• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal PENELITIAN HUKUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Jurnal PENELITIAN HUKUM"

Copied!
207
0
0

Teks penuh

Sanksi pidana dan psikis bagi pelaku provokator pidana aborsi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, aborsi adalah penghentian suatu kehamilan. Dari keterangan saksi Djufri yang melihat perempuan Marwan Agustianti dan tersangka di rumahnya dan Dg. Berdasarkan gambaran kejadian Provokator Aborsi atau tindak pidana aborsi yang mengakibatkan tersangka divonis penjara sedangkan tersangka berada dalam tahanan.

Tabel 1. Jumlah Delik Abortus Provocatus di Kota Makassar Tahun 2005-2010
Tabel 1. Jumlah Delik Abortus Provocatus di Kota Makassar Tahun 2005-2010

ASPEK HUKUM AKTA BUY BACK GUARANTEE DAN IMPLIKASINYA BAGI LEMBAGA PERBANKAN

Ariadin

ASPEK HUKUM AKTA BUY BACK GUARANTEE DAN IMPLIKASINYA BAGI LEMBAGA PERBANKAN

Perjanjian ini biasa dikenal dengan perjanjian jaminan pembelian kembali atau buy back garansi agreement. Jaminan pembelian kembali ini sering ditemukan dalam perjanjian pinjaman konstruksi, pinjaman ekuitas rumah (QPR), pinjaman ekuitas rumah (AQL), ​​dan pinjaman ekuitas mobil (AQL). Akta jaminan pembelian saat ini banyak digunakan untuk memberikan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (HLO).

Tabel berikut menggambarkan tentang pelaksanaan buy back guarantee pada lembaga  perbankan.
Tabel berikut menggambarkan tentang pelaksanaan buy back guarantee pada lembaga perbankan.

PERLINDUNGAN HUKUM HAK MASYARAKAT ADAT ATAS TANAH, WILAYAH, DAN

Cornelius Tangkere

PERLINDUNGAN HUKUM HAK MASYARAKAT ADAT ATAS TANAH, WILAYAH, DAN SUMBER DAYA ALAM

Sistem pengaturan hak masyarakat adat atas tanah, wilayah dan sumber daya alam berdasarkan hukum hak asasi manusia internasional. Konvensi ILO tahun 1989 pada pasal 13 sampai 19 menentukan hak masyarakat adat atas tanah, wilayah dan sumber daya alam. Sistem pengaturan hak masyarakat adat atas tanah, wilayah dan sumber daya alam berdasarkan hukum hak asasi manusia nasional Indonesia.

PERLINDUNGAN HAK EKONOMI PENCIPTA DALAM PENYEBARAN ILMU PENGETAHUAN

Fatimah Maddusila

PERLINDUNGAN HAK EKONOMI PENCIPTA DALAM PENYEBARAN ILMU PENGETAHUAN

Kedudukan hak cipta (copyright) sebagai harta tak berwujud atau kekayaan pribadi pencipta mengandung hak dan hak ekonomi. Penyebaran ilmu pengetahuan secara konvensional atau cetak diawali dengan proses penerbitan karya tulis dalam bentuk buku oleh penerbit. Pendistribusian ilmu pengetahuan secara konvensional (cetak) melibatkan banyak pihak yaitu penerbit, distributor, toko buku, dan tujuan akhirnya adalah masyarakat (konsumen) sebagai pihak yang memanfaatkan hasil karya kreatif tersebut.

Pemberian lisensi pelaksanaan atau pemanfaatan hak cipta oleh pemberi lisensi kepada penerima lisensi dimaksudkan untuk melaksanakan hak kebendaan pencipta (author), yaitu hak memperbanyak dan hak mengumumkan ciptaan sebagai upaya mendukung hak cipta. penyebaran pengetahuan. Perlindungan hak cipta atas karya pencipta buku diharapkan semakin meningkatkan semangat dan semangat pencipta untuk berkarya lebih lanjut, sehingga dapat mengoptimalkan penyebaran ilmu pengetahuan melalui karya kreatifnya. Hanya saja dengan perkembangan teknologi saat ini, penyebaran ilmu pengetahuan melalui karya penulis selalu lebih cepat dari segi kecepatan akses.

Upaya sosialisasi ilmu pengetahuan sebagai tindak lanjut implementasi hak ekonomi pencipta telah mendapat perlindungan hukum, khususnya perlindungan hak ekonominya. Berdasarkan distribusi pengetahuan yang konvensional, hak-hak ekonomi pencipta masih dilanggar, seperti pembajakan buku. Sementara itu, terkait penyebaran ilmu pengetahuan secara digital, pengaturan mengenai bentuk-bentuk pelanggaran hak cipta di Internet belum jelas secara hukum, serta belum jelas bentuk-bentuk pelanggaran hak mempublikasikan dan hak memperbanyak secara digital.

Terkait dengan penyebaran ilmu pengetahuan secara digital (internet), belum jelas pengaturannya dalam Undang-Undang Hak Cipta, khususnya mengenai perlindungan hak ekonomi pencipta.

Gambar 1. Penyebaran Ilmu Pengetahuan Secara Konvensional
Gambar 1. Penyebaran Ilmu Pengetahuan Secara Konvensional

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA

Studi Kasus Putusan Nomor 600/Pen.Pid.B/2010/PN.MKS)

Saat ini tindak pidana tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, namun juga dapat dilakukan oleh anak-anak. Namun dengan disahkannya undang-undang no. 3 Tahun 1997, ketentuan mengenai sanksi pidana dan tindakan terhadap anak yang melakukan tindak pidana diatur tersendiri. Bagaimana penerapan sanksi terhadap anak yang melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkoba, khususnya pada Putusan Nomor 600/Pen.Pid B/2010/.

Selain itu, tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh anak berada pada tahap yang mengkhawatirkan di Kota Makassar dan sangat memerlukan perhatian khusus dari semua pihak. Penuntut umum anak adalah yang memenuhi syarat dan mempunyai pengalaman sebagai penuntut umum untuk tindak pidana yang dilakukan oleh orang dewasa. Apabila terdakwa anak-anak melakukan tindak pidana bersama-sama dengan orang dewasa, maka dakwaan harus dipisahkan karena pemeriksaannya berbeda.

Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana narkoba dengan melanggar Pasal 112 ayat (1) UU. Terhadap putusan hakim terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana narkoba dengan melanggar Pasal 112 ayat (1). (1) Dalam Undang-undang Nomor Perlindungan hukum berupa hak terhadap anak yang melakukan tindak pidana narkoba dapat dilihat dalam KUHAP, Undang-undang Nomor 17 Tahun 2017.

Pada dasarnya hak anak yang melakukan tindak pidana narkoba sama dengan anak yang melakukan tindak pidana lainnya, yang membedakan hanya pada UU No.

EFEKTIVITAS PERAN KEPOLISIAN DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN

Grubert Taalungan Ughude

ORANG DI PROVINSI SULAWESI UTARA

Peran Polri dalam memberantas tindak pidana perdagangan orang, melalui penyidikan dan penyidikan yang dilakukan berdasarkan hukum acara pidana dan UUPTPPO. Berdasarkan bukti empiris, perempuan dan anak merupakan kelompok yang paling sering menjadi korban kejahatan perdagangan manusia. Sejauh mana efektivitas peran penegakan hukum Polri dalam pemberantasan tindak pidana perdagangan orang di provinsi Sulawesi Utara.

Bagaimana sistem dan pola penegakan hukum yang diterapkan Polri dalam memberantas tindak pidana perdagangan orang di Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif mengenai efektivitas peran Polri dalam penegakan hukum dalam pemberantasan tindak pidana perdagangan orang di Provinsi Sulawesi Utara. Keberhasilan pelaksanaan peran Polri dalam penegakan hukum pemberantasan tindak pidana perdagangan orang di Provinsi Sulawesi Utara antara lain dengan dipublikasikannya peristiwa tindak pidana perdagangan orang sebagai berikut: 16.

Jika melihat dari hasil penyidikan tindak pidana perdagangan orang selama 5 (lima) tahun terakhir di atas, maka jenis tindak pidana perdagangan orang yang ditangani oleh penyidik ​​Polda Sulut beserta jajarannya pada umumnya adalah jenis tindak pidana yang dijalankannya sebagaimana diatur dalam Undang-undang. alinea pertama Pasal 2 UUUPTPPO. Keberhasilan Polri dalam penegakan hukum dalam pemberantasan tindak pidana perdagangan orang di Provinsi Sulawesi Utara tidak hanya diukur dari jumlah kasus yang terselesaikan. Kejahatan perdagangan orang tergolong kejahatan transnasional dan merupakan tindakan pengingkaran harkat dan martabat manusia.

Upaya penegakan hukum adalah upaya penegakan hukum terhadap peristiwa-peristiwa yang berpotensi atau sebenarnya berpotensi merupakan tindak pidana perdagangan orang.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NOTARIS YANG DIPANGGIL OLEH

Irmayanti

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NOTARIS YANG DIPANGGIL OLEH PENYIDIK POLISI DALAM

KASUS BERGANDA

Dalam pelaksanaannya, Menteri membentuk Dewan Pengawas Notaris (MPN) yang salah satunya adalah Dewan Pengawas Daerah (MPD). Wewenang Dewan Pengawas Daerah salah satunya adalah menyelenggarakan sidang untuk menyelidiki dugaan pelanggaran Kode Etik Notaris atau pelanggaran terhadap kinerja jabatan Notaris. Dalam pasal tersebut dengan tegas disebutkan bahwa untuk keperluan proses peradilan, Penyidik, Penuntut Umum, atau Hakim yang mempunyai fotokopi Berita Acara Akta dan/atau surat-surat yang dilekatkan pada Akta Notaris atau Protokol Notaris yang berada dalam tahanan Notaris, wajib mendapat persetujuan terlebih dahulu. dari Dewan Pengawas yang diperoleh.

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah peran Majelis Pengawas Daerah, karena Majelis Pengawas Notaris Daerah merupakan benteng pertama dalam melakukan pengawasan terhadap Notaris. Menurut Bripka Sahruddin selaku penyidik, penyidik ​​mengirimkan surat ke Dewan Pengawas Daerah untuk meminta persetujuan notaris yang bersangkutan. Surat pemberitahuan tersebut memuat waktu, hari, tanggal dan nama anggota Dewan Pengawas Daerah yang harus melaksanakan pemeriksaan.

Dewan Pengawas Daerah hanya berwenang memfotokopi risalah akta dan/atau surat-surat yang dilekatkan pada risalah akta atau protokol notaris, dan mengundang Notaris untuk melakukan pemeriksaan terhadap akta yang dibuatnya atau akta tersebut. catatan notaris yang berada dalam tahanan notaris, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 UUJN. Menurut penulis, sebaiknya dewan pengawas provinsi mengizinkan notaris LY diperiksa oleh penyidik ​​untuk membuktikan ada atau tidaknya notaris LY ikut serta dalam pembuatan akad jual beli tersebut. Sikap Majelis Pengawas Daerah terhadap beberapa perkara yang melibatkan notaris adalah tidak memperbolehkan notaris yang bersangkutan diperiksa oleh penyidik.

Dewan Pengawas Daerah hendaknya mengizinkan Notaris untuk diperiksa oleh penyidik ​​untuk membuktikan apakah Notaris ikut serta dalam penyusunan akad jual beli.

EKSISTENSI HAK ATAS TANAH ADAT SETELAH BERLAKUNYA OTONOMI KHUSUS PAPUA

Muslim Lobubun

EKSISTENSI HAK ATAS TANAH ADAT

SETELAH BERLAKUNYA OTONOMI KHUSUS PAPUA DI KABUPATEN BIAK NUMFOR

Bagaimana keberadaan hak ulayat dan pendaftarannya sebelum dilaksanakannya Otonomi Khusus Papua di Kabupaten Biak Numfor? Sejauh mana budaya masyarakat di Kabupaten Biak Numfor memahami hukum hak adat atas tanah dan pendaftarannya pasca pemberlakuan Otonomi Khusus Papua. Penelitian tentang analisis hukum tanah adat dan pendaftarannya pasca Otonomi Khusus Papua dilakukan di Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua.

Keberadaan hak ulayat dan pendaftarannya sebelum pemberlakuan otonomi khusus provinsi Papua di Kabupaten Biak Numfor. Namun, pasca diberlakukannya Otonomi Khusus Provinsi Papua hasil reformasi, masyarakat kini semakin berani menyuarakan hati nuraninya, seperti menuntut agar hak ulayat dan hak atas tanah ulayat dialihkan kepada mereka. masyarakat. Budaya Masyarakat Kabupaten Biak Numfor dalam Pemahaman dan Pendaftaran Hak Adat Atas Tanah Pasca Pemberlakuan Otonomi Khusus Papua.

Dalam praktiknya, dokumen semacam ini cukup kuat sebagai dasar pengajuan hak atau sertifikat atas tanah, karena pada dasarnya konstitusi kita didasarkan pada hukum adat atas tanah yang tidak tertulis. Hak-hak masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Biak Numfor sebagai pemilik hak ulayat dan hak ulayat, belum sepenuhnya terwujud. Pelaksanaan hak ulayat dan pendaftarannya pasca pemberlakuan Otonomi Khusus Provinsi Papua di Kabupaten Biak Numfor yang dilaksanakan di Kantor Badan Pertanahan Nasional Biak tidak lepas dari pengaruh beberapa faktor, yaitu : faktor substansi hukum , faktor struktur hukum, faktor budaya hukum, faktor kesadaran hukum, faktor ekonomi, dan faktor lingkungan hidup.

Dalam pelaksanaan dan tata cara kepemilikan hak adat atas tanah dan pendaftaran tanah hendaknya lebih ditekankan pada pelaksanaan prinsip-prinsip dasar pendaftaran tanah sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Keputusan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997.

PERBANKAN SYARIAH DAN PERANANNYA DALAM PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL

Abdurrahman Konoras

PERBANKAN SYARIAH DAN PERANANNYA DALAM PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH

DI SULAWESI UTARA

Nilai-nilai tersebut diterapkan dalam peraturan perbankan yang berdasarkan Prinsip Syariah yang disebut dengan Perbankan Syariah. Kehadiran Perbankan Syariah di Indonesia masih tergolong baru, namun mengalami perkembangan yang pesat dan pesat. Jika perbankan konvensional hanya bertumpu pada hubungan antara bank konvensional dengan nasabahnya tanpa ada aturan lain, maka lain halnya dengan perbankan syariah yang mengusung nilai dan prinsip Islam.

Suatu nilai dan prinsip yang diteliti dan dikembangkan dari Fikih Islam dan menjadi landasan, tolak ukur dan pedoman dalam operasionalisasi perbankan syariah. Berbagai nilai dan prinsip dalam ekonomi syariah khususnya perbankan syariah ditempatkan sebagai kerangka dasar penelitian dan pembahasan ini dengan menempatkan hukum Islam sebagai titik tolaknya. Pemberdayaan UMKM melalui perbankan syariah mempunyai ciri khas tersendiri, karena tujuan pembiayaan berbeda dengan objek perbankan konvensional.

Dengan demikian, penerapan nilai dan prinsip keadilan secara tegas tertuang dalam ketentuan perbankan syariah sebagaimana disebutkan di atas. Nilai dan prinsip keadilan dalam penerapannya pada perbankan syariah yang merupakan bagian dari perekonomian syariah tidak lepas dari fungsinya yaitu mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat. 21 Tahun 2008 menyatakan bahwa “Perbankan Syariah menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah, demokrasi ekonomi, dan prinsip kehati-hatian.”

Nilai-nilai dan prinsip kemaslahatan tersebut juga terlihat jelas dalam penerapannya pada tataran normatif sesuai ketentuan perbankan syariah pada Pasal 3 UU No.

Tabel 1. Bank Umum Syariah di Indonesia
Tabel 1. Bank Umum Syariah di Indonesia

Gambar

Tabel 1. Jumlah Delik Abortus Provocatus di Kota Makassar Tahun 2005-2010
Tabel 2. Data Tentang Dakwaan Tersangka Pelaku Delik Abortus Provokatus  di Kola Makassar dari Tahun 2005-2010
Tabel 3. Data Pemidanaan Terdakwa Delik Abortus Provocatus di Kota Makassar Tahun 2005-2010
Tabel berikut menggambarkan tentang pelaksanaan buy back guarantee pada lembaga  perbankan.
+5

Referensi

Dokumen terkait

Melihat kedudukan perjanjian atau pemberian kredit yang sangat esensial maka kebutuhan akta otentik dalam setiap perjanjian kredit merupakan hal yang tidak dapat

Hasil penelitian adalah kedudukan daripada akta perdamaian merupakan akta otentik yang mempunyai kekuatan hukum terkuat dan terpenuh dan dibuat oleh notaris

Terhadap Memorandum of Understanding yang telah ditindak lanjuti dengan suatu perjanjian akta otentik yang mengatur substansi dan sanksi hukum yang tegas, apabila terjadi

contoh perbuatan melawan hukum yang dapat Notaris dan PPAT lakukan antara lain adalah pemalsuan akta otentik, membuat keterangan palsu atau merubah isi dalam perjanjian jual

Penyelesaian hukum terhadap pelanggaran notaris dalam pembuatan akta otentik, yakni tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh Notaris dalam pembuatan akta otentik akan

Akta perjanjian kredit dengan jaminan Hak Tanggungan yang menjamin kepastian hukum dan keadilan para pihak, yakni Akta perjanjian kredit dibuat atas keinginan para pihak

Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan perlindungan hukum bagi kreditor dalam suatu perjanjian jaminan fidusia lahir ketika saat pembuatan akta pembebanan jaminan

Upaya Hukum Yang Dapat Dilakukan Oleh Pembeli Atas Penggunaan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Yang Cacat Hukum Sebagai Akta Otentik Dalam Peralihan Hak Atas Tanah Prinsipnya,