PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Kajian
Manfaat Kajian
Sebagai tambahan khazanah keilmuan yang menjadi wujud pemikiran dalam ilmu pendidikan dan juga sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut dalam penelitian selanjutnya terkait dengan pelaksanaan penelitian ini. Diharapkan dapat mengembangkan dan menambah wawasan sebagai upaya mendidik anak berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadits khususnya dalam pendidikan keluarga. Menambah wawasan penulis tentang konsep pendidikan akhlak dalam keluarga khususnya pendidikan Islam, sehingga selanjutnya dapat dijadikan acuan dalam bersikap dan berperilaku.
Menambah khazanah ilmu pengetahuan terkait konsep pendidikan akhlak dalam keluarga dan sebagai bahan rujukan dalam ilmu pendidikan sehingga memperkaya dan menambah wawasan.
Metode Penelitian
- Desain Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Sumber Data
- Teknik Analisis Data
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari prinsip-prinsip dasar pendidikan akhlak yang terdapat dalam Al-Quran surat Al-Isra ayat 23-24, dari berbagai tafsir yang bersifat tafsir untuk memahami isi, maksud dan kandungan yang terkandung di dalamnya. ayat-ayat sehingga akan mempermudah pembelajaran. Sumber data primer atau pihak pertama adalah data yang diperoleh langsung dari subjek dengan menggunakan instrumen pengukuran atau alat pengumpul data yang berhubungan langsung dengan subjek sebagai sumber informasi yang dicari. Dalam hal ini sumber data primernya adalah Al-Qur’an beserta tafsirnya terhadap surat Al-Isra ayat 23-24, seperti tafsir Al-Maraghi, tafsir Al-Misbah dan kitab-kitab lainnya.
Sumber data sekunder adalah data yang tidak berkaitan langsung dengan topik utama penelitian atau data yang coba dikumpulkan sendiri oleh peneliti. Sumber data sekunder ini sering disebut sebagai data pendukung yang dapat diperoleh dari proposal. catatan buku, dokumen, agenda, dll. Teks Al-Qur'an yang akan dianalisis adalah Al-Qur'an Surat Al-Isra ayat 23-24.
Metode ini merupakan suatu cara berpikir yang didasarkan pada pengetahuan atau fakta yang spesifik dan konkrit, kemudian ditarik generalisasinya.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Pendidikan
Secara sederhana, pendidikan sering diartikan sebagai upaya manusia untuk mengembangkan kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai masyarakat dan budaya. Dalam perkembangannya, istilah pendidikan atau pedagogi berarti bimbingan atau bantuan yang sengaja diberikan oleh orang dewasa. Lebih lanjut, pendidikan diartikan sebagai usaha yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang lain untuk menjadi dewasa guna mencapai tingkat kehidupan atau eksistensi yang lebih tinggi dalam arti spiritual.15. Pendidikan adalah kegiatan dan upaya manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan mengembangkan potensi mental (pikiran, perasaan, karsa, dan hati nurani) dan jasmani (panca indera dan keterampilan).16 b.
Artinya, pendidikan memerlukan segala kekuatan fitrah yang ada pada diri anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat 18. Berdasarkan perbedaan pandangan para ahli pendidikan yang telah dikemukakan, maka dapat Dapat dilihat bahwa pendidikan merupakan serangkaian proses pendewasaan kualitas hidup yang dilakukan secara sadar dan terencana mulai dari orang dewasa hingga generasi muda dan dilaksanakan secara terus menerus dengan memilih tindakan yang tepat. Melalui proses ini diharapkan masyarakat dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya dan memahami apa itu apa, untuk apa, dan bagaimana menjalankan tugas kehidupan dengan baik.
Tujuan Pendidikan
Secara umum tujuan pendidikan adalah kedewasaan dan integritas pribadi, yaitu selalu beradaptasi terhadap segala perubahan kondisi lingkungan seseorang. Agar peradaban dapat tumbuh dan berkembang sesuai keinginan, maka pendidikan harus berlandaskan pada nilai-nilai, cita-cita dan falsafah yang berlaku pada suatu masyarakat atau bangsa. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah perubahan yang diinginkan yang diupayakan melalui proses pendidikan, baik dalam perilaku individu maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, tujuan pendidikan Islam adalah menghasilkan manusia muslim yang berkepribadian sempurna dan bertaqwa, yang berarti pendidikan Islam diharapkan mampu menghasilkan manusia yang berguna baik bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat, serta berbahagia dan berbahagia. mengamalkan ajaran agama Islam dalam hubungannya dengan pencipta, manusia dan lingkungan serta terhadap dirinya sendiri untuk mencapai kebahagiaan dan keamanan dalam hidup di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, pendidikan agama merupakan suatu upaya untuk membimbing dan membina peserta didik agar kelak dapat mengamalkan ajaran agamanya. Jadi dalam pendidikan agama yang terpenting adalah pembentukan kepribadian anak, yaitu pengenalan kebiasaan-kebiasaan yang baik agar peserta didik mempunyai sifat yang baik dan mempunyai kepribadian yang unggul.
Persediaan hidup di akhirat, ruang lingkup pendidikan dalam pandangan Islam tidaklah sempit, tidak terbatas pada pendidikan agama atau pendidikan duniawi, tetapi keduanya.
Pengertian Akhlak
Mengenal manusia akan peranannya di antara sesama makhluk dan tanggung jawab pribadinya dalam kehidupan ini. Mengenalkan manusia pada alam dan mengajak mereka mempelajari hikmah penciptaannya, serta memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengambil manfaat dari alam. Ibnu Miskawaih yang dikenal sebagai ahli akhlak terkemuka mengatakan, akhlak adalah sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.24.
Imam Al-Ghazali yang dikenal sebagai hujjatul Islam (pembela Islam) mengatakan, akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan berbagai perbuatan dengan sigap dan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.25. Muhaimin menyatakan, arti akhlak secara etimologis berasal dari kata khuluq dan bentuk jamaknya akhlaq yang berarti budi pekerti, etika, moralitas. Dapat disimpulkan bahwa akhlak itu berkaitan dengan Tuhan sang pencipta yang menciptakan manusia baik lahir maupun batin, sehingga tuntunan akhlak harus datang dari Khalik (Tuhan pencipta), dan juga kesesuaian antara perkataan dan makhluk yang mengisyaratkan bahwa ada sumbernya. moralitas dari keputusan bersama manusia, begitulah.
Landasan Akhlak
Memiliki budi pekerti yang baik terhadap seseorang merupakan upaya yang diperlukan untuk membiasakannya setiap hari. Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.” 29. Kepribadian nabi memang mempunyai akhlak yang mulia, oleh karena itu beliau selalu menjaga akhlak mulia dalam dakwahnya.
Rasulullah a.s. adalah seorang yang kuat iman, berani, sabar, tabah menghadapi segala macam ujian, beriman sepenuhnya dengan segala ketentuan Allah dan juga berakhlak mulia. Jika mereka bercita-cita menjadi orang yang baik, bahagia di dunia dan di akhirat, mereka pasti akan mengikuti teladan dan mengikuti Rasulullah saw. Tetapi tindakan dan tingkah laku mereka menunjukkan bahawa mereka tidak mengharapkan keredhaan Allah dan apa-apa jenis kebahagiaan sebenar.
Ruang Lingkup Pendidikan Akhlak
Rasulullah itu adalah suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”30. Dalam ayat ini, Allah SWT memperingatkan orang-orang munafik. bahawa sebenarnya mereka boleh mendapat teladan yang baik daripada Rasulullah SAW. Tetapi perbuatan dan tingkah laku mereka menunjukkan bahawa mereka tidak mengharapkan keredhaan Allah dan segala macam kebahagiaan yang hakiki. A.
Siapapun yang meyakini bahwa segala urusan kehidupan, segala manfaat dan kerugiannya, ada di tangan Allah SWT. Misalnya, sebelum berkeluarga dan mandiri, anak-anak membantu orang tuanya (terutama ibu) mengerjakan pekerjaan rumah dan setelah berkeluarga atau mandiri, mereka membantu orang tuanya secara finansial, baik itu membeli pakaian, makanan, dan lain-lain. minuman, khususnya untuk perawatan medis. Namun harus kita ingat bahwa semua itu dari Allah SWT, untuk menguji dan mengukur tingkat keimanan seorang hamba.
Didekat sini adalah masyarakat yang tinggal dekat rumah kita 2) Hormatilah nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
Pendidikan Akhlak Anak
- Pengertian Pendidikan Akhlak Anak
- Dasar Pendidikan Akhlak Anak
- Pandangan Al-Quran Terhadap Anak
Ikutilah keinginan dan saran orang tuamu dalam berbagai bidang kehidupan, baik itu pendidikan, pekerjaan, pernikahan atau masalah lainnya. Hormatilah dan muliakan kedua orang tua dengan penuh rasa syukur dan kasih sayang atas jasa-jasanya yang tidak mungkin bisa Anda abaikan. Perlakukanlah orang tuamu dengan penuh kerendahan hati dan kerendahan hati, dan taatilah keduanya dalam segala urusan yang diperintahkan kepadamu, selama tidak mengandung kemaksiatan kepada Allah.
Dan jangan panggil ibu bapa dengan nama pertama, jangan tinggikan suara di hadapan mereka, apatah lagi melelapkan mata kepada mereka berdua. Anak adalah tempat ibu bapa mencurahkan kasih sayang dan anak-anak juga merupakan pelaburan masa depan untuk manfaat ibu bapa dunia akhirat. Sebaliknya, tiada ibu bapa yang mahu memberitahu tetamu bahawa anak mereka bodoh, nakal, pengecut.
Perilaku seperti itu sebenarnya tidak salah, itu bagian dari kewajaran manusia. Jika ada orang yang bangga mengatakan dirinya mempunyai banyak anak, hendaknya para orang tua sadar bahwa membual tentang anaknya sering kali menjadi alasan mengapa kita dibenci orang lain. Terkadang karena orang merasa anaknya kuat, pintar, kelas atas, pemberani, orang tua merasa hidupnya aman.
Oleh karena itu, mereka mulai merasa kurang bergantung pada Tuhan dan akhirnya berpaling dari Tuhan.Seringkali orang tua melindungi anaknya yang jelas-jelas melakukan kesalahan terhadap orang tuanya. Orang tua juga bisa menjadi budak bagi anaknya, mereka merasa harus menuruti segala keinginan anaknya seperti yang disebutkan di atas, hingga mereka dikalahkan oleh anaknya. Kewajiban orang tua hilang, anaknya membentaknya karena terlambat atau tidak memenuhi permintaan anaknya.
Jika hati kedua orang tua mencerminkan perasaan cinta dan kasih sayang, maka perasaan tersebut tidak boleh menghalangi mereka untuk berjuang di jalan Allah SWT dan menyampaikan risalah Allah di muka bumi, karena kepentingan Islam di atas segalanya. Menurut Hamka ayat ini menjelaskan tentang anak dan harta. Katanya, anak dan harta adalah fitnah yaitu percobaan karena kedua orang tua bertanggung jawab atas anaknya. Orang tua mencari nafkah siang malam untuk keluarga dan kasih sayang anak.
ANALISIS KAJIAN AYAT
Redaksi Ayat dan Terjemah Surah Al-Isra’ Ayat 23-24
Hubungan Ayat (Munasabah Ayat)
Asbabun Nuzul
Seperti dalam ayat yang ditafsirkan, diperingatkan bahawa berbuat baik kepada kedua ibu bapa adalah selepas beribadah kepada Allah. Ayat 23 Al-Isra ditunjukkan dalam kalimat: "Dan hendaklah kamu (berbakti) kepada dua orang ibu bapa dengan sempurna khusyuknya." Dalam ayat ini, apa yang penulis fahami ialah ada perintah untuk berbuat baik kepada orang tua.
Al-Isra' ayat 23-24 Tafsir Al-Misbah mengandungi unsur pendidikan berupa perintah dan larangan berbakti kepada ibu bapa. Al-Isra': 23-24 di atas untuk memberi tunjuk ajar kepada anak-anak dalam beransur-ansur berkhidmat kepada ibu bapa yang disebutkan dalam ayat tersebut. Dalam etika Islam, dorongan berbuat baik kepada orang tua telah menjadi salah satu akhlak yang mulia (mahmudah).
Mendoakan kedua ibu bapa termasuk berbakti kepada mereka semasa mereka masih hidup mahupun ketika mereka telah meninggal dunia.