ISSN:2085-9503
ANG SA
Volume Vll, Nomor 2, November 2015
Jurnal Ilmiah
Bidang Teknologi
lSSN aEEs -
r50l
" ll]|
lll llltrlll llllllllLlll
VISI
Menumbuhkan cakrawala, wawasan
b erfikir parti
s ip atif
dalam pembangunan nasional melalui IPTEK
MISI
P emb erday
aan
dan p enajam
ori entasi
masyarakat pendidikan Indonesia dalam pembangunan
PENANGGUNG JAWAB
Ir. Drs. T. Ken Darmastomo. M.Sc.KETUA PENYU{TI\G
Yenni Asruti. S.T..
\l.Ens"
DEWAN PE\\-T \TI\G
Freddy Kurniau'an. S.T.. \1.T.
Uyuunul
\lauidzoh.
S.T.. \1.T.Nur Cahrani. S.Far.. \1.T.
Rulll \lediantt.
S.T,. \1.T.\urt-i
Ahmadi. S.T..\l.Ens.
.{D\II\ISTR\SI
]Sn.
H:n
T11,._..,.._Jurnal Ilmiah Angkasa terbit I kali serahun edisi \Iei dan November
Berisi kajian ilmiah dan hasil penelitian tenrang teknologi
ALAI\{AT PE\\-T \TI\G DA\ ADMINISTRASI
Pusat Penelitian dan PensaL'dian Pada \lasvarakat
(p3M)
STTA Jalan JantiBlok
R Lanud Adisutjipto YogyakartaTeip.(01-J r -+5 116_r. Far.r0l7-1) 415265
Pembaca yang terhormat,
Jurnal
ANGKASA
adalahjurnal ihniah
bidangteknologi
yangditerbitkan oleh
SekolahTinggi Teknologi Adisutjipto
Yogyakarta. Pada kesempatanini
merupakan penerbitan tahun ke-7, edisi VolumeVII,
Nornor 2, November 2015. Pada edisiini
memuat 18 artikelilmiah
yang merupakan hasil penelitian Dosen,baik
DosenSTTA
maupun Dosendi
luarSTTA,
yangmeliputi
6 artikel tentang teknik informatika, 4 artikel tentang teknik mesin, 3artikel tentang
teknik
elektro,2
artikel tentang teknik penerbangan,I
artikel tentangteknik industri, I
artikel tentangteknik sipil,
ctan 1 artikel tentang matematika penerapan.Pada
kesempatanini, redaksi mengajak
pembacauntuk berpartisipasi dalam
JurnalANGF"ASA dengan cara mengirimkan naskah artikel. Adapun sistematika
artikel diharapkan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar serta disesuaikan dengan pedoman penuiisan naskah seperti yang tercantum pada sampul belakang majalahini.
Jumal
ANGKASA kali ini
dapatterbit tentu
sajadi
antaralrrya berkat bantuan pimpinanSTTA Yogyakarta serta partisipasi para penulis artikel dan pembaca yang
selalu mendukung, memberikan semangat, danmotivasi agar JurnalANGKASA
tetap eksis.Untuk itu, Dewan Redaksi mengucapkan terima kasih.
Sudah sejak lama,
masyarakat menghendakipendidikan yang berkualitas,
khususnya pendidikantinggi. Kualitas
yang.dimaksud terutama berkaitan denganhasil
pendidikanyang
diselenggarakanoleh
suatuPergrruan Tinggi. Hasil pendidikan yang
berkualitas dapatdiyakini tidak mungkin
dihasilkandari
proses yang asal-asalan. Dengan kata lain, proses pendidikan yangberloalitas
akan menghasilkan lulusan yang berkualitas.Hal ini
sekaligustentu
merupakanwuju{
penyelenggaraan pendidikan yang bertanggung jawab (accowntable) serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan (relevance).Meski juga
menyangkut aspek ldyanannon
akademis,kualitas
proses pendidikan padajenjang
PerguruanTinggi jelas tidak
dapat dipisahkan dengan kualitas dosen. Salah satuindikator kualitas
dosenditunjukkan oleh kinerja
tugaspokok
seorang dosen,yaitu Tri
Dharma PerguruanTinggi. Oleh
karenaitu, terkait
dharmapenelitian
dosen pad.a suatu perguruantinggi, kecuali terkait
dengan aspek proses dan hasilnya, kualitas pengelolaan atau manajemen hasil juga merupakan satu hal yang tidak kalah pentingnya.Jurnal ANGKASA terbitan
tahunketujuh ini
merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas pengelolaanhasil
penelitian maupun karyatulis
dosen sekaligus sebagai bagianJURNALANGKASA
dari rasa tanggung jawab Sekolah Tinggi Teknologi Adizutjipto Yogyakarta
untuk menyebarluaskan kepada para penrbaca.Selanjutnya
kepada seluruh sivitas
akadernikaperguruan tinggi, baik dosen
maupun mahasiswa,serta para
pembacadan insan-insan yang memiliki kepedulian
terhadap perkembangan dan permasalahanilmu
pengetahuan danteknologi;
sajiarr dalam terbitankali ini
semoga n'r.ampumemberikan rnanfaat bagi munculnya karya-karya
maupun pernikirankreatif
dan inovatifnya.Volume Vll, Nomor 2, November 2015
PEMANFAATAN TMAGE TO SPEECH BERBASIS ANDROID UNTUK PENGENALAN WARNA BAGI ANAK BAWAFI TIGA TAHUN (BATITA)
Hero
Wintolo, Anggit Tri Widiastuti ...
...1ANALISIS PENERAPAN PENGGLINAAN
GRAPHICEDI
ORPADA PEMBUATAN
OBJEK 3DIMENSI
Nurcahyani
Dewi Retnowati
...13METODE NILAI JARAK
GUn.TNAKESAMAAN ATAU KEMIRIPAN CIRI SUATU CITRA
(K,/\SUSDETEKSI AWAN CUMULONIMBUS MENGGT]NAKAN
P RIN C
I PAL
C OM
P OI,{ENT ANALYfl
S)Dwi Nngraheny...
...21SISTEM PENDUKI'NG KEPUTUSAN PENERIMAAN CALON MAHASISWA BARU
"IALUR PRESTASI DI SEKOLA}I TINGGI TEKNOLOGI ADISUTJIPTO MENGGTINAI(AN
SIMPLEMULTI
ATTRIBUTE RAT'ING TECHNIQUEAnton
SetiawanI{onggowibowo ...
...31PENGARUH RAPAT ARUS ANODIZING TERHADAP NILAI KEKER.ASAN PADA PLAT ALUMINIU]V{ PADUAN AA
SERI2O24-T3Fajar }.Iugroho
...,..
...39THE ALI(ALI TREATMENT PARAMETERS USING TAGIJCHI MODEL IN
ORDER TOOBTAIN THE OPTIMUM
TENSILts STRENGTH OFSINGLE KENAF FIBER
Henny
Fratiwi
...49PEMANFAATAN KOLEKTOR SUR.YA SEBAGAI ENERGI ALTHRNATIF I}ESAI,INASI AIR LAUT I.INTUK MENGATASI
KRISISAIR
BERSIHDedet Hennawan S, Muhrom
Khudhori
...59PENGGTINAAN WATER HEATING PADA MESIN PENGKONDISIAN UDARA SEBAGAI ALAT PENGENDALI KELEMBABAN UDARA DI DALAM RUANG
CPERASIDI RUMAH SAKIT
Wardoyo
...65JL'RNAL ANGKASA
I
DAIVIPAK PEMBERIAN IMPULS ARUS TERHADAP TINGKAT PERLINDUNGAN
ARRESTERTEGANGAN RENDAH
Diah Suwarti
Widyastuti, Sugiarto.
...75PERKIRAAN KONSUMSI
ENERGILISTRIK
2013HINGGA
2O3OACEH TAMIANG
Ii.ahmad Putnarna, Ahmad Agus Setiawan,
Suhanan
...'...'85PENGATTUH VAIT]IASI
JUMLAH
FASTENERTERH'ADAP KEKUATAN STRUKTUR
REPAIR LONGITUT)INALFLOOR BEAMPESAWAT B
737-3OODjarot Wahju
Santoso
.'.'...93ANALISIS STATIK KEKUATAN STRUKTUR FITTING PADA LANDING
GEARPADA PESAWAT
N-219ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL PEKERJA BAGIAN GROUND HANDLING
tsANDARA AT)ISUTJIPTO IINTUK MENDUKUNG KESELAMATAN
PENERBANGA].{Eko Poerwanto, Gunawan
KORELASI NILAI KOEFISIEN ARAH SERAT BETON 'IERHADAP KEKUATAN TARIK LENTUR PADA BETON DENGAN
SERUTANBAJA MAUPUN HAREX
SFPENGAR.UH
PERGAULAN TERHADAP KENAKALAN "ABG" DI YOGYAKAI1TA I\{ENGGUNAKAN
REGRESI LOGISTIK
RAINCANG BANGUN SISTEM INFORMASI OBYEK WISATA BERBASIS WEB MENGGUI'iAKAN METODE
USER CENTERED DESIGN(UCD)
Oni
Yuliani,
JokoPrasojo
...149ANAI,ISIS PENERAPAN MODEL UTAUT (UNIFIED THEORY OF
ACCEPTANCEAND USE OF TECITNOLOGD TERFIADAP PERILAKU PENGGUNA
SISTEMINFORMASI (STUDI KASUS: SISTEM INFORMASI AKADEMIK PADA
STTNASYOGYAKAPJA)
Trie Handayani, Sudiana
PERANCANGAN TAMPILAN
VISUAL DOCK,TNG GUIDANCE SYSTEM(VDGS) PADA
SISTEMPARKIR PESAWAT TERBANG
DennyDermawan,
M. JaluPumomo...
....'.18115
Ridayati
iV Volume Vll, Nomor 2, November 2015
Analisis Beban Kerja Mental pekerja Bagian Ground Handling Bandara Adisutjipto
AI\ALISIS BEBAN KERJA MENTAL PEKERJA
BAGIAN GROUND HANDLING BANDARA ADISUTJIPTO UNTUK MENDUKUNG KESELAMATAN PENERBAI\GAN
Eko poerwantol,
Gunarvan2' Teknik Industri, 2Teknik penerbangan Sekolah
Tinggi
TeknologiAdisutjipto
Jalan JantiBlok-R
LanudAdisudipto,
yogyakartaAbstract
Increased need
for air transport will
increasethe activity of ground handling at airports'
Increasedactivity of this will
affect the mentalworkloai ,icirrnd personnel
whocarry it
out'Any
increasein
mental workloarlwill
affect the occurrenceof
humonerror
and affect/light
safety. Analysis of mental worklo.adoTpirt
of groundhandliig
ptersonnel isvery important to ensure
acceptablepersonnel *iit toaai iccording to l.uirktoad
capacity qvailable.This
mental
w*orkloctd research usingNASA-TIX
method,that
theprocedure
uses amulti-dimensional rating, and divide the iorkload on the
basisof the iurogu loading
6 dimensions, namely .Mental Demqn(J,Phvsical Demand,
Temporal Demand,Effort,
Own Performance, each scale(Paired
andfrustation.
NASA-TLX is dividedinto
two phases, namely a comparison,f
comparison) ancl
giving
valueto
the,oik 6r"nt
Scoring). The research obiectiveis to
ensure the mentalworktoai
ofpart
ofground
handling Adisuciptoairport
in 7'ogltakarta,in
accordancewith their
capacity,so is-to avoid humai error and to
support aviation sa/bty.The results showed that the mean score of mental workload ground
handling activities byPT.
GapuraAir
qnd PT. KokapuraAvia in Yogakarta
Adisuciptoairport in
the mentalworkload
optirnizationgroup, whiih
indicates mentqlworkload reieived
by workers are'safe (no overload).Keywords:
Mental
Workload, Ground Hondling, NASA_TLX AbstrakPeningkatan kebutuhan transportasi udara akan meningkatkan aktivitas ground handling di
bandara. Peningkatan aktivitasini
akan mempengaruhi beban kerja mental yangditerirna personel yang
melaksanakannya.Setiap peningkatan beban kerja mental
akanmempengaruhi terjadinya human error dan mempengaruhi
keselamatan penerbangan.Analisis beban kerja rnental personil bagian
grountl hinaiing
sangat penting dilakukan untuk memastikan bebankerja
yangditerima personil
sesuai dengan kapasitas f,ebankerja
yang tersedia.Penelitian beban kerja mental ini menggunakan metode NASA_TLX
yang prosedurnya menggunakanrating multi
dimensional, dan membagiworkload
atas dasar rata- rata penrbebanan6 dimensi,
yart:uMental
Demand,Physical Dimand,
Temporal Demand,JURNAL ANGKASA
115
Eko Poenranto, Gunawan
Effort, Own Performance,
danFrustafion. NASA-TLX dibagi menjadi dua tahap,
yaitu perbandingantiap
skala(Paired
Comparison) dan pemberiannilai
terhadap pekerjaan (Event Scoring). Tujuan penelitianini
untuk memastikan beban kerja mental bagian ground handling bandaraAdisudipto
Yogyakarta, sesuai dengan kapasitasnya, sehingga dapat menghindari human error dan mendukung keselamatan penerbangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor
rata-ratabeban kerja mental
aktivitasground handling oleh PT.
Gapura Angkasa danPT.
KokapuraAvia di
bandaraAdisutjipto Yogyakarta
masuk dalamkelompok
sedang,yang
menunjukkan bebankerja mental yang
diterima oleh pekerja masih aman (tidak berlebihan).I(ata
kunci:
Beban kerja mental, Ground Handling,NASA-TLX
1. Pendahuluan
Kebutuhan terhadap sarana transportasi udara saat
ini
mengalarni peningkatan yang cukup pesat. Peningkatan kebutuhan transportasi udaraini
mengakibatkan permasalahan yangcukup rumit berkaitan
dengan saranadan
prasarananyayang masih
terbatas.Salah
satu kebutuhanyang cukup
mendesak diantaranya adalahpersonil yang
bertugas padaground
handlingdi
bandar udara.Akibat
terbatasnya sarana yang ada mengakibatkan meningkatnya beban kerja bagi operator yang bertugas, sehinggadimungkinkan
adanya peningkatan bebankerja
yang memungkinkan meningkatnya kelelahan dan pada akhirnya dapat meningkatnya kesalahan yang akan muncul dalam bekerja dan akan sangat membahayakan pada operasional penerbangan.Dari
sudut pandang ergonomi, setiap beban kerja yang diterima oleh seseorang harus sesuai atau seimbangbaik
terhadap kemampuanfisik,
kemampuankognitif
maupun keterbatasan manusia yang menerima beban tersebut.Dalam
dunia penerbangan,dikenal
adanyatiga
tahap utama dalam pelayanan, yaitu preflight
service, inflight
serv'ice, dan postflight
service. Preflight
service artinya kegiatan penanganan terhadap penumpang dan pesawat sebelum keberangkatan (di bandara asalloriginstation). In flight
serviceberarti
kegiatan pelayanan terhadap penumpang selamadi
dalam pesawat. Po,stflight service
adalah kegiatan ponanganan terhadap penumpang,kargo,
dan pesawat setelah penerbangan atau kedatangan(di
bandaratuluanldestination). Jika dilihat
dari tahapanini,
maka pekerjaan darat dalamhal ini ground
handling merupakan pekerjaan atau tugas yang berat, karena pada preflight
service harus memastikan bahwa pesawat akan terbang dengan alnan, dan pada post/light
sentice memastika bahwa penumpang dan crew- kabin dapat terlayani denganbaik,
sehingga bebanke{a
menurut siklus penerbangan tersebut adalah sangat tinggi.Penelitian ini akan dilakukan untuk
memastikanbahwa
bebankerja mental
yangdiberikan kepada bagian ground handling di bandara Adisutjipto Yogyakarta, tidak
melampaui kapasitas kernampuan beban kerja yangdimiliki. Dari
sudut pandang ergonomi, setiap bebankerja
yangditerima oleh
seseorang harus sesuai atau seimbangbaik
terhadap kemampuanfisik,
kemampuankognitif
maupun keterbatasan manusia yang menerima bebantersebut. Hal ini sangat penting dilakukan rnengingat setiap jenis kelelahan
akanmenyumbangkan kesalahan
yang dilakukan
manusia padabidang
penerbangan,dan
akan mempengaruhi tingkat keselamatan yang harus dipenuhi, sesuai dengan standar internasional.116 Volume Vll, Nomor 2, November 2015
Analisis Beban Kerja Mental Pekerja Bagian Ground Handting Banddra Adisutjipto
2. Metode Penelitian
Metode pengukuran dengan
NASA-TLX ini
banyak digunakan dibandingkan metodeobyektif
karena cukup sederhana dan tidak membutuhkan banyakwaktu
serta biaya. Peneliti cukup membuat kuesioner dan menyebarkannya pada para pekerja dalam yang akandiukur beban mentalnya. Hancock dan Meshkati (1988) menjelaskan langkah-langkah
dalam pengukuran beban kerja mental dengan menggunakan metodeNASA-TLX.
2.1
Penjelasanindikator
bebanmental
yangakan diukur
bel Indikat beba mental akan di kur
2.2
PembobotanPada bagian
ini
respondendiminta untuk melingkari
salah satudari dua indikator
yang dirasakanlebih
dominan menimbulkan beban kerja mental terhadap pekerjaan tersebut.Kuesioner
NASA-TLX
yang diberikan berupa perbandingan berpasangan. Dari kuesionerini
dihitungjumlah tally
dari setiapindikator
yang dirasakan palingberpengaruh.
Jumlahtally
menjadi bobot untuk tiap indikator beban mental.2,3
PernberianRating
Pada bagian
ini
responden diminta memberirating
terhadap keenamindikator
beban mental. Rating yang diberikan adalah subyektif tergantung pada beban mental yang dirasakanoleh
responden tersebut.Untuk
mendapatkanskor
bebanmental NASA-TLX, bobot
dan ratinguntuk
setiapindikator dikalikan
kemudian dijumlahkan dandibagi
dengan 15fiumlah
perbandingan ber?asangan).n u or
a gt-
Skala Rating Keterangan
Mental Demand (MD)
Rendah,Tinggi Seberapa besar aktivitas mental dan perceptual yang dibutuhkan untuk melihat, mengingat dan mencari. Apakah pekerjaan tsb mudah atau sulit, sederhana atau kompleks, longgar atau ketat .
Physical Demand (PD)
Rendah, Tinggi Jumlah aktivitas
fisik yang
dibutuhkan(misal:
mendorong, menarik, mengontrol putaran, dan lain-
lain)Temporal Demand (TD)
Rendah, tinggi Jumlah tekanan yang berkaitan dengan waktu yang dirasakan selama elemen pekerjaan berlangsung.
Apakah
pekerjaan perlahan atau santai atau cepat dan melelahkanPerformance (oP)
Tidak tepat, Sempurna
Seberapa besar keberhasilan seseorang
di
dalam pekerjaarurya dan seberapa puas dengan hasil kerjanyaFrustration Level (FR)
Rendah,tinggi Seberapa
tidak aman,
putus dibandingkan dengan perasaan kepuasan diri yang dirasakan.asa,
tersinggung, terganggu, aman,puas,
nyaman, danEfibrt (EF) Rendah, tinggi Seberapa keras kerja rnentai dan
fisik
yang dibutuhkan untuk menyele saikan pekerj aanJURNAL ANGKASA 117
Eko Poenvanto, Gunawan
2,4 Menghitung nilai produk
Diperoleh
dengan mengalikanrating
denganbobot faktor untuk
masing-masing deskriptor{lihat
Persamaan1).
Dengandemikian dihasilkan 6 nilai produk untuk 6 indikator (MD
:mental demand,
PD
:physical
denand,TD
: temporal demand, CP '. condition performance,FR:frustration
ratin11, EF :effirt rating)
Produk:
rating x bobotfaktor
(1)2.5 Menghitung ll/eighted
Workload(WWL)
Diperoleh dengan menjumlahkan keenam
nilai
produk(ihat
Persamaan 2)3mr,-t
*}n'u*rt
(2)2.6 Menghitungrata-rataWWL
Diperoleh dengan membagi
WWL
denganjumlah
bobot total (lihat Persamaan 3).(3)
2.7 trnterpretasi Skor
Berdasarkan penjelasan
Hart dan
Staveland(1981) dalam teori NASA-TLX,
skor beban kerja yang diperoleh terbagi dalam tiga bagian yaitu pekerjaan menurut para respondentergolong agak berat jika nilai >80, nilai 50-80
menyatakanbeban pekerjaan
sedang, sedangkannilai
<50 menyatakan beban pekerjaan agak ringan.Aktivitas ground handling menjadi
suatutumpuan
atau harapanpenting
terhadap perusahaan penerbangan, karena pelayananyang
memuaskan/prima (satisfaction)
dapatdililrat dari
kecepatandan
ketepatansalah
satunyadalam
menanganiground
handling.Semakin
tinggi On Time Performance (OTP)
semakinbaik,
denganjadwal
penerbanganmenjadi tidak terganggu atau
sesuai denganjadwal yang telah ditetapkan. Karena itu
perusahaan penerbanganterus
mening)<atkanOn Time Pedormance guna
menciptakan kepuasan untuk para penumpangnya. On Time Performance merupakan satu paket yang harus dapat.dicapaioleh
personllground
hanelling, sehingga personilground handling
berusaha keras agar tercapai On Time Performance.3. I{asil dan Pernbahasan
3.1
JcnisAktivitas
pada GroundHandling
Gambar 1 merupakan proses perawatan pesawat terbang pada
Aircraft
MaintenanceTraining
Organization(AMTO)
selalu mewajibkan melakukan prosedur engineground
run setelah dilakukan perawatan pesawat terbang Pada dasarnya fasilitas laboratorium perawatan pesawat harus rnemenuhi standar yang telah ditetapkan yaitu:Mengacu pada
IATA Aircraft Handling Manual (AHM)
810 AnnexA,
tahun 2004 yang menetapkan sebanyak 8 section pelayanan standar, selengkapnya sebagai berikut:Section
l:
Representation, Administration&
SupervisionI.l.
GeneralI
.2.
Adminis trativ efunction
118 Volume Vll, Nomor 2, November 2015
Analisis Beban Kerja Mental Pekerja Bagian Ground Handling Bandara Adisutjipto
7
.3.
Sup,zrt ision and/or coordination of services contracted by thecarrier with
third parQ$es)Section 2: Passenger Ser ,*ices
2.1.
General2.2.
Departure2.3. Arcival
2.4.
Rernote/offairport
serviees2.5.
Intermoda transportqtion byrail,
road or sea.Section 3: RAMP Services
3.1.
BaggageHandling 3.2. Marshalling
3.3. Parking
3.4..
Cooling and. heating3.5.
RamptoJlight
deck communication3.6.
Loading and unloading3.7.
Starting3"8.
So/bty Measures3.9. Moving
ofaircraft
3.1A. Exterior
cleaning .3.11. Interior
cleaning3.12. 'Ioilet
services3.13.
Wa.ter services3.14.
Cabin senices3.15.
Storage qf cabinmaterial 3.16.
Catering ramp handling3.17
. De-icing/anti-icing
serttices and snow/ice removal Section 4: LoadControl,
Commttnication& Flight
Operations4.1.
Loadcontrol 4.2.
Corumunicatir"tns4.3. Flight
oper"ations-
general4.4. Flight
operations-Jlight
preparations at theairport
of departure4.5. Flight
operations-flight
preparations at apoint dffirentfrom
theairport of
departure
4.6. Fligtit
operations- en.routeflight
assistance4.7. Flight
operations- postJlight
activities4.8. Flight
operations-
en.route re.despatch4.9. Flight
operations-
cretv adrninistration Section 5: Cargo &5.1.
Cargo&mail handling-
general5.2.
Customscontrol
5.3. Irregularities
handling5.4.
Docuntent handling5.5.
Fhysical handling outbound/inbound5.6.
Transfer/transit cargo5.7.
Postffice mail
Section 6: Support Services
JURNAL ANGKASA 119
Eko Poerwanto, Gunawan
6.1.
Accomodation, 6.2.
Automation/computer sYstems6.3.
Unit Load [)evice(ULD) control
6.4..Fuel.fann
(depot)6.5.
Rampfuelling/defueling
operations6.6.
Replenishing of oilsandfluids 6.7.
Surface transport6.8.
Cutering services-
liason and administration Section 7: SecuritT,7.1.
Passenger and baggage screening andreconciliation 7.2.
Cargo and postffice mail
7.3.
Catering7.4. Aircraft
security7
.5. Additional
security services Section 8:Aircraft
Maintenace8.1.
Routine services8.2.
Non-routine services8.3.
Material handling8.4.
Parking and hangar spaceTipe
pelayanan yangdiberikan
oleh perusahaan GroundHandling
Services (typeof
ground handling
aggTement), dibedakanmenjadi tiga jenis
penanganan pelayanan sebagaiberikut (Majid,
S.A., dan Waldani,E.P.D.,2008)
:1. Full Handling,
yaitu menangani seluruh sectiort pelayanan sesuai standar yang telah ditetapkan olehIATA.
2. Part of llandling
Serttices,yaifir
menangani sebagiandari
section pelayanan yang telah ditetapkan olehIATA.
3.
TechnicalHandling,
yaitu menangani pelayananyangbersifat teknis dari section yang telah ditetapkan olehIATA.
Ada
beberapajenis
aktivrtasground handling yang diukur
bebankerja
mentalnya dengan menggunakan metodeNASA TLX
sesuai dengantugas
rnasing-masing personil ground-crew,yaifii
:1. Flight Opcrarion
O1ficer (F'OO), bertugas menghitungperformatrce
paS?wat untuk menentukan batasan berat pada saattinggal
landas maupun pada saat mendarat; menghitung kesetimbangan pesawat agar pesawat tetap setimbang(menghifing Central of Grafity )
dar.mendapatkan pembakaran bahan bakar
tf"et)
yangpaling
ekonomis; menganaiisis cuacadi
stasiun keberangkatan,alternate
dan kedatanganuntuk
memastikan cuacadi
seluruh stasiundi
atas kondisi cuaca yang distandarkan oleh badan yang berrvenang(weather above minima);menganalisis
Notice to Airman (NOTAM) untuk
memastikankondisi
seluruh stasiun dan sepanjangjalan
penerbangan(en-route) tidak ada
yangsigntficant
mempengaruhi operasi penerbangan; merencanakanrute
penerbangan, ketinggian, stasiunalternale,
berat pesawat, bahan bakar danlain-lain
berdasarkan analisis diatas; melakukanbriefing ke pilot
sebelum penerbangan dilaksanakan; bersama-samapilot
menandatanganidispach release
sebagai tanda bahwa rencana. penerbangan sudah aman (safe), ekonomis, nyaman buat penumpang dandi
sepakati kedua belahpihak
(mutual agreement) sebelurn penerbangan dilaksanakan;124 Volume Vll, Nomor 2, November 2015
Analisis Beban Kerja Mental Pekerja Bagian Ground Handling Bandara Adisutjipto
setelah pesawat mengudara FOO
juga
memantau penerbangan untuk memberikan bantuan kepiiot jika di perlukan serta memberikan informasi
perkembangancuaca atau
inforrnasipenting lainnya
yang berhubungan dengan penerbanganitu,
pematauanini dilakukan
tems menerus sampai pesawat mendarat dan nrisi penerbangan dianggap selesai.2.
Ramp Officer. bertugas mengkoordinir seluruh kegiatan ground handlingdi
apron.3.
Pasasi, Counter Check-in, bertugas tnenangani penumpangdimulai
dari proses checkin
hingga penurnpang naik ke pesawat(Aircraf),
dan menangani proses penumpang transit.4.
Greetingl gate, bertugas mernpersiapkan penumpanguntuk
masuk kedalam pesawat serta menghitungjumlah
penumpang yang ada, untuk disesuaikan denganjumlah
penumpaogmasuk yang
terdapatdi sistem check-in, selta
menyambut penumpangketika turun
dari pesawat dan mengarahkan penumpang tersebut menuju pintu kedatangan(arriva[).
5.
Loadmaster, bertugas mengawasi pemuatan bagasi dan cargo sesuai dengan rencana.6. Aviation Secr.rity, bertugas
mengamankankegiatan yang dilakukan pada
saat penumpangmemasuki
gerbang bandara ataupintu
masuk kebandara.Di
mana dilakukan pengecekanterhadap
penumpangmulai dari barang bawaan penumpang sampai tiket
penumpang.7. Lost and Found (LlL), bertugas mengecek bagasi penumpang dengan
cara menyamakannomor bagasi yang ada di iabel bagasi
masing-masing penumpang, serta mengurus kelebihan, kehilangan dan kerusakan bagasi yang dialami penumpang.8.
Cabin Cleoning, bertugas membersihkan bagian dalam pesawat.9.
Iularshalling, bertugas memandu parkir pesawat pada saat kedatangan.10.
Porter, bertugas melaktrkanloadingl
unloading sesuai rencana pemuatan.3.2 Pengukuran
BebanMental Aktivitas
pada GroundHandling
dan Pembahasan Berdasarkanindikator
bebankerja
mental pada aktivitasground handling
dan jenisaktivitas ground handling yang diamati
padapenelitian ini, maka dilakukan
pengukuran beban kerja.mentai
terhadapaktivitas
groundhandling di
bandaraAdisudipto
Yogyakarta.Operator
ground handling di
bandaraAdisudipto
Yogyakarta ada empat, tetapi pengamatan hanya dilakukandi
dua operator yaitu PT. Gapura Angkasa dan PT. KokapuraAvia.
3.2.1 Pengukuran
dan Pembahasan BebanKerja Mental Aktivitas
GroundHandling di PT. Gapura
Angkasa.PT. Gapura Angkasa merupakan operator ground ha.ndling yang
melayani penerbangandari
Garuda Group,yaitu
Garuda IndonesiaAirline
danCitilink.
Berdasarkan peng,rkuran bebankerja
rnentalyang telah dilakukan
menghasilkanskor
rata-rata sebagai berikut (lihat Tabel 2.)Besarnya
beban kerja mental pada aktivitas ground handling oleh personel
PT.Gapura Angkasa di bandara
Adisutjipto
Yogyakarta menunjukkanrata-rata skor:74,1734941 dan menurut penjelasanHart
dan Staveland (1981) dalam teoriNASA-TLX
termasuk dalamkelompok
sedang(Optimal). Menurut Hart dan
Staveland(1981) skor
bebankerja
yang diperoleh terbagi dalam tiga bagianyaitu
pekerjaan menurut para responden tergolong agak beratjika niiai >80, nilai
50-80 menyatakan beban pekerjaan sedang, sedangkannilai
<50 menyatakan beban pekerjaan agak ringan.Hal ini
menunjukkan aktivitas ground handling diPT.
GapuraAngkasa
sudahoptimal, dan
akan beresikojika
ada penambahan pelayanan penerbangan tetapi tidak diimbangi dengan penambahan personel yang akan menangani.JURNAL ANGKASA 121
abel2. Skor Rata-rata Beban Kerta Menta PT. Ga
No Unit Skor rata-rata
1 FAO: Flisht Operation Officer 79
2 Ramp Officer 75.51851852
J Pasasi. C ottnter Check-in 7t.48
4 Greetinslsate 7t.30965909
5 Loadmaster 71.96666667
6 Avsec = Aviation Security 74.38095238 7 Lost and Found
(LII)
76.888888898 Aircraft Cleanins 74.85
9 GSE : Ground Suoport Eauiwnent 74.63333333
10 Marshallins 76.29t66667
t1 Porter 69.58875
Skor rata-rata total 74.1734941
Eko Poerwanto, Gunawan
80
Erc *75 ao>
60
1234567A91011
Unit
Groundiland$tg
Gambar 1. Grafik Skor Beban Kerja Mental Rata-Rata Aktivitas Ground-Crew di PT. Gapura Angkasa
Pengukuran beban kerja mental menunjukkan
skor
ruta-ratatertinggi
dihasilkan padalurnit
Flight
Operation O1ficer (FOO).Hal ini
sangat mudah dipahami karena memang tugasdan
tanggungjawabFOO
sangat besar,yaitu mulai dari
pesawat datang dan mendarat di bandara kemudian terbanglagi
dan sampaidi
bandara tujuannya. Sedangkanskor
rata-rata keduayaitu unit Lost and Found (L/L) yaiftt
sebesar 76,88888889.Hal ini
menunjukkan bahwa bebankerja mental
adadi ujung-ujung
bagian hrgasdi industri
penerbangan. FOO m.erupakanunit
yang menangani pelayanan sebelum pesawat mendarat danLost
and Found merupakanunit
yang melayani penumpang sebelum meninggalkanterminal/
bandara untuk pengecekkan terakhir antara penumpang dan barang bawaarulya.3.2,2 Pengukuran dan
PembahasanBeban Kerja Mental Aktivitas Ground Handling di PT. Kokapura Avia.
PT. Kokapura Avia
merupakansalah satu operator ground handling di
bandaraAdisutjipto
Yogyakarta yang melayaniaktivitas
penerbanganLion
Group, Expre,ssAir
danAir Charter
(JnsckeduiFlight.
Pengukuran bebankerja
mental aktivitas groundhandling
di PT. KokapuraAvia
menghasilkan skor rata-ratapada tiapunit
aktivitas, sebagaiberikut
:T
122 Volume Vll, Nomor 2, November 2015
Anaiisis Beban Kerja Mental Pekerja Bagian Grouncl Hanclting Bandara Adisutjipto
Tabel 3. Skor Rata-rata tseban Keria Mental lT. Kokapura Avia
No Unit Skor rata-rata
1 FOO : Flieht Operation Oflicer 79.2222
2 Ramp Oflicer 77.1481
J Pasasi, Counter Check-in 73.4762
4 Greetinglgate 71.3097
5 Loadmaster 71.9t23
6 Avsec = Aviation Securitv 74.381
7 Lost and Found
(LIL)
77.64298 Aircraft Cleanins 75.2745
9 GSE : Ground Support Estilpment 76.6667
10 trfarshallinx 76.11Lt
11 Porter 72.4622
Rata-rata Skor Total 75.06
Besamya
bei:an kerja mental pada aktivitas ground handling oleh personel
pT.Kokapura A'ria cli
bandaraAdisutjipto
Yogyakarta rnenunjukkan rata-rataskor: 75,06
danmenurut
penjelasanHart dan
Staveland(1981) dalam teori NASA-TLX tennasuk
d,alarnkelompok
sedang(Ootimai). Menurut Hart dan
Staveland(1981) skor
bebankerja
yang diperoleh terbagi dalam tiga bagianyaitu
pekerjaan menurut para responden tergotongagal
beratjika nilai >80, nilai
50-80 menyatakan beban pekerjaan sedang, sedangkannitai
iSOmenyatakan beban pekerjaan agak ringan.
Hal ini
menunjukkan aktivitas ground hanclling diPT. Kokapura Avia
sudahoptirnal, dan akan
beresikojika ada
penambahan pelayanan penerbangan tetapititlak
diimbangi dengan penarnbahan personel yang akan menangani.Gambar 2. Gra{ik Skor Beban Kerja Rata-Rata Alsivitas Ground Handling di PT. Kokapura Avia
Hasil
pengukurandan perhitungan menunjukkim skor rata-rata total
beban kerja mentaldi
PT. KokapuraAvia lebih tinggi
(75,06>
74,7734941)dari
pada beban mentaldi PT.
Gapura Angkasa.Hal ini menurut
manajerPT. Kokapura Avia
sangatdipahami
dan dimungkinkankarcna seringnya terjadi delay dari penerbangan sebelumnya, sehingga berefekdan berantai pada
pelayananberikutnya yang menyertai. Hal ini sudah
sesuai denganpemyataan Direktur Angkutan Udara, Ditjen
PerhubunganUdara menjelaskan
bahwa,JURNAL ANGI(ASA 123
Eko Poerwanto, Gunawan
maskapai dengan
tingkat OTP di
bawah Garuda Indonesia adaiahWings Air
dengan OTP 80,77oA,diikuti
oleh SriwijayaAir
dengan OTP 79,77Yo, danLion Air
dengan OTP 73,95yo.Menurut pernyataan
Direktur
Angkutan Udara,Ditjen
Perhubungan Udara, sebagian besar keterlambatan penerbangan disebabkan olehfaktor-faktor lain
yaitufaktor-faktor
selainfaktor teknis
operasional,non teknis
operasional, danfaktor
cuaca sebesar 40.349 (39%).Sedangkan penyebab keterlambatan
terbanyak ke-2,
disebabkanoleh faktor non
teknis operasional sebesar33.563 (32,44%).
Keterlambatan penerbanganyang
disebabkan olehfaktor non teknik
nperasionalrnisalnya
keterlambatanawak kabin karena
transportasi, keterlambatan dari bandara asal, over boolcing,connectingflight
crew) menunggu pembuatandokumen penerbang;n (airline performance).
Penyebab keterlambatan penerbangan ke-3 adalah faktor teknis operasional sebesar 23.606 (22,82%) diantaranya yaitu terjadinya antrian pesawat udara lepas landas (takeffi,
mendarat(landing),
atau alokasi waktu keberangkatan (slot lime) di bandar udara (airport performance).Selain meningkatkan
On
Ti.mePerformance (OTP)
hendaknyasetudr
komponen padaindustri
penerbangan harus meningkatkan tingkat keselarnatan penerbangan, Salah satu aspekyang paling menonjol
sebagai penyebab kecelakaan pesawat terbangdi dunia ini
adaiah
huntan.factor
ataufaktor
manusia yang mengoperasikan padaindustri
penerbangan.Jika
dilihat
dari manusia yang terlibatdi
industri penerbangan, maka ada dua kelompok yaitufiight-crevr
danground-crew.
Berkaitan denganhal ini
penelitian yang membahas tentang keduakelompok
komponen padaindustri
penerbangandi
Indonesiaini,
hants ditingkatkanuntuk
dapat meningkatkan keselamatan penerbangandi
Indonesia.Tujuan ini
harus selaiu didukungoleh
seluruh stakeholderuntuk
rneningkatkan peringkat penerbangandi
Indonesia menuju peringkat 1, yaitu penerbangan yang aman dan patuh terhadap regulasi penerbangan Intemasional.4. Kesimpu.lan
clanSaran
Berdasarkan
hasil
dan pernbahasan pada sebelumnya, ada beberapa kesimpulan yang dapat diberikan :1.
Kondisi beban kerja mental bagian ground handling bandara Adisutjipto
menunjukkan skor rata-rata sebesar 74,1,73494I untuk PT. Gapura Angkasa dan75,A6 untukPT. Kokapura Avia.
Besarnya bebankerja mental
tersebutmenutut
penjelasanHart
dan Staveland(1981) dalam teori NASA-TLX
terrnasukdalam kelompok
sedang (optimal).Menurut Hart dan
Staveland(1981) skor
bebankerja yang diperoleh terbagi dalam
tiga bagian yaitu peker.jarurrrenurut
para responden tergolong agak beratjika nilai
>80,nilai
50- 80 menyatakan beban pekerjaan sedang, sedangkannilai <50
menyatakan beban pekerjaan agak ringan.2. Kondisi
heban kerja mentaluntuk
aktivitasground
handlingdi
bandaraAdisutjipto Yogyakafta,
khnsusnya yangdilayani oleh PT.
Gapura Angkasadan PT. Kokapura Avia masih
arnan, karenabelum
masukkelompok beratl tinggi. Tetapi
dengantrend
naiknya pengguna angkutan udara sangat memungkinkan adanya tambahanjadlval
penerbangan di bandaraAdisutjipto
Yogyakarta.Hal ini
harusdiimbangi
dengan menambahkan personel untuk pelayanan ground handling, karena kondisi saatini
sudah optimal.3. Skor
ruta-ratatertinggi
bebankerja
mentaluntuk
aktivitas ground-crewdi
bandaraAdisutjipto Yogyakarta pada kedua operator ground handling adalah pada unit Flight
OperationOfficer
(FOO).Hal ini
menunjukkanunit
yang mempunyai beban tanggungjawab124 Volume Vll, Nomor 2, November 2015
Analisis Beban Kerja Mental Pekerja Bagian Ground Handling Bandara Adisutjipto
terbesar
untuk lancarnya
operasional penerbanganmenuju
penerbanganyang On
TimePerformance (OTP) yang tinggi.
Berdasarkan kesirnpulan seperti
diuraikan di
atas, maka beberapa saran yang dapat diberikan pada penelitianini:
t. Penelitian dapat dilanjutkan untuk mencari faktor-faktor yang
mempengaruhitingginya
bebankerja mental pada unit Flight Operation Officer (FOO) dan
bagaimana strategi atau metode untuk menguranginya.2.
Mengingat aspek humanfactor
merupakan kontribusi terbesar terjadinya kecelakaanpesawat terbang. Penelitian dapat
dikembangkan mengamatibeban kerja mental
untuk personelaircraft
maintenance, dan lainnyaUcapan Terima Kasih
Penuiis sangat berterima kasih atas bantuan
PT.
Gapura Angkasa danPT
KokapuraAvia
bandaraAdisutjipto Yogyakarta
yangtelah
memberikanijin
pengukuran beban kerja mental trntuk personel ground-crewnya.JURNAL ANGKASA 125
Eko Poenruanto, Gunawan
Daftar Pustaka
Aisyah,
A. &
Purwaningsih, R., 2013, Analisis Pengaruh Temperatur LingkunganKeria'
Rerat Baclandai fingknt
BebanKeria
Terhadap DenyutNadi
(Studi Kasus GroundHan4ling
Bandara Ahmad Yani Semarang),lndustrial Engineering Online Journal, program StudiTeklik
Inrlustri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Volurne 2, Nomor 4, Tahrtn2013'
Budiman, 1., prrjurrgtoro, S.A.,
& Anizat.,2ol3, Analisis
BebanKerja operator Air
Trq'fficControl
BanclaraXYZ
Dengan Menggunaknn MetodeNASA-TLX'
e-JurnalTeknik
Industri FT USUVol
3,No'
3, Oktober 2013pp'
15-20Garuclalndonesia,zoog.LaporanTahunan/AnrrualReport.
Hancock
&
Meshkati, 19gg; IrumanMental lYorklosd,Elsevier
Science PublisherB.v., New York,
USA.Hart &
Stavelandil,gt,
dalamDiDomenico
danNussbaum,2OOT.'Ihe Workload'
Jakarta' Universitas Indonesia Press'Hendrawan,
B., Ansori, M.. & Hidayat, R.,
2013., Pengukuran danAnalisis
BebanKeria
Pegatvai Bandara HangNadim,Jumal
Akuntansi, ekonomi dan ManajemenBisnis'
Politeknik Negeri Batam volumeke
1Nomor
1,Juli 20t3,ISSN:
2337-7887 'Kementrian Perhubungan, 20 I 4.,
Buku
1 Statistk Perhubung an 201 4.Majid, S.A.,
danwaidani, E.P.D., 2008, Ground Handling
Manajemen Pelayanan Darat Perusahaan Penerbangan, SekolahTinggi
Manajemen Transport(STMT) Trisakti' Raiawali
Pers,Divisiguku
Perg,rruanTinggi, PT
RajaGrafindo
Persada, Jakarta'ISBN
97 8 -97 9 -7 69 -244-5Nurmianto,
Eko,
2004, Ergonomi Konsep Dasar danAplikasinya.
Edisi Kedua'Gunawidya'
Surabaya.
peraturan Menteri
perhubungan,PM nolnor 38 tahun 2015 tentang
Standar PelayananPenumpang Angkutan Udara dalam Negeri'
Sunra'mur. P.
K., iggS, H,giene
Perusahaan dan KeselamatanKerja,
CetakanKedua' CV' Haji
Mas Agung. Jakarta.Tarwaka,
Bakri, s.H.e.-
SudiajengL. Ergonomi untuk
Keselamatan, Produktivitas.UNIBA
Press' Surakarta' 2004'Wignjosoebroto, Sritomo., 1995, Ergonomi, Studi Gerakan dan Waktu.
WidYa.
Kesehatan
Kerja
danSurabaya: PT Guna
126 Volume Vll, Nomor 2, November 2015