• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal llmiah - Eprints STTA Yogyakarta

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Jurnal llmiah - Eprints STTA Yogyakarta"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

ISSN:2085-9503

Jurnal llmiah

Bidang Teknologi

(2)

rssN

2085-9503

illulluull[l!ullul]ll

(3)

VISI

Menumbuhkan cakrawala,

wawas an b

erpikii

p arti

sipatif dalam pembangunan nasional melalui IPTEK

MISI

Pemberday

aan dan penaj

aman orientasi masyarakat pendidikan Indonesia dalam pembangunan

PENANGGUNG JAWAB

h Sutjianto, M.T KETUA PENYUNTING

Denny Dermawan, 5.7., M.Eng WAKIL KETUA PENYUNTING

Yenny

Astuti, 5.7., M.Eng DEWAN PENYUI\TING

Freddy Kurniawan 5.7., M.T

Uyuunul Mauidzoh, 5.7., M.T Nur Cahyani, 5.F., M.T

Gunawan, 5.7., M.T

Nur Akhmad T|iwibowo, S.T

ADMINISTRASI Purwanto

Jurnal

IlmiahAngkasa terbit 2kali

setahun

edisi Mei

dan

November Berisi kajian ilmiah

dan

hasil penelitian

tentang

teknologi

ALAMAT PENYUNTING DAN ADMINISTRASI P3M STTAYogyakarta

Jl.

Janti

Blok R LanudAdisutjipto Yogyakarta

Telp. (0274) 451263,Fax. (0274)

415265

(4)

P embacs yang terhormat,

Jurnal "ANG(ASA" alalah

ju1n1l-

bidang ilmiah bidang Teknologi

yang diterbitkan oieh Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto Yogvakarta

dai

pada kese"mpatan kali ini adalah merupakan penerbitan tahun ketiga, edisl V-olume IV, Nomo r

7,Mei2012.

Pada edisi ini memuat 8 arfikel iimiahyang merupakan hasil-hasil penelitian Dosen STTA maupun Dosen di luar STTA yang meliputi_1 artikel tentang tekniliPenerbangal, 2 artikel tentang teknik Elektro,3 artikel tentang teknik

Informatiki

dan 2 artikel

teitang

teknik Mesin & Inclustri.

Pacia kesempatan ini, redaksi me.gajak partr pembaca untuk berpartisip.rasi bagi keiangsu,ngan

jumal "ANGKASA" ini

ciengan jaran mengirimkan

naskah.'Aelapui

sistematika artikel diharapkan menggunakan bahasa IndonesL yang baik dan benar serta disesuaikan dgngan pedoman penulisan naskah seperti yang tercantum pada sarnpul belakangmajalahini.

Jurnal "ANGKASA" kali

ini

dapat terbit tentu saja

di

antaranya berkat bantuan pimpinanSTTA Yog5rakarta serta partisipasiparapenulis artikel danpembaca, yangselalu mendukung, memberikan sernangat, dan motivasi agar jun-ral - ANGKASA,, tet'ap eisis.

Untr-rk itu, Dervan Redaksi mengucapkan terima kasih.

Redaksi

Sebenarnva sudah sejak lama, masyarakat menghendaki kualitas pendidikan khususnya pendidikan

tinggi

Kualitas yang climaksud-tentu saja terutama berkaitan

denqal hasil pendidikan

-yang

diselenggirakan

sebuah

perguruan tinggi.

Hasil pendidikan yang be1$alitasdapat diyakini tidak mungkin dihasi'ikan oleh

pIJr"" yr'g

asal-asalan atau tidak berkualitas.-Den-gan kata lain,

pror"r

pendidikan yang berkualitai kecuali

. diharapkan

akan

menghasilkan

lulusan yang

berkualitas,

iekXligus

tentu

rnerupakan penyelenggaraan pendidikan yang

bertangg""s jawab

(accouniible) serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pemban gr;r.'an kana?rce)

_

Meski juga menyangkut aspek layanan nonakademis, kualitas proses pendidikan pada jeniang Perguruan

tit

ggi jelas tidak dapat dipisahkan dengan kualitas dtsen. Salah satu indikator kualitaslfosen d_itunjukkan oleh kinerja tugas

polok

seorang dosen, yaitu Tri DharmaPerguruanTinggi. oleh karenaitu menyangkul dhiarma

penelitiil

doseir pada sebuah perguruan

tirggi

kecuali

terkait

dengan

urp"t

proses

din hasilny4 kuilltas

pe,gelolaan

atau

manajemen hasilnya

juga

rnerupakan

satu hal yar,g ti*

kalah pentingnya.

Jumal ANGKASA terbitan ketiga

ini

merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas pengelolaan hasil penelitian maupun

karyi

tuIis dosen sekaligus sebagai tagiar-,

dari-rasa

tanggung jawab

ST'[A

Yogvakarta

untuk

menyebarluuJkul

kefada

para pembaca.

Selanjutnya kepada seluruh

sivitas

akademika perguruan

tinggi baik

dosen maupun mahasiswa, serta para pembaca dan insan-insin yung

*"*iii-ki

kepedulian terhadap pelkembangan dan permasalahan ihnu pengetahuan dan"teknologi; safian dalam

terbitan kali ini

semoga mampu memberikan manfaat bagi

munc"hi;

karya-karya maupun pemikiran kreatif dan inovatifnya.

(5)

PERANCANGAN SENSOR GETARAN BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51 AgusBasukesfi

ANALISIS USABILITAS

PONSEL

TIPE

IOUCHSCREEN, QWERTY, DAN

ALFANU]\,,IERIK

Eko Poen'v:',nio,Dzakiyah tr&'iclvaningrum, Lina Dianati Fathirnahhayati, Rini Dharmastiti .

}.IASIL EKSTTTAKSI A LGORITfuf A PRINCIPA L C A MP ON ENT ANAT YSTS TCA) UNTUK PENCENALANWAIAH

Dwi Nugraher1y ... ?1

PENERAPAN QUICK SORTPADA PEIV{ROSESAN PARALLEL BERBASIS PERSONAL KOIV{PUTER (PC) DALAM LACAL AREA t{ETitlORK (LAN) GUNA MENDUKUNG LOADBAI,|NCING

Hero Wintolo ...,. ,)i

ANALISIS DAN EVALUASI FAKTOR PENCAHAYAAN PADA RUANG KULIAH (Studi Kasus dilurusanTeknikMesin Dan Inclustri UniversitasGadjah l\{acla yogyakarta)

Selly Pinangki, Lina Dianati Fathimahlrayati, Suhendrianto, Dr,vi Hinclayani, I.G.B.

BudiDharma tl

IMPLEMENTASI ROUTER (PENUN]UK JALAN PINTAS) ilIENGGUNAKAN PIRANTI ELEKTRONIK

Sutjianto 55

ANALYSIS TAKE-OTF AND LANDING PERFO&MA CE F O R B O EIN G 7 47

T. ArriessaSukhairi 63

PENERAPAN ALGORITMA KNAPSACK PROBLEM PENIUALAN

MAKANAN KECIL

BERDASARKAN

UNTUK

MENENTUKAN ANCGARAN KONSUMEN

Yuliani, Nugraheny, Giat Suprayihro 75

(6)

ANALISIS l]SABII.ITAS PONSEI TIPT \OI4TI|ST/I1,I|, BIERN,OAN AIFANUMEliIl(

ANALISIS USABILITAS PONSEL TIPE TOUCHSCREEN,QWERTY, DAN ALFAIIUMERIK

Eko Poerwantol, Dzakiyah-Widyaningrum2,

Lina Dianati

Fathimahhayatir,

Rini

Dharmastitia

1.2.3.4\.

""'-'-'Jurusan Teknik Mesin dan Industri, Universitas Gadjah Mada, yogyakarta

Emai,,

o,jn fid;:llfl l;,lf;ffiffiil, H31*16,*",, ;;

ABSTRAK

Terdapat berbagai macam pengembangan dimensi ponsel mulai dari dimensi layanan yang ditawarkan sampai dengan dimensi

fisik

ponsel. Tiga

jinis

tipe keypad ponsel yang beredar di pasaran saat

ini

adalah tipe touchscreen (layar sentuh), QWERTy-dan alfanumerik. penelitian

ini

berfujuan untuk mengetahui usabilitas keypad ketiga

jenis

ponsel tersebut. Jenis ponsel yang akan

diuji

adalah Samsung Galaxy

Ace

55830

-"*utiti;.nis

touchscreen, Samsung Omnia'

Pro 87320 mewakili jenis QWERTY, dan

Samsung GT-C33

22

mewakili jenis alfanumerik. Metode yang digunakan adalah metode thinking aloud.

Atribut

usabilitas yang dianalisis adalah efisiensi penggunaan,

tingkat

kesalahan, Lemudahan

untuk diingat,

dan kepuasan pelanggan. Sembilan orang responden terbagi menjadi tiga kelompok usia diambil data mengenai komentar responden terhadap masing-masing

frodufponsel,

data penyelesaian task,

jumlah

kesalahan serta penilaian subjektif pengguna.

Hasil

penelitian menunjukkan bahwa keypad jenis alfanumerik lebih usable apabila dilihat dari koment*

p"rgg""u,

efisiensi penggunaan, tingkat kesalahan, dan kemudahan untuk diingat untuk se*uu katJg"ori usia, yang kemudian

diikuti

dengan ponsel

jenis

touchscreen dan

qwrnrv.

Namun dari"segi kepuasan pengguna, ponsel dengan keypad touchscreen

dan

alfanumerik

lebih

memuaskan untuk kelompok usia muda, sedangkan unfuk kelompok usia sedang tidak ada ponsel yurg aiarggap memuaskan. untuk kelompok usia tua, ponsel jenis alfanumerik yang memuaskan.

Kata

Kunci:

usabilitas, Thinking alottd, Keyltad, Tottchscreez,

ewERTy,

Alfanumerik

There are variotts d3vetorme1,

,r#f#:: startfrom

rhe service deveropment up to physical modeling development- The three type of keypacl

in

mobile phones that available in the market today is a toych screen, Q't4tERW and alpiarutmeric. The-purpose of this research

in to

determine the usability level

of

the three types

of

keypad

in *oiil, phln". A

kinid

of

mobile phones that would be tested is Samsung Galaxy

Aci ssa;o ,"pr"r"ni,

the tottchscreen type, Samsttng Omnia

Pro 87320

represents

the

QWERTY type,

ind

Samstmg GT-C3322 represents the alphanumeric type. The method used is thinking aioud. The usabihf,i,s

attribties

that analyzed includes the

fficient

of use, the level of

"rrori,

level of memorabriity, and user satisfaction- Nine people

of

the respondents divides

into

three age

grote

taken

if

data on a comment of the respondents of each cellular phones products,

tni

time of completion of a

job, the

amount

of error and

subjective satisfaction

of the

user. The result showed

that

the alpharu.tmeric type is more usable when viewedfrom the user's comments, the

fficiency

o/'use, the level

of enor,

and the level

of

memorability

to all

age category, then

followed with

a touchscreen and

QWRTY

type.

In

terms of user satisfactiin, moiile- phone with tottchscreen and alphanumeric type is more satisfoctory

for

yoln?g age

grolp,

whireas

for

the middle age

grol?

was no phone is considered satisfactory. For the older age group,

thi

alphanumeric type is satisfactory.

ANGKASA

(7)

Eko Poer,,nnto,0zakiyah I/idyaningrum, lina 0ianaii laihimahhayati. Rini []harmastiti

Keyword: Usability, Thinking aloud, Keypad, Touchscreen, QWERTY, Alforutmeric

1. PENDAHULUAN

Seiring berkembangnya teknologi informasi, manusia dituntut untuk selalu berkomunikasi dengan cepat. Kebutuhan untuk berkomunikasi setiap saat mendorong terciptanya perangkat ponsel, sehingga perangkat ponsel menjadi sangat populer di kalangan masyarakat dan menjadi tool yangpenting karena kemudahan dibawa dan telah beralih menjadi perangkat

multi

fungsi (Ketola, 2002; Sacher

&

Loudon,2002; Vnnen-Vainio-Mattila

&

Ruuska, 2000 dalam Ryu

&

Jackson,2005).

Salah satu syarat penerimaan pengguna terhadap suatu perangkat ponsel adalah aspek usabilitas. Usabilitas mencerminkan keberhasilan sebuah sistem diterima oleh penggunanya (Nielsen, 1993). Nielsen (1993) mendefinisikan

lima

atribut untuk menggambarkan dimensi nsabilitas,

yaitu

kemudahan pembelajaran (learnabiliry), efisiensi penggunaan (efficiency

of

rrse), kemudahan

untuk diingat

(memorabiliry),

tingkat

kesalahan

(errors), dan

kepuasan penggunaan

(nbj

ectiv e s atisfaction).

Terdapat berbagai macam pengembangan dimensi ponsel, salah satunya pada papan tombol (keypad). Tiga

jenis

tipe keypad ponsel yang beredar

di

pasaran saat

ini

adalah tipe touchscreen (layar sentuh), QWERTY dan alfanumerik. Dengan berkembangnya variasi desain ponsel yang ada, penelitian mengenai usabilitas ponsel menarik

untuk

dilakukan sehingga produsen akan mendapat gambaran produk yang memiliki usabilitas baik dan diinginkan oleh

konsumen.

Penelitian tentang usabilitas suatu satu

tipe

keypad ponsel

dari

beberapa

merk

ponsel sudah banyak dilakukan, antara

lain

oleh Huang,

et al.

(2006) dan

Klockar et al.

(2003).

Penelitian mengenai perbandingan usabilitas beberapa tipe keypad ponsel dari beberapa merk berbeda dilakukan

oleh Kallio &

Kekalainen (2004). Terdapat

juga

penelitian

dalam

hal pengembangan aiat pengukuran usabilitas ponsel, antara lain dilakukan oleh Ji et sl. (2006) dan

Ryu &

Jackson (2005). Namun, penelitian yang membandingkan usabilitas berbagai tipe keypad ponsel dalam satu merk belum dilakukan. Hal

ini

menarik untuk dilakukan karena bias yang muncul karena adanya perbedaan merk dapat dieliminasi. Dengan demikian, perbedaan usabilitas yang didapat adalah murni karena perbedaan tipe keypad, bukan perbedaan merk.

Pengujian usabilitas produk

memiliki

beberapa macam metode, salah satunya adalah

thinking aloud (Nielsen,

1993). Thinking

alottd

merupakan suatu metode

yang

meminta responden melakukan suatu lasfr sambil berkomentar atau menyuarakan kesulitan maupun kemudahan mengenai produk (Nielsen, 1,993). Pradeep, et

al.

(2008) mengungkapkan bahwa terdapat banyak komponen komunikasi nonverbal dalam bentuk

kelompok

gerakan yang terjadi dalam situasi budaya interaktif tubuh. Thinking aloud dapat menjadikan komunikasi nonverbal seperti gerakan menjadi sumber data.

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka perlu dilakukan penelitian usabilitas iiga tipe keypad ponsel yait:u touchscreen, QWERTY dan alfanumerik yang berasal dari merk yang sama. Penelitian ini menggunakan metode thinking aloud. Aspek usabilitas yang menjadi bahan pertimbangan dalam penelitian

ini

adalah aspek efisiensi penggunaan

(fficiency of

use), kemudahan

untuk diingat (memorability), tingkat

kesalahan

(errors), dan

kepuasan penggunaan (subj e c tiv e s atisfocti on).

2. METODE PENELITIAN

Jenis ponsel yang akan diuji usabilitasnya pada penelitian ini adalah Samsung Galaxy Ace 55830 (tottchscreen), Samsung Omnia

Pro 87320 (QVfERTD, dan

Samsung GT-C3322 (alfanumerik). Instrumen lain adalah s t opw at ch, kuesioner, dan handy cam.

10 Volume lV, Nomor 1, Mei2012

(8)

ANATISIS USABIIITAS PONSELIWE |OIfiISTI1TII|,I!VIIIIY, OAN ATFAllUlvlEIlI(

Responden dalam penelitian

ini

adalah orang yang pernah menggunakan salah satu atau ketiga ponsel tipe yang

diuji,

namun tidak pernah menggunakan ,rr"-rL

su*rung.

Responden

dibagi

dalam

tiga

kategori

usia. Untuk

pengujian

.xubilitu, yang

menggunakan metode thinking aloud, masing-masing kategori usia

diwakili

oleh tiga orang (Nielsen, 1993), yakni usia muda (18, 19, dan20 tahun), usia sedang (30,32, dan 33lahun), "clan usia tua

(42,

43, d,an

44 tahun).

Tabel 1. Task

Wffiffiffi . TTk

yang harus dilakukan oleh responden terdapat

il;il;ff* ffiffi;t*-*..o'u.*e+!ts+u--

"-i-

--r--*-;:_^::_l -u

vrvrt rwoPvuuvl rsrLr4Pi1.t

i;11i.3.T3j.

.. ffi.*r*qffili** pada Tabel 1. Kuesioner yang digunakan

dalam

::I'YF"]Y Sffi.$t+s!t!:$j:r.*r:..., , r ' r\uwDr\,rlsr yiluB UfgunaKan Oalam

ii:;:ff::lIffi ffiifiXX:-

tr-enelitian

ini

mengacu pada

syitem

tJsabitity scale

H,;|

-,

,

.

ffi:H;;X: (SUS), yang telah diterjemahkan dalarn

Bahasa

I,ffi,#:ffitr,=

ffi,:tSSS.:: ..;,,. :..,::. Indonesia agar responden dapat lebih mudah memahami.

ffiffi1'':"=

Menurut Brooke

liot t;,

kuesioner SUS dapat digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna untuk suatu produk.

Untuk."ngtito.rg

skor pada SUS mempunyai aturan tersendiri. Untuk pertanyaan

,orro,

ganJil,

nilai sfor

yang dijawab pada kuesioner dikurangi

l.

Untuk pertanyaan nomor genap,

aiturangi

5.

K#udian

semua skor dijurnlahkan

lalu dikalikan2,5.

Range

nilai

kuesion", uduluh 0-100. Skor rata-rata SUS adalah 68, skor SUS di atas 68 berarti puas (Sauro

, Z0ll).

Pengujian dilaksanakan dengan metode thinking

alotd.

Efisiensi ponsel didapatkan dari data waktu pengerjaan task-

Error

didapatkan dari komentar dan rekapitulasi kesalahan saat pengerjaan /asfr- Kepuasan pengguna didapatkan dari skor SUS, sedangkan kemudahan untuk

diingat

(memorabili4r) disimpulkan

dari

perbandingan wakru pengerjaan

task

danjumlah kesalahan pada saat pengujian

I

dan

2.

u. rutan

poniel

yang digunakan oleh masing-masing responden diacak, sgl.rjngga

tidak terjadi bias

data. Pada

-i"ggu

selanjutnya, dilakukan pengulangan pengambilan data dengan responden dan urutan penggunaan ponsel sama seperti minggu sebelumnya.

Pelaksanaan pengujian dilakukan dengan pemberian briefing, kemudian responden diminta mengisi kuesioner data

diri

responden, membaca buku petunjuk manual, melakukan task. Task dibacakan oleh observer agar responden fokus pada task. Selanjutnya, responden mengisi kuesioner SUS dan wawancara. Wawancara bertujuan

untuk *""g"drri iebih

mendalam mengenai keluhan

yang

dirasakan

oleh

responden

yang

belum -diungkaptan

pada

saat pengerjaan

/ask

Setelah dilakukan pengujiaq dilakukan rekapitulasi t"r-utut a.r, rekapitulasi komentar, perhitungan

skor

kuesioner

sus dan wakru

penyelesaian

task.

rJntuk waktu penyelesaian task, dilakukan

uji

statistik dua sampel

indepinient (uji

Mann-Whitney) untuk melihat perbedaan waktu antara ketiga jenis ponsel. Untukmetitrat apatatr terdapat perbedaan

waktu

antara pengujian

1

dan

2,

dilakukan

uji

statistik

dua

sampel dependent

yaitu Uji

Wlcoxon (Harinaldi, 2005).

3. HASIL

DAJ\

PEMBAHASAN

3.1. Rekapitulasi

Komentar

Gambar 1

merupakan

rekapitulasi

komentar

untuk ponsel

alfanumerik. Komentar terbanyak adalah kesulitan dalam memilih simbol yang akan aigunakan (S orangj. Kemudian kesulitan dalam mencari menu

'simbol'

dan kesulitan mencari

litak

enter puAu Juut mengetik pesan singkat (sms), yang disampaikan oleh empat orang.

Pada

pnsel

touchscreen

(gartbar 2),

komentar terbanyak adalah desain keypad yang terlalu dekat antara satu

huruf

dengan hunrf lainnya. Komentar

ini

disampaiUn

tt"l

tu3uil orang responden. Komentar terbanyak kedua disampaikan oleh enam

or*j...ponden,

yaitu keypad terlalu

kecil

dan keypad

terlalu

sensitif, Selain

itu,

empat orang responden

luga

mengeluhkan kerumitan alur

untuk

memilih huruf besar, dua orang

*"rrg"lrhku1

kesulitan

ANGKASA

1.1,

(9)

Iko Poerranto, 0zakiyah Widyaningrum. [ina 0ianati fathimahhayati, llini 0harmastiti

mencari menu

'simbol',

kesulitan

memilih

simbol yang

ingin

digunakan, dan bingung

jika

harus mengubah huruf ke angka.

ffiffiN

E 5 !M'--'--"' ' s

O4B:N

",ffi w

ffi

: , r:XA tr&. !i5 {%i llsts* E's \'- $S ffi

€, "ffi ii, #,* ie

H)

s

i' ffi '"+* ##* &#" q,* E"

&#

S

ffi

:, ;) :,& ffi ffi ffi *&s E. ffi & ffi

ffi

o ri' ^r,X ffi tr* {H #ffi ffi

sg

W

N

symbor susah susihdicari symbor enrersusah dicari keypad runak vorumesurt tombor rayarkecil turisandi, ffi W M ffi ffi ffi ff n$ ffi S $$ ffi ffiN #ffi

datam dtc.il . : i. :1 w #, :e ffi F s$

Pemirihan .:::::l:::1'

;:;.jii:;::; ".;3:J,",:::::l

Gambar,.

*"u"p;;;s to-",,*

ponsel alfanumerik

GambarZ

n t"p*lasi

komentar ponsel touchscreen

Pada

ponsel QWERTY

ditemukan

banyak

usability

problem

(komentar). Komentar terbanyak pada ponsel QWERTY (gambar 3), adalah keypad terlalu kecil, yang disampaikan

oleh seluruh

responden.

Komentar

terbanyak

kedua

disampaikan

oleh delapan

orang responden, yaifu keypad yar;rg terlalu mepet. Kemudian berturut-turut adalah angka dan

huruf

pada keypad berwama sama (5 orang), kesulitan mencari menu

'simbol' (4

orang),

'nol'

dan

'o'

sama, dan bingung merubah huruf ke angka (3 orang).

ffi

*##$9.sffi

ffi&wffigaeR

@ &'-N',-W', S S & & iE

ffiwffiffiMxHsx

s

*

*

# s

w

&&s

N

i"

l3

:i, ia

:-

i5.

i-

i

1

i,

(e@d terialu kdl

b ieypad terlalu berdekatan

d ,Eh memrisimbol

n@ne meruhh hutu{ke anpka

erdaoat kevoad unruk tunsi "svmi mFmrdaht,n h ldan hurut membingungkan

Eantian huruf leapka lema idak Drahis- hatus rungarn,keh dx: rrn,.' :ffid lunak

@d tenEh dan kiri membinsunpkan

islrtan menaan soasl

ffi untuk henulis rneka benurut'turut 0 L6sn di lrvar lsl

ryad kurens *ndtif

"sE@''ffi&#

ffi$ffiffiffiffi

cr*6fu .'R"k"pitr6si k"-dta; poilel aWERTY

3.2. Perbandingan

Waktu

Penyelesaian Task

Efisiensi penggunaan ponsel dapat

dilihat dari

waktu penyelesaian task. Task

1

adalah membaca buku petunjuk manual, sehingga

tidak

disertakan dalam pengolahan data. Waktu penyelesaian untuk masing-masing task (task) pada pengujian pertama untuk usia muda tersaji pada tabel 2. Pada hampir semua jenis /asfu alfanumerik memiliki waktu penyelesaian paling singkat, sehingga dapat disimpulkan ponsel alfanumerik adalah yang paling efisien, kemudian ponsel yang memiliki tingkat efisiensi kedua adalah touchscreen.

Tabel 3

menyajikan

waktu

penyelesaian

untuk

masing-masing

task

pada pengujian pertama untuk usia sedang. Pada usia sedang, seperti usia muda, ponsel alfanumerik

memiliki

waktu penyelesaian paling singkat pada hampir semua jerus task, sehingga dapat disimpulkan ponsel alfanumerik adalah yang paling efisien. Ponsel yang memiliki tingkat efisiensi kedua adalah touchscreen.

Tabel 2. Perbandingan wakhr penyelesaian taskpadapengujian 1 untuk usia muda

L2 Volume lV, Nomor

t,

Mei 2OL2

(10)

Pada usia tua, ponsel alfanumerik

juga memiliki tingkat

efisiensi seluruh task. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4. pada h-ampir semua kedua dimiliki oleh ponsel touchscreen.

ANAIISIS |JSABII"ITAS P0NStt TIFE f0AtfiS0?tfi,l, AWERly. DAN ALtANUtT4Fl?tl(

TASK T o AdrnT AdanQ TdanQ

Hasil vrh Hasil valu Hasil vah

Task 2 503 9.22 5.{7 o.275 dal A<( ] 513 Iidal T<C I t2', A<T<O

Tasli 3 9.7t) 47 54 9.28 A<T 0_1|] 7 ).E21 Iidal r<( 0-5t3 l-idrl A<T<Q

Tasl 4 52 97 3 1.44 t5.97 0.821 tida A<C Tidal T<( 0 27; A.T.Q

Task 5 5_49 47 9a 75-39 A<T 3 821 l'idal A<C 0.t2; T<C 0.275 A<T<O Iasli 6 50_2E t02-57 to1 41 A<T o.27: lldal A<C o_275 lidal T<C 0_5tl fida A<T<Q

Tasli 7 1272 59.08 26.45 0.t27 o 21i 0275 t';da A<I<O

Task 8 6.02 t5 23 I 5.r,.1 A<T o.5t3 o.127 T<C 0.827 Tidal A<T<O

Task I 27i 3.96 2.8ti 0.275 A<( o a27 idal T>O 0.05 l'idat A<Q<I

Tasli I 0 267.89 252 i( 3i6-25 0 a2? Iidal A<Q o.2?s l'idal T<( 0.275 A<T<O

Task I I 8.06 I2_i5 t).t2 Tida 081 Tida T<( o_827 A.T.Q

Task 12 15.37 l0 5i l5-49 A<T 0il 0-5 l3 0.5 t3 Iidc A<T<O

Task 13 99.3 r 62.66 75 lr9 A<T l-lt2; Tidal A<( 0-5 l3 T<C t-r|2, Tida A<T<O Tasli I 7 9t I6.l I 5,t.29 )il1 Iidal o 21t T<C 0- t2; tidJl A<T<O

Task 15 25.90 lSlt A<T 0_it3 nal t.215 fidal T<C 0.5 t -l A.T.e

Iask 16 ]lt.{)7 t7-85 A.1 0[7 idal A<C 0.127 Tidal T<0 o.itl lidal A<T<O fflsk I 7 6{).i)8 46.92 A.I t).17i rda {).i ll Iidrl T<O oxrT rdal A<T<Q Task ltt 20-lt9 i 8-.1(, 0.175 tida A<C 0 t? lida T<C 0ill idr A.T.O Task 19 6t.37 36 t9 55.59 J 5l: I'idal o-427 lida T<( 0.827 A<T<Q Tasli 20 i2_08 t4.54 3l t4 \<T 8.t27 Tidal A<( 0.E2i I<C 'l121 Tidal A<T<O lotal sakl 74t.98 886.18 1075-t A<T o27 A<( o275 T<C 0.5t1 A<T<O

TASX T a Hr.iiAdatrT AdanO TdanO

rah Sis Hasil Hesil

Task 2 3.4861 I 0-403 14 59 A<T 0.t 2: l"idakl A < a 0.t2' fidal T<a ).t2' Tida A<T<O

T6k l 4.6133 l0 96 6.il67 It t21 0.sl T< C Iida A<T<O

Tak 4 l2 65 t56.95 7.5461 0,5 lidal A<( o x)1 lidal T>( 005 lida A'i:O<il Ta\k s E.E7l3 20-617 76*sl 0-275 Iidakl A < ( 0.t21 T<( 0.275 A.T.O Tek 6 l1$-44 lD 11 203.3r l) 5r fi.lrl A<( .l-5I] T<C 0--s Ll A<T<O I6k 7 3.22i l0.5li7 27 li5? 0.t2' rid, A<C rdal T<a ).5 r _1 (a A.:T<O I0.96 l4 501 t0.6t 7 0 I2', Iidakl A < ( 0.5 tl Iidal 0-05 A<O<T Tak 9 7 t267 10,823 .3-s3l )x? Tidakl A < C 05r1 Tid,l r<c lt )75 Tid, A<T<O Task l{) 453.94 610.t4 455,1 fida 0.tt2: Tidal T<C 0.5t Tida A<T<O

T6k I 4-9511 lt 40i t5.76 0.t27 0-5tl A<T<O

I6k 12 15.02.1 27.93 0,5 t3 l"idal A<( o lt?1 r<( 0.5t Task I I 51.92 146.34 t2? a4 0.511 t.t27 fida T<r 0,5 l,l

l6k t4 24.115 i0 561 33.94 :t 214 0.5t1 Iidal 0.t27 Iidal A<T<O

Tdk 15 10 st7 30.r 37 33-t0? ).5t Tid, A<C )5 Iidal r<c l5t Iide A<T<O

Txk 16 t 20.6 298.94 l5t 4 021: Iida Tidal T<C 0.27: Tida A<T<O

T6k l7 13.52'l 29,80 91.107 A<t n21' 0-51 T>C 0-0s fida

T6k I ll 10,561 1r.62.1 t69 2( offi lidal A<( o l)1 T<( a.t2 T<AiO:::

T6k 19 18.661 l5t i4 169,8 0-127 0275 lida 0.5r A<T<O

Tek 20 llxT 35.76 28.577 0,82', )5tr I<C 0 5l idal A<ko

'ohl Mkt 1179.4 l8t8.r 1154 4 A<'I 0.21a ril,l ),513 T<r J.827 rda A<T<Q

terbaik pada hampir task, tingkat efisiensi

Tabel 3. Perbandingan waktu penyelesaian task padapengujian 1 untuk usia sedang

3.3. Rekapitulasi Kesalahan (Eruor)

Pada Gambar

4

dapat dilihat kesalahan (error) yang ditemukan pada ponsel alfanumerik.

Kesalahan terbanyak yang dilakukan oleh seluruh responden adalah keluar masuk menu lain untuk mencari 'bluetooth'. Urutan selanjutnya adalah kebingungan mencari resolusi kamera

dan

kebingungan dengan

setting

website

yang

langsung

Leriuju ke

suatu ulurrrut turrpu

konfirmasi terlebih dulu. Kebingungan mencari resolusi kamera dilakukan oleh enam orang responden, terdiri dari dua orang usia muda, dua orang usia sedang dan dua orang usia tua.

ANGKASA

L3

(11)

[ko Poenvanto, [)zakiyah Widyaningrum, l.ina 0ianati fathimahhayati. Rini 0harmastiti

Tabel4. waktu lesaian ras&

I

untuk usia tua

eliru kel@r,'Eut menulain untuk menyalatan

ebangu.gan de.tan rening website yant lanEsune ra<ul l. s,atu rlamri t,hn, k.nfirmxi eli.u meEn kontak{seo.ch }, bulan membuat

rd* bie he..ad pnrerdalam menrotil ngun€ renambah alamat penerima untut

t &*kan tombl ten8ah lalu b'ntanA untuk eliru huruf hsarkecil

$rhl

,aatmnedmaFngilan,hanyamenekantmbol icon

f rlnnrm.n.ad

^nr6tf 1.tu,h.-Dr*,r mp.arn "d.iPr.'

i reDeiao t6bol tuno teiatu taDa (ponset menjdr mati, ielifr ftmbrataneia

,as!* le kmtak. taoi binsuns mana vans hatus dit€ kan edEslah ketik tombl

I I

Gambar 4.

Error

pada ponsel alfanumerik

Error

pada ponsel touchscreen dapat

dilihat

pada gambar

5. Error

terbanyak yang dilakukan oleh delapan orang responden adalah kebingungan mencari menu untuk membuat jadwal. Delapan orang tersebut terdiri dari tiga orang usia tua, dua orang usia sedang, dan dua orang usia muda,

i 'l

ii

,H

i ni

----"--E -'

PIFI

lil

fl*flHHlHlH*uil

thi,kl

@

i l*aag

Gambar 5.

Error

pada ponsel touchscreen

Pada ponsel

QWERTY,

rekapitulasi

error

ditunjukkan pada gambar

6.

Dapat dilihat bahwa

error

terbanyak adalah kebingungan mencari letak 'camera' yang dilakukan oleh enam responden (tiga orang usia muda, dua orang usia sedang, dan satu orang usia tua).

il

1.4 Volume lV, Nomor 1, Mei 2012

(12)

I1 ti -II

fllLnlL mlmrt

derEt,

@

H.

Gambar 6.

Enor

pada ponsel

eWERTy

3.4. Kepuasan Pengguna

Kelompok usia muda lebih merasa puas dengan ponsel berjenis touchscreen (75,0 dan 78,2) dan alfanumerik (70,8). Untuk kelompok

u.ii

sedarrg, tiaat"aaa

,m, sus-v""g

bemilai minimal 68, sehingga tidak ada ponsel yang dinilai

memilik'ikine{a

yang memuaskan. Namun,

dari

tiga jenis ponsel yang

diuji,

skor

sus

tertinggi

dimiliki

oleh

poiset

alfanumerik pada pengujian kedua

yakni

sebesar 67,5.

untuk

kelompok usia tua merasa puas dengan ponsel berj enis alfanumerik (68,3).

3.5. Kemampuan

untuk Diingat

(Memorability)

Tabel 4, tabel 5 dan tabel 6 merupakan perbandingan waktu penyelesaian /asfrpengujian pertama dan kedua. Huruf

A

merupakan ponsel alfanumerik,

e

adalah

ewERTy, ia'r

adalah to;ttchscreen.

Tabel 6. Perbandi waktu lat tn.'

k

iian

I

dan 2

uii ML

922 t>2 l>2

I

o.245 t>2 t>2

l>: o-2a5

2 o:45

o.5% t@ 57

1>2 o_2a5 4', t>2

t2_72

2 o_l@

t>2 o-tD

o-2a5

l>2 o-245 t>2 o.2a5 l>2

2 51

o.593 396

l>2 o,J93 l>2 o_245 ri6

o_t@ l>2 l>2 o.I@

I l>2 o-l@ t>2 l>2

l>2 o-593

o,245

o.2a5 t>2 o_245 l>2

9l 42.4

l>2 o-I09 t>2 l>2

z t6-23 l>2 o-2a5 t>2

l -oo( a5

t>2 o-l 09 o-t@

1>2 o.2ai l>2 o-2a5 ,>2

1>2 24.% o.l 09

t>2

I t,om l>2 o.l09

o.l@

o-l09 l>2 t>2 o.l@

2

1>2 o.l 09

2 o-l@

Perbandingan waktu penyelesaian task untuk usia muda dapat dilihat pada tabel 6. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa waktu penyelesaian untuk semua jerus taskpada pengujian pengulangan, lebih singkat dibandingkan pada saat pertama kali mem-akai lpenguiian pertama).

Perbedaan waktu antara pengujian pertama dan kedua tersebut tidak

adalani memiliki nilai

s]g1i!kan' Hasil yang tidak signifikan tersebut menunjukkan bahwa

p"rb"auri*aktu

tersebut

tidak berbeda jauh, sehingga responden belum menguasai dengan baik ketiga ponsel yang diuji.

ANGKASA

15

ANALISIS USABII"ITAS PONStt TIPI I&/TI/ST/I[1IV, IWERN, DAN AIFAliUMEr{Il(

usia muda

(13)

[ko Poenvanto, [)zakiyah Widyaningrum. Lina 0ianati Fathimahhayati. [lini 0harnastiti

Sama seperti usia muda, pengujian kedua pada usia sedang juga memiliki waktu penyelesaian task lebrh cepat dibandingkan pengujian pertama, namun tidak signifikan. Hasil

uji

Wilcoxon pada usia sedang dapat dilihat pada Tabel

7.

Pada usia tua pun pengujian kedua

juga

lebih

cepat dibandingkan pengujian pertama secara tidak signifikan seperli pada tabel 8.

Tabel T. P Waktu Penyelesaian Task

ianldan2U

sia Sedang

Apabila dilihat dari jumlah kesalahan, tingkat kesalahan pada pengujian kedua (pengujian pengulangan)

lebih

sedikit dibandingkan dengan pengujian pertama.

Hal ini

berlaku untuk semua kelompok usia dan semua jenis ponsel. Jumlah kesalahan dapat dilihat pada gambar 7 (alfanumerik), gambar 8 (touchscreen), dan gambar 9 (QWERTY).

Pada gambar

7,

drbandingkan dengan gambar

4,

dapat

dilihat

bahwa pada ponsel alfanumerik tingkat kesalahan yang dilakukan oleh responden berkurang. Pengurangan tersebut terjadi pada

jenis error

maupun

jumlah

responden yang melakukan

error

tersebut. Terdapat beberapa kesalahan pada pengujian pertama namun

tidak terjadi

pada pengujian kedua.

Kesalahan tersebut adalah 'tidak bisa mencari enter',

'keliru

mencari kontak (search), bukan membuat kontak', 'bingung add alamat penerima untuk mengirim sms', 'kebingungan mencari volume

music', 'keliru

huruf besar dan

kecil',

dan 'menekan tombol power kurang lama'.

Namun, terdapat

juga

beberapa kesalahan

baru yang dilakukan oleh

responden, yakni 'kebingungan mencari pemutar

musik',

'kebingungan membuka gambar yang telah

difoto',

'kebingungan mencari tombol power', dan'kebingungan dengan perpindahan huruf, angka dan simbol'.

15 Volume lV, Nomor 1,, Mei 2012

(14)

ANATISIS USABIIITAS P ONSELIIPE IIAfl/STIIT1|I,OWERTY, DAN ATFANUl,4EIlI(

Tabel 8. Perbandi aktu tan tnck iian

I

dan 2usia tua

T

o-593 2

I

26.

2

;

2 ll:al

2

2 2

t>2

2a:

20.

2 l.f!

Simbol Xesalahs

a (eliru keluar masuk menu lain untuk menyalakan ,luetooth

b i€bingungan dengansetting website yang langsung neasuk ke suatu alamat tanpa konfimasi c (ebingungan mencari resolusi k d (ebingungna mencari menu oemuter mu(ik e gqingungan membuka gambar yang telah difoto

ieDlngunEna men.iri tnhh^t -^-,*

t

(ebingungan dengan perpindahan huruf, angka dan iimbol

h vlenekan tombol tengah lalu bintanglntuk nengunci keypad

iebingungan mentari menu untuk mpmhilat i:du,ar

I

.H

!!a

mrr

Gambar 7 -

Error

pada ponsel alfanumerik per usia pada pengujian kedua

Gambar

8

menunjukkan kesalahan yang dilakukan responden pada pengujian kedua untuk ponsel touchscreen Pada pengujian t<Loua ini terdapat 1

llenis

kesalahai yu-rg

aitutut u,

oleh responden, sedangkan pada pengujian

p.1u13

(gambar 5) terdapat

l5

kesalahan, sehingga dapat disimpulkan teq'adi penurunanl"mhir dari jeni"s t"rururrun. contoh jenis kesalahan pada pengujian pertama yang

tidak

dilakukan pada pengujian kedua adalah

.keliru huruf

besar

kecil'.

Pada ponsel QWERTY, terdapat peningkatan

jenis

kesalahan (gambar

9

dibandingkan dengan gambar 6), yakni

dari

1

t menjidi ti

tesatut an. corrtorr kesalahan yang tery'adi lagi pada pengujian kedua adalah .kebingungan

mencari kamera,.

ANGKASA

t7

(15)

#h#ml$,n

!i Lfl

F]il N[]

lil:i

N lrl

lr:l :.1 lli l.l

ffi

H

[kn Poerwanto. 0zakiyah Widyaningrum, Lina 0ianati [atlrimahhayati, Rini 0harmastiti

Simbol Xeslahan

a lebingungan menari resolusi kamera b ;alah ketik huruf

c :ebingungan menGri menu untuk membuat iadwal d (ebingungan menGri menu untuk membuat alarm e (ebingungan untuk mengunci keyoad (luoa)

hlah ketiktombol

Eat menerima panggilan, hanya menekan tombol on tekeDon bemama hiiau

h lebingungan meneri menu Demutar musik lebingungan membuka gambaryang telah dif oto :eliru membuatangka

linguns mencari on/off

Gambar 8.

Error

pada ponsel touchscreen per usia pada pengujiin kedua

Simbol Keralahan

(ebin8ungan dengan setting website yanB jangJune nasuk ke suatu alamat tanoa konfirm.si b (elitu keluar masuk menu lajn untuk menyalakan

ieliru tombol

d abrngungna meneIi resolusi kampra lebingungan mencri menu remutar musil Gbanguogan mencari menu untuk membuat alarm :ebin8ungan membuka Bamba, yanp telah drloto :ebingungan fren@ri menu untuk membuat iadwal h

:ebingunBan mencri tombol menpunci kevDed ebinsunean menGd m

terdapat gambar gembok) sepeni saat mengunci )adahal bedPda al',r

(ebinsunPan menGd kame6

Gambar 9.

Error

pada ponsel

QwERTy

per usia pada pengujian kedua 3.6. Pembahasan

Untuk menentukan usabilitas suatu produk, tidak dapat ditentukan hanya dari satu fungsi saja, sehingga pada penelitian

ini

akan digabungkan

hasil dari waktu

penyelesai

an

task

(fficiency),

tingkat kesalahan (error),

nilai

SUS (kepuasan), d.an memoratitity-. Untuk waktu penyelesaian task, ponsel alfanumerik

memiliki

wakru penyelesaian paling cepat pada hampir semua

/ast,

kemudian

disusul'oleh

touchscreen,

dan

terakhir

QWERTV. U"tot

tingkat kesalahan, paling banyak adalah touchscreen kemudian disusul QWERTY dan alfanumerik.

Untuk nilai

kepuasan, kelompok

usia muda lebih

merasa puas dengan ponsel berjenis touchscreen dan alfanumerik. Kelompok usia sedang tidak merasa puas

d"ng*

ketiga ponsel yang

diuji,

namun yang mendekati skor kepuasan adalah alfanumerik. Untuk kelompok usia tua merasa puas dengan ponsel berjenis alfanumerik, sehingga untuk kepuasan, alfanumerik adalah ponsel yang

dipilih

oleh semua responden. Aspek memorability, dilihat

dari

waktu penyelesaian task, seluruh task

dai

semua ponsel mengalami penurunan waktu penyelesaian task menjadi

lebih

cepat secara

tidak

signifikan.

Dilihat

dari

error,

penurunan terjadi pada alfanumerik, kemudian touchscreen Namun pada ponsel QWERTY justru terjadi peningkatan jenis

eror

yang dilakukan oleh responden. Selain itu, pada pengujian kedua teraaiat be[erapa jenis kesalahan yang berbeda pada ketiga ponsel tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa responden belum terlalu memahami dan mengingat fitur ponsel pada pemakaiarrkedua. Untuk aspekmemorability, dibutuhkan beberapa kali pemakaian agar ttser dipatmenggunakan ponsel tersebut dengan lancar tanpa melakukan kesalahan. Dua

kali

pemakaian belum cukup untuk membuat user dapat menggunakan ponsel dengan mudah.

Dari ketiga ponsel yang

diuji,

alfanumerik unggul hampir pada semua aspek

(fficiency,

kepuasan, dan memorability). Sebagai kontradiksi, terdapat beberapa keluhan dari pengguna dan ponsel alfanumerik adalah

jenis

ponsel yang paling awal muncul, sehingga pengguna

p aling fami I i e

r

terhadap pon s el ters ebut.

RF]

ltl ltl

I rl I l'lt1

[i n

i:l

1;1

II

Ii]

$i;

3h)j

Hil

@

@

18 Volume lV, Nomor 1-,Mei2Ot2

(16)

Al,lATISIS I]SABIIIIAS PINSILIFE |OAT//ST|?TT|I,OWEtlTY, DAN ATTAN|]MEllI(

4. KESIMPULAN &

SARAN

Ponsel

jenis

alfanumerik

leblh

usable

untuk

semua kategori usia apabila

dilihat

dari komentar pengguna, efisiensi penggunaan, tingkat kesalahan, dan kemudJhan untuk diingat, yang kemudian

diikuti

dengan

ponsel

jerus touchscreen dan

ewERTy. Untuk

komentar, paling sedikit adalah alfanumerik (enam komentar), kemudian tortchscreen

(l I

komentar), dan QWERTY (17 komentar). Untuk efisiensi penggunaan, ponsel

jenis

alfanumerik lebih efisien dibandingkan touchscreen dan QWERTY,

,*

tidak signifikan (p>0,0s). asper< kepuasan pengguna, yang sudah memnuhi adalah ponsel dengan

alfanumerit 00,8)

dan tottchscreen (75,0 dan 78,3)' untuk kelompok usia sedang, tidak aia ponsel yang memuaskan, dengan skor terlinggi 67,8. Kelompok usia tua, ponsel alfanumerik yung

*"-rurlur,

(6g,3).

Pada pengujian pengulangan, waktu penyelesaian

untuk serlua

jenis' task Iebih singkat dibandingkan pada saat pefiama

kali

memakai (pengujian peftama), namun

tidak

signifikan

0>0,05)'

Tingkat kesalahan pada pengujian kedua

lpengujia,

pengulangan)

lebih

sedikit dibandingkan dengan pengujian pertama, namun terdaput t

"rutut

*-kesllahan baru

pada pengujian kedua, terutama pada ponsel QWERTY. Disimpulkan bahwa responden sudah mulai mengingat fitur-fitur pada ketiga ponsel, namun belum secara baik (aspek memorabiliry sudah cukup baik).

Saran untuk penelitian selanjutnya adalah penelitian usabilitas ponsel dapat dikembangkan unfuk melihat faktor memorabilifl (pengulangan observasi untuk selang waktu yang berbeda)

dan learnability (pengtlangan

lebih dari

dua

kali).

Penelitian dapat dikembangkan untuk

jumlah

responden yang lebih banyak, agar mendapat usability problem yang lebih lengkap.

Membaca buku petunjuk manual sebaiknya dilakukan pada setiapsebelum

meriulai

tiap task.

UCAPAN

TERIMA KASIH

Untuk seluruh responden, terima kasih telah meluangkan waktu untuk pengujian ini.

DAFTAR

PUSTAKA

Ill

Brooke

J,2o1l, sus

-

A

quick

an!

djrty usability scale,Redhatch Consulting Ltd., 12

Beaconsfield way, Earley, READING RG6

2lrx;

united Kingdom

l2l

Harinaldi, 2005, Prinsip

-

Prinsip Statistika untuk

Tehik dan

Sains,Erlangga, Jakarta.

i3]

Huang, S.c., chou, I.F.,

&

Bias, R.G., 2006, Empirical Evaluation of a popular Cellular Phone's Menu System:

*:oo

Meets Practice, Jottrnal of

Usabiij

Shtdies, Issue 2,

Vol. l,

February 2006,pp.91_10g.

l4l Ji,

Y.G-, Park,

J.H.,

Lee,

C., & yun, M.H.,

2006,

A usability checkrist for

the Usability Evaluation of Mobile Phone User Interfa ce, International Jotmtal

oJ'Htman-

C ompu ter Int e racti on, 20(3), 207

13

I

I5l

Kallio, T.,

&

Kekalainen, A.2oo4,Improving the effectiveness of mobile application design: User-p^airs testing by non-professioials, rectu.es Notes in Computer Science, 3160,315_3t9.

t6]

Klockar, T., carr, D.A., Hedman, A., Johansson, T.,

&

Bengtsson, F., 2003,

usability

of mobile phones, Proceedings of the tgth Internationat Sylnposium'on

Hu*on

Factors in Telecommtrcation, 197 --204.

u1

Nielsen, 1.,1993, usability Engineering,cambridge,

MA:

Academic press.

[8]

Pradeep

Y., Torkil

C.,

&

Jyoti

K.,

2008, Influence

of

Cultural Background on Non- verbal Communication in a Usability Testing Situation, Internationst

Jiurnal

of Design Vol.2 No^2

ANGKASA

t9

(17)

[ka Poenwnto, {)zakiyah lYidyaningnm. tina 0ianati fathimahhayati. Rini 0harmastiti

19]

Ryu, Y.M.,

&

Jackson, T.L.S., z}As,Development of Usability Questionnaire Items

for

Mobile Products and Content

Validity.

Joumal of Usability Studies,

Yol.2,Issue

1,

November 2006, pp. 39-53.

ll0l

Sauro, Jetf. 2011. Measuring Usability with the System Usability Scale (SUS). Akses

,

Online Tanggal 10 Oktober 2011. URl:htp://www.measuringusability.com/sus.php

20 Volume fV, Nomor 1,Mei2OL2

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Kemudahan Penggunaan terhadap Niat untuk menggunakan Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kemudahan penggunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat untuk

Metode Analisis Analisis hasil perhitungan dan pengolahan data yang digunakan adalah membandingkan rancangan awal angkringan beserta tata letak fasilitasnya dan gerakan penyajian