• Tidak ada hasil yang ditemukan

kata pengantar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "kata pengantar"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

- 1 -

(2)

- 2 -

Potensi Investasi Kabupaten Agam

Puji syukur kita ucapkan kehadirat Allah SWT, yang atas perkenaanNya buku Potensi dan Peluang Investasi Kabupaten Agam ini dapat diterbitkan. Buku ini menyajikan informasi dasar fisik, sosial, ekonomi, kependudukan, potensi dan peluang investasi di wilayah kabupaten. Informasi yang lebih rinci dapat diperoleh secara langsung dengan menghubungi kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam.

Disamping publikasi cetak, Kabupaten Agam juga menyediakan sistem pelayanan informasi dan perijinan melalui Aplikasi Cerdas Layanan Perijinan Terpadu untuk Publik atau disingkat Sicantik dan Aplikasi Online Single Submission (OSS).

KATA PENGANTAR

(3)

- 3 -

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019 Kata Pengantar

Daftar Isi

Bab I Pendahuluan

Bab II Gambaran Umum Kabupaten Agam Bab III Potensi Kabupaten Agam

Bab IV Unggulan Investasi Kabupaten Agam

... i

... ii

... 1

... 9

... 31

... 55

DAFTAR ISI

ii

(4)

- 4 -

Potensi dan Peluang Investasi

Indonesia adalah negara dengan perekonomian terbesar di ASEAN dengan bidang investasi yang sangat terdiversifikasi sehingga cukup kuat untuk menarik investor asing, ditambah keunggulan struktur demografi dan kekayaan sumberdaya alam. Investor yang tertarik ke Indonesia berasal dari tiga wilayah yaitu Asia, khususnya Singapura dan Hong Kong, Eropa dan Amerika Serikat. Peringkat Indonesia diharapkan masih bisa meningkat seiring dengan perbaikan infrastruktur, penambahan pendapatan per kapita, peningkatan rasio penerimaan pajak terhadap GDP serta perbaikan dalam masalah struktural pemerintah.

Badan Pusat Statisitik mencatat bahwa pendapatan per kapita Indonesia tahun 2018 yaitu US$ 3.927 atau sekitar 56 juta perkapita pertahun naik dibandingkan tahun 2017 Rp. 51,9 juta dan 2016 Rp. 47,9 juta, BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 tercatat sebesar 5,17%.

persen.

1.1 Latar Belakang

(5)

- 5 -

Pertumbuhan ekonomi memerlukan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu motor penggeraknya. Setelah kenaikan peringkat investasi yang dikeluarkan oleh Lembaga Pemeringkat Kredit Internasional Fitch Ratings dan Moody’s, investasi yang bakal masuk ke Indonesia diperkirakan akan semakin besar. Kredibilitas sebagai negara tujuan investasi mudah sekali terganggu.

Kenaikan peringkat tersebut dapat diartikan sebagai bentuk kepercayaan dan pengakuan bahwa kita memiliki perekonomian yang tumbuh sehat dan pengelolaannya berjalan baik.

Terkait masuknya investasi, baik di portofolio maupun investasi langsung (foreign direct investment), tak bisa dilepaskan dari pertimbangan para investor itu sendiri. Untuk dapat mempertahankan peringkat di atas, perlu pengelolaan kebijakan fiskal yang baik dan prudent. Hal itu dapat ditempuh melalui governance yang makin baik, pengelolaan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan, kemampuan untuk bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi, serta pada gilirannya mengurangi kemiskinan dan menciptakan lapangan pekerjaan yang meluas.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019

Potensi dan Peluang Investasi

(6)

- 6 - Berbagai proyek Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi

Indonesia (MP3EI) serta kebijakan pemerintah dalam insentif fiskal dan moneter diharapkan mampu memacu pembangunan infrastruktur dan menggairahkan masuknya investasi. Selain itu, berbagai fasilitas pemerintah tidak diberikan untuk investasi asing saja, melainkan juga untuk investor lokal yang berorientasi ekspor agar bisa meningkatkan devisa negara. Saat ini investasi asing langsung ke Indonesia terus mengalami peningkatan, sehingga iklim investasi harus terjaga melalui berbagai kebijakan yang diterbitkan.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempublikasikan data realisasi investasi nasional Triwulan I (Periode Januari – Maret) Tahun 2019, dengan total investasi mencapai Rp 195,1 triliun, naik 5,3% dibanding periode yang sama tahun 2018, yaitu sebesar Rp 185,3 triliun. Nilai investasi selama Triwulan I Tahun 2019 untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 87,2 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 107,9 triliun. Dibandingkan tahun 2018, pertumbuhan investasi PMDN pada Triwulan I Tahun 2019 meningkat sebesar 14,1%, dari Rp 76,4 triliun di Triwulan I Tahun 2018 ke Rp 87,2 triliun. Sedangkan investasi PMA pada Triwulan I Tahun 2019 tersebut turun 0,9% dibanding Triwulan I Tahun 2018 yang sebesar Rp 108,9 triliunmenjadi Rp. 107,9 triliun.

Potensi dan Peluang Investasi

(7)

- 7 -

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019 Pemerintah berupaya keras memacu masuknya investasi, produk-

produk hasil investasi sudah mampu mendongkrak kinerja ekspor nasional.

Hasil survei Bank Indonesia (BI) menyebut 82 persen perusahaan yang berinvestasi di Indonesia lebih berorientasi pada pasar dalam negeri.

Pemenuhan kebutuhan produk hasil investasi antara pasar dalam negeri dan pasar ekspor dilakukan secara seimbang. Pasar domestik memiliki potensi yang besar, lebih diarahkan untuk mendorong industri berbasis bahan baku, seperti semen dan kimia dasar yang nilai investasinya mencapai jutaan dolar.

Industri-industri tersebut yang menyumbang impor bahan baku paling besar.

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 tercatat sebesar 5,17%, angka tersebut lebih rendah dari target 5,4% di APBN. Sektor konsumsi masih menjadi motor utama penggerak ekonomi Indonesia dengan persentase 56,01%. Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut dipengaruhi berbagai hal, antara lain harga komoditas yang mengalami penurunan. Selain itu, tren pelemahan ekonomi dunia juga ikut mempengaruhi Indonesia.

Potensi dan Peluang Investasi

(8)

- 8 - Dari data BKPM triwulan I tahun 2019, realisasi investasi di luar Jawa

sebesar Rp 85,8 triliun meningkat 16,7% dari periode yang sama pada tahun 2018 sebesar Rp 73,5 triliun, sementara realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp. 109,3 triliun.

Di Sumatera Barat Tahun 2018 lalu tercatat realisasi investasi PMDN lebih dari Rp. 2.309,45 triliun dan investasi PMA lebih dari 180,8 juta dolar AS. Sampai triwulan I Tahun 2019 realisasi PMDN sebesar Rp. 442,5 milyar dan 17,1 juta dolar AS investasi PMA.

Investor yang masuk ke Sumatera Barat lebih banyak pada sektor industri pengolahan, diikuti sektor listrik, gas dan air serta sektor perdagangan, hotel dan restoran. Tren investasi di Sumatera Barat memang menunjukkan adanya kenaikan dari tahun ke tahun. Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatatkan realisasi proyek berjalan di Sumatra Barat juga terus meningkat.

Tahun 2017 terdapat 192 proyek PMDN, dan tahun 2018 terdapat 210 proyek PMDN dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 3000 orang. Sedangkan dari sisi nilai investasi, dibandingkan tahun 2018 investasi PMDN angkanya menunjukan lonjakan, namun investasi PMA angkanya mengalami penurunan, tahun 2017 nilai investasi mencapai Rp. 1,517 triliun PMDN dan US$ 194,4 investasi PMA.

Potensi dan Peluang Investasi

(9)

- 9 - Kondusifitas wilayah merupakan salah satu faktor penting lain untuk

menciptakan daya tarik bagi para calon investor. Berkaitan dengan hal ini, maka setiap daerah di Indonesia termasuk Kabupaten Agam akan selalu menjaga dan meningkatkan kondusifitas ini, sehingga dapat membuat para calon investor merasa nyaman dari berbagai resiko dalam menanamkan modalnya. Pemeliharaan kondusifitas disini tentu akan dilakukan dari berbagai aspek antara lain; dari aspek keamanan dan keberlanjutan investasi, bencana alam dan ganguan-gangguan lainnya yang dapat mengakibatkan para investor tidak yakin untuk melakukan penanaman modalnya di Kabupaten Agam. Sebab pengalaman beberapa negara maupun daerah lain menunjukkan bahwa bila masalah keamanan serta keberlanjutan investasi tidak terjamin maka para investor merasa enggan untuk menanamkan modalnya.

Kabupaten Agam termasuk salah satu wilayah yang sangat kondusif di Sumatera Barat terutama dari sisi iklim penanaman modal saat sekarang ini.

Kecenderungan ini ditandai dengan cukup tingginya realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2017 realisasi investasi di Kabupaten Agam mencapai lebih dari Rp. 824 M dan ditahun 2018 meningkat menjadi lebih dari Rp. 919 M.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019

Potensi dan Peluang Investasi

(10)

- 10 -

Potensi dan Peluang Investasi

Realisasi Investasi Kab. Agam Tahun 2016-2018 per Sektor

Sektor Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018 Pertanian 10.322.000.000 - 12.930.560.000 Pertambangan - 11.252.000.000 1.310.000.000 Industri Pengolahan 16.002.500.000 118.387.400.000 394.379.891.248 Listrik & Gas 216.500.000.000 283.844.900.000 - Bangunan 18.291.500.000 61.479.100.000 64.990.300.000 Perdagangan 35.097.000.000 348.403.068.031 435.739.822.234 Pengangkutan 11.665.000.000 - 5.815.276.420 Keuangan 4.935.000.000 1.530.400.000 - Jasa 132.743.000.000 - 3.957.550.000 Total 445.556.000.000 824.896.868.031 919.123.399.902

(11)

- 11 - Sumbangan terbesar perekonomian Kabupaten Agam berada pada

sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor ini memberi sumbangan terhadap PDRB lebih dari 31,3 %. Sektor kedua yang memberikan peranan terbesar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang memberikan kontribusi lebih dari 18,62 %. Sedangkan sektor ketiga yang memberikan kontribusi adalah sektor Industri Pengolahan yaitu sebesar 10,72 %. Sektor kontruksi merupakan sektor ke empat yang peranannya cukup besar, kontibusinya berkisar 8,85 % setiap tahunnya dan yang sektor ke lima yang memberikan kontribusi adalah sektor Transportasi dan Pergudangan yaitu sekitar 6,62 %.

Dengan struktur ekonomi yang didominasi oleh sektor pertanian, Kabupaten Agam mempunyai potensi yang cukup besar untuk dikembangkan.

Berbagai jenis produk hasil pertanian dan perikanan sebagai bahan baku menjadi pendorong berkembangnya industri pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah produk dan menyerap tenaga kerja. Disamping itu meningkatkan produktifitas sektor pertanian juga masih sangat penting untuk menjadi perhatian karena produktifitas pertanian di Kabupaten Agam masih relatif rendah. Masih banyak lahan-lahan tidur yang belum dimanfaatkan.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019

Potensi dan Peluang Investasi

SEKTOR 2018

Pertanian, Kehutanan, dan Peri-

kanan 6,072,871

Industri Pengolahan 2,090,380

Konstruksi 1,726,509

Perdagangan Besar dll 3,632,570 Transportasi dan Pergudangan 1,291,991

Tabel PDRB atas Harga Berlaku

(12)

- 12 -

Topografi wilayah cukup bervariasi, mulai dari dataran tinggi hingga dataran rendah, dengan ketinggian berkisar antara 0 - 2.891 meter dari permukaan laut. Wilayah ini dilalui oleh banyak aliran sungai, baik sungai besar, maupun kecil.

Terdapat tidak kurang dari 63 aliran sungai yang mengalir di wilayah kabupaten ini.

Penggunaan lahan terluas adalah hutan dengan luas 98.412,77 ha atau sekitar 46% dari luas Kabupaten Agam.

BAB II GAMBARAN UMUM KABUPATEN AGAM

2.1 Kondisi Geografis Potensi dan Peluang Investasi

(13)

- 13 -

Kabupaten Agam memiliki luas wilayah seluas 2.232,3 km2, terdiri dari 16 Kecamatan dan 82 Nagari, serta 467 Jorong. Dengan panjang pantai sepanjang 43 Kilometer, dalam wilayah administrasi kabupaten terdapat dua buah pulau yaitu Pulau Tangah seluas 1 km², Pulau Ujung seluas 1 km², dua buah gunung yaitu Gunung Marapi dengan ketinggian 2.891 meter, dan Gunung Singgalang dengan ketinggian 2.877 meter, serta satu buah danau yaitu Danau Maninjau seluas 9.950 ha.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019

(14)

- 14 - Luas Kecamatan dan Persentasenya terhadap

Luas Kabupaten Agam

No Kecamatan Luas

(Km2) % 1 Tanjung Mutiara 205,73 9,22

2 Lubuk Basung 278,40 12,47

3 Ampek Nagari 268,69 12,04

4 Tanjung Raya 244,03 10,93

5 Matur 93,69 4,20

6 IV Koto 68,72 3,08

7 Malalak 104,49 4,68

8 Banuhampu 28,45 1,27

9 Sungai Pua 44,29 1,98

Potensi dan Peluang Investasi

(15)

- 15 -

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019 No Kecamatan Luas (Km2) %

10 Ampek Angkek 30,66 1,37

11 Candung 52,29 2,34

12 Baso 70,30 3,15

13 Tilatang Kamang 56,07 2,51 14 Kamang Magek 99,60 4,46 15 Palembayan 349,81 15,67

16 Palupuh 237,08 10,62

Total 2.232,30 100

Potensi dan Peluang Investasi

(16)

- 16 -

(17)

- 17 -

(18)

- 18 -

A. Penggunaan Lahan

Penggunaan lahan di Kabupaten Agam terdiri dari kampung, sawah irigasi, sawah tadah hujan, sawah tegalan, kebun campuran, perkebunan rakyat, perkebunan besar, hutan, semak belukar, tanah rusak, perairan, dan lain-lain. Bila diperhatikan distribusi penggunaan lahan di daerah Kabupaten Agam lebih didominasi oleh kawasan hutan (44%) dan sawah hanya (18%).

Meskipun penggunaan lahan didominasi oleh kawasan hutan, tetapi bukan berarti lahan yang lain tidak memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi lahan yang produktif terutama bagi para investor. Untuk lebih jelasnya tentang distribusi penggunaan lahan di Kabupaten Agam dapat dilihat pada Tabel Penggunaan Lahan.

Potensi dan Peluang Investasi

(19)

- 19 - Penggunaan Lahan di Kabupaten Agam 2017 (ha)

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019

No Jenis Penggunaan Lahan Luas

1 Kampung 4.549,2

2 Sawah 39.883,1

3 Kebun Campuran 25.868,1

4 Perkebunan Rakyat 15.256,6

5 Perkebunan Besar 21.462,9

6 Hutan 98.421,8

7 Semak Belukar 4.109,7

8 Tanah Rusak 938,4

9 Perairan 10.896,5

10 Lain-lain 1.763,8

Total 223.150,0

Sumber : Agam Dalam Angka 2018

Potensi dan Peluang Investasi

(20)

- 20 -

(21)

- 21 - B. Kawasan Hutan

Rincian luas hutan di Kabupaten agam adalah: Hutan KSA/KPA (kawasan suaka alam) seluas 26.513 ha, hutan lindung seluas 22.669 ha, hutan produksi terbatas seluas 7.696 ha, hutan produksi seluas 3.133 ha dan HPK seluas 9.040 Ha.

Jumlah penduduk Kabupaten Agam pada tahun 2018 adalah 487.914 jiwa. Kecamatan Lubuk Basung merupakan kecamatan yang memiliki jumlah penduduk terbesar di Kabupaten Agam yaitu dengan populasi mencapai 75.198 jiwa atau 15,41 persen dari total penduduk Kabupaten Agam.

Kecamatan dengan populasi penduduk terkecil yaitu Malalak dengan populasi 8.762 jiwa. Kepadatan penduduk Kabupaten Agam tahun 2018 yaitu 218 jiwa/

km2. Kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi yaitu Ampek Angkek dengan kepadatan 1.647 jiwa/km2. Sedangkan kecamatan dengan kepadatan penduduk terendah yaitu Palupuh dengan kepadatan 56 jiwa/km2.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019 2.2 Penduduk

Potensi dan Peluang Investasi

(22)

- 22 -

Potensi dan Peluang Investasi

(23)

- 23 - Persentase penduduk angkatan kerja tahun 2018 di Kabupaten Agam

yaitu 48,3%. Penduduk bukan angkatan kerja di Kabupaten Agam umumnya merupakan pelajar diikuti oleh yang berprofesi ibu rumah tangga, pensiunan, penyandang cacat. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Agam pada tahun 2018 mencapai 4,38%. Sebanyak 35,56% angkatan kerja di Kabupaten Agam bekerja pada sektor pertanian dan 27,32% bekerja pada sektor perdagangan besar, eceran, rumah makan dan hotel.

Persentase angkatan kerja yang bekerja menurut golongan umur didominasi oleh kelompok umur 25-54 tahun yaitu sebanyak 152.469 orang atau 64,59 persen. Indeks pembangunan manusia di Kabupaten Agam meningkat dari tahun ke tahun dimana pada tahun 2018 IPM Kabupaten Agam mencapai 71,70 sedangkan pada tahun 2017 IPM Kabupaten Agam mencapai 71,1. Akan tetapi IPM Kabupaten Agam masih rendah dibandingkan dengan IPM rata-rata Provinsi Sumatera Barat, dimana IPM rata-rata Provinsi Sumatera Barat mencapai 71,73% pada tahun 2018.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019

Potensi dan Peluang Investasi

(24)

- 24 -

Laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Agam beberapa tahun belakangan ini lebih tinggi dari Provinsi Sumatera Barat dan nasional. Pada tahun 2018 laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Agam sebesar 5,27 persen.

Sementara Provinsi Sumbar hanya sebesar 5,14 persen dan nasional 5,17 persen. Perbaikan kinerja makro ekonomi tersebut mendorong peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB), PDRB perkapita dan pendapatan perkapita.

PDRB atas dasar harga berlaku pada tahun 2018 mencapai Rp18,21 Triliun, meningkat sebesar Rp1,52 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan itu dipicu dengan meningkatnya nilai tambah pada empat sektor utama pembentukan PDRB yakni, sektor pertanian sebesar Rp5,81 triliun atau meningkat 0,36 triliun dari tahun 2017, sektor perdagangan sebesar Rp3,36 triliun. Lalu, sektor industri pengolahan mencapai Rp2,01 triliun, sektor konstruksi sebesar Rp1,6 triliun dan sektor transportasi sebesar 1,2 triliun.

Peningkatan nilai tambah pada sektor diatas tersebut akan mendorong peningkatan pendapatan regional perkapita daerah.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019

2.3. Kondisi Perekonomian Potensi dan Peluang Investasi

(25)

- 25 -

Sektor pertanian tumbuh rata-rata sebesar 4,4% selama periode 2014 – 2018. Pertumbuhan sektor ini didukung oleh pertumbuhan sub sektor perikanan darat. Hal ini sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh Kabupatan Agam yaitu perikanan yang dikembangkan di Danau Maninjau Kecamatan Tanjung Raya dimana 71 persen produksi perikanan berasal dari Kecamatan Tanjung Raya. Sub sektor lainnya yang juga menopang pertumbuhan sektor pertanian adalah sub sektor perkebunan. Secara rata- rata sub sektor perkebunan tumbuh sebesar 5,53% selama periode 2014 – 2018.

Sementara itu, sub sektor yang pertumbuhannya paling rendah adalah sub sektor kehutanan. Sub sektor ini hanya tumbuh sebesar 3,69%

selama periode 2014 – 2018. Rendahnya pertumbuhan sub sektor ini mungkin disebabkan oleh banyaknya lahan hutan di Kabupaten Agam yang dijadikan lahan konservasi sehingga tidak lagi dimanfaatkan untuk keperluan komersial. Di samping sektor pertanian, Kabupaten Agam juga memiliki sub sektor penggalian. Selama periode 2014 – 2018, pertumbuhan sub sektor penggalian turun dari 6,24% pada tahun 2012 hingga 5,31% pada tahun 2016.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019

Potensi dan Peluang Investasi

(26)

- 26 - Pada tahun 2018 secara umum pertumbuhan ekonomi Kabupaten Agam

sebesar 5,27 persen. Sektor pertanian masih merupakan sektor dengan kontribusi terbesar di Kabupaten Agam. Kontribusi sektor pertanian pada tahun 2018 adalah 31,13 persen, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 0,78 persen, sedangkan konstribusinya di tahun 2017 adalah sekitar 32,65 persen. Pertumbuhan pada sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Agam, karena memiliki kontribusi yang besar dalam perekonomian. Sektor lainnya yang memiliki kontribusi yang cukup besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan motor dengan kontribusi sebesar 18,62 persen.

Tingkat pertumbuhan sektor Informasi dan Komunikasi selalu mengalami pertumbuhan yang sangat baik dari tahun ke tahun. Pada tahun 2018 tingkat pertumbuhan sektor Informasi dan Komunikasi adalah yang terbesar dibandingkan sektor lainnya dengan tingkat pertumbuhan mencapai 9,66 persen.

Potensi dan Peluang Investasi

(27)

- 27 -

Sektor jasa pendidikan juga mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi pada tahun 2018 yaitu sebesar lebih kurang 8,16 %. Tingginya pertumbuhan sektor ini didorong oleh membaiknya perekonomian baik domestik dan regional.

Fluktuasi pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan berkorelasi positif dengan fluktuasi pertumbuhan sektor informasi dan komunikasi. Artinya sektor komunikasi mempunyai pengaruh yang cukup penting dalam mempengaruhi pertumbuhan sektor pengangkutan dan komunikasi.

Secara rata-rata, sektor jasa keuangan dan asuransi hanya mampu tumbuh sebesar 3,85% per tahun selama periode 2014-2018. Sub sektor yang mengalami pertumbuhan yang baik dan cenderung naik adalah adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dan sektor jasa perusahaan dimana rata-rata masing-masing tumbuh sebesar 4,07% dan 5,53% dalam selama periode waktu 2014-2018.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019

Potensi dan Peluang Investasi

(28)

- 28 -

Selama periode Tahun 2014 – 2018, ternyata sektor jasa-jasa juga mencatat pertumbuhan yang cukup menggembirakan. Pertumbuhan sektor jasa-jasa ini secara rata-rata mencapai sebesar 7,83 persen per tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah khususnya pemerintah daerah masih sangat berperan dalam mendorong peningkatan perekonomian Kabupaten Agam.

Disisi lain sub sektor swasta hanya mampu tumbuh sebesar 6,79 persen atau lebih rendah dibandingkan pertumbuhan sektor jasa-jasa itu sendiri.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sub sektor swasta masih memilki potensi untuk ditingkatkan di masa mendatang. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan peluang dan kesempatan kepada calon investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Agam pada sektor dan sub sektor ekonomi yang cukup potensial tersebut.

Potensi dan Peluang Investasi

(29)

- 29 -

Kondisi Investasi Indonesia, Sumatera Barat, dan Kabupaten Agam Tahun 2018

Badan Koordinasi Penanaman Modal melaporkan realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri dan Penanaman Modal Asing di Indonesia pada tahun 2018 mencapai Rp 721,3 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 960.052 orang. Angka itu tumbuh 4,1 persen dibandingkan dengan tahun lalu dimana pada tahun 2017 realisasi investasi sebesar Rp. 692,8 T. Hal ini menggambarkan bahwa minat investasi di Indonesia masih cukup tinggi.

Sementara itu di tingkat provinsi, tren investasi di Sumatera Barat menunjukkan adanya kenaikan dari tahun ke tahun. Menurut data BKPM Tahun 2017 realisasi investasi PMDN di Sumatera Barat sebesar Rp. 1,517 T sementara Tahun 2018 realisasi investasi PMDN di Sumatra Barat lebih dari Rp. 2,309 T dan realisasi PMA lebih dari $ 180,8 juta.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019

Potensi dan Peluang Investasi 2.4 Kondisi Penanaman Modal

(30)

- 30 - Kabupaten Agam merupakan salah satu tujuan daerah tujuan investasi

di Provinsi Sumatera Barat. Berdasarkan jumlah investasi yang masuk ke DPMPTSP dan Kabupaten Agam sampai tahun 2017 yaitu sebanyak 858 penanam modal. Pada tahun 2018 jumlah investasi sebanyak 326 PMDN.

Perkembangan nilai investasi Kabupaten Agam dari tahun 2013 sampai pada tahun 2018 mengalami fluktuasi dan cenderung mengalami peningkatan, sedangkan nilai realisasi investasi tertinggi yaitu tahun 2018 sebesar lebih Rp.

919 milyar.

Potensi dan Peluang Investasi - 27 -

(31)

- 31 -

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019 Jumlah Investasi di Kabupaten Agam

Tahun 2013 – 2018

No Tahun Jml

Proyek Jml Tenaga

Kerja (orang) Realisasi Investasi (Rp)

1 2013 81 1063 338,193,000,681.00

2 2014 100 2201 771,240,339,396.00

3 2015 67 968 213,679,931,467.00

4 2016 47 618 525.951.800.000.00

5 2017 231 1325 824.896.868.031.00

6 2018 326 1431 919.123.399.902.00

Potensi dan Peluang Investasi

(32)

- 32 -

Jumlah perusahaan yang dilaksanakan pembinaan dan pengawasan di Kabupaten Agam sampai akhir tahun 2018 yaitu sebanyak 627 perusahaan.

Perusahaan yang ada di Kabupaten Agam bergerak diberbagai bidang, diantaranya perdangan, industri, kontraktor, real estate, pariwisata, ketenagalistrikan, pertambangan, perkebunan, peternakan, transportasi dan reklame. Selama tahun 2018 terdapat penambahan perusahaan yang menanamkan modalnya di Kabupaten Agam yaitu sebanyak 326 perusahaan/badan usaha. Dalam satu tahun rata-rata yang dilaksanakan pembinaan dan pengawasan sebanyak 100 perusahaan. Jumlah perusahaan yang mengurus perizinan sebelum Tahun 2011 yang terdata sebanyak 51 perusahaan.

Pada Tahun 2012 terjadi peningkatan yang signifikan terhadap perusahaan yang menanamkan modalnya di Kabupaten Agam karena pada tahun tersebut dilaksanakan pelimpahan wewenang perizinan dan non perizinan ke Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Agam sebanyak 95 jenis perizinan dan non perizinan.

Potensi dan Peluang Investasi

(33)

- 33 - Jumlah investor yang menanamkan modalnya pada Tahun 2016

sebanyak 47 investor. Pada tahun 2017 jumlah investasi meningkat sebanyak 231 perusahaan dengan realisasi lebih dari Rp. 824 M dan ditahun 2018 meningkat menjadi 326 perusahaan dengan realisasi investasi lebih dari Rp. 919 Milyar.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019

Potensi dan Peluang Investasi

(34)

- 34 -

Kabupaten Agam memiliki lahan pertanian yang luas dan subur.

Komoditi pertanian Kabupaten Agam yaitu beras. Beras Kabupaten Agam diakui memiliki kualitas yang bagus terutama beras Ampek Angkek, beras Kamang dan beras Danau.

Tahun 2018 produksi padi Kabupaten Agam yaitu 389.082 ton dengan luas panen 72.919 ha. Produksi ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 405.579 ton. Kenaikan produktifitas padi di Kabupaten Agam rata-rata selama tahun 2014 s.d 2017 yaitu 5,3%.

Kecamatan yang memiliki luas sawah terbesar di Kabupaten Agam yaitu Lubuk Basung dengan luas tanam mencapai 16.655 ha. Produksi padi di Kecamatan Lubuk Basung pada tahun 2018 yaitu 86.528 ha. Sedangkan kecamatan yang memiliki sawah paling kecil yaitu Kecamatan Banuhampu dengan luas 2.075 ha dengan produksi 10.457 ton.

3.1 Potensi Pertanian BAB III POTENSI AGAM

Potensi Investasi

(35)

- 35 -

(36)

- 36 - Produk pertanian kedua terbesar yang ada di Kabupaten Agam yaitu

jagung. Besarnya peningkatan produksi jagung di Kabupaten Agam didukung dengan ditetapkannya Kabupaten Agam sebagai kawasan sentra produksi jagung di Propinsi Sumatera Barat. Produksi jagung di Kabupaten Agam tahun 2018 yaitu 131.336 ton dengan luas area panen sebesar 16.853 ha.

Kabupaten Agam bagian timur terkenal sebagai penghasil sayuran dataran tinggi, seperti tomat, wortel, cabe, kol, bawang perai dan palawija lainnya, yang pemasarannya sampai ke propinsi Riau, Jambi, Bengkulu, Batam, dan Singapura. Kabupaten Agam juga memiliki kentang varietas unggul yaitu kentang cingkaring yang di budidayakan di Kecamatan Banuhampu, Sungai Pua, Candung, Baso dan IV Koto. Kondisi Kabupaten Agam juga sesuai untuk pengembangan tanaman jeruk. Saat ini tanaman jeruk berkembang di 5 kecamatan yaitu Kamang Magek, Palupuh, Candung, Ampek Angkek, dan Baso.

Potensi Investasi

(37)

- 37 -

Tabel

Perkembangan Luas Lahan dan Produksi Tanaman Pangan Di Kabupaten Agam Tahun 2015-2018 (ton)

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019 No Komoditi

Produksi (ton) Luas lahan

(ha) 2018 2017 2016 2015

1 Padi 74.869 389.082 405.579 367.535 327.567

2 Jagung 15.891 131.116 111.739 89.660 74.188

3 Ubi Jalar 1.371 34.028 32.069 33.747 38.172

4 Ubi Kayu 1.621 53.175 34.074 35.346 36.568

5 Kacang Tanah 1.181 1.346 887 1.392 1.106

Sumber : BPS Agam dalam Angka Tahun 2019

Potensi Investasi

(38)

- 38 -

Kabupaten Agam memiliki komoditi perkebunan yang potensial dikembangkan yaitu Kelapa sawit, Kopi, Gambir, Tebu, Kulit Manis, Kakao, Pinang, Pala, dan Kelapa Dalam.

A. Kelapa Sawit

Kelapa sawit adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Habitat kelapa sawit adalah daerah semak belukar. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis. Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil, 2000-2500 mm setahun, yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. Pola curah hujan tahunan memengaruhi perilaku pembungaan dan produksi buah sawit.

3.2 Potensi Perkebunan Potensi Investasi

(39)

- 39 - Di Kabupaten Agam luas lahan perkebunan kelapa sawit pada tahun

2018 mencapai 19.966 ha dengan produksi 27.745 ton. Luas lahan kelapa sawit pada tahun 2018 mengalami kenaikan sedikit dari tahun 2017. Akan tetapi produksinya meningkat sangat signifikan. Untuk komoditi kelapa sawit kegiatan penanaman modal di arahkan pada pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit dan industri turunan minyak kelapa sawit.

Luas Area dan Produksi

Kelapa Sawit di Kabupaten Agam Tahun 2014-2018

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019 Potensi Investasi

No Tahun Luas area (ha) Produksi

1 2018 19.966 27.745

2 2017 19.607 24.340

3 2016 19.634 5.376

4 2015 19.070 131.377

5 2014 18.971 32.828

Sumber : BPS Agam dalam Angka Tahun 2019

(40)

- 40 - B. Kopi

Di Kabupaten Agam budidaya Kopi diarahkan di kecamatan Matur, Malalak Tanjung Raya dan Palupuh. Pada tahun 2018 produksi kopi di Kabupaten Agam yaitu 382,96 ton.

Luas Area dan Produksi

Kopi di Kabupaten Agam Tahun 2014-2018

Potensi Investasi - 37 -

No Tahun Luas area (ha) Produksi

1 2018 1.184 383

2 2017 2.231 649

3 2016 1.267 793

4 2015 1.030 840

5 2014 1.580 1.225

Sumber : BPS Agam dalam Angka Tahun 2019

(41)

- 41 -

C. Gambir

Gambir merupakan salah satu komoditi unggulan Kabupaten Agam.

Luas perkebunan gambir tahun 2018 yaitu 989 ha dengan produksi 195 ton.

Pengembangan komoditi gambir berada di Kecamatan Palupuh dan Palembayan. Gambir Palupuh sangat bagus kualitasnya karena mengandung katekin (catechin) mencapai 90-93 %, kalau dikembangkan akan menjadi salah satu komoditi yang sangat bagus untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Akan tetapi sedikitnya ketersediaan lahan maka pengembangan gambir di Kabupaten Agam di arahkan pada pelaku usaha UMKM.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019 Potensi Investasi

(42)

- 42 -

Luas Area dan Produksi

Gambir di Kabupaten Agam Tahun 2014-2018

D. Tebu

Tebu adalah salah satu komoditi perkebunan yang banyak di budidayakan di Kabupaten Agam. Pada tahun 2018 luas tanaman tebu di Kabupaten Agam adalah 3.686 ha dengan produksi 2.934 ton.

No Tahun Luas area (ha) Produksi

1 2018 989 195

2 2017 986 193

3 2016 976 536

4 2015 1.030 220

5 2014 1.046 150

Sumber : BPS Agam dalam Angka Tahun 2019

Potensi Investasi

(43)

- 43 -

Daerah yang di jadikan sentra budidaya tebu di Kabupaten Agam yaitu Kecamatan Matur dan Candung. Tanaman tebu diolah menjadi gula hitam.

Pada saat ini industri pengolahan gula di kecamatan candung dan matur sudah banyak berkembang. Untuk kecamatan Matur sudah dibuat BUMNagari untuk pengolahan gula. Akan tetapi industri gula di 2 kecamatan tersebut masih kecil, sehingga ada potensi pengembangan industri pengolahan tebu/gula skala besar. Berikut luas area dan produksi tebu tahun 2014-2018

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019 No Tahun Luas area

(ha)

Produksi (ton)

1 2018 3.686 2.934

2 2017 3.685 1.627

3 2016 3.734 691.611

4 2015 3.965 571.107

5 2014 3.879 2.969

Sumber : BPS Agam dalam Angka Tahun 2019

Potensi Investasi

(44)

- 44 -

E. Kulit Manis

Kulit manis adalah salah satu bumbu makanan tertua yang digunakan manusia. Bumbu ini digunakan di Mesir Kuno sekitar 5000 tahun yang lalu. Kulit manis

juga secara tradisional dijadikan sebagai suplemen untuk berbagai penyakit, dengan dicampur madu, misalnya untuk pengobatan penyakit radang sendi, kulit, jantung, dan perut kembung.

Di wilayah ini kulit manis banyak dibudidayakan di Kecamatan Malalak, Palembayan dan Tanjung Raya. Produksi kulit manis tahun 2018 yaitu 20.406 ton dengan luas area 6.488 ha. Produksi ini mengalami penurunan namun tidak signifikan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 20.471 ton.

Potensi Investasi

(45)

- 45 -

Luas Area dan Produksi

Kulit Manis di Kabupaten Agam Tahun 2014-2018

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019 No Tahun Luas area (ha) Produksi (ton)

1 2018 6.488 20.406

2 2017 5.643 20.471

3 2016 5.499 4.291

4 2015 5.656 5.477

5 2014 5.917 5.956

Sumber : BPS Agam dalam Angka Tahun 2019

Potensi Investasi

(46)

- 46 -

Kabupaten Agam merupakan salah satu daerah di Indonesia yang sedang giat-giatnya mendorong peningkatan produksi daging sapi dan kambing. Jenis sapi yang dikembangkan yaitu sapi Simental dan sapi Bali.

Sapi simental dikembangkan di Agam bagian timur seperti Kecamatan Baso, Ampek Angkek dan Tilatang Kamang. Sedangkan sapi bali di kembangkan di Agam bagian barat seperti Lubuk Basung, Tanjung Mutiara dan Ampek Nagari. Populasi sapi di Kabupaten Agam tahun 2018 yaitu 32.169 ekor dengan jumlah pemotongan 7.679 ekor.

Peternakan kambing di Kabupaten Agam banyak diusahkan di Kecamatan Sungai Pua, Candung dan IV Koto. Populasi Kambing di Kabupaten Agam pada tahun 2018 yaitu 13.871 ekor dengan jumlah pemotongan 697 ekor.

Peluang investasi di sektor peternakan di Kabupaten Agam yaitu perternakan sapi yang terintegrasi dengan rumah potong hewan, peternakan sapi yang terintegrasi dengan perkebunan kelapa sawit, peternakan kambing, dan industri makanan seperti susu kambing.

3.3 Potensi Peternakan Potensi Investasi

(47)

- 47 -

Populasi Sapi Potong dan Kambing Kabupaten Agam Tahun 2014-2018 (ekor)

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019

Tahun Sapi Kambing

2018 32.169 13.871

2017 33.863 14.127

2016 34.280 13.740

2015 33.337 13.868

2014 33.337 12.631

Sumber: BPS, Agam Dalam Angka Tahun 2019

Potensi Investasi

(48)

- 48 -

Pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Agam terutama di Kecamatan Tanjung Raya dan Tanjung Mutiara.

Perairan Tanjung Mutiara dengan garis pantai 43 km merupakan rumah bagi ikan-ikan pelagis kecil, pelagis besar dan ikan-ikan demersal.

Diantara hasil utama tangkapan di perairan yaitu ikan tembang, ikan tongkol, tuna, teri, kembung, layur, selar dan udang putih. Danau Maninjau dengan 36 sungai besar dan kecil merupakan potensi yang sangat besar bagi penangkapan dan budidaya ikan air tawar. Saat ini untuk menjaga kelestarian danau, perikanan budidaya diarahkan ke sungai dan kolam.

Produksi perikanan laut Kabupaten Agam pada tahun 2017 yaitu sebesar 6.791 ton turun pada tahun 2018 menjadi 6.132 ton. Sedangkan produksi perikanan budidaya tahun 2017 yaitu 48.455 ton turun menjadi 46.198 ton pada tahun 2018.

3.4 Potensi Perikanan Potensi Investasi

(49)

- 49 -

Produksi Ikan di Kabupaten Agam Tahun 2014-2018 (ton)

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019 No Tahun Ikan laut Budidaya Perairan umum

1 2018 6.132 46.198 1.488

2 2017 6.791 48.455 1.233

3 2016 7.026 55.114 1.180

4 2015 7.327 85.462 432

5 2014 7.226 62.58 366

Sumber : BPS Agam dalam Angka Tahun 2019

Potensi Investasi

(50)

- 50 -

Kabupaten Agam merupakan salah satu daerah di Sumatera Barat yang menjadi daerah tujuan wisata. Wilayah ini dikelilingi oleh keindahan panorama alam, laut, danau, panorama, ngalau, keunikan adat-istiadat, seni, dan sejumlah situs bersejarah serta kekayaan alam lainnya yang dapat menarik para wisatawan. Keindahan panorama ini banyak diminati para wisatawan. Wilayah bagian timur kabupaten agam dikenal dengan dataran tinggi Agam merupakan daerah pegunungan dengan hamparan panorama yang menakjubkan membentang antara Gunung Merapi dan Singgalang.

Agam merupakan salah satu destinasi Pengembangan Pariwisata Provinsi dan menjadi satu koridor dengan Kota Bukitinggi, Kabupaten Limapuluhkota, dan Kota Payakumbuh. sehingga banyak peluang untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif.

3.5 Potensi Pariwisata Potensi Investasi

(51)

- 51 - Kabupaten Agam memiliki daya tarik wisata alamiah sebanyak 62

lokasi, 54 lokasi daya tarik budaya, dan 14 lokasi untuk daya tarik lingkungan. Daya tarik obyek wisata ini telah didukung oleh 5 buah daya tarik event yang digelar secara teratur setiap tahunnya. Jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Agam dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Ditahun 2018 jumlah wisatawan yang berkunjung sebanyak 704.084 orang mengalami peningkatan sebanyak 50.976 orang dari tahun sebelumnya. Berikut data jumlah wisatawan ke Kabupaten Agam Tahun 2014 s.d 2018.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019 No Tahun Wisatawan

Mancanegara Wisatawan

Nusantara Jumlah

1. 2018 33.191 670.893 704.084

2. 2017 31.891 621.397 653.288

3. 2016 32.019 487.213 519.232

4. 2015 30.923 455.087 486.010

5. 2014 29.121 413.977 443.098

Sumber : BPS Agam dalam Angka Tahun 2019

Potensi Investasi

(52)

- 52 -

Berdasarkan hasil inventarisasi Direktorat Inventarisasi Sumberdaya Mineral lokasi panas bumi Sumatera Barat tersebar di 17 titik lokasi mengikuti jalur Sesar Besar Sumatera pada beberapa daerah antara lain Kabupaten Agam, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten 50 Kota. Beberapa sumberdaya panas bumi tersebut akan dapat menjadi sumber energi alternatif bagi pembangunan listrik di provinsi Sumatera Barat.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Provinsi Sumatera Barat, diperkirakan cadangan energi panas bumi mencapai 858 MWe (Mega Watt equivalent) dan sumberdaya yang masih spekulatif dan hipotesis mencapai 798 MWe. Lebih kurang sebesar 75 Mwe potensi energi tersebut terdapat di Kabupaten Agam yaitu terdapat di Koto Baru Merapi dengan sumberdaya spekulatif 50 MWe dan Maninjau sebesar 25 MWe.

Potensi Investasi

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019

(53)

- 53 -

Potensi Panas Bumi di Kabupaten Agam

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019 No Nama

Lapangan

Potensi (MWe)

Sumberdaya (MWe) Cadangan (MWe) Spekulatif Hipotesis Terduga Mungkin Terbukti 1 Koto Baru

Merapi 50 - - Survei -

2 Maninjau 25 - - - -

Sumber: Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat 2013

Potensi Investasi

(54)

- 54 - Aliran Sungai yang Berpotensi Untuk PLTMH

Di Kabupaten Agam

No Sungai Kapasi-

tas (MW)

1 Batang Antokan

Lubuk Kumbuk Kec. Lubuk Basung + 8 Lubuk Tembiring Garagahan Kec. Lubuk Basung + 6

2 Batang Agam

Kapau Kec. Tilatang Kamang + 6

Simarasok Kec. Baso + 6

3 Batang Sianok

Sipisang Kec. Palupuh + 8

Muaro Palintangan Sei Pua Kec. Palembayan + 8

4 Sungai Guntung

Pasia Laweh Kec. Palupuh + 8

Jembatan Pasar Palupuh Kec. Palupuh + 8

Potensi Investasi

(55)

- 55 -

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019

No Sungai Kapasi-

tas (MW)

5 Batang Lubuk Gadang

Lubuak Gadang IV Koto Kec. Palembayan + 4 Silungkang III Koto Silungkang Kec. Palembayan + 4

6 Sungai Batang Alahan Anggang

Ngungun Kayu Pasak Kec. Palembayan + 10

7 Batang Bawan

Alahan Siriah Batu Kambing Kec. Ampek Nagari + 8

8 Batang Aia Paraman Malalak

Baburai Malalak Timur Kec. Malalak + 8 Lubuak Nyiur Malalak Selatan Kec. Malalak + 8

9 Batang Dareh

Jembatan BW Kec. Lubuk Basung + 8

Potensi Investasi

(56)

- 56 - Kegiatan UMKM yang berkembang di Kabupaten Agam yaitu industri

sandang seperti : konveksi, bordir, sulaman, industri pangan seperti makanan ringan, industri kimia dan bahan bangunan, industri kerajinan dan industri logam dan elektronika. Secara umum industri konveksi, serta industri sulaman dan bordir di Kabupaten Agam kebanyakan masuk kategori industri kecil dan menengah. Jumlah unit usaha industri konveksi, industri sulaman dan bordir di Kabupaten Agam tahun 2017 sebanyak 2.942 unit dan ditahun 2018 tidak signifikan mengalami perubahan yaitu sebanyak 2.944 unit.

Jumlah unit usaha ini juga diimbangi oleh penyerapan jumlah tenaga kerja, dimana pada tahun 2018, industri konveksi, serta industri sulaman dan bordir menyerap tenaga kerja sejumlah 14.454 orang.

Sementara itu sektor industri pangan pada tahun 2017 sebanyak 2.544 unit dan ditahun 2018 naik menjadi 2.547 unit dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 8.167 orang. Jumlah industri kerajinan pada tahun 2017 sebanyak 428 unit dan meningkat pada tahun 2018 menjadi 434 unit.

3.7 Potensi UMKM

Potensi Investasi

(57)

- 57 - Industri Makanan ringan sangat berpotensi di Kabupaten Agam.

Makanan khas Kabupaten Agam seperti makanan kerupuk dari ubi, aneka ragam kue-kue, gulai Kapau, Gulai Itik Lado Mudo Koto Gadang, dan berbagai makanan produksi Kabupaten Agam lainnya yang telah terkenal sejak dahulu kala. Pada umumnya, hasil industri makanan khas Kabupaten Agam masih untuk konsumsi masyarakat sendiri atau dipasarkan sebagai oleh-oleh bagi wisatawan.

Aneka jenis industri makanan ini bisa dikelola secara serius dan membuka peluang dijual ke luar daerah atau untuk diekspor keluar negeri.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019 Potensi Investasi

(58)

- 58 -

Danau Maninjau terletak di Kecamatan Tanjung Raya pada ketinggian 500 mdpl dan memiliki luas 950 ha. Di puncak bukit yang mengelilingi danau, ada beberapa objek wisata seperti Ambun pagi, Ambun Tanai, Lawang Park, XIII Nan Basa dan Puncak Lawang yang termasuk wilayah kecamatan Matur dan Bukit Sakura yang merupakan wilayah kecamatan Palembayan.

Ditempat ini para wisatawan dapat menikmati keindahan panorama alam Maninjau dari ketinggian.

Keindahan ini juga bisa disaksikan dari jalan yang berliku-liku menuruni bukit menuju Danau Maninjau yang dikenal dengan Kelok 44. Ada beberapa aktifitas wisata yang bisa dilakukan di Kawasan Danau Maninjau. Wisatawan yang menyukai olahraga paralayang bisa menyalurkan bakatnya disini.

Puncak Lawang merupakan salah satu lokasi take off terbaik di Asia Tenggara.

BAB IV UNGGULAN INVESTASI AGAM

4.1 Kawasan Danau Maninjau Unggulan Investasi

(59)

- 59 - Event wisata lainnya yang digelar di Maninjau adalah Tour de

Singkarak dan Tour de Antokan. Aktifitas wisata lainnya adalah bersepeda mengelilingi danau, bersantai di pantai muko-muko, mengunjungi museum rumah kelahiran Buya Hamka dan Rumah Baca Sultan Iskandar, berpetualang menyusuri hutan, bukit, dan perkampungan tradisional.

Peluang investasi yang bisa dilakukan adalah pembangunan kereta gantung, pembangunan hotel di XIII Nan Basa, serta pengembangan Linggai.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019 Unggulan Investasi

(60)

- 60 - Pembangunan Jalur Kereta Gantung (Cable Car)

Profil Investasi

Lokasi Top Station : XIII Nan Basa Lokasi Bottom Station : Maninjau Kesediaan Lahan : 4 ha Kepemilikan Lahan : Pribadi

Sistem Pemanfaatan Lahan: Kerjasama / Beli Jarak dari Padang : 110 Km

Jarak dari Lubuk Basung : 45 Km

Pelabuhan Udara : Bandara Internasional Minangkabau (100 Km ) Pelabuhan Laut : Teluk Bayur ( 140 Km ) Rencana Pengembangan : Feasibility Study tahun 2006

RUPM tahun 2014 RIPDA tahun 2013

Unggulan Investasi

(61)

- 61 - Pengembangan Kawasan Linggai

Profil Investasi

Lokasi : Kecamatan Tj. Raya

Kesediaan Lahan : 2 ha

Kepemilikan Lahan : Pemda Kabupaten Agam Sistem Pemanfaatan Lahan: Kerjasama

Jarak dari Padang : 134 Km Jarak dari Lubuk Basung : 17 Km

Pelabuhan Udara : Bandara Internasional Minangkabau (128 Km ) Pelabuhan Laut : Teluk Bayur ( 164 Km ) Rencana Pengembangan : Site Plan tahun 2006

DED tahun 2014 RIPDA tahun 2013

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019 Unggulan Investasi

-58-

(62)

- 62 -

Kabupaten Agam bagian barat merupakan wilayah pesisir dengan panjang garis pantai 43 km. wilayah pantai ini sangat potensial untuk pengembangan wisata bahari. Di perairan Agam juga terdapat 2 buah pulau yaitu Pulau Ujung dan Pulau Tangah. Peluang investasi di Kawasan ini adalah pengembangan wisata bahari yang dapat dilakukan di 3 lokasi yaitu Muaro Batang Tiku, Pulau Ujung dan Pulau Tangah serta Pantai Bandar Mutiara. Pengembangan ketiga lokasi ini saling mendukung, karena lokasinya berdekatan.

Ada banyak aktifitas wisata yang bisa dikembangkan di sini, seperti outbond, bermain ditaman wisata, memancing, berkemah, main sepeda air, jetsky, banana boat, diving, dan menyaksikan penyu-penyu bertelur di Pulau Ujung serta menikmati makanan khas daerah Tiku dengan olahan serba ikan laut segar.

4.2 Kawasan Wisata Pantai Unggulan Investasi

(63)

- 63 - Profil Peluang Investasi

 Lokasi : Kecamatan Tanjung Mutiara

 Luas Kawasan : 75 ha

 Status Lahan : Milik Masyarakat dan Pemerintah Daerah

 Pemanfaatan Lahan : BOT atau BT

 Jarak dari Padang : ± 97 km

 Jarak dari Lubuk Basung : ± 20 km

 Pelabuhan Udara : 90km

 Pelabuhan Laut : Teluk Bayur (± 127 km)

 Nilai Investasi : Rp. 50 M

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019 Unggulan Investasi

(64)

- 64 -

Kabupaten Agam mempunyai perkebunanan kelapa sawit yang luas yang berada Kecamatan Tanjung Mutiara, Lubuk Basung, Ampek Nagari dan Palembayan. Akan tetapi sampai saat ini jumlah pabrik kelapa sawit belum cukup untuk menampung semua hasil perkebunan kelapa sawit yang ada di Kabupaten Agam. Oleh sebab itu pembangunan pabrik kelapa sawit mempunyai peluang investasi yang cukup besar di kembangkan di wilayah Kabupaten Agam.

4.3. Perkebunan

Unggulan Investasi

(65)

- 65 -

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam 2019 HUBUNGI :

DINAS PENANAMAN MODAL PELAYANAN TERPADU SATU PINTU DAN KETENAGAKERJAAN

Jl. Veteran No. 1. Telp : (0752) 66534, Padang Baru – Lubuk Basung, Kode Pos. 26415 http://www.ptsp.agamkab.go.id E-mail : [email protected] Sms Center 085329085225

(66)

- 66 -

DINAS PENANAMAN MODAL PELAYANAN

TERPADU SATU PINTU DAN KETENAGAKERJAAN

KABUPATEN AGAM TAHUN 2019

Gambar

Tabel PDRB atas Harga Berlaku

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Penentuan Nilai parameter Hasil dari pengujian model yang dilakukan pada bab tiga adalah penentuan nilai parameter dengan algoritma Neural Network dan algoritma Neural Network

: Kepala Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Purworejo di - Purworejo Dengan hormat, Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : .... Nomor