• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis, sebaran, dan sediaan hasil hutan bukan kayu

N/A
N/A
Kembang Dahlia

Academic year: 2024

Membagikan "Jenis, sebaran, dan sediaan hasil hutan bukan kayu"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

• Jenis, sebaran, dan sediaan hasil hutan bukan kayu

Hasil hutan bukan kayu pada umumnya merupakan hasil sampingan dari sebuah pohon, misalnya getah, daun, kulit, buah atau berupa tumbuhan-tumbuhan yang memiliki sifat khusus seperti rotan, bambu dan lain-lain. Buah-buahan. Terdapat banyak jenis buah-buahan hutan yang dikonsumsi oleh Orang Rimba di kawasan TNBD, baik yang musiman maupun yang berbuah sepanjang tahunnya.

Umbi-umbian, Madu sialang, Tumbuhan obat-obatan,Hewan, Rotan-rotanan, Damar, Getah, merupakan salah satu dari hasil hutan non kayu, i. Jenis tumbuhan tersebut beberapa diantaranya bahkan memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi bila dijadikan produk olahan. Beraneka ragam jenis hasil hutan bukan kayu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar hutan. Penelitian Christien dkk (2013) mengenai pemanfaatan hasil hutan bukan kayu oleh masyarakat di sekitar hutan Desa

Minanga III di Kabupaten Minahasa Tenggara mendapatkan lebih dari 20 produk yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Lebih lanjut penelitian Rachman dkk (2007) menyatakan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dengan pola yang baik serta pembinaan dari instansi kehutanan dapat mengurangi kegiatan penebangan liar oleh masyarakat. Pemanfaatan hasil hutan non kayu oleh masyarakat ini di lakukan sebagai mata pencaharian utama maupun sampirngan.jenis jenis sediaan hasil hutan non kay yang terdapat di dalam Kawasan ini berupa madu sebagai bahan makanan, hewan kupu kupu, rumput rumputan seeprti rumput gajah, daun kayu putih, daun jati, secang,kala jengking ,kunyit,ubi, kadal,alag alang, sebaran dari hasil hutan non kayunya sendiri pada tegakan campuran di dominasi oleh rerumputn seperti kolonjono , sednagkan untuk kawasasan jati mega di dominasi oleh satwa liar dan kunyit kunyitan.

Christien N. Kendek, J. S. Tasirin, R. P. Kainde, J. I. Kalangi. 2013. PemanfaatanHasil Hutan Bukan Kayu oleh Masyarakat Sekitar Hutan Desa Minanga III Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Manado. Vol 3, No. 5 : 2-6

Rachman. E, Indah. B, dan Muhammad Z. M, 2007. Kajian Pola - Pola Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan Produksi Dalam Mencegah Illegal Logging. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan. Badan Litbang Kehutanan. Vol. 4, No. 4.

4.5 Kesimpulan dan Rekomendasi

Berisi temuan-temuan penting dan rekomendasi untuk kepentingan keilmuan dan praksis pada pengukuran hutan tanaman kayu putih.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui pengawasan izin yang diberikan oleh pemerintah daerah Kabupaten Agam terhadap pemberian izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu pada kawasan hutan produksi3.

DONNA CHRISTY PANDIANGAN: Potensi dan Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Jenis Kemenyan (Studi Kasus: Hutan Batang Toru Blok Barat, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli

Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Restorasi Ekosistem dalam hutan alam yang selanjutnya disebut IUPHHK-RE adalah izin usaha yang diberikan untuk membangun kawasan dalam

Dalam hal aplikasi teknologi pemanfaatan kayu berdiameter kecil dari hutan tanaman maupun bahan berlignoselulosa lain akan dikembangkan penelitian teknologi peningkatan kayu

Pada penelitian ini, jenis-jenis hasil hutan non kayu yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Lok Lahung terdiri dari getah karet, kayu manis, getah damar, rotan, kemiri, madu,

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman apa saja yang terdapat dalam Hutan Adat Kajang dan untuk mengetahui pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu

: Izin pemanfaatan hasil hutan kayu pada penggunaan kawasan hutan negara untuk kegiatan non-kehutanan yang tidak mengubah status hutan.. : Pelaku usaha memiliki Izin

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.64/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019 mengatur tata cara pemanfaatan kayu dan/atau pengenaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas pemanfaatan hasil hutan kayu pada kegiatan usaha perkebunan yang memperoleh Keputusan Pelepasan Kawasan