• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal penelitian Fluktuasi Harga

Fikri Aryanto

Academic year: 2023

Membagikan "Jurnal penelitian Fluktuasi Harga"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS FLUKTUASI HARGA KOMODITAS PERTANIAN DI PASAR TINCO DESA MARIO KEC. LIBURENG KAB. BONE

DALAM PESPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH

Nasrida1, Andi Bunyamin 2, Hasanna Lawang3 UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

email: 05220190 [email protected] 1, [email protected]2, [email protected]3 Abstract

This research is qualitative research with a descriptive approach. The subjects in this research consisted of farmers, collectors and traders. Data collection used was observation, interview and documentation methods using qualitative analysis methods. From the research results, price fluctuations in rice, corn and red chilies in Mario village experienced price changes in a relatively short time. Sometimes consumer demand is greater than the availability of the goods they want to sell and vice versa and uncertain weather conditions and agricultural pests trigger crop failures so that prices automatically increase. The price fluctuations that occur in Mario Village have big implications for all buying and selling actors, one of the influences price fluctuations experienced by farmers and traders, both retail and wholesale traders. These implications can be seen from the amount of income and purchasing power of traders. The concept of price fluctuations from an Islamic economic perspective is also in accordance with the teachings of the Qur'an and Al-Sunnah. This is in accordance with Islamic teachings that Islam does not prohibit whatever profits are obtained, but do not be too eager to take advantage, so that it can be detrimental or burdensome to the buyer.

Keyword: Price Fluctuations, Traditional Markets, Sharia Economic Perspective

Abstrak

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun subjek pada penelitian ini terdiri dari petani, pengepul dan pedagang. pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan metode analisis kualitatif. Dari hasil penelitian, Fluktuasi harga padi, jagung, dan cabai merah di desa Mario mengalami perubahan harga dengan waktu yang relatif singkat. Hal tersebut disebabkan oleh permintaan konsumen lebih besar daripada ketersediaan barang yang ingin dijual, Apalagi kondisi cuaca yang tidak menentu serta gangguan hama pertanian memicu kegagalan panen sehingga otomatis harga mengalami kenaikan Fluktuasi harga yang terjadi di Desa Mario memberikan implikasi yang besar bagi seluruh pelaku jual beli salah satu pengaruh fluktuasi harga yang dialami para petani dan para pedagang baik pedagang ecer maupun pedagang grosir.

Adapun Implikasi tersebut bisa dilihat dari jumlah pendapatan dan daya beli pedagang. Konsep Fluktuasi Harga dalam perspektif ekonomi Islam juga sudah sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan Al-Sunnah, Hal ini sesuai dengan ajaran Islam bahwa Islam tidak melarang berapapun keuntungan yang didapat, tetapi jangan sampai terlalu bernafsu mengambil keuntungan, sehingga dapat merugikan atau memberatkan pihak pembeli.

Kata Kunci: Fluktuasi Harga, Pasar Tradisional, Perspektif Ekonomi Syariah

PENDAHULUAN

Komoditas pertanian sangat dibutuhkan oleh hampir semua orang dari berbagai lapisan masyarakat sehingga tidak mengherankan bila volume peredaran di pasaran dalam skala besar.

Komoditas pertanian memiliki peluang bisnis yang baik. Besarnya kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri menjadikan komoditas pertanian sebagai komoditas menjanjikan sehingga tidak heran jika komoditas pertanian merupakan komoditas yang mengalami fluktuasi harga paling tinggi di Indonesia. Harga yang tinggi memberikan keuntungan yang tinggi pula bagi petani (Daniel,2005).

Fluktuasi terjadi dikarenakan adanya pengaruh harga dari pengepul yang tidak sesuai kondisi atau kualitas dari hasil panen yang petani tanam. Sehingga mengakibatkan harga yang diberikan ke petani tidak sesuai dan berakibat petani kekurangan dalam pendapatan. Fluktuasi harga yang tinggi menyebabkan semakin besar marjin pemasaran dan semakin rendah harga yang

(2)

diterima oleh petani. Naik dan turunnya harga atau biasa disebut dengan fluktuasi, dan tingkat harga dari produk-produk pertanian dilihat dari kenyataan-kenyataan yang berlangsung di masyarakat. Dengan adanya patokan harga dari pemerintah telah dapat dikendalikan dengan baik, dimana naik dan turunnya itu serta tingkatannya hanya berkisar diantara harga patokan tersebut.

Fluktuasi adalah lonjakan atau ketidak tetapan segala sesuatu yang bisa digambarkan dalam sebuah grafik, seperti fluktuasi harga barang. Fluktuasi harga yang tinggi merupakan salah satu yang sering muncul dalam pemasaran komoditas pertanian. Harga yang sangat berfluktuatif secara teoritis akan menyulitkan prediksi bisnis, fluktuasi harga komoditas pada dasarnya terjadi akibat ketidak seimbangan antara jumlah pasokan dan permintaan yang dibutuhkan konsumen.

Jika pasokan berlebih maka harga komoditas akan turun, sebaliknya jika terjadi kekurangan pasokan maka harga naik. Dalam proses pembentukan harga, perilaku petani dan pedagang menjadi penting karena mereka dapat mengatur volume penjualan sesuai dengan kebutuhan konsumen (Irwan, 2014).

Fluktuasi harga adalah gejala atau keadaan yang menunjukkan turun naiknya harga dan sebagainya yang berlaku dari sehari ke sehari atau dari satu periode ke periode lainnya, perubahan (harga tersebut) karena pengaruh permintaan dan penawaran. Fluktuasi harga yang tinggi merupakan salah satu isu sentral yang sering muncul dalam pemasaran komoditas.

Fluktuasi harga yang tinggi menyebabkan penerimaan dan keuntungan usaha yang diperoleh petani dari hasil kegiatan usaha taninya sangat berfluktuasi. Kondisi demikian tidak kondusif bagi pengembangan agribisnis karena keuntungan yang diperoleh dari kegiatan agribisnis menjadi tidak stabil padahal tingkat keuntungan yang tinggi dan stabil umumnya justru merupakan daya tarik utama bagi pelaku bisnis untuk melakukan investasi dan memperluas usahanya (Bambang Irawan, 2013). Fluktuasi harga komoditas pada dasarnya terjadi akibat ketidak-seimbangan antara kuantitas pasokan dan kuantitas permintaan yang dibutuhkan konsumen. Jika terjadi kelebihan pasokan maka harga komoditas akan turun, sebaliknya jika terjadi kekurangan pasokan maka harga komoditas akan naik.

Indonesia merupakan negara agraris yang mata pencaharian penduduknya sebagian besar di sektor pertanian. Sektor pertanian menjadi sektor yang penting dalam menunjang perekonomian Indonesia. Berbagai produk yang di ekspor baik produk jadi maupun setengah jadi berasal dari sektor pertanian. Namun, di lain sisi karakteristik yang dimiliki produk pertanian dapat menimbulkan permasalahan, salah satunya adalah fluktuasi harga. Harga komoditas pertanian yang berfluktuasi ini menimbulkan berbagai permasalahan. Secara makro, fluktuasi harga dapat menimbulkan permasalahan yang lebih luas yaitu terhadap tingkat inflasi (Aqila, 2018).

1) Permintaan (Demand)

Secara umun permintaan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu. Besar kecilnya perubahan permintaan ditentukan oleh besar kecilnya perubahan harga. Menurut N. Gregory Mankiw dalam bukunya yang berjudul

“Pengantar Mikro Ekonomi” menyebutkan bahwa permintaan adalah sejumlah barang yang diinginkan dan dapat dibeli oleh pembeli. Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah barang yang diminta meningkat, karena pada hakikatnya makin rendah harga suatu barang maka banyak permintaan atas barang tersebut. Sebaliknya, makin tinggi harga suatu barang maka makin sedikit permintaan atas barang tersebut.

2) Penawaran (Supply)

Teori mikro ekonomi selalu didefinisikan oleh ahli-ahli ekonomi sebagai suatu bidang studi dalam bidang ekonomi yang menerangkan tentang kegiatan dalam bagian-bagian kecil dari keseluruhan perekonomian salah satunya teori penawaran. Penawaran (Supply) dalam ilmu ekonomi adalah banyaknya barang atau jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap waktu tertentu. Jadi penawaran dapat didefinisikan yaitu banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar tertentu, periode tertentu, dan pada tingkat harga tertentu. Hukum penawaran menerangkan apabila harga suatu barang meningkat, kualitas barang ditawarkan akan meningkat dan apabila harga suatu barang menurun, kualitas barang yang ditawarkan akan menurun.

Hukum ini menunjukkan wujud hubungan positif antara tingkat harga dan kualitas barang yang ditawarkan hal ini disebabkan karena harga yang tinggi memberi keuntungan yang lebih pada produsen, jadi produsen akan menawarkan lebih banyak barang. Harga yang tinggi tersebut sangat diminta oleh konsumen tetapi penawarannya kurang dipasarkan konsumen akan menambahkan penawaran untuk memenuhi permintaan.

3) Mekanisme Harga

(3)

Mekanisme harga adalah proses yang berjalan atas dasar gaya tarik- menarik antara konsumen dan produsen baik dari pasar output(barang) ataupun input (faktor-faktor produksi).

Hasil netto dari kekuatan tarik- menarik tersebut adalah terjadinya harga untuk setiap barang dan untuk setiap faktor produksi. Harga merupakan petunjuk bagi produsen untuk mengalokasikan sumber-sumber ekonomi yang dimiliki.

Demikian juga konsumen, harga merupakan petunjuk bagi mereka untuk mengalokasikan pendapatannya pada berbagai jenis barang yang diperlukan sehingga manfaat pendapatannya untuk memenuhi kebutuhannya memperoleh manfaat yang maksimum. Menurut William J.

Stanton, harga adalah jumlah uang (kemungkinan ditambah beberapa barang) yang dibutuhkan untuk memperoleh beberapa kombinasi sebuah produk dan pelayanan yang menyertainya.

Menurut Kotler, harga adalah sejumlah uang yang dibebankan pada suatu produk tertentu.

Menurut Philip Kotler dalam bukunya manajemen pemasaran edisi tiga belas bahwa sepanjang sejarah, harga ditetapkan melalui negosiasi antara pembeli dan penjual. Tawar-menawar masih sering dilakukan dibeberapa bidang. Dengan adanya negosiasi harga akan terbentuk harga yang berimbang dan wajar sesuai dengan kesukarelaan antara penjual dan pembeli.

4) Mekanisme Pasar

Mekanisme pasar adalah suatu proses penentuan tingkat harga berdasarkan dari kekuatan permintaan dan penawaran. Defenisi mekanisme pasar yang lain yaitu kecenderungan dalam pasar bebas untuk terjadinya perubahan harga hingga pasar menjadi seimbang (jumlah penawaran sama dengan jumlah permintaan). Mekanisme pasar di bangun atas dasar kebebasan yaitu kebebasan individu untuk melakukan transaksi barang dan jasa sebagaimana yang ia sukai.

Ibnu Taimiyah menepatkan kebebasan pada tempat yang paling tinggi bagi individu dalam kegiatan ekonomi, walaupun beliau juga memberikan batasan-batasan. Batasan yang dimaksud adalah tidak bertentangan dengan syariah Islam dan tidak menimbulkan kerugian, baik bagi diri sendiri maupun orang lain, sehingga tidak terjadi konflik kepentingan.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif.

Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada kondisi objek yang alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Lokasi penelitian ini dilakukan Pasar tinco desa Mario kec libureng kab. bone. Penulis melakukan penelitian ini pada bulan Juni - Juli 2023. Adapun subjek penelitian yang akan terlibat yaitu petani dan pengepul sebagai informan yang mengetahui semuanya tentang apa yang terjadi terkiat dengan fokus penelitian. Dalam hal ini analisis data kualitatif, analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Dalam tahap ini seluruh data yang diperoleh baik data primer maupun data sekunder kemudian dimanfaatkan sedemikian rupa sehingga diambil kesimpulan. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan teknik analisis dskriftifkualitatif.

HASIL DAN ANALISIS

1. Fluktuasi Harga Komoditas Pertanian di Pasar Tinco, Desa. Mario, Kec. Libureng, Kab. Bone

Fluktuasi Harga akan kebutuhan sembako jenis buah dan sayur sekarang ini makin memberatkan masyarakat dari berbagai golongan menengah maupun bawah yang terdiri dari para ibu rumah tangga, para pemilik home industry sampai dengan para pedagang ecer maupun grosir.

Bawang merah, bawang putih dan cabai merupakan sembako jenis sayur dan buah yang cukup banyak di wilayah di Indonesia . Dalam praktek ekonomi sehari-hari, prilaku permintaan dan penawaran relatif mendominasi dalam perekonomian, baik dalam skala mikro maupun makro.

Kekuatan permintaan dan daya dorong penawaran berdampak pada tingkat kemakmuran suatu rumah tangga atau negara. Saat terjadinya permintaan dan penawaran inilah yang sering terjadi fluktuasi harga pada suatu barang, persoalan fluktuasi harga baik trend naik maupun turun merupakan sunnatullah dalam perekonomian berdasarkan hukum permintaan (supply) dan penawaran (demand). Syariat membolehkan hal itu selama norma dan dan nilai-nilai moral tidak ada indikasi kuat ada rekayasa harga baik oleh pihak produsen, distributor maupun konsumen. . Berbicara mengenai fluktuasi harga padi, jagung, dan cabai merah di desa Mario mengalami perubahan harga dengan waktu yang relatif singkat. Terkadang permintaan konsumen lebih besar daripada ketersediaan barang yang ingin dijual begitupun sebaliknya yang menyebabkan terjadinya fluktuasi di desa Mario.

(4)

Dari hasil wawancara diperoleh menyatakan bahwa petani adalah aktor kunci, yang mengupayakan operasionalisasi proses produksi hingga menghasilkan produk yang diinginkan.

Petani di desa Mario kec. libureng, kab. bone penghasilan yang diperoleh tidak menentu dikarenakan bergantung dari hasil panen yang diperoleh. Hasil panen di desa mario yaitu berupa padi, jangung, dan cabai merah. penetapan harga padi, jagung, maupun cabai merah antara petani dengan pengepul yaitu pengepul yang memberikan harga yang sesuai dari harga pasar yang beredar dengan hitungan per kilonya dan harganyapun mengalami perubahan dengan waktu yang relatif singkat.. Banyak faktor yang mengakibatkan rendahnya posisi tawar petani seperti kurangnya akses informasi harga pasar dan minimnya penguasaan teknologi.

Dari hasil wawancara yang didapat Menjelang musim panen di Desa Mario, pengepul mengunjungi beberapa lahan petani untuk melakukan tawar menawar dan memperkirakan produksinya. Setelah tercapai kesepakatan harga antara pengepul dan petani maka pembayaran yang dilakukan secara tunai paling lama dua hari dan Penetapan harga di pasar ini diperoleh dari harga kesepakatan petani dan pengepul yang ditambah dengan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh pedagang ditambah dengan margin keuntungan sebanyak 20% (dari harga beli) maka diperolehlah harga jual perkilonya. Fluktuasi di Desa Mario terjadi dikarenakan harga komoditas pada dasarnya terjadi akibat ketidakseimbangan antara kuantitas pasokan dan kuantitas permintaan yang dibutuhkan konsumen. Jika terjadi kelebihan pasokan maka harga komoditas akan turun, sebaliknya jika terjadi kekurangan pasokan. Dalam proses pembentukan harga tersebut petani dan pengepul memiliki peranan penting karena mereka dapat mengatur volume penjualannya yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Berdasarkan hal tersebut maka dapat dikatakan bahwa fluktuasi harga yang relatif tinggi pada komoditas sayuran pada dasarnya terjadi akibat kegagalan petani dan pedagang sayuran dalam mengatur volume pasokannya sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Sering muncul dalam pemasaran komuditas sayur. Hal ini disebabkan oleh karakteristik komuditas Pertanian (Padi, Jagung, Cabai Merah) yang tidak tahan lama dan mudah busuk.

Fluktuasi harga yang tinggi menyebabkan penerimaan dan keuntungan usaha yang diperoleh petani dari hasil kegiatan agribisnis hultikultural sangat berfluktuasi. Kondisi demikian tidak kondusif bagi pengembangan Pertanian karena keuntungan yang diperoleh dari kegiatan pertanian sayur yang tidak menentu. Fluktuasi harga menyebabkan Pertanian sulit menentukan jumlah pendapatan yang mereka terima. Seperti halnya para Pertanian di Desa. Mario, Kec. Libureng, Kab. Bone.

Fluktuasi harga yang terjadi di Desa Mario memberikan implikasi yang besar bagi seluruh pelaku jual beli salah satu pengaruh fluktuasi harga yang di alami para petani dan para pedagang baik pedagang ecer maupun pedagang grosir. Adapun Implikasi tersebut bisa dilihat dari jumlah pendapatan dan daya beli pedagang. Saat terjadinya fluktuasi harga di Pasar Tinco, Desa. Mario, Kec. Libureng, Kab. Bone pendapatan menjadi sulit untuk diperkirakan karena harga yang selalu berubah-ubah tapi bisa stabil bahkan cenderung naik yang di pengaruhi oleh beberapa faktor pendukung yang terjadi sedangkan pendapatan juga mengalami hal yang sama.

Berdasarkan hasil wawancara yang penulis lakukan kepada para petani, dampak dari fluktuasi harga sangat berpengaruh bagi petani dalam menentuka jumlah pendapatan yang diterima. rata-rata petani menjawab jika terjadi fluktuasi harga pertanian di pasaran tinggi maka petani memperoleh keuntungan, dan jika harga dipasaran rendah maka petani merugi.

Akad Murabahah juga terjadi pada saat transaksi buyback artinya nasabah menjual kembali saldo emas milik nasabah kepada pihak pegadaian. Transaksi buyback harus memenuhi ketentuan yaitu minimal saldo emas sebesar 1 gram dan harus menyisakan saldo pada tabungan sebesar 0,01 gram. Misalnya pada saat tertentu nasabah membeli saldo emas seharga Rp.

1.000.000/gram dan saat nasabah menjual kembali saldo emas miliknya harga emas telah mengalami kenaikan menjadi Rp. 1.050.000/gram artinya nasabah mendapatkan keuntungan sebesar Rp.50.000, hal ini terjadi karena saldo tabungan emas bukan berbentuk uang melainkan berbentuk saldo emas karena berbentuk saldo emas apabila nasabah melakukan buyback seharga emas hari itu juga.

2. Fluktuasi Harga Komoditas Pertanian Ditinjau dari Perspektif Hukum Ekonomi Syariah

Berdasarkan uraian di atas mengenai keuntungan dalam ekonomi Islam maka keuntungan yang didapat oleh padi, jagung dan cabai merah, yang hasil pertanian di Desa. Mario, Kec.

Libureng, Kab. Bone dengan melibatkan petani, pedagang/pengepul, tengkulak dan pengecer dimana harga jual padi, jagung dan cabai merah tergolong wajar karena tidak berlebihan bahkan

(5)

tidak mencapai 50% dari biaya-biaya yang dikeluarkan dan keuntungan tersebut juga diperoleh dari harga jual yang sama dengan harga di pasaran dan tidak merusak harga pasar.

Sudah menjadi hukum pasar, apabila permintaan tinggi harga akan naik. Tapi, untuk harga kebutuhan sayur mayur tersebut bersifat fluktuatif. Apabila permintaan turun, secara otomatis harga ikut naik. Jadi dapat peneliti simpulkan bahwa sistem penetapan harga padi, jagung dan cabai merah yang berlangsung di Desa. Mario, Kec. Libureng, Kab. Bone sudah sesuai. Karena pedagang padi, jagung dan cabai meramenetapkan harganya sesuai dengan pengeluaran, dan mengambil keuntungan yang hanya 20% dan harga tergantung faktor permintaan dan penawaran.

Keuntungan ini tidak merugikan bagi pembeli atau konsumen padi, jagung dan cabai mera dan pedagang juga tidak terdzalimi.

Konsep keadilan menurut ekonomi Islam adalah dilarang melakukan mafsadah, dilarang melakukan transaksi gharar, dilarang melakukan transaksi maisir, dilarang melakukan transaksi riba. Empat hal ini adalah bentuk transaksi yang dilarang dalam Islam. Di dalamnya mengandung kedzaliman dan berujung kepada kerugian oleh pihak yang bertransaksi.

Adanya harga yang adil telah menjadi pegangan yang mendasar dalam transaksi yang Islami.

Pada prinsipnya transaksi bisnis harus dilakukan pada hara yang adil sebab adil adalah cerminan dari ajaran Islam. Secara umum harga yang adil ini tidak menimbulkan eksploitasi, tidak adanya penindasan kedzaliman, tidak merugikan salah satu pihak yang lain, harga harus mencerminkan manfaat bagi pembeli dan penjualannya secara adil, yaitu penjualan memperoleh keuntungan normal dan pembeli memperoleh manfaat setara dengan harga yang dibayarkan.

Bahwa harga yang berlangsung di Desa. Mario, Kec. Libureng, Kab. Bone, yang melibatkan petani, pengepul/pedagang, tangkulak dan pengecer sudah sesuai dengan konsep Islam. Pertama dalam konsep Islam penentuan harga dilakukan oleh kekuatan-kekuatan pasar yaitu permintaan dan penawaran. Dalam konsep Islam, pertemuan permintaan dan penawaran tersebut harus terjadi rela sama rela, tidak ada pihak yang merasa terpaksa untuk melakukan transaksi pada tingkat harga tertentu.

Fluktuasi harga yang terjadi memberikan implikasi yang besar bagi seluruh pelaku jual beli salah satu pengaruh fluktuasi harga yang di alami para petani dan para pedagang baik pedagang ecer maupun pedagang grosir. Adapun Implikasi tersebut bisa dilihat dari jumlah pendapatan dan daya beli pedagang. Saat terjadinya fluktuasi harga di Pasar Tinco, Desa. Mario, Kec. Libureng, Kab. Bone pendapatan menjadi sulit untuk diperkirakan karena harga yang selalu berubah-ubah tapi bisa stabil bahkan cenderung naik yang di pengaruhi oleh beberapa faktor pendukung yang terjadi sedangkan pendapatan juga mengalami hal yang sama.

Menurut Adhiwarman Karim bahwa penentuan harga yang dilakukan oleh kekuatan-kekuatan pasar, yaitu kekuataan permintaan dan kekuatan penawaran. Dalam konsep Islam, pertemuan permintaan dengan penawaran tersebut haruslah terjadi secara rela sama rela.

Adanya penetapan harga yang adil telah menjadi pelanggan yang mendasar dalam transaksi yang Islami. Pada prinsipnya transaksi perdagangan harus dilakukan pada harga yang adil, sebab ia adalah cerminan dan komitmen Islam terhadap keadilan yang menyeluruh.

Secara umum harga yang adil adalah harga yang tidak menimbulkan eksploitasi, tidak adanya kedzaliman, tidak merugikan salah satu pihak dan menghitungkan pihak yang lain, dan harga mencerminkan manfaat bagi pembeli dan penjual secara adil, yaitu penjual memperoleh keuntungan yang normal dan pembeli memperoleh manfaat yang setara dengan harga yang dibayarkan.

Dalam penetapan harga padi, jagung, dan cabai merah yang berlangsung di Desa. Mario, Kec.

Libureng, Kab. Bone sudah adil dan sesuai menurut ekonomi Islam, hal ini bisa dibuktikan dengan melihat pedagang dalam menetapkan harga dan melihat tujuan dagangnya. Para petani, pedagang, tengkulak ikhlas sama ikhlas dan rela melepaskannya barang dan pembeli tidak terdzalimi antara kedua belah pihak.

KESIMPULAN

Fluktuasi harga padi, jagung, dan cabai merah di desa Mario mengalami perubahan harga dengan waktu yang relatif singkat. Terkadang permintaan konsumen lebih besar daripada ketersediaan barang yang ingin dijual begitupun sebaliknya dan kondisi cuaca yang tidak menentu serta gangguan hama pertanian memicu kegagalan panen sehingga otomatis harga mengalami kenaikan Fluktuasi harga yang terjadi di Desa Mario memberikan implikasi yang besar bagi seluruh pelaku jual beli salah satu pengaruh fluktuasi harga yang di alami para petani dan para pedagang baik pedagang ecer maupun pedagang grosir. Adapun Implikasi tersebut bisa dilihat dari jumlah pendapatan dan daya beli pedagang. Fluktuasi Harga Komoditas Pertanian (Padi, Jagung, Cabai Merah) Ditinjau dari Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Desa. Mario, Kec. Libureng, Kab. Bone.

(6)

Konsep Fluktuasi Harga dalam perspektif ekonomi Islam juga sudah sesuai dengan ajaran Al- Qur’an dan Al-Sunnah, maka pada saat pedagang menetapkan harga dengan pembeli, hal ini mereka tetapkan dengan saling ridha dan tidak saling menzhalimi, harganya sudah adil dan mekanisme penetapan harganya berorientasi pada kesejahteraan. Dan dalam konsep Islam bahwa penentuan harga harus dilakukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran, para pedagang hanya mengambil beberapa keuntungan. Hal ini sesuai dengan ajaran Islam bahwa Islam tidak melarang berapapun keuntungan yang di dapat, tetapi jangan sampai terlalu bernafsu mengambil keuntungan, sehingga dapat merugikan atau memberatkan pihak pembeli.

DAFTAR PUSTAKA

Abu Azam Al Hadi. 2017. Fikih Muamalah Kontemporer, Cet. 1. Depok: PT Rajagrafindo Persada.

Abdul kadir ahmad, Nur Fadhilah Mappaselleng. 2021. Penelitian Kualitatif Filosofis Dan Praksis.

Yogyakarta: Arti Bumi Intaran.

Al-Arif, M. N. R. 2010. Dasar – Dasar Ekonomi Islam. Solo: PT Era Adicitra Intermedia.

Aprilia Krisdayanti. 2020. Tinjauan Hukum Islam Tentang Fluktuasi Harga terhadap Kesejahteraan Petambak Udang (Lampung: Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung).

Aprilia Rista. 2017. Fluktuasi Harga Dan Sistem Pengambilan Keuntungan Dalam Jual Beli Tiket Pesawat Perspektif Hukum Islam (Studi Pada Seven Light Tour And Travel Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung) (Lampung: Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung) Aqila. 2018. Dampak Fluktuasi Harga Tiga Komoditas Volatile Food Terhadap Inflasi Di Kota

Pangkalpinang, (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, Volume 2, Nomor 5)

Budi Solihin. 2019. Konsep Mekanisme Pasar Dan Persaingan Harga Dalam Islam. Jurnal ilmu ilmu agama Vol.1, No.2.

Kiki Aulia Rezky, Andi Bunyamin dan Andi Darmawangsa. 2023. “Pengaruh Kepemimpinan Kepala Madrasah dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru di Madrasah Aliyah Negri 3 Makassar”.

Jurnal Of Gurutta Education, Vol. 2, No. 2.

Mamik. 2015. Metodologi Kualitatif. Sidoarjo: Zifatama Publisher..

Mardani. 2012. Fiqih Ekonomi Syariah. Jakarta: Kencana..

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian tentang Fluktuasi harga ini sudah pernah di teliti sebelumnya tetapi disini peneliti mengambil variabel yang berbeda dan tempat penelitian yang berbeda,

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Promosi dan Fluktuasi Harga Emas terhadap Minat Nasabah pada Produk Tabungan Emas (Studi Kasus Pegadaian

Hasil penelitian ini adalah menunjukan bahwa vairabel fluktuasi harga emas dan ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produk gadai emas pada

Temuan pokok kajian ini adalah (a) fluktuasi harga komoditas pertanian berdampak signifikan terhadap inflasi dan menciptakan instabilisasi harga dan pasokan pangan (b)

Pada tahun 2017, fluktuasi harga tertinggi terdapat pada bulan Februari dan harga tergolong tidak stabil karena setelah terdapat kenaikan yang signifikan kemudian mengalami

Belum optimumnya dampak penerapan SOP GAP cabai dalam mengatasi fluktuasi harga salah satunya disebabkan karena sulitnya memastikan konsistensi petani dalam

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi harga telur ayam ras di Kota Makassar dalam kurun waktu bulan Januari tahun 2016 sampai bulan Desember 2020 baik

Sikap Petani Dalam Menghadapi Fluktuasi Harga Sawit Nomor Indikator Rata-rata penilaian Keterangan 1 Kualitas sawit yang dihasilkan bagus maka saya mendapatkan harga jual yang