• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan di Indonesia

N/A
N/A
Aninditazk blog

Academic year: 2025

Membagikan "Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan di Indonesia"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Karantina Hewan,Ikan dan Tumbuhan di

Indonesia

Undang-Undang No. 21 Tahun 2019 mengatur karantina hewan, ikan, dan tumbuhan di Indonesia. Tujuannya melindungi sumber daya hayati dari hama dan penyakit.

Riyono, S.Kel, MSi

au

Anggota komis IV FPKS DPR RI

(2)
(3)

Lingkup Karantina

Pencegahan Hama

Karantina mencegah masuknya hama dan penyakit dari luar negeri ke Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menjaga

keamanan pangan dan menjaga kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Pengendalian Penyebaran

Karantina berperan dalam mengontrol penyebaran

organisme pengganggu di dalam negeri. Ini mencegah hama dan penyakit dari menyebar luas dan menyebabkan kerusakan

ekonomi dan lingkungan.

Pengawasan Ekspor

Karantina memastikan bahwa komoditas ekspor memenuhi standar

internasional. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan pasar

internasional dan meningkatkan nilai ekspor.

(4)

Peran Badan Karantina Indonesia

Mandat dan Tanggung Jawab

Mengatur dan mengelola karantina hewan dan tumbuhan di Indonesia.

Kegiatan Utama

Memeriksa produk pertanian, hewan, dan tumbuhan impor serta ekspor.

Perlindungan Ekosistem

Menjaga kesehatan ekosistem dan

mengurangi ancaman invasi spesies

asing.

(5)

Prinsip Pelaksanaan Karantina

Zona Bebas dan Terbatas

Sistem zona untuk memastikan daerah tertentu bebas hama atau penyakit.

Prosedur Wajib

Semua barang hewan dan tumbuhan wajib melalui pemeriksaan karantina.

Kerja Sama Internasional

Mengacu pada standar OIE (World Organisation for Animal Health) – Organisasi Kesehatan Hewan Dunia

IPPC. (International Plant Protection Convention) – Konvensi Perlindungan Tumbuhan Internasional

(6)

Tantangan Sistem Karantina di Indonesia

Infrastruktur Minim

Beberapa pelabuhan dan bandara masih kekurangan fasilitas karantina yang memadai. Fasilitas seperti laboratorium, ruang isolasi, dan gudang penyimpanan diperlukan untuk pemeriksaan dan penanganan yang efektif.

SDM Terbatas

Kualitas petugas karantina belum merata di seluruh

wilayah Indonesia. Pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan profesionalisme petugas sangat penting untuk meningkatkan efektivitas sistem karantina.

Jalur Tidak Resmi

Jalur tikus sering terlewatkan oleh petugas karantina.

Pengawasan yang ketat dan kerjasama dengan berbagai instansi terkait diperlukan untuk menutup jalur tidak resmi.

Penyelundupan

Penyelundupan produk hewan dan tumbuhan tanpa

pemeriksaan masih sering terjadi. Peningkatan

pengawasan, penegakan hukum, dan edukasi

masyarakat penting untuk

mencegah penyelundupan.

(7)

Isu Krusial Karantina

1

Penyelundupan

Komoditas tanpa prosedur karantina resmi. .

2 Infrastruktur Kurang

Fasilitas karantina belum memadai di beberapa tempat.

3 Ancaman Invasif

Hama dan penyakit dari luar negeri sulit diberantas.

4 Kesadaran Masyarakat

Kurangnya pemahaman tentang pentingnya prosedur karantina.

(8)

Tabel

Contoh Penyelundupan Komoditas Hewan & Tumbuhan beserta Dampaknya

Kategori Jenis Komoditas Deskripsi/Contoh Penyelundupan Dampak Potensial

Penyelundupan

Hewan Satwa Liar Langka Harimau, macan tutul, orangutan, monyet, penyu, reptil eksotik

Penurunan populasi satwa, ancaman terhadap spesies yang dilindungi Hewan untuk Daging atau Produk

Hewan

Daging babi, sapi, kambing, ayam Penyebaran penyakit (ASF, PMK), kerusakan pada industri peternakan

Hewan Peliharaan Eksotik Burung beo, burung macaw, ikan hias, ular Kerusakan ekosistem lokal, ancaman terhadap spesies endemik

Hewan Laut untuk Penelitian/Zoo Ikan dan udang untuk aquariums atau penelitian ilegal

Penyebaran penyakit baru pada ekosistem laut, gangguan ekosistem alami

Penyelundupan Tumbuhan

Pohon dan Bibit Langka Anggrek langka, tanaman hias eksotik, tanaman invasif

Kehilangan keanekaragaman hayati,

kerusakan ekosistem dan lingkungan alami Kayu untuk Industri (Jati, Merbau) Pemotongan dan perdagangan kayu ilegal (jati,

merbau)

Deforestasi, pengurangan habitat satwa, kerugian ekonomi akibat penebangan liar Tumbuhan Obat Langka Ginseng, tanaman obat langka Kehilangan potensi sumber obat alami,

kerusakan terhadap habitat alami Benih Tanaman Berbahaya/Invasif Benih gulma, tanaman invasif (misal: tanaman

semak cepat tumbuh)

Kerusakan pada sektor pertanian, gangguan pada flora asli

Bibit Tanaman Pangan (Sayuran dan Buah)

Benih tanaman pangan impor yang tidak terdaftar atau tidak memadai karantina

Penyebaran hama dan penyakit, merusak pertanian lokal

(9)

Studi Kasus: Keberhasilan Karantina

1 Pencegahan PMK

Karantina berhasil mencegah masuknya penyakit Mulut dan Kuku ke Indonesia.

2 Pengendalian Ulat Grayak

Sistem karantina efektif mengendalikan penyebaran hama ulat grayak.

3 Inspirasi dari Negara Lain

Belajar dari sistem karantina sukses di Jepang, Australia, dan

Singapura.

(10)

Dampak Kebijakan Karantina

1 Dampak Positif

Kebijakan karantina berperan penting dalam melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistem lokal dari spesies invasif, menjaga kesehatan hewan dan tumbuhan, dan memastikan keamanan pangan nasional.

2 Dampak Negatif

Penerapan kebijakan

karantina dapat berdampak pada kelancaran proses impor dan ekspor, sehingga meningkatkan waktu tunggu dan biaya operasional bagi pelaku usaha.

3 Peningkatan Kesadaran

Kebijakan karantina dapat meningkatkan kesadaran masyarakat

akan pentingnya menjaga kesehatan hewan dan tumbuhan, serta

keamanan pangan.

(11)

Peran Legislatif

Membuat Regulasi

Menyusun undang-undang dan peraturan turunan terkait karantina.

Alokasi Anggaran

Menyediakan dana untuk infrastruktur dan peningkatan SDM karantina.

Pengawasan

Mengawasi implementasi kebijakan dan kinerja instansi terkait.

Mendorong Kolaborasi

Menciptakan kemitraan strategis antar instansi dan internasional.

(12)

Langkah Perbaikan Sistem Karantina

1

Investasi Infrastruktur

Membangun fasilitas laboratorium modern dan

alat deteksi canggih.

2

Pelatihan SDM

Meningkatkan jumlah dan kualitas petugas karantina.

3

Pengawasan Ketat

Memperketat pengawasan di perbatasan tidak resmi.

4

Edukasi Publik

Meningkatkan kesadaran

masyarakat tentang

pentingnya karantina.

(13)

LESSON LEARNED

DARI NEGARA LAIN DALAM KARANTINA

NEGARA PELAJARAN YANG DIPETIK

(LESSON LEARNED)

PENJELASAN DAN DAMPAKNYA

Australia Pentingnya Sistem Karantina yang Terintegrasi dengan Teknologi

Australia memiliki sistem karantina yang canggih, menggunakan teknologi tinggi untuk deteksi dan monitoring. Sistem ini memudahkan pemantauan komoditas yang masuk ke negara mereka melalui pemeriksaan otomatis dan alat deteksi cepat untuk hama dan penyakit.

Amerika Serikat Penyuluhan kepada Pelaku Industri dan Masyarakat

AS telah mengembangkan program penyuluhan yang melibatkan petani, peternak, dan masyarakat untuk memastikan mereka mengetahui pentingnya karantina dalam mencegah penyakit hewan dan tumbuhan

Uni Eropa Penerapan Standar Karantina yang Konsisten di Seluruh Negara

Uni Eropa memiliki kebijakan harmonisasi dalam karantina antara semua negara anggota, menjamin standarisasi pengawasan dan kontrol terhadap hewan dan tumbuhan yang berpotensi menularkan penyakit.

Selandia Baru Ketat dalam Pengawasan dan Pemantauan

Selandia Baru sangat ketat dalam mengawasi setiap komoditas yang masuk atau keluar, menggunakan sistem pelaporan terpusat dan pemberlakuan sanksi tegas bagi pelanggaran.

Jepang Penggunaan Sertifikat Kesehatan untuk Komoditas Impor

Jepang menerapkan kewajiban sertifikat kesehatan untuk setiap komoditas impor, sehingga memastikan bahwa produk yang masuk bebas dari penyakit.

Afrika Selatan Pelibatan Sektor Swasta dalam Pemantauan Karantina

Afrika Selatan mendorong partisipasi sektor swasta seperti perusahaan impor/eksportir dalam proses karantina dengan kewajiban mendaftarkan dan memeriksa barang sebelum dikirimkan.

India Peningkatan Infrastruktur dan Fasilitas Karantina di Pelabuhan dan Bandara

India berinvestasi pada fasilitas karantina di pelabuhan dan bandara yang dilengkapi dengan peralatan yang lebih maju dan pemeriksaan lebih cermat.

(14)

Kolaborasi untuk

Meningkatkan Kesadaran

Kampanye Edukasi Publik

Meningkatkan pemahaman publik mengenai bahaya

masuknya hama dan patogen.

Kemitraan Sektor Industri

Bekerja sama dengan sektor pertanian dan peternakan untuk mematuhi peraturan karantina.

Peran Media

Melibatkan media dalam menyebarkan informasi tentang pentingnya

karantina.

(15)

Biru laut seperti kolam

Ikan paus pandai menyelam.

Dari lubuk hati yang paling dalam

Saya tutup presentasi dengan salam.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan memperhatikan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Pasal 7, dan Pasal 8, terhadap media pembawa hama dan penyakit hewan karantina, hama dan penyakit

Dengan memperhatikan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Pasal 7, dan Pasal 8, terhadap media pembawa hama dan penyakit hewan karantina, hama dan penyakit ikan, atau

Dengan memperhatikan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Pasal 7, dan Pasal 8, terhadap media pembawa hama dan penyakit hewan karantina, hama dan penyakit ikan,

Dengan memperhatikan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Pasal 7, dan Pasal 8, terhadap media pembawa hama dan penyakit hewan karantina, hama dan

Yang dimaksud dengan “asas keperluan” adalah penyelenggaraan Karantina hanya dilakukan apabila memang dipandang perlu untuk mencegah masuk dan tersebarnya Hama dan Penyakit Hewan

Berdasarkan Undang-undang Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Badan Karantina Pertanian merupakan salah satu institusi yang mempunyai tugas dan fungsi

(1) Terhadap media pembawa hama dan penyakit hewan karantina, hama dan penyakit ikan karantina, atau organisme pengganggu tumbuhan karantina dilakukan penahanan apabila

Berkaitan dengan hal tersebut, karantina ikan mempunyai peranan yang sangat strategis dalam rangka melindungi negara dari ancaman masuk dan tersebarnya hama dan penyakit ikan karantina