PRAKTIKUM BANGUNAN PELENGKAP JALAN PEKERJAAN BAHU JALAN
A. TUJUAN
Dalam praktikum ini, diharapkan mahasiswa/i mampu :
1. Memahami pekerjaan bahu jalan sesuai dengan ketentuan dan spesifikasinya.
2. Melaksanakan pekerjaan bahu jalan sesuai dengan yang diinginkan.
3. Melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan alat berat ataupun alat konvensional
B. TEORI SINGKAT
Pada laporan akhir penelitian bahan dan kondisi bahu jalan di jalan luar kota dan dalam kota oleh Kementrian PUPR pada tahun 1993, bahu jalan merupakan bagian dari DAMAJA (Daerah Manfaat Jalan) berfungsi sangat penting antara lain sebagai daerah penahan landas pada saat kendaraan perlu berhenti darurat, sebagai syarat kebebasan samping, sebagai penunjang utama struktur perkerasan kea rah lateral, sebagai penghubung melintang drainase sebelum mencapai saluran tepi, serta pada kondisi tertentu sebagai tempat pejalan kaki dan perlengkapan pengatur jalan.
Hal tersebut sejalan dengan pendapat Sukirman (1994) yang menyatakan bahwa bahu jalan adalah jalur yang terletak berdampingan dengan jalur lalu lintas yang berfungsi sebagai :
1. Ruangan tempat berhenti sementara kendaraan
2. Ruangan untuk menghindari diri dari saat – saat darurat untuk mencegah kecelakaan
3. Ruangan pembantu pada saat mengadakan perbaikan atau pemeliharaan jalan 4. Memberikan dukungan pada konstruksi perkerasan jalan dari arah samping C. ALAT DAN BAHAN
a) ALAT
1. Alat Konvensional
a) Sekop b) Troli
c) Baby Roller d) Cangkul
e) Spesi
f) Selang
Gambar 1. Alat Konvensional Yang Digunakan Pada Pekerjaan Bahu Jalan Sumber : Dokumentasi Pribadi & Indoteknik.com
2. Alat Berat
a) Dump Truck b) Motor Grader c) Vibratory Roller
d) Water Tank Truck e) Truck Molen Gambar 2. Alat Berat Yang Digunakan Pada Pekerjaan Bahu Jalan
Sumber : google.com b)BAHAN
a) Tanah b) Mortar
Gambar 3. Bahan Yang Digunakan Pada Pekerjaan Bahu Jalan Sumber : google.com
D. KESELAMATAN KERJA
1. Berpakaian kerja yang lengkap dan benar sesuai prosedur K3.
2. Periksalah alat sebelum bekerja, jangan memakai alat yang tidak baik dan tidak benar.
3. Gunakanlah alat sesuai fungsi dan kapasitasnya.
4. Pusatkanlah perhatian kepada pekerjaan (konsentrasi/serius) dan hindari lokasi kerja dari gangguan.
5. Ikutilah tahapan / langkah kerja dengan baik dan benar.
E. LANGKAH KERJA
1 Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2 Lakukan pembersihan lahan dengan menggunakan alat : cangkul, sekop dan troli (konvensional) ataupun dengan backhoe dan eksavator (alat berat).
3 Lakukan pengukuran dan pemasangan patok pada lahan yang akan digunakan.
4 Pastikan tanah dasar memiliki kepadatan yang baik. Apabila kepadatannya belum sesuai maka dibutuhkan pekerjaan galian dan timbunan.
5 Hamparkan tanah galian/timbunan dan ratakan menggunakan sekop (konvensional) dan motor grader (alat berat)
6 Padatkan tanah menggunakan vibratory roller (alat berat) ataupun dengan baby roller (konvensional)
7 Lakukan pemberian air secara manual (konvensional) ataupun menggunakan watertank (alat berat) agar tanah merekat satu sama lain.
8 Lakukan kegiatan No. 5, 6, dan 7 samapi menemukan kepadatan yang diinginkan
9 Lakukanlah pengecoran dengan mortar ready mix menggunakan truk molen (alat berat) ataupun dengan adukan mortar yang diaduk secara manual (konvensional).
F. GAMBAR KERJA
Gambar 4. Gambar Satu Kerja Pekerjaan Bahu Jalan Sumber : Dokumentasi Pribadi
Gambar 4. Gambar Dua Kerja Pekerjaan Bahu Jalan Sumber : Dokumentasi Pribadi
G. HASIL KERJA
Pekerjaan drainase menghasilkan bahu jalan yang sesuai dengan ketentuan dan spesifikasi yang direncanakan.
H. EVALUASI
1. Bagaimana melakukan perawatan rutin pada bahu jalan ?
2. Jelaskan cara mengatasi kemungkinan kerusakan yang terjadi pada bahu jalan seperti lubang dan lain sebagainya?
I. FORMAT PENILAIAN
Matrik Penilaian (PBL)
NO NIM NAMA Nilai
Total
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
perencana an/
persiapan
Pengg. &
pemilihan bahan
Pengg. &
pemeliharaan alat
Lokasi Kerja
Langkah Kerja
Kesesuaian hasil dengan jobsheet
Visual Motivasi Inisiatif Ketergantu
ngan Kerjasama Disiplin Keselamatan
Kerja Waktu
Bobot % 5% 5% 5% 5% 8% 16% 9% 8% 8% 5% 5% 5% 8% 8%
100,00
Log Book
NO. NIM Nama Kerapihan Kreativitas Pendahuluan
pengenalan alat dan
bahan
Teknik Kerja
Batu K3
JobSheet Total
Nilai
1 2 3 4 5 6
10 10 5 10 15 20 5 5 5 5 5 5 100
Presensi
Sakit = -5
Alpha = -10
Base Scoure = 100
Rekapitulasi Penilaian
NO. NIM NAMA 25% 50% 25% 100%
Presensi
& Tugas PBL Log Book Final score
NO. NIM NAMA Nilai
KEHADIRAN
KOMPENSASI (MENIT)
JUMLAH KOMPENSAS
I (MENIT)
+ / - NILAI
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
J. DAFTAR PUSTAKA
Kementrian PUPR. (1993). Laporan Akhir Penelitian Bahan dan Kondisi Bahu Jalan di Jalan Luar Kota dan Dalam Kota. Bandung.
Sukirman, S. (1994). Dasar – Dasar Perencanaan Geometrik Jalan Raya, Nova, Bandung.
K. KUNCI JAWABAN
1. Perawatan rutin pada bahu jalan penting dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil dalam perawatan rutin bahu jalan:
Pembersihan dan Pengangkatan Sampah
Rutin membersihkan bahu jalan dari sampah, daun, dan debris lainnya.
Sampah dapat menghalangi aliran air, menyebabkan genangan, atau menjadi potensi bahaya bagi pengguna jalan.
Pemeliharaan Saluran Air
Pastikan saluran air di bahu jalan tetap berfungsi dengan baik.
Membersihkan saluran air atau parit untuk mencegah genangan air dan mengurangi risiko erosi.
Perbaikan Lubang atau Kerusakan
Lakukan pemantauan secara berkala untuk mendeteksi lubang atau kerusakan pada bahu jalan. Lubang dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengendara dan bahkan dapat menjadi risiko kecelakaan.
Perawatan Vegetasi
Pemeliharaan tanaman di bahu jalan dapat membantu mencegah erosi tanah. Pastikan tanaman tidak menghalangi pandangan atau jalur pengguna jalan.
Pemantauan Berkala
Lakukan pemantauan secara rutin untuk mengidentifikasi potensi masalah atau perubahan kondisi bahu jalan. Hal ini memungkinkan untuk mengambil tindakan preventif sebelum masalah menjadi lebih serius.
Perawatan rutin ini dapat membantu mempertahankan kualitas dan keamanan bahu jalan serta meningkatkan pengalaman pengguna jalan. Jangan lupa untuk mengikuti pedoman dan regulasi setempat yang berkaitan dengan pemeliharaan jalan raya.
2. Mengatasi kerusakan pada bahu jalan, seperti lubang dan kerusakan lainnya, merupakan tindakan yang penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Berikut adalah langkah-langkah umum yang dapat diambil untuk mengatasi kemungkinan kerusakan pada bahu jalan :
Evaluasi Kerusakan
Lakukan evaluasi menyeluruh terhadap kerusakan pada bahu jalan.
Tentukan jenis dan tingkat kerusakan untuk merencanakan tindakan perbaikan yang sesuai.
Pemantauan Lalu Lintas
Selama proses perbaikan, pastikan untuk menyediakan pengalihan lalu lintas yang aman dan efisien agar tidak menimbulkan risiko tambahan bagi pengguna jalan.
Pengamanan Area Kerja
Secara fisik tandai dan amankan area kerja dengan menggunakan tanda peringatan, lampu lalu lintas, atau penghalang untuk memberi tahu pengguna jalan tentang adanya pekerjaan konstruksi.
Perbaikan Lubang
Untuk lubang kecil, perbaiki dengan penggunaan aspal atau campuran bahan perbaikan jalan lainnya. Pastikan untuk membersihkan area lubang terlebih dahulu dan memadatkan material perbaikan dengan baik.
Perbaikan Struktural
Untuk kerusakan struktural yang lebih serius, seperti retak atau kerusakan pada lapisan bahu jalan, mungkin diperlukan perbaikan struktural lebih
rinci. Ini dapat melibatkan pembersihan, penggantian material yang rusak, dan pemadatan kembali.
Pemeliharaan Rutin:
Lakukan pemeliharaan rutin secara berkala untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Ini termasuk pembersihan bahu jalan, pemeriksaan periodik, dan perawatan yang sesuai.
Penting untuk mencatat bahwa pemeliharaan rutin dan penanganan cepat terhadap kerusakan kecil dapat membantu mencegah kerusakan yang lebih serius dan biaya perbaikan yang lebih tinggi di kemudian hari. Selalu patuhi pedoman dan regulasi setempat saat melakukan perbaikan pada bahu jalan.