Pondok Pesantren Ainul Falah bertujuan untuk meningkatkan kepribadian santri dan meningkatkan semangat santri untuk melanjutkan studinya sehingga dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain serta mengetahui kendala dalam menjalankannya. mempelajari kitab ta'alim muta'alim. Kitabnya yang berjudul Ta'lim Muta'alim merupakan kitab yang sangat populer yang ditulis kurang lebih pada abad ke-6 Hijriyah. Pondok Pesantren Ainul Falah telah berdiri sejak tahun 2001 dalam hal proses pembelajaran yang berkaitan dengan cara belajar bagi santri yang menggunakan referensi kitab Ta'lim Muta'alim.
Kitab Ta'lim Muta'alim sebagai salah satu kitab yang diajarkan di Pesantren Ainul Falah.
Pertanyaan Penelitian
7Aliy As'ad, Terjemahan Ta'alim Muta'alim Guide for Science Students, (Kudus: Menara Kudus, 2007), hlm. Namun belum ditemukan karya Az Zurnuji lainnya seperti kitab Ta'alim Muta' alim. Inilah yang diharapkan Az Zurnuji ketika menyusun kitab Ta'alim Muta'alim ini.
Data reduksi ini peneliti peroleh dari hasil wawancara dengan guru pengajian kitab Ta'alim Muta'lim. Setelah dilakukan pendataan terkait implementasi Kitab Ta'alim Muta'alim bagi Santri di pondok pesantren direduksi, kemudian dilakukan langkah. Dalam mempelajari kitab Ta'alim Muta'alim di Asrama Islam Ainul Falah menggunakan metode bandongan.
Padahal masih ada siswa yang belum sepenuhnya mengimplementasikan kitab Ta'alim Muta'alim dalam kehidupan sehari-hari. Namun berbeda dengan santri yang terbiasa mengamalkan atau mengimplementasikan kitab Ta'alim Muta'alim. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan santri di Pondok Pesantren Ainul Falah, tutur santri selama proses pembelajaran kitab Ta’alim Muta’alim.
Pada bagian ini, penulis akan fokus pada pembahasan implementasi Ajaran Kitab Ta'alim Muta'alim Bagi Santri di Pondok Pesantren Ainul Falah Sumbergede Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur. Implementasi kitab Ta'alim Muta'alim tentang Adab dalam pembelajaran Santri di Pondok Pesantren Ainul Falah. Metode yang digunakan untuk mengimplementasikan ajaran Adab dalam Kitab Ta'alim Muta'alim.
Hasil Observasi Pelaksanaan Pembelajaran Kitab Ta'alim Muta'alim bagi Santri di Pesantren Ainul Falah Sumbergede Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur. Bagaimana bentuk implementasi yang dilakukan ustad dalam hal mengimplementasikan kitab Ta'alim Muta'alim kepada santrinya. Metode apa yang digunakan oleh ustadz (guru) Anda untuk mengimplementasikan kitab Ta'lim Muta'alim.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penelitian Relevan
- Pengertian Ta’alim Muta’alim
- Biografi Pengarang kitab Ta’alim Muta’alim
- Latar Belakang Penyusun Kitab Ta’alim Muta’alim
- Karya Pengarang Kitab Ta’lim Muta’alim
5 Syarif Ahmadi, Akhlak Belajar dan Karakter Guru (Kajian Kitab Talim Muta'alim karya Syekh Ez-Zarnuji, (Metro: STAIN, 2016), h. Syekh Ez-Zarnuji adalah seseorang yang dikenal sebagai salah satu kenalan penulis buku "Ta'alim Muta'i shaleh", selain dikenal juga sebagai tokoh pendidikan Islam.Muta'alim ini merupakan salah satu sisa buku yang diproduksi oleh Az Zurnuji.
Di Indonesia kitab muta'alim ta'lim banyak digunakan di lembaga pendidikan, baik pesantren salaf maupun pesantren modern.
Implementasi Pembelajaran Kitab Ta’alim Muta’alim
Pengertian Implementasi
Syeikh Az-Zarnuji baru mulai menggariskan materi pokok kitab tersebut, semuanya tersusun secara sistematis dalam 13 bab dimulai dari makna dan keunggulan ilmu dan fiqih, hukum mencari ilmu, kemudian tujuan dan motivasi belajar setelahnya. , apa kriteria pemilihan guru, ilmu apa yang harus dipelajari dan siapa yang bisa menemani pelajaran. Seseorang yang siap untuk memulai belajar karena sudah memahami bidang studinya, gurunya, rekan belajarnya, serta tujuan dan motivasinya. Menekankan penghargaan terhadap ilmu dan cara menghargai ilmu dan para ahli ilmu diharapkan dapat memberikan efek positif menurut agama terhadap respon ilmu dan peneliti karena merupakan modal dasar lahirnya suatu peradaban.
Pelaksanaan kitab Ta'lim Muta'allim adalah sejumlah kegiatan untuk dapat mengimplementasikan suatu teori dari kitab Ta'alim Muta'allim.
Pembelajaran Kitab Ta’alim Muta’alim
Banyak sub-topik dalam kitab Ta'alim Muta'alim tentang bagaimana belajar yang baik, namun penulis hanya akan membahas sub-sub topik tentang menghormati ilmu dan ahli (guru) dan menghormati teman. 15 Aliy As'ad, Terjemahan Nuodil Ta'alim Muta'alim untuk Penuntut Ilmu, hal. 38. di atas kitab-kitab lain dengan maksud memuliakan dan tidak meletakkan benda apapun di atas kitab tersebut. Pola hubungan guru dan murid dalam kitab Ta'lim Muta'alim sebagaimana yang dianjurkan oleh Syekh Az-Zarnuji adalah saling menghargai.
Dari berbagai penjelasan di atas, sedemikian rupa seorang guru membimbing murid-muridnya agar dapat menerapkan hasil belajar isi kitab Ta'alim Muta'alim yang dipelajari sehari-hari.
Jenis dan Sifat Penelitian
Jenis Penelitian
Sifat Penelitian
Ta'alim Muta'alim Kepada Santri di Pondok Pesantren Ainul Falah dengan menjelaskan, menerangkan atau menggambarkan dengan kata-kata yang jelas dan rinci. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan metode fenomenologis sehingga dapat dijelaskan bahwa sifat penelitian ini merupakan bentuk deskriptif kualitatif lapangan. Penelitian lapangan kualitatif bertujuan untuk mengetahui dan mengetahui keterlaksanaan pembelajaran kitab Ta'alim Muta'alim bagi Santri di Pesantren Ainul Falah Sumbergede Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur.
Sumber Data
Data Primer
Dengan demikian, setelah dilakukan reduksi data akan memberikan gambaran yang jelas tentang Penerapan Ajaran Kitab Ta'alim Muta'alim di Asrama Islam Ainul Falah. Andy telah mampu menerapkan atau mengimplementasikan ajaran kitab Ta'lim Muta'alim dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian besar dari mereka telah mampu menerapkan atau menerapkan ajaran kitab Ta'lim Muta'alim kepada para santri dalam kehidupan sehari-hari.
Dari pernyataan tersebut, sebagian besar dari mereka mampu menerapkan atau mengamalkan kajian kitab Ta'alim Muta'alim dalam kehidupan sehari-hari.
Data Sukender
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian karena tujuan penelitian adalah mengumpulkan data. Pendapat lain mengatakan : “Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, disertai dengan rekaman keadaan atau perilaku objek sasaran. 26. Berdasarkan pendapat di atas, yang dimaksud dengan observasi adalah cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. dengan mengamati dan mencatat secara sistematis dan terencana.
Metode dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan mempelajari berkas-berkas yang berkaitan dengan data pribadi responden.” 28 Mati.
Teknik Penjamin Keabsahan Data
Maka dari itu, penulis menggunakan metode dokumentasi ini untuk memperoleh data tentang adab dalam belajar siswa berdasarkan tingkah laku siswa, aktivitas siswa, keadaan proses belajar siswa, atau apa yang peneliti lihat terjadi di lapangan selama penelitian. proses. Misalnya, data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan ustadz atau santri di pondok pesantren Ainul Falah kemudian diverifikasi dan diamati serta didokumentasikan tentang kebiasaan hidup pribadi santri, sikap, sikap, dan lain-lain. Selain itu, peneliti juga mengecek kembali informasi yang diperoleh yang awalnya diperoleh melalui observasi.
Triangulasi adalah pemeriksaan keabsahan data yang meliputi triangulasi sumber, dan triangulasi teknis dimana jika menggunakan triangulasi sumber yaitu santri, maka kebenaran datanya dicek dengan bertanya kepada ustad yang dituju.
Teknik Analisis Data
Reduksi data adalah proses pemilihan dan pengarahan perhatian untuk mempermudah transformasi data yang diperoleh dari wawancara dan observasi. Setelah data diperoleh, peneliti melakukan penyederhanaan data hasil wawancara untuk menarik poin-poin penting kemudian mengembangkannya secara terorganisasi untuk menarik kesimpulan. Dengan menyajikan data tersebut maka data yang diperoleh akan tertata, terstruktur sehingga mudah dipahami dengan mengembangkan data dari hasil wawancara yang disederhanakan.
Setelah data yang terkumpul diseleksi dan disajikan, langkah selanjutnya adalah menarik kesimpulan dari kasus umum ke kasus khusus. Berdasarkan penjelasan di atas, teknik analisis data ini memiliki tiga tahapan, dimulai dengan pengumpulan data, dimana data yang diperoleh dari lapangan sangat banyak. Oleh karena itu perlu dilakukan reduksi data dimana reduksi data meneliti, memilih dan memfokuskan data yang akan dianalisis. Setelah data direduksi, data dikembangkan menjadi suatu kesimpulan (representasi data), setelah itu ditarik kesimpulan (verifikasi).
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren
VisiMisi Pondok Pesantren Ainul Falah
Menghasilkan generasi yang memiliki semangat melanjutkan perjuangan para ulama salaf dan mampu bersaing dalam perputaran zaman dengan modal kepribadian yang piawai berpikir, piawai berdzikir dan cakap. Berdasarkan Visi dan Misi di atas, tentunya Asrama Islam Ainul Falah bertujuan untuk mencetak generasi-generasi yang memiliki semangat melanjutkan perjuangan ulama yang mampu bersaing di zaman yang berkepribadian ahli dalam berpikir. , seorang yang ahli dalam berzikir dan mampu membentuk santri yang dapat meraih kesuksesan hidup dan di dunia.Akhirat nanti asalkan para santri diajarkan untuk selalu berdzikir atau mengingat Allah.
Data Kegiatan dan Jumlah Santri Pondok Pesantren
Data Asatidz Pondok Pesantren Ainul Falah
Sarana dan Prasarana Pondok Pesantren Ainul Falah
Kitab Ta'alim Muta'alim dapat dijadikan sebagai contoh pengajaran IPA yang menentukan sikap siswa terhadap pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan ustad di Pesantren Ainul Falah diperoleh informasi bahwa “dalam pelaksanaan proses pembelajaran kitab Ta’alim Muta’lim di Pesantren Ainul Falah telah berjalan dengan baik” W .01/P1/U.1. Untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan pembelajaran kitab Ta’alim Muta’alim bagi Santri di Pesantren Ainul Falah Sumbergede Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur, peneliti melakukan wawancara dengan ustadz dan santri di Pesantren Ainul Falah.
Sambil mengaji kitab Ta'alim Muta'alim, saya mendengarkan penjelasan guru selain tidur atau mengobrol dengan teman. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan Muhammad Maulana, masih terdapat beberapa hal yang belum terpenuhi dalam mengimplementasikan isi Kitab Ta'alim Muta'alim dalam kehidupan sehari-hari. Ketika saya membaca kitab Ta'alim Muta'alim, saya mendengarkan dan mencatat apa yang dijelaskan oleh guru saya.
Berdasarkan hasil wawancara dengan para santri, mereka sangat baik dalam menerapkan atau mengimplementasikan ajaran Ta'lim Muta'alim dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kesehariannya para santri ini menerapkan atau mengamalkan pelajaran dari kitab Ta'lim Muta'alim. Ada beberapa hal dari pernyataan santri yang tidak bisa menerapkan atau mengamalkan ajaran kitab Ta'lim Muta'alim.
Ustad juga menyampaikan bahwa ada kendala lain selama proses pembelajaran kitab Ta'alim Muta'alim, yaitu. Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa sebagian besar siswa sudah menerapkan atau mengimplementasikan dengan baik pembelajaran kitab Ta'alim Muta'alim dalam kehidupan sehari-hari, seperti Maka dari data diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar dari mereka mampu mempraktekkan pembelajaran kitab Ta'alim Muta'alim.
Kendala dalam pelaksanaan kitab “Ta’alim Muta’alim” yaitu pada saat pelajaran masih ada santri yang mengantuk saat dijelaskan, tidak mengikuti pelajaran, tidak menjunjung tata tertib pondok pesantren. Aliy As'ad, Terjemahan Panduan Ta'alim Muta'alim Bagi Cendekiawan Ilmu, Kudus: Menara Kudus, 2007. Nur Khusnul Khotimah, Internalisasi Etika Mahasiswa Berdasarkan Kitab Ta'alim Muta'alim Karya Az-Zarnuji dalam Islam Pesantren Daarul A' Mall Kota Metro, Metro: STAIN, 2013.