• Tidak ada hasil yang ditemukan

Judul Skripsi dan Dedikasi ELY ISTIQOMAH di IAIN Jember

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Judul Skripsi dan Dedikasi ELY ISTIQOMAH di IAIN Jember"

Copied!
131
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Program Studi Tadris Biologi

Oleh :

ELY ISTIQOMAH NIM : T20158041

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

OKTOBER 2019

(2)
(3)
(4)

Artinya: “ Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam.” (Q.S Al’Alaaq: 3-4)

(Kemenag, Mushaf Aisyah. Bandung:Jabal)

(5)

berilmu, beriman dan bersabar. Terimakasih kepada Engkau yang selalu memberikan jalan bagiku menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Semoga keberhasilan ini menjadi satu langkah awal untuk masa depanku, dalam meraih cita-cita. Skripsi ini saya persembahkan kepada seluruh pihak yang berjasa dalam memberikan motivasinya kepada saya:

1. Kedua orangtua Bapak Somadi dan ibu Siti Khodijah tercinta yang telah memberikan support terbaik, motivasi dan do’anya kepada saya

2. Hasan Basri dan Said Almubarok selaku kakak dan adik, beserta sanak keluarga yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah memberikan dukungan untuk menyelesaikan skripsi ini

3. Keluarga besar kelas Biologi angkatan 2015 yang telah berjuang bersama 4. Sahabat saya yaitu Dwi Eka Utari, Alif Indah Sayufi, Nikmatul Hasanah,

Evita Erric agustin, Indah Wahyuningtyas, Dimita Indah Sari, Arik Krisdayanti yang telah sudi kurepotkan, saling mendukung dan menemani selama proses dikampus ini

5. Keluarga besar KSR PMI Unit IAIN Jember yang telah berbagi pengalaman dengan saya selama berorganisasi

6. Keluarga besar PKPT IPNU-IPPNU IAIN Jember yang telah mengajarkan arti Belajar, Berjuang dan Bertaqwa

7. Sahabat sekaligus keluarga kecil saya di Pondok Pesantren Darul Hikam kamar A yaitu Ayyis Nila Mazidah, Yulita Selia Rahma, Alvidatus Zuhria, Ma’rifatul Khoiroh, Nur Kholifatul Ummah, Lailatur Rahma yang selalu memberikan semangat dan ceria bersama

8. Keluarga besar PAC IPNU-IPPNU Puger yang telah memberikan semangat arti belajar dan berjuang

9. Almamater IAIN Jemberyang kucintai

(6)

Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dalam rangka menyelesaikan studi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, dengan judul “Analisis LembarKerjaPesertaDidik (LKPD) sebagaiBahan Ajar BiologiKelas XI IPA di SMAN 3 JemberTahunPelajaran 2018/2019” dengan lancar. Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Kekasih yang selalu dirindui umatnya, habibana Muhammad SAW, yang selalu mencintai dan mendoakan umatnya.

Kesuksesan penulisan ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan, saran serta motivasi dan dukungan oleh banyak pihak. Oleh karena itu penulis menyampaikan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada:

1. Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE, MM. Selaku Rektor IAIN Jember, yang telah mengorganisir kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember dan memberikan fasilitas selama perkuliahan hingga semester akhir ini.

2. Dr. Hj. Mukni’ah. M.Pd.I. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, yang telah memberikan izin untuk mengadakan penelitian ini

3. Dr. Hj. UmiFarihah, MM.,M.Pdselaku Ketua Program Studi TadrisBiologi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, yang selalu memberikan arahan selama proses perkuliahan.

4. WiwinMaisyaroh, M.Si selaku dosen pembimbing atas nasehat, petunjuk serta kesabaran dalam membimbing penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

(7)

penelitian ini.

6. Yuswita Sari, S.Pd.,MP selaku guru biologikelas XI IPA di SMAN 3 Jember yang

telahbanyaksudidirepotkandanmembantuuntukmenyelesaikanpenelitianini.

7. Seluruh dewan guru, karyawan dansiswaSMAN 3 Jember yang telah membantu penelitian ini.

8. Segenap dosen Prodi TadrisBiologi yang telahmemberikanilmunyaselama proses perkuliahansertamasukandalammenyelesaikanpenelitian.

9. Segenapguru-guruku yang telah membimbing dan memberikan ilmunyaselamaini.

Akhirnya semoga segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis tercatat sebagai amal shalih sehingga Allah memberikan kebaikan atas segala amal baik yang telah Bapak/Ibu berikan kepada penulis, Amin yarobbal alamin.

Jember, 05 Oktober 2019 Penulis

ELY ISTIQOMAH NIM. T20158041

(8)

2018/2019.

Seorang guru setidaknya memiliki kreativitas untuk mampu menyusun bahan ajar yang inovatif, menarik, kontekstual dan sesuai dengan tingkat kebutuhan peserta didik. Dengan kondisi pembelajaran yang menyenangkan secara otomatis dapat memicu terjadinya proses pembelajaran yang efektif.

Tentunya yang paham akan hal tersebut ialah guru pada satuan pendidikan yang bersangkutan. Oleh karena itu, ketika bahan ajar disusun sendiri oleh guru, maka proses pembelajaran menjadi menarik bagi peserta didik. Pembelajaran di lembaga sekolah SMAN 3 Jember kelas XI IPA menggunakan LKPD yang disusun sendiri oleh guru biologi kelas XI IPA. Tujuan guru menyusun LKPD ini sebagai pedoman bahan ajar, memudahkan siswa untuk belajar secara mandiri maupun kelompok. Fokus penelitian yang diteliti dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana pemanfaatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai bahan ajar biologi kelas XI IPA di SMAN 3 Jember Tahun pelajaran 2018/2019. 2) Bagaimana kesesuaian isi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai bahan ajar biologi kelas XI IPA dengan kurikulum 2013 di SMAN 3 Jember Tahun pelajaran 2018/2019.

Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Untuk mendeskripsikan pemanfaatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai bahan ajar biologi kelas XI IPA di SMAN 3 Jember Tahun pelajaran 2018/2019. 2) Mendeskripsikan kesesuaian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai bahan ajar biologi kelas XI IPA dengan kurikulum 2013 di SMAN 3 Jember Tahun pelajaran 2018/2019.

Penelitian ini termasuk kualitatif deskriptif. Pemilihan informan penelitian menggunakan purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis data fokus kesatu menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Fokus kedua menggunakan rumus persentase.

Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) LKPD biologi berfungsi sebagai pedoman bahan ajar guru yang telah digunakan sejak kurikulum 2013. LKPD digunakan oleh siswa untuk belajar mandiri maupun kelompok. LKPD biologi dapat digunakan dengan berbagai macam metode pembelajaran. Pembelajaran menggunakan LKPD sudah bagus walaupun masih ada beberapa siswa yang remidi ketika Penilaian Akhir Semester (PAS). 2) Analisis isi bagian tampilan yang paling baik pada bagian penyajian isi dengan nilai 83,3%. Bagian materi masih terdapat 2 KD yang belum tercantum didalam LKPD yaitu bab sembilan dan bab sepuluh. Bagian kebahasaan rata-rata mendapatkan persentase 80%, akan tetapi perlu diperbaiki karena terdapat kesalahan penulisan. Sedangkan bagian

(9)
(10)

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

PENGESAHAN TIM PENGUJI ... iii

MOTTO ... iv

PERSEMBAHAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

ABSTRAK ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Fokus Penelitian ... 5

C. Tujuan Penelitian ... 6

D. Manfaat Penelitian ... 6

E. Definisi Istilah ... 8

F. Sistematika Pembahasan ... 9

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 11

A. Penelitian Terdahulu ... 11

B. Kajian Teori ... 16

BAB III METODE PENELITIAN ... 36

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 36

(11)

D. Teknik Pengumpulan Data ... 40

E. Analisis Data ... 42

F. Keabsahan Data ... 48

G. Tahap-tahap Penelitian ... 49

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS ... 52

A. Gambaran Obyek Penelitian ... 52

B. Penyajian dan Analisis Data ... 56

C. Pembahasan Temuan ... 96

BAB V PENUTUP ... 112

A. Kesimpulan ... 112

B. Saran ... 113

DAFTAR PUSTAKA ... 116 LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1. Pernyataan Keaslian Penulisan Lampiran 2. Matrik Penelitian

Lampiran 3. Permohonan Ujian Seminar Lampiran 4. Permohonan Izin Penelitian

Lampiran 5. Surat Rekomendasi Izin Penelitian CABDIN Lampiran 6. Surat Selesai Penelitian

Lampiran 7. Instrumen Penelitian Lampiran 8. Jurnal Penelitian

Lampiran 9. Validasi pedoman penelitian Lampiran 10. RPP

Lampiran 11.LKPD Biologi Semester Ganjil dan Genap Tahun 2018/2019 Lampiran 12. Dokumentasi

Lampiran 13. Permendikbud No 8 Tahun 2016 Lampiran 14. Biodata Penulis

(12)

3.1 Kategori Persentase Kesesuaian LKPD ... .…………. 48 4.1 Daftar Guru Biologi SMAN 3 Jember

Tahun Pelajaran 2018/2019... . 55 4.2 Daftar Siswa Kelas XI IPA SMAN 3 Jember

Tahun Pelajaran 2018/2019………. 56

4.3 Tabel analisis Bagian Tampilan LKPD……….. 78 4.4 KD mata pelajaran biologi kelas XI

kurikulum 2013 semester ganjil……… 79 4.5 KD mata pelajaran biologi kelas XI

kurikulum 2013 semester ganjil……….. 80 4.6 KD mata pelajaran biologi kelas XI

kurikulum 2013 semester ganjil……….…. 81 4.7 KD mata pelajaran biologi kelas XI

kurikulum 2013 semester ganjil……….… 82 4.8 KD mata pelajaran biologi kelas XI

kurikulum 2013 semester ganjil……….… 83 4.9 KD mata pelajaran biologi kelas XI

kurikulum 2013 semester ganjil……….… 84 4.10 KD mata pelajaran biologi kelas XI

kurikulum 2013 semester genap……….… 85 4.11 KD mata pelajaran biologi kelas XI

kurikulum 2013 semester genap……….… 86 4.12 KD mata pelajaran biologi kelas XI

kurikulum 2013 semester genap……….… 86 4.13 KD mata pelajaran biologi kelas XI

kurikulum 2013 semester genap……….… 88 4.14 KD mata pelajaran biologi kelas XI

kurikulum 2013 semester genap……….… 89 4.15 Analisis LKPD berdasarkan Kebahasaan……… 92 4.16Analisis Berdasarkan Kesesuaian Soal Setiap bab LKPD

Semester Ganjil TahunPelajaran2018/2019……… 95

(13)

DAFTAR GAMBAR

No Uraian Hal

4.1 LKPD Semester Ganjil bagian depan dan Isi

Tahun Pelajaran 2018/2019……….……… 60

(14)

A. Latar Belakang

Lembaga Sekolah Menengah Atas Negeri 03 Jember termasuk sekolah yang diminati oleh siswa yang berdomisili Jember maupun dari luar kota jember, dikarenakan memiliki keunggulan ekstrakurikuler dibidang kesenian.

Kurikulum yang digunakan dalam proses pembelajaran yang di lembaga sekolah yaitu kurikulum 2013. Proses pembelajaran biologi kelas XI IPA di sekolah ini menggunakan Lembar Kerja atau disebut juga dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Tetapi guru di SMAN 3 ini sering menyebutnya Lembar Kerja (LK). LKPD tersebut disusun sendiri oleh guru biologi kelas XI dan digunakan dari tahun ketahun. Dari keempat guru mata pelajaran biologi hanya guru kelas XI yang menyusun sendiri bahan ajar berupa LKPD untuk proses pembelajaran. LKPD disusun untuk mempermudah dan membantu guru dalam proses pembelajaran agar terjadi interaksi yang aktif antara siswa dan guru. Selain itu juga untuk meningkatkan aktifitas belajar siswa dalam meningkatkan prestasi belajar. Pembelajaran yang baik adalah ketika guru mampu memberikan pembelajaran yang inovatif sehingga tidak membosankan bagi peserta didik.

Realitas pendidikan dilapangan, masih banyak guru yang menggunakan bahan ajar konvensional yaitu bahan ajar yang tinggal pakai, tinggal beli, instan serta tanpa upaya merencanakan, menyiapkan dan

(15)

menyusunnya sendiri. Dengan demikian resikonya sangat dimungkinkan jika bahan ajar yang mereka pakai itu tidak kontekstual, kurang menarik, monoton dan kurang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Bentuk bahan ajar konvensional biasanya seperti buku teks pelajaran yang diperjualbelikan ditoko toko buku, buku sumbangan dari pemerintah, LKS yang dibeli dari para penyalur yang sering datang kesekolah. Akan tetapi di SMAN 3 Jember guru telah memberikan inovasi dengan menyusun bahan ajar berupa LKPD untuk kepentingan proses pembelajaran biologi kelas XI IPA dengan tujuan siswa dapat dengan nyaman dan mudah dalam memahami suatu materi.

Seorang guru dituntut kreativitasnya untuk mampu menyusun bahan ajar yang inovatif, menarik, kontekstual dan sesuai dengan tingkat kebutuhan peserta didik. Dengan kondisi pembelajaran yang menyenangkan secara otomatis dapat memicu terjadinya proses pembelajaran yang efektif. Tentunya yang paham akan hal tersebut ialah guru pada satuan pendidikan yang bersangkutan. Oleh karena itu, ketika bahan ajar disusun sendiri oleh guru, maka proses pembelajaran menjadi menarik bagi peserta didik. Pembelajaran menggunakan LKPD di SMAN 3 ini sudah dilakukan sejak dahulu.

Isi LKPD tersebut terdiri dari petunjuk kerja, gambar dan soal, sedangkan untuk materi hanya dicantumkan sedikit, sehingga guru harus mengkorelasikan materi dari sumber buku lain dengan LKPD tersebut. Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru biasanya dengan metode ceramah dan presentasi soal yang ada di LKPD. Setiap pertemuan guru memberikan tugas wajib yang harus dikerjakan siswa yakni dengan mengerjakan soal yang ada di

(16)

LKPD. Kebiasaan siswa mengerjakan dengan mengambil jawaban dari internet, buku paket atau literatur lain disertai kurangnya pemahaman yang lebih mendalam dari guru maka dikhawatirkan terjadi miskonsepsi pada pemahaman siswa. Terlebih mereka malas untuk membaca buku dan lebih mengandalkan jawaban dari internet langsung. Oleh karena itu guru harus cermat, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menyusun LKPD, karena LKPD yang digunakan sebagai bahan ajar harus memenuhi kompetensi dasar, indikator, tujuan, materi dan evaluasi pencapaian pemahaman peserta didik. Hal tersebut seperti tertuang dalam Permendikbud nomor 8 Tahun 2016 pasal 6 yang berbunyi kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan kegrafisan buku teks atau non teks pelajaran dinilai oleh BSNP.

Menurut Prastowo (2015) menjelaskan bahwa lembar kegiatan siswa (student work sheet) merupakan lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Lembar kegiatan siswa biasanya berupa petunjuk atau langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Tugas tersebut harus jelas kompetensi dasar yang akan dicapai. LKS dijadikan sumber utama dalam proses belajar mengajar di sekolah, oleh karena itu kualitas isi dari LKS harus diperhatikan. Proses kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar kerja siswa maka siswa akan mendapatkan materi, ringkasan, dan tugas yang berkaitan dengan materi. Dan pada saat yang bersamaan siswa diberi materi serta tugas yang berkaitan dengan materi tersebut. LKS merupakan salah satu contoh dari bahan ajar.

(17)

Pembuatan bahan ajar harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Unsur yang harus ada dalam penyusunan bahan ajar diantaranya petunjuk belajar, kompetensi yang akan dicapai, informasi pendukung, latihan latihan atau tugas, petunjuk kerja atau lembar kerja dan evaluasi. Menurut Prastowo (2015) bahan ajar merupakan segala bahan (baik informasi, alat, maupun teks) yang disusun secara sistematis, yang menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dan digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Oleh karenanya isi bahan ajar meliputi pengetahuan (fakta, konsep, prinsip dan prosedur), keterampilan dan sikap (nilai). Kurikulum 2013 menekankan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, salah satunya dengan menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik untuk proses belajar mengajar yang dimana melibatkan keaktifan siswa pada proses pembelajaran. Lembar kerja yang digunakan bersifat kontekstual dan disesuaikan dengan kurikulum.

Menurut Sani (2018) standar kompetensi lulusan kurikulum 2013 memiliki kriteria kemampuan lulusan yang mencakup aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan. Implementasi kurikulum 2013 diharapkan mampu membuat siswa memiliki kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Kompetensi tersebut dapat dicapai dengan utuh dalam K-13 karena kurikulum ini menekankan penggunaan pendekatan ilmiah pada proses pembelajaran. Penjelasan tersebut sesuai dengan isi dalam Permendikbud No 22 tahun 2016 tentang proses pendidikan dasar dan menengah yang tertuang dalam bab dua karakteristik pembelajaran yang

(18)

berbunyi karakteristik pembelajaran pada setiap satuan pendidikan terkait erat dengan standar kompetensi lulusan dan standar isi. Sesuai dengan standar kompetensi lulusan sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Untuk memperkuat pendekatan ilmiah (scientific) perlu diterapkan pembelajaran berbasis penemuan atau penelitian (discovery/inquiry learning).

Dari uraian latar belakang diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Analisis Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Sebagai Bahan Ajar Biologi Kelas XI IPA di SMAN 3 Jember.”

B. Fokus Penelitian

Adapun fokus penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pemanfaatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai bahan ajar biologi kelas XI IPA di SMAN 3 Jember Tahun Pelajaran 2018/2019?

2. Bagaimana kesesuaian isi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai bahan ajar biologi kelas XI IPA dengan kurikulum 2013 di SMAN 3 Jember Tahun Pelajaran 2018/2019?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mendeskripsikan pemanfaatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai bahan ajar biologi kelas XI IPA di SMAN 3 Jember Tahun Pelajaran 2018//2019.

(19)

2. Untuk mendeskripsikan kesesuaian isi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai bahan ajar biologi kelas XI IPA dengan kurikulum 2013 di SMAN 3 Jember Tahun Pelajaran 2018//2019.

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi semua pihak, khususnya bagi pihak-pihak yang berkompeten dengan permasalahan yang diangkat serta dapat memperkaya wawasan ilmu pengetahuan tentang analisis lembar kerja peserta didik sebagai bahan ajar biologi kelas XI IPA agar dapat mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan ketentuan Permendikbud.

2. Manfaat Praktis a. Bagi peneliti

1) Penelitian ini sebagai bagian dari studi untuk melengkapi syarat guna memperoleh gelar Sarjana di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris Biologi.

2) Penelitian ini memberikan pengalaman dan latihan kepada peneliti dalam penulisan karya ilmiah secara teori maupun praktek.

3) Penelitian ini memberikan wawasan pengetahuan peneliti tentang analisis LKPD sebagai bahan ajar biologi kelas XI IPA

(20)

di SMAN 3 Jember dan juga dapat memberikan manfaat untuk mengembangkan kompetensi peneliti.

b. Bagi Guru

1) Memberikan wawasan kepada guru dalam penyusunan LKPD agar disesuaikan dengan kurikulum dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.

2) Hasil dari penelitian ini dapat memberikan wawasan kepada guru, pembaca dan peneliti lainnya apabila Lembar kerja Peserta Didik (LKPD) yang disusun dapat dikembangkan lagi, isinya disesuaikan dengan Permendikbud N0 8 Tahun 2016

c. Bagi Lembaga Sekolah

Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi bagi dewan guru yang akan menyusun bahan ajar sendiri berupa LKPD.

E. Definisi Istilah

1. Bahan Ajar Biologi

Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang dapat digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan ajar dapat berupa tertulis maupun tidak tertulis (Majid, 2011). Bahan ajar biologi merupakan seperangkat pembelajaran yang berisi rangkaian materi biologi yang disesuaikan dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang telah disusun dan digunakan sendiri oleh guru. Bahan ajar disusun dan didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran mata pelajaran biologi yang diharapkan.

(21)

2. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Biologi

Lembar kerja Siswa merupakan suatu bahan ajar cetak berupa lembar-lembar kertas yang berisi materi dan petunjuk-petunjuk pelaksanaan tugas pembelajaran yang mengacu kepada kompetensi dasar yang harus dicapai (Prastowo, 2015). LKPD biologi merupakan sekumpulan dari lembaran kertas kerja dari seluruh bab digabungkan menjadi satu yang didalamnya terdapat petunjuk kerja, gambar tentang sel, organ, jaringan dan sistem organ pada manusia, hewan dan tumbuhan.

Serta soal disetiap materi yang disesuaikan dengan kompetensi dasar pada kurikulum yang digunakan.

3. Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 menekankan kepada pendekatan saintifik atau penemuan dengan mengembangkan aspek pembelajaran meliputi pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotorik) yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Pendekatan saintifik membangun pemahaman siswa melalui lima tahapan yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi dan membuat kesimpulan serta mengkomunikasikan. Dalam hal ini siswa lebih aktif mencari dan menggali informasi dari berbagai sumber.

F. Sistematika Pembahasan

Bab pertama adalah pendahuluan. Bab ini berusaha memberikan gambaran secara singkat mengenai keseluruhan pembahasan. Bab ini dimulai

(22)

latar belakang, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi istilah dan sistematika pembahasan.

Bab kedua berisi tentang kajian kepustakaan yang meliputi penelitian terdahulu sebagai perbandingan untuk menyusun kepustakaan dan kajian teori sebagai pendukung karya ilmiah ini dan dilanjutkan pemaparan kajian teori.

Bab ketiga berisi tentang metode penelitian. Dalam bab ini yang dibahas meliputi pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, subyek penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, keabsahan data dan tahap-tahap penelitian.

Bab keempat berisi tentang gambaran obyek penelitian, penyajian dan analisis data, serta pembahasan temuan. Bagian ini adalah pemaparan data yang diperoleh dilapangan dan juga menarik kesimpulan dalam rangka menjawab masalah.

Bab kelima berisi kesimpulan dan saran-saran. Kesimpulan ini berisi tentang berbagai temuan hasil analisa dari bab-bab sebelumnya. Sedanngkan saran-saran merupakan tindak lanjut dan bersifat konstruktif. Dan selanjutnya skripsi ini diakhiri dengan daftar pustaka dan beberapa lampiran-lampiran sebagai pendukung pemenuhan kelengkapan data skripsi.

(23)

A. Penelitian Terdahulu

1. Penelitian yang ditulis oleh Siti Maryam dalam (Jurnal pendidikan Matematika dan Sains Edisi 1 Tahun Ke-1 2013) yang berjudul “Analisis Isi Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Biologi SMA yang digunakan di Kota Yogyakarta.” Penelitian yang dilakukan pada tahun 2017 bertujuan untuk mengetahui indeks keterlibatan siswa dalam proses sains yang dikembangkan dalam LKS Biologi SMA, kesesuaian antara fenomena biologi yang diamati dengan konsep yang akan dicapai (content Analysis).

Objek penelitiannya adalah LKS yang digunakan di SMA kotamadya Yogyakarta. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian yang dirulis oleh Maryam menunjukkan bahwa indeks keterlibatan siswa dalam LKS yang berasal dari penerbit lebih tinggi dibandingkan LKS buatan guru. Hampir semua LKS menunjukkan kurang sesuai antara fenomena yang didapat dengan konsep biologi yang diperoleh. Hampir semua LKS arahan diskusinya kurang runtut.

Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini yaitu lokasi penelitian dan tujuan penelitian. Lokasi penelitian terdahulu yaitu di Yogyakarta dengan mengambil LKS di beberapa sekolah SMA. Tujuan penelitiannya untuk mengukur indeks keterlibatan siswa dalam proses sains yang dikembangkan dalam LKS Biologi SMA, kesesuaian antara

(24)

fenomena biologi yang diamati dengan konsep yang akan dicapai (content Analysis). Sedangkan dalam penelitian lokasi penelitian yaitu di SMAN 3 Jember. Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan pemanfaatan LKPD biologi dan mendiskripsikan kesesuaian LKPD biologi dengan kurikulum 2013. Persamaan penelitian yaitu menggunakan pendekatan kualitatif serta sama-sama mengkaji tentang isi LKPD.

2. Penelitian yang ditulis oleh Nurul azmi yang dimuat dalam (Jurnal Pelita pendidikan Vol. 6 No.2 Tahun 2017 pISSN: 2338 -3003 eISSN: 2502 -3217) yang berjudul “Analisis Kesesuaian Lembar Kerja siswa (LKS) Biologi Kelas X Yang Digunakan MAN Rantauprapat Kabupaten Labuhan Batu”Penelitian yang dilakukan pada tahun 2017 yang bertujuan untuk mengetahui kelayakan lembar kerja siswa (LKS) kelas X yang digunakan di Rantau prapat berdasarkan isi, konstruksi, teknis penyajian dan kegrafikan. Penelitian Azmi termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS yang digunakan dikelas X MAN Rantau prapat memiliki tingkat kesesuaian yang tinggi dan sesuai dengan standar isi, teknis, kontribusi dan kegrafikan yang ditetapkan BSNP. Perolehan presentasi rata-rata skor sebesar 90,16% dengan rincian 97,04% pada aspek kelayakan isi, 85%

pada aspek konstruksi, 93,32& pada aspek teknis dan 85,29% pada aspek kegrafikan. Berdasarkan materi pokoknya prokariota memperoleh skor rata -rata tertinggi 92,12%, sedangkan rata -rata skor paling rendah diperoleh pada materi pokok virus yakni 87,91%. Hal ini menunjukkan

(25)

bahwa LKPD biologi yang digunakan kelas X MAN Rantau prapat layak untuk digunakan.

Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang yaitu terletak pada lokasi penelitian, kelas dan pendekatan penelitian. Lokasi penelitian yang dilakukan oleh Azmi yaitu di MAN Rantau prapat, objek penelitiannya LKS biologi kelas X. Penelitiannya menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sedangkan lokasi penelitian ini terletak di SMAN 3 Jember. Objek penelitian ini yaitu LKPD kelas XI IPA dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun persamaan penelitian yaitu sama-sama meneliti kesesuaian LKPD berdasarkan isi, konstruk dan teknis penyajian yang ditetapkan oleh BSNP.

3. Penelitian Skripsi oleh Bunga Pertiwi (2013) dengan judul “Analisis Kualitas Isi LKS (Lembar Kerja Siswa) Pada Mata Pelajaran Biologi Kelas XI Semester I Di Kabupaten Majalengka.” Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kualitas LKS IPA Biologi terbitan PT Widya Duta Grafika karangan “J” kelas XI semester I yang banyak digunakan di Kabupaten Majalengka dilihat dari segi ketepatan konsepnya, tigkat kesesuaian isi dengan kurikulum, tingkat pengaktifan siswa pada soal-soal, dan tingkat kesalahan ejaan pada isi LKS. Hasil dari penelitian ini adalah ketepatan konsep LKS terbitan PT Widya Duta Grafika masih rendah.

Konsep-konsep yang paling banyak berpotensi menimbulkan miskonsepsi terdapat pada bab III materi Sistem Koordinasi, dengan presentasi konsep yang memadai dan konsep berpotensi miskonsepsi masing-masing 19%

(26)

dan 81%. Isi LKS Biologi hampir seluruhnya telah sesuai dengan kurikulum, namun pada bab II materi Sistem Reproduksi pada indikator yang ke-3 kurang sesuai dengan kurikulum. LKS ini memiliki tingkat keterbacaan rendah disetiap bab-nya. Tingkat keterbacaan yang paling rendah terdapat pada bab IV (empat) materi pokok alat indera. Tingkat pengaktifan siswa pada soal-soal masih sangat rendah dengan indeks 0,40.

LKS ini belum sepenuhnya memenuhi kriteria sebagai LKS yang berkualitas, karena masih terdapat kesalahan, terutama kesalahan ketikan.

Bab IV materi alat indra prosentasi kesalahan ketikannya paling besar dibandingkan bab lain.

Adapun perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini yaitu lokasi penelitian, pendekatan penelitian, dan objek penelitian. Lokasi penelitian terdahulu di kabupaten Majalengka, objek penelitiannya yaitu LKS kelas XI semester I terbitan PT Widya Duta Grafika yang digunakan oleh sekolah SMA di kabupaten Majalengka. Pendekatan penelitian yaitu kuantitatif. Sedangkan penelitian ini objeknya LKPD biologi semester ganjil dan genap kelas XI IPA tahun pelajaran 2018/2019 di SMAN 3 Jember. Pendekatan penelitian ini kualitatif deskriptif. Adapun persamaan penelitian ini dan penelitian terdahulu yaitu sama-sama meneliti isi LKPD biologi tentang kesesuaian LKPD dengan kurikulum dan kesalahan ejaan penulisan di LKPD.

4. Skripsi yang ditulis oleh Rini suwarni (2017) yang berjudul “Analisis kesesuaian lembar kerja penilaian diri (LKPD) dengan rencana

(27)

pelaksanaan pembelajaran (RPP) biologi di SMA Negeri 8 Banda Aceh.”

Tujuan penelitian yaitu untuk melihat kesesuaian LKPD dengan RPP biologi di SMA Negeri 8 Banda Aceh yang meliputi kesesuaian KD, indikator, tujuan, materi dan evaluasi yang terdapat di RPP Biologi, Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi yaitu mengumpulkan LKPD dan RPP guru bidang studi Biologi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bidang studi Biologi yang membuat LKPD dan RPP. Sedangkan objek penelitian adalah LKPD dan RPP kelas XI Semester II. Data yang dikumpulkan dianalisis kesesuaiannya kemudian menghitung rata-rata dan menghitung persentase selanjutnya dideskripsikan. Hasil kesesuaian antara LKPD dengan KD yang terdapat di RPP Biologi memperoleh nilai rata-rata 3,1 dengan persentase 79% termasuk kriteria sangat sesuai. Kesesuaian antara LKPD dengan indikator yang terdapat di RPP Biologi memperoleh nilai rata-rata 9,7 dengan persentase 80% termasuk kriteria sangat sesuai.

Kesesuaian antara LKPD dengan tujuan yang terdapat di RPP Biologi memperoleh nilai rata-rata 3,1 dengan persentase 79% termasuk kriteria sangat sesuai. Kesesuaian antara LKPD dengan materi yang terdapat di RPP Biologi memperoleh rata-rat 2,6 dengan persentase 66% termasuk kriteria kurang sesuai. Kesesuaian LKPD dengan evaluasi yang terdapat di RPP Biologi memperoleh rata-rata 3 dengan persentase 75% termasuk kriteria sesuai.

(28)

Adapun perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini yaitu terletak pada lokasi penelitian dan objek yang diteliti. Lokasi penelitian terdahulu yaitu di SMAN 8 Banda Aceh. Pada penelitian terdahulu yang dianalisis LKPD biologi kelas XI semester II disesuaikan dengan RPP.

Sedangkan pada penelitian ini LKPD biologi kelas XI semester ganjil dan genap dianalisis disesuaikan dengan kurikulum 2013.

Jadi persamaan dan perbedaan penelitian terdahulu diatas dengan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persamaan penelitian yang sekarang ialah sama-sama meneliti dan menganalisis isi LKPD biologi di tingkat SMA. Sedangkan perbedaannya yaitu terletak pada lokasi penelitian, pendekatan penelitian yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif sedangkan pada penelitian terdahulu ada yang menggunakan pendekatan kuantitatif .

B. Kajian Teori 1. Bahan Ajar

a. Definisi Bahan Ajar Biologi

Bahan ajar merupakan segala bahan (baik informasi, alat, maupun teks) yang disusun secara sistematis, yang menampilkan sosok utuh dari kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang akan dikuasai siswa dan digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Misalnya buku pelajaran, modul, handout, LKS,

(29)

model, bahan ajar audio, bahan interaktif dan sebagainya (Mudlofir, 2012; Nurdin, 2016; Prastowo, 2015).

Jadi, bahan ajar merupakan segala bentuk bahan yang digunakan dalam proses pembelajaran oleh guru yang didalamnya memuat pengetahuan, keterampilan dan sikap. Bahan ajar disusun dengan menyesuaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran.

Bahan ajar dapat berupa tertulis dan tidak terutulis. Lembar kerja termasuk salah satu contoh bahan ajar yang tertulis. Bahan ajar biologi merupakan sekumpulan materi biologi yang dirancang, disusun secara sistematis dan disesuaikan dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar biologi yang tercantum dalam Permedikbud Nomor 37 Tahun 2018 dengan menyesuaikan kurikulum agar sesuai dengan tujuan pendidikan.

b. Fungsi Bahan Ajar

Menurut Prastowo (2015) menjelaskan bahwa fungsi bahan ajar menurut strategi pembelajaran yang digunakan ada tiga yaitu pembelajaran klasikal, individual dan kelompok. Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran klasikal antara lain: sebagai satu-satunya sumber informasi dan pengendali proses pembelajaran, serta berfungsi sebagai bahan pendukung proses pembelajaran yang diselenggarakan. Fungsi bahan ajar pembelajaran individual diantaranya ialah: sebagai media utama dalam proses pembelajaran, Sebagai alat yang digunakan untuk menyusun dan mengawasi proses

(30)

siswa dalam memperoleh informasi. Sedangkan fungsi bahan ajar dalam pembelajaran kelompok diantaranya ialah sebagai bahan terintegrasi dengan proses belajar kelompok, dengan cara memberikan informasi tentang latar belakang materi dan informasi tentang peran orang-orang yang terlibat dalam belajar kelompok serta petunjuk tentang proses pembelajaran kelompok lainnya.

Jadi fungsi bahan ajar menurut strateginya yakni ada klasikal, individual dan kelompok. Dari beberapa fungsi tersebut bahan ajar berfungsi sebagai pedoman siswa dan guru dalam proses pembelajaran.

c. Manfaat Bahan Ajar

Menurut Prastowo (2015) yang mengutip dari Diknas (2004) manfaat atau kegunaan bahan ajar dibedakan menjadi dua macam, yaitu kegunaan bagi guru dan kegunaan bagi peserta didik. Kegunaan bagi guru ialah sebagai berikut: guru akan memiliki bahan ajar yang dapat membantu dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, bahan ajar dapat diajukan sebagai karya dinilai untuk menambah angka kredit guru guna keperluan kenaikan pangkat, dan menambah penghasilan bagi guru jika karyanya diterbitkan. Jadi ketika guru memilih untuk menyusun bahan ajar secara mandiri akan bermanfaat untuk dirinya salah satunya apabila bahan ajar diedarkan kesiswanya maka dapat menambah poin atas karyanya tersebut.

(31)

Adapun kegunaan bagi siswa jika bahan tersedia secara bervariasi, inovatif, dan menarik maka ada tiga kegunaan bahan ajar bagi peserta didik, diantaranya ialah sebagai berikut: Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik, siswa lebih banyak mendapatkan kesempatan untuk belajar secara mandiri dengan bimbingan guru dan siswa mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya. Jadi dengan menggunakan bahan ajar yang sudah disediakan oleh guru maka siswa menjadi terbimbing dan menggali informasi yang mendalam saat belajar individu maupun kelompok dengan mengacu kepada bahan ajar.

d. Macam-Macam Bahan Ajar

Menurut (Majid, 2011; Prastowo, 2015) bahwa kriteria yang menjadi acuan dalam membuat klasifikasi adalah berdasarkan bentuknya, cara kerjanya, dan sifatnya. Menurut bentuknya bahan ajar dibedakan menjadi empat macam yaitu bahan cetak, bahan ajar audio, bahan ajar audio visual dan bahan ajar interaktif. Adapun klasifikasinya bahan ajar menurut bentuknya ialah sebagai berikut:

1) Bahan cetak (printed) yakni sejumlah bahan yang disiapkan dalam kertas, yang dapat berfungsi untuk keperluan pembelajaran atau penyampaian informasi. Contohnya handout, buku, modul lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto atau gambar dan model atau maket.

(32)

2) Bahan ajar audio yakni semua sistem yang menggunakan sinyal radio secara langsung, yang dapat dimainkan atau didengar oleh seseorang atau sekelompok orang. Contohnya kaset, radio, piringan hitam dan compact disc audio.

3) Bahan ajar audio visual yani segala sesuatu yang memungkinkan sinyal audio dapat dikombinasikan dengan gambar bergerak secara sekuensial. Contohnya vidio, compact disc dan film.

4) Bahan ajar interaktif yakni kombinasi dari ada dua atau lebih media (audio, teks, grafik, gambar, animasi dan vidio) yang oleh penggunaannya dimanipulasi atau diberi perlakuan untuk mengendalikan suatu perintah dan atau perilaku alami dari suatu presentasi. Contohnya compact disk interactive.

Menurut cara kerjanya bahan ajar dibedakan menjadi lima macam, yaitu bahan ajar yang tidak diproyeksikan, bahan ajar yang diproyeksikan, bahan ajar audio, bahan ajar vidio dan bahan ajar komputer (Belawati, 2003).

1) Bahan ajar yang tidak diproyeksikan yakni bahan yang tidak memerlukan perangkat proyektor untuk memproyeksikan isi didalamnya, sehinggasiswabisa langsung mempergunakan (membaca, melihat dan mengamati) bahan ajar tersebut.

Contohnya foto, diagram, display, model dan lain sebagainya.

2) Bahan ajar yang diproyeksikan yakni bahan ajar yang memerlukan proyektor agar bisa dimanfaatkan dan atau

(33)

dipelajari peserta didik. Contohnya slide, filmstrip, overhead transparancies dan proyeksi komputer.

3) Bahan ajar audio yakni bahan ajar yang berupa sinyal audio yang direkam dalam suatu media rekam. Untuk menggunakannya memerlukan alat media rekam, seperti tape compo, CD player, VCD player, multimedia player dan lain sebagainya. Contoh bahan seperti ini adalah kaset, CD dan lain sebagainya.

4) Bahan ajar vidio merupakan bahan ajar yang memerlukan alat pemutar yang biasanya berbentuk vidio tape player, VCD player, DVD player. Karena bahan ajar ini hampir mirip dengan bahan ajar audio, maka bahan ajar ini juga memerlukan media rekam.

Contohnya video dan film.

5) Bahan ajar komputer yakni berbagai jenis bahan ajar noncetak yang membutuhkan komputer untuk menayangkan sesuatu untuk belajar. Contohnya computer mediated instruction dan computer based multimedia atau hypermedia.

Belawati (2003) mengatakan bahwa berdasarkan sifatnya bahan ajar dapat dibedakan menjadi empat macam. Berikut uraian dari keempat macam bahan ajar tersebut sebagaimana berikut:

1) Bahan ajar berbasis cetak, mislanya buku, pamflet, panduan belajar siswa, bahan tutorial, buku kerja siswa, peta, charts, foto bahan dari majalah serta koran dan lain sebagainya.

(34)

2) Bahan ajar berbasis teknologi, misalnya audio cassette, siaran radio, slide, filmstrips, film, video cassettes, siaran televisi, video interaktif, computer based tutorial dan multimedia.

3) Bahan ajar untuk praktik atau proyek misalnya kit sains, lembar observasi, lembar wawancara dan lain sebagainya.

4) Bahan ajar yang dibutuhkan untuk keperluan interaksi manusia (terutama untuk keperluan guruan jarak jauh), misalnya telepon, handphone, video conferencing dan lain sebagainya.

Jadi dapat dipahami bahwa macam-macam bahan ajar ada tiga yakni berdasarkan bentuk, sifat dan cara kerjanya. Berdasarkan bentuknya bahan ajar berupa tertulis atau cetak dan tidak tertulis misal bahan ajar audio, audio visual dan bahan interaktif. Sedangkan untuk bahan ajar berdasarkan cara kerjanya dibedakan menjadi bahan ajar yang memerlukan alat dalam memproyeksikan dan tidak memerlukan alat dalam memproyeksikan,alat yang dimaksud diantaranya tape combo, proyektor, dan dvd player. Berdasarkan sifatnya bahan ajar dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu bahan ajar berbasis cetak, bahan ajar berbasis teknologi, bahan ajar untuk praktik dan bahan ajar yang diperlukan untuk keperluan interaksi manusia. Bahan ajar biologi yang disusun oleh guru di SMAN 3 Jember kelas XI IPA termasuk bahan ajar berdasarkan bentuknya yang berupa bahan cetak yaitu berupa lembar kerja.

e. Isi Bahan Ajar

(35)

Untuk menyusun bahan ajar agar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan maka hendaknya guru harus mengetahui unsur bahan ajar. Menurut Prastowo (2015) bahan ajar mengandung isi yang substansinya meliputi tiga macam yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap. Berdasarkan pengetahuan meliputi fakta, konsep, prinsip dan prosedur. Fakta merupakan segala hal yang berwujud kenyataan dan kebenaran, meliputi bentuk-bentuk sel, jaringan, macam-macam tulang. Konsep merupakan segala hal yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian, ciri khusus, hakikat, inti/isi dan sebagainya misalnya definisi dari sistem pencernaan.

Prinsip merupakan hal-hal utama, pokok dan memiliki posisi terpenting meliputi dalil, rumus, adagium, postulat, paradigma, teorema serta hubungan antarkonsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat.

Keterampilan adalah materi atau bahan pembelajaran yang berhubungan dengan kemampuan mengembangkan ide, memilih, menggunakan bahan, menggunakan peralatan dan teknik kerja.

Keterampilan itu sendiri perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa dengan memperhatikan aspek bakat, minat dan harapan peserta didik.

Tujuannya agar mereka mampu mencapai penguasaan keterampilan bekerja (prevocational skill) yang secara integral ditunjang oleh keterampilan hidup (life skill). Misalnya keterampilan kerja dalam

(36)

praktikum. Sedangkan bahan ajar jenis sikap atau nilai adalah bahan untuk pembelajaran yang berkenaan dengan sikap ilmiah, antara lain:

1) Nilai kebersamaan, yakni mampu bekerja berkelompok dengan orang lain yang berbeda suku, agama dan strata sosial.

2) Nilai kejujuran, yakni mampu jujur dalam melaksanakan observasi atau eksperimen, serta tidak memanipulasi data hasil pengamatannya.

3) Nilai semangat dan minat belajar yakni mempunyai semangat, minat dan rasa ingin tahu.

f. Kelebihan dan kelemahan bahan cetak

Adapun kelebihan bahan cetak adalah sebagai berikut: dapat menyajikan pesan atau informasi dalam jumlah yang banyak, Pesan atau informasi dapat dipelajari oleh siswa sesuai dengan kebutuhan, minat dan kecepatan masing-masing, dapat dipelajari kapan dan dimana saja karena mudah dibawa, akan lebih menarik apabila dilengkapi dengan gambar dan warna, serta perbaikan atau revisi mudah dilakukan. Adapun kelemahan dari media cetak ialah: proses pembuatannya membutuhkan waktu yang lama, bahan cetak yang tebal mungkin dapat membosankan minat siswa untuk membacanya serta apabila jilid dan kertasnya jelek maka akan mudah sobek dan rusak (Riyana, 2012). Jika ingin menyusun bahan ajar maka harus memperhatikan kelemahan dari bahan ajar cetak, agar dapat meminimalisir kerugiannya.

(37)
(38)

2. Lembar Kerja

a. Definisi Lembar Kerja

Lembar Kerja Siswa, yaitu materi ajar yang sudah dikemas sedemikian rupa sehinggasiswadiharapkan dapat mempelajari materi ajar tersebut secara mandiri. Dalam LKS,siswaakan mendapatkan materi, ringkasan dan tugas yang berkaitan dengan materi. Selain itu,siswajuga dapat menemukan arahan yang terstruktur untuk memahami materi yang diberikan. Dan pada saat yang bersamaan, siswa diberi materi serta tugas yang berkaitan dengan materi tersebut (Belawati, 2003). Sedangkan Prastowo (2015) mengatakan bahwa LKS merupakan suatu bahan ajar cetak berupa lembar lembar kertas yang berisi materi, ringkasan, dan petunjuk petunjuk pelaksanaan tugas pembelajaran yang harus dikerjakan oleh peserta didik, yang mengacu pada kompetensi dasar yang harus dicapai.

Lembar kerja biasanya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Tugas yang diperintahkan dalam lembar kerja harus jelas kompetensi dasar yang akan dicapainya.

Lembar kerja dapat digunakan untuk mata pelajaran apa saja.

Tugas-tugas sebuah lembar kerja tidak akan dapat dikerjakan oleh siswa dengan baik apabila tidak dilengkapi dengan buku lain atau referensi lain yang terkait dengan materi tugasnya (Abdul, 2008).

Sedangkan Yaumi (2018) menjelaskan bahwa lembar kerja siswa atau lembar kerja mahasiswa merupakan bahan pembelajaran cetak yang

(39)

memuat rangkaian tugas, petunjuk belajar dan prosedur penyelesaian tugas. Jadi lembar kerja (LK) biologi merupakan sekumpulan materi yang disusun secara sistematis dengan menyesuaikan kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran pada kurikulum satuan pendidikan. LK didalamnya memuat tujuan pembelajaran, petunjuk kerja, materi, soal-soal serta gambar-gambar yang erat kaitannya dengan materi biologi.

b. Struktur Lembar Kerja

Struktur LK terdiri atas enam komponen meliputi judul, petunjuk belajar, kompetensi dasar atau materi pokok, informasi pendukung, tugas atau langkah kerja dan penilaian. Sedangkan jika dilihat dari formatnya LKS memuat paling tidak delapan unsur yaitu judul, kompetensi dasar yang akan dicapai, waktu penyelesaian, peralatan/bahan yang diperlukan untuk menyelasaikan tugas, informasi singkat, langkah kerja, tugas yang harus dilakukan dan laporan yang harus dikerjakan (Prastowo, 2015). Berdasarkan uraian diatas LK paling tidak harus berisi tentang judul, petunjuk belajar, materi pokok, soal, kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran agar memudahkan siswa dan guru dalam melaksanakan tujuan guruan.

c. Pentingnya Lembar Kerja bagi Kegiatan Pembelajaran

Menurut Belawati dalam Prastowo (2015) mengenai pentingnya LK untuk kegiatan pembelajaran tidak lepas dari

(40)

pengkajian tentang fungsi, tujuan dan kegunaan LK. Berikut adalah penjabaran dari masing-masing kajian tersebut:

1) Fungsi Lembar Kerja

Lembar Kerja setidaknya memiliki empat fungsi sebagai berikut: sebagai bahan ajar yang bisa meminimalkan peran guru, namun lebih mengaktifkan peserta didik, sebagai bahan ajar yang mempermudah siswa untuk memahami materi yang diberikan, sebagai bahan ajar yang ringkas dan kaya tugas untuk berlatih, serta memudahkan pelaksanaan pengajaran kepada peserta didik.

2) Tujuan penyusunan

Tujuan dari penyusunan LK diantaranya ialah sebagai berikut: menyajikan bahan ajar yang memudahkan siswa untuk berinteraksi dengan materi yang diberikan, menyajikan tugas-tugas yang meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi yang diberikan, melatih kemandirian belajar peserta didik, dan memudahkan guru dalam memberikan tugas kepada siswa.

3) Kegunaan Lembar Kerja

Melalui LK seorang guru mendapat kesempatan untuk memancing siswa agar secara aktif terlibar dengan materi yang dibahas. Salah satu metode yang diterapkan untuk mendapatkan hasil yang optimal dari pemanfaatn LK adalah metode SQ3R atau survey, Question, Read, Recite, and Review (menyurvei,

(41)

membuat pertanyaan, membaca, meringkas dan mengulang).

Pertama tahap survey. Pada tahap kegiatan ini siswa diminta untuk membaca secara sepintas keseluruhan materi, termasuk membaca ringkasan materi jika ringkasan diberikan. Tahap question siswa diminta untuk menuliskan beberapa pertanyaan yang harus mereka jawab sendiri pada saat membaca materi yang diberikan.

Ketiga tahap read, pada tahap ini siswa dirangsang untuk memperhatikan pengorganisasian materi dan membubuhkan tanda tangan khusus pada materi yang diberikan. Contohnya siswa diminta untuk menggaris bawahi rincian yang menunjang ide utama, dan menjawab pertanyaan yang sudah kita siapkan pada tahap question. Dan yang terakhir tahap recite, pada tahap ini siswa diminta untuk menguji diri mereka sendiri pada saat membaca, kemudian diminta untuk meringkas materi menggunakan kalimat mereka sendiri. Dan tahap review,siswa diminta sesegera mungkin untuk melihat kembali materi yang sudah selesai dipelajari sesaat setelah selesai mempelajari materi tersebut.

Sedangkan menurut Nurdin (2016) mengatakan bahwa kegunaan LKS diantaranya yaitu memberikan pengalaman konkret bagi siswa, membantu variasi belajar, membangkitkan minat siswa, memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien.

(42)

d. Cara Menyusun LKS

Menurut Majid (2017) menyatakan bahwa pada umumnya kerangka LKS terdiri dari judul, tujuan kegiatan, alat dan bahan yang digunakan, langkah kerja dan sejumlah pertanyaan. Karakteristik yang dimiliki oleh LKS adalah memuat semua petunjuk yang diperlukan siswa, petunjuk ditulis dalam bentuk sederhana dengan kalimat singkat dan kosakata yang sesuai dengan umur dan kemampuan pengguna, berisi pertanyaan-pertanyaan, terdapat gambar yang jelas. Struktur LKS berdasarkan kurikulum 2013 terdiri dari judul LKS, matapelajaran, petunjuk belajar, kompetensi yang akan dicapai, indikator yang akan dicapai, informasi pendukung, tugas, langkah kerja dan penilaian (Kemendikbud, 2014).

Sedangkan menurut Nurdin (2016) mengatakan bahwa prosedur penyusunan LKS yaitu pertama menentukan kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran untuk dimodifikasi ke bentuk pembelajaran LKS. Menentukan keterampilan proses terhadap kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran. Serta menentukan kegiatan yang harus dilakukan siswa sesuai dengan kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran. Adapun Lembar Kerja yang akan dianalisis merupakan keseluruhan bab mulai dari materi semester ganjil sampai semester genap. Jadi dalam penyusunan LK hendaknya memperhatikan syarat tersebut dan disesuaikan dengan kurikulum.

(43)

Kesesuaian isi materi pada LKPD disesuaikan dengan KI dan KD mata pelajaran biologi kurikulum 2013 yang sudah ditentukan.

e. Syarat-syarat Menyusun LKS

Menurut Nurdin (2016) dalam bukunya mengatakan bahwa syarat dalam menyusun LKS ada tiga meliputi susunan kalimat, gambar dan tata letaknya. Susunan kalimat dan kata-kata meliputi kalimat harus sederhana dan mudah dimengerti, singkat dan jelas.

Kedua yaitu membantu siswa memahami materi, menunjukkan cara dalam menyusun sebuah pengertian, membantu siswa berpikir kritis, dan menentukan variabel yang akan dipecahkan dalam kegiatan pembelajaran. Untuk tata letak hendaknya LKS dapat membantu siswa memahami materi dengan menunjukkan urutan kegiatan secara logis dan sistematis, menunjukkan bagian-bagian yang sudah diikuti dari awal hingga akhir, serta desain harus menarik.

3. Kurikulum 2013

a. Pendekatan Saintifik

Kurikulum 2013 erat kaitannya dengan pendekatan saintifk yang memiliki komponen proses pembelajaran antara lain yaitu:

mengamati, menanya, mencoba/mengumpulkan informasi, menalar/asosiasi atau melakukan komunikasi. Beberapa model, strategi atau metode pembelajaran dapat diterapkan dengan mengintegrasikan elemen pendekatan saintifik. Model yang sesuai dengan pendekatan pembelajaran saintifik antara lain pembelajaran

(44)

berbasis inkuiri, pembelajaran penemuan (discovery learning), dan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dan metode lain yang relevan. Model pendekatan discovery learning yaitu pendekatan yang berbasis penemuan. Belajar penemuan pada umumnya membutuhkan kemampuan untuk bertanya, mengobservasi, mengumpulkan infomasi, mengolah informasi dan membuat kesimpulan berdasarkan data/informasi sehingga dapat menemukan hubungan antarvariabel atau menguji hipotesis yang diajukan (Sani, 2018).

Kriteria materi pembelajaran pendekatan saintifik berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu, bukan sebatas perkiraan, khayalan, legenda atau dongeng semata. Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir kritis, analitis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memaham, memecahkan masalah dan mengaplikasikan materi pembelajaran. Berbasis pada konsep, teori dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran (Nurdin, 2016). Jadi dalam kurikulum 2013 pendekatan yang digunakan ialah saintifik, pendekatan ini mendorong siswa untuk aktif pada setiap pembelajaran dengan berpikir kritis dan dapat memecahkan masalah materi pembelajaran.

(45)

Menurut Nana dalam Zaini (2006) kurikulum merupakan seperangkat rencana yang menjadi pedoman dan pegangan dalam proses pembelajaran. kurikulum sebagai perencanaan guruan atau pengajaran. Sedangkan menurut Mulyasa (2015) implementasi kurikulum 2013 adalah menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Untuk mewujudkan hal tersebut guru dituntut untuk secara profesional merancang pembelajaran efektif dan bermakna, memilih pendekatan pembelajaran yang tepat, menentukan prosedur pembelajaran dan pembentukan kompetensi secara efektif, serta menetapkan kriteria keberhasilan. Pada hakikatnya kompetensi merupakan perpaduan dari penegtahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak sehingga ia melakukan perilaku kognitif, afektif dan psikomotorik dengan baik.

b. Penilaian Autentik

Penilaan autentik merupakan penilaian yang dilakuka secara komprehensif untuk menilai aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) (Sani, 2018). Penilaian proses pembelajaran menggunakan pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) yang menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Pada Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang standar Proses

(46)

pendidikan dasar dan menengah yang isinya yaitu Keterpaduan penilaian ketiga komponen tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan perolehan belajar peserta didik yang mampu menghasilkan dampak instruksional (instructional effect) pada aspek pengetahuan dan dampak pengiring (nurturant effect) pada aspek sikap. Hasil penilaian autentik digunakan guru untuk merencanakan program perbaikan (remedial) pembelajaran, pengayaan (enrichment), atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian otentik digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan saat proses pembelajaran dengan menggunakan alat:

lembar pengamatan, angket sebaya, rekaman, catatan anekdot, dan refleksi. Evaluasi hasil pembelajaran dilakukan saat proses pembelajaran dan di akhir satuan pelajaran dengan menggunakan metode dan alat: tes lisan/perbuatan, dan tes tulis. Hasil evaluasi akhir diperoleh dari gabungan evaluasi proses dan evaluasi hasil pembelajaran.

Tujuan pembelajaran biasanya diarahkan pada salah satu kawasan dari taksosnomi. Benyamin S. Bloom mengkonsentrasikan pada domain kognitif, sementara domain afektif dikembangkan oleh Kratwohl dan domai psikomotorik dikembangkan oleh Simpson.

Kawasan kognitif merupakan kawasan yang membahas tujuan pembelajaran berkenaan dengan proses mental yang berawal dari

(47)

tingkat pengetahuan sampai tingkat evaluasi. Kawasan kognitif terdiri dari enam tingkatan mulai dari pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Tingkat pengetahuan artinya kemapuan seseorang dalam menghafal atau mengingat kembali pengetahuan yang pernah diterimanya. Tingkat pemehaman diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengartikan, menfasirkan, menerjemahkan atau menyatakan sesuatu dengan caranya sendiri tentang pengetahuan yang pernah diterimanya.

Tingkat penerapan merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan pengetahuan memecahkan berbagaia masalah yang timbul dalam kehidupan sehari hari. Tingkat analisis merupakan kemmapuan sesorang ubtuk menguaraikan suatu bahan atau keadaan menurut bagian yang lebih kecil. Tingkat sintesis merupakan kemampuan berpikir seseorang dalam mengaitkan dan menyatukan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh. Sedangkan tingkat evaluasi merupakan kemampuan seseorang dalam membuat perkiraan atau keputusan yang tepat berdasarkan kriteria atau pengetahuan yang dimilikinya (Uno, 2014).

Menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah yang terdapat pada bab II tentang karakteristik pembelajaran yaitu meliputi kawasan kognitif kawasan yang membahas tujuan pembelajaran berkenaan

(48)

dengan proses mental yang berawal dari tingkat pengetahuan sampai tingkat yang lebih tinggi yakni evaluasi. Adapun kawasan kognititf ini terdiri dari pengetahuan/mengingat (C1), memahami (C2), mengaplikasikan (C3), menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), mencipta (C6).

Menurut Sudijono (2008) mengatakan bahwa ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak), yang dimulai dari jenjang terendah sampai jenjeang yang paling tinggi. Keenam jenjang tersebut adalah pengetahuan (Knowledge), pemahaman (Comprehesion), penerapan (Application), analisis (analysis), sintesis (synthesis), dan penilaian (evaluation). pengetahuan adalah jenjang berpikir paling dasar. Pemahaman mencakup pengetahuan. Aplikasi mecakup pemahaman, dan pengetahuan. Sedangkan analisis mencakup aplikasi, pemahaman, dan pengetahuan. Sintesis meliputi analisis, aplikasi, pemahaman, dan pengetahuan. Evaluasi meliputi sintesis, analisis, aplikasi, pemahaman dan pengetahuan.

(49)

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah kualitatif diskriptif. Jenis penelitian dipilih karena peneliti ingin mendeskripsikan kesesuaian isi LKPD yang digunakan sebagai bahan ajar dengan penyusunan kurikulum 2013.

Sehingga dalam penelitian ini, peneliti tidak memberikan perlakuan terhadap objek atau wilayah yang akan diteliti. Menurut Prastowo (2011) mengatakan bahwa penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha mengungkap fakta suatu kejadian, objek, aktivitas, proses dan manusia secara apa adanya pada waktu sekarang atau jangka waktu yang masih memungkinkan dalam ingatan responden. Di dalamnya tidak terdapat perlakuan atau manipulasi terhadap objek penelitian.

Hasil penelitian yang dilaporkan adalah hasil analisis terhadap dokumen-dokumen Lembar Kerja Peserta Didik. Penelitian ini menganalisis LKPD biologi yang disusun oleh guru biologi kelas XI IPA di SMAN 3 Jember. LKPD yang dianalisis disesuaikan dengan standar peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 8 Tahun 2016 tentang buku yang digunakan oleh satuan pendidikan yang tercantum pada pasal 3 tentang kriteria buku teks pelajaran maupun buku non teks pelajaran. Buku teks dan non teks tersebut dinilai oleh BSNP. Dalam Peraturan Pemerintah Republik

(50)

Indonesia nomor 32 Tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang standar Nasional Pendidikan, pada pasal 43 ayat 5 yang berbunyi bahwa Badan Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut BSNP adalah badan mandiri dan independen yang bertugas mengembangkan, memantau pelaksanaan, dan mengevaluasi Standar Nasional Pendidikan.

Adapun analisisnya meliputi empat bagian yaitu aspek tampilan, aspek kebahasaan, aspek materi dan aspek soal yang tercantum pada lembar kerja. Adapun aspek tampilan pada lembar kerja meliputi kulit buku, bagian awal buku, bagian isi, dan bagian akhir buku. Aspek kebahasaan meliputi tata urutan pelajaran, struktur kalimat yang jelas, kesalahan penulisan, mendorong siswa berfikir kritis, kebenaran penulisan kata ilmiah. Sedangkan untuk aspek materi ialah dianalisis disesuaikan dengan kompetesi inti dan kompetensi dasar yang tertuang pada Permendikbud nomor 37 Tahun 2018 tentang kompetensi inti dan kompetensi dasar pelajaran pada kurikulum 2013 pendidikan dasar dan menengah. Peraturan ini merupakan perubahan atau revisi Permendikbud nomor 24 Tahun 2016. Sedangkan untuk aspek soal disesuaikan juga dengan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 22 Tahun 2016 dan dicocokkan dengan taksonomi bloom.

B. Lokasi Penelitian

Lokasi yang dijadikan penelitian yaitu di SMAN 3 Jember yang terletak di Jl. Jenderal Basuki Rachmad No.26, Gumuksari desa Tegal

(51)

Besar kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember provinsi Jawa Timur 68132. Sekolah ini dipilih sebagai tempat penelitian karena siswa kelas X sampai XII di SMAN 3 Jember ini untuk sumber belajar berasal dari lembar kerja siswa yang biasanya berasal dari pengedar buku yang sering mendatangi ke sekolah dan buku paket. Akan tetapi hanya pada mata pelajaran biologi kelas XI IPA pembelajarannya menggunakan LKPD yang telah disusun sendiri oleh guru biologi kelas XI IPA.

C. Subjek dan Objek Penelitian

Pada tahap ini, peneliti akan menentukan beberapa informan, yaitu orang-orang yang memberikan informasi tentang masalah penelitian.

Informan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Guru biologi kelas XI IPA, karena guru biologi telah menyusun LKPD secara mandiri yang digunakan sebagai bahan ajar biologi.

Guru biologi sebagai subjek penelitian.

2. Siswa kelas XI IPA, karena mereka sebagai pengguna LKPD yang telah disusun oleh guru biologi kelas XI IPA. Siswa sebagai subjek penelitian.

3. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) mata pelajaran Biologi Kelas XI IPA, karena LKPD sebagai objek yang akan dianalisis dengan menyesuaikan kurikulum 2013.

Penentuan subyek atau informan penelitian yang digunakan adalah purposive. Purposive merupakan teknik penentuan informan dengan pertimbangan tertentu. “Pertimbangan tertentu ini misalnya orang

(52)

tersebut yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan sehingga memudahkan peneliti untuk menjelajahi obyek atau situasi yang diteliti” (Sugiyono, 2017; Satori, 2014). Purposive maksudnya bahwa orang yang ditunjuk sebagai informan adalah orang-orang yang diyakini memahami tentang data-data yang diperlukan oleh peneliti.

Ada dua jenis data dalam penelitian kualitatif:

1. Data primer: data ini berupa teks hasil wawancara dan diperoleh melalui wawancara dengan informan yang sedang dijadikan sampel dalam penelitian. Disini yang sedang dijadikan sampel adalah guru sebagai penyusun LKPD, siswa-siswi kelas XI IPA di SMAN 3 Jember. Data yang diperoleh adalah analisis pemanfaatan LKPD yang digunakan sebagai bahan ajar biologi.

2. Data sekunder: data sekunder berupa data-data yang sudah tersedia dan dapat diperoleh dengan cara membaca, melihat dan mendengarkan. Data tersebut dapat berupa teks, gambar, suara, dan kombinasi teks, gambar dan suara (Sarwono, 2006). Termasuk dalam kategori data tersebut adalah data bentuk teks: diantaranya berupa dokumen, pengumuman, surat-surat, spanduk. Data bentuk gambar:

foto, animasi, billboard. Data bentuk suara diantaranya hasil rekaman kaset, kombinasi teks, gambar dan suara dapat berbentuk film, video, iklan, televisi, dll. Adapun dalam penelitian ini yang termasuk kedalam data skunder ialah LKPD semester ganjil dan semester genap kelas XI IPA Tahun pelajaran 2018/2019.

(53)

D. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi.

1. Metode Observasi

Observasi atau disebut pula dengan pengamatan merupakan kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra (Arikunto, 2006). Dalam melakukan metode observasi ini, peneliti melakukan pengamatan di lokasi sekolah untuk menggali informasi dan mencatat hal-hal yang menjadi fokus permasalahan peneliti. Jenis observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi non partisipan.

Observasi non partisipan adalah peneliti mendatangi lokasi penelitian hanya untuk melakukan pengamatan tentang obyek-obyek atau observasi yang diperlukan, dan tidak terlibat dalam kegiatan sehari-hari di lembaga pendidikan. Adapun data yang ingin diperoleh peneliti dalam teknik observasi adalah Pemanfaatan lembar kerja peserta didik yang digunakan sebagai bahan ajar biologi kelas XI IPA

2. Metode Wawancara

Dalam teknik wawancara, peneliti menggunakan metode wawancara semi terstruktur. Menurut Sugiyono (2017) mengatakan bahwa wawancara semi terstruktur bertujuan untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak

(54)

wawancara diminta pendapat dan ide-idenya. Peneliti melakukan wawancara kepada guru biologi dan siswa kelas XI IPA pada waktu istirahat, sehingga tidak mengganggu aktivitas proses pembelajaran.

Data yang ingin dicari peneliti kepada guru adalah menanyakan acuan penyusunan lembar kerja yang digunakan sebagai bahan ajar, sejak kapan penggunaan LKPD biologi yang digunakan dalam proses pembelajaran, alasan pemilihan LKPD sebagai bahan ajar biologi, penyesuaian penyusunan LKPD dengan kurikulum 2013.

Sedangkan data yang ingin dicari dalam wawancara dengan siswa ialah bagaimana pendapat siswa kelas XI IPA terhadap proses pembelajaran biologi menggunakan LKPD, apakah dengan menggunakan LKPD siswa sudah memahami materi biologi. Peneliti juga menyediakan alat bantu dalam wawancara seperti recorder untuk merekam, alat tulis untuk mencatat, dan kamera untuk dokumentasi.

3. Metode Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu dapat berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen dapat berbentuk tulisan, gambar dan berbentuk lisan (Satori, 2014; Mundir, 2013). Penelitian dengan menggunakan metode studi dokumen merupakan metode pengumpulan data kualitatif sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi kajian dari bahan dokumenter yang tertulis

(55)

bisa berupa buku teks, surat kabar, majalah, surat, naskah dan lain sebagainya. Dokumen dianalisis dan digali untuk menentukan tingkat pencapaian pemahaman terhadap topik dari sebuah bahan kajian (Sujarweni,2014). Natalina (2014) menyimpulkan bahwa studi dokumen merupakan teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar, hasil karya, maupun elektronik. Dokumen yang diperoleh kemudian dianalisis, dibandingkan dan dipadukan (sintesis) membentuk satu kajian yang sistematis, terpadu dan utuh. Studi dokumenter tidak sekedar mengumpulkan dan menuliskan atau melaporkan dalam bentuk kutipan-kutipan tentang sejumlah dokumen. Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.

Dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti LKPD yang digunakan dalam proses pembelajaran, RPP, dan hasil penilaian peserta didik.

Data yang diperoleh dari metode ini adalah dokumen yang berupa LKPD, karena penelitian pada fokus kedua ini menganalisis isi LKPD apakah sesuai dengan prosedur penyusunan kurikulum 2013.

Pada metode dokumentasi ini peneliti memperoleh data LKPD dari pihak guru biologi kelas XI IPA. Untuk lembar analisis dokumen LKPD dapat dilihat pada lampiran.

E. Analisis Data

Gambar

Tabel Analisis Berdasarkan Kesesuaian Soal Setiap bab LKPD  Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019

Referensi

Dokumen terkait

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DENGAN TINDAKAN SADARI PADA SISWI SMAN KOTA JEMBER KELAS XI.. DAN KELAS XII

Berdasarkan hasil penelitian pada motivasi belajar biologi siswa, hasil analisis data menunjukkan nilai motivasi belajar biologi siswa kelas XI IPA 4 yang diajar

Berdasarkan data yang didapat dari lembar angket kebutuhan dan karakteristik siswa di kelas XI IPA 1 SMAN 10 Sarolangun didapat persentase 65% memiliki komputer maupun

ANALISIS LEMBAR KERJA (LKS) MATERI BIOLOGI BERDASARKAN KELENGKAPAN KOMPONEN, KESESUAIAN ISI DAN KEAKURATAN ISI UNTUK KELAS.. VIII SEMESTER 1 DI MTsS

Berdasarkan penelitian, campur kode yang digunakan siswa kelas XI IPA SMAN 2 Jember tahun pelajaran 2012/2013 dalam penulisan cerpen, meliputi: campur kode bahasa

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar analisis soal Ujian Akhir Semester UAS ganjil mata pelajaran biologi kelas XI IPA menggunakan taksonomi bloom dengan aturan

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK ELEKTRONIK E-LKPD BERBASIS KEARIFAN LOKAL TRADISI BATIMUNG PADA MATERI TERMOKIMIA KELAS XI DI SMAN 1 KOTABARU SKRIPSI OLEH NUR SABILA

Berdasarkan dari tahap analisis data ditemukan hasil bahwa: 1 penerapan metode pembelajaran diskusi pada mata pelajaran PAI siswa kelas XI SMAN Balong Ponorogo tahun ajaran 2021/2022