• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kadar Kolesterol Perokok Aktif dan Perokok Pasif

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Kadar Kolesterol Perokok Aktif dan Perokok Pasif "

Copied!
97
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

WHO mengatakan bahwa merokok menyebabkan sekitar 7 juta kematian setiap tahun dan risiko terkena serangan jantung dua kali lebih tinggi pada perokok berat atau orang yang mengonsumsi 20 batang rokok sehari (Pracilia et al., 2018). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kusumasari (2015) didapatkan bahwa kadar kolesterol total pada perokok lebih tinggi dibandingkan dengan bukan perokok. Bahan kimia dalam rokok juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL).

Menurut Adeliana et al (2016), kebiasaan merokok akan merusak dinding pembuluh darah, selain itu nikotin yang terkandung dalam asap rokok dapat merangsang hormon adrenalin yang dapat mengubah metabolisme lemak sehingga kadar lemak menjadi tinggi. Kepadatan kolesterol Lipoprotein dalam aliran darah menurun. Peningkatan kadar kolesterol total yang tidak signifikan ditemukan pada perokok ringan, sedangkan peningkatan yang signifikan ditemukan pada perokok sedang dan berat (Khairunnisa, 2020). Zat-zat dalam rokok antara lain nikotin, timbal (Pb), karbon monoksida (CO) dan tar.

Bahan kimia dalam rokok dapat meningkatkan kadar LDL dan menurunkan kadar HDL dalam tubuh manusia (Nisa et al., 2018). Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai perbandingan kadar kolesterol pada perokok aktif dan perokok pasif di Desa Sungai Rangit Kecamatan Pangkalan Lada Kotawaringin Barat.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Menambah wawasan dan pengetahuan tentang perbedaan kadar kolesterol pada perokok aktif dan perokok pasif pada kelompok usia 20-40 tahun. Penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam proses belajar mengajar tentang perbedaan kadar kolesterol pada perokok aktif dan perokok pasif usia 20-40 tahun.

TINJAUAN PUSTAKA

  • Rokok
    • Definisi Rokok
    • Kandungan Rokok
    • Jenis Rokok
  • Perokok
    • Perokok Aktif
    • Tingkatan Perokok
  • Kolesterol
    • Pengertian
    • Manfaat Kolesterol
    • Macam-Macam Kolesterol
  • Faktor - faktor yang mempengaruhi kadar Kolesterol
  • Pemeriksaan Kolesterol
  • Analisis Data
    • Uji Normalitas Saphiro Wilk
    • Uji T (T-Test)

Namun, timbal dapat menyebabkan peningkatan sintesis lipid dan mengganggu penghambatan umpan balik metabolisme LDL, sehingga terjadi peningkatan kadar kolesterol LDL. Tar dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol darah yang berkaitan erat dengan serangan jantung (Khairunnisa, 2020). Kondisi ini menyebabkan perubahan profil lipid yang meliputi peningkatan kadar kolesterol total, VLDL, LDL, trigliserida dan penurunan kadar HDL (Khairunnisa, 2018).

Kadar kolesterol normal dalam plasma orang dewasa adalah 120 hingga 200 mg/dl, berbeda fungsinya bila kadar kolesterol normal, semakin tinggi kadar kolesterol dalam darah maka semakin besar risiko terjadinya aterosklerosis (Anggraeni, 2016). Bahan kimia dalam rokok dapat menyebabkan peningkatan kolesterol LDL dan penurunan kadar kolesterol HDL dalam tubuh manusia serta mengganggu proses metabolisme lemak dalam tubuh. Wanita pascamenopause memiliki kadar kolesterol rata-rata 19% lebih tinggi dari kadar kolesterol rata-rata wanita pramenopause (Nadia, 2017).

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa serat makanan melalui konsumsi makanan tinggi kacang-kacangan, termasuk kacang merah, dapat menurunkan kadar kolesterol darah hingga 10% pada pasien hiperkolesterolemia. Sering konsumsi makanan berlemak tinggi adalah penyebab utama peningkatan kolesterol total darah.

Tabel 2.1 Jumlah Konsumsi Rokok Dalam Satu Hari (Santoso, 2015)  Jumlah rokok per hari
Tabel 2.1 Jumlah Konsumsi Rokok Dalam Satu Hari (Santoso, 2015) Jumlah rokok per hari

KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS

  • Kerangka Konseptual
    • Penjelasan Kerangka Konsep
  • Hipotesis (Tentatif)
  • Waktu dan tempat penelitian
    • Waktu Penelitian
    • Tempat Penelitian
  • Desain Penelitian
  • Kerangka Kerja (Frame Work)
  • Populasi, Sampel dan Sampling
    • Populasi
    • Sampling
  • Indentifikasi Variabel
  • Instrumen Penelitian
    • Alat
    • Bahan
  • Prosedur Kerja Pemeriksaan Kolesterol
  • Pengumpulan dan pengolahan data
  • Analisa Data

Hasil pemeriksaan kadar kolesterol pada perokok aktif dan perokok pasif ditampilkan dalam bentuk grafik dan tabel. Berdasarkan grafik di atas terlihat bahwa 2 perokok aktif dan 3 perokok pasif memiliki kadar kolesterol yang sangat tinggi (>200 mg/dl). Kadar kolesterol pada perokok aktif dan perokok pasif kategori tinggi (200-240 mg/dl) didapatkan 4 orang responden, 1 orang perokok aktif dan 3 orang perokok pasif.

Penelitian ini berjudul “Perbandingan Kadar Kolesterol Pada Perokok Aktif dan Perokok Pasif Usia 20-40 Tahun di Desa Sungai Rangit Kecamatan Pangkalan Lada Kotawaringin Barat” dengan jumlah responden 40 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kadar kolesterol darah perokok aktif dan perokok pasif. Berdasarkan Gambar 5.1, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar kolesterol pada perokok pasif cenderung lebih tinggi dibandingkan kadar kolesterol perokok aktif.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa 31 responden perokok aktif dan perokok pasif memiliki kadar kolesterol normal yaitu di bawah 200 mg/dl. Pada penelitian ini terdapat 9 responden dengan kolesterol tinggi, dimana 3 orang perokok aktif dan 6 orang perokok pasif. Diantara responden perokok pasif dengan kadar kolesterol tinggi yaitu pada kisaran 200-240 mg/dl terdapat 4 orang yaitu Ny.

Nir adalah responden kategori perokok pasif berat, terpapar lebih dari 3 jam/hari, kadar kolesterol Ny Ny tinggi. Ada kecenderungan kadar kolesterol perokok pasif memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan kadar kolesterol perokok aktif. Hubungan antara perilaku merokok dengan kadar kolesterol high-density lipoprotein (HDL) pada perokok aktif di Gudang Taman Glagahwero Kalisat Jember.

Perbedaan kadar kolesterol darah sebelum dan sesudah merokok pada perokok aktif di Desa Kalitengah Sidoarjo. 2018, Gambaran Kadar Kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) Pada Perokok Aktif di Banjar Taman Desa Dasamasaba Kecamatan Abiansemal Badung. PERBANDINGAN KADAR KOLESTEROL PADA PEOKOK AKTIF DAN PASIF USIA 20-40 TAHUN DI DESA SUNGAI RANGIT.

Gambar 4.3.1 Kerangka Kerja Perbandingan Kadar Kolesterol Pada Perokok Aktif dan             Perokok Pasif Usia 20-40 Tahun Di Sungai Rangit Kecamatan
Gambar 4.3.1 Kerangka Kerja Perbandingan Kadar Kolesterol Pada Perokok Aktif dan Perokok Pasif Usia 20-40 Tahun Di Sungai Rangit Kecamatan

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Lokasi Penelitian dan Pengambilan Sampel

Hasil Penelitian

Selanjutnya sebagian besar responden perokok aktif dan perokok pasif memiliki kadar kolesterol normal yaitu di bawah 200 mg/dl, perokok aktif memiliki 17 responden dengan kadar kolesterol normal dan perokok pasif memiliki 14 responden dengan kadar kolesterol normal. Katakanlah sebesar 0,261 (>0,05) yang berarti menolak hipotesis Ha, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar kolesterol perokok aktif dan perokok pasif. Kadar kolesterol perokok pasif rata-rata lebih tinggi yaitu 22,58 dibandingkan kadar kolesterol perokok pasif 18,43 (Lampiran 6).

Tabel 5.2 menunjukkan bahwa terdapat 2 responden dengan kadar kolesterol sangat tinggi yaitu 283.157 mg/dl dan 273.459 mg/dl.

Tabel 5.1 Kadar Kolesterol Responden pada Perokok Aktif.
Tabel 5.1 Kadar Kolesterol Responden pada Perokok Aktif.

Pembahasan

Hasil observasi perokok pasif dengan kadar kolesterol sangat tinggi ditemukan 2 responden dengan kadar kolesterol 283.157 mg/dl dan 273.459 mg/dl yang diketahui adalah Ny. Pengaruh kebiasaan merokok terhadap kadar kolesterol total pada pria dewasa di Desa Sidorejo Kecamatan Medan Tembung. Hubungan indeks massa tubuh dengan kadar kolesterol total pada pegawai dan guru SMA Negeri 1 Kendari.

Gambaran kadar kolesterol total pada perokok usia 40-60 tahun di Desa Naimata Kecamatan Mualafa Kota Kupang.

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil studi perbandingan kadar kolesterol pada perokok aktif dan perokok pasif usia 20-40 tahun di Desa Sungai Rangit Kecamatan Pangkalan Lada Kotawaringin Barat dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar kolesterol aktif perokok pasif dan perokok pasif. Dengan menjaga pola hidup sehat yang baik, diharapkan dapat meminimalisir risiko peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Melalui penelitian ini diharapkan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitiannya dengan mengetahui penyakit yang mendasari sebagai faktor yang dapat meningkatkan kadar kolesterol.

Dapat dijadikan literatur untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan penyuluhan tentang bahaya peningkatan kadar kolesterol darah dan pemeriksaan kesehatan. Analisis perilaku kesehatan Covid-19 versus minat berhenti merokok pada perokok aktif di kota Palembang. Perbedaan kadar trigliserida pada perokok aktif dan pasif di RT 06 dan RT 08 II Desa Gunung Mas Kecamatan Teluk Betung Selatan.

Pengaruh pemberian ekstrak jinten hitam (Nigella sativa) terhadap kadar kolesterol LDL serum tikus Sprague Dawley setelah paparan asap rokok. Hubungan riwayat merokok lama dan kadar kolesterol total dengan penyakit jantung koroner di Poliklinik Jantung RSUP Pancaran Kasih GMIM Manado. Gambaran kolesterol total pada perokok aktif di RT 1 Dusun Bulolowo Desa Puri Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang.

Hubungan tingkat paparan pada perokok pasif dengan volume oksigen maksimal (VO2max) pada remaja usia 19-24 tahun. Analisis kadar HDL dan LDL pada perokok aktif di Kedai Kopi Jalan Happy Padang Bulan Medan Tahun 2018. Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kolesterol Total, Kolesterol Low-Density Lipoprotein, dan High-Density Lipoprotein Kolesterol Pada Masyarakat Jatinagor.

Sehubungan dengan hal tersebut, saya Muhammad Fathur Aulia Rachman Zein pada bulan Desember 2020 akan melakukan penelitian dengan judul Perbandingan Kadar Kolesterol Pada Perokok Aktif dan Perokok Pasif Usia 20-40 di Sungai Rangit, Pangkalan Lada Kotawaringin Barat untuk mengetahui tujuan yang mana Perbandingan kolesterol pada perokok aktif dan perokok pasif pada responden. Lengkapi tampilan data dengan hasil kadar kolesterol perokok aktif dan kadar kolesterol perokok pasif pada kolom H (hasil) dan kode “1” untuk kategori perokok aktif dan kode “2” untuk kategori perokok pasif pada kolom K (kategori) .

Tabel 7.1 Data Hasil Pemeriksaan Kolesterol  Responden  Perokok
Tabel 7.1 Data Hasil Pemeriksaan Kolesterol Responden Perokok

Gambar

Tabel 2.1 Jumlah Konsumsi Rokok Dalam Satu Hari (Santoso, 2015)  Jumlah rokok per hari
Gambar  3.1  Kerangka  Konseptual  Perbandingan  Kadar  Kolesterol  Pada  Perokok  Aktif   dan  Perokok  Pasif  Usia  20-40  Tahun  Di  Sungai  Rangit   Kecamatan   Pangkalan Lada  Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah
Gambar 4.3.1 Kerangka Kerja Perbandingan Kadar Kolesterol Pada Perokok Aktif dan             Perokok Pasif Usia 20-40 Tahun Di Sungai Rangit Kecamatan
Tabel 5.1 Kadar Kolesterol Responden pada Perokok Aktif.
+4

Referensi

Dokumen terkait

POLA ASUPAN KOLESTEROL MINGGUAN DAN KADAR KOLESTEROL PADA LANSIA POSYANDU WARAS DI DESA KRAJAN KECAMATAN.. GATAK

Hubungan Asupan Lemak dan Asupan Kolesterol dengan Kadar Kolesterol Total pada Penderita Jantung Koroner Rawat Jalan di RSUD Tugurejo Semarang .Jurnal Program

Hasil wawancara pada responden perokok aktif yang memenuhi kriteria yaitu usia responden 20 tahun sampai 40 tahun, telah merokok lebih dari 5 tahun, tidak

Metode kuantitatif penentuan kadar kolesterol makanan yang diadopsi dari AOAC, 1996 ;Punwar, 1976 diantaranya adalah ekstraksi lipid, saponifikasi, ekstraksi dari zat yang

mengandung lemak jenuh bisa menyebabkan kadar kolesterol dalam tubuh. meningkat, sebab didalam makanan yang tinggi kolesterol

Hubungan Asupan Lemak dan Asupan Kolesterol dengan Kadar Kolesterol Total pada Penderita Jantung Koroner Rawat Jalan di RSUD

Dokument ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi kadar kolesterol di wilayah Pemda Gianyar, Provinsi

Tambahan lagi, merokok dapat menurunkan aktivitas dan konsentrasi enzim antioksidan pada HDL, termasuk salah satunya adalah paraoxonase yang berperan dalam melindungi lipoprotein dari