• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS

C. Pembahasan Temuan

Pada bagian ini akan dibahas temuan-temuan penelitian tentang analisis LKPD sebagai bahan ajar mata pelajaran biologi di SMA Negeri 03 Jember yang mencakup beberapa hal, yaitu: pemanfaatan LKPD dan analisis isi LKPD. Berdasarkan hasil penelitian melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi maka peneliti akan menjelaskan lebih lanjut ke tahap pembahasan. Pembahasan ini berkaitan dengan fokus masalah yang berguna untuk mempermudah dalam menjawab pertanyaan yang menjadi landasan dalam penelitian ini. Adapun pembahasan temuan sebagai berikut:

1. Pemanfaatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai Bahan Ajar Biologi Kelas XI IPA di SMAN 3 Jember

a. Penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) biologi kelas XI IPA

Berdasarkan data temuan setelah observasi, wawancara dan dokumetasi pemanfaatan LKPD atau biasa disebut lembar kerja di SMAN 3 Jember, guru menyusun sendiri bahan ajar berupa LKPD biologi yang digunakan sebagai bahan ajar di kelas XI IPA. LKPD biologi disusun setelah ditetapkan setiap lembaga sekolah menggunakan kurikulum 2013. Adanya LKPD tersebut diharapkan sesuai dengan tujuan sekolah yaitu menyelenggarakan proses pembelajaran yang aktif, kreatif dan inofatif. Sehingga guru berinisiatif untuk menyusun bahan ajar yang berupa LKPD biologi kelas XI IPA dengan tujuan LKPD biologi sebagai pedoman bahan ajar guru, siswa dapat belajar dengan mandiri, siswa aktif dan memunculkan ide kreatif dalam proses pembelajaran.

Jadi, LKPD biologi yang telah disusun oleh guru biologi kelas XI IPA sesuai dengan teori yang dipaparkan oleh Prastowo (2015) bahwa manfaat atau kegunaan bahan ajar dibedakan menjadi dua macam, yaitu kegunaan bagi guru dan kegunaan bagi peserta didik.

Kegunaan bagi guru ialah guru akan memiliki bahan ajar yang dapat membantu dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, bahan ajar dapat diajukan sebagai karya dinilai untuk menambah angka kredit guru guna keperluan kenaikan pangkat. Sedangkan kegunaan bagi siswa ialah kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik, siswa lebih banyak mendapatkan kesempatan untuk belajar secara mandiri

dengan bimbingan guru dan siswa mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya.

Tujuan dari penyusunan LKPD sesuai dengan teori Prastowo (2015) bahwa tujuan penyusunan LKPD ialah menyajikan bahan ajar yang memudahkan siswa untuk berinteraksi dengan materi yang diberikan, melatih kemandirian belajar peserta didik, dan memudahkan guru dalam memberikan tugas kepada siswa.

Hal diatas sesuai juga dengan teori yang diungkapkan oleh Nurdin (2016) bahwa tujuan lembar kerja siswa yaitu mengaktifkan siswa dalam proses kegiatan pembelajaran, membantu siswa mengembangkan konsep, melatih siswa untuk menemukan dan mengembangkan keterampilan proses, sebagai pedoman guru dan siswa dalam melaksanakan proses kegiatan pembelajaran, membatu siswa dalam memperoleh catatan materi yang dipelajari melalui kegiatan pembelajaran, serta membantu siswa dalam memperoleh informasi tentang konsep yang dipelajari melalui proses kegiatan pembelajaran dan sistematis.

LKPD biologi yang telah disusun sendiri oleh guru biologi kelas XI IPA di SMAN 3 Jember merupakan salah satu contoh dari bahan ajar cetak. Pada dasarnya bahan ajar sangat banyak macam macamnya mulai dari bahan ajar cetak, bahan audio, bahan ajar audio visual dan bahan ajar interaktif. Dikatakan sebagai bahan ajar karena

LKPD tersebut digunakan oleh guru sebagai pedoman dalam pelaksanan pembelajaran dikelas maupun diluar kelas.

Hal diatas sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh Majid (2011) bahwa kriteria yang menjadi acuan dalam membuat klasifikasi adalah berdasarkan bentuknya, cara kerjanya, dan sifatnya. Menurut bentuknya bahan ajar dibedakan menjadi empat macam yaitu bahan cetak, bahan ajar audio, bahan ajar audio visual dan bahan ajar interaktif. Bahan ajar cetak (printed) yakni sejumlah bahan yang disiapkan dalam kertas, yang dapat berfungsi untuk keperluan pembelajaran atau penyampaian informasi. Contohnya handout, buku, modul lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto atau gambar dan model atau maket. Selain itu Belawati (2003) juga mengatakan bahwa berdasarkan sifatnya bahan ajar dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu bahan ajar cetak, bahan ajar berbasis teknologi, bahan ajar untuk praktik dan bahan ajar yang dibutuhkan untuk keperluan interaksi manusia. LKPD termasuk salah satu contoh bahan ajar berbasis cetak.

Sedangkan pada penyusunan LKPD guru mengambil dari beberapa sumber buku dan disesuaikan dengan kurikulum 2013.

Sumber yang diambil ialah dari kemendikbud, buku kerja guru dan disesuaikan dengan silabus dan RPP. Adapun susunan isi lembar kerja peserta didik biologi kelas XI IPA ialah dimulai dari judul

subbab, tujuan pembelajaran, alat dan bahan, gambar, langkah kerja, tabel data hasil pengamatan, dan bahan diskusi.

Hal diatas sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh Prastowo (2015) yang mengatakan bahwa struktur Lembar Kerja terdiri atas enam komponen meliputi judul, petunjuk belajar, kompetensi dasar atau materi pokok, informasi pendukung, tugas atau langkah kerja dan penilaian. Sedangkan Nurdin (2016) mengatakan bahwa syarat dalam menyusun lembar kerja siswa harus mempunyai tujuan pembelajaran yang akan dicapai, tata letak harus menunjukkan urutan kegiatan secara logis dan sistematis, menunjukkan bagian yang sudah diikuti mulai awal sampai akhir serta desainnnya menarik, susunan kalimat sederhana, mudah dimengerti, singkat dan jelas, dan gambar ilustrasi atau skema sebaiknya membantu peserta didik, menunjukkan cara, menyusun, dan merangkai sehingga membantu siswa berpikir kritis. Dari kedua teori diatas, tata letak isi LKPD sudah sesuai urutannya, susunan kalimat mudah untuk dimengerti dan sudah terdapat gambar pada LKPD biologi.

b. Pelaksanaan pembelajaran biologi menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi Pelaksanaan pembelajaran biologi dikelas XI IPA selalu menggunakan LKPD. Hal tersebut juga dicantumkan pada RPP.

LKPD biologi yang digunakan sebagai bahan ajar terdiri dari satu

bendel semester ganjil dan satu bendel semester genap. LKPD yang digunakan siswa kelas XI IPA di SMAN 3 Jember merupakan salah satu contoh bahan ajar. Pembelajaran dengan menggunakan lembar kerja disekolah SMAN 3 Jember merupakan hal yang baru bagi siswa kelas XI IPA, karena guru mata pelajaran yang lain tidak pernah memberikan LKPD, biasanya guru dan siswa belajar dari buku paket, dan buku LKS yang diedarkan dipasaran.

Adapun respon siswa kelas XI IPA juga menjelaskan bahwa mereka senang ketika pembelajaran biologi menggunakan lembar kerja. Karena dengan LKPD tersebut siswa dituntut aktif pada setiap kali tatap muka, serta mengajarkan untuk disiplin karena banyaknya laporan dan harus dikumpulkan tepat waktu. Isi soal pada lembar kerja yang membuat siswa untuk berfikir kritis, siswa harus banyak membaca literatur lain agar bisa mengerjakan soal. Karena soal yang disusun guru tergolong soal mudah, sedang dan sulit. Lembar kerja yang baik isinya harus sesuai dengan tujuan penyusunan dan tujuan proses pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum. LKPD biologi yang digunakan sebagai bahan ajar memudahkan siswa untuk belajar secara mandiri maupun secara kelompok.

Hal diatas sesuai dengan teori fungsi bahan ajar menurut strategi pembelajaran yang digunakan ada tiga yaitu pembelajaran klasikal, individual dan kelompok. Fungsi bahan ajar pembelajaran individual diantaranya ialah sebagai media utama dalam proses

pembelajaran, Sebagai alat yang digunakan untuk menyusun dan mengawasi proses siswa dalam memperoleh informasi. Sedangkan fungsi bahan ajar dalam pembelajaran kelompok ialah sebagai bahan terintegrasi dengan proses belajar kelompok dengan cara memberikan informasi tentang latar belakang materi dan informasi tentang peran orang-orang yang terlibat dalam belajar kelompok. Serta petunjuk tentang proses pembelajaran kelompok lainnya (Prastowo, 2015).

Hal diatas selaras juga dengan teori yang dikemukakan oleh Nurdin (2016) bahwa kegunaan lembar kerja siswa memberikan pemahaman konkret bagi siswa, membantu variasi belajar, membangkitkan minat siswa, meningkatkan retensi belajar mengajar, serta memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien. Hal tersebut sesuai juga dengan teori yang dikemukakan oleh Prastowo (2015) bahwa fungsi LKPD ialah sebagai bahan ajar yang bisa meminimalkan peran guru, namun lebih mengaktifkan peserta didik, sebagai bahan ajar yang mempermudah siswa untuk memahami materi yang diberikan, sebagai bahan ajar yang ringkas dan kaya tugas untuk berlatih, serta memudahkan pelaksanaan pengajaran kepada peserta didik.

c. Evaluasi pembelajaran menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) biologi

Berdasarkan hasil data temuan wawancara, observasi dan dokumentasi dapat diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran

biologi kelas XI IPA di SMAN 3 Jember menggunakan LKPD guru dalam menilai tugas LKPD disesuaikan dengan rubrik penilaian laporan praktikum yang telah disusun. Untuk pembelajaran biologi dengan LKPD menurut guru masih belum dapat dikatakan efektif.

Alasan beliau adalah jika pembelajaran dengan LKPD dapat dikatakan efektif maka harus melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tetapi meskipun belum melaksanakan PTK, siswa kelas XI IPA ketika pelajaran biologi nilainya banyak yang diatas KKM.

Meskipun ada sebagian siswa yang terkena remidi ketika Penilaian Akhir Semester (PAS) sehingga guru harus memberikan tugas tambahan.

Penilaian pembelajaran dengan menggunakan kurikulum 2013 adalah penilaian autentik. Guru sudah mempersiapkan rubrik penilaian dari aspek afektif, aspek kognitif dan aspek psikomotorik.

Rubrik penilaian terdiri dari observasi, soal tes yang terdapat di LKPD, praktikum, dan rubrik penilaian praktikum. Penilaian sikap dinilai dari kegiatan sehari hari pada saat pembelajaran. Penilaian pengetahuan dinilai dengan siswa mengerjakan soal LKPD, dan aktif tanya jawab dalam pembelajaran. Penilaian psikomotorik dinilai pada keterampilan siswa ketika praktikum.

Hal diatas sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh peraturan Kemendikbud nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah yang terdapat pada bab

Lima tentang Penilaian Proses dan Hasil pembelajaran yang berisi bahwa Penilaian proses pembelajaran menggunakan pendekatan penilaian otentik (authentic assesment) yang menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Penilaian sikap (KI-2), pengetahuan (KI-3), dan keterampilan (KI-4) dilakukan oleh guru kelas. Teknik penilaian sikap yang digunakan yaitu observasi, wawancara, catatan anekdot, catatan kejadian tertentu sebagai unsur penilaian utama. Penilaian pengetahuan (KI-3) atau kognitif dilakukan dengan tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Sedangkan penilaian keterampilan (KI-4), standar yang ditetapkan yaitu penilaian kinerja, proyek, portofolio. Dalam hal ini guru pada pelaksanan pembelajaran sudah melaksanakan beberapa penilaian tersebut tetapi dalam pelaksanaannya masih mengalami kesulitan, sehingga yang sering dinilai adalah aspek pengetahuan.

2. Analisis Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai Bahan Ajar Biologi Kelas XI IPA di SMAN 3 Jember

a. Analisis Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berdasarkan tampilan

Analisis tampilan LKPD biologi yang dianalisis meliputi bagian kulit buku, bagian awal buku, teknik penyajian, dan bagian akhir. Analisis ini disesuaikan dengan aturan menteri pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia nomor 8 Tahun 2016 tentang buku yang digunakan oleh satuan pendidikan pasal 3. Analisis bagian kulit

buku yang dinilai yaitu kulit depan buku, kulit belakang buku, dan punggung buku. Pada bagian kulit buku diperoleh nilai 41,6%, karena punggung buku tidak ada sehingga dapat disimpulkan bahwa bagian kulit buku masuk kategori cukup. Selanjutnya analisis pada bagian kedua yakni bagian awal buku mendapatkan nilai sebesar 25%, adapun yang dianalisis ialah halaman judul, halaman penerbitan, halaman tabel, kata pengantar, daftar isi, dan daftar gambar. Nilai tersebut menunjukkan bahwa bagian awal buku termasuk kategori kurang.

Analisis LKPD biologi yang ketiga yaitu teknik penyajian.

Pada teknik penyajian yang dinilai meliputi konsistensi sistematika sajian dalam bab, penomoran halaman, keruntutan dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar, penyajian gambar pada setiap bab, penyajian tabel pada setiap bab, dan bahasa yang mudah dimengerti. Bagian ini memperoleh nilai 83,3% karena LKPD ini kurang mencantumkan nomor halaman. Apabila dicantumkan halaman maka akan mempermudah juga dalam keterbacaan lembar kerja. Sehingga pada bagian teknik penyajian termasuk kategori sangat baik. Sedangkan pada bagian penutup mendapatkan nilai 25%

karena glosarium dan daftar pustaka tidak ada. Nilai 25%

mengartikan bahwa pada bagian penutup termasuk kategori kurang.

Apabila semua skor dijumlahkan dan ditotal maka mendapatkan nilai

42,7%. Hal ini menunjukkan bahwa pada aspek penyajian lembar kerja termasuk kategori kurang sesuai.

Jika dilihat hasil analisis diatas dapat dikatakan kurang sesuai dengan Permendikbud Tahun 2016 tentang buku yang digunakan oleh satuan pendidikan terdapat di pasal 3 ayat 2, yang berbunyi bahwa kulit buku teks pelajaran dan non teks pelajaran wajib memenuhi kulit depan buku, kulit belakang buku, dan punggung buku. Pada bagian awal buku disebutkan di ayat 3 yaitu buku teks pelajaran wajib memenuhi halaman judul, halaman penerbitan, halaman kata pengantar, halaman daftar isi, halaman daftar gambar, halaman tabel, dan penomoran halaman. Bagian akhir buku dijelaskan pada ayat 7 yang berbunyi bagian akhir buku pada buku teks pelajaran wajib memenuhi informasi tentang pelaku perbukuan, glosarium, daftar pustaka, indeks, dan lampiran.

b. Analisis Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berdasarkan materi Materi biologi kelas XI IPA SMA/MA terdapat sebelas bab pembahasan. Semester ganjil terdapat 6 bab sedangkan semester genap memperlajari 5 bab. Adapun hasil analisis berdasarkan materi pada lembar kerja biologi yang telah digunakan sebagi bahan ajar bahwa kompetensi dasar kurikulum 2013 matapelajaran biologi kelas XI IPA dan ringkasan materi tidak dicantumkan pada LKPD. Untuk mengetahui kompetensi dasar matapelajaran biologi dapat diketahui melalui tujuan pembelajaran yang telah tercantum pada LKPD biologi

kelas XI IPA. Tujuan pembelajaran yang dicantumkan sesuai dengan kompetensi dasar matapelajaran biologi kelas XI IPA.

Kompetensi dasar biologi kelas XI IPA SMA berjumlah empat belas kompetensi dasar yang dimulai dari KD 3.1, KD 4.1 sampai KD 3.14 dan KD 4.14. Dengan jumlah kompetensi dasar empat belas maka setiap bab tidak sama, terdapat tiga bab dengan dua kompetensi dasar yaitu bab satu, bab sembilan dan bab sepuluh. Pada bab 1 yaitu sel, pada bab ini KD 3.1, KD 4.1 dan KD 3.2, 4.2. Bab 9 yaitu tentang sistem regulasi terdapat dua kompetensi dasar yaitu KD 3.10, 4.10 dan KD 3.11, 4.11. sedangkan bab 10 yaitu sistem reproduksi terdapat dua kompetensi dasar yaitu KD 3.12, KD 4.12 dan KD 3.13, 4.13. Ketiga bab tersebut terdapat KD yang belum tercantum pada subbab LKPD dan belum ada tugas yang terstruktur yaitu KD 3.11, KD 3.13 dan KD 4.14. sedangkan KD 4.11 tidak tercantum pada LKPD akan tetapi guru memberikan tugas kepada siswa berupa project tentang kampanye narkoba di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.

Hilda taba dalam Arifin (2014) mengatakan bahwa ketika guru memiliki inisiatif untuk mengembangkan kurikulum 2013 dengan membuat bahan ajar pribadi maka guru tersebut harus memahami aspek aspek yang ada dalam komponen isi/materi kurikulum yaitu teori, konsep, generalisasi, prinsip, prosedur, fakta, istilah, contoh, dan definisi. Kriteria untuk memilih isi/materi kurikulum ialah materi harus shahih dan signifikan, artinya harus menggambarkan

pengetahuan mutakhir. Materi harus relevan dengan kenyataan sosial dan kultural agar peserta didik lebih memahami fenomena dunia termasuk perubahan-perubahan yang terjadi. Materi harus mencakup tujuan. Materi harus sesuai dengan kemampuan dan pengalaman peserta didik. Dan materi harus sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta didik. Generalisasi yaitu kesimpulan umum berdasarkan hal yang khusus, bersumber dari hasil analisis, dan pendapat.

Berdasarkan hasil analisis maka LKPD biologi bagian materi sudah sesuai dengan teori diatas bahwa materi harus terdapat teori, konsep, prosedur, fakta dan contoh. Isi LKPD selalu tercantum prosedur atau langkah-langkah kerja, tidak lupa pula guru selalu memberikan contoh relevan dengan kehidupan sehari hari yang ada kaitannya dengan materi tersebut. Di bagian awal pembelajaran guru selalu memberikan pertanyaan kepada siswa tentang konsep materi yang dibahas pada pertemuan tersebut. Diakhir kegiatan pembelajaran guru selalu menanyakan kesimpulan pembelajaran kepada siswa, yang hal ini sesuai dengan generalisasi.

c. Analisis Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berdasarkan kebahasaan

Adapun yang dianalisis bagian kebahasaan meliputi kesalahan penulisan, tata urutan pelajaran, struktur kalimat yang jelas, mendorong siswa untuk berpikir kritis, dan kebenaran penulisan nama ilmiah. Kesalahan penulisan meliputi tulisan yang disingkat.

Tata urutan pelajaran yakni runtutnya komptensi inti dan kompetensi dasar. Mendorong siswa untuk berpikir kritis yakni soal ataupun kata kata yang dituliskan mampu membuat siswa untuk menggali informasi lebih banyak. Kebenaran penulisan ilmiah meliputi tata cara penulisan ilmiah secara benar. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilaksanakan oleh peneliti berupa dokumen LKPD semester ganjil dan semester genap. Bahwa aspek kebahasaan LKPD semester ganjil mendapatkan nilai dengan kategori sangat baik bab sistem sirkulasi, karena pada bab ini tidak ada kesalahan atau kekurangan.

Sedangkan yang mendapatkan nilai terendah ialah bab jaringan hewan dengan kategori nilai cukup. Karena ada kesalahan penulisan ilmiah di bab tersebut. Adapun LKPD semester genap hampir semua bab mendapatkan nilai yang sama yaitu antara 80% dan 60%. Artinya pada bab tersebut termasuk kategori baik dan cukup. Berdasarkan hasil diatas LKPD yang disusun sendiri oleh guru di SMAN 3 Jember ini layak digunakan untuk siswanya karena berdasarkan hasil analisis mendapatkan nilai dengan kategori baik yaitu 80%. Berdasarkan hasil analisis LKPD diatas sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Nurdin (2016) bahwa syarat menyusun LKS dalam susunan kalimat dan kata-kata diutamakan sederhan dan mudah dimengerti, singkat dan jelas, istilah baru hendaknya diperkanalkan terlebih dahulu.

d. Analisis Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berdasarkan kesesuaian soal

Analisis LKPD berdasarkan kesesuaian soal disesuaikan dengan taksonomi bloom. Berdasarkan analisis soal LKPD semester ganjil dan semester genap diperoleh hasil dengan rata rata 66,6%

yang artinya termasuk kategori cukup. Semakin kompleks soal pada setiap bab maka semakin banyak pula nilai yang diperoleh bab tersebut. Tingkat pengetahuan (knowledge) yang selalu ada pada setiap subbab, dan soal harus sesuai dengan tingkat pemahaman peserta didik.

Tujuan pembelajaran biasanya diarahkan pada salah satu kawasan dari taksosnomi. Benyamin S. Bloom mengkonsentrasikan pada domain kognitif, sementara domain afektif dikembangkan oleh Kratwohl dan domain psikomotorik dikembangkan oleh Simpson.

Kawasan kognitif merupakan kawasan yang membahas tujuan pembelajaran berkenaan dengan proses mental yang berawal dari tingkat pengeatahuan sampai tingkat evaluasi. Kawasan kognitif terdiri dari 6 tingkatan mulai dari pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. (Uno, 2014).

Sedangkan menurut Permendikbud nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan pada bab dua tentang karakteristik pembelajaran menyatakan bahwa kawasan kognitif merupakan kawasan yang membahas tujuan pembelajaran berkenaan dengan proses mental yang berawal dari tingkat pengetahuan sampai tingkat yang lebih tinggi yakni evaluasi. Adapun kawasan kognititf ini terdiri

dari pengetahuan/mengingat (C1), memahami (C2), mengaplikasikan (C3), menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), mencipta (C6).

Menurut Sudijono (2008) mengatakan bahwa ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak), yang dimulai dari jenjang terendah sampai jenjeang yang paling tinggi. Keenam jenjang tersebut adalah pengetahuan (Knowledge), pemahaman (Comprehesion), penerapan (Application), analisis (analysis), sintesis (synthesis), dan penilaian (evaluation). pengetahuan adalah jenjang berpikir paling dasar. Pemahaman mencakup pengetahuan. Aplikasi mecakup pemahaman, dan pengetahuan. Sedangkan analisis mencakup aplikasi, pemahaman, dan pengetahuan. Sintesis meliputi analisis, aplikasi, pemahaman, dan pengetahuan. Evaluasi meliputi sintesis, analisis, aplikasi, pemahaman dan pengetahuan.

Dari hasil analisis dokumen LKPD semester ganjil dan semester genap diperoleh hasil sesuai dengan teori diatas bahwa isi soal LKPD biologi didalamnya sudah mencakup aspek kognitif atau pengetahuan dari C1, C2, C3, C4, C5 dan C6. Keenam aspek tersebut disusun secara acak di setiap subbab LKPD.

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tentang Analisis Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai Bahan Ajar Biologi Kelas XI IPA di SMAN 3 Jember Tahun Pelajaran 2018/2019, maka peneliti dapat menyimpulkan hasil penelitian sebagai berikut:

1. Pemanfaatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai bahan ajar biologi kelas XI IPA di SMAN 3 Jember

LKPD biologi yang telah disusun sendiri oleh guru biologi kelas XI IPA digunakan sejak adanya kurikulum 2103 hingga saat ini.

Penyusunan isi LKPD sudah dapat dikatakan sesuai dengan tujuan penyusunan LKPD yaitu untuk meningkatkan keaktifan siswa didalam proses belajar mengajar, membuat siswa berfikir kritis, membuat siswa rajin membaca dan pembelajaran menjadi inovatif. Manfaat untuk guru bahwa LKPD yang telah disusun digunakan sebagai pedoman bahan ajar biologi agar pembelajaran berjalan runtut sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Pembelajaran dengan LKPD dapat dilakukan dengan berbagai macam metode pembelajaran. Kendala dalam penyusunan tidak ada, hanya saja terkendala dalam pelaksanaan pembelajaran dikarenakan kurangnya waktu. Evaluasi pembelajaran menggunakan LKPD belum dilakukan. Namun jika terdapat nilai siswa

di Penilaian Akhir Semester (PAS) dibawah KKM, maka siswa diberikan tugas remidi dan tugas pengayaan.

2. Analisis isi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai bahan ajar biologi kelas XI IPA di SMAN 3 Jember

Berdasarkan hasil analisis isi LKPD biologi kelas XI IPA yang telah disesuaikan dengan Permendikbud no 8 Tahun 2016 tentang buku teks dan non teks yang digunakan oleh satuan pendidikan yang di analisis yaitu bagian tampilan, materi, soal dan kebahasaan bahwa LKPD ini layak digunakan oleh siswa. Akan tetapi masih perlu untuk diperbaiki isinya agar lebih bagus kedepannya. Bagian materi yang perlu diperbaiki yaitu penambahan subbab kompetensi dasar bab sembilan dan sepuluh. Bagian penyajian yang perlu diperbaiki yaitu penambahan penomoran halaman disetiap subbab, daftar isi, halaman judul, halaman penerbitan, dan kata pengantar. Pada bagian akhir buku yaitu penambahan daftar pustaka.

B. Saran

Setelah dilakukan penelitian yang akhirnya dituangkan dalam bentuk skripsi, maka di akhir penulisan ini kami sebagai penulis ingin memberikan beberapa saran yang mungkin dapat di jadikan sebagai bahan pertimbangan agar lebih baik kedepannya. Berdasarkan kesimpulan diatas dapat diajukan saran-saran sebagai berikut:

Dokumen terkait