• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Hutan di Indonesia

N/A
N/A
Zoya Dinanty Adil

Academic year: 2024

Membagikan "Karakteristik Hutan di Indonesia"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Karakteristik

Hutan di Indonesia

Studi Kasus : Hutan Pantai

Zoya Dinanty Adil/J0302211096

(2)

Definisi Hutan Pantai

Hutan pantai merupakan wilayah hutan yang

tumbuh berkembang di tepi laut atau daerah

yang memiliki pasang surut. Hutan pantai juga

dapat diartikan sebagai hutan yang tumbuh

berkembang di garis pantai yang memiliki batas

pasang tertinggi, hutan pantai juga dapat

diartikan sebagai vegetasi pantai berpasir yang

tumbuh berkembang di wilayah pantai berpasir

dan terletak di atas garis pasang tertinggi di

daerah beriklim tropis.

(3)

Ciri Utama Pantai Hutan

Terletak di tanah rendah di daerah pantai.

Tumbuh berkembang di atas tanah kering yang berpasir, berbatu karang serta berlempung.

Tumbuh kembangnya hutan tidak terpengaruh oleh pergantian iklim.

Pepohonan di wilayah hutan pesisir terkadang ditumbuhi oleh epyphi.

Hutan wilayah pesisir banyak ditemui di Pulau Sumatra, Sulawesi, Jawa dan Bali.

Memiliki beraneka ragam tumbuhan yang hidup bergerombol membentuk kelompok tertentu sesuai dengan habitatnya.

(4)

Terbuka

Kondisi Fisik Hutan Pantai

Berpasir

Ketinggian Vegetasi Rendah Bersemak

Memiliki beraneka ragam tumbuhan yang

hidup bergerombol sesuai dengan habitatnya.

(5)

Formasi Pescaprae

Formasi pescaprae adalah formasi hutan pantai yang banyak terdapat tumpukan pasir yang meninggi di sepanjang daerah pantai. Spesies yang ada di formasi pescaprae didominasi oleh salah satu spesies tumbuhan menjalar dengan herba rendah dengan akarnya yang dapat mengikat pasir atau biasa disebut dengan ipornea pescaprae.

Selain spesies ipornea pescaprae, pada formasi ini ditumbuhi juga tumbuhan jenis lainnya, seperti canavalia abtusiofolia, cyperus stoloniferus, cyperus penduculatus, spinifex littoralis, fimbristylis sericea, triumfetta repens, uigna marina, thuarea linvoluta, vitex trifolia, euphorbia atoto, launaca sarmontasa, ishaemum muticum, ipomoea denticulata, ipomoea littoralis dan ipomea carnosa.

Kondisi Biotik Flora Hutan

Pantai

(6)

Formasi Barningtonia

Sesuai dengan namanya, formasi barningtonia adalah formasi hutan di daerah pantai yang banyak ditumbuhi oleh spesies pohon barringtonia sp.

Selain spesies pohon barringtonia sp sebagai spesies penyusun ekosistem hutan jenis ini, ada juga spesies lainnya, yaitu calophyllum inophyllum, caesalpinia bonducella, barringtonia asiatica, terminalia catappa, hernandia peltata, casuarina equisetifolia, hibiscus tiliaceus, cocos nucifera, cycas rumphii, morinda citrifolia, sterculia foetida, tournefortia argentea, premna Corymbosa, pongamia pinnata, premna pemphis acidula, manilkara kauki, pandanus tectorius, erythrina variegata dan spesies lainnya yang dapat tumbuh di formasi ini.

Kondisi Biotik Flora Hutan

Pantai

(7)

Beberapa jenis fauna dapat ditemukan di hutan pantai, antara lain:

Fauna mamalia, seperti monyet kera (macaca fascicularis), jelatang hitam (ratuta bicolor), lutung budeng (trachypithecus auratus), musang luwak (paradoxurus hermaphroditus), garangan jawa (herpestes javanicus), musang rase (viverricula indica) serta kucing kuwuk (prionailurus bengalensis).

Mamalia besar, antara lain kerbau liar (bubalus bubalis), banteng (bos javanicus), babi celeng (sus scrofa), rusa jawa (rusa timorensis) serta kijang muncak (murtiacus muncak). Jenis mamalia besar tersebut biasanya datang ke hutan pantai untuk mencari air garam di pantai atau ada juga yang mencari air tawar di hutan pantai.

Fauna yang datang ke hutan pantai untuk menggunakan pasir pantai sebagai tempat bertelur adalah burung maleo (macrocephalon maleo). Burung maleo tersebut datang ke wilayah hutan pesisir untuk memanfaatkan gundukan pasir pantai sebagai tempat bertelur.

Kondisi Biotik Fauna Hutan

Pantai

(8)

Berbagai jenis penyu, seperti penyu sisik (eretmochelys imbricata), penyu hijau (chelonia mydas), penyu sisik semu (lepidochelys olivacea), penyu belimbing (dermochelys coriacea) serta penyu tempayan (caretta caretta).

Penyu-penyu tersebut membangun ekosistem di hutan pantai untuk membuat sarang penetasan telur penyu.

Fauna yang dapat dikatakan sebagai khas hutan pantai adalah kadal pantai (emoia atrocostata) dan kepiting pasir (ocypode ceratophthalma). Selain itu ada jenis yuyu ocypode, hewan ini biasanya membangun rumahnya di pasir pantai.

Kondisi Biotik Fauna Hutan

Pantai

(9)

Contoh Hutan Pantai di Indonesia

Hutan Pantai Ujung Kulon, Jawa Barat

Hutan Pantai Tanjung Puting, Kalimantan Tengah Hutan Pantai Teluk Kiluan, Lampung

Hutan Pantai Tanjung Lesung, Banten

Hutan Pantai Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara Hutan Pantai Taman Nasional Baluran, Jawa Timur

Hutan Pantai Karimunjawa, Jawa Tengah

Hutan Pantai Tanjung Bira, Sulawesi Selatan

Hutan Pantai Pulau Moyo, Nusa Tenggara Barat Hutan Pantai Taman Nasional Manusela, Maluku

(10)

Manfaat dan Pemanfaatan Hutan Pantai

Tempat wisata dan berkemah

Menghasilkan bahan baku untuk kosmetik dan biodisel

Bahan obat-obatan

Lahan pertanian alternatif

Kawasan penunjang pendidikan dan penelitian

Meredam datangnya gelombang Tsunami

Pelindung ekosistem darat dari angin atau badai

Habitat bagi flora dan fauna

Tempat bertelur dan berkembang biak hewan air

Membantu melindungi kelestarian lingkungan

Meningkatkan estetika di daerah pesisir

(11)

Terima

Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Hutan mangrove memiliki ciri-ciri sebagai berikut : tidak dipengaruhi iklim, terpengaruh pasang surut, tanah tergenang air laut, atau berpasir dan tanah liat, tanah rendah pantai,

Hutan mangrove juga disebut hutan pantai, hutan pasang surut, hutan payau, atau hutan bakau.Hutan mangrove merupakan tipe hutan tropika yang khas

Secara ringkas hutan mangrove dapat didefinisikan sebagai suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut (terutama di pantai yang terlindung, laguna, muara sungai) yang

Taman Nasional Way Kambas memiliki satu spektrum ekosistem yang besar, di dalamnya dapat ditemukan formasi-formasi hutan seperti hutan bakau, hutan pantai, vegetasi riparian,

dikembangkan dengan dibawah naungan vegetasi tegakan, seperti hutan kemasyarakatan (HkM), hal ini dikarenakan: a) Porang hanya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di

Menurut (Riana et al. 2020) Hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis dan subtropis yang didominasi oleh beberapa jenis mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang

Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di air payau,dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di

Kondisi sangat menarik mengenai vegetasi pada timbunan abu dijumpai di Vulkan Seme- ru dimana batas hutan terdapat pada dasar timbunan abu vulkanik dan hutan cemara tumbuh hingga