ISSN:2085-9503
Jurnal llmiah
Bidang Teknologi
rssN
2085-9503illulluull[l!ullul]ll
VISI
Menumbuhkan cakrawala,
wawas an berpikii
p artisipatif dalam pembangunan nasional melalui IPTEK
MISI
Pemberday
aan dan penajaman orientasi masyarakat pendidikan Indonesia dalam pembangunan
PENANGGUNG JAWAB
h Sutjianto, M.T KETUA PENYUNTING
Denny Dermawan, 5.7., M.Eng WAKIL KETUA PENYUNTING
Yenny
Astuti, 5.7., M.Eng DEWAN PENYUI\TING
Freddy Kurniawan 5.7., M.T
Uyuunul Mauidzoh, 5.7., M.T Nur Cahyani, 5.F., M.T
Gunawan, 5.7., M.T
Nur Akhmad T|iwibowo, S.T
ADMINISTRASI Purwanto
Jurnal
IlmiahAngkasa terbit 2kali
setahunedisi Mei
danNovember Berisi kajian ilmiah
danhasil penelitian
tentangteknologi
ALAMAT PENYUNTING DAN ADMINISTRASI P3M STTAYogyakarta
Jl.
JantiBlok R LanudAdisutjipto Yogyakarta
Telp. (0274) 451263,Fax. (0274)
415265P embacs yang terhormat,
Jurnal "ANG(ASA" alalah
ju1n1l-bidang ilmiah bidang Teknologi
yang diterbitkan oieh Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto Yogvakartadai
pada kese"mpatan kali ini adalah merupakan penerbitan tahun ketiga, edisl V-olume IV, Nomo r7,Mei2012.
Pada edisi ini memuat 8 arfikel iimiahyang merupakan hasil-hasil penelitian Dosen STTA maupun Dosen di luar STTA yang meliputi_1 artikel tentang tekniliPenerbangal, 2 artikel tentang teknik Elektro,3 artikel tentang teknik
Informatiki
dan 2 artikelteitang
teknik Mesin & Inclustri.Pacia kesempatan ini, redaksi me.gajak partr pembaca untuk berpartisip.rasi bagi keiangsu,ngan
jumal "ANGKASA" ini
ciengan jaran mengirimkannaskah.'Aelapui
sistematika artikel diharapkan menggunakan bahasa IndonesL yang baik dan benar serta disesuaikan dgngan pedoman penulisan naskah seperti yang tercantum pada sarnpul belakangmajalahini.Jurnal "ANGKASA" kali
ini
dapat terbit tentu sajadi
antaranya berkat bantuan pimpinanSTTA Yog5rakarta serta partisipasiparapenulis artikel danpembaca, yangselalu mendukung, memberikan sernangat, dan motivasi agar jun-ral - ANGKASA,, tet'ap eisis.Untr-rk itu, Dervan Redaksi mengucapkan terima kasih.
Redaksi
Sebenarnva sudah sejak lama, masyarakat menghendaki kualitas pendidikan khususnya pendidikan
tinggi
Kualitas yang climaksud-tentu saja terutama berkaitandenqal hasil pendidikan
-yangdiselenggirakan
sebuahperguruan tinggi.
Hasil pendidikan yang be1$alitasdapat diyakini tidak mungkin dihasi'ikan olehpIJr"" yr'g
asal-asalan atau tidak berkualitas.-Den-gan kata lain,
pror"r
pendidikan yang berkualitai kecuali. diharapkan
akan
menghasilkanlulusan yang
berkualitas,iekXligus
tenturnerupakan penyelenggaraan pendidikan yang
bertangg""s jawab
(accouniible) serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pemban gr;r.'an kana?rce)_
Meski juga menyangkut aspek layanan nonakademis, kualitas proses pendidikan pada jeniang Perguruantit
ggi jelas tidak dapat dipisahkan dengan kualitas dtsen. Salah satu indikator kualitaslfosen d_itunjukkan oleh kinerja tugaspolok
seorang dosen, yaitu Tri DharmaPerguruanTinggi. oleh karenaitu menyangkul dhiarmapenelitiil
doseir pada sebuah perguruantirggi
kecualiterkait
denganurp"t
prosesdin hasilny4 kuilltas
pe,gelolaanatau
manajemen hasilnyajuga
rnerupakansatu hal yar,g ti*
kalah pentingnya.Jumal ANGKASA terbitan ketiga
ini
merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas pengelolaan hasil penelitian maupunkaryi
tuIis dosen sekaligus sebagai tagiar-,dari-rasa
tanggung jawabST'[A
Yogvakartauntuk
menyebarluuJkulkefada
para pembaca.Selanjutnya kepada seluruh
sivitas
akademika perguruantinggi baik
dosen maupun mahasiswa, serta para pembaca dan insan-insin yung*"*iii-ki
kepedulian terhadap pelkembangan dan permasalahan ihnu pengetahuan dan"teknologi; safian dalamterbitan kali ini
semoga mampu memberikan manfaat bagimunc"hi;
karya-karya maupun pemikiran kreatif dan inovatifnya.PERANCANGAN SENSOR GETARAN BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51 AgusBasukesfi
ANALISIS USABILITAS
PONSELTIPE
IOUCHSCREEN, QWERTY, DANALFANU]\,,IERIK
Eko Poen'v:',nio,Dzakiyah tr&'iclvaningrum, Lina Dianati Fathirnahhayati, Rini Dharmastiti .
}.IASIL EKSTTTAKSI A LGORITfuf A PRINCIPA L C A MP ON ENT ANAT YSTS TCA) UNTUK PENCENALANWAIAH
Dwi Nugraher1y ... ?1
PENERAPAN QUICK SORTPADA PEIV{ROSESAN PARALLEL BERBASIS PERSONAL KOIV{PUTER (PC) DALAM LACAL AREA t{ETitlORK (LAN) GUNA MENDUKUNG LOADBAI,|NCING
Hero Wintolo ...,. ,)i
ANALISIS DAN EVALUASI FAKTOR PENCAHAYAAN PADA RUANG KULIAH (Studi Kasus dilurusanTeknikMesin Dan Inclustri UniversitasGadjah l\{acla yogyakarta)
Selly Pinangki, Lina Dianati Fathimahlrayati, Suhendrianto, Dr,vi Hinclayani, I.G.B.
BudiDharma tl
IMPLEMENTASI ROUTER (PENUN]UK JALAN PINTAS) ilIENGGUNAKAN PIRANTI ELEKTRONIK
Sutjianto 55
ANALYSIS TAKE-OTF AND LANDING PERFO&MA CE F O R B O EIN G 7 47
T. ArriessaSukhairi 63
PENERAPAN ALGORITMA KNAPSACK PROBLEM PENIUALAN
MAKANAN KECIL
BERDASARKANUNTUK
MENENTUKAN ANCGARAN KONSUMENYuliani, Nugraheny, Giat Suprayihro 75
ANALISIS l]SABII.ITAS PONSEI TIPT \OI4TI|ST/I1,I|, BIERN,OAN AIFANUMEliIl(
ANALISIS USABILITAS PONSEL TIPE TOUCHSCREEN,QWERTY, DAN ALFAIIUMERIK
Eko Poerwantol, Dzakiyah-Widyaningrum2,
Lina Dianati
Fathimahhayatir,Rini
Dharmastitia1.2.3.4\.
""'-'-'Jurusan Teknik Mesin dan Industri, Universitas Gadjah Mada, yogyakarta
Emai,,
o,jn fid;:llfl l;,lf;ffiffiil, H31*16,*",, ;;
ABSTRAK
Terdapat berbagai macam pengembangan dimensi ponsel mulai dari dimensi layanan yang ditawarkan sampai dengan dimensi
fisik
ponsel. Tigajinis
tipe keypad ponsel yang beredar di pasaran saatini
adalah tipe touchscreen (layar sentuh), QWERTy-dan alfanumerik. penelitianini
berfujuan untuk mengetahui usabilitas keypad ketigajenis
ponsel tersebut. Jenis ponsel yang akandiuji
adalah Samsung GalaxyAce
55830-"*utiti;.nis
touchscreen, Samsung Omnia'Pro 87320 mewakili jenis QWERTY, dan
Samsung GT-C3322
mewakili jenis alfanumerik. Metode yang digunakan adalah metode thinking aloud.Atribut
usabilitas yang dianalisis adalah efisiensi penggunaan,tingkat
kesalahan, Lemudahanuntuk diingat,
dan kepuasan pelanggan. Sembilan orang responden terbagi menjadi tiga kelompok usia diambil data mengenai komentar responden terhadap masing-masingfrodufponsel,
data penyelesaian task,jumlah
kesalahan serta penilaian subjektif pengguna.Hasil
penelitian menunjukkan bahwa keypad jenis alfanumerik lebih usable apabila dilihat dari koment*p"rgg""u,
efisiensi penggunaan, tingkat kesalahan, dan kemudahan untuk diingat untuk se*uu katJg"ori usia, yang kemudiandiikuti
dengan ponseljenis
touchscreen danqwrnrv.
Namun dari"segi kepuasan pengguna, ponsel dengan keypad touchscreendan
alfanumeriklebih
memuaskan untuk kelompok usia muda, sedangkan unfuk kelompok usia sedang tidak ada ponsel yurg aiarggap memuaskan. untuk kelompok usia tua, ponsel jenis alfanumerik yang memuaskan.Kata
Kunci:
usabilitas, Thinking alottd, Keyltad, Tottchscreez,ewERTy,
AlfanumerikThere are variotts d3vetorme1,
,r#f#:: startfrom
rhe service deveropment up to physical modeling development- The three type of keypaclin
mobile phones that available in the market today is a toych screen, Q't4tERW and alpiarutmeric. The-purpose of this researchin to
determine the usability levelof
the three typesof
keypadin *oiil, phln". A
kinidof
mobile phones that would be tested is Samsung Galaxy
Aci ssa;o ,"pr"r"ni,
the tottchscreen type, Samsttng OmniaPro 87320
representsthe
QWERTY type,ind
Samstmg GT-C3322 represents the alphanumeric type. The method used is thinking aioud. The usabihf,i,sattribties
that analyzed includes thefficient
of use, the level of"rrori,
level of memorabriity, and user satisfaction- Nine peopleof
the respondents dividesinto
three agegrote
takenif
data on a comment of the respondents of each cellular phones products,tni
time of completion of ajob, the
amountof error and
subjective satisfactionof the
user. The result showedthat
the alpharu.tmeric type is more usable when viewedfrom the user's comments, thefficiency
o/'use, the levelof enor,
and the levelof
memorabilityto all
age category, thenfollowed with
a touchscreen andQWRTY
type.In
terms of user satisfactiin, moiile- phone with tottchscreen and alphanumeric type is more satisfoctoryfor
yoln?g agegrolp,
whireasfor
the middle agegrol?
was no phone is considered satisfactory. For the older age group,thi
alphanumeric type is satisfactory.ANGKASA
Eko Poer,,nnto,0zakiyah I/idyaningrum, lina 0ianaii laihimahhayati. Rini []harmastiti
Keyword: Usability, Thinking aloud, Keypad, Touchscreen, QWERTY, Alforutmeric
1. PENDAHULUAN
Seiring berkembangnya teknologi informasi, manusia dituntut untuk selalu berkomunikasi dengan cepat. Kebutuhan untuk berkomunikasi setiap saat mendorong terciptanya perangkat ponsel, sehingga perangkat ponsel menjadi sangat populer di kalangan masyarakat dan menjadi tool yangpenting karena kemudahan dibawa dan telah beralih menjadi perangkat
multi
fungsi (Ketola, 2002; Sacher&
Loudon,2002; Vnnen-Vainio-Mattila&
Ruuska, 2000 dalam Ryu&
Jackson,2005).
Salah satu syarat penerimaan pengguna terhadap suatu perangkat ponsel adalah aspek usabilitas. Usabilitas mencerminkan keberhasilan sebuah sistem diterima oleh penggunanya (Nielsen, 1993). Nielsen (1993) mendefinisikan
lima
atribut untuk menggambarkan dimensi nsabilitas,yaitu
kemudahan pembelajaran (learnabiliry), efisiensi penggunaan (efficiencyof
rrse), kemudahan
untuk diingat
(memorabiliry),tingkat
kesalahan(errors), dan
kepuasan penggunaan(nbj
ectiv e s atisfaction).Terdapat berbagai macam pengembangan dimensi ponsel, salah satunya pada papan tombol (keypad). Tiga
jenis
tipe keypad ponsel yang beredardi
pasaran saatini
adalah tipe touchscreen (layar sentuh), QWERTY dan alfanumerik. Dengan berkembangnya variasi desain ponsel yang ada, penelitian mengenai usabilitas ponsel menarikuntuk
dilakukan sehingga produsen akan mendapat gambaran produk yang memiliki usabilitas baik dan diinginkan olehkonsumen.
Penelitian tentang usabilitas suatu satu
tipe
keypad ponseldari
beberapamerk
ponsel sudah banyak dilakukan, antaralain
oleh Huang,et al.
(2006) danKlockar et al.
(2003).Penelitian mengenai perbandingan usabilitas beberapa tipe keypad ponsel dari beberapa merk berbeda dilakukan
oleh Kallio &
Kekalainen (2004). Terdapatjuga
penelitiandalam
hal pengembangan aiat pengukuran usabilitas ponsel, antara lain dilakukan oleh Ji et sl. (2006) danRyu &
Jackson (2005). Namun, penelitian yang membandingkan usabilitas berbagai tipe keypad ponsel dalam satu merk belum dilakukan. Halini
menarik untuk dilakukan karena bias yang muncul karena adanya perbedaan merk dapat dieliminasi. Dengan demikian, perbedaan usabilitas yang didapat adalah murni karena perbedaan tipe keypad, bukan perbedaan merk.Pengujian usabilitas produk
memiliki
beberapa macam metode, salah satunya adalahthinking aloud (Nielsen,
1993). Thinkingalottd
merupakan suatu metodeyang
meminta responden melakukan suatu lasfr sambil berkomentar atau menyuarakan kesulitan maupun kemudahan mengenai produk (Nielsen, 1,993). Pradeep, etal.
(2008) mengungkapkan bahwa terdapat banyak komponen komunikasi nonverbal dalam bentukkelompok
gerakan yang terjadi dalam situasi budaya interaktif tubuh. Thinking aloud dapat menjadikan komunikasi nonverbal seperti gerakan menjadi sumber data.Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka perlu dilakukan penelitian usabilitas iiga tipe keypad ponsel yait:u touchscreen, QWERTY dan alfanumerik yang berasal dari merk yang sama. Penelitian ini menggunakan metode thinking aloud. Aspek usabilitas yang menjadi bahan pertimbangan dalam penelitian
ini
adalah aspek efisiensi penggunaan(fficiency of
use), kemudahanuntuk diingat (memorability), tingkat
kesalahan(errors), dan
kepuasan penggunaan (subj e c tiv e s atisfocti on).2. METODE PENELITIAN
Jenis ponsel yang akan diuji usabilitasnya pada penelitian ini adalah Samsung Galaxy Ace 55830 (tottchscreen), Samsung Omnia
Pro 87320 (QVfERTD, dan
Samsung GT-C3322 (alfanumerik). Instrumen lain adalah s t opw at ch, kuesioner, dan handy cam.10 Volume lV, Nomor 1, Mei2012
ANATISIS USABIIITAS PONSELIWE |OIfiISTI1TII|,I!VIIIIY, OAN ATFAllUlvlEIlI(
Responden dalam penelitian
ini
adalah orang yang pernah menggunakan salah satu atau ketiga ponsel tipe yangdiuji,
namun tidak pernah menggunakan ,rr"-rLsu*rung.
Respondendibagi
dalamtiga
kategoriusia. Untuk
pengujian.xubilitu, yang
menggunakan metode thinking aloud, masing-masing kategori usiadiwakili
oleh tiga orang (Nielsen, 1993), yakni usia muda (18, 19, dan20 tahun), usia sedang (30,32, dan 33lahun), "clan usia tua(42,
43, d,an44 tahun).
Tabel 1. Task
Wffiffiffi . TTk
yang harus dilakukan oleh responden terdapatil;il;ff* ffiffi;t*-*..o'u.*e+!ts+u--
"-i-
--r--*-;:_^::_l -u
vrvrt rwoPvuuvl rsrLr4Pi1.ti;11i.3.T3j.
.. ffi.*r*qffili** pada Tabel 1. Kuesioner yang digunakan
dalam::I'YF"]Y Sffi.$t+s!t!:$j:r.*r:..., , r ' r\uwDr\,rlsr yiluB UfgunaKan Oalam
ii:;:ff::lIffi ffiifiXX:-
tr-enelitianini
mengacu padasyitem
tJsabitity scaleH,;|
-,,
.ffi:H;;X: (SUS), yang telah diterjemahkan dalarn
BahasaI,ffi,#:ffitr,=
ffi,:tSSS.:: ..;,,. :..,::. Indonesia agar responden dapat lebih mudah memahami.ffiffi1'':"=
Menurut Brookeliot t;,
kuesioner SUS dapat digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna untuk suatu produk.Untuk."ngtito.rg
skor pada SUS mempunyai aturan tersendiri. Untuk pertanyaan,orro,
ganJil,nilai sfor
yang dijawab pada kuesioner dikurangil.
Untuk pertanyaan nomor genap,aiturangi
5.K#udian
semua skor dijurnlahkanlalu dikalikan2,5.
Rangenilai
kuesion", uduluh 0-100. Skor rata-rata SUS adalah 68, skor SUS di atas 68 berarti puas (Sauro, Z0ll).
Pengujian dilaksanakan dengan metode thinking
alotd.
Efisiensi ponsel didapatkan dari data waktu pengerjaan task-Error
didapatkan dari komentar dan rekapitulasi kesalahan saat pengerjaan /asfr- Kepuasan pengguna didapatkan dari skor SUS, sedangkan kemudahan untukdiingat
(memorabili4r) disimpulkandari
perbandingan wakru pengerjaantask
danjumlah kesalahan pada saat pengujianI
dan2.
u. rutanponiel
yang digunakan oleh masing-masing responden diacak, sgl.rjnggatidak terjadi bias
data. Pada-i"ggu
selanjutnya, dilakukan pengulangan pengambilan data dengan responden dan urutan penggunaan ponsel sama seperti minggu sebelumnya.Pelaksanaan pengujian dilakukan dengan pemberian briefing, kemudian responden diminta mengisi kuesioner data
diri
responden, membaca buku petunjuk manual, melakukan task. Task dibacakan oleh observer agar responden fokus pada task. Selanjutnya, responden mengisi kuesioner SUS dan wawancara. Wawancara bertujuanuntuk *""g"drri iebih
mendalam mengenai keluhanyang
dirasakanoleh
respondenyang
belum -diungkaptanpada
saat pengerjaan/ask
Setelah dilakukan pengujiaq dilakukan rekapitulasi t"r-utut a.r, rekapitulasi komentar, perhitunganskor
kuesionersus dan wakru
penyelesaiantask.
rJntuk waktu penyelesaian task, dilakukanuji
statistik dua sampelindepinient (uji
Mann-Whitney) untuk melihat perbedaan waktu antara ketiga jenis ponsel. Untukmetitrat apatatr terdapat perbedaanwaktu
antara pengujian1
dan2,
dilakukanuji
statistikdua
sampel dependentyaitu Uji
Wlcoxon (Harinaldi, 2005).
3. HASIL
DAJ\PEMBAHASAN
3.1. RekapitulasiKomentar
Gambar 1
merupakanrekapitulasi
komentaruntuk ponsel
alfanumerik. Komentar terbanyak adalah kesulitan dalam memilih simbol yang akan aigunakan (S orangj. Kemudian kesulitan dalam mencari menu'simbol'
dan kesulitan mencarilitak
enter puAu Juut mengetik pesan singkat (sms), yang disampaikan oleh empat orang.Pada
pnsel
touchscreen(gartbar 2),
komentar terbanyak adalah desain keypad yang terlalu dekat antara satuhuruf
dengan hunrf lainnya. Komentarini
disampaiUntt"l
tu3uil orang responden. Komentar terbanyak kedua disampaikan oleh enamor*j...ponden,
yaitu keypad terlalukecil
dan keypadterlalu
sensitif, Selainitu,
empat orang respondenluga
mengeluhkan kerumitan aluruntuk
memilih huruf besar, dua orang*"rrg"lrhku1
kesulitanANGKASA
1.1,
Iko Poerranto, 0zakiyah Widyaningrum. [ina 0ianati fathimahhayati, llini 0harmastiti
mencari menu
'simbol',
kesulitanmemilih
simbol yangingin
digunakan, dan bingungjika
harus mengubah huruf ke angka.
ffiffiN
E 5 !M'--'--"' ' s
O4B:N
",ffi w
ffi: , r:XA tr&. !i5 {%i llsts* E's \'- $S ffi
€, "ffi ii, #,* ie
H)s
i' ffi '"+* ##* &#" q,* E"
&#S
ffi:, ;) :,& ffi ffi ffi *&s E. ffi & ffi
ffio ri' ^r,X ffi tr* {H #ffi ffi
sgW
Nsymbor susah susihdicari symbor enrersusah dicari keypad runak vorumesurt tombor rayarkecil turisandi, ffi W M ffi ffi ffi ff n$ ffi S $$ ffi ffiN #ffi
datam dtc.il . : i. :1 w #, :e ffi F s$
Pemirihan .:::::l:::1'
;:;.jii:;::; ".;3:J,",:::::l
Gambar,.
*"u"p;;;s to-",,*
ponsel alfanumerik
GambarZ
n t"p*lasi
komentar ponsel touchscreenPada
ponsel QWERTY
ditemukanbanyak
usabilityproblem
(komentar). Komentar terbanyak pada ponsel QWERTY (gambar 3), adalah keypad terlalu kecil, yang disampaikanoleh seluruh
responden.Komentar
terbanyakkedua
disampaikanoleh delapan
orang responden, yaifu keypad yar;rg terlalu mepet. Kemudian berturut-turut adalah angka danhuruf
pada keypad berwama sama (5 orang), kesulitan mencari menu
'simbol' (4
orang),'nol'
dan'o'
sama, dan bingung merubah huruf ke angka (3 orang).ffi
*##$9.sffi
ffi&wffigaeR
@ &'-N',-W', S S & & iE
ffiwffiffiMxHsx
s
*
*
# sw
&&s
N
i"
l3
:i, ia
:-
i5.
i-
i
1
i,
(e@d terialu kdl
b ieypad terlalu berdekatan
d ,Eh memrisimbol
n@ne meruhh hutu{ke anpka
erdaoat kevoad unruk tunsi "svmi mFmrdaht,n h ldan hurut membingungkan
Eantian huruf leapka lema idak Drahis- hatus rungarn,keh dx: rrn,.' :ffid lunak
@d tenEh dan kiri membinsunpkan
islrtan menaan soasl
ffi untuk henulis rneka benurut'turut 0 L6sn di lrvar lsl
ryad kurens *ndtif
"sE@''ffi&#
ffi$ffiffiffiffi
cr*6fu .'R"k"pitr6si k"-dta; poilel aWERTY
3.2. Perbandingan
Waktu
Penyelesaian TaskEfisiensi penggunaan ponsel dapat
dilihat dari
waktu penyelesaian task. Task1
adalah membaca buku petunjuk manual, sehinggatidak
disertakan dalam pengolahan data. Waktu penyelesaian untuk masing-masing task (task) pada pengujian pertama untuk usia muda tersaji pada tabel 2. Pada hampir semua jenis /asfu alfanumerik memiliki waktu penyelesaian paling singkat, sehingga dapat disimpulkan ponsel alfanumerik adalah yang paling efisien, kemudian ponsel yang memiliki tingkat efisiensi kedua adalah touchscreen.Tabel 3
menyajikanwaktu
penyelesaianuntuk
masing-masingtask
pada pengujian pertama untuk usia sedang. Pada usia sedang, seperti usia muda, ponsel alfanumerikmemiliki
waktu penyelesaian paling singkat pada hampir semua jerus task, sehingga dapat disimpulkan ponsel alfanumerik adalah yang paling efisien. Ponsel yang memiliki tingkat efisiensi kedua adalah touchscreen.Tabel 2. Perbandingan wakhr penyelesaian taskpadapengujian 1 untuk usia muda
L2 Volume lV, Nomor
t,
Mei 2OL2Pada usia tua, ponsel alfanumerik
juga memiliki tingkat
efisiensi seluruh task. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4. pada h-ampir semua kedua dimiliki oleh ponsel touchscreen.ANAIISIS |JSABII"ITAS P0NStt TIFE f0AtfiS0?tfi,l, AWERly. DAN ALtANUtT4Fl?tl(
TASK T o AdrnT AdanQ TdanQ
Hasil vrh Hasil valu Hasil vah
Task 2 503 9.22 5.{7 o.275 dal A<( ] 513 Iidal T<C I t2', A<T<O
Tasli 3 9.7t) 47 54 9.28 A<T 0_1|] 7 ).E21 Iidal r<( 0-5t3 l-idrl A<T<Q
Tasl 4 52 97 3 1.44 t5.97 0.821 tida A<C Tidal T<( 0 27; A.T.Q
Task 5 5_49 47 9a 75-39 A<T 3 821 l'idal A<C 0.t2; T<C 0.275 A<T<O Iasli 6 50_2E t02-57 to1 41 A<T o.27: lldal A<C o_275 lidal T<C 0_5tl fida A<T<Q
Tasli 7 1272 59.08 26.45 0.t27 o 21i 0275 t';da A<I<O
Task 8 6.02 t5 23 I 5.r,.1 A<T o.5t3 o.127 T<C 0.827 Tidal A<T<O
Task I 27i 3.96 2.8ti 0.275 A<( o a27 idal T>O 0.05 l'idat A<Q<I
Tasli I 0 267.89 252 i( 3i6-25 0 a2? Iidal A<Q o.2?s l'idal T<( 0.275 A<T<O
Task I I 8.06 I2_i5 t).t2 Tida 081 Tida T<( o_827 A.T.Q
Task 12 15.37 l0 5i l5-49 A<T 0il 0-5 l3 0.5 t3 Iidc A<T<O
Task 13 99.3 r 62.66 75 lr9 A<T l-lt2; Tidal A<( 0-5 l3 T<C t-r|2, Tida A<T<O Tasli I 7 9t I6.l I 5,t.29 )il1 Iidal o 21t T<C 0- t2; tidJl A<T<O
Task 15 25.90 lSlt A<T 0_it3 nal t.215 fidal T<C 0.5 t -l A.T.e
Iask 16 ]lt.{)7 t7-85 A.1 0[7 idal A<C 0.127 Tidal T<0 o.itl lidal A<T<O fflsk I 7 6{).i)8 46.92 A.I t).17i rda {).i ll Iidrl T<O oxrT rdal A<T<Q Task ltt 20-lt9 i 8-.1(, 0.175 tida A<C 0 t? lida T<C 0ill idr A.T.O Task 19 6t.37 36 t9 55.59 J 5l: I'idal o-427 lida T<( 0.827 A<T<Q Tasli 20 i2_08 t4.54 3l t4 \<T 8.t27 Tidal A<( 0.E2i I<C 'l121 Tidal A<T<O lotal sakl 74t.98 886.18 1075-t A<T o27 A<( o275 T<C 0.5t1 A<T<O
TASX T a Hr.iiAdatrT AdanO TdanO
rah Sis Hasil Hesil
Task 2 3.4861 I 0-403 14 59 A<T 0.t 2: l"idakl A < a 0.t2' fidal T<a ).t2' Tida A<T<O
T6k l 4.6133 l0 96 6.il67 It t21 0.sl T< C Iida A<T<O
Tak 4 l2 65 t56.95 7.5461 0,5 lidal A<( o x)1 lidal T>( 005 lida A'i:O<il Ta\k s E.E7l3 20-617 76*sl 0-275 Iidakl A < ( 0.t21 T<( 0.275 A.T.O Tek 6 l1$-44 lD 11 203.3r l) 5r fi.lrl A<( .l-5I] T<C 0--s Ll A<T<O I6k 7 3.22i l0.5li7 27 li5? 0.t2' rid, A<C rdal T<a ).5 r _1 (a A.:T<O I0.96 l4 501 t0.6t 7 0 I2', Iidakl A < ( 0.5 tl Iidal 0-05 A<O<T Tak 9 7 t267 10,823 .3-s3l )x? Tidakl A < C 05r1 Tid,l r<c lt )75 Tid, A<T<O Task l{) 453.94 610.t4 455,1 fida 0.tt2: Tidal T<C 0.5t Tida A<T<O
T6k I 4-9511 lt 40i t5.76 0.t27 0-5tl A<T<O
I6k 12 15.02.1 27.93 0,5 t3 l"idal A<( o lt?1 r<( 0.5t Task I I 51.92 146.34 t2? a4 0.511 t.t27 fida T<r 0,5 l,l
l6k t4 24.115 i0 561 33.94 :t 214 0.5t1 Iidal 0.t27 Iidal A<T<O
Tdk 15 10 st7 30.r 37 33-t0? ).5t Tid, A<C )5 Iidal r<c l5t Iide A<T<O
Txk 16 t 20.6 298.94 l5t 4 021: Iida Tidal T<C 0.27: Tida A<T<O
T6k l7 13.52'l 29,80 91.107 A<t n21' 0-51 T>C 0-0s fida
T6k I ll 10,561 1r.62.1 t69 2( offi lidal A<( o l)1 T<( a.t2 T<AiO:::
T6k 19 18.661 l5t i4 169,8 0-127 0275 lida 0.5r A<T<O
Tek 20 llxT 35.76 28.577 0,82', )5tr I<C 0 5l idal A<ko
'ohl Mkt 1179.4 l8t8.r 1154 4 A<'I 0.21a ril,l ),513 T<r J.827 rda A<T<Q
terbaik pada hampir task, tingkat efisiensi
Tabel 3. Perbandingan waktu penyelesaian task padapengujian 1 untuk usia sedang
3.3. Rekapitulasi Kesalahan (Eruor)
Pada Gambar
4
dapat dilihat kesalahan (error) yang ditemukan pada ponsel alfanumerik.Kesalahan terbanyak yang dilakukan oleh seluruh responden adalah keluar masuk menu lain untuk mencari 'bluetooth'. Urutan selanjutnya adalah kebingungan mencari resolusi kamera
dan
kebingungan dengansetting
websiteyang
langsungLeriuju ke
suatu ulurrrut turrpukonfirmasi terlebih dulu. Kebingungan mencari resolusi kamera dilakukan oleh enam orang responden, terdiri dari dua orang usia muda, dua orang usia sedang dan dua orang usia tua.
ANGKASA
L3
[ko Poenvanto, [)zakiyah Widyaningrum, l.ina 0ianati fathimahhayati. Rini 0harmastiti
Tabel4. waktu lesaian ras&
I
untuk usia tuaeliru kel@r,'Eut menulain untuk menyalatan
ebangu.gan de.tan rening website yant lanEsune ra<ul l. s,atu rlamri t,hn, k.nfirmxi eli.u meEn kontak{seo.ch }, bulan membuat
rd* bie he..ad pnrerdalam menrotil ngun€ renambah alamat penerima untut
t &*kan tombl ten8ah lalu b'ntanA untuk eliru huruf hsarkecil
$rhl
,aatmnedmaFngilan,hanyamenekantmbol icon
f rlnnrm.n.ad
^nr6tf 1.tu,h.-Dr*,r mp.arn "d.iPr.'
i reDeiao t6bol tuno teiatu taDa (ponset menjdr mati, ielifr ftmbrataneia
,as!* le kmtak. taoi binsuns mana vans hatus dit€ kan edEslah ketik tombl
I I
Gambar 4.
Error
pada ponsel alfanumerikError
pada ponsel touchscreen dapatdilihat
pada gambar5. Error
terbanyak yang dilakukan oleh delapan orang responden adalah kebingungan mencari menu untuk membuat jadwal. Delapan orang tersebut terdiri dari tiga orang usia tua, dua orang usia sedang, dan dua orang usia muda,i 'l
ii
,H
i ni
----"--E -'
PIFI
lil
fl*flHHlHlH*uil
thi,kl
@
i l*aag
Gambar 5.
Error
pada ponsel touchscreenPada ponsel
QWERTY,
rekapitulasierror
ditunjukkan pada gambar6.
Dapat dilihat bahwaerror
terbanyak adalah kebingungan mencari letak 'camera' yang dilakukan oleh enam responden (tiga orang usia muda, dua orang usia sedang, dan satu orang usia tua).il
1.4 Volume lV, Nomor 1, Mei 2012
I1 ti -II
fllLnlL mlmrt
derEt,
@
H.
Gambar 6.
Enor
pada ponseleWERTy
3.4. Kepuasan Pengguna
Kelompok usia muda lebih merasa puas dengan ponsel berjenis touchscreen (75,0 dan 78,2) dan alfanumerik (70,8). Untuk kelompok
u.ii
sedarrg, tiaat"aaa,m, sus-v""g
bemilai minimal 68, sehingga tidak ada ponsel yang dinilaimemilik'ikine{a
yang memuaskan. Namun,dari
tiga jenis ponsel yangdiuji,
skorsus
tertinggidimiliki
olehpoiset
alfanumerik pada pengujian keduayakni
sebesar 67,5.untuk
kelompok usia tua merasa puas dengan ponsel berj enis alfanumerik (68,3).3.5. Kemampuan
untuk Diingat
(Memorability)Tabel 4, tabel 5 dan tabel 6 merupakan perbandingan waktu penyelesaian /asfrpengujian pertama dan kedua. Huruf
A
merupakan ponsel alfanumerik,e
adalahewERTy, ia'r
adalah to;ttchscreen.
Tabel 6. Perbandi waktu lat tn.'
k
iianI
dan 2uii ML
922 t>2 l>2
I
o.245 t>2 t>2
l>: o-2a5
2 o:45
o.5% t@ 57
1>2 o_2a5 4', t>2
t2_72
2 o_l@
t>2 o-tD
o-2a5
l>2 o-245 t>2 o.2a5 l>2
2 51
o.593 396
l>2 o,J93 l>2 o_245 ri6
o_t@ l>2 l>2 o.I@
I l>2 o-l@ t>2 l>2
l>2 o-593
o,245
o.2a5 t>2 o_245 l>2
9l 42.4
l>2 o-I09 t>2 l>2
z t6-23 l>2 o-2a5 t>2
l -oo( a5
t>2 o-l 09 o-t@
1>2 o.2ai l>2 o-2a5 ,>2
1>2 24.% o.l 09
t>2
I t,om l>2 o.l09
o.l@
o-l09 l>2 t>2 o.l@
2
1>2 o.l 09
2 o-l@
Perbandingan waktu penyelesaian task untuk usia muda dapat dilihat pada tabel 6. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa waktu penyelesaian untuk semua jerus taskpada pengujian pengulangan, lebih singkat dibandingkan pada saat pertama kali mem-akai lpenguiian pertama).
Perbedaan waktu antara pengujian pertama dan kedua tersebut tidak
adalani memiliki nilai
s]g1i!kan' Hasil yang tidak signifikan tersebut menunjukkan bahwap"rb"auri*aktu
tersebuttidak berbeda jauh, sehingga responden belum menguasai dengan baik ketiga ponsel yang diuji.
ANGKASA
15
ANALISIS USABII"ITAS PONStt TIPI I&/TI/ST/I[1IV, IWERN, DAN AIFAliUMEr{Il(
usia muda
[ko Poenvanto, [)zakiyah Widyaningrum. Lina 0ianati Fathimahhayati. [lini 0harnastiti
Sama seperti usia muda, pengujian kedua pada usia sedang juga memiliki waktu penyelesaian task lebrh cepat dibandingkan pengujian pertama, namun tidak signifikan. Hasil
uji
Wilcoxon pada usia sedang dapat dilihat pada Tabel7.
Pada usia tua pun pengujian keduajuga
lebihcepat dibandingkan pengujian pertama secara tidak signifikan seperli pada tabel 8.
Tabel T. P Waktu Penyelesaian Task
ianldan2U
sia SedangApabila dilihat dari jumlah kesalahan, tingkat kesalahan pada pengujian kedua (pengujian pengulangan)
lebih
sedikit dibandingkan dengan pengujian pertama.Hal ini
berlaku untuk semua kelompok usia dan semua jenis ponsel. Jumlah kesalahan dapat dilihat pada gambar 7 (alfanumerik), gambar 8 (touchscreen), dan gambar 9 (QWERTY).Pada gambar
7,
drbandingkan dengan gambar4,
dapatdilihat
bahwa pada ponsel alfanumerik tingkat kesalahan yang dilakukan oleh responden berkurang. Pengurangan tersebut terjadi padajenis error
maupunjumlah
responden yang melakukanerror
tersebut. Terdapat beberapa kesalahan pada pengujian pertama namuntidak terjadi
pada pengujian kedua.Kesalahan tersebut adalah 'tidak bisa mencari enter',
'keliru
mencari kontak (search), bukan membuat kontak', 'bingung add alamat penerima untuk mengirim sms', 'kebingungan mencari volumemusic', 'keliru
huruf besar dankecil',
dan 'menekan tombol power kurang lama'.Namun, terdapat
juga
beberapa kesalahanbaru yang dilakukan oleh
responden, yakni 'kebingungan mencari pemutarmusik',
'kebingungan membuka gambar yang telahdifoto',
'kebingungan mencari tombol power', dan'kebingungan dengan perpindahan huruf, angka dan simbol'.15 Volume lV, Nomor 1,, Mei 2012
ANATISIS USABIIITAS P ONSELIIPE IIAfl/STIIT1|I,OWERTY, DAN ATFANUl,4EIlI(
Tabel 8. Perbandi aktu tan tnck iian
I
dan 2usia tuaT
o-593 2
I
26.
2
;
2 ll:al
2
2 2
t>2
2a:
20.
2 l.f!
Simbol Xesalahs
a (eliru keluar masuk menu lain untuk menyalakan ,luetooth
b i€bingungan dengansetting website yang langsung neasuk ke suatu alamat tanpa konfimasi c (ebingungan mencari resolusi k d (ebingungna mencari menu oemuter mu(ik e gqingungan membuka gambar yang telah difoto
ieDlngunEna men.iri tnhh^t -^-,*
t
(ebingungan dengan perpindahan huruf, angka dan iimbol
h vlenekan tombol tengah lalu bintanglntuk nengunci keypad
iebingungan mentari menu untuk mpmhilat i:du,ar
I
.H!!a
mrr
Gambar 7 -
Error
pada ponsel alfanumerik per usia pada pengujian keduaGambar
8
menunjukkan kesalahan yang dilakukan responden pada pengujian kedua untuk ponsel touchscreen Pada pengujian t<Loua ini terdapat 1llenis
kesalahai yu-rgaitutut u,
oleh responden, sedangkan pada pengujian
p.1u13
(gambar 5) terdapatl5
kesalahan, sehingga dapat disimpulkan teq'adi penurunanl"mhir dari jeni"s t"rururrun. contoh jenis kesalahan pada pengujian pertama yangtidak
dilakukan pada pengujian kedua adalah.keliru huruf
besarkecil'.
Pada ponsel QWERTY, terdapat peningkatan
jenis
kesalahan (gambar9
dibandingkan dengan gambar 6), yaknidari
1t menjidi ti
tesatut an. corrtorr kesalahan yang tery'adi lagi pada pengujian kedua adalah .kebingunganmencari kamera,.
ANGKASA
t7
#h#ml$,n
!i Lfl
F]il N[]
lil:i
N lrllr:l :.1 lli l.l
ffi
H[kn Poerwanto. 0zakiyah Widyaningrum, Lina 0ianati [atlrimahhayati, Rini 0harmastiti
Simbol Xeslahan
a lebingungan menari resolusi kamera b ;alah ketik huruf
c :ebingungan menGri menu untuk membuat iadwal d (ebingungan menGri menu untuk membuat alarm e (ebingungan untuk mengunci keyoad (luoa)
hlah ketiktombol
Eat menerima panggilan, hanya menekan tombol on tekeDon bemama hiiau
h lebingungan meneri menu Demutar musik lebingungan membuka gambaryang telah dif oto :eliru membuatangka
linguns mencari on/off
Gambar 8.
Error
pada ponsel touchscreen per usia pada pengujiin keduaSimbol Keralahan
(ebin8ungan dengan setting website yanB jangJune nasuk ke suatu alamat tanoa konfirm.si b (elitu keluar masuk menu lajn untuk menyalakan
ieliru tombol
d abrngungna meneIi resolusi kampra lebingungan mencri menu remutar musil Gbanguogan mencari menu untuk membuat alarm :ebin8ungan membuka Bamba, yanp telah drloto :ebingungan fren@ri menu untuk membuat iadwal h
:ebingunBan mencri tombol menpunci kevDed ebinsunean menGd m
terdapat gambar gembok) sepeni saat mengunci )adahal bedPda al',r
(ebinsunPan menGd kame6
Gambar 9.
Error
pada ponselQwERTy
per usia pada pengujian kedua 3.6. PembahasanUntuk menentukan usabilitas suatu produk, tidak dapat ditentukan hanya dari satu fungsi saja, sehingga pada penelitian
ini
akan digabungkanhasil dari waktu
penyelesaian
task(fficiency),
tingkat kesalahan (error),nilai
SUS (kepuasan), d.an memoratitity-. Untuk waktu penyelesaian task, ponsel alfanumerikmemiliki
wakru penyelesaian paling cepat pada hampir semua/ast,
kemudiandisusul'oleh
touchscreen,dan
terakhirQWERTV. U"tot
tingkat kesalahan, paling banyak adalah touchscreen kemudian disusul QWERTY dan alfanumerik.Untuk nilai
kepuasan, kelompokusia muda lebih
merasa puas dengan ponsel berjenis touchscreen dan alfanumerik. Kelompok usia sedang tidak merasa puasd"ng*
ketiga ponsel yangdiuji,
namun yang mendekati skor kepuasan adalah alfanumerik. Untuk kelompok usia tua merasa puas dengan ponsel berjenis alfanumerik, sehingga untuk kepuasan, alfanumerik adalah ponsel yangdipilih
oleh semua responden. Aspek memorability, dilihatdari
waktu penyelesaian task, seluruh taskdai
semua ponsel mengalami penurunan waktu penyelesaian task menjadilebih
cepat secaratidak
signifikan.Dilihat
darierror,
penurunan terjadi pada alfanumerik, kemudian touchscreen Namun pada ponsel QWERTY justru terjadi peningkatan jeniseror
yang dilakukan oleh responden. Selain itu, pada pengujian kedua teraaiat be[erapa jenis kesalahan yang berbeda pada ketiga ponsel tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa responden belum terlalu memahami dan mengingat fitur ponsel pada pemakaiarrkedua. Untuk aspekmemorability, dibutuhkan beberapa kali pemakaian agar ttser dipatmenggunakan ponsel tersebut dengan lancar tanpa melakukan kesalahan. Duakali
pemakaian belum cukup untuk membuat user dapat menggunakan ponsel dengan mudah.Dari ketiga ponsel yang
diuji,
alfanumerik unggul hampir pada semua aspek(fficiency,
kepuasan, dan memorability). Sebagai kontradiksi, terdapat beberapa keluhan dari pengguna dan ponsel alfanumerik adalahjenis
ponsel yang paling awal muncul, sehingga penggunap aling fami I i e
r
terhadap pon s el ters ebut.RF]
ltl ltl
I rl I l'lt1
[i n
i:l1;1
II
Ii]$i;
3h)jHil
@
@
18 Volume lV, Nomor 1-,Mei2Ot2
Al,lATISIS I]SABIIIIAS PINSILIFE |OAT//ST|?TT|I,OWEtlTY, DAN ATTAN|]MEllI(
4. KESIMPULAN &
SARANPonsel
jenis
alfanumerikleblh
usableuntuk
semua kategori usia apabiladilihat
dari komentar pengguna, efisiensi penggunaan, tingkat kesalahan, dan kemudJhan untuk diingat, yang kemudiandiikuti
denganponsel
jerus touchscreen danewERTy. Untuk
komentar, paling sedikit adalah alfanumerik (enam komentar), kemudian tortchscreen(l I
komentar), dan QWERTY (17 komentar). Untuk efisiensi penggunaan, ponseljenis
alfanumerik lebih efisien dibandingkan touchscreen dan QWERTY,,*
tidak signifikan (p>0,0s). asper< kepuasan pengguna, yang sudah memnuhi adalah ponsel denganalfanumerit 00,8)
dan tottchscreen (75,0 dan 78,3)' untuk kelompok usia sedang, tidak aia ponsel yang memuaskan, dengan skor terlinggi 67,8. Kelompok usia tua, ponsel alfanumerik yung*"-rurlur,
(6g,3).Pada pengujian pengulangan, waktu penyelesaian
untuk serlua
jenis' task Iebih singkat dibandingkan pada saat pefiamakali
memakai (pengujian peftama), namuntidak
signifikan0>0,05)'
Tingkat kesalahan pada pengujian kedualpengujia,
pengulangan)lebih
sedikit dibandingkan dengan pengujian pertama, namun terdaput t"rutut
*-kesllahan baru
pada pengujian kedua, terutama pada ponsel QWERTY. Disimpulkan bahwa responden sudah mulai mengingat fitur-fitur pada ketiga ponsel, namun belum secara baik (aspek memorabiliry sudah cukup baik).Saran untuk penelitian selanjutnya adalah penelitian usabilitas ponsel dapat dikembangkan unfuk melihat faktor memorabilifl (pengulangan observasi untuk selang waktu yang berbeda)
dan learnability (pengtlangan
lebih dari
duakali).
Penelitian dapat dikembangkan untukjumlah
responden yang lebih banyak, agar mendapat usability problem yang lebih lengkap.Membaca buku petunjuk manual sebaiknya dilakukan pada setiapsebelum
meriulai
tiap task.UCAPAN
TERIMA KASIH
Untuk seluruh responden, terima kasih telah meluangkan waktu untuk pengujian ini.
DAFTAR
PUSTAKAIll
BrookeJ,2o1l, sus
-A
quickan!
djrty usability scale,Redhatch Consulting Ltd., 12Beaconsfield way, Earley, READING RG6
2lrx;
united Kingdoml2l
Harinaldi, 2005, Prinsip-
Prinsip Statistika untukTehik dan
Sains,Erlangga, Jakarta.i3]
Huang, S.c., chou, I.F.,&
Bias, R.G., 2006, Empirical Evaluation of a popular Cellular Phone's Menu System:*:oo
Meets Practice, Jottrnal ofUsabiij
Shtdies, Issue 2,Vol. l,
February 2006,pp.91_10g.l4l Ji,
Y.G-, Park,J.H.,
Lee,C., & yun, M.H.,
2006,A usability checkrist for
the Usability Evaluation of Mobile Phone User Interfa ce, International JotmtaloJ'Htman-
C ompu ter Int e racti on, 20(3), 207
13
II5l
Kallio, T.,&
Kekalainen, A.2oo4,Improving the effectiveness of mobile application design: User-p^airs testing by non-professioials, rectu.es Notes in Computer Science, 3160,315_3t9.t6]
Klockar, T., carr, D.A., Hedman, A., Johansson, T.,&
Bengtsson, F., 2003,usability
of mobile phones, Proceedings of the tgth Internationat Sylnposium'onHu*on
Factors in Telecommtrcation, 197 --204.u1
Nielsen, 1.,1993, usability Engineering,cambridge,MA:
Academic press.[8]
PradeepY., Torkil
C.,&
JyotiK.,
2008, Influenceof
Cultural Background on Non- verbal Communication in a Usability Testing Situation, InternationstJiurnal
of Design Vol.2 No^2ANGKASA
t9
[ka Poenwnto, {)zakiyah lYidyaningnm. tina 0ianati fathimahhayati. Rini 0harmastiti
19]
Ryu, Y.M.,&
Jackson, T.L.S., z}As,Development of Usability Questionnaire Itemsfor
Mobile Products and ContentValidity.
Joumal of Usability Studies,Yol.2,Issue
1,November 2006, pp. 39-53.
ll0l
Sauro, Jetf. 2011. Measuring Usability with the System Usability Scale (SUS). Akses,
Online Tanggal 10 Oktober 2011. URl:htp://www.measuringusability.com/sus.php20 Volume fV, Nomor 1,Mei2OL2