Karakteristik
Hutan di Indonesia
Studi Kasus : Hutan Pantai
Zoya Dinanty Adil/J0302211096
Definisi Hutan Pantai
Hutan pantai merupakan wilayah hutan yang
tumbuh berkembang di tepi laut atau daerah
yang memiliki pasang surut. Hutan pantai juga
dapat diartikan sebagai hutan yang tumbuh
berkembang di garis pantai yang memiliki batas
pasang tertinggi, hutan pantai juga dapat
diartikan sebagai vegetasi pantai berpasir yang
tumbuh berkembang di wilayah pantai berpasir
dan terletak di atas garis pasang tertinggi di
daerah beriklim tropis.
Ciri Utama Pantai Hutan
Terletak di tanah rendah di daerah pantai.
Tumbuh berkembang di atas tanah kering yang berpasir, berbatu karang serta berlempung.
Tumbuh kembangnya hutan tidak terpengaruh oleh pergantian iklim.
Pepohonan di wilayah hutan pesisir terkadang ditumbuhi oleh epyphi.
Hutan wilayah pesisir banyak ditemui di Pulau Sumatra, Sulawesi, Jawa dan Bali.
Memiliki beraneka ragam tumbuhan yang hidup bergerombol membentuk kelompok tertentu sesuai dengan habitatnya.
Terbuka
Kondisi Fisik Hutan Pantai
Berpasir
Ketinggian Vegetasi Rendah Bersemak
Memiliki beraneka ragam tumbuhan yang
hidup bergerombol sesuai dengan habitatnya.
Formasi Pescaprae
Formasi pescaprae adalah formasi hutan pantai yang banyak terdapat tumpukan pasir yang meninggi di sepanjang daerah pantai. Spesies yang ada di formasi pescaprae didominasi oleh salah satu spesies tumbuhan menjalar dengan herba rendah dengan akarnya yang dapat mengikat pasir atau biasa disebut dengan ipornea pescaprae.
Selain spesies ipornea pescaprae, pada formasi ini ditumbuhi juga tumbuhan jenis lainnya, seperti canavalia abtusiofolia, cyperus stoloniferus, cyperus penduculatus, spinifex littoralis, fimbristylis sericea, triumfetta repens, uigna marina, thuarea linvoluta, vitex trifolia, euphorbia atoto, launaca sarmontasa, ishaemum muticum, ipomoea denticulata, ipomoea littoralis dan ipomea carnosa.
Kondisi Biotik Flora Hutan
Pantai
Formasi Barningtonia
Sesuai dengan namanya, formasi barningtonia adalah formasi hutan di daerah pantai yang banyak ditumbuhi oleh spesies pohon barringtonia sp.
Selain spesies pohon barringtonia sp sebagai spesies penyusun ekosistem hutan jenis ini, ada juga spesies lainnya, yaitu calophyllum inophyllum, caesalpinia bonducella, barringtonia asiatica, terminalia catappa, hernandia peltata, casuarina equisetifolia, hibiscus tiliaceus, cocos nucifera, cycas rumphii, morinda citrifolia, sterculia foetida, tournefortia argentea, premna Corymbosa, pongamia pinnata, premna pemphis acidula, manilkara kauki, pandanus tectorius, erythrina variegata dan spesies lainnya yang dapat tumbuh di formasi ini.
Kondisi Biotik Flora Hutan
Pantai
Beberapa jenis fauna dapat ditemukan di hutan pantai, antara lain:
Fauna mamalia, seperti monyet kera (macaca fascicularis), jelatang hitam (ratuta bicolor), lutung budeng (trachypithecus auratus), musang luwak (paradoxurus hermaphroditus), garangan jawa (herpestes javanicus), musang rase (viverricula indica) serta kucing kuwuk (prionailurus bengalensis).
Mamalia besar, antara lain kerbau liar (bubalus bubalis), banteng (bos javanicus), babi celeng (sus scrofa), rusa jawa (rusa timorensis) serta kijang muncak (murtiacus muncak). Jenis mamalia besar tersebut biasanya datang ke hutan pantai untuk mencari air garam di pantai atau ada juga yang mencari air tawar di hutan pantai.
Fauna yang datang ke hutan pantai untuk menggunakan pasir pantai sebagai tempat bertelur adalah burung maleo (macrocephalon maleo). Burung maleo tersebut datang ke wilayah hutan pesisir untuk memanfaatkan gundukan pasir pantai sebagai tempat bertelur.
Kondisi Biotik Fauna Hutan
Pantai
Berbagai jenis penyu, seperti penyu sisik (eretmochelys imbricata), penyu hijau (chelonia mydas), penyu sisik semu (lepidochelys olivacea), penyu belimbing (dermochelys coriacea) serta penyu tempayan (caretta caretta).
Penyu-penyu tersebut membangun ekosistem di hutan pantai untuk membuat sarang penetasan telur penyu.
Fauna yang dapat dikatakan sebagai khas hutan pantai adalah kadal pantai (emoia atrocostata) dan kepiting pasir (ocypode ceratophthalma). Selain itu ada jenis yuyu ocypode, hewan ini biasanya membangun rumahnya di pasir pantai.
Kondisi Biotik Fauna Hutan
Pantai
Contoh Hutan Pantai di Indonesia
Hutan Pantai Ujung Kulon, Jawa Barat
Hutan Pantai Tanjung Puting, Kalimantan Tengah Hutan Pantai Teluk Kiluan, Lampung
Hutan Pantai Tanjung Lesung, Banten
Hutan Pantai Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara Hutan Pantai Taman Nasional Baluran, Jawa Timur
Hutan Pantai Karimunjawa, Jawa Tengah
Hutan Pantai Tanjung Bira, Sulawesi Selatan
Hutan Pantai Pulau Moyo, Nusa Tenggara Barat Hutan Pantai Taman Nasional Manusela, Maluku
Manfaat dan Pemanfaatan Hutan Pantai
Tempat wisata dan berkemah
Menghasilkan bahan baku untuk kosmetik dan biodisel
Bahan obat-obatan
Lahan pertanian alternatif
Kawasan penunjang pendidikan dan penelitian
Meredam datangnya gelombang Tsunami
Pelindung ekosistem darat dari angin atau badai
Habitat bagi flora dan fauna
Tempat bertelur dan berkembang biak hewan air
Membantu melindungi kelestarian lingkungan
Meningkatkan estetika di daerah pesisir