Artikel Volume 2 Number 2 (2023) https://doi.org/10.53276/dedikasi.v2i2.107
Pelatihan Pembuatan Mocaf Sebagai Pengganti Tepung Terigu Di Desa Titiwangi Kabupaten Lampung Selatan
Feerzet Achmad1*, Muhammad Reahan Ramadhan2, Ridho Ramadhan3, Yunita Fahni1, Mustafa1, Suhartono4
1Teknik Kimia, Institut Teknologi Sumatera, Lampung, Indonesia,
2Teknik Pertambangan, Institut Teknologi Sumatera, Lampung, Indonesia,
3Kimia, Institut Teknologi Sumatera, Lampung, Indonesia,
4Teknik Kimia, Universitas Achmad Yani, Cimahi, Jawa Barat, Indonesia
Abstract: Mocaf is processed cassava flour obtained through a fermentation process so that flour with characteristics resembling wheat is obtained. Mocaf is obtained and obtained through several stages including peeling, cutting, fermentation, drying and flouring. This flour has a different content from wheat flour because mocaf does not contain gluten so it is suitable for consumption by cilia sufferers and people on a gluten diet. Titiwangi Village is one of the villages in South Lampung where the majority of livelihoods are in agriculture.
Cassava is one of them, so the people of Titiwangi Village need to be given knowledge through training on processing cassava into mocaf to reduce wheat consumption and cassava can be utilized better. This training is not only processing cassava into mocaf but also a more attractive and economical packaging process and processing it into brownis.
The success of the training can be seen from the results of questionnaires about the knowledge of residents increased before and after the training. In addition, the village economy will increase with the existence of processed products made from mocaf raw materials, for example brownies and other processed foods.
Key Words: Cassava; Mocaf; Wheat; Brownies
Abstrak: Mocaf merupakan tepung olahan singkong yang diperoleh melalui peroses fermentasi sehingga didapat tepung dengan karakteristik menyerupai terigu. Mocaf diperoleh dan didapat melalui beberapa tahapan diantaranya pengupasan, pemotongan, fermentasi, pengeringan dan penepungan. Tepung ini memiliki kandungan yang berbeda dengan tepung terigu karena mocaf tidak memiliki kandungan gluten sehingga sangat cocok dikonsumsi oleh penderita cilia dan orang yang sedang diet gluten. Desa Titiwangi merupakan salah satu Desa di Lampung Selatan yang mayoritas mata pencahariannya pada bidang pertanian. Singkong merupakan salah satunya, sehingga masyarakat Desa Titiwangi perlu diberikan pengetahuan melalui pelatihan tentang pengolahan singkong menjadi mocaf untuk mengurangi konsumsi terigu dan singkong dapat dimanfaatkan dengan lebih baik.
Pelatihan ini tidak hanya pengolahan singkong menjadi mocaf tetapi juga proses pengemasan yang lebih menarik dan ekonomis serta pengolahannya menjadi brownis.
Keberhasilan pelatihan dapat dilihat dari hasil kuisioner tentang pengetahuan warga meningkat sebelum dan sesudah pelatihan. Selain itu ekonomi desa akan semakin meningkat dengan adanya peroduk-produk olahan berbahan baku mocaf contohnya brownies dan olahan pangan lainnya.
Kata Kunci: Singkong; Mocaf; Terigu; Brownies
Penulis Korespondensi: Feerzet Achmad, [email protected], Institut Teknologi Sumatera, Lampung, Indonesia. Kode pos: 35363
P
ENDAHULUANIndonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia sekaligus negara terluas ke-14 diantara negara lainnya. Selain luas wilayah yang besar Indonesia juga memiliki jumlah penduduk yang banyak, tercatat pada tahun 2022 total penduduk Indonesia mencapai 275.361.267 jiwa (Badan Pusat Statistik, 2021). Peningkatan jumlah penduduk selalu terjadi dari tahun ketahun di Indonesia yang mengakibatkan meningkatnya jumlah kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia cenderung memilih beras, sagu dan jagung sebagai makanan pokok karena bahan-bahan tersebut mudah diperoleh dan dapat ditanam sehingga jumlahnya cukup banyak bahkan beberapa diantaranya mampu menjadi komoditas ekspor dengan keuntungan yang besar (Rusdiana & Maesya, 2017).
Perkembagan zaman yang terus berlanjut menyebabkan banyaknya produk pangan yang berkembang, Indonesia sendiri sering menginovasikan makanan yang diadaptasi dari negara lain contohnya makanan cepat saji seperti mie instan dan roti (Yanuarti & Afsari, 2016). Kebanyakan produk pangan yang diadaptasi dari negara lain memerlukan bahan-bahan yang sulit diproleh dan tidak diproduksi di Indonesia contohnya tepung terigu (Separinta & Tjarsono, 2017). Tepung Terigu merupakan tepung yang bahan baku utamanya adalah gandum. Indonesia merupakan negara tropis sehingga tidak cocok untuk ditanami gandum yang memiliki karakteristik hidup di temperatur dan kelembapan yang rendah. Sedangkan Indonesia memiliki iklim yang berubah-ubah, sehingga Indonesia perlu mengimpor biji gandum dari Kanada, Australia dan Argentina untuk diolah menjadi terigu (Minah et al., 2015). Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan data sepanjang bulan Januari- November 2022, mengenai impor biji gandum Indonesia yang mencapai 8,43 ton gandum. Jika Indonesia terus-menerus bergantung dengan impor untuk memenuhi kebutuhan pokoknya tentunya devisa yang terambil akan besar. Selain itu ketahanan pangan nasional akan memburuk (Sembiring et al., 2016).
Demi menjaga keberlangsungan pangan nasional banyak pencegahan yang telah dilakukan seperti menghidupkan kembali kualitas pangan lokal untuk masyarakat. Singkong, umbi dan sagu merupakan makanan pokok yang dahulu sangat digemari masyarakat Indonesia namun seiring perkembangan zaman peminantnya semakin berkurang (Astuti et al., 2021). Dalam waktu singkat masyarakat terpengaruh untuk mengonsumsi terigu dalam jumlah yang besar. Karena kebutuhan tersebut angka impor semakin membesar. Demi menekan angka konsumsi terigu perlu adanya batasan ataupun bahan pangan lain yang dapat menggantikan terigu sebagai bahan baku pangan masyarakat (Amri & Pratiwi, 2014). Mocaf (Modified Cassava Flour) merupakan tepung olahan dari singkong yang dimodifikasi dengan cara fermentasi agar menyerupai tepung terigu. Mocaf terbuat dari singkong yang dapat tumbuh dengan mudah dalam kondisi apapun (Riswanto et al., 2019). Tanah Indonesia sangat cocok untuk ditanami singkong, karena tanah Indonesia yang sangat subur akan meningkatkan kualitas singkong yang ditanam dan mocaf yang diproduksi (Gunawan et al., 2015).
Mocaf memiliki kemiripan dengan terigu dari segi warna, rasa, dan tekstur karena itu ia dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu meskipun rasa dari tepung mocaf sedikit berbeda dari tepung terigu. Pengolahan tepung mocaf dilakukan melalui peroses pengupasan, pemotongan, fermentasi, pengeringan dan penepungan demi diperolehnya tepung dengan kualitas baik tanpa adanya bau singkong agar mocaf dapat mensubtitusi terigu sehingga angka impor gandum dapat dikurangi (Sulistyo & Surabaya, 2014).
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (2023), 2(2), 292-302
Gambar 1. Umbi Singkong (Manihot Esculenta)
Desa Titiwangi merupakan desa yang berada di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan. Desa Titiwangi memiliki luas wilayah 750 Ha, sebagian besar digunakan sebagai pemukiman, lahan pertanian dan perkebunan. Lahan pertanian dan perkebunan yang luas dan subur menjadikan Desa Titiwangi cocok untuk ditanami beberapa tanaman pertanian perkebunan.
Komoditas tanaman pertanian Desa Titiwangi diantaranya yaitu singkong, bengkoang, padi dan masih banyak lainnya. Singkong (Gambar 1) merupakan salah satu tanaman yang banyak ditanam oleh petani Desa Titiwangi, dengan kebun singkong seluas 50 ha Desa Titiwangi dapat menghasilkan singkong sebanyak 100 ton per tahun. Harga jual singkong yang murah yaitu sekitar Rp2.500/kg mengakibatkan berkurangnya petani yang menanam singkong di Desa Titiwangi (Asmoro et al., 2021). Varietas singkong yang ditanam oleh petani adalah varietas singkong Thailand dan singkong kasetsart yang memiliki kadar pati tinggi, mudah dikupas dan dibersihkan, berukuran besar serta memiliki waktu tanam yang relatif singkat sehingga varietas tersebut sangat cocok untuk diolah menjadi mocaf (Astuti et al., 2021). Namun kurangnya pengetahuan dan inovasi masyarakat untuk mengolah singkong menyebabkan singkong yang di panen langsung dijual ke pengepul atau diolah menjadi olahan pangan contohnya keripik dan klanting yang masih berdaya nilai jual rendah. Dengan mengolah singkong menjadi mocaf, salah satu inovasi pangan akan semakin berkembang yang nantinya dapat meningkatkan ekonomi desa serta Desa Titiwangi dapat menjadi pelopor untuk memperkuat ketahanan dan kemajuan pangan nasional bahkan sampai melakukan ekspor ke negara lain.
S
OLUSI DANT
ARGETSolusi dari permasalahan, indikator capaian dan target luaran dipaparkan pada Tabel 1.
Tabel 1. Solusi dan Target Luaran
No Permasalahan Solusi Indikator Capaian Target Luaran
1 Tingginya produksi singkong namun belum dilakukan olahan produk
Pengolahan singkong menjadi produk tepung mocaf
Mitra dapat membuat olahan tepung mocaf berbahan dasar singkong
Produk tepung mocaf
2 Nilai jual singkong yang rendah
Pelatihan pengemasan produk olahan singkong menjadi tepung mocaf
Potensi peningkatan nilai jual dari produk olahan singkong
Tepung mocaf yang sudah siap jual dengan kemasan ekonomis dan diolah menjadi brownis 3 Ketergantungan Indonesia
terhadap ekspor tepung terigu
Mengurangi
ketergantungan terigu dengan produksi tepung mocaf sebagai alternatif pengganti terigu
Produksi tepung mocaf skala UMKM
Terbentuknya UMKM tepung mocaf dan olahan pangannya
M
ETODEP
ELAKSANAANBerdasarkan latar belakang permasalahan serta solusi yang ditawarkan, berikut dijabarkan langkah-langkah yang akan dilakukan guna merealisasikan solusi atas permasalahan mitra:
1. Melakukan penjajakan atau survei dengan mitra desa
2. Melakukan sosialisasi teknologi proses pembuatan tepung mocaf 3. Pelatihan pengemasan dan desain produk serta strategi pemasaran 4. Pelatihan pengembangan olahan produk pangan berbasis tepung mocaf
5. Melakukan evaluasi berkala terhadap produk tepung mocaf dan olahan pangan yang telah dibuat
Mitra berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, meliputi peningkatan pemahaman warga terkait permasalahan serta bersama-sama merumuskan solusi. Kemudian warga sangat aktif dalam membuat olahan pangan tepung mocaf berbasis singkong. Diharapkan warga dapat melaksanakan kegiatan secara berkelanjutan dan mendirikan suatu unit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan tepung mocaf dan produk olahannya sebagai produk unggulan. Pelaksanaan kegiatan dievaluasi secara berkala dengan bertanya kepada perangkat desa atau kepada warga langsung. Kemudian membantu memberikan solusi apabila terdapat permasalahan. Setelah program selesai, diharapkan mitra mampu melakukan kegiatan ini secara berkelanjutan dengan pengontrolan secara berkala.
R
EALISASIK
EGIATANKegiatan program kerja “Sosialisasi dan Pembuatan Mocaf (Modified Cassava Flour)” ini dimulai dengan melakukan proses pembuatan tepung mocaf yang selanjutnya disosialisasikan pada hari Jumat tanggal 13 Januari 2023 di depan posko KKN Desa Titiwangi bersama kelompok tani dan warga yang tinggal di sekitar posko KKN. Pada proses pembuatan mocaf tentunya terdapat beberapa tahap yang perlu dilakukan.
Gambar 2. Tahapan Pembuatan Mocaf
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (2023), 2(2), 292-302
Tahapan pembuatan tepung mocaf ditampilkan pada Gambar 2 dengan rincian sebagai berikut:
1. Pemilihan singkong pada usia antara 3-6 bulan, pengupasan kulit terluar dan kambium dan pencucian singkong yang sudah di kupas sebelumnya (Gambar 3). Kulit singkong biasanya dibuang begitu saja ke lahannya atau dibiarkan begitu saja hingga kering dan selanjutnya dibakar.
Gambar 3. Pengupasan Kulit Singkong
2. Pemotongan ukuran singkong menjadi setipis mungkin dengan menggunakan pasah yang berfungsi untuk memudahkan dalam proses pengeringan dan menghindari resiko kecelakaan kerja berupa luka pada tangan (Gambar 4). Ketebalan singkong dibuat sekitar 0,2- 0,3 cm.
Gambar 4. Pemotongan Singkong dengan ukuran 2-3 cm
3. Pencucian singkong sampai bersih yang bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan getah yang ada serta lengket pada singkong. Pencucian ini dilakukan sampai singkongnya bewarna putih (Gambar 5)
Gambar 5. Pencucian Singkong
4. Proses fermentasi selama 120 jam menggunakan air garam untuk menghilangkan sianida (Assalam et al., 2019).
5. Penjemuran singkong dibawah sinar matahari dimana singkongnya sudah dilakukan fermentasi. Penjemuran dilaksanakan selama 3-5 hari tergantung cuacanya (Gambar 6).
Pengeringan dapat dilakukan juga dengan menggunakan oven pada temperatur 120oC selama 2 jam.
Gambar 6. Penjemuran Singkong setelah fermentasi
6. Penggilingan singkong yang sudah kering untuk mendapatkan tekstur tepung. Penggilingan ini dilakukan beberapa kali dengan mesin giling (Gambar 7). Alat alternatif lain yang dapat digunakan oleh warga dirumah yaitu blender namun kapasitas yang dapat digiling tidak terlalu banyak.
Gambar 7. Penggilingan Singkong
7. Didapatkan mocaf yang selanjutnya dikemas dalam kemasan plastic dan diebrikan label sehingga konsumen mengetahui isi produk dalam kemasan ini (Gambar 8). akan digunakan sebagai bahan untuk membuat brownis
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (2023), 2(2), 292-302
Gambar 8. Hasil Tepung Mocaf
8. Proses pengayakan dilakukan agar mendapatkan tepung mocaf yang halus tanpa adanya padatan pengotor dan singkong kering yang tidak tergiling sebagai bahan untuk membuat brownis (Gambar 9). Ayakan yang dipakai mempunyai ukuran sebesar 80 mesh.
Gambar 9. Proses Pengayakan
9. Pembuatan brownis dengan menggunakan tepung mocaf. Setelah tepung mocaf dihasilkan, langsung dilakukan percobaan tepung tersebut untuk pembuatan kue brownis. Pembuatan brownis langsung dilakukan membuktikan dan menyakinkan warga bahwa tepung mocaf dapat diimplementasikan untuk kue. Proses pembuatannya ditampilkan pada Gambar 10 dan produk brownisnya ditampilkan pada Gambar 11.
Gambar 10. Proses Pembuatan Brownis Menggunakan Tepung Mocaf
Gambar 11. Brownis Menggunakan Tepung Mocaf
Dalam mengukur keberhasilan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Tim Dosen Institut Teknologi Sumatera dengan melakukan pre-test dan post-test kepada peserta.
Kegiatan pemberian kuisioner dilakukan sebelum dan setelah kegiatan pelaksanaan pemberian ceramah materi dan pelatihan yang diberikan oleh mahasiswa. Adapun tujuannya untuk mengetahui adanya perubahan dari pengetahuan/wawasan dari peserta baik sebelum dan setelah kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan. Selain itu juga untuk mengukur ketepatan materi dan pemahaman yang disampaikan narasumber. Hasil dari pre-test dan post-test peserta pelatihan ini dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Hasil dari Evaluasi (pre-test dan post-test) Peserta Abdimas
No Pernyataan Pre-test Post test
Ya Tidak Ya Tidak
1 Apakah bpk/ibu melakukan kegiatan pengolahan
singkong sebelum dijual? 4% 96% 4% 96%
2 Apakah bpk/ibu pernah mendengar/mengetahui terkait
tepung mocaf? 40% 60% 100% 0%
3 Apakah bpk/ibu pernah mengikuti pelatihan pembuatan
tepung mocaf berbahan dasar singkong? 8% 92% 100% 0%
4 Apakah setelah pelatihan ini, bpk/ibu akan menerapkan
pengetahuan yang didapat? 100% 0% 100% 0%
5 Saya tertarik membuat tepung mocaf dari singkong 100% 0% 100% 0%
6 Saya tertarik untuk mengembang produk pangan
berbahan dasar tepung mocaf 80% 20% 92% 8%
7 Saya tertarik untuk menjadi bagian dari UMKM
berbasis tepung mocaf dan produk olahannya 60% 40% 84% 16%
P
EMBAHASANKegiatan pelatihan pembuatan tepung mocaf dilaksanakan dengan dua tahap. Tahap pertama merupakan tahapan pelatihan pembuatan tepung mocaf dan tahapan kedua merupakan sosialisasi manfaat dan kegunaan tepung mocaf. Pelatihan pembuatan tepung mocaf ini dilaksanakan diposko KKN Desa Titiwangi pada tanggal 1 Januari 2023 (tahap 1) dan 10 Januari 2023 (tahap 2) dimana diperoleh tepung mocaf dengan kualitas yang baik.
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (2023), 2(2), 292-302
Dari 1 kg singkong hasil panen petani dihasilkan 2 kg tepung mocaf dengan rasa yang gurih, berwarna putih, tidak beraroma dan bebas dari gluten. Harga tepung mocaf dipasaran berkisar Rp20.000 – Rp25.000/kg, harga akan semakin meningkat jika tepung dikemas dengan menarik dan kualitas tepung memenuhi standar SNI. Tepung mocaf dikemas menggunakan kemasan plastik dengan ukuran 500g dan dilabelkan dengan merek APIK seperti ditampilkan pada Gambar 12. Jika dibandingkan dengan harga singkong yang murah yaitu Rp7.500/kg mengolah singkong menjadi tepung mocaf tentunya dapat meningkatkan nilai jual dari singkong.
Gambar 12. Produk Tepung Mocaf yang sudah dikemas dan diberi label Apik
Tahap kedua yang merupakan merupakan sosialisasi manfaat dan kegunaan tepung mocaf.
Kegiatan sosialisasi dan pembuatan mocaf ini dilaksanakan pada 13 Januari 2023 di depan posko KKN Desa Titiwangi, kegiatan ini diawali dengan pengenalan mocaf secara umum, kemudian dilanjutkan dengan praktek bersama masyarakat dalam mengolah tepung mocaf menjadi brownies.
Gambar 13. Sosialisasi Pembuatan Mocaf
Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan mengundang kelompok tani dan masyarakat sekitar Desa Titiwangi (Gambar 13). Banyaknya pertanyaan dari masyarakat dan antusias dalam pembuatan tepung mocaf ini, terutama tertarik pada inovasi-inovasi yang bisa diperoleh dengan memanfaatkan tepung mocaf. Pada sosialisasi ini masyarakat mendapatkan informasi dengan jelas terkait kandungan-kandungan yang terdapat dalam mocaf serta langkah-langkah secara detail pembuatan mocaf dari awal hingga menjadi tepung. Dari 35 orang masyarakat yang datang pada pelatihan tepung mocaf ini, banyak masyarakat yang ingin mencoba secara individu dalam pembuatan mocaf ini dikarenakan prosesnya yang terbilang cukup mudah dengan mengandalkan alat dan bahan sederhana yang tersedia di sekitar Desa Titiwangi maupun dirumah warga sendiri.
S
IMPULAN DANR
EKOMENDASIBerdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan mengenai program pengabdian masyarakat dalam kegiatan pelatihan pembuatan tepung mocaf, dapat ditarik kesimpulan bahwa inovasi produk hasil olahan singkong dapat menjadi sebuah solusi dalam mengurangi angka ketergantungan terhadap tepung gandum atau tepung terigu. Kegiatan pelatihan pembuatan tepung mocaf ini terbukti menjadi salah satu langkah efektif dalam meningkatkan harga jual dari singkong yang sebelumnya hanya dijual secara mentahan serta meningkatkan ekonomi penduduk, khususnya kelompok tani di desa Titiwangi.
Produk mocaf yang dihasilkan sebaiknya didaftarkan pembuatan SNI atau BPOM (Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan) dan produk halal sehingga dapat dipasarkan dan aman dikonsumsi oleh masayarakat umum.
U
CAPANT
ERIMAK
ASIHUcapan terima kasih kepada Kepala Desa Titiwangi, kelompok tani dan warga setempat yang telah membantu dan memfasilitasi pelatihan ini. Terima kasih juga kepada mahasiswa KKN-PPM Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Periode X dari kelompok 190 tahun 2023 yang turut membantu sehingga pelatihan ini dapat terlaksana dengan baik.
D
AFTARR
UJUKANAmri, E., & Pratiwi, P. (2014). Pembuatan Mocaf ( Modified Cassafa Flour ) Dengan Proses. Jurnal Pelangi : Research of Education and Development, 6(2), 182–191. https://doi.org/10.22202/jp.v6i2.302
Asmoro, N. W., Hartati, S., & Handayani, C. B. (2021). Introduksi Mocaf (Modified Cassava Flour) Sebagai Pendukung Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat Dawis 1 RT 03/24 Jebres. Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat, 10(4), 325–329. https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v10i4.35495
Assalam, S., Asmoro, N. W., Tari, A. I. N., & Hartati, S. (2019). Pengaruh Ketebalan Irisan Chips Singkong dan Lama Fermentasi Terhadap Sifat Fisiko Kimia Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour).
Agrisaintifika : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 3(1), 31–39.
Astuti, E., Fajarningsih, R. U., & Setyowati, N. (2021). Added Value Analysis of Processed Cassava Products
(Gethuk and Balung Kethek). 15(3), 539–548.
https://ojs.unud.ac.id/index.php/soca/article/download/58065/41283
Badan Pusat Statistik. (2021). Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, Kepadatan Penduduk, dan Laju Pertumbuhan Penduduk 2010-2015. https://lampungselatankab.bps.go.id/dynamictable/2018/04/16/59/-luas-wilayah- jumlah penduduk-kepadatan-penduduk-dan-laju-pertumbuhan-penduduk-menurut-kecamatan-di- kabupaten-lampung-selatan-2016.html
Gunawan, S., Widjaja, T., Zullaikah, S., Ernawati, L., Istianah, N., Aparamarta, H. W., & Prasetyoko, D.
(2015). Effect of Fermenting Cassava with Lactobacillus Plantarum, Saccharomyces Cereviseae, And Rhizopus Oryzae on the Chemical Composition of Their Flour. International Food Research Journal, 22(3), 1280–1287.
Minah, F. N., Astuti, S., & Jimmy, J. (2015). Optimalisasi proses pembuatan subtitusi tepung terigu sebagai bahan pangan yang sehat dan bergizi. Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri, 5(2), 1–8.
https://ejournal.itn.ac.id/index.php/industri/article/view/968
Riswanto, R., Oka, A. A., Suptihatin, S., Santoso, T., Wijaya, L., & Sari, N. I. (2019). Pelatihan pembuatan tepung mocaf sebagai pengganti tepung terigu di kelompok wanita tani enggal mukti. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI, 3(2), 150–153. https://doi.org/https://doi.org/10.37859/jpumri.v3i2.1465
Rusdiana, S., & Maesya, A. (2017). Pertumbuhan Ekonomi dan Kebutuhan Pangan di Indonesia. Jurnal Sosial
Ekonomi Dan Kebijakan Pertanian, 6, 12–25.
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (2023), 2(2), 292-302
https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21107/agriekonomika.v6i1.1795
Sembiring, H., Hasnul, H., & Diana, D. (2016). Kebijakan Pengembangan Gandum di Indonesia. In R. H.
Praptana & H. Hermanto (Eds.), Gandum : Peluang Pengembangan di Indonesia (pp. 15–26). IAARD PRESS. https://repository.pertanian.go.id/server/api/core/bitstreams/7026e7d1-8f1b-447e-bd15- 3522f053fcec/content
Separinta, A., & Tjarsono, I. (2017). Kepentingan Pemerintah Indonesia Mengeluarkan Kebijakan Pembatasan Kuota Impor Tepung Gandum. Jurnal Online Mahasiswa, 4(2), 1–7.
https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFSIP/article/view/15928
Sulistyo, J., & Surabaya, U. C. (2014). Cassava Flour Modification by Microorganism. Conference: The 1st International Symposium on Microbial Technology for Food and Energy Security At: Kasetsart University, Bangkok, Thailand, November. https://doi.org/10.13140/2.1.3702.4966
Yanuarti, A. R., & Afsari, M. D. (2016). Komoditas Terigu (O. Nurwan (ed.)). Dirjen Perdagangan Dalam Negeri.