KHGT SEBAGAI KALENDER TETAP MUHAMMADIYAH.
Oleh : Divisi Hisab dan Iptek. Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Purbalingga.1
I. PENDAHULUAN.
Umat Islam adalah umat yang satu. Pengalaman sejarah dan pembentukan negara bangsa-lah (nation state) yang menyebabkan Islam terpecah menjadi beberapa Negara.2 Kondisi semacam ini merupakan tantangan tersendiri untuk terjadinya kesatuan umat.3
Kebutuhan akan kalender merupakan kebutuhan alamiah manusia modern dan hal ini merupakan ciri kelurusan arah peradaban yang ditandai dengan lurusnya dasar manhaj keyakinannya.4
II. BEBERAPA ALASAN DAN PERTIMBANGAN MUHAMMADIYAH MENGGUNAKAN KHGT
a. KHGT sebagai usaha mewujudkan persatuan umat.5
b. KHGT merupakan ikhtiar menghilangkan perbedaan penentuan awal bulan Hijriah.6
c. Kalender sebagai amanat syariah merupakan petunjuk waktu bagi untuk urusan ibadah dan muamalah. Oleh karenanya KHGT besifat terpadu, global dan universal.7
d. Kalender Islam Tunggal adalah hutang peradaban selama 1400-an tahun yang ketiadaannya berimbas kepada kecacatan serius dalam penetapan kala/waktu pada beberapa pelaksanaan ibadah.8
1 Divisi Hisab dan Iptek, Majelis Tarjih dan Tajdid, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purbalingga.Th.
2024
Disampaikan dalam sosialisasi KHGT PDM purbalingga, Juli 2024.
2 Diringkas dengan beberapa penyesuaian bedasar keperluan bahasan. Lihat: Majelis Tarjih dan Tajdid PimpinanPusat Muhammadiyah. KHGT (Kalender Hijriah Global Tunggal): Konsep Argumen dan Implementasinya. Universitas Ahmad Dahlan .2024. Hal.9
3 Lihat .(QS Al Baqarah (2): 213).
4 Lihat .(QS At Taubah (9): 36); QS Ar Rum (30): 30)
5 Majelis Tarjih dan Tajdid PimpinanPusat Muhammadiyah.Op. Cit. Hal 20
6 Ibid.
7 Majelis Tarjih dan Tajdid PimpinanPusat Muhammadiyah.Op. Cit. Hal 21.
e. Setelah ribuan tahun, umat Islam belum memiliki kalender yang reliabel sebagai acuan dalam amal ibadah, seperti Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha karena pada event-event tersebut kalender bisa berubah akibat kemampuan rukyat manusia yang juga kurang reliabel.
f. Untuk ibadah shalat sehari-hari waktu atau jam telah mampu mengkonversi fenomena alam ke dalam hitungan. Buahnya, umat Islam tidak perlu lagi untuk melihat posisi matahari secara langsung untuk menjalankan ibadah shalat.
III. PRINSIP KALENDER DALAM ISLAM
a) Kalender Islam itu merupakan kalender lunar (qamariah)9.
b) Jumlah bulan dalam satu tahun pada kalender itu adalah 12 bulan qamariah.10
c) Dalam kalender itu tidak boleh dilakukan interkalasi.11
d) Jumlah hari dalam satu bulan tidak kurang dari 29 hari dan tidak lebih dari 30 hari.12
e) Kalender Islam itu berdasarkan siklus sinodis yang ditandai dengan peristiwa ijtimak.13
IV. PARAMETER KHGT
Parameter KHGT adalah sebagai berikut:
a) Kalender Islam harus merupakan kalender pemersatu dengan dasar satu hari satu tanggal diseluruh dunia.14
b) Kalender Islam harus didasarkan kepada bulan kamariyah yang siklusnya tidak lebih dari 30 hari dan tidak kurang dari 29 hari menggunakan metode hisab.
c) Seluruh kawasan dunia adalah satu matla’15.
d) Transfer imkanu rukyat yaitu Memindahkan hasil rukyat disuatu tempat
8 Lebih lanjut lihat uraian : Prof. Tono Saksono, Kalender Islam Global:Perspektif Syariah, Ekonomi, Dan Politik. Jurnal Ilmiah Syari‘ah, Volume 15, Nomor 2, Juli-Desember 2016.
9 QS Al Baqarah (2):189
10 QS At Taubah (9):36
11 QS ATaubah (9): 37
12 نَيثِلَاثِ ةًرَّمَو ،نَيرَّشْعِو ةًعَسْتِ ةًرَّمَ ينِعَي .اذَكَهَو اذَكَهَ رَّهْشْلا
Bulannya begini dan begitu, yaitu dua puluh sembilan, dan tiga puluh. (HR Bukhari-Muslim)
13 Syamsul Anwar. Rukyat, Imkanu Rukyat, Kalender Hijriah Global, Dan Maqasid Syariah.
14 QS 2:213
15 - علطمَ -: adalah tempat terbit.
yang mungkin dapat melihat (imkanu rukyat) kesemua kawasan dunia.
e) Menerima garis batas tanggal internasional (IDL) Hari dimulai dan berakhir pada tengah malam (jam 00 UT/GMT) di garis bujur 180°.
f) Bulan baru dimulai apabila di bagian mana pun di muka bumi sebelum pukul 00:00 GMT telah terpenuhi kriteria sekurang-kurangnya elongasi 80 dan ketinggian 50.
g) Koreksi kalender: Apabila kriteria di atas terpenuhi setelah lewat tengah malam [pukul 00:00] GMT, maka bulan baru tetap dimulai dengan ketentuan:
Apabila imkanu rukyat hilal elongasi 80 dan ketnggian 50 telah terjadi di suatu tempat mana pun di dunia dan ijtmak di New Zealand terjadi sebelum waktu fajar.
Imkanu rukyat tersebut (sebagaimana pada huruf a) terjadi di daratan benua Amerika.
h) Digunakan ibadah dan harian.
i) Tidak boleh disuatu tempat dimuka bumi memasuki bulan baru sebelum kelahiran hilalnya (sebelum konjungsi )
j) Tidak boleh disuatu tempat dimuka bumi memulai bulan baru sebelum yakin terjadinya imkanu rukyat hilal di suatu tempat di muka bumi.
k) Tidak boleh di suatu tempat dimuka bumi belum memasuki bulan baru sementara hilal bulan tersebut telah terpampang secara jelas di ufuk mereka.
Dalam istilah fiqih ada kalimat : - سمشْلا بورَّغ ىلإ قداصلا رَّجفلا علطمَ نَمَ عامجلاو بارَّشْلاو ماعَطلا نَعِ كاسْمَلاا -: Puasa adalah Tidak makan, minum, dan melakukan hubungan seksual dari fajar hingga matahari terbenam.
Maksud matla’ adalah:- هنِمَو ،عولطلا ناكَمَ - tempat terbitnya (yaitu bulan atau matahari-pen) Lihat : Muhammad Rawas Qalaji- Hamid Sadiq Qunaibi. Kitab Mu’jam Lughah Al Fuqaha. Dar Al- Nafaas. Edisi Kedua, 1408 H - 1988 M