• Tidak ada hasil yang ditemukan

KABUPATEN KUNINGAN Analisis Kota dan Daerah

N/A
N/A
Hammam Setya M

Academic year: 2024

Membagikan "KABUPATEN KUNINGAN Analisis Kota dan Daerah"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

KABUPATEN KUNINGAN

Analisis Kota dan Daerah

(2)

ANGGOTA KELO MPOK

Retno A. Faradita (E100200043)

Bagus Aji Pradana (E100200088)

M. Vercillyo Nugraha (E100200126)

Achmat Ridwan T.

(E100200146)

Richy Rusdan (E100200150)

Putri Maulidianti

(E100200153) Arbian Sukma

(E100200155)

Azka Arfiana Putri (E100200180)

Shaiful Hidayat (E100200182)

Safira Isnaendin Fadilah (E100202147) Hammam Setya

(E100210009) Dany Falah (E100210169)

(3)

Kabupaten Kuningan memiliki luas wilayah sekitar 1.195,71 km2 terdiri dari 32 Kecamatan

dengan 361 Desa dan 15 Kelurahan. Kabupaten kuningan

memiliki berbagai karakteristik diantaranya fisik, sosial, ekonomi, sarana prasarana dan

tata ruang.

Kabupaten Kuningan merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat.

Secara Astronomis, Kabupaten Kuningan terletak antara 6°47'–

7°12' Lintang Selatan dan 108°23'–108°47' Bujur Timur.

Angka pengangguran terbuka Kabupaten Kuningan masih cukup tinggi yakni 9,81% berbanding lurus dengan jumlah keluarga miskin Kabupaten Kuningan yang mencapai 140 ribu jiwa, sedangkan belanja daerah di

kabupaten tersebut tidak efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kabupaten

Kuningan

(4)

Kabupaten Kuningan dari aspek Fisik, Sosial,

Ekonomi, Sarana Prasarana dan Tata

Ruang.

Potensi dan masalah yang muncul dari setiap

Aspek Karakteristik Kabupaten Kuningan

Analisis SWOT dilakukan berdasarkan Karakteristik

Kabupaten Kuningan

Perencanaan wilayah Kabupaten Kuningan

Karakteristik Potensi dan Masalah Analisa SWOT Perencanaan

- PEMBAHASAN-

(5)

Metode Analisa Kualitatif dan Kuantitatif Melalui Data Sekunder

Metode Analisa Kualitatif dan Kuantitatif

Melalui Data Sekunder

Metode Analisa Kualitatif dan Kuantitatif

Melalui Data Sekunder

Metode Analisa Kualitatif dan Kuantitatif

Melalui Data Sekunder

Metode Analisa Deskriptif Kualitatif Melalui data Sekunder

- TUJUAN -

Menganalisa Karakteristik Fisik, Sosial, Ekonomi, Sarana Prasarana, dan Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kuningan

Menganalisa Potensi dan

Permasalahan di Wilayah Kabupaten Kuningan

Menganalisa Perencanaan Wilayah Kabupaten Kuningan

Berdasarkan Potensi dan Permasalahan Wilayah.

SOSIAL

FISIK EKONOMI

SARPRAS

TATA RUANG

(6)

Easy to change colors, photos and Text.

Kabupaten Kuningan terletak di bagian timur Provinsi Jawa Barat

dengan luas wilayah sekitar 119.571,12 hektar. Kabupaten ini

terletak pada koordinat 108°23’–

108°47’ Bujur Timur dan 6°45’ - 7°13’ Lintang Selatan

Kabupaten Kuningan terdiri atas 32 kecamatan, yang terbagi menjadi 361

desa dan 15 kelurahan.

Administrasi

ASPEK FISIK

(7)

Easy to change colors, photos and Text.

Topograf

Kondisi topografi di Kabupaten Kuningan sangat bervariasi mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Bentang alam Kabupaten Kuningan sebagian besar merupakan perbukitan dan pegunungan dengan

puncak tertinggi di Gunung Ciremai (± 3.078 mdpl), sedangkan sebagian kecil lainnya merupakan dataran

rendah. Kabupaten Kuningan bagian barat sampai Selatan memiliki ketinggian sekitar 700 mdpl.

Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Kuningan bagian timur ke utara memiliki ketinggian berkisar

antara 120 - 220 mdpl.

ASPEK FISIK

No Ketinggian (mdpl) Luas (Ha) Persen (%)

1 < 100 12.171,236 10,18%

2 100 – 500 67.548,647 56,18%

3 500 - 1.000 32.555,501 27,23%

4 1.000 - 1.500 3.490,429 2,92%

5 1.500 - 2.000 2.713,076 2,27%

6 2.000 - 2.500 727,656 0,61%

7 > 2.500 364,576 0,30%

Total 119.571,121 100 %

(8)

Easy to change colors, photos and Text.

Kemiringan Lereng

ASPEK FISIK

Kemiringan Luas (ha) Persentase (%)

0-8° 61.803,849 51,69

8-15° 24.924,035 20,84

15-25° 18.437,778 15,42

25-40° 10.583,776 8,85

≥ 40° 3.821,682 3,20

(9)

Easy to change colors, photos and Text.

Dari segi geologis, Kabupaten Kuningan merupakan bagian dari

Zona Bogor yang umumnya berupa batuan produk vulkanik

berumur Miosen-Pliosen.

Geologi

ASPEK FISIK

(10)

Easy to change colors, photos and Text.

Jenis Tanah

No Jenis Tanah Luas (ha) Luas (%)

1 Alluvial kelabu 1.080,00 3,46

2 Regosol coklat kelabu 700,00 0,59

3 Asosiasi regosol kelabu + coklat kelabu +

latosol 4.072,00 3,46

4 Asosiasi andosol coklat + regosol coklat 4.560,00 3,87

5 Gromosol kelabu tua 1.840,00 1,56

6 Asosiasi gromosol kelabu kekuningan +

gromosol coklat kelabu + regosol kelabu 13.204,00 11,20 7 Asosiasi mediteran coklat + latosol 11.569,31 9,82

8 Latosol coklat 890,00 0,76

9 Latosol coklat kemerahan 13.803,69 11,71

10 Asosiasi latosol coklat + regosol 19.232,47 16,32 11 Asosiasi podzolic kuning + hidromorf 11.765,55 9,98 12 Asosiasi podzolic merah kekuningan +

latosol merah kekuningan 13.825,82 11,73

13 Kompleks podzolic merah kekuningan +

podzolic kekuningan + regosol 18.313,42 15,54

ASPEK FISIK

(11)

Easy to change colors, photos and Text.

Tipe iklim di Kabupaten Kuningan adalah tropis dengan rentang suhu udara

antara 19,8C - 36,2C. Kabupaten ini memiliki tingkat kelembaban antara 39%

- 99%. Curah hujan di Kabupaten Kuningan terbagi atas 3 wilayah dengan

jumlah yang berbeda. Wilayah Utara memiliki jumlah curah hujan >3.000 mm/tahun. Wilayah tengah Kabupaten Kuningan memiliki jumlah curah hujan

berkisar antara 2.000-2.500 mm/tahun.

Sedangkan wilayah selatan Kabupaten Kuningan memiliki jumlah curah hujan

antara 2.500-3.000 mm/tahun

ASPEK FISIK Klimatologi

(12)

Easy to change colors, photos and Text.

Rawan Bencana

ASPEK FISIK

(13)

Easy to change colors, photos and Text.

Jumlah Penduduk

ASPEK SOSIAL

Dari 1.196.017 jiwa penduduk, yang terdiri dari 605.970 jiwa penduduk laki-laki, dan

sebanyak 590.047 jiwa jumlah penduduk perempuan, dapat diketahui bahwa bentuk piramida penduduk termasuk ke dalam jenis

piramida ekspansif, dapat dilihat dari banyaknya penduduk di usia muda, dan jumlah penduduk tua yang jumlahnya lebih

sedikit.

(14)

Easy to change colors, photos and Text.

Kepadatan Penduduk

ASPEK SOSIAL

Kepadatan penduduk pada Tahun 2017 adalah sebesar 893 jiwa/km2. Kecamatan

dengan penduduk terpadat adalah Kecamatan Kuningan dengan kepadatan 3.135 jiwa per km2. Kondisi ini dapat terjadi

karena Kecamatan Kuningan merupakan pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi,

sedangkan kecamatan dengan kepadatan terendah adalah Kecamatan Cilebak, dengan

kepadatan 263 jiwa/per km2.Kondisi ini dapat dipahami karena Kecamatan Cilebak

sendiri merupakan kecamatan pemekaran dari Kecamatan Subang.

(15)

Easy to change colors, photos and Text.

Angka

Ketergantungan

ASPEK SOSIAL

Berdasarkan grafik angka ketergantungan disamping, Kabupaten Kuningan memiliki rasio ketergantungan 50% pada tahun 2017

hingga 2020, hal ini berarti ada sekitar 50 orang non produktif bergantung pada 100

orang usia produktif di Kabupaten Kuningan, namun di tahun 2022 rasio ketergantungan Kabupaten Kuningan mengalami penurunan sekitar 44-46 orang.

(16)

Easy to change colors, photos and Text.

Angkatan Kerja

ASPEK SOSIAL

Persentase jumlah angkatan kerja terhadap jumlah usia kerja (15+ th) di Kabupaten Kuningan memiliki perubahan setiap tahunnya.

Data yang diperoleh dari 2018 hingga 2023 menunjukkan TPAK terendah pada tahun 2018

sekitar 58% dan tertinggi pada tahun 2021 sekitar 63%. Faktor yang mendasari tingkat partisipan antara lain umur, tingkat pendidikan,

dan pendapatan.

(17)

Easy to change colors, photos and Text.

Indeks

Pembangunan Manusia

ASPEK SOSIAL

Suatu wilayah di ukur tingkat pencapaiannya dalam pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup. Di Kabupaten Kuningan sendiri, pada tahun 2018

hingga 2022 mengalami kenaikan setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan adanya proses pembangunan yang terus dilakukan. IPM di Kabupaten Kuningan termasuk ke dalam

kategori sedang menuju kategori tinggi.

(18)

Easy to change colors, photos and Text.

ASPEK EKONOMI 2012

No PDRB Menurut Lapangan Usaha

2012

PDRB Menurut Lapangan Usaha (Milyar Rupiah)

Harga berlaku Harga Konstan

1 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan

3 155.15 2 756.57

2 Pertambangan dan Penggalian 237.50 209.82

3 Industri Pengolahan 290.67 260.89

4 Pengadaan Listrik dan Gas 9.74 10.95

5 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang

10.50 9.98

6 Konstruksi 1 027.38 947.41

7 Perdagangan Besar dan Eceran;

Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

2 113.25 1 994.79

8 Transportasi dan Pergudangan 1 506.22 1 477.72

9 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum

206.48 193.31

10 Informasi dan Komunikasi 424.77 428.27

11 Jasa Keuangan dan Asuransi 629.48 546.93

12 Real Estate 360.03 343.79

13 Jasa Perusahaan 48.65 44.60

14 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

579.05 483.87

15 Jasa Pendidikan 848.94 757.96

16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 155.74 149.69

17 Jasa lainnya 347.91 346.43

18 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BR

11 951.48 10 962.96

(19)

Easy to change colors, photos and Text.

ASPEK EKONOMI 2022

No PDRB Menurut Lapangan Usaha

2022

PDRB Menurut Lapangan Usaha (Milyar Rupiah)

Harga berlaku Harga Konstan

1 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan

7026.81 3812.90

2 Pertambangan dan Penggalian

375.77 243.51

3 Industri Pengolahan 663.71 453.98

4 Pengadaan Listrik dan Gas 27.32 17.36

5 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang

30.01 17.85

6 Konstruksi 2533.80 1579.41

7 Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

4106.71 2862.89

8 Transportasi dan Pergudangan 4353.13 2580.10 9 Penyediaan Akomodasi dan

Makan Minum

568.47 349.94

10 Informasi dan Komunikasi 1211.23 1304.80 11 Jasa Keuangan dan Asuransi 1667.16 894.50

12 Real Estate 798.74 653.07

13 Jasa Perusahaan 145.33 92.48

14 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

919.34 525.34

15 Jasa Pendidikan 3638.16 2020.36

16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

473.30 333.66

17 Jasa lainnya 980.84 708.17

18 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO

29519.83 18450.34

(20)

Easy to change colors, photos and Text.

Sarana Pendidikan

ASPEK SARPRAS

No Tingkat Pendidikan

2019 2020 2021

Ganjil Genap Ganjil Genap Ganjil Genap

1. SD 655 656 658 658 657 657

2. SMP 108 108 108 110 111 111

3. SMA 29 29 29 29 27 28

Tingkat pendidikan SD, SMP, SMA tersebut tersebar di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Kuningan. Jumlah sarana dan prasarana di kabupaten tersebut juga

menunjukkan peningkatan setiap tahunnya baik sekolah negeri maupun swasta

(21)

Easy to change colors, photos and Text.

Sarana Kesehatan

ASPEK SARPRAS

Jumlah sarana dan prasarana kesehatan yang ada di Kabupaten Kuningan menunjukkan jumlah yang cukup banyak pada tahun

2018-2020. Jenis fasilitas kesehatan apotek merupakan jumlah sarana dan prasarana kesehatan yang paling banyak meningkat di

Kabupaten Kuningan pada tahun 2020 dikarenakan hal tersebut dapat membantu penduduk di kabupaten kuningan dalam

pelayanan informasi obat dan konseling secara umum.

No Jenis Fasilitas

Kesehatan 2018 2019 2020

1. Rumah Sakit 8 10 10

2. Rumah Bersalin 1 - -

3. Puskesmas 42 37 37

4. Puskesmas Pembantu 58 67 67

5. Apotik 53 59 776

(22)

Easy to change colors, photos and Text.

Sarana Perdagangan

ASPEK SARPRAS

Jumlah sarana dan prasarana perdagangan yang ada di Kabupaten Kuningan pada tahun 2016 - 2020 menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Jenis perdagangan Perkotaan/Warung/Kios merupakan sarana dan prasarana yang memiliki jumlah yang memiliki peningkatan yang relatif banyak. Hal tersebut dikarenakan warung dapat didirikan secara perseorangan dan biaya yang diperlukan tidak terlalu banyak. Kemudian Pasar Tradisional merupakan jenis perdagangan

yang memiliki jumlah yang konstan, alasannya adalah pasar biasanya didirikan di pusat kota seperti kecamatan.

No Jenis Perdagangan Tahun

2016 2017 2018 2019 2020

1 Pasar Tradisional 33 33 33 33 33

2 Pasar Swalaya/Supermarket/Toserba 94 94 155 155 155

3 Warung/Kios 10920 10920 10970 11020 11020

Total 11047 11047 11158 11208 11208

(23)

Easy to change colors, photos and Text.

Peta Pola Ruang &

Struktur Ruang

ASPEK TATA RUANG

(24)

Easy to change colors, photos and Text.

Pola Ruang &

Struktur Ruang

ASPEK TATA RUANG

Rencana Pola Ruang Kabupaten Kuningan terbagi menjadi rencana pola ruang kawasan lindung dan kawasan budaya. Rencana Pola Ruang Kawasan Lindung meliputi kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan dibawahnya, kawasan perlindungan setempat, kawasan pelestarian alam dan cagar budaya, kawasan rawan bencana alam, kawasan lindung geologi dan kawasan lindung lainnya.

Struktur Ruang Kabupaten Kuningan menunjukkan

bahwa perencanaan-perencanaan mengenai pembangunan

tata ruang yang ada di Kabupaten Kuningan yang sesuai

dengan struktur ruangnya. Sistem perkotaan yang ada

dalam perencanaan tata ruang Kabupaten Kuningan

diantaranya ada PKL (Pusat Kegiatan Lokal), PKLp

(Pusat Kegiatan Lokal Promosi), PPK (Pusat Pelayanan

Kawasan), dan PPL (Pusat Pelayanan Lingkungan).

(25)

Potensi Wilayah

Kabupaten Kuningan

Potensi Pertanian Potensi Wisata

Pertanian menjadi salah satu potensi wilayah yang ada di Kabupaten Kuningan, dimana pertanian menjadi penyumbang PDRB tertinggi di Kabupaten Kuningan dan dari rentan 2017 sampai 2022 mengalami tren meningkat nilai PDRB dari sektor pertanian yan mana PDRB tahun 2022 dari sektor pertanian sebesar 7026,81.

Luas lahan pertanian (lahan kering, basah, dan perkebunan) mencapai 65.225 hektar atau sekitar 54% daerah Kabupaten Kuningan. Hal tersebut menjadi potensi yang sangat besar bagi Kabupaten Kuningan.

Kabupaten Kuningan memiliki 2 potensi wisata yaitu wisata Alam dan Wisata Budaya, tetapi yang menonjol adalah wisata alamnya.

Kabupaten Kuningan yang memiliki dataran tinggi pada Gunung Ciremai menghasilkan banyak potensi wisata alam khas daerah pegunungan, yaitu diantaranya Curug, Pemadian Air Panas, dan Hutan Rakyat.

Beberapa obyek wisata seperti yang disebutkan sebelumnya,

seperti pemandian Air Panas Sangkangurip yang terletak di

Panawuan, Cigandamekar, Kab. Kuningan yang menyajikan

pemandian Air panas di daerah Gunung Ciremai. Ada pula

berbagai macam curug/air terjun dimana menjadi ciri khas daerah

dataran tinggi, curug tersebut diantaranya: Curug Bangkong, Curug

Ciputri, dan beberapa lagi curug di Kabupaten Kuningan.

(26)

Masalah Wilayah

Kabupaten Kuningan

Melalui data yang ada Kabupaten Kuningan menjadi kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi kedua di Provinsi Jawa Barat dimana terdapat 140,25 ribu jiwa yang ada di Kabupaten Kuningan. Tercatat pula ada sekitar 9,81% dari seluruh penduduk Kabupaten Kuningan merupakan pengangguran terbuka yang mana angka pengangguran tersebut termasuk kedalam angka yang tinggi. Kemiskinan masih menjadi permasalahan yang cukup serius di Kabupaten Kuningan, walau dibalik itu banyak potensi yang dapat dikembangkan di Kabupaten Kuningan.

Masalah Kemiskinan

(27)

Perencanaan Sistem Perairan pembangunan Waduk Kuningan, untuk pemenuhan kebutuhan air baku, air untuk irigasi dan juga PLTA

Perencanaan Sarpras

Sarana kesehatan, sekolah, dan peribadatan

Perencanaan Pariwisata 109 lokasi, objek wisata buatan sebanyak 26 lokasi, dan wisata budaya terdapat sebanyak 14 lokasi.

Perencanaan Transportasi

Angkutan Umum, Bus Kota, Kereta, Taksi

(28)

Easy to change colors, photos and Text.

SWOT (STRENGTH, WEAKNESS, OPPORTUNITIES, THREATS

(29)

THANK YOU

Referensi

Dokumen terkait

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan analisa data yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriftif, dengan model kesenjangan menunjukan

Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah analisa data skunder dan analisa peta dengan menggunakan metode komparasi. Data sekunder berupa peta penggunaan lahan tahun 1996

Teknik analisa data dilakukan melalui metode analisa interaktif, penyajian data dalam bentuk deskriptif kualitatif, statistik deskriptif kualitatif dan analisa GIS

Dengan melakukan analisa sesuai dengan metode penelitian yang diajukan baik itu secara kualitatif maupun kuantitatif dengan mengolah data eksisting (primer) dan temuan

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisa data sekunder. Data sekunder yang digunakan berupa data curah hujan selama 10 tahun yang merupakan

b.. Penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif menggunakan metode scoring untuk tahap-tahap faktor yang menyebabkan

Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah analisa data skunder dan analisa peta dengan menggunakan metode komparasi. Data sekunder berupa peta penggunaan lahan tahun 1996

Dengan jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Blitar dan alat analisis