• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "KATA PENGANTAR "

Copied!
84
0
0

Teks penuh

Permasalahan yang diangkat dalam tesis ini adalah bagaimana persepsi masyarakat Jerowaru terhadap sistem bagi hasil (mudharabah) di KSP Karya Mandiri. Dari latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi masyarakat Jerowaru terhadap sistem bagi hasil (mudharabah) di KSP Karya Mandiri Jerowaru Lombok Timur.

Manfaat Penelitian a. Manfaat Teoritis

Ruang Lingkup Dan Setting Penelitian 1. Ruang Lingkup 1.Ruang Lingkup

  • Pengertian Persepsi
  • Jenis-Jenis Persepsi
  • Faktor-Faktor Yang Berperan Dalam Persepsi
  • Sifat-Sifat Persepsi
  • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Seseorang akan dapat merasakan sesuatu dari apa yang disentuhnya atau akibat dari menyentuh sesuatu dengan kulitnya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa stimulus ini merupakan salah satu faktor yang terlibat dalam persepsi.

Definisi Masyarakat

  • Pengertian Mudaharabah
  • Dasar Hukum Mudharabah
  • Nisbah Keuntungan
  • Skema Pembiayaan Mudharabah

Dalam praktek ini, Siti Kadijah sebagai pihak pertama sebagai pemasok modal (shahibul maal), sedangkan Nabi Muhammad SAW berperan sebagai pelaku usaha. mudharib). Keuntungan dalam akad mudharabah ini akan dibagi sesuai kesepakatan yang telah disepakati, jika suatu saat pengelola usaha mengalami kerugian karena kelalaian, hanya pengelola usaha yang bertanggung jawab. Jika usaha dalam akad mudharabah ini mengalami kerugian, maka pembagian kerugian tidak berdasarkan nisbah, melainkan berdasarkan bagian masing-masing modal.

Jika usaha tersebut merugi, maka kerugian tersebut harus dibagi berdasarkan porsi modal masing-masing pihak, bukan berdasarkan nisbah. Pada dasarnya tujuan pengenaan agunan dalam akad mudharabah adalah untuk menghindari mudharib moral hazard, bukan untuk mengamankan nilai investasi jika terjadi kerugian karena faktor bisnis semata. Jadi, angka rasio ini muncul sebagai hasil tawar-menawar antara shahib al-mal dan mudharib.

Sedangkan sebagai wakil dari shahib al-mal diharapkan dapat mengelola modal dengan cara tertentu untuk menciptakan keuntungan yang optimal.

Definisi Bagi Hasil 1. Pengertian Bagi Hasil

Konsep Bagi Hasil

Konsep bagi hasil sangat berbeda dengan konsep bunga yang digunakan dalam sistem ekonomi konvensional. Dalam menempatkan dana atau pembiayaan dalam bagi hasil yang diperhatikan adalah penempatan dana syirkah atau dengan produk mudharabah dan produk musyarakah, dalam mudharabah dan musyarakah ini pendapatannya dibagi. Minimal pendapatan adalah nol, maka yang dimaksud dengan kerugian dalam mudharabah dan musyrakah adalah ketidakmampuan nasabah untuk membayar angsuran sesuai dengan pembiayaan yang diterimanya.

Perhitungan Bagi Hasil Menggunakan Profit/Loss Sharing adalah Bagi Hasil yang dihitung berdasarkan Laba/Rugi perusahaan. Kedua belah pihak, baik bank syariah maupun nasabah, akan mendapatkan keuntungan dari hasil kegiatan mudharib dan ikut menanggung kerugian jika perusahaan mengalami kerugian.27 Bagi hasil/rugi adalah bagi hasil yang dihitung berdasarkan pendapatan setelah dikurangi biaya pengelolaan dana. Perhitungan bagi hasil dengan menggunakan bagi hasil adalah perhitungan bagi hasil berdasarkan hasil penjualan atau pendapatan kotor perusahaan sebelum dikurangi biaya-biaya.28 Bagi hasil adalah bagi hasil yang dihitung berdasarkan total pendapatan pengelolaan dana.

Penelitian Terdahulu

Berdasarkan hasil penelitian dalam tesis ini, persepsi pelanggan terhadap produk bagi hasil BMT As-sholihin secara umum baik (positif), dengan apresiasi masyarakat yang baik dan mendukung produk bagi hasil yang digunakan oleh BMT As-sholihin Gerung. 29Muhammad Samsudin, “Persepsi Nasabah Terhadap Sistem Bagi Hasil Pada BMT As-Sholihin Gerung, (Skripsi, Jurusan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram 2012). Perbedaan penelitian yang akan peneliti lakukan dengan jurnal ini adalah peneliti akan mengkaji persepsi masyarakat terhadap bagi hasil (mudharabah), sedangkan jurnal ini mengkaji perkembangan UMKM sebelum dan sesudah mendapatkan pembiayaan mudharabah.

Fokus penelitian dalam jurnal ini adalah menganalisis persepsi komunitas usaha kecil terhadap pelaksanaan pembiayaan bagi hasil di Bank Riau. Hasil dari penelitian ini adalah persepsi masyarakat usaha kecil terhadap pelaksanaan pembiayaan bagi hasil di bank Riau Kepri. 33Marina Zulfa, “Analisis Persepsi Komunitas Usaha Kecil Terhadap Pelaksanaan Pembiayaan Bagi Hasil Bank Riau Kepri Cabang Syariah Pekanbaru”, Tabarru', Vol.

Penelitian dengan judul Analisis Persepsi Masyarakat Jerowaru Terhadap Sistem Bagi Hasil (mudharabah) di KSP Karya Mandiri Jerowaru ini dilakukan dengan menggunakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif.34 Penulis melakukan penelitian langsung di masyarakat Jerowaru dengan menggunakan penelitian kepustakaan yaitu perpustakaan. pencarian, dimana penulis memperoleh data dengan cara mengumpulkan dan mempelajari sumber-sumber yang berhubungan dengan judul skripsi yang penulis teliti.

Waktu dan Lokasi Penelitian

Informan Penelitian

Data-data tersebut merupakan informasi yang peneliti peroleh langsung dari sumber yang akan diteliti, dengan cara observasi dan wawancara. Data tersebut merupakan data yang diperoleh peneliti dari sumber terkait seperti artikel, jurnal, buku atau dokumen yang dapat memperkuat dan melengkapi data yang diperoleh. Wawancara adalah percakapan yang dilakukan oleh peneliti dengan informan untuk tujuan penelitian melalui informasi secara tatap muka.

Dengan menggunakan alat yang disebut Interview Guide (panduan wawancara) dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan wawancara dengan masyarakat Jerowaru. Isi pertanyaan meliputi fakta, data, persepsi yang berkaitan dengan fokus masalah atau variabel yang diteliti dalam penelitian. Observasi adalah alat pengumpulan data yang dilakukan dengan mengamati dan mencatat secara sistematis gejala-gejala yang diselidiki 36.

Dalam observasi ini peneliti melakukan observasi untuk mendapatkan gambaran awal masyarakat tentang sistem bagi hasil (mudharabah), lokasi lembaga, jumlah anggota dan lingkungan kerja KSP Karya Mandiri Jerowaru.

Teknik analisis data

  • Desa Jerowaru
  • KSP Karya Mandiri
  • Misi
  • Akad Murabahah

Desa Jerowaru merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur dengan luas wilayah 16,73 km2. Sebagian wilayah desa Jerowaru merupakan kawasan pesisir yaitu Jor, Telong-Elong, Poton Bako dan Tutuk dimana salah satu sumber mata pencaharian masyarakat selain terutama bertani dan perkebunan tembakau adalah menangkap ikan (nelayan). Karena selain SDM yang berkualitas, sarana dan prasarana merupakan alat kerja untuk mewujudkan aparatur pemerintah desa yang kompeten sesuai beberapa aspek kompetensi yang merupakan cerminan dari visi Pemerintah Desa Jerowaru sebagai berikut.

Desa Jerowaru merupakan salah satu dari 15 desa yang ada di Kecamatan Jerowaru yang terletak 0,5 km sebelah utara kota kecamatan dengan luas 16,73 km2 atau 1.673,00 ha (sekitar 12% dari luas wilayah Kecamatan Jerowaru). Jarak dari ibu kota kecamatan adalah 0,40 km Tipologi Desa Jerowaru merupakan tipologi desa pesisir dengan empat dusun pesisir yaitu: dusun Tutuk, Jor, Telong-Elong dan Poton Bako. Karya Mandiri “Jerowaru yang memiliki aset 10,4 Miliar pada akhir tahun buku 2020, BUMDes LKM Desa Jerowaru dengan total pendapatan di tahun 2020 Rp dan total aset hingga.

Secara umum kondisi sarana dan prasarana Desa Jerowaru masih kurang memadai terutama pada jalan desa +18 km dan jalan lingkungan +7,5 km.

STRUKTUR ORGANISASI

Paparan Data Temuan

Berikut hasil wawancara penulis dengan masyarakat Jerowaru, pertanyaan yang penulis ajukan kepada masyarakat terkait persepsi mereka terhadap sistem bagi hasil. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang bagi hasil juga dibenarkan oleh Pak Ramli yang mengatakan masih dilakukan oleh masyarakat. Dalam upaya memberikan arahan kepada masyarakat, sangat penting untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang keberadaan bank syariah dan sistem bagi hasil ini.

Sosialisasi yang diperlukan adalah agar bank syariah dapat menyampaikan kepada masyarakat tentang berbagai programnya, terutama mengenai bagi hasil ini. Berbeda dengan Bpk. Ilyas sebagai anggota KSP Karya Mandiri yang pembiayaannya menggunakan sistem bagi hasil (mudharabah) ini mengatakan, Pengetahuan masyarakat tentang bagi hasil ini masih menjadi salah satu penyebab masyarakat Jerowaru kurang berminat mengambil pembiayaan dari bank syariah dengan menggunakan sistem ini. sistem bagi hasil.

Kurangnya pemahaman saya tentang perkongsian hasil adalah salah satu sebab mengapa saya tidak berminat untuk mengambil pembiayaan.

Pembahasan

Pemahaman masyarakat Jerowaru tentang bagi hasil masih tergolong rendah, sebagian besar informan mengaku pemahaman mereka tentang bagi hasil masih sangat rendah, karena selain tidak pernah menjadi nasabah bank syariah, masyarakat juga mengaku tidak memiliki informasi atau sosialisasi terkait bagi hasil ini. Hubungan antara persepsi dengan masyarakat terletak pada cara pandang masyarakat terhadap suatu objek yaitu bagi hasil (mudharabah), sehingga masyarakat mengeluarkan pendapatnya tentang bagi hasil (mudharabah). Dapat dianalisis, pendapat masyarakat Jerowaru mengenai bagi hasil ini kurang baik karena kurangnya pemahaman dan rasa kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan sistem bagi hasil ini, sebagian besar masyarakat Jerowaru masih beranggapan atau menduga-duga. bagi hasil dan bunga yang digunakan bank konvensional tidak berbeda jauh.

Ada beberapa alasan mengapa masyarakat Jerowaru kurang tertarik untuk melakukan pembiayaan di bank syariah, kecuali karena kurangnya pemahaman dan keyakinan mereka terhadap penerapan sistem bagi hasil ini, sedikitnya jumlah bank syariah yang beroperasi di lokasi penelitian, juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi minat mereka. Masyarakat menginginkan agar bank syariah dan lembaga keuangan syariah mengedukasi masyarakat agar dapat memberikan pemahaman yang lebih baik dengan tujuan agar masyarakat ingin mengetahui dan memahami konsep bagi hasil. Persepsi masyarakat Jerowaru tentang bagi hasil terbilang kurang baik, karena selain belum pernah menjadi nasabah di bank syariah, masyarakat juga mengakui minimnya informasi atau sosialisasi mengenai bagi hasil ini.

Kurangnya pemahaman ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi persepsi sebagian besar masyarakat Jerowaru sehingga masih menganggap atau menduga bahwa bagi hasil dan bunga yang digunakan oleh bank konvensional tidak jauh berbeda dan kurangnya lembaga keuangan syariah yang ada. aktif di kawasan Jerowaru tidak berbeda jauh. juga menjadi faktor yang membuat masyarakat lebih memilih bank konvensional dan tidak begitu tertarik menggunakan perbankan dan layanan syariah.

Saran

Agar kami dapat melanjutkan penelitian ini di masa yang akan datang, sehingga kami mengetahui bagaimana perkembangannya dan menjadikan penelitian ini lebih baik lagi. Iman dan Bambang Hermawan, “Dampak Persepsi Masyarakat Batam terhadap Bank Syariah Terhadap Minat Menggunakan Produk Bank Syariah”, Journal Of Business Administration, Vol. Marina Zulfa, “Analisis Persepsi Masyarakat Industri Kecil Terhadap Pelaksanaan Pembiayaan Bagi Hasil Pekan Baru Syariah Cabang Kepri Riau”, Tabarru', Vol.

Dalam penelitian ini peneliti hanya memaparkan rencana wawancara secara garis besar, yang nantinya akan dikembangkan lebih mendalam ketika dilakukan wawancara dengan informan, sehingga diharapkan diperoleh informasi yang lebih lengkap, akurat dan terkini.

PENDIDIKAN

  • Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Nama Sekolah : SDN 4 Jerowaru
  • Pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTS) Nama Sekolah : MTSN 1 Yaqin Pemondah
  • Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Nama Sekolah : SMAN 1 Jerowaru

Referensi

Dokumen terkait