BAB III METODE PENELITIAN
G. Tahap-tahap Penelitian
Pada bagian ini, maka peneliti menguraikan proses pelaksanaan penelitian yang dilakukan peneliti. Untuk mengetahui proses penelitian yang dilakukan peneliti mulai awal hingga akhir maka perlu di uraikan tahap-tahap penelitian. Adapun tahap-tahap penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Tahap pra penelitian lapangan
Dalam tahap penelitian pra-lapang terdapat enam tahapan yang dilalui peneliti, diantaranya:
a. Menyusun rencana penelitian
Pada tahap ini, peneliti membuat rancangan penelitian terlebih dahulu, seperti mengumpulkan permasalahan yang dapat diangkat sebagai judul penelitian. Kemudian lanjut pada pengajuan judul, penyusunan matrik penelitian yang selanjutnya
dikonsultasikan dengan dosen pembimbing, sampai pada penyusunan proposal hingga diseminarkan.
b. Memilih lapangan penelitian
Sebelum melakukan penelitian, tentunya peneliti harus telah memutuskan dimana letak lokasi penelitiannya akan dilaksanakan.
Lembaga penelitian yang dipilih adalah SMAN 3 Jember.
c. Mengurus perizinan
Penelitian yang dilakukan peneliti merupakan penelitian resmi, maka peneliti harus menyertakan surat izin dari pihak akademik kepada pihak lembaga tempat penelitian dilakukan.
d. Menilai lapangan
Setelah surat perizinan telah disampaikan kepada pihak lembaga dengan respon yang baik atau dengan kata lain peneliti telah diberikan izin untuk melakukan penelitian di lembaga tersebut, maka selanjutnya peneliti melakukan penelitian lapangan untuk lebih mengetahui latar belakang objek penelitian, lingkungan penelitian dan lingkungan informan. Hal ini dilakukan untuk mempermudah peneliti dalam menggali data.
e. Memilih dan memanfaatkan informan
Pada tahap ini, peneliti memilih beberapa informan yang dianggap memberikan informasi yang layak dari penelitian peneliti.
f. Menyiapkan peralatan penelitian
Setelah tahap menyusun rancangan penelitian sampai pada tahap memilih dan memanfaatkan informan, maka selanjutnya adalah peneliti menyiapkan beberapa peralatan yang diperlukan saat melakukan penelitian, diantaranya seperti buku catatan, alat tulis, buku referensi dan lain-lainnya.
A. GAMBARAN OBYEK PENELITIAN
1. Sejarah Singkat Berdirinya SMAN 3 Jember
SMAN 3 Jember merupakan Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Provinsi Jawa Timur yang memiliki dua program peminatan atau jurusan yaitu IPS dan IPA. Program IPA lebih banyak peminatnya dibandingkan dengan program IPS. Program IPA dimulai dari kelas X sampai kelas XII terdapat enam kelas perjenjang kelasnya. Sedangkan untuk program IPS ada tiga kelas pada setiap jenjang angkatan. SMAN 3 Jember berdiri pada tahun 1985. Pada awal berdirinya sekolah siswanya sedikit terkesan sekolah yang terasingkan karena siswanya banyak yang nakal, tidak maju atau tidak berprestasi. Masyarakat pada umumnya mengenal sekolah ini sebagai SMA artis karena banyak siswa lulusan SMAN 3 Jember yang menjadi artis seperti Dewi Persik, Riza Shahab dan Lebi Wilayati. Akan tetapi seiring berjalannya waktu siswa yang sekolah di SMAN 3 Jember banyak memiliki segudang prestasi dan tidak dapat dipandang sebelah mata.
Namun pada kenyataannya SMAN 3 Jember siswanya banyak yang mempunyai bakat dan menjuarai berbagai macam perlombaan dibidang akademis maupun non-akademis. Adapun dibidang non-akademis siswanya sering mengikuti lomba di ekstrakurikuler seperti Palang Merah Remaja (PMR), Pramuka, Paskibra, Tari, Pencak Silat. Selain itu pada
tahun 2018 SMAN 3 Jember mendapatkan beberapa penghargaan diantaranya dari Indonesia Development Acheivement Foundation (IDAF) yaitu Best 2018 Indonesia Bussines of Quality Award, Best 2018 Indonesia School of Quality Award, dan Best 2018 Indonesia Leader of Quality Award. Penghargaan tersebut diberikan karena memiliki program unggulan untuk pengembangan pendidikan karakter di Indonesia.
Kemudian pada bulan November 2018 di Bandung mendapatkan penghargaan tingkat nasional dari Sky Media Award sebagai lembaga inspirator terkait inovasi manajemen sekolah dan penguatan pendidikan literasi. Pada bulan September kepala sekolah mendapatkan penghargaan Best Of The Best Award sebagai kepala sekolah terbaik se-Indonesia.
Profil SMAN 3 Jember
Nama : SMAN 3 Jember
NPSN : 20523836
Tahun Berdiri : 1985
Status : Negeri
Alamat : Jl. Jenderal Basuki Rahmat No.26 Kecamatan : Kaliwates
Kabupaten : Jember Provinsi : Jawa Timur
Kode Pos : 68132
Telepon : (0331)332282
Kegiatan Pembelajaran : Pagi
Email : [email protected] 2. Visi dan Misi SMAN 3 Jember
Adapun visi dan misi SMAN 3 Jember ialah sebagai berikut:
Visi SMA Negeri 3 Jember:
“Terwujudnya peserta didik yang berkarakter, cerdas, terampil, mandiri,dan berwawasan global”
Misi SMA Negeri 3 Jember :
a. Menanamkan pendidikan karakter berbasis agama, budaya, dan lingkungan.
b. Mengoptimalkan proses pembelajaran dan bimbingan.
c. Mengembangkan minat, bakat dan potensi peserta didik dalam IPTEK.
d. Membina kemandirian peserta didik melalui program yang terencana dan berkesinambungan.
e. Meningkatkan dan mewujudkan infrastruktur sekolah yang sesuai dengan dinamika jaman dengan berbasis pada lingkungan.
f. Meningkatkan kerja sama antara warga sekolah dan lembaga lain baik dalam negeri maupun luar negeri
3. Tujuan SMAN 3 Jember
Adapaun tujuan SMA Negeri 3 Jember ialah sebagai berikut:
a. Mengembangkan budaya sekolah yang religius melalui kegiatan keagamaan.
b. Menyelenggarakan proses pembelajaran yang aktif, kreatif dan inofatif.
c. Meyelenggarakan kegiatan pembelajaran berbasis pendidikan karakter bangsa.
d. Menyelenggarakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang berbasis pendidikan karakter, budaya dan lingkungan.
e. Menjalin kerja sama dengan pihak lain untuk merealisasikan program sekolah.
f. Meningkatkan layanan dalam proses pembelajaran berbasis teknologi informasi.
4. Jumlah Guru di SMAN 3 Jember
Adapun jumlah guru keseluruhan di SMAN 3 Jember ialah 56 orang sedangkan guru matapelajaran biologi di SMA Negeri 3 Jember berjumlah 4 orang, adapun nama-nama guru biologi yakni sebagai berikut:
Tabel. 4.1
Daftar Guru Biologi SMAN 3 Jember Tahun Pelajaran 2018/2019
No Nama Lengkap Guru Kelas
1 Dra. Antik Ratpeni X IPA 2 Bayu Arif Prambudi, S.Pd X IPS 3 Yuswita Sari, S.Pd,MP XI IPA 4 Totok Iskandar, S.Pd XII IPA Sumber data: TU SMAN 3 Jember
5. Jumlah Siswa XI IPA di SMAN 3 Jember
Adapun siswa di SMAN 3 Jember mulai dari kelas X sampai kelas XII, kelas peminatan IPA ada 6 kelas dan kelas peminatan IPS ada 3 kelas.
Adapun Jumlah siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 3 Jember ialah sebagai berikut:
Tabel. 4.2
Daftar Siswa Kelas XI IPA SMAN 3 Jember Tahun Pelajaran 2018/2019
No Kelas Jumlah siswa
1 XI IPA 1 34 siswa
2 XI IPA 2 36 siswa
3 XI IPA 3 35 siswa
4 XI IPA 4 34 siswa
5 XI IPA 5 34 siswa
6 XI IPA 6 33 siswa
Sumber data: TU SMAN 3 Jember B. Penyajian Data dan Analisis Data
Pada bagian ini, akan disajikan mengenai data yang diperoleh di lapangan. Sebagaimana telah dijelaskan pada bagian metode penelitian bahwa penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dalam pengumpulan data yang ada di lapangan. Setelah mengalami peralihan data dengan berbagai metode yang dipakai mulai data yang umum hingga data yang khusus, akhirnya sampai pada pembuktian data karena data yang diperoleh sudah dianggap representatif dan telah sampai pada kejenuhan data.
Secara berurutan akan disajikan data-data hasil penelitian yang ditemukan di lapangan yang mengacu pada fokus masalah yang telah disampaikan pada bagian fokus penelitian. Berikut pemaparan dari hasil penelitian selama kurang lebih 30 hari:
1. Pemanfaatan Lembar Kerja Peserta didik (LKD) Sebagai Bahan Ajar Biologi Kelas XI IPA di SMAN 3 Jember
Adapun pemanfaatan lembar kerja peserta didik yang digunakan sebagai bahan ajar biologi kelas XI IPA di SMAN 3 Jember dapat dituliskan hasilnya ialah proses penyusunan lembar kerja peserta didik, respon peserta didik menggunakan lembar kerja pada setiap proses pembelajaran biologi, dan metode yang digunakan guru dengan menggunakan lembar kerja. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan mengumpulkan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi di SMAN 3 Jember kelas XI IPA ialah sebagaimana berikut:
a. Penyusunan lembar kerja peserta didik
Pembelajaran di ruangan kelas maupun diluar kelas harus dilaksanakan dengan kondisi yang kondusif agar berjalan lancar dan sesuai rencana. Hal demikian dapat dilakukan oleh guru dengan berbagai cara strategi dan metode pembelajaran serta memanfaatkan berbagai macam bahan ajar. Salah satu bahan ajar yang digunakan oleh guru kelas XI IPA di SMAN 3 Jember ialah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 23 April 2019 bahwa pembelajaran biologi di SMAN 3 Jember pada kelas XI IPA ini guru biologi menggunakan bahan ajar berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) atau biasanya siswa dan guru menyebutnya dengan LK (Lembar Kerja) yang disusun sendiri oleh
guru biologi. Dalam penyusunannya dibedakan LKPD semester ganjil dan LKPD semester genap. LKPD semester ganjil berisi enam bab sedangkan semester genap terdiri dari lima bab. Setiap bab terdapat beberapa subbab yang biasanya guru dan siswa menyebutnya dengan lembar kerja (LK).
LKPD tersebut wajib dibawa oleh siswa setiap pembelajaran biologi dimulai. Siswa kelas XI IPA setiap pelajaran biologi wajib membawa LKPD tersebut guna mempermudah proses pembelajaran, dan secara sadar siswa XI IPA selain membawa buku LKPD juga membawa buku paket dan LKS sebagai sumber belajar mereka.
Pembelajaran dengan menggunakan LKPD diharapkan mampu membuat siswa memahami dari tujuan pembelajaran dengan mudah serta mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi kelas XI IPA pada 16 Mei 2019 lalu Ibu Yuswita Sari mengatakan bahwa:
“Proses belajar mengajar dikelas XI IPA untuk matapelajaran biologi menggunakan Lembar Kerja sebagai bahan ajar untuk guru. Lembar kerja tersebut disusun sendiri oleh saya, jika sudah selesai akan meminta pendapat ke sesama guru MGMP untuk memberi kritikan dan saran terhadap lembar kerja tersebut.
Lembar kerja ini digunakan sebagai bahan ajar sejak berlakunya kurikulum 2013 hingga sekarang, sebelum kurikulum 2013 siswa memakai LKS dari pengedar yang datang ke sekolah-sekolah. Tujuan penyusunan LK agar siswa mampu berfikir kritis dan memiliki rasa ingin tahunya terhadap materi yang akan dipelajari, karena didalam LK tidak dicantumkan materi melainkan dicantumkan Tujuan pembelajaran saja.”
LKPD disusun sedemikian rupa yang terdiri dari judul, tujuan, alat dan bahan, gambar, serta soal agar siswa memahami dan
mengaplikasikan dalam kehidupan sehari hari. Tujuan dari pembuatan LKPD yang disusun sendiri ialah selain siswa membaca, siswa mampu menggali informasi yang lebih luas melalui internet, buku paket dan mampu berpikir kritis. Guru ketika menyusun LKPD memperoleh sumber dari silabus, Prota, Promes, RPP, buku kerja guru dan buku yang telah diterbitkan oleh Kemendikbud. Hal tersebut serupa dengan pernyataan Bu Yuswita yang mengatakan bahwa:
“Dalam penyusunan Lembar Kerja biologi ini disesuaikan dengan silabus, prota, promes, RPP, buku kerja guru yang telah diterbitkan oleh Kemendikbud, yang kemudian dari beberapa sumber tadi disesuaikan dengan lingkungan sekolah dan kondisi siswa. Lembar kerja ini sudah dua tahun terakhir tidak ada pembaharuan karena dirasa masih layak untuk siswa.
Pembaharuan biasanya menambah gambar, membenarkan tulisan atau kata yang salah dan sulit dimengerti oleh siswa.”
LKPD yang disusun dimulai dari cover (bagian depan) dan isi atau materi pada setiap subbab LKPD. Sedangkan bagian belakang buku langsung memakai kertas buffallo yang kemudian dijilid menjadi LKPD semester ganjil dan LKPD semester genap tahun pelajaran 2018/2019. Setelah bagian sampul tidak ada daftar isi buku LKPD, jadi langsung isi atau materi setiap subbab.
Gambar 4.1
Gambar: LKPD Semester Ganjil bagian depan dan Isi Tahun Pelajaran 2018/2019
Hasil wawancara dengan narasumber yaitu bahwa LKPD disusun dengan rancangan membuka peluang kepada siswa untuk mencari informasi yang berhubungan dengan kemajuan teknologi yang berkembang saat ini. Sehingga siswa bisa saling membagi informasi pengetahuan kepada guru yang kurang informasi terkini tentang tekonologi-tekonologi yang berhubungan dengan biologi.
Karena tidak selamanya guru mengetahui dan memahami kecanggihan teknologi saat ini, sehingga dalam LKPD tersebut guru merancang untuk siswa mencari informasi tentang kelainan penyakit beserta cara mengobatinya. Hal itu dicantumkan oleh guru seperti yang tertera pada subbab LK 4.5 tentang studi penyakit pada sistem gerak manusia, subbab LK 5.5 tentang studi kelainan atau penyakit pada sistem peredaran darah, subbab LK 8.4 tentang kelainan sistem pernapasan pada manusia, subbab LK 9.4 tentang studi penyakit pada sistem eksresi manusia, subbab LK 11.4 tentang studi kelainan pada
sistem reproduksi. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan guru biologi kelas XI IPA isi LKPD bahwa:
“Didalam lembar kerja peserta didik yang saya susun memberikan peluang kepada siswa saya untuk mencari informasi yang berhubungan dengan kemajuan teknologi yang berkembang saat ini. Sehingga siswa bisa berbagi pengetahuan kepada antar siswa pada umumnya dan kepada saya pada khususnya. Walapun guru sebagai fasilitator dan harus up to date dengan ilmu biologi karena tidak semua guru mengetahui tentang kemajuan teknologi saat ini untuk mengatasi berbagai kelainan pada manusia.” (wawancara bersama Bu Yuswita, tanggal 16 Mei 2019)
Berdasarkan hasil wawancara bahwa tujuan awal dari pembuatan LKPD ini disusun untuk memenuhi kebutuhan siswa dari aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik. Akan tetapi ketiga aspek tersebut masih belum dapat tercantum semua di LKPD tersebut. Untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi maka aspek kognitif dapat dilihat dari soal-soal yang telah disajikan.
Adapun untuk mengetahui sikap siswa dalam setiap pembelajaran maka untuk menilai aspek afektif, guru biasanya menilai dari penilaian yang ada pada RPP. Karena LKPD itu masih belum mencantumkan pertanyaan-pertanyaan yang menyatakan tentang pernyataan sikap pemahaman siswa dalam proses pembelajaran.
Sedangkan untuk mengetahui aspek keterampilan siswa dalam proses pembelajaran maka untuk menilainya guru mencantumkan lembar kerja berupa eksperimen. Guru sudah menyiapkan instrumen penilaian aspek psikomotorik dan aspek afektif. Lembar kerja eksperimen dapat dijumpai pada setiap bab. Karena setiap satu bab
dirancang terdapat praktikum, dari praktikum itu guru dapat mengetahui kemampuan psikomotorik siswa. Hal ini telah dipaparkan guru ketika diwawancarai pada tanggal 30 Juli 2019 yang mengatakan bahwa:
“Lembar kerja (LK) disusun untuk memenuhi ketiga aspek pembelajaran yaitu aspek kognitif, aspek psikomotorik dan aspek afektif. Akan tetapi dalam satu LK tidak semuanya ketiga aspek tersebut terpenuhi. Aspek afektif masih belum tercantumkan pada LK tersebut. Soal-soal yang ada pada lembar kerja mendorong siswa untuk dapat berpikir kritis sehingga mendorong siswa untuk menggali informasi yang lebih mendalam. Soal yang saya buat didalam LK itu acak mulai dari C1 sampai C5. sedangkan untuk C6 biasanya saya berikan ketika remidi dan pengayaan.”
Adapun bentuk soal pada lembar kerja berbentuk isian, sehingga siswa harus rajin membaca dan mencari informasi karena soal yang dicantumkan tidak semuanya ada pada buku. Sehingga siswa juga harus mencari jawaban dari internet. Karena soal-soal tersebut disusun oleh guru secara rata berdasarkan Permendikbud No 22 Tahun 2016 mulai dari mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Sedangkan untuk soal C6 yaitu mencipta biasanya guru memberikan ketika pengayaan, yaitu setelah kegiatan ujian akhir sekolah selesai. Hal tersebut diberikan kepada siswa karena untuk membantu nilai siswa yang kurang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM).
Berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi dengan guru biologi dan siswa kelas XI IPA dapat disimpulkan bahwa LKPD yang digunakan oleh siswa SMAN 3 Jember disusun sendiri oleh bu
Yuswita selaku guru biologi kelas XI IPA. LKPD disusun setelah diterapkannya kurikulum 2013 dan digunakan hingga sampai saat ini.
Tujuan penyusunan LKPD ialah sebagai pedoman bahan ajar guru dan memudahkan siswa belajar secara mandiri, mendorong siswa untuk berfikir kritis serta aktif dalam kegiatan belajar mengajar.
Penyusunan diperoleh dari berbagai sumber yaitu Kemendikbud, buku kerja guru, internet serta disesuaikan dengan lingkungan sekolah.
b. Pelaksanaan pembelajaran biologi menggunakan lembar kerja peserta didik (LKPD)
Berdasarakan hasil observasi pada tanggal tanggal 23 April 2019 di kelas XI IPA 4, dan XI IPA 6 bahwa ketika proses pembelajaran biologi guru mengintrusikan kepada siswanya untuk membuka LKPD. Ketika guru mengajar kelas XI IPA 4 pada saat pembelajaran praktikum di ruang laboratorium, awal mula guru mengucapkan salam dan mengisi daftar kehadiran siswa. Guru memberikan apersepsi dengan menanyakan materi pada pertemuan sebelumnya. Kemudian guru menjelaskan tujuan pembelajaran sesuai dengan isi LKPD. Setelah menjelaskan tujuan, guru memberikan sedikit materi yang berkaitan dengan praktikum. Guru mengintruksikan agar siswa duduk dengan kelompoknya masing-masing. Guru menanyakan kelengkapan alat dan bahan yang akan digunakan untuk praktikum kepada setiap kelompok. Guru
menjelaskan langkah-langkah kerja praktikum, bagi siswa yang kurang paham guru mempersilahkan untuk bertanya.
Ketika siswa sudah paham maka guru menginstruksikan dan memberikan waktu siswanya untuk segera praktikum. Jika sudah selesai praktikum maka siswa mengerjakan soal yang tertera pada LKPD. Ketika praktikum sudah selesai dan masih tersisa waktu maka guru membahas hasil praktikum dan soal. Guru menanyakan hasil praktikum kepada setiap kelompok. Guru mengintruksikan agar hasil praktikum dikumpulkan. Pembentukan kelompok setiap kelas dibentuk secara acak oleh guru. Pembentukan kelompok tersebut mulai pertama kali masuk kelas XI IPA dipembelajaran biologi sampai semester genap. Setiap kelompok terdiri dari lima sampai tujuh anggota.
Pembelajaran kelompok juga dinilai oleh guru, sehingga semuanya harus bekerja sama. Ketika pembelajaran dilakukan di kelas dan siswa sudah selesai mengerjakan soal, jika waktunya masih tersisa maka guru menanyakan kepada setiap kelompok untuk menjawab soal secara bergantian atau secara cepat dan tepat. Siswa yang menjawab akan diberi tambahan nilai keaktifan oleh guru.
Ketika sudah selesai terjawab semua maka LKPD dikumpulkan.
Apabila jika waktunya sudah habis dan siswa belum selesai maka soal tersebut dibuat tugas dirumah, kemudian dibahas dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya. Ketika pembelajaran
diruang laboratorium pembelajarannya hampir sama dengan diruang kelas.
Agar pembelajaran tidak membosankan dan siswa mampu memahami materi dengan baik. Oleh karenanya guru lebih baik menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi pada setiap tatap muka. Apabila dalam proses pembelajaran siswa merasa senang maka proses pembelajaran akan berjalan efektif dan kondusif. Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 23 April 2019 dikelas XI IPA 6 saat proses pembelajaran berlangsung diruang laboratorium metode yang digunakan guru selain ceramah dan berdiskusi juga menggunakan metode praktikum. Proses pembelajaran diruang Lab yaitu guru mengucapkan salam, mengisi daftar kehadiran siswa, mengecek kesiapan siswa dalam memulai praktikum. Setelah semua alat dan bahan yang akan digunakan setiap kelompok lengkap, maka guru memulai pelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan menyampaikan materi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Apabila siswa sudah paham maka guru mengintruksikan agar setiap kelompok mengambil alat dan bahan yang akan digunakan pada praktikum. Jika sudah selesai maka guru menjelaskan langkah-langkah praktikum, serta memberikan selang waktu praktikum kepada siswa. Setelah selesai praktikum siswa harus menjawab soal yang ada pada LKPD. Jika sudah selesai dikerjakan maka guru menanyakan hasil pengamatan kepada setiap kelompok
dengan cara siswa menjawab secara cepat dan tepat. Ketika siswa menjawab pertanyaan dengan cara siswa mengangkat tangan terlebih dahulu sebelum menjawab. Selain menanyakan guru juga menggunakan metode presentasi, setiap kelompok presentasi didepan memaparkan hasil pengamatannya. Selama kegiatan praktikum guru memperhatikan kinerja setiap kelompok dan hal itu menjadi penilaian psikomotorik. Penilaian dilakukan dengan berkeliling disetiap kelompok. Setelah mengobservasi kegiatan pembelajaran, peneliti juga mengkorelasikan dengan RPP. Kegiatan diatas sesuai dengan RPP yang telah disusun oleh guru biologi tersebut.
Adapun hasil observasi pada tanggal 16 Mei 2019 dikelas XI IPA 4, metode pembelajaran yang digunakan guru ialah diskusi dan presentasi didepan setiap kelompok pada materi sistem imun. Guru mengucapkan salam, mengisi daftar hadir siswa, dan memberikan apersepsi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menyampaikan materi. Kemudian guru mengintruksikan kepada siswa untuk mengerjakan soal pada LKPD bersama kelompoknya.
Soal yang sudah dikerjakan akan dipresentasikan didepan. Guru secara acak memanggil satu kelompok untuk presentasi didepan membacakan hasil kerja kelompoknya. Siswa yang sebagai audiens diperbolehkan untuk bertanya apabila hasilnya tidak sama atau masih kurang paham. Setelah presentasi guru mengintruksikan agar laporan LKPD dikumpulkan kemmudian dikoreksi secara bersama-sama.
Dengan menggunakan metode yang berbeda pada setiap pertemuan akan membuat siswa merasa senang dan nyaman dengan matapelajaran biologi. Metode pembelajaran dengan menggunakan buku LKPD pada proses pembelajaran berlangsung, guru dapat menggunakan dengan berbagai macam metode. Karena LKPD itu cocok untuk semua metode tinggal guru menyesuaikan dengan kondisi siswa dan alokasi waktu. Adapun metode pembelajaran yang sering digunakan oleh guru ialah ceramah, diskusi kelompok, presentasi, praktikum, demonstrasi, dan role playing. Hal tersebut sesuai dengan pemaparan bu Yuswita yang menyatakan bahwa:
“Lembar kerja ini cocok dipakai dengan berbagai metode, sesuai selera guru dalam meyampaikan materi. Akan tetapi saya dalam proses pembelajaran yang sering dipakai adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, presentasi, demonstrasi, praktikum. Kadang kala juga mengajak siswa untuk bermain peran atau role playing.
Dengan menggunakan metode yang berbeda-beda siswa tidak merasa bosan karena pembelajaran biologi tidak semuanya siswa suka, siswa tidak menyukai biologi karena biasanya identik dengan hafalan nama ilmiah.” (Wawancara bersama bu Yuswita, tanggal 30 Juli 2019)
Pelajaran biologi kelas XI IPA dengan menggunakan LKPD sering kali pembelajarannya dilakukan dengan berkelompok baik dikelas maupun diruang laboratorium. Hal tersebut sesuai dengan isi RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran) yang telah disusun oleh guru biologi ketika peneliti melihat atau mengcrosceck proses pembelajaran biologi dengan dokumen RPP biologi kelas XI IPA.
Adapun urutan isi LKPD biologi kelas XI IPA ialah judul subbab Lembar Kerja, tujuan pembelajaran, alat dan bahan, langkah