• Tidak ada hasil yang ditemukan

karakteristik struktur bahasa tulis pemelajar bipa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "karakteristik struktur bahasa tulis pemelajar bipa"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

PROGRAM DARMASISWA UNISMA 2019

SKRIPSI

Oleh

Nafisatul Mursidah NPM 21601071001

UNIVERSITAS ISLAM MALANG

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA 2020

(2)

i SKRIPSI Diajukan kepada

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Malang

Untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

OLEH

NAFISATUL MURSIDAH NPM 216.01.07.1.001

UNIVERSITAS ISLAM MALANG

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA JULI 2020

(3)

Mursidah, Nafisatul. 2020. Karakteristik Struktur Bahasa Tulis Pemelajar BIPA Program Darmasiswa 2019. Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Malang. Pembimbing I: Dr. Hasan Busri, M.Pd; Pembimbing II: Dr. Ari Ambarwati, SS., M.Pd.

Kata Kunci: bentukan kata, stuktur kalimat, pemelajar BIPA Unisma.

Bahasa Indonesia mempunyai peranan penting untuk saat ini. perkembangan bahasa Indonesia yang pesat menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa

internasional. Dibuktikan dengan banyaknya minat pemelajar untuk belajar bahasa Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa Indonesia dipelajari diberbagai negara, terutama di Indonesia. Untuk itu,

pembelajaran BIPA harus mendapatkan perhatian khusus. Mengingat bahasa Indonesia telah diajarkan dan dipelajari di mana-mana. BIPA di Unisma telah menjadi salah satu lembaga institusional yang memiliki program Darmasiswa.

Program yang diberikan oleh pemerintah Indonesia dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada tahun 2020 merupakan tahun kedua, BIPA Unisma mendapatkan mahasiswa Darmasiswa sebagai pemelajar BIPA Unisma. Hal ini menunjukkan bahwa BIPA Unisma mempunyai program yang dapat menarik minat pemelajar BIPA. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang berhubungan dengan BIPA di Unisma, agar perbaikan maupun pembaruan serta perkembangan program di BIPA Unisma dapat menjadikan Unisma sebagai salah satu universitas kelas Internasional.

Sesuai dengan penelitian, pembelajaran bahasa tidak terlepas dari

keterampilan bahasa yang dimiliki oleh seseorang. Pembelajaran bahasa termasuk pembelajaran BIPA mempunyai empat keterampilan yang meliputi: menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Melalui empat keterampilan tersebut dapat diketahui karakteristik bahasa seseorang. Seperti pada karakteristik bahasa tulis.

Melalui tulisan dapat diketahui bentukan kata, struktur kalimat bahkan juga bentuk interferensi dan penyimpangan baik dalam proses pembentukan kata maupun dalam kalimat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik struktur bahasa tulis pemelajar BIPA Program Darmasiswa 2019.

Berdasarkan latar belakang di atas, tujuan penelitian yaitu (1)

mendeskripsikan bentukan kata dalam bahasa tulis pemelajar BIPA Program Darmasiswa 2019, dan (2) mendeskripsikan struktur kalimat dalam bahasa tulis pemelajar BIPA Program Darmasiswa 2019.

(4)

data diambil dari latar alamiah, yang berarti penelitian dilakukan dengan tidak manipulasi dan kontrol ketat. (2) peneliti bertindak sebagai instrument kunci dalam penelitian, yang mana peneliti menjadi faktor penentu dalam analisis data. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui lima tahapan. (1) menghubungi kepala BIPA, (2) melakukan studi dokumentasi, (3) membaca karangan pemelajar BIPA, (4) memilih data berdasarkan landasan teori, dan (5) memasukkan data ke dalam intrumen penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) tabel penjaring data, dan (2) tabel panduan analisis data.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik bahasa tulis pemelajar BIPA dalam proses pembentukan kata afiksasi, reduplikasi, abreviasi, dan komposisi.

Selain itu, afiksasi lebih didominasi oleh bentukan kata dengan prefiks meN- dan klofiks meN-kan berkategori verba. Kemudian struktur kalimat pemelajar BIPA lebih banyak menggunakan kalimat dalam bentuk aktif, baik aktif transitif maupun

intransitif. Selain itu, dalam kalimat majemuk lebih dominan pada majemuk setara denga ditandai konjungi dan, tetapi.

Selain bentukan kata dan struktur kalimat, juga terdapat interferensi yang disebabkan masih adanya pengaruh bahasa ibu atau bahasa asing selain bahasa Indonesia. Faktor yang menjadikan pemelajar BIPA mengalami masalah berupa penyimpangan dalam pembentukan kata dan struktur kalimat dipicu oleh (1) pemelajar yang sering lupa atau belum memahami bentukan kata maupun struktur kalimat bahasa Indonesia, (2) pengaruh bahasa ibu dan lingkungan, (3) keterbatasan kosakata bahasa Indonesia yang diketahui dan penyesuaian perbedaan bahasa Indonesia dengan bahasa asing (bahasa ibu), serta faktor-faktor yang memengaruhi proses pembentukan kata maupun stuktur kalimat

(5)

1

PENDAHULUAN

Pada bagian bab ini dipaparkan ada lima hal, yaitu (1) konteks penelitan, (2) fokus penelitian, (3) tujuan penelitian, (4) kegunaan penelitian, (5) penegasan istilah.

1.1 Konteks Penelitian

Indonesia merupakan negara yang mempunyai keragaman bahasa daerah dan budaya. Menurut Ambarwati (2018:2) Indonesia merupakan bangsa multikultur yang memiliki keragaman etnis dan budaya yang relatif kaya. Selain itu, berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan ada 633 kelompok suku besar yang tentunya memberikan kontribusi keragaman bahasa daerah. Bangsa Indonesia juga mempunyai bahasa nasional yang berfungsi sebagai pemersatu bangsa dan juga bahasa negara, yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan sebagai penghubung untuk komunikasi antarsuku maupun antarbudaya.

Bahasa Indonesia mempunyai peranan penting, terlebih untuk saat ini. Bahasa Indonesia tidak hanya berkedudukan sebagai bahasa nasional tetapi telah berkembang menjadi bahasa Internasional. Hal tersebut dijelaskan dalam undang-undang Republik Indonesia nomor 24 pasal 44 tahun 2009 yang menyatakan bahwa “(1) Pemerintah meningkatkan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional secara bertahap, sistematis dan berkelanjutan, (2) Peningkatan fungsi bahasa Indonesia menjadi

(6)

bahasa internasional sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dikoordinasi oleh lembaga kebahasaan”. Seiring berjalannya waktu, bahasa Indonesia semakin diminati dan mulai dipelajari di beberapa negara. Muliastuti (2017:1) berpendapat bahwa bahasa Indonesia telah banyak digunakan di negara yang berbahasa Melayu, seperti

Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan beberapa benua lain. Selain itu, diperkirakan ada 45 negara yang mengajarkan bahasa Indonesia kepada siswa atau mahasiswa, seperti Australia, Amerika, Kanada, Vietnam, Rusia, Korea, Jepang dan Jerman. Bahkan di Australia bahasa Indonesia menjadi bahasa asing terpopuler keempat. Menurut kompas.com (2009) pilihan Bahasa Indonesia ternyata cukup diminati siswa Australia, di samping bahasa Perancis, Jerman, dan Mandarin.

Pembelajaran BIPA tidak hanya dilakukan di luar negeri saja, tapi juga dilakukan di dalam negeri atau di Indonesia. Pembelajaran BIPA di dalam negeri telah dilaksanakan hampir di seluruh Indonesia, mulai dari lembaga kursus hingga universitas. Hal ini dibuktikan dengan adanya program-program dalam negeri yang tidak lepas dari usaha pemerintah. Muliastuti (2017:3) menyatakan bahwa hingga tahun 2013 telah ada 54 universitas di Indonesia yang menjadi tempat orang asing belajar bahasa Indonesia.

Salah satu program yang memberikan beasiswa kepada siswa asing untuk belajar budaya dan bahasa Indonesia yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yaitu beasiswa program Darmasiswa. Darmasiswa merupakan program yang diselenggarakan oleh Kemendikbud yang bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Darmasiswa ini merupakan program

(7)

yang menawarkan kepada mahasiswa asing dari negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia untuk belajar bahasa, seni, musik dan kerajinan Indonesia. Muliastuti (2017:2) menjelaskan bahwa tujuan utama dari program Darmasiswa adalah mempromosikan dan meningkatkan minat kalangan pemuda dari negara lain terhadap bahasa dan budaya Indonesia. Selain itu,

diharapkan juga dapat membentuk jejaring budaya yang kuat untuk membina pengertian antara negara peserta. Berdasarkan kutipan tersebut menunjukkan bahwa program Darmasiswa banyak diminati oleh mahasiswa asing, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

BIPA di Unisma telah menjadi salah satu lembaga yang memiliki program BIPA di Indonesia. Berdasarkan informasi dalam Website BIPA Unisma, program BIPA Unisma telah berdiri sejak tahun 2005. Program BIPA Unisma merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Agama untuk program pembelajaran bahasa Indonesia bagi siswa asing dari Thailand, Myanmar dan Vietnam yang akan belajar agama di Indonesia. Pada tahun 2018 BIPA Unisma membuka program Summer Course Schoolarship Uzbekistan 2018 yang merupakan bentuk implementasi nyata dari kunjungan Rektor Unisma bersama jajarannya ke Tashkent, Uzbekistan pada 3-5 Maret 2018 lalu. Selain itu, program Darmasiswa di Unisma telah dibuka pada tahun 2019 dengan jumlah empat orang mahasiswa asing dua orang berasal dari negara Mesir, satu dari Syria, dan satu dari Thailand. Pada tahun 2020 merupakan tahun kedua BIPA Unisma menyelenggarakan program Darmasiswa dengan jumlah mahasiswa yang sama seperti tahun sebelumnya. Masing-masing berasal dari Syria,

(8)

Palestina, Tajikistan dan Jepang. Laksono (2017) menyatakan bahwa perkembangan positif minat dan jumlah pebelajar asing terhadap bahasa dan budaya Indonesia atau Indonesia studies dewasa ini telah memberikan pengaruh pada keberadaan program BIPA. Sehingga sudah selayaknya program tersebut mendapatkan tuntutan untuk meningkatkan peranan dan kinerjanya, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa program BIPA di Unisma terus mengalami kemajuan dengan semakin banyaknya mahasiswa asing yang belajar bahasa dan kebudayaan Indonesia di Unisma. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang berhubungan dengan BIPA di Unisma untuk melakukan perbaikan dan pembaruan serta mengembangkan BIPA di Unisma agar menjadi universitas yang mempunyai kelas Internasional. Fakta lain yang membuktikan minat mahasiswa asing yang belajar bahasa dan budaya Indonesia di BIPA Unisma yaitu dengan adanya mahasiswa asing yang mengikuti program reguler. Berdasarkan data yang diperoleh dari BIPA Unisma, pada 2018 sampai 2020 mengalami peningkatakan.

Dari berjumlah 4 orang, kini menjadi 28 orang dengan level yang berbeda.

Mahasiswa tersebut mengikuti program reguler, baik program reguler mandiri ataupun program reguler beasiswa yang bekerja sama dengan KUI Unisma. Program reguler adalah salah satu program lain yang ada di BIPA Unisma. Berkaca pada minat tersebut, menunjukkan besarnya perhatian dunia internasional terhadap Indonesia saat ini maupun nanti di masa depan.

BIPA di Unisma mempunyai program atau tujuan yang disesuaikan dengan kebutuhan pemelajar BIPA yang belajar di Unisma. Pemelajar BIPA datang pada

(9)

umumnya untuk belajar bahasa Indonesia. Selain itu, ada yang bertujuan untuk melakukan penelitian, pekerjaan, pengembangan diri dan lain-lain. Sama halnya seperti perguruan tinggi lainnya, BIPA Unisma juga mengelompokkan para pemelajar berdasarkan kemampuannya. Dalam BIPA ada tiga tingkatan, yaitu pemula

(beginning), menengah (intermediate), dan mahir (advance). Sementara itu, dalam pembelajaran bahasa tentunya akan mempelajari empat aspek keterampilan

berbahasa. Keempat keterampilan tersebut tentunya juga dipelajari oleh pemelajar BIPA, yaitu keterampilan menyimak, membaca, berbicara dan menulis. Sesuai yang disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Dadang Sunendar (dalam kata pengantar buku ajar BIPA:2016) bahwa materi dan tugas dikembangkan agar pemelajar secara integrasi dapat mengembangkan kompetensi berbahasanya dalam keempat keterampilan: menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Selain itu, materi dan tugas belajar secara terpadu dirancang untuk dapat mengembangkan wawasan keindonesiaan. Untuk keperluan evaluasi, setiap unit dilengkapi dengan tugas terstruktur berupa latihan-latihan.

Oleh karena itu, BIPA Unisma dalam menyusun kurikulum atau silabus untuk pembelajaran bagi mahasiswa asing mengacu pada buku yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, melalui Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK) dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan untuk mempermudah pemahaman pemelajar BIPA Unisma.

Sehubungan dengan penelitian tentang kalimat dalam bahasa tulis pemelajar BIPA, Darsita (2013) pernah melakukan penelitian berjudul “Penggunaan Kalimat

(10)

Bahasa Indonesia Oleh Mahasiswa Penutur Asing”. Penelitian tersebut mengkaji tentang penggunaan kalimat dalam karangan eksposisi dan deskripsi. Data penelitian berupa karangan eksposisi dan deskripsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yang menghasilkan data deskriptif. Dari hasil penelitian tersebut Darsita menemukan kesalahan penggunaan kalimat dalam karangan eksposisi dan deskripsi dipaparkan sebagai berikut: (1) kesalahan pada pembentukan kata yaitu kesalahan pembentukan kata pada afiksasi, kesalahan pemenggalan kata, penulisan kata dan kesalahan penulisan kata bentukan. (2) kesalahan sintaksis: struktur kalimat bahasa Indonesia berupa adanya kesalahan penggunaan kata depan yang ada di depan subjek, tidak lengkapnya struktur.

Terdapat kalimat yang tidak memiliki subjek, predikat. (3) kesalahan dalam semantik berdasarkan yang diteliti karena adanya kesalahan struktur kalimat yang dipengaruhi oleh bahasa ibu, sehingga susunan struktur kalimat tidak sesuai dengan kaidah. Selain itu, penggunaan kosakata yang tidak tepat dan tata urutan kalimat dapat menyebabkan perbedaan makna.

Selanjutnya Isnani (2015) pernah melakukan penelitian dengan judul

“Struktur Kalimat Tunggal Dalam Karangan Bahasa Indonesia Mahasiswa Asing Tingkat Pemula Di BIPA UMM”. Penelitian ini mengkaji tentang struktur kalimat tunggal dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif. Melalui penelitian ini, Isnani menemukan struktur kalimat tunggal karangan mahasiswa asing tingkat pemula BIPA UMM berdasarkan kegramatikalan, kelaziman, dan

keterpahaman yang digolongan menjadi empat golongan yaitu: (1) tidak gramatikal-

(11)

tidak lazim-dipahami, (2) tidak gramatikal-lazim-dipahami, (3) gramatikal-tidak lazim-dipahami, dan (4) gramatikal-lazim-dipahami. Berdasarkan kategori kegramatikalan, hasil penelitian menunjukkan penyimpangan gramatikal pada kalimat tunggal mengenai tidak samanya pembentukan kata yang menyangkut

tentang afiksasi, reduplikasi, dan kata majemuk. Selain itu, struktur atau pola kalimat, penggunaan D-M (diterangkan-menerangkan), pemilihan diksi, aturan gramatikal bahasa Inggris,preposisi dan konjungsi. Bentuk penyimpangan banyak terjadi pada proses afiksasi, yakni pada penerapan alomorf meN-, ber-, di- dan –an. Berdasarkan kategori kelaziman, penyimpangan sebagian besar disebabkan oleh penyimpangan gramatikal dalam kalimat, berupa penggunaan kosa kata tidak baku. Bentuk

penyimpangan kelaziman umumnya masih banyak terlihat pada afiksasi. Berdasarkan kategori keterpahaman, kalimat tunggal yang ditulis para pemelajar tingkat pemula sebagian besar dapat dipahami meskipun kalimat masuk dalam kategori menyimpang secara gramatikal dan tidak lazim.

Meskipun sama-sama membahas tentang kalimat, penelitian tentang karakteristik struktur bahasa tulis pemelajar BIPA program Darmasiswa Unisma 2019 ini fokus pada struktur bahasa tulis mahasiswa program Darmasiswa. Penelitian lebih fokus membahas bagaimana kalimat yang ditulis oleh pemelajar, proses

pembentukan kata, kesalahan dan struktur bahasa tulis pemelajar BIPA. Oleh karena itu, penelitian ini sangat menarik untuk diteliti. Penelitian ini bisa menjadi wawasan baru dalam pembelajaran BIPA di Unisma.

(12)

1.2 Fokus Penelitian

Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini berupaya mendeskripsikan karakteristik struktur bahasa tulis pemelajar BIPA program Darmasiswa Unisma 2019. Secara khusus fokus penelitian ini mencakup:

1. Bagaimana bentukan kata dalam bahasa tulis pemelajar BIPA program Darmasiswa Unisma 2019?

2. Bagaimana stuktur kalimat dalam bahasa tulis pemelajar BIPA program Darmasiswa Unisma 2019?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan fokus penelitian, maka tujuan penelitian ini dijabarkan menjadi dua. Ada tujuan umum dan ada tujuan khusus.

1.3.1 Tujuan Umum

Secara umum, penelitian ini menjelaskan atau mendeskripsikan tentang karakteristik bentukan kalimat dalam bahasa tulis pemelajar BIPA program Darmasiswa Unisma 2019.

1.3.2 Tujuan Khusus

Sesuai dengan ranah fokus di atas maka tujuan penelitian ini juga memiliki rumusan sebagai berikut.

1. Mendeskripsikan bentukan kata dalam bahasa tulis pemelajar BIPA program Darmasiswa 2019.

(13)

2. Mendeskripsikan stuktur kalimat dalam bahasa tulis pemelajar BIPA program Darmasiswa 2019.

1.4 Kegunaan Penelitian

Kegunaan atau manfaat yang diharapkan dari penelitian tentang karakteristik struktur bahasa tulis pemelajar BIPA terbagi menjadi dua, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis.

1.4.1 Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan mampu memperkaya khasanah kepustakaan dalam bidang BIPA maupun sintaksis. Serta dapat dijadikan bahan pengembangan pengajaran bahasa Indonesia, terutama secara khusus bagi mahasiswa asing yang mempelajari bahasa Indonesia secara akademik. Selain itu, penelitian juga dapat digunakan sebagai bahan dalam mengembangkan dan mengevaluasi keterampilan menulis.

1.4.2 Manfaat Praktis

Secara praktis, penelitian ini mempunyai manfaat sebagai berikut.

a. Bagi program studi, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia agar dapat memahami karakteristik struktur bahasa tulis pemelajar BIPA.

b. Bagi pengajar BIPA, penelitian ini diharapkan dapat mengetahui letak kesulitan pemelajar sehingga dapat menentukan aspek yang dijadikan

(14)

fokus dalam proses pembelajaran bahasa. Selain itu, pengajar juga dapat menyusun materi khusus yang berhubungan dengan tata bahasa yang masih terdapat kesalahan. Pengajar BIPA juga dapat mengambil manfaat sebagai bahan rujukan pembelajaran menulis.

c. Bagi pemelajar BIPA diharapkan dapat digunakan sebagai refleksi untuk mengembangan gagasan melalui kalimat dan pemerolehan kosa kata sehingga dapat meningkatkan kemampuan menulis dalam bahasa Indonesia. Berkaitan dengan pemerolehan bahasa, penelitian ini

bermanfaat untuk memberikan gambaran kepada pemelajar lain tentang karakteristik kalimat, baik dari proses pembentukan kata sampai pada struktur kalimat yang tepat.

d. Bagi penyelenggara BIPA, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui gambaran tentang karakteristik struktur bahasa tulis dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan juga sebagai pengembang teori bahasa asing.

e. Bagi peneliti lain, penelitian ini diharapkan bisa berguna untuk dijadikan acuan, referensi, atau dokumentasi pada penelitian karakteristik struktur bahasa tulis pemelajar BIPA. Sedangkan untuk hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan wawasan dan informasi tentang karakteristik struktur bahasa tulis dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi pemelajar BIPA Unisma.

(15)

1.5 Penegasan Istilah

Penelitian ini memiliki penegesan istilah sebagai berikut.

1) BIPA adalah singkatan dari “Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing”.

2) Mahasiswa BIPA merupakan orang asing yang belajar bahasa Indonesia untuk kepentingan tertentu.

3) Bentukan kata merupakan hasil dari proses pembentukan kata.

4) Afiksasi merupakan suatu proses pembentukan kata dengan mengimbuhkan afiks (imbuhan) pada bentuk dasar, baik bentuk dasar tunggal maupun kompleks.

5) Stuktur kalimat merupakan rangkaian kata yang membentuk sebuah kalimat dan dibangun oleh unsur-unsur yang sifatnya relatif tetap, berupa subjek, predikat, objek, pelengkap dan keterangan.

6) Bahasa tulis ialah ragam bahasa baku yang digunakan sebagai sarana komunikasi secara tertulis.

(16)

101 PENUTUP

Pada bab ini dideskripsikan (1) simpulan, dan (2) saran. Pemaparan simpulan dan saran hasil penelitian berkaitan dengan karakteristik struktur bahasa tulis

pemelajar BIPA program Darmasiswa 2019. Berikut pemaparan kesimpulan dan saran.

5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian mengenai karakteristik struktur bahasa tulis pemelajar BIPA program Darmasiswa 2019 maka disimpulkan sebagai berikut.

Pertama, pembentukan kata yang terdapat dalam hasil tulisan pemelajar BIPA Unisma antara lain pembentukan afiksasi, reduplikasi, abreviasi dan komposisi.

5.1 Hasil Bentukan Kata

No. Bentukan Kata Data yang ditemukan 1. Afiksasi Prefiks meN-,di-, peN-, ber,dan ter.

Sufiks -an dan –kan Konfiks peN-i, ke-an,

Klofiks meN-kan, meN-i, ter-kan, di- kan, di-i.

2. Reduplaksi Singkatan UMM, BJBR Akronim Ikip, Unisma

(17)

No. Bentukan Kata Data yang ditemukan 3. Kata Ulang Utuh Barang-barang, jalan-jalan,

mahasiswa-mahasiswa, teman- teman, orang-orang, hari-hari, macam-macam, undang-udang, prinsip-prinsip dan keluarga- keluarga.

Berimbuhan Bersama-sama, satu-satunya, buah-buahan, sehari-hari, tempat-tempatnya.

4. Komposisi (Kata Majemuk)

Daur Ulang dan Kerja bakti,

Berdasarkan hasil temuan data disimpulkan bahwa afiksasi pada hasil tulisan pemelajar BIPA Unisma menunjukkan bahwa bentukan kata yang mendominasi adalah prefiks meN- dan klofiks meN-kan berkategori verba. Selain itu, bentukan kata yang ditemukan ada abreviasi, berupa singkatan dan akronim. Singkatan dan akronim tidak banyak ditemukan dalam hasil penelitian.selain itu, ditemukan pula reduplikasi yang digunakan oleh pemelajar dan lebih banyak menggunakan reduplikasi atau kata ulang utuh. Kemudian kata majemuk atau komposisi juga tidak banyak ditemukan.

Selain afiksasi, reduplikasi, abreviasi dan komposisi juga temukan interferensi bahasa Indonesia dalam hasil tulisan pemelajar BIPA. Seperti pada kata campung, group, canteen, goring, traditional, history sejarah dan sepirti. Selain itu, juga ditemukan penyimpangan bentukan kata dan penggunaan dalam konteks kalimat. Munculnya bentukan kata dari hasil tulisan pemelajar berbeda-beda dari masing-masing

pemelajar, hal ini dikarena perbedaan kemampuan, kebiasaan menggunakan bahasa

(18)

Indonesia, pengaruh bahasa ibu atau bahasa lain yang dipelajari pemelajar dan juga latar belakang pemalajar.

Kedua, struktur kalimat yang ditemukan ada kalimat tunggal yang terdiri dari kalimat aktif transitif dan aktif intransitif , kalimat pasif dan kalimat majemuk baik kalimat majemuk setara maupun majemuk bertingkat dengan 84 macam pola. Pola- pola pada kalimat tersebut menjadi tanda kalimat aktif dan pasif pada fungsi predikat yang mendudukinya. Selain itu, pada kalimat majemuk yang ditemukan penggunaan konjungsi yang menjadi tanda kalimat majemuk yang dihasilkan pemelajar.

Kemudian muncul penyimpangan berupa kesalahan susunan kata yang membentuk frasa ataupun kalimat. Selain struktur kalimat bahasa Indonesia juga ditemukan struktur bahasa asing, seperti strukur M-D (menerangkan-diterangkan) seperti pada Indonesia makanan, dan khusus tempat. Hal ini menunjukkan bahwa masih kuatnya pengaruh bahasa ibu (B1) yang biasa digunakan oleh pemelajar BIPA selain bahasa Indonesia. Struktur kalimat yang digunakan oleh pemelajar dalam hasik tulisannya menunjukkan bahwa adanya perbedaan dari masing-masing pemelajar.

Kecenderungan kalimat dan kalimat yang mendominasi menjadi karakteristik pemelajar dalam hasil tulisan yang ditemukan.

Banyak faktor yang membuat pemelajar BIPA Unisma Program Darmasiswa 2019 mengalami masalah berupa penyimpangan dalam pembentukan kata dan struktur kalimat yang dipicu oleh (1) pemelajar yang sering lupa atau belum memahami bentukan kata maupun stuktur kalimat bahasa Indonesia, (2) pengaruh bahasa ibu (B1) dan lingkungan, (3) keterbatasan kosakata bahasa Indonesia yang

(19)

diketahui dan penyesuaian perbedaan bahasa Indonesia dengan bahasa asing (bahasa ibu), serta faktor-faktor yang memengaruhi proses pembentukan kata maupun stuktur kalimat.

5.2 Saran

Sesuai hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran yang dapat disampaikan sehubungan dengan penelitian yang dilakukan. Saran tersebut diajukan kepada pengajar BIPA, pemelajar BIPA dan penelitian selanjutnya.

1) Bagi Pengajar BIPA

Bagi pengajar BIPA dengan ditemukannya karakteristik struktur bahasa tulis pemelajar BIPA program Darmasiswa 2019 pada hasil tulisan pemelajar, pengajar hendaknya lebih memperhatikan pembentukan kata dan struktur kalimat yang digunakan oleh pemelajar. Hal ini agar menjadikan hasi penelitian ini sebagai pedoman penyusunan materi pembelajaran untuk menjadikan pemelajar lebih baik dalam menulis dan ketidaktepatan dapat dikurangi. Selain itu, pengajar sebaiknya lebih menyeimbangan materi ajar, agar tidak ada salah satu materi saja yang mendominasi.

2) Bagi Pemelajar BIPA

Bagi pemelajar BIPA, diharapkan untuk lebih giat belajar dalam menulis dengan memperhatikan afiksasi, pilihan kata dan stuktur kalimat beserta keefektifannya.

Selain itu, pemelajar diharapkan lebih aktif dengan seering bertanya kepada tutor,

(20)

pengajar atau siapapun yang terlibat dalam program tentang materi dan kesulitan yang dialami tentang materi pembelajaran.

3) Bagi Penyelenggara BIPA

Bagi penyelenggara BIPA, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahasan dalam pengembangan materi tentang menulis yang berhubungan dengan tata bahasa.

4) Bagi Penelitian Selanjutnya

Bagi penelitian selanjutnya, penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi atau rujukan yang sejenis namun dengan fokus penelitian, objek dan tingkatan yang berbeda.

(21)

DAFTAR RUJUKAN

Alwi, Hasan, dkk. 2010. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Ambarwati, Ari. 2018. Merayakan Kemajemukan Indonesia Melalui Penulisan Buku Elektronik Nonteks Pelajaran Berbasis Keragaman Makanan Pokok.

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Arifin. 2010. Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif.

Yogyakarta: Lilin Persada Press.

Busri, Hasan dan Badrih, Moh. 2015. Linguistik Indonesia. Malang: Worldwide Readers.

Chaer, Abdul. 2015. Morfologi Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses). Jakarta:

Rineka Cipta.

Hertiki. (2017). Pengajaran dan Pembelajaran BIPA di Perguruan Tinggi Polandia.

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.Vol. 6. 1-5.

Isnaini, M. (2015). Struktur Kalimat Tunggal Dalam Karangan Bahasa Indonesia Mahasiswa Asing Tingkat Pemula Di BIPA UMM. Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra dan Pengajarannya. Vol. 1. 43-53.

Khoiruddin, A. 2009. Buku Pintar Bahasa Indonesia. Lamongan: Pustaka Ilalang.

Laksono, Prayitno Tri. 2017. Korelasi Antara Keterampilan Berbicara Dengan Keterampilan Menulis Bahasa Indonesia Penutur Asing Dalam Program Bipa Di Indonesia. Jurnal Inovasi Pendidikan. Vol. 1. 29-36.

Maharany, Elva Riezky. 2018. Kebutuhan Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing Thailand. Ed-Humanistics. Vol. 3 no. 2. 348-354.

(22)

Maharany, Elva Riezky. 2017. Karakteristik Kosakata Bahasa Tulis Pemelajar BIPA Thailand. Vol. 1 no. 2. 41-47.

Mulisatuti, Liliana. 2017. Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing: Acuan Teori dan Pendekatan Pengajaran. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Muliastuti, dkk. 2016. Sahabatku Indonesia untuk anak sekolah Tingkat A1: Buku Ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Mustakim. 2015. Bentuk dan Pilihan Kata. Jakarta. Pusat Pembinaan dan

Pemasyarakatan. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mutoharoh, dkk. 2018. Interferensi Morfologi Dalam Karangan Narasi Mahasiswa Thailand Semester IV. Jurnal Penelitian Pendidikan Bahas Indonesia, Daerah dan Asing. Vol.1 no. 1. 84-97.

Ningrum, Rifqia. Dkk. 2017. Bipa (Bahasa Indonesia Penutur Asing) Sebagai Upaya Internasionalisasi Universitas Di Indonesia. The 1st Education and Language International Conference Proceedings Center for International Language Development of Unissula. p. 726-732.

Purnami, Bentukan kata dalam Bahasa Lisan Pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Program In Country Tahun 2015-2016. Skripsi tidak diterbitkan. Malang.

(23)

Puspita, R. 2017. Bentukan Kata Dalam Jurnal Harian Mahasiswa In Country Tingkat Menengah Universitas Negeri Malang Tahun 2015/2016. Skripis tidak diterbitkan. Malang.

Putrayasa, Ida Bagus. 2010. Analisis Kalimat Fungsi, Kategori dan Peran. Bandung.

PT. Refika Aditama.

Ramlan, M. 2005. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogyakarta: CV. Karyono.

Rohimah, Dya F. 2018. Internasionalisasi Bahasa Indonesia Dan Internalisasi Budaya Indonesia Melalui Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (Bipa). An-Nas:

Jurnal Humaniora. Vol. 2. 199-211.

S, Darsita. 2013. Penggunaan Kalimat Bahasa Indonesia oleh Mahasiswa Penutur Asing. Jurnal Al-Turas Mimbar Sejarah, Sastra, Budaya dan Agama. Vol.

XX. 11-21.

Website BIPA UNISMA. 2017. Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing. (Online), (http://bipa.UNISMA.ac.id/statis-profil.html)

Koran Kompas Edisi Rabu, 1 Juli 2009. Bahasa Indonesia, Pilihan Bahasa di Australia. (Diakses pada 10 Mei 2020)

Aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Referensi

Dokumen terkait

Mengungkapkan informasi secara tertulis dalam kalimat sederhana sesuai konteks yang mencerminkan kecakapan menggunakan kata atau frasa dalam kalimat dengan struktur dantanda

keterampilan menulis kata berafiks dalam kalimat untuk pembelajar BIPA..

Sedangkan, struktur kalimat dasar KB+KBil (kata benda dan kata bilangan) dan struktur kalimat dasar KB+KDep (kata benda+kata depan) tidak muncul dalam karya-karya

Kesalahan di bidang sintaksis yang dibuat oleh mahasiswa mencakup kesalahan penggunaan kata keterangan dan partikel, kesalahan struktur frasa, klausa dan kalimat

Relevansi penelitian kedua dengan penelitian pengembangan produk bermedia vlog untuk bahan ajae menyimak pada pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta

Berdasarkan analisis data berupa kalimat-kalimat dalam karangan pembelajar BIPA, ditemukan kalimat- kalimat dengan identifikasi struktur kalimat tunggal yang tidak

Bentuk Kesalahan Jumlah Temuan Persentase Pemilihan Diksi 23 32,85% Penggunaan Afiks 9 12,85% Struktur Kalimat 28 40% Penggunaan Tanda Baca 10 14,3% Kesalahan Pemilihan Diksi

Kalimat Tunggal Berpola Tidak Grama-tikal Tidak Seksama-Tidak Lazim-Dipahami TG-TL-D Berdasarkan analisis data berupa kalimat-kalimat dalam karangan pembelajar BIPA, ditemukan kalimat-