ferns grow. Local government will inaugurate this places as a tourism area in south pesisir regency. This situation will be resulted on the construction of larger roads for the visitors who come on tourism sites in baying sani. The development on the reconstruction can be harmful for the plants around the waterfall, especially ferns grown at the edge of the waterfall. This study was conducted from February to March 2014 in the Bayang sani’s Tourism area, bayang subdistrict, south pesisir regency. Further, identification of the sample was conducted at the botany laboratory of biology education program STKIP PGRI of West Sumatra. The research method is the descriptive survey. Data of the research is analyzed descriptively based on the data and description of the species obtained. Based on the research of the types of terrestrial and epiphytic ferns in Bayang sani’s tourism area, Bayang subdistrict, South Pesisir Regency, it was found that there are 21 species of terrestrial and epiphytic ferns with 14 species of terrestrial ferns and 7 species of epiphytic fern which belong to the 2 classes, 11 families, 17 genera, 21 species.

Keywords: ferns, waterfall, shadow, south beach PENDAHULUAN

Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam, salah satunya adalah hutan. Hutan merupakan ekosistem yang komplek yang ditumbuhi dengan berbagai jenis tumbuhan yang tumbuh rapat, mulai dari yang berukuran kecil sampai yang berukuran besar, di dalamnya terdapat semak, herba, paku- pakuan dan pohon dengan kehidupan yang saling menunjang, terutama pada hutan kompleks (Anwar dkk., 1984).

Paku merupakan salah satu tumbuhan yang banyak ditemukan di hutan yang merupakan tumbuhan yang heterogen baik ditinjau dari segi habitus maupun cara hidupnya, lebih-lebih bila diperhitungkan pula jenis paku yang telah punah. Dari segi cara hidupnya ada jenis-jenis paku yang

hidup teresterial (paku tanah), ada paku epifit dan paku air. Tumbuhan paku dimasa berkembanganya pernah merajai bumi ini yaitu zaman paku (Palaeozoicum) (Tjitrosoepomo, 1994).

Tumbuhan paku merupakan kelompok tumbuhan tingkat rendah yang memiliki keanekaragaman jenis tinggi, sampai saat ini kelompok tumbuhan paku masih kurang mendapat perhatian dibandingkan dengan kelompok tumbuhan lainnya. Tumbuhan paku tersebar diseluruh bagian dunia, kecuali daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun) (Sastrapraja, 1980).

Tumbuhan paku adalah tumbuhan kosmopolitan (tumbuhan yang daerah penyebaran tumbuhnya luas), distribusinya meliputi daerah ekuator hingga daerah temprate, mulai dari daerah pantai sampai daerah pegunungan. Kehidupan optimalnya dijumpai pada daerah tropis terutama pada

(2)

2 ketinggian lebih dari 600 meter di atas permukaan laut (Holltum, 1967).

Berdasarkan studi pustaka dan beberapa informasi tentang paku yang telah ada yaitu menurut Wahyuni (2007) mengenai Komposisi Tumbuhan Paku di hutan Kampung Pasia Laweh Kecamatan Lengayang Pesisir Selatan ditemukan 11 familia dengan 18 species diantaranya 15 species tumbuhan paku teresterial dan 3 Species tumbuhan paku epifit. Lamid (2007) mengenai Jenis-Jenis Paku Epifit yang Terdapat di Kawasan Wisata Perkampungan Minangkabau Padang Panjang ditemukan 7 familia dan 25 species tumbuhan paku epifit.

Kemudian menurut penelitian Seno (2010) mengenai Profil Karakteristik Bentuk Sorus Tumbuhan Paku di Kawasan Wisata Air Terjun Ironggolo Kabupaten Kediri ditemukan 8 familia yang terdiri dari 8 spesies tumbuhan paku, antara lain Dryopteris sp., Drynaria quercifolia, Phymatodes nigrescens, Selaginella biformis, Nephrolepis exaltata, Cibotium sp., Coniogramme japonica, Cyathea javanica

Salah satu tempat yang memungkinkan hidupnya tumbuhan paku adalah kawasan wisata Bayang Sani. Bayang Sani merupakan tempat wisata air terjun yang terletak di kampung Koto Baru kecamatan Bayang. Menurut penduduk sekitar Air terjun Bayang Sani terdiri dari beberapa tingkat yaitu kurang lebih lima buah air terjun, tetapi yang dapat dijangkau hanya sampai pada air terjun tingkat kedua, karena tidak tersedianya jalan yang memadai dan lokasinya juga cukup terjal sehingga sulit untuk dijangkau. Kawasan wisata Bayang Sani ini cukup lembab sehingga banyak ditumbuhi oleh berbagai jenis paku-pakuan disekitar aliran sungai tersebut, baik itu yang hidup ditanah (teresterial) maupun yang hidup menempel dibatang pohon atau tumbuhan lain (epifit).

Berdasarkan hasil wawancara dengan pemerintah daerah setempat dan penduduk yang tinggal di sekitar lokasi wisata Bayang Sani ini mengatakan bahwa air terjun ini akan diresmikan oleh pemerintah daerah setempat sebagai tempat pariwisata di Pesisir Selatan, dengan adanya peresmian tempat wisata tersebut maka pemerintah akan membangun jalan yang lebih besar dan memadai untuk para pengunjung yang datang pada lokasi wisata Bayang Sani.

Dengan adanya peresmian dan pembangunan jalan yang lebih besar nantinya akan dapat merusak tumbuh- tumbuhan yang ada disekitar air terjun Bayang Sani tersebut terutama tumbuhan paku yang banyak tumbuh di sekitar aliran air terjun Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis telah melakukan penelitian tentang Jenis-Jenis Tumbuhan Paku Di Kawasan Wisata Bayang Sani Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan paku teresterial dan epifit yang terdapat di Kawasan wisata Bayang Sani Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Lokasi pengambilan sampel dilakukan hanya disekitar aliran air terjun tingkat 1 dan tingkat 2. Tumbuhan paku yang diamati adalah tumbuhan paku teresterial dan epifit.

Rumusan dalam penelitian ini adalah Apa saja jenis-jenis tumbuhan paku teresterial dan epifit yang terdapat di Kawasan wisata Bayang Sani Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan

METODE PENELITIAN

Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 7 Februari 2014 untuk pengambilan sampel di kawasan wisata Bayang Sani Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Selanjutnya identifikasi sampel dilakukan di Laboratorium Botani program studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat. Alat-alat yang dipakai yaitu alat-alat tulis, kamera digital, gunting tanaman, parang, pisau cutter, label gantung, label herbarium, kertas koran, kardus, kertas mounting, kertas kalkir, pena tinta ukuran 0,2 ml dan 0,5 ml. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan yaitu, alkohol 70%, species tumbuhan paku yang ditemukan di kawasan wisata Bayang Sani Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey deskriptif dan koleksi langsung di lapangan. Observasi dilakukan hanya disekitar aliran air terjun tingkat 1 dan tingkat 2. Prosedur kerja dilapangan yaitu pengambilan sampel kelapangan, pengkoleksian species tumbuhan paku minimal 3 sampel masing- masing species, pemberian label dan pemotretan, pengawetan. Dan di

(3)

3 Laboratorium yaitu pengeringan, mounting, identifikasi, pelabelan, kunci determinasi dan monograf. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif yaitu berdasarkan data-data dan deskripsi dari masing-masing species yang didapatkan di kawasan wisata Bayang Sani Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh 21 species tumbuhan paku yaitu 14 species tumbuhan paku teresterial dan 7 species tumbuhan paku epifit. Perbandingan jumlah species dari keseluruhan tumbuhan paku yang didapatkan tersebut berdasarkan familianya adalah seperti yang tertera pada diagram berikut.

Gambar 1. Diagram perbandingan jumlah species dalam familia paku teresterial dan epifit yang didapatkan di kawasan Wisata Bayang Sani Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan

Tabel 1. Species tumbuhan paku teresterial dan epifit yang ditemukan di Kawasa Wisata Bayang Sani Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan

Classis Ordo Familia Genus Species H

Lycopsida Lycopodiales Lycopodiaceae Lycopodium 1. Lycopodiun cernumLinn. T Selaginellales Selaginellaceae Selaginella 2. Selaginella pedataSpring. T

3. Selaginella wiidenoii (Desv.) Backer.

T Polypodiop

sida Blechnales Aspleniaceae Asplenium 4. Asplenuim nidusLinn. E

5. Asplenium dimidiatumLinn. T 6. Asplenium pearcei(BI.) Milde. T

Adiantales Adiantaceae Adiantum 7. Adiantum humileKunze. T

Taenitis 8. Taenitis blecnoides(Will.) Sw. T Polypodiales Polypodiaceae Thelypteris 9. Thelypteris eggersii (Hieron) C.F

Reed.

T 10. Thelypteris opulenta (Kaulf.)

Fosberg.

T Loxogramma 11. Loxogramma subecostata (Hook)

C.

E Phymatodes 12. Phymatodes longissima(BI.) J. Sm T Drynaria 13. Drynaria sparsisoraMoore. E Pyrosia 14. Pyrosia adnascens(Forst) Ching. E Polypodium 15. Polypodium papillosumBI. T Dryopteridaceae Tectaria 16. Tectaria incisaCavanilles. T Pteridaceae Pityrogramma 17. Pityrogramma trifoliata(L.) Link. T Gleicheniaceae Gleichenia 18. Gleichenia linnearis (Burm.)

Clarke.

T Schyzaenales Lygodiaceae Lygodium 19. Lygodium circinatumSW. E Davalliales Davalliaceae Davallia 20. Davallia denticulata(Burm.) Mett. E

Pteridales Vittariaceae Vittaria 21. Vittaria lineateaSW. E

Keterangan H= habitat

(4)

4 Berdasarkan Diagram di atas species paku yang paling banyak ditemukan adalah dari familia Polypodiaceae sebanyak 33 % yang terdiri dari 7 species dari 6 genus, kemudian familia Aspleniaceae sebanyak 14

% yang terdiri dari 3 species dari 1 genus, selanjutnya familia Selaginellaceae dan Adiantaceae sebanyak 9 %, familia Selaginellaceae terdiri dari 2 species dari 1 genus dan familia Adiantaceae yang terdiri dari 2 species dari 2 genus, kemudian familia Lycopodiaceae, Driopteridaceae, Pteridaceae, Gleicheniaceae, Lygodiaceae, Davalliaceae, Vittariaceae sebanyak 5 %, masing-masing familia terdiri dari 1 species dari 1 genus. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan species terbanyak yang didapatkan yaitu dari familia Polypodiaceae.

Holtum (1967) menyatakan bahwa familia Polypodiaceae memiliki jumlah species yang banyak dan sebagian besar hidup sebagai epifit serta tergolong paku moderen sehingga species yang tercakup kedalam kelompok ini memiliki kemampuan adaptasi yang cukup tinggi dan menyebabkan terdistribusi sangat luas

KESIMPULAN DAN SARAN

Dari penelitian yang telah dilakukan mengenai jenis-jenis tumbuhan paku teresterial dan epifit di Kawasan Wisata Bayang Sani Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan maka diperoleh kesimpulan yaitu didapatkan 21 species tumbuhan paku teresterial dan epifit dengan 14 species tumbuhan paku teresterial dan 7 species paku epifit yang terdapat di Kawasan Wisata Bayang Sani Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan yang termasuk kedalam 2 Classis, 11 Familia, 17 Genus dan 21 Species. Disarankan agar penelitian

selanjutnya yaitu jenis-jenis tumbuhan paku teresterial dan epifit di sekitar aliran air terjun tingkat tiga dan tingkat empat di Kawasan Wisata Bayang Sani Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan.

DAFTAR PUSTAKA

Anwar, J. S.J, Damanik, N. Hisyam, A. J.

Whitten. 1984. Ekologi Ekosistem Sumatera. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Holltum, R. E. 1967. A. Revised Flora of Malaya vol. II Fern of Malaya.

Government Printing Office.

Singapore.

Lamid, D. M. 2007. Jenis-Jenis Tumbuhan Paku Epifit Yang Terdapat Di Kawasan Wisata Perkampungan Minangkabau Padang Panjang.

Skripsi Sarjana Biologi FMIPA Universitas Andalas

.

Sastrapraja, S. 1980. Jenis Paku Indonesia.

PN Balai Pustaka. Bogor

Seno, A. A. 2010. Profil Karakteristik Bentuk Sorus Tumbuhan Paku Dikawasan Wisata Air Terjun Ironggolo Kabupaten Kediri.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan: Universitas Nusantara PGRI Kediri

Tjitrosoepomo, G. 1994. Taksonomi Umum.

Gadjah Mada University Press.

Yogyakarta.

Wahyuni, S. 2007. Komposisi Tumbuhan Paku Di Hutan Kampong Pasia Laweh Kecamatan Lengayang Pesisir Selatan. Skripsi: STKIP

Referensi

Dokumen terkait

This results don’t reflect the result of study [3] that stated a higher relative status of audit com- mittee could reduce management’s earnings mana- gement activity, but this results

Power Sector Efficiency in India Power Sector Area Prevailing Level of Efficiency/Loss in India in % Potential for Improvement/Savings Percentage of Total Annual Energy Generating